cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18584748     EISSN : 25490885     DOI : -
Core Subject : Education,
SAINTEK PERIKANAN (p-ISSN: 1858-4748 dan e-ISSN: 2549-0885) adalah jurnal ilmiah perikanan yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Februari dan Agustus).
Arjuna Subject : -
Articles 492 Documents
ANALISIS WEBSITE ZONA POTENSI PENANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN STANDART ISO/IEC 9126 Mursyidin, Mursyidin; Sabaruddin, Sabaruddin; Naldi, Roji April; Syafari, Muhammad
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.176-181

Abstract

Informasi daerah potensi penangkapan ikan sangat diperlukan oleh nelayan untuk mendukung proses penangkapan ikan, dan website dapat menjadi media yang efektif untuk menyajikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi sistem informasi berbasis web yang menyajikan zona potensi penangkapan ikan di wilayah Aceh guna meningkatkan efisiensi dan hasil tangkapan nelayan. Sistem dikembangkan menggunakan metodologi agile dan memanfaatkan data citra satelit Aqua MODIS untuk memetakan parameter lingkungan seperti suhu permukaan laut dan klorofil-a. Evaluasi sistem dilakukan melalui pengujian performa teknis menggunakan PageSpeed Insights serta penilaian persepsi pengguna dengan kuesioner berbasis likert yang mencakup aspek kegunaan, efisiensi, reliabilitas, kemudahan belajar, dan kepuasan pengguna. Hasil uji validitas (r ≈ 0,75) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha ≈ 0,821) menunjukkan instrumen survei sangat layak dan konsisten. Analisis umpan balik menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan, desain antarmuka, dan kualitas informasi merupakan keunggulan utama sistem, masing-masing memperoleh lebih dari 95% umpan balik positif, dengan tingkat kelayakan tertinggi pada aspek kegunaan (86,67%) dan kualitas informasi (85,38%). Namun, aspek kinerja sistem (81,54%) dan kepuasan pengguna (78,46%) masih perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, sistem dinilai sangat layak (83,62%) dan mampu memenuhi kebutuhan mayoritas pengguna, meskipun perbaikan pada kinerja dan kepuasan pengguna tetap diperlukan untuk meningkatkan penerimaan dan manfaat sistem di kalangan nelayan Aceh.
OPTIMASI PEMUPUKAN ORGANIK DAN ANORGANIK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KARAGENAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) Aufat, Agung Gunawan; Mulyono, Mugi; Sektiana, Sinar Pagi
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.4.271-276

Abstract

Kappaphycus alvarezii adalah komoditas budidaya laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai sumber karagenan, senyawa hidrokoloid yang banyak digunakan dalam industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Permintaan global terhadap karagenan yang terus meningkat memerlukan penerapan teknik budidaya yang tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk organik dan anorganik terhadap kualitas karagenan yang dihasilkan dalam budidaya K. alvarezii . Perlakuan yang diberikan meliputi pupuk organik cair D.I.GROW, pupuk anorganik NPK, pupuk urea, dan kontrol tanpa pupuk. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), di mana setiap perlakuan diterapkan pada kelompok yang terpisah dan diuji berdasarkan parameter rendemen, viskositas, kadar air, dan kadar abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan D.I.GROW menghasilkan rendemen sebesar 41% dan viskositas 189,37 cP, yang keduanya melebihi standar yang direkomendasikan oleh FAO. Sebaliknya, kontrol tanpa pupuk menghasilkan nilai terendah pada seluruh parameter yang diuji. Kadar air pada kontrol mencapai 42%, melebihi batas standar FAO yang merekomendasikan kadar air maksimal 30% untuk produk karagenan berkualitas tinggi. Perlakuan dengan pupuk lainnya masih memenuhi standar, dengan kadar air berada pada kisaran yang disarankan, yaitu sekitar 30%. Kadar abu pada perlakuan NPK dan urea berada dalam kisaran standar (20-30%), sementara D.I.GROW dan kontrol menunjukkan kadar abu yang lebih rendah, yang menunjukkan kualitas kemurnian produk yang lebih baik. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa pemberian pupuk berpengaruh signifikan terhadap kualitas karagenan K. alvarezii , dengan pupuk D.I.GROW terbukti lebih efektif dalam meningkatkan viskositas, rendemen, dan kemurnian produk, sementara pupuk anorganik lebih berperan dalam menjaga kestabilan karakteristik fisik karagenan.
ANALISIS KEKERABATAN GENETIK PADA IKAN DEWA (MAHSEER) DARI SUNGAI DI PULAU JAWA MENGGUNAKAN GEN COI Muyassar, Nabil Fathi; Mulyani, Yuniar; Zidni, Irfan; Herawati, Titin
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.4.238-247

Abstract

Ikan dewa (mahseer) penting untuk konservasi di Pulau Jawa karena tingginya nilai ekonomis dan ekologis, sehingga diperlukan analisis kekerabatan genetik. Penelitian dilakukan di Sungai Sungapan, Sungai Cimanuk, Curug Tonjong, Curug Cimedang, Sungai Ciwulan, Sungai Serayu, Sungai Progo, Sungai Samin, Sungai Kedung Minten, dan Sungai Brantas di pulau Jawa, bertujuan menganalisis kekerabatan genetik ikan dewa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengambilan sampel acak dari sungai di pulau Jawa. Identifikasi molekuler menggunakan gen COI (Cytochrome Oxidase I) untuk menganalisis jarak dan kekerabatan genetik, lalu data dianalisis secara deskriptif. Hasil elektroforesis menunjukkan amplikon ±700 bp dari gen COI untuk semua sampel. Analisis sekuens menggunakan BOLD System mengidentifikasi sampel memiliki kemiripan dengan Tor tambra dan Neolissochilus soro. Analisis genetik menggunakan MEGA11 menunjukkan jarak genetik antara spesies Tor sp. dengan spesies Neolissochilus sp. sebesar 0,0-3,2%, mengindikasikan perbedaan spesies. Tor sp. dari beberapa sungai menunjukkan kekerabatan dekat (≤1%) dengan spesies Tor lainnya (T. tambra, T. mekongensis, T. dongnaiensis). Namun, Neolissochilus sp. dari sungai lain memiliki jarak genetik tinggi (hingga 6%) dengan genus Neolissochilus dari GeneBank. Analisis filogenetik memperkuat hasil ini, mengelompokkan sampel menjadi dua klaster monofiletik yang berbeda secara genetik, yaitu klaster Tor sp. yang berkerabat dekat dengan T. tambra, dan klaster Neolissochilus sp. yang terpisah dan berkerabat jauh dengan spesies Neolissochilus lain yang tersedia di GeneBank.
OPTIMALISASI FORTIFIKASI HIDROLISAT PROTEIN IKAN NILA PADA RENGGINANG: KAJIAN NILAI GIZI DAN PENERIMAAN SENSORIS Awaludin, Mochamad Bashiir; Kurniawati, Nia; Herawati, Titin
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.4.277-283

Abstract

Kurangnya pangan tradisional dengan kandungan protein tinggi mendorong eksplorasi ikan nila sebagai sumber protein lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan fortifikasi hidrolisat protein ikan nila (HPI) pada rengginang yang merupakan penganan yang terbuat dari beras ketan guna meningkatkan nilai gizi tanpa mengorbankan karakteristik fisik dan sensori. Metode penelitian menggunakan RAL, uji fisik (ekspansi volume) dan evaluasi sensoris oleh panelis. Data dianalisis menggunakan Friedman dan Bayes untuk menentukan preferensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi 5% HPI merupakan rengginang yang optimal dengan ekspansi volume 261,0%, kadar protein 14,57% (peningkatan 116%), dan nilai sensoris rata-rata 7,3 pada skala 1-9 yang menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi dari panelis. Kadar air produk (8,1%) memenuhi standar camilan. Fortifikasi ini meningkatkan nilai nutrisi tanpa mengorbankan penerimaan konsumen, mendukung pengembangan pangan fungsional berbasis bahan lokal. Penelitian ini menunjukkan potensi rengginang fortifikasi HPI sebagai camilan sehat, dengan rekomendasi untuk uji lanjutan mengenai stabilitas penyimpanan dan strategi pemasaran untuk adopsi pasar.
STUDI STABILITAS DAN TEKSTUR MINUMAN JELI NIRA AREN (Arenga pinnata Merr) DENGAN VARIASI KONSENTRASI RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) Ardhanawinata, Adlina; Irawan, Irman
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.4.254-261

Abstract

Minuman jeli merupakan produk pangan semi-padat yang digemari berbagai kalangan karena teksturnya yang kenyal dan rasanya yang menyegarkan. Namun minuman jeli yang beredar di pasaran umumnya diformulasi menggunakan karagenan sebagai agen pembentuk gel, serta mengandung pemanis, pewarna, dan perisa sintetis. Produk tersebut cenderung memiliki nilai gizi yang rendah, oleh karena itu diperlukan inovasi untuk meningkatkan kualitasnya dengan memanfaatkan Kappaphycus alvarezii sebagai sumber serat dan nira aren sebagai pemanis alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan K. alvarezii terhadap sifat fisikokimia pada minuman jeli nira aren. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu, P1 (2%), P2 (4%) dan P3 (6%) dan P4 (8%) dengan tiga kali ulangan. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam dengan uji lanjut BNT pada taraf kepercayaan 95%.  Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah kadar gula sukrosa, pH, serat kasar, viskositas, warna, dan total padatan terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan K. alvarezii dengan konsentrasi berbeda pada minuman jeli nira aren memberikan pengaruh secara signifikan pada taraf (p<0,05) terhadap parameter kadar gula sukrosa (2,32-5,51%), pH (7,78-7,98), kadar serat kasar (0,34-0,84%), viskositas (82,00-498,51 cP), derajat putih (19,93-21,84%) dan total padatan terlarut (16,10-19,78 oBrix).
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TULANG IKAN MANYUNG (Arius thalassinus) DAN FILTRAT RUMPUT LAUT (Ulva lactuca) PADA PENINGKATAN GIZI KUE SEROJA Nusaibah, Nusaibah -; Lestari, Syifa Candra; Maulid, Deden Yusman
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.4.290-298

Abstract

Tepung tulang Ikan Manyung dikenal memiliki kandungan kalsium yang tinggi, sedangkan Ulva lactuca dikenal memiliki kandungan serat pangan yang tinggi. Kue seroja merupakan salah satu kue tradisional yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Pemanfaatan kedua bahan ini berpotensi meningkatkan nilai gizi kue seroja. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung tulang ikan manyung dan filtrat rumput laut U. lactuca terhadap sifat sensori dan peningkatan gizi pada kue seroja (proksimat, kalsium dan serat pangan). Rancangan penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan yaitu P0 (tanpa penambahan tepung tulang ikan manyung dan filtrat U. lactuca), P1 (penambahan tepung tulang ikan manyung), P2 (penambahan filtrat U. lactuca), dan P3 (penambahan kombinasi tepung tulang dan filtrat U. lactuca). Uji yang dilakukan untuk semua perlakuan adalah hedonik, sedangkan untuk uji proksimat, serat pangan dan kalsium hanya dilakukan pada perlakuan P0 dan P3. Analisis data hedonik menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney U dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa perlakuan P3 paling disukai panelis (warna dan tekstur) dan P0 (aroma dan rasa). Hasil uji proksimat menunjukkan kadar abu dan protein pada P3 lebih besar jika dibandingkan dengan P0 yaitu 4,28±0,17% dan 5,8±0,21%. Selain itu, kandungan kalsium dan serat pangan P3 juga lebih tinggi dari P0, dengan kadar kalsium sebesar 7756,96 mg/kg dan serat pangan 67,91%. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan tepung tulang manyung dan filtrat U. lactuca terbukti dapat meningkatkan gizi pada Kue Seroja.
EFEK PENGGUNAAN PUPUK BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN SENYAWA FIKOSIANIN Spirulina sp. Suryono, Jundi Putra; Pratama, Ginanjar; Hasanah, Afifah Nurazizatul
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.4.231-237

Abstract

Spirulina sp. adalah mikroalga yang kaya akan senyawa bermanfaat, seperti protein, lemak, mineral, dan pigmen alami (fikosianin, β-karoten, dan klorofil) yang memiliki efek antioksidan. Berbagai macam kandungan yang dimiliki oleh Spirulina sp. sangat dipengaruhi oleh nutrisi dan lingkungan kultivasi. Nutrisi seperti pupuk walne merupakan nutrisi yang sering digunakan dalam kegiatan budidaya Spirulina sp. tetapi dikarenakan harganya yang kurang ekonomis menjadikan hal tersebut sebagai masalah tersendiri. Pupuk alternatif sudah banyak dikembangkan, beberapa bahan seperti magnesium, fosfat, urea, dan molase dapat dijadikan solusi nutrisi yang jauh lebih murah dibandingkan dengan pupuk walne. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 taraf perlakuan pupuk walne, pupuk buatan, dan pupuk campuran (walne dan buatan) dengan masing-masing 3 ulangan. Tahapan penelitian dibagi menjadi dua fase yaitu fase pertama merupakan proses kultivasi dan pemanenan, dilanjutkan dengan fase dua yaitu ekstraksi fikosianin. Hasil yang diperoleh adalah pada penelitian ini adalah laju pertumbuhan Spirulina sp. berjalan serupa hingga terjadi penurunan nilai optical density pada perlakuan penambahan pupuk buatan (P1) dan penambahan pupuk campuran (P2) di hari ke-21. Protein yang dihasilkan tidak berbeda nyata dengan nilai rata-rata tertinggi pada perlakuan penambahan pupuk buatan (P1) senilai 6,03%. Rendemen biomassa basah terbesar berada pada perlakuan penambahan pupuk walne (K) dengan nilai sebesar 0,09%. Rendemen fikosianin yang terbesar berada pada perlakuan penambahan pupuk campuran (P2) dengan nilai 33.48%. Konsentrasi fikosianin terbesar berada pada perlakuan penambahan pupuk walne (K) dan penambahan pupuk buatan (P1) dengan nilai 2.79%. Berdasarkan hasil yang diperoleh diketahui bahwa pupuk buatan memiliki efek yang serupa dengan pupuk walne dalam aspek kadar protein, rendemen biomassa basah, dan konsentrasi fikosianin. Sedangkan pupuk walne lebih optimal pada aspek laju pertumbuhan dibanding dengan pupuk buatan.
RESPON IKAN BIJINANGKA (UPENEUS MOLUCCENSIS) TERHADAP UMPAN BERBEDA PADA MATA PANCING ULUR MODIFIKASI Rahaningmas, Julius Mose
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.4.284-289

Abstract

Salah satu jenis ikan komoditas perikanan penting di perairan Maluku adalah ikan Bijinangka. Namun, informasi mengenai teknik penangkapan yang efektif untuk jenis ikan ini, khususnya jenis umpan dan alat pancing masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas umpan cacing lur atau tumel (Dendronereis pinnaticirris) dan ikan teri (Engraulis sp), konstruksi mata pancing yang paling efektif serta menentukan waktu penangkapan terbaik untuk ikan Bijinangka. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung yaitu metode pengoperasian alat penangkapan ikan secara langsung dan uji-t (t-test) digunakan untuk uji beda rata-rata hasil tangkapan ikan Bijinangka. Umpan cacing lur atau tumel menangkap ikan Bijinangka sebanyak 273 ekor (67%) dan umpan ikan teri sebanyak 137 ekor atau 33%, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (t = 16,076; p < 0,05). Waktu penangkapan pada pagi hari pukul 07.00 WIT hingga pukul 10.00 WIT menghasilkan tangkapan yang jauh lebih tinggi 314 ekor atau 77% dibandingkan sore hari pukul 14.00 - 17.00 WIT sebanyak 96 ekor ikan (23%), dengan perbedaan yang signifikan (t = 28,062; p < 0,05). Penggunaan mata pancing dengan kili-kili menghasilkan tangkapan yang lebih banyak 287 ekor (70%) daripada mata pancing tanpa kili-kili 123 ekor atau 30%, dengan perbedaan yang signifikan (t = 18,976; p < 0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa umpan cacing lur atau tumel, waktu penangkapan pagi hari, dan penggunaan mata pancing dengan kili-kili adalah strategi yang paling efektif untuk penangkapan ikan Bijinangka.
PENERIMAAN KONSUMEN DAN KOMPOSISI PROKSIMAT KECIMPRING DENGAN PENAMBAHAN DAGING IKAN NILA SALIN (Oreochromis niloticus) Prasetya, Muhamad Diva; Rostini, Iis; Gumilar, Iwang; Pratama, Rusky Intan
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.4.248-253

Abstract

Kecimpring merupakan makanan ringan tradisional berbasis singkong yang memiliki kandungan protein rendah sehingga perlu dilakukan upaya fortifikasi untuk meningkatkan nilai gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan daging ikan nila salin (Oreochromis niloticus) terhadap mutu sensori dan kandungan gizi kecimpring serta menentukan konsentrasi terbaik yang dapat diterima konsumen. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan empat perlakuan penambahan daging ikan nila salin, yaitu 0% (kontrol); 2,5%; 5%; dan 7,5% dari berat singkong. Uji organoleptik dilakukan terhadap 25 panelis semi terlatih dengan parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur menggunakan skala hedonik 1-9, sedangkan analisis proksimat dilakukan untuk menentukan kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa penambahan daging ikan nila salin berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap penerimaan panelis dengan perlakuan 7,5% memperoleh skor tertinggi pada parameter warna (7,96), aroma (7,56), rasa (7,96), dan tekstur (7,24). Analisis proksimat menunjukkan peningkatan kadar protein dari 4,60% (kontrol) menjadi 6,90% pada perlakuan 7,5%; serta perubahan kecil pada kadar air, abu, lemak, dan karbohidrat. Penambahan daging ikan nila salin sebesar 7,5% direkomendasikan sebagai konsentrasi terbaik dalam menghasilkan kecimpring berbasis singkong dengan mutu sensori terbaik dan nilai gizi lebih tinggi, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai pangan lokal fungsional bernilai tambah.
GENDER ROLES IN TRADITIONAL FISH PROCESSING BUSINESS IN SMALL ISLANDS IN MALUKU Apituley, Yolanda Marla Tania Nangkah; Nanlohy, Hellen; Rieuwpassa, Fredrik; Tapotubun, Alfonsina Marthina; Matrutty, Theodora Elsje Adelheid Agustin
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.4.299-305

Abstract

Traditional fish processing businesses represent a vital livelihood and economic sector in Maluku’s small islands. Understanding the precise allocation of gender roles within these enterprises is crucial for enhancing family economic resilience and developing effective sectoral policy. This research aims to analyze gender roles in traditional fish processing businesses. A sample of 24 fish processing business units was drawn purposively from several smoked fish processing places in Ambon City, dried fish in Eastern Seram Regency (Geser) and salted fish in Central Maluku Regency (Perigi). The data obtained was analyzed descriptive quantitatively. The research results show that activities in each traditional fish processing business can be divided into pre-production, production, and post-production stages, with the number of activities in each stage varying. In the smoked fish business, women and men collaborate significantly in the pre-production and production stages. In contrast, in post-production activities, women have significant roles in selling the products. In the dried and salted fish business, pre-production and production activities are mainly carried out by women, while men carry out post-production activities. Most of the men in the village who produce dried and salted fish earn their living as fishermen, so pre-production and production activities are carried out by women during the day when their husbands are at sea. The smoked fish produced is generally sold locally around the production site, while dried and salted fish are sold outside the island and the province.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 3 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 2 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 4 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 3 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 2 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 1 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 3 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 2 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 1 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 4 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 3 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 2 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 1 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 4 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 3 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 1 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 1 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 2 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 1 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 2 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 1 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 2 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 1 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 2 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 1 (2013): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 8, No 2 (2013): Jurnal Saintek Perikanan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Saintek Perikanan Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 2 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 1 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 2 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 1 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 2 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 2, No 1 (2006): Jurnal Saintek Perikanan More Issue