cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN NITROGEN TERHADAP POPULASI DAN BIOMASSA CACING TANAH PADA TANAMAN KACANG HIJAU(Vigna radiata L.) MUSIM TANAM KE 33 Sodiqin Ali; M. A. Syamsul Arif; Dedy Prasetyo; Sri Yusnaini; Nur Afni Afrianti
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.8932

Abstract

Cacing tanah merupakan salah satu biota tanah yang dapat digunakan sebagai indikator kesuburan tanah.  Populasi dan biomassa cacing tanah dapat dipengaruhi oleh olah tanah dan pemupukan.  Sistem olah tanah yang tepat dapat menjadi habitat cacing tanah karena tidak mengganggu cacign tanah, sedangkan pemupukan yang tepat dapat membantu percepatan dekomposisi bahan organik.  Pemupukan yang berlebihan dapat bersifat racun dan mempengaruhi populasi dan biomassa biota tanah.  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh olah tanah dan pemupukan nitrogen serta interaksinya terhadap populasi dan biomassa cacing tanah.  Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial 3 x 2 dengan 4 ulangan.  Faktor pertama adalah sistem olah tanah jangka panjang terdiri dari T0 = Tanpa Olah Tanah (TOT), T1 = Olah Tanah Minimum (OTM), dan T2 = Olah Tanah Intensif (OTI).  Faktor kedua adalah pemupukan nitrogen yaitu N0 = 0 kg N ha-1 dan N1 = 50 kg N ha-1.  Data yang diperoleh diuji homogenitasnya dengan uji Bartlett dan adifitasnya dengan uji Tukey setelah asumsi terpenuhi data diolah dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Untuk mengetahui hubungan antara beberapa sifat kimia dan fisik tanah dengan populasi dan biomassa cacing tanah dilakukan uji korelasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi dan biomassa cacing tanah pada vegetatif maksimum dan pasca panen kedalaman 0-15 cm berbeda nyata.  Terdapat korelasi positif antara pH tanah terhadap biomassa cacing tanah sebelum olah tanah.
ANALISIS KEKERINGAN METEOROLOGI DI WILAYAH IKLIM HUTAN HUJAN TROPIS PADA SAAT EL-NIÑO KUAT TAHUN 2015 Andi Ihwan; Tyas Khansa Tsabita; Riza Adriat
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.7514

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan di wilayah iklim hutan hujan tropis termasuk Kalimantan Barat merupakan masalah yang terjadi hampir setiap tahun. El-Niño diperkirakan memperparah kekeringan, dan kekeringan yang berkepanjangan berdampak pada kebakaran hutan dan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak peristiwa El-Niño (2015) terhadap tingkat keparahan kekeringan di Kalimantan Barat. Model yang digunakan untuk analisis kekeringan adalah Keetch-Byram Drought Index (KBDI). Nilai indeks kekeringan tahun El-Niño kemudian dibandingkan dengan tahun normal (2013). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh El-Niño (2015) terhadap tingkat keparahan dan durasi kekeringan di Kalimantan Barat. Bulan Juli hingga Oktober merupakan bulan dengan potensi kekeringan besar di Kalimantan Barat, khususnya di bagian selatan Kalimantan Barat. Efek peristiwa El-Niño juga teramati pada lahan rawan kekeringan, dimana luas lahan rawan kekeringan meningkat lebih dari 10% dibandingkan dengan tahun-tahun normal. Terdapat hubungan antara nilai indeks kekeringan dengan jumlah titik api di Kalimantan Barat, dimana peningkatan indeks kekeringan juga dibarengi dengan peningkatan jumlah titik api. Informasi kapan dan dimana tingkat kekeringan mencapai tingkat resiko kebakaran yang tinggi sangat penting untuk mitigasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat.
PENGARUH OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN NITROGEN TERHADAP POPULASI DAN BIOMASSA CACING TANAH PADA PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) TAHUN KE-32 DI LAHAN POLINELA BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG Anisa Carolin; Sri Yusnaini; Muhajir Utomo; Ainin Niswati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.8937

Abstract

Di dalam budidaya terdapat dua faktor penting yaitu olah tanah dan pemupukan. Secara umum olah tanah dapat dibedakan atas olah tanah intensif (OTI) dan olah tanah konservasi (OTK). Olah tanah intensif dilakukan dengan cara dicangkul minimal dua kali sedalam 0-20 cm, lalu permukaan tanah diratakan; dan olah tanah konservasi dilakukan dengan olah tanah seminimal mungkin. Pengolahan tanah yang intensif akan menghilangkan sisa tanaman yang dapat berperan sebagai mulsa organik dan sumber bahan organik yang menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya biota tanah seperti cacing tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh olah tanah dan pemupukan nitrogen serta interaksinya terhadap populasi dan biomassa cacing tanah. olah tanah digunakan tiga olah tanah yaitu olah tanah intensif, olah tanah minimum, dan tanpa olah tanah. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Politeknik Negeri Lampung pada bulan November 2018 sampai Februari 2019.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang disusun secara faktorial 2 x 3 dengan 4 kelompok yaitu faktor pertama perlakuan olah tanah terdiri dari olah tanah intensif (T1), olah tanah minimum (T2), dan tanpa olah tanah (T3) sedangkan faktor kedua aplikasi pemupukan, terdiri dari pemupukan (N2) dan tanpa pemupukan (N0). Data yang diperoleh dianalisis sidik ragam pada taraf 5% yang sebelumnya telah diuji homogenitas ragamnya dengan Uji Barlett dan aditifitasnya dengan Uji Tukey.  Rata-rata nilai tengah diuji dengan uji BNT pada taraf 5%.  Untuk mengetahui hubungan antara C-organik, kadar air tanah, suhu tanah, dan pH tanah dengan populasi dan biomassa cacing tanah yaitu dilakukan uji korelasi.  Hasil penelitian pada kedalaman 0-15 cm, menunjukkan bahwa populasi cacing tanah pada perlakuan tanpa olah tanah lebih tinggi dibandingkan olah tanah intensif dan olah tanah minimum. Pada kedalaman 0-15 cm dan 15-30 cm, biomassa cacing tanah pada perlakuan tanpa olah tanah lebih tinggi dibandingkan olah tanah intensif dan minimum. Terdapat interaksi antara pengolahan tanah dan   pemupukan N terhadap populasi dan biomassa cacing tanah.
PENGARUH APLIKASI KOMPOS DAN PUPUK NPK TERHADAP KEMANTAPAN AGREGAT TANAH PADA PERTANAMAN JAGUNG (Zea Mays L.) Ramadhani, Winih Sekaringtyas; Vernandes, Deo; Afandi, Afandi; Bucharie, Henrie
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i4.8238

Abstract

Kandungan bahan organik serta unsur hara yang rendah dalam tanah menyebabkan produktivitas tanah semakin menurun. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi jagung dengan penambahan bahan organik dan pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos dan pupuk NPK terhadap kemantapan agregat, produksi jagung, serta penurunan penggunaan pupuk kimia. Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara non faktorial yang terdiri dari 7 perlakuan yaitu Kontrol, 1 NPK, ¾ NPK, ¾ NPK+ ½ PO, ¾ NPK+ 1 PO, ¾ NPK+ 1,5 PO, dan 1 NPK+ 1 PO. Perlakuan tersebut diulang sebanyak 4 kali sehingga menghasilkan 28 petak percobaan. Data kemantapan agregat, struktur, dan indeks dispersi tanah diolah dengan Microsoft excel dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik, sedangkan data C- organik diolah melalui uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  perlakuan kombinasi NPK + kompos mampu meningkatkan kemantapan agregat. Perlakuan pupuk NPK maupun kombinasi pupuk NPK + pupuk kompos berpengaruh terhadap peningkatan produksi jagung. Kemudian untuk kombinasi pupuk NPK + kompos belum mampu menekan penggunaan pupuk NPK.
PENGARUH PEMBERIAN MEDIA PAKAN Corcyra cephalonica S. TERHADAP PARASITASI Trichogramma sp. Qorinatul Ulya; Wildan Muhlison; Hari Purnomo; Irwanto Sucipto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.6455

Abstract

Trichogramma sp. merupakan salah satu jenis parasitoid telur yang mulai banyak dikembangkan sebagai agens pengendalian hayati yang dapat membantu mengatasi masalah hama pada pertanian. Perbanyakan dilakukan secara massal di laboratorium menggunakan telur pengganti yang mudah dikembangbiakkan seperti C. cephalonica yang merupakan salah satu hama gudang terpenting dalam penyimpanan beras dan tepung. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah pertanian sebagai media pakan C. cephalonica sehingga dapat diketahui pengaruhnya terhadap pembentukan jumlah dan volume telur yang dihasilkan. Penelitian ini juga menguji lebih lanjut pengaruh media pakan terhadap telur yang dihasilkan terhadap tingkat parasitasi yang dilakukan oleh Trichogramma sp. Penelitian ini menggunakan dua rancangan percobaan yaitu untuk mengetahui pengaruh media pakan terhadap jumlah telur dan volume telur C. cephalonica dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Sedangkan untuk pengaruh terhadap tingkat parasitasi Trichogramma sp. menggunakan rancangan acak lengkap dua faktorial 5x3 dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah media pakan pada perbanyakan C. cephalonica. Faktor kedua adalah luas pias trichogramma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi media pakan C. cephalonica lebih baik dibandingkan dengan perlakuan tunggal menir yang telah diuji. Perlakuan kombinasi terbaik adalah perlakuan media menir +dedak jagung kasar yang menghasilkan telur terbanyak dan volume telur terbesar. Parasitasi Trichogramma sp. dipengaruhi oleh volume telur, semakin besar volume telur maka semakin efisien tingkat parasitasinya.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN NITROGEN JANGKA PANJANG TERHADAP DISTRIBUSI AGREGAT TANAH DALAM PERTANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) PADA TANAH ULTISOL Ricky Dwi Subandi; Afandi Afandi; Nur Afni Afrianti; Irwan Sukri Banuwa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.9440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem olah tanah terhadap distribusi agregat tanah, pengaruh pemupukan nitrogen terhadap distribusi agregat tanah, dan interaksi keduanya terhadap distribusi agregat tanah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) disusun secara faktorial dengan  2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu sistem olah tanah yang meliputi olah tanah intensif (T1), olah tanah minimum (T2) dan tanpa olah tanah (T3). Faktor kedua yaitu pemupukan nitrogen dosis urea 0 kg ha-1 (N0) dan 50 kg dosis urea ha-1 (N2). Variabel pengamatan meliputi persentase distribusi agregat, C- organik, dan data produksi kacang hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase distribusi agregat tertinggi terdapat pada perlakuan tanpa olah tanah (T3) dan produksi kacang hijau tertinggi pada perlakuan pemupukan nitrogen dosis nrea 50 kg ha-1 (N2). Tidak terdapat interaksi antara sistem olah tanah dan pemupukan nitrogen terhadap C- organik serta distribusi agregat tanah.
PENGARUH VARIETAS DAN KESEHATAN TANAMAN TERHADAP PRODUKSI DAN TINGKAT SERANGAN HAMA PENGGEREK BATANG DAN PENGGEREK TONGKOL JAGUNG DI DESA PURNAMA TUNGGAL, TERBANGGI BESAR, LAMPUNG Ringo, Andrew Y. C.; Susilo, FX.; Solikhin, Solikhin; Swibawa, I Gede
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i4.8005

Abstract

Jagung (Zea mays L) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang penting di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung. Upaya pengembangan tanaman jagung di Indonesia masih menemui beberapa kendala. Salah satunya serangan hama, yaitu penggerek tongkol (Helicoverpa armigera Hubner) dan penggerek batang (Ostrinia furnacalis Guenne). Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu: untuk mengetahui tingkat serangan hama dan produksi pada empat varietas jagung, serta pengaruh interaksi kesehatan tanaman dan varietas terhadap produksi jagung. Penelitian ini dilakukan pada Desember 2018 di Desa Purnama Tunggal, Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Lampung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pengamatan di lahan. Lahan jagung ditanami empat varietas berbeda: BIMA, P-35, P-27, dan NK-6172, seluas 2 ha. Hasil penelitian menunjukkan bobot tongkol sehat sebesar 1.325,9 g/5 tongkol dan bobot tongkol sakit sebesar 1.020,6 g/5 tongkol. Bobot pipilan sehat sebesar 938,2 g/5 tongkol dan bobot pipilan sakit sebesar 675,9 g/5 tongkol. Varietas NK-6172 memiliki produksi bobot tongkol, bobot pipilan, susut bobot pipilan, dan susut bobot tongkol jagung tertinggi. Varietas P-35 memiliki keterjadian serangan hama penggerek tongkol tertinggi (18,05%), sedangkan varietas BIMA memiliki nilai keterjadian serangan hama penggerek batang tertinggi (1,36%). Interaksi kesehatan tanaman dan varietas, tidak berbeda nyata
KEANEKARAGAMAN SPESIES KUPU-KUPU PADA LANSKAP SCIENCE TECHNO PARK UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI Mochamad Azkari Hisbulloh Akbar; Wakhid Wakhid; Rizki Alfian
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.7538

Abstract

Taman bunga menjadi habitat buatan yang memiliki nilai estetika dan ekologis yang ideal bagi satwa, khususnya kupu-kupu sebagai keseimbangan layanan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman spesies kupu-kupu pada lanskap ScienceTechnoPark Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Penelitian ini menggunakan metode systematic sampling, dimana penentuan titik pengambilan sampel dilaksanakan pada lokasi terpilih berdasarkan hasil survey yaitu lanskap taman bunga-taman koleksi (TBTK), lanskap taman bunga-hortikultura (TBH) dan lanskap semak (SM). Pada masing-masing lanskap dibuat transek dengan panjang transek seratus meter (100 m) dengan waktu untuk pengamatan satu tipe lanskap sekitar 45 menit. Survey kupu-kupu dilakukan pada pagi hari antara pukul 10.00-12.00 WIB pada saat tidak terjadi hujan. Kupu-kupu yang ditemukan dalam studi ini sebanyak 27 spesies yang termasuk dalam empat famili (Pieridae, Nymphalidae, Papilionidae dan Lycaenidae) dengan jumlah individu yang tercatat sebanyak 310 ekor. Famili Pieridae memiliki persentase kelimpahan tertinggi (49.03%), kemudian diikuti oleh famili Nymphalidae (26.45%), Papilionidae (21.61%) dan yang terendah yaitu Famili Lycaenidae (2.90%). Eurema spp., Leptosia nina, dan Graphium agamemnon memiliki kelimpahan kelimpahan relative tertinggi sebesar 35.16%, 7.42%, dan 7.10%. Analisis of similarity (ANOSIM) menunjukkan komposisi kupu-kupu pada tiga tipe lanskap di STP UNITRI signifikan berbeda nyata.
POLA FLUKTUASI POPULASI WERENG HIJAU (Nephotettix virescens Distant) DAN KEBERADAAN PENYAKIT TUNGRO DI SULAWESI SELATAN Nur Rosida; Tutik Kuswinanti; Andi Nasruddin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.7211

Abstract

Penyakit tungro merupakan salah satu penyakit penting tanaman padi yang disebarkan secara semi-persisten oleh vektor wereng hijau (Nephotettix virescens Distant) dan disebabkan oleh dua macam virus, yaitu rice tungro bacilliform virus (RTBV) dan rice tungro spherical virus (RTSV).  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola fluktuasi populasi vektor dan keberadaan penyakit tungro di Sulawesi Selatan.  Dilaksanakan di lahan petani (Pinrang, Sidrap, Gowa dan Maros) dan di Laboratorium Mikrobiologi dan Biokimia Balai Besar Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Bogor, sejak bulan Januari 2019 sampai Maret 2020. Survei populasi vektor dan insiden tungro dilakukan dengan teknik purposive sampling dan sistematic sampling.  Vektor tungro dikumpulkan dengan sweep net sebanyak 20 kali ayunan kemudian dihitung populasinya di masing-masing lokasi, sedangkan persentase kejadian tungro ditentukan dengan cara menghitung jumlah tanaman bergejala tungro dibagi total tanaman yang diamati per areal pengamatan dikali 100%. Keberadaan RTBV dan RTSV dideteksi dengan metode PCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi wereng hijau (0 – 23 ekor/20 ayunan) dan persentase insiden tungro (0,01-0,13%) di Pinrang, Sidrap, Gowa dan Maros tergolong rendah.  Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pola fluktuasi populasi vektor tungro cenderung berubah. Puncak populasi vektor di Pinrang dan Sidrap terjadi pada pertengahan Februari dan awal Agustus sedangkan di Gowa dan Maros terjadi pada akhir Februari dan akhir Juni.  Persentase kejadian tungro berbanding lurus dengan fluktuasi populasi vektornya.  Dari 40 sampel tanaman padi yang dikumpulkan dari empat kabupaten  di Sulawesi Selatan  hanya 4 sampel yang positif RTBV dan tidak ada sampel yang positif RTSV.
PENGARUH KERAPATAN POPULASI DELETERIOUS RIZOBAKTERI (Pseudomonas aeruginosa A08) UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN GULMA DI PERTANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merril) Rakian, Tresjia Corina; Prasetia Wiguna, I Kadek Pande; Sutariati, Gusti Ayu Kade; Muhidin, Muhidin; Asniah, Asniah; Halim, Halim; Nurmas, Andi; Rahni, Nini Mila
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.7041

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh berbagai kerapatan deleterious rizobakter Pseudomonas aeruginosa A08) sebagai bioherbisida dan pemacu pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max L. Merril). Penelitian dilaksanakan di Desa Jati Bali, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian secara eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK), terdiri dari empat taraf yaitu tanpa bakteri (B0), OD 1 (B1), 1,5 (B2) dan 2 (B3), masing-masing dengan empat ulangan. Data dianalisis dengan Anova dan perbedaan antar perlakuan diuji dengan BNJ dengan taraf kepercayaan 95%. Deleterious rizobakteri P. aeruginosa A08 dalam berbagai kepadatan memberi pengaruh yang nyata dalam menekan pertumbuhan gulma dan memacu pertumbuhan tanaman kedelai. Perlakuan terbaik dalam menekan pertumbuhan gulma dipertanaman kedelai diperoleh pada perlakuan B3 (P. aeruginosa A08 OD 2). Sementara Perlakuan terbaik dalam memacu pertumbuhan kedelai diperoleh pada perlakuan B2 (P. aeruginosa A08 OD 1,5) dan B3 (P. aeruginosa A08 OD 2) dibandingkan dengan perlakuan lain dan kontrol.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue