cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 841 Documents
APLIKASI BAHAN PEMBENAH TANAH DAN PEMUPUKAN NPK TERHADAP KETERSEDIAAN DAN SERAPAN HARA FOSFOR PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI TANAH ULTISOL Bayu Hendarto; Hery Novpriansyah; Liska Mutiara Septiana; Kuswanta Futas Hidayat; Sri Yusnaini
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.8934

Abstract

Ketersediaan hara Fosfor (P) pada lahan tanam menjadi salah satu masalah produktivitas jagung di Indonesia. Pembenah tanah seperti Biochar dan Pupuk Kandang merupakan solusi dalam meningkatkan ketersediaan dan serapan hara P, selain itu pemupukan NPK dapat meningkatkan produksi jagung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi bahan pembenah tanah dan pemupukan NPK terhadap ketersediaan serta serapan hara fosfor pada tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2022 sampai September 2023, di LTPD Unila dan Laboratorium Kimia Tanah FP Unila. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor, faktor pertama yaitu kombinasi pembenah tanah: B0 = Tanpa Pembenah Tanah; B1 = Biochar Sekam + Pupuk Kandang 10 Mg ha-1; B2 = Biochar Tongkol Jagung + Pupuk Kandang 10 Mg ha-1; B3 = Biochar Batang Singkong + Pupuk Kandang 10 Mg ha-1; faktor kedua yaitu dosis pemupukan dengan 3 perlakuan : P0 = Tanpa NPK; P1 = ½ Dosis NPK; P2 = 1 Dosis NPK, diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlett dan aditivitas data diuji dengan uji Tukey. Jika asumsi terpenuhi maka dilakukan uji lanjut Polinomial Ortogonal Kontras. Hasil penelitian menunjukkan seluruh perlakuan pembenah tanah nyata meningkatkan P-tersedia tanah serta Serapan P dibandingkan Kontrol. Sedangkan dosis pemupukan NPK tidak berpengaruh terhadap P-tersedia tanah namun meningkatkan serapan P.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA KLON UBIKAYU (Manihot esculenta Crantz) AKIBAT APLIKASI PUPUK KANDANG SAPI Kukuh Setiawan; Muhammad Hendriyanto; Sungkono Sungkono; Dadang Rieswanto; Ardian Ardian; Muhammad Syamsoel Hadi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.6170

Abstract

Lampung merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang telah menjadi sentra produksi ternak sapi.  Kondisi ini merupakan alternatif penyedia pupuk organic berupa pupuk kandang sapi (pupuk kandang sapi) yang berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi ubikayu.  Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pertumbuhan dan produksi dua klon ubikayu., mengevaluasi pertunbuhan dan poriduksi akibat pemberian pupuk kandang sapi dan mengevaluasi pertumbuhan dan produksi  klon akibat aplikasi pupuk kandang.  Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sidodadi, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Propinsi Lampung mulai Februari hingga Desember 2020.  Perlakuan disusun secara factorial (2x2) dalam rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan dua ulangan yang digunakan sebagai kelompok.  Factor pertama adalah dua klon ubikayu, UJ3 dan/UJ5, selanjutnya factor kedua adalah dua dosis pupuk kandang sapi, 0 ton/ha dan 20 ton/ha.  Variable yang diamati adalah tinggi tanaman (TT), diameter batang (DB), jumlah daun total (JDT), jumlah daun hijau (JDH), bobot kering daun (BKD), bobot kering batang (BKB), jumlah akar (JA), bobot ubi segar (BUB), bobot ubi kering (BUK).  Hasil menunjukkan bahwa pada aplikasi pupuk kandang sapi 20 ton/ha, JTD UJ3 cenderung lebih tinggi dibanding UJ5 namun BKD UJ3 lebih rendah dibanding UJ5.  BBU dan BKU UJ3 cenderung lebih tinggi dibanding yang UJ5 pada aplikasi 20 ton pupuk kandang sapi/ha.  Hal ini berarti bahwa UJ3 ukuran batang 5% lebih besar dibanding UJ5 akibat pupuk kandang sapi melalui distribusi bahan kering dari daun ke bagian akar, sehingga produksi UJ3 lebih tinggi 10% lebih tinggi.
PENGARUH JENIS MULSA DAN PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA DAN TANAMAN SERTA PRODUKSI PAKCOY (Brassica rapa Subsp. Chinensis) Rahayu, Widia Putri; Widyastuti, R. A. Diana; Septiana, Liska Mutiara; Pujisiswanto, Hidayat; Rugayah, Rugayah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.9009

Abstract

Jenis sayuran yang banyak diminati karena memiliki waktu tanam cukup singkat yaitu Pakcoy (Brassica rapa subsp. Chinensis). Kandungan gizi yang terdapat dalam pakcoy dan bermanfaat bagi kesehatan membuat pakcoy digemari oleh masyarakat. Hal tersebut dapat menjadi peluang bisnis bagi para petani karena pakcoy memiliki permintaan pasar tinggi dan budidaya yang cukup singkat. Kegiatan budidaya yang belum tepat terutama pada iklim mikro dan pemupukan menjadi salah satu penyebab terjadinya penurunan produksi pakcoy. Dalam meningkatkan produktifitas pakcoy dapat dilakukan dengan pengendalian gulma dan memperbaiki iklim mikro melalui aplikasi mulsa organik serta pemupukan melalui aplikasi pupuk. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui penggunaan jenis mulsa dan pupuk serta interaksi antar keduanya berpengaruh terhadap pertumbuhan gulma dan tanaman serta produksi pakcoy. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-April 2023 di Laboratorium Lapang Terpadu (LTPD), Universitas Lampung. Penelitian ini dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu pemberian mulsa (B0, B1, B2) dan pemberian pupuk (P0, P1, P2) dan diulang sebanyak sebanyak tiga kali dengan total sebanyak 27 satuan percobaan. Data hasil penelitian dilakukan uji homogenitas yang diuji dengan uji Barlett dan uji Aditivitas data dengan dilakukan uji Tukey. Bila asumsi terpenuhi, data dianalisis dengan analisis ragam dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis mulsa alang-alang pada 4 MST dan interaksi mulsa alang-alang dengan pupuk kandang ayam pada 6 MST mampu menekan pertumbuhan gulma. Sedangkan, penggunaan kombinasi pupuk urea dengan pupuk kandang ayam meningkatkan produksi bobot segar tanaman. Sementara itu, jenis gulma yang mendominasi dalam penggunaan jenis mulsa dan jenis pupuk yaitu Cleome rutidosperma, Cyperus kyllingia, Euphorbia hirta, dan. Richardia scabra.
INVENTARISASI JAMUR PADA BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora Pierre) OLAHAN NATURAL KLON TUGU SARY DARI DUA DESA DI KABUPATEN TANGGAMUS Muhammad Nurdin; Hasriadi Mat Akin; Ermawati Ermawati; Riski Mardiana
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.9464

Abstract

Inventarisasi dan identifikasi merupakan kegiatan penting dalam pengelolaan penyakit tanaman karena dengan diketahuinya identitas jamur yang terdapat pada biji kopi akan dapat ditentukan strategi pencegahan lebih awal dan tepat waktu untuk mencegah terjadinya penyebaran jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jamur-jamur yang berasosiasi dengan biji kopi dan persentase infeksinya pada biji kopi olahan natural klon Tugu Sary dari dua desa di Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari bulan Maret 2021 sampai dengan Mei 2021. Penelitian ini dilaksanakan dengan pengujian metode agar (agar plate), media yang digunakan yaitu potato sucrose agar (PSA), Terdapat dua sampel jenis biji kopi asal pengambilan sampel, yaitu desa Sedayu ditumbuhkan pada delapan cawan media PSA (empat cawan dengan perendaman NaOCl 2% dan empat cawan tanpa perendaman NaOCl) dan desa Datar Lebuay ditumbuhkan pada delapan cawan media PSA (empat cawan dengan perendaman NaOCl 2% dan empat cawan tanpa perendaman NaOCl) sehingga terdapat 16 cawan petri. Isolat yang sudah didapatkan kemudian diidentifikasi pada hari ke-7. Pengamatan pada penelitian ini dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Pengamatan makroskopis dilakukan untuk membedakan jamur yang tumbuh berdasarkan warna, bentuk dan ukuran koloninya. Sedangkan pengamatan mikroskopis dilakukan untuk membedakan jamur yang tumbuh berdasarkan struktur tubuh jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada biji kopi olahan natural klon Tugu Sary dari Desa Sedayu dan Desa Datar Lebuay terdapat empat spesies jamur, yaitu Aspergillus flavus, Aspergillus niger, Aspergillus westerdijkiae dan Rhizoctonia sp. Jamur Aspergillus niger dan Rhizoctonia sp. merupakan jamur dengan persentase serangan tertinggi pada biji kopi asal Desa Sedayu dan Desa Datar Lebuay. Persentase serangan jamur pada biji kopi asal desa Sedayu adalah Rhizoctonia sp. 38,75%, Aspergillus niger 25%, Aspergillus flavus 0% dan Aspergillus westerdijkiae 0%. Sedangkan persentase serangan jamur pada biji kopi asal desa Datar Lebuay adalah Rhizoctonia sp. 58,75%, Aspergillus niger 32,5%, Aspergillus flavus 1,25% dan Aspergillus westerdijkiae 1,25%.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN NITROGEN TERHADAP RUANG PORI TANAH PADA PERTANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) TAHUN KE-34 DI LAHAN POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG Nur Afni Afrianti; Oktha Dwi Andriana; Afandi Afandi; Winih Sekaringtyas Ramadhani
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i4.8096

Abstract

Pori-pori tanah memiliki peran penting dalam retensi dan pergerakan air ke seluruh bagian tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh sistem pengolahan tanah jangka panjang terhadap ruang pori tanah pada tanaman jagung (Zea mays L.), serta pengaruh aplikasi pupuk N jangka panjang terhadap ruang pori tanah pada tanaman jagung (Zea mays L.), dan interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap air yang tersedia dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.). Para peneliti mengamati data dari 11 September 2018 hingga 29 Januari 2022. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktorial dan empat ulangan. Pengolahan tanah selama masa hidup sistem adalah variabel yang paling penting. Ini termasuk T1 = Pengolahan Tanah Intensif (OTI), T2 = Pengolahan Tanah Minimum (OTM), dan T3 = Tanpa Olah Tanah (TOT). Faktor kedua adalah pemupukan nitrogen berkelanjutan dengan nilai N0 = 0 kg N dan N2 = 200 kg N/ha. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Sifat fisik tanah termasuk air yang tersedia, kandungan C-organik, dan kerapatan curah dievaluasi untuk mengetahui perolehan ruang pori selama produksi. Aditifitas data jagung dan homogenitas varians masing-masing diperiksa menggunakan uji Bartlett dan uji Tukey. Analisis varians dilakukan untuk menentukan kebenaran asumsi. Nilai rata-rata dianalisis menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat kepercayaan 5%. Berdasarkan hasil penelitian, tidak ada korelasi antara pemupukan nitrogen dengan hasil jagung, penggunaan sistem olah tanah tidak berpengaruh terhadap ruang pori tanah, dan pemberian pupuk nitrogen berpengaruh terhadap kuantitas ruang pori air dalam tanah.
PENGELOLAAN RESIDU JAGUNG-KEDELAI PADA POLA TUMPANGSARI TERHADAP SIMPANAN C-ORGANIK DAN BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH Salawati, Salawati; Ende, Sjarifuddin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.6741

Abstract

Tanaman Jagung dan kedelay termasuk tanaman pangan penting setelah padi dan gandum namun kendala yang dihadapi dalam budidaya tanaman  tersebut secara monokultur adalah keterbatasan lahan serta kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem pertanaman dan peran residu tanaman jagung dan kedelai serta biocharnya terhadap simpanan C-organik tanah,  bobot isi tanah, beberapa sifat kimia tanah dan nisbah kesetraan lahan.  Penelitian ini dilaksanakan di kebun sains Sidondo BPTP Sulawesi  Tengah dan laboratorium tanah Universitas Tadulako Palu Sulawesi Tengah. Percobaan disusun berdasarkan rancangan acak kelompok  faktorial 5x5 pola petak terbagi (Split Plot Design) dengan tiga ulangan.  Sebagai petak utama adalah system pertanaman yaitu;  (T1) monokultur jagung, (T2) monokultur kedelai, (T3) tumpangsari jagung/kedelai (1:1), (T4) tumpangsari jagung/kedelai (2:1), (T5) dan tumpangsari jagung/kedelai (2:4). Anak Petak yaitu residu dan biochar jagung-kedelai yang diberi label (R1) tanpa residu, (R2) residu jagung, (R3) residu kedelai, (R4) residu jagung+kedelai, (R5) biochar jagung+kedelai. Setiap ulangan (blok) memiliki 25 plot, masing-masing berukuran 3,5 m x 4,5 m. Hasil penelitian menunjukkan simpanan C-organik dan C oraganik tanah  tertinggi pada  interaksi perakuan tumpangsari  2:4  dengan biochar, Bobot isi tanah terendah pada interaksi perlakuan monokultur kedalai dengan biochar, N Total tertinggi pada interaksi perlakuan tumpangsari 2:4 dengan residu jagung kedelai. P Total pada interaksi perlakuan tumpangsari 2:4 dengan biochar, K total tertinggi pada interaksi perlakuan tumpangsari 1:2 dengan Residu jagung kedelai, nisbah kesetraan lahan  tertinggi pada interaksi perlakuan tumpangsari 2:4 dengan residu kedelai.
PENGARUH GULUDAN DAN PEMUPUKAN TERHADAP ALIRAN PERMUKAAN DAN EROSI PADA PERTANAMAN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) TAHUN KETUJUH Purba Sanjaya; Irwan Sukri Banuwa; Ari Kusuma Basri; Afandi Afandi; Surnayanti Surnayanti; Niskan Walid Masruri
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i3.7737

Abstract

Lampung merupakan salah satu produsen singkong tertinggi di Indoneisia yang memiliki potensi untuk mencukupi permintaan singkong nasional. Meinurut data Kemeintrian pertanian republik Indonesia (2022), Rata rata produktivitas singkong di Provinsi Lampung pada tahun 2014—2018 mencapai 26,23 ton ha-1, dengan luas area rata rata 259.334 ha, angka tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan provinsi sumatra barat yang memiliki rata rata produktivitas mencapai 40,77 ton ha-1 dengan luas area rata rata 51.06 ha dan Provinsi Sumatra Utara yang memiliki rata rata produktivitas 33,58 ton ha-1 dengan luas area rata rata 33.550 ha. Rendahnya produktivitas singkong di Provinsi Lampung ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah aliran permukan dan erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh guludan dan pemupukan terhadap aliran permukaan, erosi dan koefisien run off pada pertanaman singkong. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Februari—Desember 2021 di Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap Faktorial (2x2). Faktor pertama adalalah konservasi tanah atau guludan (G1: guludan searah lereng, G2: guludan memotong lereng) dan faktor kedua adalah pemupukan (P0: tanpa pemupukan, P1: pemberian pupuk kompos 10 ton ha-1, NPK Phonska 300 kg ha-1 dan Urea 200 kg ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan guludan berpengaruh nyata terhadap variabel irosi, aliran permukaan dan koefisien run off, sedangkan perlakuan pemupukan hanya berpengaruh nyata terhadap variabel aliran permukaan dan koefisien run off. Penggunaan guludan memotong lereng lebih baik dalam mengurangi erosi aliran permukaan, dan koefisien run off dibandingkan dengan penggunaan guludan searah lereng pada pertanaman singkong Gajah. Penanaman di atas guludan memotong lereng mampu menekan Erosi sebesar 59,72%, aliran permukaan sebesar 35,49%, dan menurunkan koefisien dari 0,199 menjadi 0,127. Pemberian pupuk kompos 10 ton ha-1, NPK Phonska 300 kg ha-1 dan Urea 200 kg ha-1dapat mengurangi erosi sebesar 17,19%, aliran permukaan sebesar 32,92%, dan menurunkan koefisien run off dari 0,205 menjadi 0,122.
TOKSISITAS CAMPURAN MINYAK ATSIRI BIJI JARAK PAGAR DAN SERAI WANGI TERHADAP Callosobruchus chinensis Sigit Ardiansyah; Ni Siluh Putu Nuryanti; Anung Wahyudi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.6840

Abstract

Callosobruchus chinensis L. merupakan hama gudang yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas produksi kacang hijau. Biasanya pengendalian C. chinensis dengan insektisida kimia, namun cara tersebut dapat menyebabkan masalah lingkungan dan risiko keamanan pangan. Sehingga, perlu pengadaan insektisida alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan yaitu menggunakan insektisida nabati. Biji jarak pagar dan serai wangi memiliki potensi yang besar sebagai insektisida nabati. Penelitian bertujuan untuk menguji toksisitas, penghambatan peneluran dan sifat interaksi ekstrak campuran biji jarak pagar dan serai wangi dalam berbagai rasio sebagai insektisida nabati terhadap hama C.  chinensis pada biji kacang hijau. Metode penelitian meliputi perbanyakkan C. chinensis, pembuatan ekstrak, formulasi insektisida nabati, uji toksisitas ekstrak tunggal dan campuran, uji penghambatan peneluran, dan uji kompatibilitas ekstrak campuran. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa toksisitas ekstrak campuran biji jarak pagar dan serai wangi pada rasio 2 : 1 lebih toksik daripada rasio 1 : 2 dan 1 : 1. Ekstrak campuran biji jarak pagar dan serai wangi pada rasio 2 :1 dengan konsentarsi 1%  mampu menghambat peneluran sebesar 100%, Sifat Interaksi ekstrak campuran biji jarak pagar dan serai wangi terhadap C. chinensis terbaik pada rasio 2:1, sifat interaksi pada LC50 sinergi kuat dan pada LC95 sinergi lemah.
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME DI TANAH ALUVIAL PADA BEBERAPA KOMBINASI PUPUK ORGANIK PLUS RIZOBAKTERI DAN NPK Tantri Palupi; Ramadania Ramadania; Bintoro Bagus Purmono
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.7685

Abstract

Peluang pasar kedelai edamame cukup menjanjikan, total eksport edamame secara nasional belum bisa memenuhi kebutuhan pasarnya yang sangat besar. Terbatasnya lahan merupakan salah satu kendala dalam pemenuhan kebutuhan pasar edamame. Penelitian dilakukan sejak bulan Agustus hingga Oktober 2022, dengan tujuan untuk mendapatkan dosis pupuk organik plus Rizobakteri isolat WH31C terbaik bagi pertumbuhan dan hasil kedelai edamame di tanah aluvial. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak kelompok non faktorial dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang dimaksud yaitu: A = Kontrol (tanpa perlakuan), B = Pupuk kandang ayam 25% + isolat WH31C + NPK 75% dari anjuran, C = Pupuk kandang ayam 50%  + isolat WH31C + NPK 50% dari anjuran, D = Pupuk kandang ayam 75%  + isolat WH31C + NPK 25% dari anjuran, E = Pupuk kandang ayam 100% + isolat WH31C, dan F = Pupuk NPK 100% dari anjuran. Variabel yang diamati meliputi parameter pertumbuhan tanaman yang diamati pada tanaman sampel sejak berumur 2 hingga 4 MST, dan parameter hasil yang diamati di akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran ayam 50% + isolat WH31C + pupuk NPK 50% dari anjuran merupakan dosis yang paling efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame di tanah Aluvial.
UTILIZATION OF ARDUINO MICROCONTROLLER FOR PRECISE WATER SUPPLY MANAGEMENT TO ENHANCE WATER SPINACH (Ipomoea reptans Poir) GROWTH Sanjaya, Purba; Widyastuti, R.A Diana; Manik, Tumiar Katarina; Pusvika, Niluh D.
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.9620

Abstract

In Indonesia, traditional methods still dominate agricultural practices, particularly in plant care and maintenance. The integration of an Arduino UNO microcontroller with a soil moisture sensor presents a significant advancement for farmers by facilitating precise soil moisture management. This study explores the application of the Arduino UNO microcontroller in the cultivation of water spinach (Ipomoea reptans Poir) under various moisture levels: 80-100%, 60-80%, 40-60%, and 20-40% of field capacity. The objectives of this research are to: (i) optimize the use of the Arduino microcontroller to enhance the growth of water spinach, (ii) evaluate the impact of different soil moisture levels on the growth of water spinach precisely regulated by the Arduino microcontroller, and (iii) identify the optimal moisture level for water spinach growth. The findings demonstrate that the Arduino microcontroller, in conjunction with the soil moisture sensor, operates effectively according to the programmed parameters, ensuring automated irrigation that meets the water requirements of water spinach. The results further indicate that varying moisture levels significantly influence the growth outcomes of water spinach, with a moisture content of 80-100% of field capacity yielding the most favorable growth and production. Additionally, water spinach plants maintained at 40-60% of field capacity produced crops suitable for marketability.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue