cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
RESPON PERTUMBUHAN LIDAH BUAYA DI MEDIA GAMBUT PADA KONSENTRASI PUPUK EMBIO DAN DOSIS KOMPOS JAGUNG F. Fathurrahman; Arindra Rivaldo; Maizar Maizar; Siti Zahrah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i3.6691

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi respon pertumbuhan tanaman lidah buaya (Aloe vera Linn) pada media tanah gambut terhadap konsentrasi pupuk organik cair (POC) embio dan dosis kompos jagung. Studi ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau Kota Pekanbaru pada bulan Desember 2020-Maret 2021. Tujuan studi ini untuk mengidentifikasi interaksi respon pertumbuhan lidah buaya pada tanah gambut dengan konsentrasi POC embio dan kompos jagung. Desain penelitian ialah RAL faktorial yang meliputi dua faktor.  Faktor pertama adalah pupuk POC embio terdiri dari tiga taraf yaitu tanpa POC embio, 30 ml dan 60 ml per polybag. Faktor kedua adalah kompos jagung empat taraf yaitu tanpa kompos jagung, 150 g, 300 g dan 450 g per polybag. Analisis data menggunakan model matematis Analisis Sidik Ragam dan dilakukan uji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman,  jumlah daun, lebar daun terluas, panjang daun terpanjang, diameter batang,  berat daun dan pH tanah. Interaksi pupuk POC embio dan kompos jagung memberi respon nyata terhadap tinggi tanaman, daun terpanjang, lebar daun, berat daun dan diameter batang. Konsentrasi perlakuan terbaik adalah 60 ml pupuk POC embio dan 450 g per polybag kompos jagung.
ANALISIS FITOKIMIA EKSTRAK BUAH PURNAJIWA (Kopsia sp.) DAN UJI DAYA HAMBATNYA TERHADAP JAMUR Fusarium oxysporum f. sp. cubense (E.F. Smith) PENYEBAB LAYU FUSARIUM PISANG Putu Eka Pasmidi Ariati; I Ketut Widnyana; I Made Sukerta; I Made Budiasa; I Ketut Suada; Pande Komang Suparyana
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.8356

Abstract

Tumbuhan purnajiwa (Kopsia sp.) yakni spesies tumbuh-tumbuhan dari famili Apocinaceae yang memiliki potensi sebagai antijamur alami. Tujuan studi ini yakni menelaah kandungan fitokimia ekstrak buah purnajiwa serta aktivitas antijamur ekstrak etanol buah purnajiwa terhadap F. oxysporum f.sp. cubense. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2022 hingga September 2022. Analisis fitokimia dilaksanakan dengan “kromatografi gas-spektrofotometri massa (GC-MS)”. Studi ini yakni percobaan faktorial tunggal, disusun menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) yangmana terdapat 17 perlakuan yang diantaranya diulangi dalam tiga kali. Perlakuan tersebut adalah ekstrak buah Purnajiwa dengan konsentrasi   0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,5; 0,6; 0,7; 0,8; 0,9; 1; 2,5; 5; 10; 15; dan 20%; kontrol positif mankozeb 0,5%, dan kontrol negatif yaitu larutan etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak buah Purnajiwa memiliki kandungan berbagai asam lemak, alkaloid, dan bersifat antijamur. Dihasilkan pada pengujian MIC bahwasanya  di konsentrasi 0,8% sudah memiliki efek penghambatan terhadap jamur “F. oxysporum f.sp. cubense”, dan di konsentrasi 20% memberikan aktivitas penghambatan dengan diameter 14,53 mm. Ekstrak buah purnajiwa pada konsentrasi 10% memberikan aktivitas penghambatan yang tergolong kuat dan tak beda nyata dengan konsentrasi 15% dan 20%. Terdapat kecendrungan peningkatan konsentrasi ekstrak buah Purnajiwa menyebabkan meningkatnya penghambatan pada jamur “F. oxysporum f.sp. cubense”.
PENGARUH WARNA BUNGA KERTAS Zinnia sp. TERHADAP KETERTARIKAN PREDATOR COCCINELLIDAE UNTUK MENGENDALIKAN KUTU KEBUL (Bemisia tabaci Genn.) PADA TANAMAN CABAI MERAH Pramaisshela, Cintya Kintan; Tri Haryadi, Nanang
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i4.5576

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) salah satu tanaman dari komoditas hortikultura yang tidak luput dari serangan hama kutu kebul (Bemisia tabaci). Pengendalian hama secara terpadu dengan memanfaatkan tanaman refugia mampu mendatangkan musuh alami termasuk serangga predator famili Cocinellidae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara ketertarikan predator Coccinellidae dalam pengendalian kutu kebul pada pertanaman cabai merah dengan penanaman refugia berbeda warna, mengingat musuh alami tertarik dengan tanaman refugia yang memiliki warna yang mencolok dengan bunga yang berukuran besar atau kecil yang biasanya terdapat pada famili Asteraceae dengan salah satu tanamannya yaitu Zinnia sp., diketahui bahwa predator Coccinellidae berasosiasi dengan Zinnia sp. selain itu juga predator Coccinellidae merupakan musuh alami dari hama kutu kebul. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2021 hingga Agustus 2021 di Desa Sambi, Kabupaten Sragen, Jawa tengah. Penelitian menggunakan Rancangan percobaan yang dilakukan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu: P0 (Cabai merah), P1 (Cabai merah+Zinnia sp. kuning), P2 (Cabai merah+Zinnia sp. merah), P3 (Cabai merah+Zinnia sp. pink). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penanaman cabai merah dengan Zinnia sp. kuning (P1) memberikan hasil terbaik terhadap populasi predator Coccinellidae sebanyak 118 ekor. Spesies predator Coccinellidae yang ditemukan, yaitu Menochilus sexmaculatus, Coccinella transversalis, Coelophora inaequalis, dan Verania lineata. Populasi hama kutu kebul berkorelasi dengan intensitas serangannya. Perlakuan penanaman Zinnia sp. warna kuning dengan cabai merah menunjukkan hasil terendah dengan populasi sebanyak 21 ekor dengan intensitas sebesar 133,33%. Kata kunci:  Kutu kebul, Coccinellidae, Zinnia sp., Cabai merah
Pertumbuhan dan Kualitas Hasil Melon pada Pemberian Konsentrasi POC dengan Siistem Hidroponik Substrat Irigasi Tetes Asti Aprilia Susanti; Nasrudin Nasrudin; Tiara Septirosya
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.6111

Abstract

Hidroponik substrat irigasi tetes dapat dilakukan untuk memproduksi melon berkualitas karena kondisi lingkungannya relatif homogen dan mudah dikontrol. Penggunaan pupuk organik cair merupakan upaya agar pertumbuhan tanaman dan kualitas buahnya meningkat dengan unsur hara yang terkandung didalamnya. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan hasil melon pada pemberian konsentrasi POC menggunakan sistem hidroponik substrat irigasi tetes. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2022 di Screen House Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap faktorial. Faktor pertama yaitu media substrat antara lain arang sekam dan pasir. Faktor kedua yaitu konsentrasi POC kotoran ayam antara lain 10 mL.L-1, 15 mL.L-1, dan 20 mL.L-1. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan media berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, klorofil a, klorofil b, klorofil total, dan panjang akar, namun tidak berpengaruh nyata terhadap bobot kering tanaman, bobot buah, diameter buah, dan tebal daging buah. Tanaman dengan perlakuan media pasir menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan media arang sekam. Pemberian perlakuan POC ayam berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, klorofil a, klorofil b, klorofil total, bobot kering tanaman, dan bobot buah, namun tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar, diameter buah, dan tebal daging buah. Pemberian POC ayam 20 mL.L-1 menunjukan hasil terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Terdapat interaksi antara media dan POC ayam pada parameter kandungan klorofil a, klorofil b, dan klorofil total. Interaksi perlakuan pasir dengan POC ayam dengan konsentrasi 20 mL.L-1 merupakan hasil terbaik.
KERAGAMAN GENETIK DAN HERITABILITAS KARAKTER TINGGI TANAMAN DAN JUMLAH DAUN BEBERAPA GENOTIPE SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) Ribka Munthe; Ardian Ardian; Kukuh Setiawan; Nyimas Sa'diyah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.8550

Abstract

Sorgum merupakan salah satu tanaman serealia yang hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan.  Batang dan daun sorgum dapat digunakan menjadi bioetanol dan pakan ternak.  Tinggi tanaman sorgum beragam dan keragaman genetik merupakan modal penting dalam program pemuliaan tanaman.  Tanaman sorgum yang tinggi diharapkan mampu menghasilkan bobot batang yang tinggi sehingga lebih banyak menghasilkan volume nira sebagai bahan baku bioetanol.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keragaman genetik dan nilai heritabilitas pada karakter vegetatif beberapa genotipe sorgum. Penelitian ini dilakukan di Lab. Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, pada bulan Februari sampai dengan Mei 2019.  Perlakuan disusun dengan Rancangan Acak Lengkap Berblok (RCBD) dengan 4 perlakuan yang diulang sebanyak 6 kali dan setiap ulangan terdiri dari 12 tanaman.  Analisis data dilakukan dengan analisis ragam (α 5%), adapun proses analisisdilakukan menggunakan software SAS 9.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman genetik pada sifat tinggi tanaman tergolong luas, sementara itu tergolong sempit pada sifat jumlah daun. Hasil taksiran nilai heritabilitas menunjukkan bahwa sifat tinggi tanaman termasuk dalam kategori tinggi (>0,5), sementara itu taksiran nilai heritabilitas sifat jumlah daun tergolong rendah sampai moderat (>0,2; 0,2 ≤ 0,5).
PENGARUH PENAMBAHAN PEPTON DALAM MEMPERCEPAT PERKECAMBAHAN Grammatophyllum stapeliiflorum J.J. Smith SECARA IN VITRO Media Media; Zozy Aneloi Noli; Suwirmen Suwirmen
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.6149

Abstract

Grammatophyllum stapeliiflorum termasuk kedalam daftar appendix II CITES. Populasi anggrek ini menurun disebabkan karena aktivitas manusia dan tingkat perkecambahan yang rendah di alam. Teknik kultur jaringan merupakan salah satu solusi perbanyakan anggrek menggunakan biji sebagai sumber eksplan. Pepton merupakan senyawa organik yang bisa meningkatkan perkecambahan dan perkembangan protokorm karena mengandung asam amino, protein biotin, piridoksin, tiamin dan nitrogen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pepton terhadap perkecambahan biji dan perkembangan protokorm G. stapeliiflorum melalui teknik kultur jaringan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Biji yang sudah matang dari kapsul steril ditaburkan pada media MS tanpa pepton sebagai perlakuan kontrol dan dengan penambahan berbagai konsentrasi pepton (0, 5; 1; 1,5; 2; dan 2,5 g/L). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pepton memiliki pengaruh yang signifikan dalam mempercepat perkecambahan. Persentase tertinggi perkecambahan biji (88,59%), pembentukan protokorm (61,02%) dan protokorm yang memiliki SAM dan RAM (22,43%) diamati pada media MS yang mengandung 2 g/L pepton.
PENGARUH SAMPING INSEKTISIDA BERBAHAN AKTIF DIMEHIPO DAN FIPRONIL TERHADAP MORTALITAS DAN KEMUNCULAN IMAGO Trichogramma chilonis Muhammad Arif Wahyudin; Wiwin Windriyanti; Noni Rahmadhini; Safira Rizka Lestari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.7691

Abstract

Pengendalian hayati menggunakan parasitoid seringkali disertai dengan aplikasi insektisida sintetis. Aplikasi pengendalian secara bersamaan tersebut masih mengalami kendala yaitu penggunaan insektisida yang tidak hanya membunuh hama target namun juga mempengaruhi keberadaan parasitoid yang memiliki peran penting dalam menekan perkembangan populasi hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan aktif dimehipo dan fipronil tersebut terhadap mortalitas dan kemunculan T. chilonis. Metode pengujian menggunakan metode uji Fresh Residue Contact. Proses perbanyakan T. chilonis meliputi pembiakan inang C. cephalonica, persiapan pias dan pembiakan T. chilonis. Pengujian residual insektisida dengan bahan aktif dimehipo dan fipronil menggunakan konsentrasi anjuran lapang paling rendah yaitu masing-masing 0.75 ml/l. Parameter pengamatan pada penelitian ini meliputi mortalitas, kemunculan imago, dan morfologi serangga setelah aplikasi insektisida. Data mortalitas dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilakukan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukan bahwa insektisida berbahan aktif dimehipo dan fipronil berpengaruh berbahaya terhadap mortalitas imago T. chilonis. Persentase kemunculan imago T. chilonis perlakuan insektisida dimehipo dan fipronil yaitu 21.56%, dan 34.89%. Aplikasi insektisida tersebut mengakibatkan imago T. chilonis mengalami abnormalitas pada bagian sayap yang mengerut, berkurangnya rumbai-rumbai pada tepi sayap dan tubuh serangga tampak mengkerut dan mengering. Hasil penelitian menunjukan insektisida berbahan aktif dimehipo dan fipronil berbahaya terhadap T. chilonis sehingga akan menurunkan efektivitas pengendalian hayati yang dilakukan.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR DAN KOMPOS TERHADAP POPULASI DAN KERAGAMAN MESOFAUNA TANAH PADA PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Yudi Aripfandi; Dermiyati Dermiyati; Ainin Niswati; Mas Achmad Syamsul Arif
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.8938

Abstract

Tanah dengan kesuburan yang rendah seperti tanah Ultisol kurang baik dijadikan sebagai media tanam bawang merah. Kesuburan tanah Ultisol dapat ditimgkatkan melalui pemupukan dan penambahan bahan organik agar unsur hara menjadi tersedia bagi tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pemberian kompos, dan pupuk organik cair (POC) terhadap populasi dan keanekaragaman mesofauna tanah pada pertanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Rancangan penelitian ini adalah RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) yang disusun secara faktorial. Faktor pertama yaitu pemberian 3 jenis POC diantaranya (P1) bonggol pisang, (P2) rimpang nanas, (P3) tandan kosong kelapa sawit. Faktor kedua pemberian kompos yang terdiri dari (K0) tanpa kompos, (K1) kompos padat, (K2) ekstrak kompos. Homogenitas ragam diuji menggunakan uji Barlett, sedangkan uji aditivitas data dengan Uji Tukey. Data dianalisis dengan sidik ragam. Perbedaan nilai tengah diuji dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 0,5%. Hasil analisis ragam perlakuan POC dan kompos tidak berpengaruh nyata terhadap populasi mesofauna tanah kecuali pada pengamatan 20 HST dan 35 HST. Perlakuan kompos padat nyata meningkatkan populasi mesofauna tanah dibandingkan dengan perlakuan tanpa kompos. Namun populasi mesofauna tanah pada perlakuan kompos padat tidak berbeda lebih tinggi dengan perlakuan ekstrak kompos, dan perlakuan ekstrak kompos tidak berbeda lebih tinggi dengan perlakuan tanpa kompos selama tanam bawang merah pada 20 dan 35 HST.
REPELLENSI DAN TOKSISITAS EKSTRAK DAUN Lantana camara L. TERHADAP HAMA PASCAPANEN Hendrival Hendrival; Syahrani Khairani Marpaung; Dwi Asti Purnama; Millenia Dzikra Az Zahra; Baidhawi Baidhawi; Khaidir Khaidir; Usnawiyah Usnawiyah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.6920

Abstract

Tribolium castaneum Herbst (Coleoptera: Tenebrionidae) dan Sitophilus oryzae L. (Coleoptera: Curculionidae) merupakan hama primer serealia di penyimpanan. Penelitian ini menguji aktivitas repellensi dan toksisitas ekstrak metanol daun Lantana camaraterhadap imago S. oryzae dan T. castaneum. Pengujian repellensi menggunakan metode pilihan pada kertas saring yang dipotong menjadi dua bagian yang sama. Potongan kertas saring bagian pertama diaplikasikan ekstrak daun sebanyak 500 μl, sedangkan yang kedua tanpa aplikasi ekstrak daun. Pengujian toksisitas menggunakan metode residu pada kertas saring. Larutan ekstrak daun diteteskan pada kertas saring secara merata dengan volume 1000 µl. Hasil peneltian menunjukkan bahwa ekstrak daun L. camara memiliki aktivitas repellensi dan mortalitas terhadap imago S. oryzae dan T. castaneum bersifat terpaut konsentrasi ekstrak. Ekstrak daun menyebabkan efek repellensi dan mortalitas lebih tinggi pada imago T. castaneum dibandingkan S. oryzae. Ekstrak daun L. camara menyebabkan repellensi pada imago T. castaneum berkisar antara 60–100%, sedangkan pada imago S. oryzae mencapai 53,33–93,33%. Ekstrak daun L. camara lebih banyak menyebabkan kematian pada imago T. castaneum daripada S. oryzae. 
PENGARUH PEMBERIAN ASAM HUMAT TERHADAP SIFAT FISIK TANAH ULTISOL PERKEBUNAN DI NANAS LAMPUNG TIMUR Roby Januardi; Afandi Afandi; Irwan Sukri Banuwa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.8554

Abstract

Tanah Ultisol merupakan tanah yang mempunyai kandungan bahan organik yang rendah, tanahnya berwarna merah kekuningan, reaksi tanah yang masam, kejenuhan basa yang rendah, dengan kadar Al yang tinggi. Perlakuan pemberianasam humat ke tanah akan mempengaruhi pembentukan agregat tanah yang stabil, konsistensi tanah dan meningkatkan kemampuan tanah menahan air. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh pemberian asam humat terhadap nisbah dispersi dan daya menahan air pada tanah Ultisol. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Perkebunan NanasKabupaten Lampung Timur. Analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Lampung, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 3 perlakuan dengan 6 ulangan sehingga diperoleh 18 titik sampel percobaan. Perlakuan berupa pemberian berbagai takaran dosis asam humat, terdiri dari tanpa pemberian asam humat (P0), pemberian asam humat dengan dosis 4 kg/ha (P1), dan pemberian asam humat dengan dosis 8 kg/ha (P2). Hasil penelitian bahwa pemberian asam humat yang telah diaplikasikan ±7 bulan terhadap tanah Ultisol menunjukkan bahwa pengaruh pemberian asam humat dengan dosis 8kg/ha berpengaruh positif terhadap nisbah dispersi dengan nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan kontrol, dan aplikasi asam humat dengan dosis 8kg/ha berpengaruh positif terhadap distribusi mikroagregat tanah dengan nilai yang lebih tinggi yaitu (47,7 %) dibandingan dengan kontrol, sedangkan aplikasi asam humat dengan dosis 8kg/ha berpengaruh positif dengan nilai yang lebih tinggi yaitu (46, 99%) dibandingkan dengan kontrol.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue