Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam focuses on publishing articles that contain ideas, research results, and literature studies in the field of Islamic Education. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Scope are: Al Quran and Hadith-based Islamic Education, Media and Learning Resources in Islamic Education, Study of Islamic Education Figures, Islamic Religion Education Curriculum, History of Islamic Education, Philosophy of Islamic Education, Research on Islamic Religion Education, Issues about Islamic Religion Education, Psychology of Islamic Religion Education, Management of Islamic Religion Education, Islamic Religious Education Guidance and Counseling
Articles
2,616 Documents
WASATHIYAH ISLAM DI ERA DISRUPSI DIGITAL (Pendidikan Nilai-Nilai Wasathiyah Islam Dalam Bersosial Media Di Kalangan Generasi Milenial dan Generasi Z)
Ijah Bahijah;
Sitti Nur Suraya Ishak;
Nuniek Rahmatika;
Aghniawati Ahmad
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30868/ei.v11i4.3544
Belum ada perhatian serius tentang pendekatan wasathiyah Islam dalam bersosial media di kalangan generasi milenial dan generasi Z. Beberapa pertanyaan dan kegelisahan muncul. Pendekatan wasathiyah seperti apa yang akan dilakukan dalam bersosial media di kalangan milenial dan gen Z. Sosial media merupakan wasilah dalam segala hal di era disrupsi digital ini, tetapi pendekatan wasathiyah Islam apakah benar-benar sudah dilaksanakan dalam bersosial media, masih bimbang. Mengingat dewasa ini tsunami informasi tidak terelakan membuat semua kalangan kesulitan mendeteksi informasi fakta atau hoax. Menjadi tantangan besar bagi generasi milenial dan generasi Z untuk memfilter segala bentuk gelombang informasi yang masuk setiap detiknya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penanaman nilai-nilai wasathiyah Islam kepada generasi milenial dan generasi Z  agar lebih bijak dalam bersosial media. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan SLR (Systematic Literature Review). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibutuhkan edukasi nilai-nilai wasathiyah Islam seperti tawazun, i’tidal, dan tasamuh dalam penggunaan sosial media secara masif dan komprehensif. Generasi milenial dan generasi Z perlu mengimpelementasikan nilai-nilai wasathiyah Islam dalam bersosial media agar atmosfer sosial media tetap berada pada rambu-rambu kebenaran dan implikasinya menjadikan individu, kelompok, dan masyarakat hidup damai mengingat ajaran dasar Islam ini sebagai Rahmatan Lil’alamin
PEMBELAJARAN MAHARAH QIRAAH UNTUK PENGUASAAN MAKNA TEKS TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER
Iis Susiawati;
Dadan Mardani;
Fadhila Syahda Nissa
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30868/ei.v11i4.3545
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan makna teks dalam risalah “Ayyuhal Walad†karya al-Imam al-Ghazali tentang pendidikan karakter berdasarkan kajian semantik dan mengungkap pengembangan pembelajaran maharah qiraah untuk penguasaan makna teks. Teknik pengumpulan data pada jenis penelitian kualitatif deskriptif ini melalui observasi, wawancara terbuka dengan menggunakan Google Forms, dan dokumentasi. Partisipan berjumlah 51 mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Arab di IAI AL-AZIS. Data penelitian dianalisis dengan metode analisis konten yang menghasilkan temuan: 1) makna teks dalam risalah “Ayyuhal Walad†tentang pendidikan berdasarkan kajian semantik mencakup makna teks dalam tingkat representasi fungsi leksikal, fungsi struktural, dan fungsi pragmatis, 2) untuk pengembangan pembelajaran maharah qiraah dalam rangka penguasaan makna teks dapat dengan: a) pemilihan metode pengajaran yang tepat, b) mengedepankan fungsionalitas bahasa dalam pembelajaran, c) kontiuitas latihan berbahasa Arab baik tulis maupun lisan, d) peningkatan kompetensi pengajar bahasa Arab. Penguasaan makna teks dengan menggunakan pendekatan semantik dan metode al-qiraah al-dzakiyyah dapat membantu mahasiswa memahami teks dengan baik. Makna teks yang terkandung dalam risalah “Ayyuhal Walad†sarat dengan nilai-nilai moralitas yang menjunjung tinggi keutamaan karakteristik pendidikan yang baik dan luhur.
RESILIENSI MODERASI BERAGAMA PADA PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM DI ERA DISRUPSI
N Hani Herlina;
Ahmad Nabil Atoillah;
Saepul Millah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30868/ei.v11i4.3546
Perkembangan teknologi yang demikian pesat, industri dan lain sebagainya memaksa seseorang atau kelompok orang untuk beradaptasi dengan cepat. Sehingga dengan mudah orang terprovokasi melalui unggahan di media social untuk saling membenci bahkan melakukan tindak kekerasan. Oleh sebab itu menjadi penting kiranya bagi perguruan tinggi untuk dapat memberikan penguatan kembali terkait moderasi beragama agar calon lulusannya untuk menghargai dan toleran terhadap orang lain yang berbeda pemahaman dengan dirinya. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif, lokasi penelitian di Institut Agama Islam Darussalam Ciamis. Sumber data penelitian diperoleh dari hasil wawancara dengan para dosen, mahasiswa, dan unsur pimpinan, serta observasi terkait dengan resiliensi moderasi beragama di lingkungan Institut Agama Islam Darussalam Ciamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi dilakukan berdasar pada cita-cita perguruan tinggi yaitu membentuk muslim moderat, mukmin demokrat, dan muhsin diplomat. Kemudian upaya resilensi diintegrasikan dengan kurikulum perguruan tinggi antara lain memasukkan nilai-nilai moderasi beragama pada matakuliah ahlussunnah waljama’ah, kajian kitab kuning, dan pendidikan multikultural. Selain itu, setiap elemen baik dosen maupun unsur pimpinan institut memberikan teladan untuk saling menghargai dan menghormati keberbedaan. Sehingga pada gilirannya mahasiswa dan lulusan terbiasa dan menunjukkan sikap dan perilaku moderat.
PEMAKNAAN TAWASUL BIL DZAT DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI: STUDI FENOMENOLOGI
Ahmad Dahlan;
Aghinawati Ahmad;
Nuniek Rahmatika;
Gita Handayani
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30868/ei.v11i4.3548
Fenomena yang sedang terjadi pada setiap sendi kehidupan membuat manusia harus mampu untuk beradaptasi dan bertahan. Virus covid 19 adalah virus yang berukuran kecil namun mampu membawa perubahan kehidupan manusia. Rutinitas yang sudah dijalani harus terhenti secara mendadak sehingga membuat beberapa perubahan. Fenomena perubahan besar bagi seluruh lapisan masyarakat diberbagai aspek termasuk aspek keagamaan. Perubahan aspek keagamaan yang terjadi saat ini mendorong penelitian ini perlu untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung pada tawasul bil dzat yang dapat dilaksanakan dalam situasi apapun terhadap perubahan yang terjadi termasuk ketenangan jiwa seseorang. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif pendekatan fenomenologis. Sumber data diperoleh dari analisis fenomena berdasarkan hasil temuan penelitian terdahulu serta analisis data yang bersumber pada media sosial. Penelitian ini menemukan bahwasannya tiga hal yang dapat dimiliki dan dilakukan oleh manusia pada saat pembatasan sosial, meliputi: Teknologi Sebagai Media Dakwah, Tawasul Bil Dzat Melalui Teknologi dan Tawasul Bil Dzat Sebagai Penenang Jiwa.Â
KURIKULUM PESANTREN BERBASIS SAINS DI PONDOK PESANTREN SAINS SALMAN ASSALAM: SEBAGAI MODEL MODERASI AGAMA DALAM PENDIDIKAN
Ijah Bahijah;
Nuniek Rahmatika;
Aghniawati Ahmad;
Sitti Nur Suraya Ishak
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30868/ei.v11i4.3549
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui di lapangan tentang kurikulum pesantren berbasis sains di pondok pesantren (ponpes) Sains Salman Assalam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan model moderasi agama dalam pendidikan pesantren berbasis sains. Tulisan ini dibuat berdasarkan ilmiah dan data lapangan. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan analisis deskriptif. Pengumpulan data ini menggunakan analisis dokumen, wawancara dan observasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian bersifat narasi. Data yang disajikan berupa deskriptif mengenai kurikulum pesantren berbasis sains di Ponpes Sains Salman Assalam sebagai salah satu model moderasi agama dalam pendidikan. Proses analisis dilakukan dengan pengumpulan data oleh sumber data kemudian data direduksi. Proses mereduksi data dilakukan dengan merangkum, memilih pokok-pokok informasi, kemudian penyajian data. Penyajian data dilakukan dengan menarik kesimpulan berdasarkan sumber informasi yang terkumpul. Hasil temuan ini ditemukan kurikulum sains dan program pengembangan santri dengan ilmu kauniyah dan kitab yang dipelajari seperti bulughul maram, mukhtarul hadits, riyadhus shalihin, ta'lim muta'allim dan fiqhul wadhih. Moderasi agama sebagai wasathiyah penengah dan menyeimbangkan ilmu penegtahuan namun tetap berlandaskan pada ilmu kauniyah.Â
PEMBELAJARAN KOLABORATIF USIA GOLDEN AGE DENGAN TEKNIK ART COUNSELING
Nakhma'ussolikhah Nakhma'ussolikhah;
Qorina Widadiyah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30868/ei.v11i4.3551
Mekanisme belajar di Indonesia memiliki model yang berbeda – beda. Perspektif bimbingan dan konseling terhadap perkembangan belajar siswa ditentukan berdasarkan kebutuhan siswa. Pada dasarnya anak usia golden age memiliki metode dan nuansa pembelajaran berbeda dengan remaja atau dewasa. Akan tetapi dari sebagian pendidik yang belum mampu mengikuti metode pembelajaran di era 5.0 menjadi permasalahan bagi anak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk mengatasi permasalahan anak usia dini terhadap pembelajaran di sekolah yang monoton. Metode penelitian dengan jenis pendekatan Kualitatif - case study. Subjek primer penelitian anak usia 5 tahun kelas B dan anak usia 3 tahun 9 bulan kelas A. Subjek sekunder Guru, Praktisi Bimbingan dan Konseling (KB) dan pengawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia dini yang mengikuti pembelajaran dengan metode manual atau monoton membuat siswa kurang bersemangat untuk belajar, dengan adanya kolaborasi dengan orang tua, pengawas dan praktisi BK dengan menerapkan teknik art counseling siswa dapat mengembangkan bakat dan minat melalui seni mewarnai dan menggambar. Sehingga dapat mencapai prestasi yang meningkat saat mengikuti lomba mewarnai mewakili sekolah dapat mencapai juara 1. Pembelajaran dengan teknik art counseling dapat membantu siswa dalam mengatasai kejenuhan dalam belajar, meningkatkan semangat belajar hingga mencapai prestasi gemilang. Â
IMPLEMENTATION OF EDUCATION MANAGEMENT IN THE ERA OF SOCIETY 5.0
Arman Paramansyah;
Usep Dedi Rostandi
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30868/ei.v11i4.3553
In the era of society 5.0, people are treated to technology that allows accessing virtual space that feels like physical space in the form of AI (Artificial Intelligence) technology based on big data and robots that support and facilitate human work. If in the industrial revolution 4.0 it was more of an emphasis on business, but in the era of society 5.0, values were born that eliminate social inequality and provide more services and products for the various needs of many people. Educational management has problems covering all problems that are related or related to professional educators, students, curriculum, facilities and infrastructure, and the learning process.
TAWASUL BIL DZAT SEBAGAI PENGUAT PENDIDIKAN KARAKTER
Ahmad Dahlan;
Aghniawati Ahmad;
Nuniek Rahmatika;
Gita Handayani
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30868/ei.v11i4.3556
Fenomena yang sedang terjadi pada setiap sendi kehidupan membuat manusia harus mampu untuk beradaptasi dan bertahan. Virus covid 19 adalah virus yang berukuran kecil namun mampu membawa perubahan kehidupan manusia. Rutinitas yang sudah dijalani harus terhenti secara mendadak sehingga membuat beberapa perubahan. Fenomena perubahan besar bagi seluruh lapisan masyarakat diberbagai aspek termasuk aspek keagamaan. Perubahan aspek keagamaan yang terjadi saat ini mendorong penelitian ini perlu untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung pada tawasul bil dzat yang dapat dilaksanakan dalam situasi apapun terhadap perubahan yang terjadi termasuk ketenangan jiwa seseorang. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif pendekatan fenomenologis. Sumber data diperoleh dari analisis fenomena berdasarkan hasil temuan penelitian terdahulu serta analisis data yang bersumber pada media sosial. Penelitian ini menemukan bahwasannya tiga hal yang dapat dimiliki dan dilakukan oleh manusia pada saat pembatasan sosial, meliputi: Teknologi Sebagai Media Dakwah, Tawasul Bil Dzat Melalui Teknologi dan Tawasul Bil Dzat Sebagai Penenang Jiwa.Â
USAHA DAN UPAYA KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONAL GURU
Suswanto Suswanto;
Wahyudin Nur Nasution;
Mesiono Mesiono
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30868/ei.v11i4.3558
Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber data dalam menyelesaikan permasalahan usaha dan upaya kepala sekolah dalam meningkatkan profesional guru. Kepala sekolah dengan berbagai kompetensi yang dimilikinya diharapkan mampu memberikan kebijakan berupa usaha perubahan dan upaya pembaharuan dalam meningkatkan profesional guru sehingga memiliki kinerja yang benar-benar profesional. Hasil penelitian ini adalah usaha dan upaya kepala sekolah dalam meningkatkan profesional guru meliputi: 1) Melakukan pendidikan dan pelatihan; 2) Melibakan guru dalam kegiatan MGMP;Â 3) Melakukan In House Training; dan 4 Mendatangkan dosen tamu (Tutor).
Pengembangan Karakter Religius Peserta Didik Berbasis Keteladanan Guru Dalam Pembelajaran PAI
Muchamad Rifki;
Sofyan Sauri;
Aam Abdussalam;
Udin Supriadi;
Miptah Parid
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30868/ei.v11i4.3597
Artikel ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai proses pengembangan karakter religius peserta didik yang berbasis kepada keteladanan guru di Sekolah. Hal ini berangkat dari sebuah pandangan bahwa kesuksesan dalam mengembangkan nilai-nilai karakter religius pada suatu proses pendidikan tidak dapat dilepaskan daripada keteladanan yang diberikan oleh guru terhadap para peserta didik. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis kualitatif dengan metode yang dipakai adalah studi kasus (case study). Kemudian pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Sementara analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif-analisis. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa di Sekolah, pengembangan karakter religius peserta didik yang berbasis kepada keteladanan guru ini ditunjukkan dengan adanya pengembangan terhadap nilai-nilai yang mengarah pada pembentukan karakter religius peserta didik, seperti sikap taat melaksanakan ibadah, berprilaku baik sesuai ajaran agama, berbicara dengan santun dan saling menghormati dengan sesama warga sekolah. Kemudian pengembangan karakter religius tersebut dilakukan oleh ketika guru berada di dalam maupun di luar kelas, dan juga dengan memanfaatkan komunikasi verbal dan juga non verbal.