cover
Contact Name
Rahmad Fauzi
Contact Email
udauzi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
udauzi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tapanuli selatan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT
ISSN : 25274295     EISSN : 26146061     DOI : -
Jurnal Education and Development merupakan publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian, pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik sosial, budaya dan lingkungan. Sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi di Perguruan Tinggi. Jurnal Education and development mewadahi hasil pemikiran dan penelitian dalam peningkatan dan pengembangan secara berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, dapat meningkatkan pengetahuan dan keilmuan. Jurnal Education And Development Terakreditasi Sesuai Dengan Keputusan Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia SK. Nomor 21/E/KPT/2018 Tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018, Jurnal Education and Development Berada Pada Peringkat 6 (Enam) Dengan Nomor Urut 15 (Lima Belas), Masa Berlaku Akreditasi selama 5 (lima) Tahun dan Akan Berakhir pada Tanggal 9 Juli 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 2,683 Documents
STUDI KOMPARATIF KURIKULUM MATEMATIKA SEKOLAH DASAR INDONESIA DAN AUSTRALIA Rilla Gina Gunawan; Eri Rozika; Rusdinal Rusdinal; Nurhizrah Gistituati; Azwar Ananda
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i1.5304

Abstract

Education policies certainly vary from country to country. To achieve the main goal of education, the Indonesian and Australian governments should work to improve the quality of education in their respective countries by conducting possible curriculum comparisons with other countries. The main objective of this study is to compare the primary school mathematics curriculum in Indonesia and Australia. What are the parallels and differences between the paradigms embedded in the Australian and Indonesian curricula? The research also aimed to find information that would allow a more thorough comparison of the two countries' education systems and mathematics curricula. Mathematics curricula and textbooks from both countries were analyzed for this study, making document analysis the main methodological choice. The research method used was a comparative analysis using qualitative techniques conducted to highlight the similarities and differences between the two. Results show that the Australian mathematics curriculum follows the guidelines set by the National Mathematics Standards Teacher Council of the United States, New Zealand, Finland and the United Kingdom. The topics covered outline the curriculum to be presented to students i.e. Comprehension, fluency, problem solving and reasoning are all addressed as part of the skillset. It is different with Indonesia which is currently using the 2013 curriculum. The 2013 curriculum which is often called Kurtila is a competency-based curriculum. Competency-based curriculum is a curriculum designed to help students learn and practice the skills and knowledge covered in the SKL.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN FIQIH BERBASIS METODE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS XI DI MADRASAH ALIYAH UNGGULAN KH. ABD. WAHAB HASBULLOH JOMBANG Qorirotul Aini Zudlan; Wahyudi Wahyudi; Khoirun Nisa’
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i1.5305

Abstract

Implementasi pembelajaran adalah proses penerapan dalam pembelajaran untuk melaksanakan ide, program atau seperangkat aktivitas baru dengan mengharapkan ada perubahan dalam diri orang yang di ajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk: pertama, mengetahui pembelajaran fiqih pada peserta didik di MAUWH. Kedua, mengetahui penerapan metode jigsaw untuk pemahaman siswa kelas XI MAUWH dalam pengimplementasian metode jigsaw. Ketiga, mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat penerapan metode jigsaw dalam memahamkan siswa pada pelajaran fiqih kelas XI di MAUWH. Pada penerapan model pembelajaran jigsaw diharapkan mampu membuat peserta didik menjadi antusias dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian pembelajaran fiqih pada peserta didik di MAUWH berlangsung dilaksanakan dalam bentuk bimbingan pengajaran dan latihan namun masih ada kekurangan yaitu murid belum semua memahami materi pembelajaran. Kedua, penerapan metode jigsaw untuk pemahaman siswa kelas XI MAUWH sudah diterapkan namun masih ada kekurangan yaitu siswa belum semua menguasai materi pembelajaran. Ketiga, faktor pendukung dalam implementasi metode jigsaw diantaranya adalah antusias belajar kelompok siswa dan usaha guru dan faktor penghambat dalam penerapan metode jigsaw dalam memahamkan siswa pada pelajaran fiqih kelas XI di MAUWH adalah pengelompokan siswa yang beragam, dikarenakan pengetahuan siswa dalam memahami tahapan-tahapan materi
STUDI KOMPARATIF SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA DAN JEPANG Rurisman Rurisman; Azwar Ananda; Nurhizarah Gistituati; Rusdinal Rusdinal; Yerizon Yerizon
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i1.5306

Abstract

Sistem pendidikan merupakan aspek penting dalam pembangunan suatu negara dan memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan masyarakat dan ekonomi. Artikel ini bertujuan untuk melakukan studi komparatif antara sistem pendidikan Indonesia dan Jepang dengan tujuan untuk mengidentifikasi perbedaan dan kesamaan antara kedua sistem tersebut. Studi ini menggunakan pendekatan komparatif untuk menganalisis kebijakan, struktur, kurikulum, metode pengajaran, serta hasil dan prestasi pendidikan dalam kedua negara. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari berbagai literatur, laporan, dan studi sebelumnya yang telah dilakukan oleh para peneliti pendidikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan Indonesia dan Jepang memiliki perbedaan signifikan dalam beberapa aspek. Secara umum, pendidikan di Jepang dikenal dengan pendekatan yang sangat terstruktur, fokus pada disiplin, serta memiliki kurikulum yang ketat dan terstandarisasi. Di sisi lain, sistem pendidikan Indonesia memiliki keberagaman yang lebih besar dalam hal kurikulum, metode pengajaran, dan keterlibatan komunitas lokal dalam pendidikan.Meskipun demikian, kedua sistem pendidikan ini juga memiliki kesamaan dalam beberapa aspek. Keduanya memiliki penekanan yang kuat pada pengembangan karakter dan nilai-nilai moral, serta pentingnya kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak-anak.Studi ini memberikan wawasan yang penting dalam memahami perbedaan dan kesamaan antara sistem pendidikan Indonesia dan Jepang. Dalam konteks globalisasi dan tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan saat ini, pengetahuan tentang sistem pendidikan negara lain dapat menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran untuk pengembangan sistem pendidikan yang lebih baik di masa depan
Kemampuan Membaca Kritis dalam Kurikulum Pendidikan di Turki dan Indonesia: Sebuah Analisis Perbandingan Yulia Rizki Ramadhani; Azwar Ananda; Nurhizrah Gistituati; Rusdinal Rusdinal; Yuswin Harputra
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i1.5311

Abstract

This study compares the Turkish and Indonesian education curricula regarding critical reading skills. Critical reading is important for understanding and evaluating texts critically, rationally, and reflectively. In this study, data was collected from both countries to compare their critical reading skills using the comparative descriptive method. The Turkish Language Curriculum (TLCC) has a teaching hierarchy that allows for gradually developing reading skills according to grade level. The focus is on higher-order thinking skills such as classifying, interpreting, critiquing, and evaluating texts. TLCC teaches reading strategies, identifying main ideas, and evaluating media texts. In Indonesia, the Merdeka Curriculum emphasizes critical and creative thinking in reading learning. The approach is student-centered and actively engages students in the learning process. It also focuses on developing creativity, scientific reasoning, reflection, and applying Pancasila values. In conclusion, TLCC provides a gradual teaching structure and focuses on higher-order thinking skills, while the Merdeka Curriculum in Indonesia encourages critical and creative thinking in broader learning. It is recommended to improve student feedback, use diverse reading materials, and integrate concrete steps in developing reading skills with critical and creative thinking.
STUDI KOMPARATIF PENDIDIKAN KARAKTER DI NEGARA INDONESIA, MALAYSIA, DAN JEPANG Nonong Amalita; Azwar Ananda; Nurhizrah Gistituati; Rusdinal Rusdinal
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i1.5314

Abstract

Character problems in school-age children who deviate from the norms and values ​​in society. This is a problem in society. For this reason, character education is needed, especially in schools. Several countries have implemented character education in the school curriculum, for example Indonesia, Malaysia and Japan. Furthermore, the governments of the three countries have made character education a topic of discussion and priority in human resource development. Through character education, quality human beings are produced in all dimensions of personality. The purpose of this research is to describe and compare character education in Indonesia, Malaysia and Japan. This type of research is qualitative research with a literature study approach. Next, character education will be described and compared in the three countries.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI TEKANAN ZAT UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Emilia Saidatul Kholidiyah; Elok Sudibyo
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i1.5316

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian adalah memaparkan peningkatan keterampilan berpikir kritis dan keterlaksanaan pembelajaran setelah diimplementasikannya inkuiri terbimbing. Jenis penelitian ini, yaitu pre-eksperimen menggunakan rancangan One Grup Pretest-Posttest Design. Sampel pada penelitian ini adalah siswa VIII-4 MTs Nurul Huda Sedati dengan jumlah total 30 siswa Tahun Ajaran 2022/2023. Instrumen penelitian ini terdiri atas lembar pretest posttest dan pengamatan keterlaksanaan pembelajaran. Hasil dari penelitian ini yakni: (1) Keterampilan berpikir kritis siswa meningkat pada kriteria sedang setelah diimplementasikannya pembelajaran inkuiri terbimbing yang ditunjukkan oleh skor rerata N-Gain 0,67. Skor rerata N-Gain indikator interpretasi dan inferensi mendapatkan 0,8 dan 0,72 tergolong kriteria tinggi, sedangkan skor rerata N-Gain indikator analisis 0,63 tergolong kriteria sedang. (2) Aktivitas belajar inkuiri terbimbing guna melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi tekanan zat dapat terlaksana dengan baik yang ditunjukkan dengan persentase rerata pertemuan pertama, kedua, dan ketiga sebesar 88%, 94%, dan 97% sehingga ketiga pertemuan tersebut mendapat kriteria sangat baik. Denagan demikian dapat diketahui bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa.
PRESTASI MAHASISWA DAN PERBANDINGAN KURIKULUM 2013 MENJADI KURIKULUM MERDEKA Rifka Arifatul Choridah; Nuril Mufidah
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i1.5330

Abstract

This study aims to analyze the comparison of the 2013 curriculum and the independent curriculum in developing student achievement in the Arabic Language Study Program at UIN Malang. The research method used is qualitative with an analytical descriptive approach. With the subject of Arabic Language Education Study Program students. Data collection techniques were observation and documentation from the 2013 curriculum implementation guidebook, the UIN Malang MBKM guidebook, and the Student Achievement Report Book of the Arabic Language Education Study Program, UIN Malang. As well as doing critical analysis of these data. The results of the research are as follows: 1. During the period when the 2013 curriculum was implemented, namely 2017 – 2020, 47 achievements were reported for students of the Arabic Language Education Study Program. With details, 3 international achievements, 37 national achievements, and 7 regional achievements. 2. During the period when the independent curriculum was implemented, from 2021 to 2023 in June, 59 achievements were reported for students of the Arabic Language Education Study Program. With details, 18 international achievements, 35 national achievements, and 6 regional achievements. 3. Comparison of the efficiency of the 2013 curriculum and the independent curriculum in developing student achievement in the Arabic Language Education Study Program experienced an increase in the period when the independent curriculum was implemented. It should be noted that the independent curriculum will still be implemented for the next period, so it cannot be denied that student achievement is likely to increase.
RANCANGAN MEDIA VITOR (VIDEO TUTORIAL) SEBAGAI PENUNJANG LATIHAN DASAR TEATER PADA MATA KULIAH PEMENTASAN DRAMA UNTUK MAHASISWA FKIP PBSI WISNUWARDHANA Desy Proklawati; Hanum Lintang; Wiwit Rahayu
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i1.5331

Abstract

Tujuan penelitian yaitu menghasilkan Rancangan media pembelajaran berupa video tutorial untuk mahasiswa FKIP PBSI Wisnuwardhana di dalam kelas ataupun pada latihan dasar teater. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dari penjabaran materi yang berada dalam media video tutorial. Hasil penelitian ini berwujud. Pertama, unit pendahuluan berupa pembukaan pengenalan, konsentrasi dan meditasi Kedua, berisi vocal, gerak dan penggunaan pancaindera dalam pementasan. Ketiga, berisi karakterisasi. Rancangan tersebut divalidasi oleh dua validator media guna kevalidan data. Hasil validasi menunjukkan skor 89% dan 91%. Dengan demikian, rancangan media VITOR ini layak dan dapat diimplementasikan untuk tahap selanjutnya. Keseluruhan isi pada rancangan media VITOR dapat digunakan dosen sebagai suplemen dalam matakuliah pementasan drama.
PERKEMBANGAN SOCIETY 5.0 PADA PENDIDIKAN IPA DI INDONESIA Amelia Maharani Amel; Miterianifa Miterianifa
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i1.5343

Abstract

Pada era yang semakin maju, diera society 5.0 mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia terutama pada bidang pendidikan di Indonesia. Pada penelitian terdahulu yang mengkaji mengenai society 5.0 pada bidang pendidikan IPA telah ditemukan namun tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui perkembangan society 5.0 dalam pendidikan di Indonesia. Pada peneliti sebelumnya memperkuat teori hubungan antar variabel. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode literature review dengan data based google scholar, dan akademik lainnya. Hasil dari penelitian ini ialah pendekatan dan materi yang sering digunakan dalam society 5.0 di pembelajaran IPA yang meliputi pendekatan STEAM dengan kegiatan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning).
THE EFFECT OF USING QUIZZIZ MEDIA APPLICATION ON STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY AT THE EIGHTH GRADE OF SMP SWASTA HKBP PADANG SIDEMPUAN IN 2022/2023 ACADEMIC YEAR Sri Maharani Tanjung; Habib Rahmansyah; Kamisah Kamisah; Sri Indah Ananda Tamba
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i1.5349

Abstract

The purpose of this research is to find: 1) the extent of application quizziz media application. 2) the extent of the students’ vocabulary mastery before and after using quizziz media application. 3) there is any significant effect of using quizziz media application on students’ vocabulary mastery at the eighth grade students of SMP Swasta HKBP Padang Sidempuan. That consist of 24 students. Then, the sample was 23 students which are taken by total sampling. The technique for collecting the data by observation sheet and giving test. After collecting, it was found that the score of application quizziz media application was 3,4. The mean score of students’ vocabulary mastery was 45,63. While the mean score of students’ vocabulary mastery after using quizziz media application was 82,13. The result data shows that the score of ttest was 4,47. The (df) was N-1 = 24 – 1 = 23. So, the researcher takes the score df of ttable at 5% significant level number 23 was 2,07. After finding the score ttest is the higher than ttable (ttest > ttable = 4,47>2,07). It means there was any significant effect of using Quizziz Media Application on Students’ Vocabulary Mastery at the VIII students of SMP Swasta HKBP Padang Sidempuan. So, hypothesis in this research can be accepted

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025 Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025 Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024 Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024 Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024 Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023 Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023 Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023 Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022 Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022 Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022 Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021 Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021 Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021 Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021 Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020 Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020 Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020 Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020 Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019 Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019 Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019 Vol 7 No 1 (2019): Vol.7.No.1.2019 Vol 6 No 3 (2018): Vol.6.No.3.2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6. No.2 Oktober 2018 Vol 6 No 2 (2018): Vol.6.No.2.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol.6.No.1.2018 Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5.No.2.2018 Vol 5 No 2 (2018): Vol.5. No. 2 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5. No.1 Juli 2018 Vol 5 No 1 (2018): Vol.5.No.1.2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol.4.No.2.2018 Vol 4 No 2 (2018): Vol. 4 No. 2 April 2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4.No.1.2018 Vol 4 No 1 (2018): Vol.4. No.1. April 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3 No.2 Januari 2018 Vol 3 No 2 (2018): Vol.3.No.2.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3.No.1.2018 Vol 3 No 1 (2018): Vol.3. No. 1. Januari 2018 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 5 (2017): Vol.7. No. 5. Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 7 No 1 (2017): Vol.7 No.1 Nopember 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 5 (2017): Vol.6. No. 5. Agustus 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 4 (2017): Vol.6. No. 4. Mei 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 2 (2017): Vol. 6 No. 2 Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 6 No 1 (2017): Vol.6. No. 1. Agustus 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 3 (2017): Vol.5 No.3 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 5 No 2 (2017): Vol. 5 No. 2 April 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 5 (2017): Vol.4. No. 5. Januari 2017 Vol 4 No 4 (2017): Vol. 4 No. 4 Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 4 No 3 (2017): Vol.4 No.3. Januari 2017 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 5 (2016): Vol.3. No.5. Nopember 2016 Vol 3 No 4 (2016): Vol. 3 No. 4 Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 3 (2016): Vol.3. No. 3. Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 3 No 1 (2016): Vol.3 No. 1 Nopember 2016 Vol 2 No 7 (2016): Vol. 2 No. 7 Agustus 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 6 (2016): Vol.2. No. 6. Mei 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 5 (2016): Vol.2. No. 5. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 2 (2016): Vol.2. No. 2. Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2. No. 1 Agustus 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 6 (2016): Vol.1 No.6. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 4 (2016): Vol.1. No. 4. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 2 (2016): Vol.1. No. 2. Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 Vol 1 No 1 (2016): Volume 1 No.1 Mei 2016 More Issue