cover
Contact Name
Eko Susanto
Contact Email
ekobkummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
guidena15ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling
ISSN : 20889623     EISSN : 24427802     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
(E-ISSN 2442-7802) (P-ISSN 2088-9623) is a peer-reviewed scientific Open Access journal published by Universitas Muhammadiyah Metro collaboration with Association of Guidance and Counseling Indonesia (ABKIN). The scope besides Guidance and Counseling as well psychology and education. Published twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 556 Documents
Hubungan antara Attitude toward Singlehood dengan Kesejahteraan Psikologis Wanita Lajang Dewasa Awal Sheravina, Chaterine Beta Chandra
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.14902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara attitude toward singlehood dengan kesejahteraan psikologis pada wanita lajang dewasa awal. Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional ini melibatkan 346 partisipan wanita lajang berusia 25-40 tahun yang belum pernah menikah dan bukan merupakan biarawati maupun bhikkuni yang dipilih mengunakan teknik snowball sampling. Attitude toward singlehood diukur dengan Attitude toward Singlehood Scale (α = 0,931), sedangkan kesejahteraan psikologis diukur dengan Psychological Well-Being Scale (α = 0,895). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara attitude toward singlehood dan autonomy (r = 0,132; p < 0,05), serta hubungan negatif signifikan dengan personal growth (r = –0,140; p < 0,05) dan purpose in life (r = –0,143; p < 0,05). Tidak terdapat hubungan signifikan dengan environmental mastery, positive relation with others, dan self-acceptance. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa sikap positif terhadap singlehood memperkuat aspek autonomy namun berkaitan dengan peningkatkan autonomy, tetapi berkaitan dengan penurunan personal growth dan arah purpose in life.
Trends and Directions in Life Skills Assessment for Elementary School Students from a Guidance and Counseling Perspective: A Systematic Literature Review Irma Ari Irawan, Tb Moh
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.15291

Abstract

Pengembangan keterampilan hidup (life skills) pada siswa sekolah dasar menjadi fokus penting dalam pendidikan abad ke-21 karena perannya yang krusial dalam mendukung keberhasilan akademik, kesejahteraan sosial-emosional, serta kemampuan adaptasi siswa sejak usia dini. Namun, efektivitas penguatan keterampilan hidup sangat bergantung pada ketersediaan instrumen asesmen yang valid, reliabel, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak, khususnya dalam konteks layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Meskipun berbagai instrumen telah dikembangkan, kajian yang memetakan secara sistematis arah, tren, dan karakteristik instrumen asesmen keterampilan hidup siswa sekolah dasar dari perspektif bimbingan dan konseling masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis tren dan arah pengembangan instrumen asesmen keterampilan hidup bagi siswa sekolah dasar dari perspektif bimbingan dan konseling. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada empat basis data utama, yaitu Scopus, Web of Science, ERIC, dan PsycINFO, untuk artikel yang dipublikasikan pada periode 2010–2025. Melalui proses identifikasi, penyaringan, dan penilaian kelayakan yang ketat, diperoleh 90 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan teknik sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa instrumen asesmen keterampilan hidup siswa sekolah dasar terutama mengukur domain keterampilan sosial-interpersonal, regulasi emosi, pengelolaan diri, dan pemecahan masalah, sementara aspek kesadaran karier dan adaptabilitas kontekstual masih relatif kurang mendapat perhatian. Skala laporan diri dan penilaian guru merupakan jenis instrumen yang paling dominan, sedangkan asesmen berbasis kinerja dan digital masih berkembang namun belum banyak digunakan. Secara geografis, pengembangan instrumen didominasi oleh negara-negara Global North, yang menimbulkan tantangan terkait relevansi budaya dan kesetaraan pengukuran. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan instrumen asesmen keterampilan hidup yang sensitif terhadap perkembangan, konteks budaya, dan kebutuhan layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar.
Self-Management and Learning Discipline: A Correlational Study of Vocational High School Students Yahya, Dahlia Nur
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.15502

Abstract

This study examines the relationship between self-management and learning discipline among vocational high school students. Using a correlational design, data were collected from 48 tenth-grade students through Likert-scale questionnaires measuring self-management and learning discipline. Descriptive analysis showed moderate to high levels for both variables. Pearson correlation analysis revealed a significant positive relationship between self-management and learning discipline (r = 0.66, p < .001). These findings indicate that stronger self-management skills are associated with better learning discipline among vocational students.
Quiet Quitting dan Kesehatan Mental di tempat kerja: Systematic Literature Review Mandalika, Baiq Elok; Isnaini, Nurul; Reza, Faisal Adnan; Zarkasy, Ahmad
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.15230

Abstract

Fenomena quiet quitting mencerminkan pembatasan keterlibatan karyawan sebagai respons terhadap tekanan kerja yang meningkat di era globalisasi dan pasca-pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis karakteristik temuan utama mengenai quiet quitting dan dampaknya terhadap kesehatan mental karyawan di tempat kerja. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020 dan kriteria penilaian kualitas CASP untuk memastikan transparansi. Pemcarian sistematis dilakukan pada lima database utama menggunakan perangkat lunak Rayyan AI, menghasilkan 35 jurnal relevan yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa quiet quitting merupakan strategi adaptif untuk melindungi kesehatan mental dari beban kerja berlebih dan lingkungan kerja yang tidak mendukung. Dampak yang paling dominan adalah tingginya noat berpindah kerja (turnover intention), penurunan produktivitas, serta peningkatan stress dan burnout. Kesimpulannya, quiet quitting merupakan indicator penting kesehatan organisasi yang memerlukan intervensi proaktif seperti peningkatan kemananan psikologis dan program kesejahteraan demi menjaga kesehatan mental serta retensi karyawan. 
Dampak Pola Asuh Otoriter terhadap Keterampilan Pengambilan Keputusan pada Anak: Sebuah Systematic Literature Review Sunarsih, Nemi; Hartanto, Dody; Martaningsih, Sri Tutur; Saputra, Wahyu Nanda Eka; Setyowati, Aprilia
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.15438

Abstract

Decision-making skills are essential life skills that need to be developed from an early age, as they contribute to children’s independence, self-confidence, and critical thinking abilities. The development of these skills is strongly influenced by parenting styles, particularly strict parents or authoritarian parenting, which is characterized by high control and limited child participation. This study aims to comprehensively examine children’s decision-making skills from the perspective of strict parents using a Systematic Literature Review (SLR) approach. Relevant peer-reviewed articles published over the last ten years were systematically selected and analyzed following the PRISMA guidelines and thematic synthesis techniques. The findings indicate that authoritarian parenting tends to have a negative impact on children’s decision-making skills, particularly in terms of autonomy, emotional regulation, and self-confidence. Although parental strictness may provide behavioral structure, its positive effects are limited unless accompanied by open communication and emotional support. This study highlights the importance of balancing parental control and autonomy support to foster optimal development of children’s decision-making skills across developmental stages
The Role of Trust in Reducing Stress Levels Among Married Couples Hosea, Helena Andriani; Ng, Cheryl Alvira; Lee, Vivian; Marpaung, Winida; Putra, Achmad Irvan Dwi
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.14637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kepercayaan dan tingkat stres di antara pasangan suami istri. Penelitian ini melibatkan sampel 181 suami dan istri yang dipilih melalui purposive sampling di Kecamatan Titi Kuning, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Penelitian ini menggunakan skala kepercayaan dan skala tingkat stres, yang masing-masing terdiri dari 39 dan 40 item. Data dianalisis menggunakan metode Korelasi Pearson Product-Moment. Temuan menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara kepercayaan dan tingkat stres, dengan koefisien korelasi r = –0,603 dan nilai signifikansi p < 0,05. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan yang lebih tinggi dikaitkan dengan tingkat stres yang lebih rendah, dan sebaliknya, kepercayaan yang lebih rendah sesuai dengan tingkat stres yang lebih tinggi di antara pasangan suami istri di Kecamatan Titi Kuning. Koefisien determinasi (R² = 0,364) menunjukkan bahwa kepercayaan berkontribusi 36,4% terhadap tingkat stres, sedangkan 63,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Tingkat stres di kalangan istri cenderung lebih tinggi daripada suami, dengan 50,5% istri dan 47,8% suami dikategorikan memiliki tingkat stres sedang. Sementara itu, mayoritas pasangan menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi, dengan 76,7% suami dan 75,8% istri berada dalam kategori kepercayaan tinggi, sementara sisanya berada dalam kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa kepercayaan memainkan peran penting dalam mengurangi tingkat stres dalam hubungan perkawinan dan berfungsi sebagai faktor psikologis penting yang mendukung keharmonisan perkawinan dan kesejahteraan emosional pasangan suami istri.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Rasa Percaya Diri Remaja Wijaya, Joviana Claresta; Amaliyah, Shofwatun
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.15590

Abstract

Adolescents' use of social media has grown ubiquitous, bringing with it opportunities and threats to their emotional and mental health. The purpose of this research is to examine how teens' self-confidence is affected by their use of social media. A survey method was used to gather data from teens within a particular age range. The results show that the more time spent on social media, the lower the self-confidence level. Teens' self-esteem takes a hit when they use social media to compare themselves to others' ideals of beauty, wealth, and lifestyle. Additionally, social validation in the form of likes, comments, and follower counts influences how teenagers perceive themselves. However, this study also finds that social media can have positive effects when used wisely, such as serving as a means of self-expression and identity building. Therefore, it is crucial for teenagers to have good digital literacy and support from their social environment to utilize social media healthily without compromising their self-confidence.
The Crisis of Student Development Sustainability: A Psychological Review in Educational Practice YS, Salsa bila
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.15096

Abstract

Transitions across educational levels and the shift into the world of work often become highly demanding phases for students, as they require rapid adjustments in learning strategies, academic identity, and social relationships. When these transitions are not adequately supported, students may experience what this article conceptualizes as a crisis of developmental continuity. The purpose of this article is to critically describe this crisis and to examine the psychological, social, and institutional factors that shape the continuity of student development within educational practice. This study employs a systematic literature review by synthesizing peer-reviewed journal articles retrieved from Scopus, ERIC, and Google Scholar. The selection process applied keywords related to developmental sustainability, educational transitions, and psychological variables (self-awareness, self-efficacy, and self-regulation), followed by PRISMA screening procedures, resulting in 31 articles that were analyzed thematically. The review reveals that crises of developmental continuity commonly arise when students’ self-awareness, self-efficacy, and self-regulation weaken during periods of transition, while support from teachers, peers, families, and educational institutions remains insufficient. Programs that strengthen self-regulation, build supportive relational climates, and offer tiered interventions such as PBIS, self-regulated learning training, and peer mentoring are shown to help maintain developmental continuity. The article concludes that sustaining student development should be regarded as an essential indicator of educational quality and requires deliberate collaboration among educators, counsellors, families, and policymakers to design transitional supports that are humane, adaptive, and sustainable.
Digital Literacy and Children's Social Behavior: The Role of Parental Interaction Quality in Parenting in the Gadget Era Azizah, Umi Fajar
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.14651

Abstract

AbstractThe extensive proliferation of digital technology among elementary school-aged children frequently poses the risk of social behavioral issues and diminished empathy, attributed to insufficient self-regulation and inadequate supervision. This study seeks to investigate the intricate mechanisms underlying the relationship between children's digital literacy and their social behavior by analyzing the dual function of parental interaction quality (Parenting Style) as both a mediator and a moderator.  Data were gathered from 105 elementary school students in Surakarta City utilizing a quantitative correlational methodology.  The hypothesis testing yielded significant results:  The study demonstrated that parenting style serves as a mediator, indicating that the beneficial effects of digital literacy on social behavior primarily manifest through the perception of positive parenting.  Additionally, Parenting Style served as a moderator, validating that the beneficial effects of digital literacy are amplified when the quality of parental engagement is elevated.  These results highlight the need to improve Digital Parenting programs that stress the importance of open communication and active parental involvement as key elements in making sure that children's digital skills lead to good behavior.
Kecemasan Algoritmik serta Implikasi terhadap Stres Kerja dan Kepercayaan Diri Profesional pada Karyawan di Era Digital Hidayat, Rahmat; Widyasti, Kresna; Adiyansah, Nurdin
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v16i1.14774

Abstract

Abstract The digital transformation driven by the Fourth Industrial Revolution has given rise to algorithmic management, where artificial intelligence-based systems actively supervise, evaluate, and direct employees. This new paradigm creates unique psychological challenges known as algorithmic anxiety. This study aims to analyze the influence of algorithmic anxiety on work stress and professional self-confidence among employees in the digital era. This research uses a quantitative approach with a causal associative design. The participants consisted of 250 employees in the city of Padang who work for companies implementing algorithmic management, with an age range of 18 to 35 years, selected through a convenience sampling technique. Data were collected using the Algorithmic Anxiety Scale (SKA), an adaptation of the Perceived Stress Scale (PSS-10), and an adaptation of the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Data analysis was performed using a simple linear regression test. The research findings indicate that algorithmic anxiety has a significant influence on work stress and professional self-confidence. This influence is positive for work stress, meaning an increase in algorithmic anxiety will increase work stress. Conversely, the influence is negative for professional self-confidence, where an increase in algorithmic anxiety will decrease the level of professional self-confidence. The contribution of algorithmic anxiety to the dependent variables is 8.8%. In conclusion, algorithmic management is a significant source of psychological pressure for employees in the modern workplace.