cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 24,133 Documents
Peran Data Kependudukan dan Tata Kelola Hutan dalam Pembangunan Berkelanjutan Hadana Zahwa; Hawa Dwi Pitrisia; Rizki Syafril
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk, dinamika sosial, dan perubahan tata guna lahan menjadi tantangan utama pembangunan di Indonesia. Data kependudukan berperan sebagai dasar perencanaan pembangunan, sementara tata kelola hutan memastikan keberlanjutan sumber daya alam dan ruang hidup. Artikel ini bertujuan menganalisis hubungan antara administrasi kependudukan, tata kelola hutan, serta interaksi keduanya dalam perspektif pembangunan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan di BKKBN dan KLHK, studi dokumen, serta kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi kependudukan melalui SIAK, KTP-el, dan data keluarga telah meningkatkan akurasi data, namun masih menghadapi kendala kesenjangan infrastruktur dan kualitas SDM. Sementara itu, tata kelola hutan KLHK melalui RKTN, RKTP, RPHJP/KPH, serta program perhutanan sosial seluas 8,32 juta ha menunjukkan arah kebijakan yang partisipatif dan berlapis. Artikel ini menegaskan bahwa integrasi data kependudukan dengan kebijakan tata kelola hutan sangat krusial dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, terutama pada aspek adaptasi penduduk, pengendalian ruang, dan mitigasi tekanan ekologis.
Pelestarian Tradisi Marpege-pege di Mandailing: Analisis Nilai Sosial dan Strategi Revitalisasi Budaya Lokal Nur Fidyati Ramadhan; Eko Handoyo; Argitha Aricindy; Indriana Eko Amaidi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marpege-pege merupakan tradisi permusyawaratan dan gotong royong finansial dalam masyarakat Mandailing yang dilakukan untuk membantu keluarga penyelenggara pernikahan melalui sumbangan sukarela. Tradisi ini berfungsi meringankan beban ekonomi serta memperkuat solidaritas dan kehormatan sosial. Namun, modernisasi, individualisme, dan meningkatnya komersialisasi pesta pernikahan menyebabkan menurunnya partisipasi masyarakat dan pergeseran nilai tradisi. Artikel ini bertujuan menganalisis nilai sosial yang terkandung dalam Marpege-pege serta merumuskan strategi pelestarian melalui peran komunitas, lembaga adat, dan pemerintah daerah. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka terhadap penelitian terkait pelestarian budaya dan praktik gotong royong lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa Marpege-pege memiliki potensi sebagai sistem dukungan sosial berbasis komunitas yang perlu direvitalisasi melalui kolaborasi multi pihak. Tradisi ini penting dipertahankan sebagai bagian identitas budaya Mandailing.
Hubungan Perceived Overqualification terhadap Job Performance pada Karyawan Tetap di Jabodetabek Lilenza Irawan Setradihardja; Zamralita Zamralita; Ismoro Reza Prima Putra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perceived Overqualification menggambarkan kondisi individu merasa kualifikasi yang dimiliki dirinya lebih tinggi dibandingkan kualifikasi tuntutan pekerjaan saat ini (Maynard et al., 2006). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan persepsi berlebih pada karyawan terhadap kinerja kerja karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik convenience sampling. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 204 partisipan yang merupakan karyawan tetap pada domisili Jabodetabek. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari, The Scale of Perceived Overqualification (SPOQ) dan Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ). Hasil korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif signifikan antara perceived overqualification terhadap tingkat job performance karyawan tetap di Jabodetabek (r = 0.153, p < 0.005), korelasi negatif signifikan pada dimensi task performance (r = -0.018, p < 0.05) dan contextual performance (r = 0.043, p < 0.05). Ditemukan korelasi positif signifikan pada dimensi counterproductive work behavior (r = 0.315, p < 0.05) dengan catatan telah dilakukan reverse scoring. Penelitian ini menegaskan bahwa perceived overqualification dapat meningkatkan job performance karyawan dan dengan strategi pengelolaan organisasi yang baik akan memaksimalkan potensi perilaku positif dan meminimalkan potensi perilaku negatif dalam bekerja.
Strategi Mengatasi Kenakalan Siswa di Kelas 6 SD Negeri 014 Rambah Samo Melalui Pendidikan Karakter Nizwa Berlianta Nasution; Misa Jariani; Susi Susi; Abdul Putra Ginda Hasibuan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena kenakalan siswa sekolah dasar menunjukkan peningkatan baik pada aspek perilaku verbal, nonverbal, maupun sosial. Pada konteks SD Negeri 014 Rambah Samo, guru menghadapi berbagai bentuk kenakalan seperti kurangnya disiplin, perilaku mengganggu di kelas, rendahnya empati, serta resistensi terhadap aturan sekolah. Studi ini bertujuan mengkaji strategi mengatasi kenakalan siswa kelas 6 melalui penerapan pendidikan karakter yang dirancang secara terintegrasi pada proses pembelajaran maupun kegiatan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, mengkaji teori pendidikan karakter dari berbagai ahli serta praktik terbaik dalam pengelolaan perilaku siswa. Analisis berfokus pada tiga substansi utama: (1) penguatan nilai kedisiplinan melalui internalisasi nilai dan pembiasaan; (2) pengembangan empati dan tanggung jawab sebagai pondasi perilaku prososial; dan (3) pembentukan budaya kelas positif melalui kolaborasi guru dan orang tua. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter efektif mengurangi perilaku menyimpang ketika diterapkan secara konsisten, melibatkan keteladanan guru, dan diberikan melalui kegiatan terstruktur seperti program pembiasaan, penegasan aturan kelas, serta teknik komunikasi restoratif. Kesimpulannya, pendidikan karakter merupakan strategi komprehensif yang dapat mengurangi kenakalan siswa bila diterapkan secara sistematis, berkelanjutan, dan didukung lingkungan sekolah serta keluarga.
Analisis Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa Kelas Rendah di SDN 007 Rambah Hilir Nur Nilam Sari; Ajeng Nur Bulan Gerhana; Aida Wandira; Ayu Gustina; Salsabila Sahrani; Ondang Permata Sari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan karakter pada siswa sekolah dasar merupakan fondasi penting untuk menanamkan nilai-nilai moral sejak usia dini. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan peran wali kelas dan guru mata pelajaran dalam membentuk karakter siswa kelas rendah di SDN 007 Rambah Hilir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara dan observasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan wali kelas dan guru mata pelajaran, serta observasi terhadap kegiatan pembelajaran dan interaksi siswa di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wali kelas berperan sebagai pengarah dan pembimbing wali dalam pengembangan karakter melalui pembiasaan, keteladanan, dan penguatan nilai-nilai karakter dalam kegiatan sehari-hari. Pada saat yang sama, guru mata pelajaran meningkatkan pengembangan karakter dengan memadukan nilai-nilai karakter ke dalam pelajaran dan menawarkan umpan balik positif tentang bagaimana siswa berperilaku. Kerja sama tim antara kedua jenis guru ini memainkan peran penting dalam menumbuhkan suasana yang mendukung untuk mengembangkan karakter siswa yang lebih muda. Penelitian ini menyoroti pentingnya kerja sama antar guru dalam memelihara karakter siswa secara efektif dari waktu ke waktu.
Persepsi Mahasiswa terhadap Kurikulum Pendidikan Tinggi dalam Perspektif Ideologi dan Nilai-Nilai Pancasila Shinta Aulia Munandar; Nabila Ulfa Ayu; Siti Fatimatul Azzahro; Hindun Hindun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan pandangan mahasiswa terhadap kurikulum pendidikan tinggi dalam kerangka ideologi dan nilai-nilai Pancasila. Kurikulum dianggap berperan penting dalam membentuk karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila dan perlu terus menyesuaikan diri dengan perkembangan IPTEK serta ketentuan dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Pendekatan yang digunakan yaitu dengan metode kuantitatif -kualitatif secara deskriptif, melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa mahasiswa menilai pada nilai-nilai Pancasila telah dihadirkan dalam kurikulum, meskipun penerapannya masih perlu diperkuat agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Dengan demikian, internalisasi nilai Pancasila sudah berjalan baik, namun peningkatan strategi pembelajaran dan perbaikan kurikulum tetap diperlukan untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.
Peranan Sungai Batang Hari sebagai Jalur Perdagangan dan Pelayaran Masa Keresidenan Jambi (1906-1942) Regita Putri Nurhasana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang peran sungai batanghari dalam perdagangan dan pelayaran pada masa Keresidenan Jambi (1906-1942). Jambi sudah dikenal sebagai penghasil komoditi ekspor seperti lada dan emas sejak abad ke-17 dan mulai berkembang menjadi pengasil komoditi karet, rotan dan kopra sejak akhir abad ke-19. Peran sungai Batanghari menjadi roda penggerak perekonomian Jambi sejakmasa Keresidenan yang telah menyalurkan hasil komoditi lokal menuju ke singapura dan menjadi jalur transportasi yang menghubungkan antara hulu dan hilir juga sebaliknya. Setelah masuknya Belanda ke Jambi, sungai Batanghari memiliki fungsi dalam menyalurkan hasil karet yang ada di kawasan hulu ke hilir. Perdagangan ulu ilir melalui Sungai Batanghari dan anak-anak sungainya berdampak sangat baik pada perkembangan sosial ekonomi masyarakat dan pemerintah kolonial di wilayah tersebut. Walaupun tantangan utamanya adalah arus dan aliran sungai di jambi yang sebagian sulit untuk dilalui kapal besar. Tetapi kelompok masyarakat Tionghoa dan middle man dapat memanfaatkan sungai batanghari sebagai jalur perdagangan pada masa Keresidenan Jambi. Sehingga perdagangan yang ada di Jambi tidak bisa lepas darikeberadaan sungai batanghari.
The Role of Students in Realized Pancasila Values Amidst Technological Advances and Social Media Sri Yunita; Dhini Sapira; Amanda Amelia Putri; Brigita Arheti Dwiyanti Hutabarat
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan media sosial menghadirkan peluang dan tantangan bagi penerapan nilai-nilai Pancasila, khususnya bagi siswa sebagai generasi intelektual muda. Siswa memainkan peran strategis dalam membentuk budaya digital yang beretika, harmonis, dan produktif melalui penyebaran informasi positif, kampanye literasi digital, dan pendidikan publik tentang pentingnya etika media sosial. Penerapan nilai-nilai Pancasila, seperti kerja sama timbal balik, persatuan, keadilan sosial, dan kemanusiaan yang adil dan beradab, berfungsi sebagai pedoman moral dalam mengatasi fenomena hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber, dan konflik digital. Selain sebagai konsumen, siswa juga dapat menjadi produsen konten pendidikan dan inovatif yang menanamkan nilai-nilai nasional. Peran aktif mahasiswa meluas melampaui lingkungan kampus hingga ke masyarakat luas, melalui mediasi konflik digital, mendorong partisipasi sosial, dan mengembangkan platform digital pendidikan. Dengan literasi digital dan kesadaran etika yang kuat, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan implementasi Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan tinjauan pustaka untuk mengkaji strategi dan peran mahasiswa dalam konteks digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi signifikan untuk memperkuat moralitas nasional dan membangun masyarakat digital yang beradab, harmonis, dan bermartabat.
Analisis Faktor Pendukung dan Hambatan Belajar Peserta Didik Berprestasi yang Bekerja Cici Syifa Utami; Ahmad Suriansyah; Arta Mulya Budi Harsono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan adanya peserta didik berprestasi yang harus bekerja sepulang sekolah untuk membantu ekonomi keluarga, sehingga berpotensi memengaruhi fokus dan capaian akademik mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor pendukung, hambatan, serta dampak pekerjaan terhadap prestasi belajar peserta didik berprestasi yang bekerja, serta menggambarkan peran guru dalam mendukung keberhasilan mereka di sekolah. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan sumber data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Unit analisis adalah seorang peserta didik berprestasi di sekolah dasar yang bekerja sepulang sekolah, disertai guru wali kelas sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendukung utama meliputi motivasi intrinsik, dukungan keluarga, serta perhatian guru yang tinggi. Hambatan yang dihadapi antara lain kelelahan fisik dan keterbatasan waktu belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan sosial dan bimbingan guru mampu menjaga prestasi akademik peserta didik berprestasi yang bekerja, serta memberikan implikasi bagi penguatan kebijakan sekolah.
Determinasi Kesiapan Kerja Mahasiswa di Perguruan Tinggi Diah Pranitasari; Alifia Agustina Budianto; Dodi Prastuti; Pristina Hermastuti; Enung Siti Saodah; Iman Sofian Suriawinata
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hard skills, soft skills, dan self-efficacy terhadap kesiapan kerja mahasiswa dengan motivasi belajar sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Sampel sebanyak 174 mahasiswa STIE Indonesia Jakarta yang pernah mengikuti magang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan SEM-PLS dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hard skills berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi belajar; (2) soft skills berpengaruh negatif signifikan terhadap motivasi belajar; (3) self-efficacy tidak berpengaruh terhadap motivasi belajar; (4) hard skills berpengaruh negatif signifikan terhadap kesiapan kerja; (5) soft skills berpengaruh positif signifikan terhadap kesiapan kerja; (6) self-efficacy tidak berpengaruh terhadap kesiapan kerja; (7) motivasi belajar berpengaruh positif signifikan terhadap kesiapan kerja; (8) motivasi belajar memediasi pengaruh hard skills dan soft skills terhadap kesiapan kerja; (9) motivasi belajar tidak memediasi pengaruh self-efficacy terhadap kesiapan kerja.