cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 24,133 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Savi Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Sofi Yonalta; Fathur Rahmi; Risnawita Risnawita; Iltavia Iltavia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang mendorong siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Kecamatan Payakumbuh untuk belajar matematika, serta bagaimana model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visual, and Intellectual) mempengaruhi prestasi akademik siswa.Studi ini menggunakan desain eksperimental kuantitatif. Penelitian ini melibatkan semua siswa kelas VII. Kelas VII 1 dipilih sebagai kelompok eksperimen menggunakan model SAVI dengan teknik sampling acak sederhana, dan kelas VII 2 dipilih sebagai kelompok kontrol. Metode pengajaran konvensional digunakan sebagai kelompok control. Menurut data, tcount (2.1379) lebih besar daripada ttable (1.6839) menunjukkan bahwa siswa di kelas eksperimen lebih tertarik untuk belajar daripada siswa di kelas kontrol. Siswa juga memiliki hasil belajar yang lebih baik di kelas eksperimen, seperti yang ditunjukkan oleh nilai rata-rata 84,21, yang merupakan kategori baik, dan hasil uji t mereka (2,618 lebih besar dari 1,6839). Akibatnya, ketika model pembelajaran SAVI diterapkan pada siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Kecamatan Payakumbuh, mereka menunjukkan tingkat motivasi yang lebih tinggi dan hasil belajar yang lebih baik dalam mata pelajaran matematika.
Pengaruh Komunitas Belajar dalam Peningkatan Kompetensi Pedagogi Guru Jenjang PAUD di Provinsi Lampung Asih Budi Kurniawati; Annisa Yulistia; Een Y. Haenilah; Ari Sofia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunitas belajar terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini di Provinsi Lampung. Komunitas belajar merupakan wadah profesional tempat guru berbagi pengalaman, praktik pembelajaran, melakukan refleksi, dan memberikan umpan balik yang bersifat konstruktif untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Partisipasi aktif dalam komunitas ini diyakini mampu memperkuat kemampuan guru dalam merencanakan strategi pembelajaran, meningkatkan komunikasi dengan anak, serta mendukung penerapan asesmen formatif yang menjadi bagian inti dari kompetensi pedagogik. Penelitian menggunakan desain ex post facto dengan pengumpulan data melalui kuesioner untuk memperoleh informasi secara lebih mendalam. Analisis menunjukkan bahwa hipotesis diterima, sehingga komunitas belajar berpengaruh signifikan terhadap kompetensi pedagogik guru. Temuan ini menegaskan bahwa komunitas belajar tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun sikap kolaboratif, tanggung jawab profesional, dan kemampuan menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan anak. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya dukungan institusional, penyediaan waktu dan sumber daya memadai, serta pertemuan komunitas yang terstruktur agar pengembangan profesional berlangsung berkelanjutan.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Melalui Penerapan Model Discovery Learning untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Novita Sari; Sahrul Sahrul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran penemuan yang valid dan praktis untuk topik geometri bidang bagi siswa kelas tujuh SMP. Alat pembelajaran yang dikembangkan meliputi silabus, rencana pembelajaran (RPP), dan lembar kerja siswa (LKPD). Hasil penelitian pengembangan ini dapat bermanfaat bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE, yang terdiri dari lima tahapan: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Berdasarkan hasil analisis, peneliti merancang alat pembelajaran menggunakan model DL, yang terdiri dari enam pertemuan. Bahan pembelajaran yang dikembangkan kemudian divalidasi menggunakan skala Guttman dan skala Likert. Subjek percobaan kelompok kecil adalah siswa kelas delapan SMP, terdiri dari 6 siswa. Berdasarkan hasil validitas dan kepraktisan, dapat disimpulkan bahwa alat pembelajaran yang menerapkan model DL untuk memfasilitasi keterampilan pemecahan masalah matematika pada topik bangun datar, valid dan praktis.
Peran Surau dalam Membentuk Kebiasaan Religius Generasi Muda di Nagari Situmbuk Prima Yoselina; Rifa Ristisyah; Aisyah Syarel; Nayla Ummul Salma; Aisyah Hidayatul Rahmi; Andika Putra Pratama
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surau di Minangkabau tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai lembaga sosial dan pendidikan informal yang membentuk karakter generasi muda. Di Nagari Situmbuk, keberadaan surau masih berfungsi sebagai pusat penanaman nilai-nilai Islam, tempat belajar membaca Al-Qur'an, memahami ajaran agama, serta ruang sosialisasi antar generasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana peran surau dalam membentuk kebiasaan religius generasi muda dan bagaimana nilai-nilai keislaman ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Kamis, tanggal 17 Juli 2025, bertempat di rumah salah satu warga yang berperan sebagai guru mengaji. Lokasi tersebut menjadi titik utama pengumpulan data, dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai narasumber sekaligus objek pengamatan untuk memperoleh informasi yang relevan dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surau berkontribusi besar dalam membangun kebiasaan seperti salat berjamaah, pengajian rutin, menghormati orang tua dan guru, serta keterlibatan dalam kegiatan keagamaan di nagari. Peran aktif tokoh agama dan dukungan masyarakat memperkuat fungsi surau sebagai pusat pembinaan akhlak. Dengan demikian, revitalisasi peran surau penting sebagai benteng moral dalam menghadapi tantangan modernisasi dan dekadensi moral di kalangan pemuda.
Penerapan Model Pembelajaran Area untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini di TK Negeri Pembina Keliling Danau Rifyal Novalia; Titin Kusayang; Asti Tri Utami; Bunga Lestari; Hana Masalwa; Nosi Qadariah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran area dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini di TK Negeri Pembina Keliling Danau. Pembelajaran area merupakan pendekatan yang memberi kebebasan anak memilih kegiatan sesuai minatnya melalui berbagai area bermain yang dirancang guru, seperti area balok, seni, matematika dan bahasa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap guru dan anak kelompok B yang berjumlah 15 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran area mampu meningkatkan kemampuan kognitif anak, seperti kemampuan mengelompokkan, mengenal pola, memahami konsep bentuk, warna, serta berpikir sebab-akibat. Anak menjadi lebih aktif, mandiri, dan antusias dalam belajar. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong anak berpikir kritis melalui pertanyaan terbuka. Dengan demikian, model pembelajaran area terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini melalui kegiatan bermain yang bermakna dan menyenangkan.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) terhadap Aktivitas Simpatolitik pada Mencit (Mus musculus) Umniyah Nabila; Puteri Naifha Nianda Sirvan; Ayu Ayu; Andi Aisyah Fitria Pratiwi; Andi Sargina Saleha As; Fitri Fairah; Nur Halizah. H; Aidil Adhar; Andi Utari Prasetya Nigrum
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun sirsak (Annona muricata L.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan asetogenin yang berpotensi memengaruhi aktivitas sistem saraf otonom, khususnya melalui mekanisme simpatolitik. Penelitian ini bertujuan menilai aktivitas simpatolitik ekstrak daun sirsak pada mencit (Mus musculus) serta mengidentifikasi pola respons dosis berdasarkan parameter fisiologis yang diamati. Sembilan ekor mencit jantan dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan, masing-masing menerima ekstrak dengan konsentrasi 1%, 2%, dan 4%. Ekstrak diperoleh melalui proses pemanasan simplisia pada suhu 90–98°C dan kemudian diencerkan hingga mencapai konsentrasi uji. Parameter yang diamati mencakup respons simpatolitik (SL) sebagai indikator utama, serta parameter pendukung lainnya (PSM, PSL, SM, ANA, SSSP, DSSP, RO). Hasil menunjukkan bahwa respons simpatolitik merupakan efek dominan pada seluruh konsentrasi, dengan nilai 56,34% pada 1%, meningkat menjadi 61,85% pada 2%, dan sedikit menurun menjadi 60,71% pada 4%. Beberapa parameter pendukung seperti PSL, SM, dan SSSP menunjukkan respons tertinggi pada konsentrasi 2%, sementara ANA dan PSM cenderung menurun seiring peningkatan dosis. Adapun DSSP dan RO memperlihatkan peningkatan pada konsentrasi 4%. Secara keseluruhan, konsentrasi 2% memberikan efek paling optimal dan konsisten terhadap aktivitas simpatolitik. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak berpotensi sebagai agen simpatolitik alami yang mampu menurunkan aktivitas saraf simpatis, dengan konsentrasi 2% sebagai dosis paling efektif dalam kondisi penelitian ini. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi mekanisme molekuler secara lebih mendalam serta mengevaluasi aspek keamanan penggunaan jangka panjang.
Evaluasi Efek Neurofarmakologis Ekstrak Daun Jagung (Zea mays L.) terhadap Parameter Otonom dan Aktivitas Sistem Saraf Pusat pada Mencit Abdul Rohim Saputra; Siti Amaliah IQ Nalda; Andi Farahdiba Aswat; Rezky Auliya Sari; Alyssa Putri Saldi; Ayuni Fitria Ramadhani; Alfina Triwahyuni; Nurul Istiqamah; Andi Utari Prasetya Ningrum
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek neurofarmakologis ekstrak daun jagung (Zea mays L.) terhadap parameter sistem saraf otonom dan aktivitas sistem saraf pusat (SSP) pada mencit (Mus musculus). Ekstrak daun jagung diperoleh menggunakan metode infusa dan diuji pada tiga konsentrasi, yaitu 1%, 2%, dan 4%. Pengujian dilakukan melalui pengamatan respons mencit terhadap delapan parameter neurofarmakologi, meliputi parasimpatomimetik (PSM), parasimpatolitik (PSL), simpatomimetik (SM), simpatolitik (SL), stimulasi SSP (SSSP), depresan SSP (DSSP), analeptik (ANA), serta relaksasi otot (RO). Setiap respons diamati dan dianalisis secara deskriptif–kuantitatif untuk menilai pola kecenderungan efek berdasarkan variasi konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun jagung memiliki kemampuan memodulasi aktivitas otonom dan SSP, dengan pola efek yang berbeda pada tiap parameter. Secara umum, terlihat kecenderungan aktivitas simpatolitik dan depresan SSP yang lebih dominan pada sebagian besar kelompok perlakuan. Konsentrasi 2% memberikan respons yang paling stabil, terukur, dan konsisten, khususnya pada parameter PSM, SSSP, SL, dan DSSP, sehingga mengindikasikan adanya potensi konsentrasi optimum dalam menghasilkan efek neuroaktif. Sementara itu, konsentrasi 4% memperlihatkan respons yang lebih fluktuatif dan cenderung tidak teratur, yang dapat disebabkan oleh kejenuhan reseptor atau munculnya mekanisme kompensasi fisiologis pada dosis yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun jagung (Zea mays L.) memiliki potensi aktivitas neurofarmakologis yang dipengaruhi oleh variasi konsentrasi, terutama dalam menghasilkan efek simpatolitik dan depresan SSP. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif utama, mekanisme aksi spesifik, serta potensi pengembangan sebagai kandidat bahan alam neuroaktif.
Fondasi Moral dan Spiritual Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Generasi Berkarakter Wulan Riska Qholifah; H. Mukhamad Anieg
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membangun generasi berkarakter melalui penguatan fondasi moral dan spiritual. Namun, realitas pendidikan modern menunjukkan adanya kecenderungan penurunan sensitivitas nilai moral dan melemahnya kesadaran spiritual peserta didik di tengah arus globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam sebagai fondasi moral dan spiritual dalam pembentukan karakter generasi muda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), melalui penelaahan terhadap buku ilmiah, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi keterkaitan antara nilai moral, spiritualitas, dan pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam berkontribusi signifikan dalam membentuk karakter peserta didik melalui internalisasi nilai akhlak dan kesadaran spiritual yang berfungsi sebagai pengendali internal perilaku. Integrasi dimensi moral dan spiritual menjadikan Pendidikan Agama Islam tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang utuh. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa Pendidikan Agama Islam perlu dikembangkan secara kontekstual, reflektif, dan integratif agar mampu menjadi fondasi yang kokoh dalam membangun generasi berkarakter yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab secara sosial.
Management of Learning Based on the Sam’iyyah Syafawiyah Method (Aural-Oral Method) to Improve Student Learning Outcomes in the Intermediate Listening Skills Course Erni Zuliana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan bealajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Raden Intan Lampung, melalui penerapan metode pembelajaran Sam’iyyah Syafawiyah. Penelitian ini menggunakan motode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dengan dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian adalah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Semester III kelas C. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dilaksanakan dengan beberapa tahapan diantaranya yaitu; (a) Observasi, (b) Tes dan (c) dokumentasi. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa, adanya peningkatan keaktifan belajar siswa dari tahap pra penelitian, siklus I sampai dengan siklus II. Pada tahap pra peneltia, rata-rata presentase keaktifan belajar siswa sebesar 50,16%. Setelah penerapan metode Sam’iyyah Syafawiyah terjadi peningkatan pada siklus I menjadi 60,73%, dan meningkat secara signifikan pada siklus II mencapai 90,06%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Manajemen Pembelajaran Berbasis Metode Sam’iyyah Syafawiyah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Maharah al-Istima al-Mutawassithah dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung.
Peningkatan Daya Serap Peserta Didik melalui Upaya Guru dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam April Parlindungan Harahap; Surianti Siregar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian siswa MAS Al Mukhtariyah Nagasaribu belum menunjukkan pencapaian hasil belajar yang optimal pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Proses pembelajaran, ketika guru menyajikan materi, masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami substansi pembelajaran, sehingga berimplikasi pada rendahnya capaian hasil belajar. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui upaya guru PAI dalam meningkatkan daya serap, dan kendala yang dihadapi guru dalam proses peningkatan daya serap siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian bahwa guru PAI meningkatkan daya serap siswa melalui motivasi, metode pembelajaran variatif, penggunaan media, pendalaman materi, evaluasi berkelanjutan, serta reward dan punishment. Kendala guru berkaitan dengan lingkungan kelas yang kurang kondusif, waktu terbatas, dan rendahnya minat belajar. Karena itu, peningkatan daya serap memerlukan dukungan pengelolaan kelas dan kesiapan siswa secara menyeluruh.