cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 24,133 Documents
Eksplorasi Motif Batik dalam Pembelajaran SBdP untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa SD Hidayatun Nadiyah; Lisna Wati Dewi; Wasis Wijayanto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35940

Abstract

Pendidikan Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di tingkat Sekolah Dasar berperan sangat penting dalam menyuplai kreativitas, sensitivitas estetis, serta pengertian budaya di kalangan siswa. Namun, proses belajar seni rupa di sekolah dasar masih lebih memusatkan perhatian pada hasil akhir dan belum sepenuhnya menggabungkan kearifan lokal dengan cara yang tepat. Batik yang merupakan warisan budaya Indonesia memiliki potensi yang besar untuk dijadikan sebagai sarana belajar seni yang berarti. Berdasarkan pengamatan awal dan wawancara di SD Negeri 3 Panjang, pembelajaran SBdP belum berjalan secara optimal dalam mengembangkan kreativitas siswa, yang disebabkan oleh keterbatasan materi ajar dan metode pembelajaran yang berorientasi pada proses. Oleh karena itu, fokus utama dari penelitian ini adalah bagaimana motif batik dapat dimasukkan ke dalam pembelajaran SBdP untuk meningkatkan kreativitas siswa di Sekolah Dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan proses pembelajaran yang berbasis eksplorasi motif batik dan menganalisis dampaknya terhadap kreativitas siswa kelas V. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran SBdP yang berlandaskan kearifan lokal serta menambah wawasan akademis di bidang pendidikan seni. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif naratif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru SBdP, dan dokumentasi hasil karya siswa. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran SBdP yang ditujukan untuk mengeksplorasi motif batik, yang dilaksanakan melalui tahapan pengenalan, eksplorasi, dan refleksi, mampu meningkatkan kreativitas siswa, yang dapat dilihat dari beragam bentuk, komposisi, dan warna hasil karya yang dihasilkan. Selain itu, aktivitas membatik juga berkontribusi pada pengembangan keterampilan motorik halus, peningkatan rasa percaya diri, dan pemahaman terhadap nilai budaya lokal siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penjelajahan motif batik dalam pembelajaran SBdP merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan kreativitas, pengetahuan budaya, dan pengalaman belajar yang berarti bagi siswa di Sekolah Dasar.
Guru Perempuan dalam Pemberitaan Media Daring: Studi Kasus Melani Miryam Wamea Happy Dwi Prihartanti; Sri Suciati; Nazla Maharani Umaya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35941

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi guru perempuan dalam pemberitaan media daring terkait kematian Melani Miryam Wamea di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Peristiwa tersebut memperoleh perhatian luas media dan memunculkan beragam narasi mengenai konflik, keamanan, serta pengabdian guru di wilayah dengan situasi sosial yang rentan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Analisis Wacana Kritis perspektif Sara Mills, yang menitikberatkan pada penelusuran posisi subjek dan objek dalam teks serta konstruksi posisi pembaca. Data penelitian berupa sejumlah teks berita daring nasional dan lokal yang diterbitkan pada Oktober 2025 dan dianalisis melalui struktur narasi, pemilihan narasumber, serta penggunaan bahasa dalam pemberitaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media cenderung menempatkan aparat negara dan pejabat publik sebagai subjek dominan dalam wacana, sementara guru perempuan direpresentasikan sebagai objek pemberitaan. Melani Miryam Wamea lebih banyak ditampilkan sebagai korban dan simbol pengabdian, tanpa ruang yang memadai bagi suara dan pengalaman personalnya. Selain itu, pembaca dikonstruksi untuk menerima narasi resmi dan merespons peristiwa secara simpatik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemberitaan media daring belum sepenuhnya menghadirkan perspektif yang berimbang dalam merepresentasikan guru perempuan dan konteks struktural di wilayah konflik.
E-Modul dan Transformasi Pembelajaran di Era Digital: Studi Pustaka terhadap Kosep dan Implementasi Teknologi Pembelajaran Fadil Akbar; Zulfitria Zulfitria
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep dan implementasi e-modul dalam mendukung transformasi pembelajaran di era digital ditinjau dari perspektif teknologi pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka terhadap jurnal nasional dan internasional lima tahun terakhir serta buku rujukan utama yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-modul memiliki potensi strategis sebagai media pembelajaran digital yang mampu meningkatkan pemahaman konsep, motivasi, kemandirian belajar, serta keterlibatan peserta didik melalui integrasi elemen multimedia dan fitur interaktif. Namun demikian, efektivitas implementasi e-modul masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi pendidik dalam desain pembelajaran digital, rendahnya literasi digital peserta didik, serta ketimpangan infrastruktur teknologi. Oleh karena itu, pengembangan e-modul perlu dilakukan secara sistematis dengan memperhatikan prinsip teknologi pendidikan, peningkatan kompetensi pendidik, serta dukungan kebijakan dan infrastruktur agar transformasi pembelajaran berbasis digital dapat berjalan optimal.
Konsep Keteladanan Sebagai Alat Pendidikan Islam dalam Pembentukan Akhlak: Studi Kepustakaan Karima Karima; Aisyah Aisyah; Andi Abdul Hamzah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35943

Abstract

Pembentukan akhlak merupakan tujuan utama dalam pendidikan Islam, dan salah satu metode yang dianggap paling efektif untuk mencapainya adalah keteladanan (uswah hasanah). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep keteladanan sebagai alat pendidikan Islam dalam membentuk akhlak peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis literatur klasik maupun kontemporer yang berkaitan dengan pendidikan Islam, akhlak, dan metode keteladanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan memiliki pengaruh yang signifikan dalam proses internalisasi nilai moral dan spiritual, karena peserta didik cenderung meniru perilaku yang diamati secara langsung dari pendidik, orang tua, dan lingkungan sekitar. Keteladanan tidak hanya membentuk perilaku lahiriah, tetapi juga membangun karakter secara menyeluruh melalui pembiasaan, contoh nyata, dan konsistensi tindakan. Dengan demikian, keteladanan merupakan metode pendidikan yang relevan dan efektif dalam membentuk akhlak mulia serta perlu diterapkan secara konsisten dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Analisis Tingkat Pemahaman Wasit dan Juri Pencak Silat Studi Evaluasi Kompetensi Muhammad Prawibowo; Rafsi Variel; Reski Saputra; Leri Leri; Ferdian Yuda Pratama; Fauzi Ahmad; Sandi Gunawan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35944

Abstract

Pencak Silat merupakan salah satu cabang olahraga bela diri tradisional Indonesia yang telah berkembang pesat di tingkat nasional maupun internasional. Dalam penyelenggaraan pertandingan resmi, peran wasit dan juri sangat krusial untuk menjamin objektivitas dan keadilan dalam penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman wasit dan juri terhadap aturan, teknik penilaian, serta kompetensi yang diperlukan dalam pertandingan Pencak Silat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 50 wasit dan juri aktif tingkat nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi dalam tingkat pemahaman, terutama pada aspek teknik penilaian. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan dan evaluasi berkala guna meningkatkan kompetensi wasit dan juri dalam menjaga standar penilaian yang adil dan professional
Systematic Literature Review: Kecemasan Matematika (Math Anxiety) ditinjau dari Teori Belajar Teori Sosiokognitif-Albert Bandura Sri Rezeki; Indah Fitriani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fenomena kecemasan matematika (math anxiety) melalui perspektif Teori Sosiokognitif Albert Bandura menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Analisis dilakukan terhadap berbagai literatur yang relevan dari database Garuda, Google Scholar, dan ERIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan matematika merupakan produk interaksi dinamis antara faktor personal, lingkungan, dan perilaku (triadic reciprocal determinism). Efikasi diri ditemukan sebagai prediktor utama; rendahnya keyakinan diri menyebabkan siswa mempersepsikan matematika sebagai ancaman yang menguras kapasitas memori kerja. Selain itu, perilaku guru dan pemodelan negatif berkontribusi pada penularan kecemasan. Simpulan penelitian ini menekankan bahwa strategi intervensi berbasis sosiokognitif, seperti pemberian pengalaman keberhasilan (mastery experiences) dan penciptaan lingkungan kelas yang suportif, efektif dalam mereduksi kecemasan serta meningkatkan performa kognitif siswa.
Pengelolaan Dana BOS dalam Perspektif Nilai-Nilai Pendidikan Islam Amila Nurshalati; Muh. Al Qadri; Nurlina Nurlina; Andi Abdul Hamzah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35946

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam perspektif nilai-nilai pendidikan Islam dengan menempatkan dimensi etis-spiritual sebagai fondasi tata kelola keuangan pendidikan. Fokus kajian diarahkan pada peran nilai amanah, shiddiq, ‘adalah, maslahah, dan syuro dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, keadilan alokasi, serta orientasi kemanfaatan publik dalam seluruh siklus pengelolaan dana BOS. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah secara sistematis buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan dana BOS yang hanya bertumpu pada kepatuhan administratif belum cukup menjamin integritas keuangan sekolah. Integrasi nilai-nilai pendidikan Islam berfungsi sebagai penguat moral pengelola dana, mendorong partisipasi kolektif, serta meminimalkan potensi penyimpangan anggaran. Dengan demikian, pengelolaan dana BOS berbasis nilai Islam tidak hanya bersifat teknis-prosedural, tetapi juga etis, transendental, dan berorientasi pada kemaslahatan pendidikan. Penelitian ini mengkaji pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam perspektif nilai-nilai Pendidikan Islam dengan tujuan merumuskan landasan etis bagi tata kelola dana pendidikan. Permasalahan penelitian difokuskan pada bagaimana prinsip-prinsip spiritual Islam dapat memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab dalam pengelolaan dana BOS. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah secara sistematis berbagai buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk memperoleh pemahaman konseptual yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan dana BOS menuntut kepatuhan terhadap regulasi serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dalam perspektif Islam, nilai amanah, keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab moral berfungsi sebagai fondasi normatif yang memperkuat integritas pengelola dana. Integrasi nilai-nilai tersebut menjadikan pengelolaan dana BOS tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga etis dan berorientasi pada kemaslahatan pendidikan.  
Bunga Anggrek Bulan Sebagai Ide Penciptaan Karya Batik Tulis Pada Kain Selendang Vina T iayustina; Jupriani Jupriani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga Anggrek Bulan adalah salah satu warisan budaya Indonesia, yang memiliki bentuk unik dan khas, serta nilai sejarah dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengangkat kembali bunga anggrek bulan sebagai inspirasi dalam penciptaan motif batik tulis pada kain selendang. Batik tulis dipilih karena keunikannya dalam merekam detail motif secara manual, menciptakan karya yang otentik dan bernilai seni tinggi. Metode penciptaan pada karya akhir ini dilakukan secara bertahap yaitu: tahap persiapan merupakan pengamatan yang berhubungan dengan ide awal dari ketertarikan penulis, elaborasi merupakan tahap mendalami dan menampilkan keunikan bunga anggrek bulan yang ditinjau dari situs internet kumpulan gambar dan survey kelapangan, sintesis merupakan penciptaan ide sebuah karya, realisasi konsep merupakan tahapan proses berkarya dan penyelesaian atau finishing karya. Berdasarkan metode yang dilakukan terciptalah karya yang berbentuk selendang dengan motif bunga anggrek bulan dengan teknik batik tulis. Penulis membuat tujuh karya yang berbentuk selendang memiliki judul: Rangkaian Dalam Selendang, Warisan Keanggunan Nusantara, Keindahan yang Bertutur, Rona Anggrek Bulan, Mekar, Kelopak yang bersinar, Keindahan dalam Proses.
Pemerolehan Bahasa Pada Anak Usia 6 Tahun (Kajian Sintaksis) Rini Marta Zohana; Tressyalina Tressyalina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa diperoleh manusia sejak lahir hingga usia lima tahun, yang dikenal dengan pemerolehan bahasa pertama. Pemerolehan bahasa pertama melalui beberapa tahap perkembangan yang berjalan sesuai dengan jadwal biologis seseorang, karena pemerolehan bahasa ini terjadi secara sadar dan berangsur-angsur seiring pertumbuhan anak. Penelitian tentang pemerolehan sintaksis pada anak khususnya di usia 6 tahun adalah kajian yang sangat menarik bagi penulis. Hal ini dikarenakan ketertarikan penulis terhadap ilmu psikolinguistik dan perkembangan bahasa anak-anak sejak lahir hingga dewasa. Apalagi ketika memasuki taman kanak-kanak, anak sudah mampu menggunakan struktur bahasa dengan baik dan sudah mampu menggunakan lebih dari 6 kata dalam satu kalimat. Penelitian dilakukan pada seorang anak yang bernama Chantika Azzahra Regar yang bertempat tinggal di Desa Sungai Jambur Kecamatan IX Koto Sungai Lasi Kabupaten Solok. Hasil penelitian menunjukkan anak tersebut bertuturan menggunakan bahasa Indonesia sudah mampu memperoleh bahasa dari segi sintaksis meskipun anak masih sedikit mengalami kesulitan dalam menyusun kata-kata menjadi sebuah kalimat secara benar. Hal ini dapat terlihat pada temuan penelitian yang dilakukan peneliti. Dimana dari 23 data yang peneliti temukan, data yang paling dominan muncul adalah data pemerolehan sintaksis klasifikasi kalimat sebanyak 12 data. Kemampuan anak dalam mengucapkan kalimat sudah mulai terasah apalagi anak sudah memasuki jenjang pendidikan yaitu TK. Sehingga anak sudah dapat berkomunikasi dengan baik meskipun masih kesulitan dalam menyusun kata-kata.
Implementasi Kegiatan Finger Painting dalam Pengembangan Kemampuan Ekspresi Diri Pada Anak Kelompok B di TK Unumuda Alam Mentari Yolan Marjuk; Anggita Maharani Rambe; Siti Hardianti; Pipit Trihaptari; Siti Fatimah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35976

Abstract

Kemampuan ekspresi diri merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan sosial emosional anak usia dini. Ekspresi diri berkaitan dengan kemampuan anak dalam mengungkapkan perasaan, pikiran, ide, serta imajinasi baik secara verbal maupun nonverbal. Namun, pada kenyataannya masih ditemukan anak yang mengalami kesulitan dalam mengekspresikan diri secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan finger painting dalam mengembangkan kemampuan ekspresi diri anak kelompok B di TK Unimuda Alam Mentari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 14 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan finger painting mampu memberikan ruang ekspresi yang aman dan menyenangkan bagi anak, sehingga terjadi peningkatan kemampuan anak dalam menyampaikan perasaan, mengungkapkan ide dan imajinasi, serta berani berkomunikasi secara verbal dan nonverbal. Dengan demikian, kegiatan finger painting dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan ekspresi diri anak usia dini.