cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha
ISSN : 26139626     EISSN : 26139618     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 805 Documents
SHOKU BUNKA SEBAGAI IDENTITAS KONTEMPORER DAN SOFT POWER DIPLOMACY PADA MASA KINI Adi Putra Laksana, Ketut Gede; Julietifany, Dwi; Ayuningrum, Novita Kumala
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 9 No. 3 (2023): Pendidikan dan Budaya Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v9i3.60743

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui perkembangan dari shoku bunka dan popularitas shoku bunka terhadap soft power diplomacy di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan adalah menggunakan metode berbasis internet (internet-based methods). Berdasarkan hasil penelitian, perkembangan shoku bunka sudah terjadi diperkirakan sejak 2000 tahun yang lalu. Popularitas shoku bunka di seluruh belahan dunia telah berhasil membangun diplomasi yang soft. Ini terbukti dari adanya restoran Jepang di beberapa negara terkhususnya Indonesia. Dapat dilihat dari nuansa restoran atau rumah makan, alat-alat makan yang digunakan, makanan yang sajikan sampai tata cara penyajiannya. Semua orang semakin terbiasa dengan menggunakan sumpit sebagai alat untuk makan, terbiasa dengan daging mentah seperti sushi dan sashimi. Bahkan ucapan ‘itadakimasu’ digunakan sehari-hari walaupun tidak berada di lingkungan Jepang. Muncul kebiasaan merapikan alat-alat makan ketika selesai makan dirumah makan, restoran atau di rumah sendiri. Secara tidak langsung shoku bunka telah membentuk soft power diplomacy antara Jepang dan Indonesia.
PENGARUH PARTISIPASI SISWA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER JAPANESE CLUB TERHADAP MINAT BELAJAR BAHASA JEPANG SISWA SMA NEGERI 9 PEKANBARU Sherly Indah Permata; Nana Rahayu; Dini Budiani
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 9 No. 3 (2023): Pendidikan dan Budaya Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v9i3.61196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler Japanese Club terhadap minat belajar bahasa Jepang siswa SMA Negeri 9 Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan metode deskriptif kuantitatif dengan angket sebagai instrumen penelitian. Responden dalam penelitian ini berjumlah 30 siswa yang mempelajari bahasa Jepang sebagai mata pelajaran lintas minat dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Japanese Club. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis korelasi Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah memperoleh nilai rata-rata 82 dan berada pada kategori sedang. Sedangkan minat belajar bahasa Jepang siswa memperoleh nilai rata-rata 82 dan berada pada kategori sedang. Adapun korelasi Product Moment antara partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler Japanese Club dan minat belajar bahasa Jepang siswa SMA Negeri 9 Pekanbaru diperoleh hasil sebesar 0,634. Korelasi dalam pernyataan tersebut adalah korelasi kuat.
PENGENALAN MUKASHI BANASHI MELALUI METODE STORYTELLING TERHADAP PENINGKATAN LITERASI SISWA KELAS 5 SD NEGERI BALOK KENDAL DENGAN MEDIA INTERAKTIF POWERPOINT Respati Nugrahadi, Danial; Nurhayati, Silvia; Supriatnaningsih, Rina
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 9 No. 3 (2023): Pendidikan dan Budaya Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v9i3.62041

Abstract

Kondisi kemampuan literasi membaca siswa Indonesia masih jauh di bawah harapan pemerintah dan literasi belum menjadi kebiasaan serta budaya bangsa Indonesia. Pendidikan dasar dalam pembelajarannya belum sama sekali mengenal bahasa asing seperti bahasa Jepang. Padahal banyak contoh penerapan bahasa/kebudayaan yang dapat dipelajari dari negara Jepang, salah satunya karya sastra berupa mukashi banashi atau disebut dongeng cerita rakyat. Penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran masih menggunakan hal yang sederhana. Padahal seiring waktu, penggunaan media jauh lebih menarik seperti penggunan media PowerPoint. Begitupun dengan penggunaan media yang masih sederhana cara pengajaran menjadi siswa lebih cepat bosan. Perlunya penunjang metode dan media pembelajaran harus diberikan secara menarik agar siswa dapat memahami dan meningkatkan literasi siswa. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan metode storytelling dengan menggunakan cerita dongeng Jepang (mukashi banashi) melalui media interaktif PowerPoint sebagai upaya untuk meningkatkan literasi siswa kelas 5 SD Negeri Balok Kendal. Metode pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan guru wali kelas 5 dan data sekunder berupa cerita dongeng Bahasa Jepang yang diambil dari website hukumusume.com. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan mukashi banashi melalui metode storytelling dengan media interaktif PowerPoint mendapatkan respon positif dari guru dan siswa serta dapat meningkatkan minat membaca siswa.
PENGARUH METODE MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS DONGENG Indriawati, Siska
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 9 No. 3 (2023): Pendidikan dan Budaya Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v9i3.62556

Abstract

Membaca pemahaman merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh pembelajar bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode mind mapping dalam pembelajaran membaca pemahaman pada mahasiswa angkatan 2020. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitiannya adalah mahasiswa angkatan 2020 Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Riau yang berjumlah 27 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes dan RPP. Bahan bacaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks dongeng. Diperoleh hasil bahwa metode mind mapping dapat membantu mahasiswa dengan mudah untuk menentukan poin-poin penting dalam teks dongeng. Sehingga dapat memperlancar kemampuan membaca pemahaman mahasiswa dalam memahami dan menceritakan kembali isi teks berdasarkan mind mapping yang telah dibuat.
PENGGUNAAN DAN MAKNA SETSUZOKUSHI ために DAN ように DALAM RAGAM TULIS (NHK ニュース) Devi Risqi Indrawati; Sri Aju Indrowaty
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 9 No. 3 (2023): Pendidikan dan Budaya Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v9i3.64905

Abstract

In Japanese, there are various kinds of setsuzokushi such as ために and ように. Many Japanese learners are confused in the use of these two setsuzokushi because they have the same but different function in the context of their use. This research uses a qualitative descriptive with observation method and literature study. This research aims to understand the usage and meaning of ために and ように correctly. The results are the use of ために combined with the first sentence which states the purpose that has been planned. Before ために is a dictionary form of verb or noun, verb that can be combined is verb which contains desires or intentions, whereas if a noun is added the particle の before ために. The use of ように is combined with the first sentence which states purpose or objectives of the condition. Verbs before ように are verbs that not contain desires or intentions but use dictionary or negative form potential verbs.
MAJAS SIMILE DAN METAFORA DALAM LAGU-LAGU KARYA OFFICIAL髭男DISM Driyawijaya, Randhyka Elga; Sudjianto; Bachri, Aep Saeful
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 9 No. 3 (2023): Pendidikan dan Budaya Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v9i3.65187

Abstract

This research aims to describe the similes and metaphors in the songs by OFFICIAL髭男DISM. This research is a qualitative descriptive research. The two figure of speech that are the focus of this research are simile (直喩) and metaphor (隠喩). The data collection technique used in this research is the method of listening and recording, After the data is collected, the data is analyzed using the content analysis method. Researchers collected data from 13 songs and found 15 sentences of similes and 7 metaphors
Representasi Kemiskinan pada Zaman Edo dalam Lirik Warabeuta Berjudul Hana Ichi Monme: Kajian Semiotika Roland Barthes Febryan Ariefandi; Aprillia Firmonasari
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 10 No. 1 (2024): Melihat Lebih Dekat Pembelajaran Bahasa Jepang dan Kebudayaan Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v10i1.65797

Abstract

Hana Ichi Monme ‘Satu Bunga Satu Monme’ adalah lagu tradisional anak Jepang yang keberadaaanya diperkirakan sudah ada sejak zaman Edo dan diperkenalkan secara turun temurun. Lagu ini menceritakan cara bermain dari permainan anak dengan judul yang sama. Menariknya, meski lagu ini bercerita tentang permainan anak, lirik penyusun lagunya terkesan samar. Diksi yang digunakan pun berpotensi memiliki makna ganda, yang dapat bermakna negatif maupun positif, tergantung dari perspektif mana kita memaknainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam makna yang terkandung dari liri lagu Hana Ichi Monme. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika. Untuk mengkaji datanya digunakan teori semiotika Roland Barthes. Melalui proses pemaknaan denotatif, konotatif dan mitos, diperoleh hasil bahwa lagu ini merepresentasikan kemiskinan pada zaman Edo. Representasi kemiskinan ini terwujud pada praktik jual beli anak gadis yang dilakukan oleh orang tua atau keluarga pada zaman itu agar terbebas dari belenggu hutang.
Korelasi Minat dan Kebiasaan Menonton Anime dengan Kemampuan Menyimak Bahasa Jepang UNNES Angkatan Wardani, Hayyin Fatika; Setiawati, Ai Sumirah
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 10 No. 1 (2024): Melihat Lebih Dekat Pembelajaran Bahasa Jepang dan Kebudayaan Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v10i1.66163

Abstract

Anime is one of the media that can be used to learn Japanese. This study aims to determine correlation between interests and habits of watching anime with ability to listen Japanese in PBJ UNNES students class of 2021. The research method used is descriptive quantitative with a sample of 30 people. Data collection techniques using questionnaires and tests.The results showed that (1) students’ interest in watching anime was in the high category while their habit of watching anime was in the low category.(2) there is a positive and significant correlation between interest in watching anime and the ability to listen Japanese. (3) there is a positive and not significant correlation between habit of watching anime and ability to listen Japanese. (4) there is a positive and significant correlation between interest and anime viewing habits, together with ability to listen Japanese as indicated by the correlation coefficient value at the 5% significance level, which is equal to (0.466) which indicates a moderate correlation level.
Pengembangan Media Pembelajaran Hiragana dan Katakana Berbasis Kodular Kana Tank Mujiono, Ahmad; Rohman, Yanuar Lutfi
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 10 No. 1 (2024): Melihat Lebih Dekat Pembelajaran Bahasa Jepang dan Kebudayaan Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v10i1.67206

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan R&D (Research and Development) atau penelitian pengembangan dengan tujuan untuk menghasilkan suatu produk dengan menggunakan desain dari Sugiyono. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran hiragana katakana berbasis kodular. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang Angkatan 2022. Metode pengumpulan data menggunakan angket, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan sampai 5 tahap dari 10 tahap dalam penelitian pengembangan. Hasil penelitian ini adalah media pembelajaran hiragana dan katakana berbasis Kodular dengan presentase kelayakan (1) penilaian dari ahli media mencapai 75% dengan kategori layak, sedangkan dari ahli materi mencapai 74% dengan kategori layak, (2) persepsi dari peserta didik terhadap media pembelajaran berbasis Kodular mencapai 90.7% dengan kategori baik. Diperoleh kesimpulan media pembelajaran hiragana katakana berbasis Kodular layak untuk digunakan. Aplikasi dapat di download pada link berikut: https://bit.ly/KanaTank
Analisis Kesulitan Mengungkapkan Argumentasi dalam Pidato Bahasa Jepang Mahasiswa Kaiwa V Yuniarsih; Hakim, Rurri Fadhillah; Sandi, Mutiara
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 10 No. 1 (2024): Melihat Lebih Dekat Pembelajaran Bahasa Jepang dan Kebudayaan Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v10i1.67517

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada 33 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang mengikuti perkuliahan Kaiwa V. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penyebab kesulitan mengungkapkan argumentasi dalam pidato bahasa Jepang serta strategi mahasiswa untuk mengatasi penyebab kesulitan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan kuisioner sebagai sumber data primer yang diperkuat dengan wawancara serta observasi yang dilakukan pada mahasiswa. Faktor penyebab kesulitan dikelompokan menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi pengetahuan kebahasaan, pengetahuan materi, penampilan, latihan dan psikologis. Sedangkan faktor eksternal meliputi suasana dan moda pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis ditemukan indeks persentase tertinggi untuk masing-masing faktor internal terletak pada keterbatasan kosakata, kebiasaan menerjemahkan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jepang, kurangnya referensi untuk memperkuat argumentasi, kurangnya latihan di luar perkuliahan, gugup saat melakukan kontak mata dengan audiens serta kebingungan saat menerima respon yang di luar prediksi. Sedangkan indeks persentase tertinggi untuk faktor eksternal terletak pada suasana ruangan yang tidak kondusif. Strategi mahasiswa untuk mengatasi kesulitan yang dialami adalah dengan mencari referensi materi, latihan berulang kali, menonton animasi/drama/mendengarkan lagu berbahasa Jepang untuk menambah kosakata serta selalu meyakinkan diri sendiri.