cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha
ISSN : 26139626     EISSN : 26139618     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 805 Documents
Efektivitas Penerapan Metode Active Learning Model Rotating Roles terhadap Kemampuan Berbicara Mahasiswa Kaiwa II : Penelitian Eksperimen pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Tahun Akademik 2022/2023 Universitas Negeri Jakarta Yuniarsih; Hakim, Rurri Fadhillah; Siti Rahayu, Indah
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 10 No. 1 (2024): Melihat Lebih Dekat Pembelajaran Bahasa Jepang dan Kebudayaan Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v10i1.67533

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran mahasiswa yang mengambil mata kuliah Kaiwa II cenderung pasif untuk menggunakan bahasa Jepang di kelas. Berdasarkan hasil wawancara dengan dosen pengampu, terdapat beberapa indikator yang mempengaruhi pasifnya mahasiswa pada saat pembelajaran. Kecenderungan aktif atau pasifnya mahasiswa terlihat pada kemampuan antara mahasiswa yang sudah pernah mempelajari bahasa Jepang lebih dahulu dengan mahasiswa yang baru memulai pembelajaran bahasa Jepang. Kemudian mahasiswa masih sangat terfokus dengan penggunaan pola kalimat ataupun kosakata ketika ingin berbicara bahasa Jepang, serta perbedaan minat terhadap kebudayaan Jepang juga dapat mempengaruhi kepercayaan diri mahasiswa ketika berbicara bahasa Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan metode Active Learning model Rotating Roles terhadap hasil belajar mata kuliah Kaiwa II. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode true experimental design. Adapun untuk penelitian ini, desain penelitian yang dipakai adalah pretest-posttest control group design dan populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Kaiwa II Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Jakarta. Dengan sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah mahasiswa Kaiwa II dari kelas A sebagai kelompok eksperimen dan kelas C sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 24 orang di setiap kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan angket. Hasil dari penerapan model Rotating Roles dalam pembelajaran Kaiwa II memperoleh t hitung sebesar 2,26 dengan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan (db) = 46 memperoleh t tabel yaitu 1,67. Dengan demikian (thitung > t tabel), dapat disimpulkan bahwa penerapan model Rotating Roles efektif meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa dalam perkuliahan Kaiwa II Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Jakarta tahun 2022/2023.
Analisis Pembentukan dan Perubahan Makna Wasei Eigo pada Situs Jejaring Sosial Ameba Blog Fauzi, Muhamad; Philiyanti, Frida; Retno Lestari, Dwi Astuti
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 10 No. 1 (2024): Melihat Lebih Dekat Pembelajaran Bahasa Jepang dan Kebudayaan Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v10i1.67586

Abstract

This study aims to identify the formation, change of meaning, and types of wasei-eigo found in the Ameba blog. The underlying theories are Tsujimura's (2014: 150) Japanese word formation, Irwin's (2011: 143) compound word shortening theory, Chaer's (2013: 140) meaning change theory, and wasei-eigo types according to Shibasaki, et al (2007: 90). The method used is qualitative descriptive method. The data analysis technique applied is translational pairing. The base technique is the technique of sorting out the determining elements (PUP) with the advanced technique of comparative relationship to distinguish (HBB). The analysis yielded 14 wasei-eigo words in the fashion category of Ameba blog. The data consisted of 9 compounds, 3 words experienced shortening type compound truncation, 1-word experienced shortening type morpho-orthographic truncation, and 1-word experienced shortening type compound truncation and ellipsis middle truncation. In the change of meaning, 4 data experienced narrowing, 1 data experienced expansion, and 9 data experienced total change of meaning. Additionally, out of the total data, 5 data involved imizuregata, 4 data involved eigohyougenfuzaigata, and 5 data involved tanshukugata and eigohyougenfuzaigata types
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA JEPANG MAHASISWA PROGRAM STUDI PENGELOLAAN PERHOTELAN DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING Wijayanti, Anak Agung Ratih
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 9 No. 3 (2023): Pendidikan dan Budaya Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v9i3.67835

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berbicara pada mahasiswa program studi pengelolaan perhotelan Diploma IV Fakultas Bisnis dan Pariwisata Universitas Triatma Mulya Tahun Akademik Genap 2022/2023. Subjek pada penelitian ini sejumlah 31 orang, dengan waktu penelitian dari Januari-Mei 2023. Penelitian ini dilaksanakan dengan langkah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tes lisan digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur kemampuan berbicara bahasa Jepang. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat peningkatan kemampuan berbicara mahasiswa pada pretes hingga tes siklus II. Model problem based learning yang diterapkan efektif melatih mahasiswa untuk dapat berpikir kritis dan menggunakan bahasa Jepang tersebut sebagai bahasa pengantar dalam mengatasi masalah tersebut. Pada penelitian ini digunakan subtema yang terkait dengan masalah yang banyak terjadi pada departemen food and beverage yang dilatih pada setiap siklusnya.
Representasi Halusinasi Tokoh Mima Kirigoe dalam Film Animasi PERFECT BLUE Karya Satoshi Kon Suryani, Putu Buda
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 10 No. 1 (2024): Melihat Lebih Dekat Pembelajaran Bahasa Jepang dan Kebudayaan Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v10i1.67845

Abstract

Anime Perfect Blue merupakan sebuah film animasi yang mengisahakan tentang seorang mantan idola yang memutuskan untuk memilih berkarir menjadi seorang aktris. Dalam perubahan karirnya, Mima mengalami banyak kendala serta rumor buruk yang menimpa Mima dalam berkarir. Banyaknya tekanan dan tuntutan pekerjaan, membuat kondisi mental Mima memburuk. Mima mulai mengalami halusinasi yang diakaibatkan stress tekanan pekerjaan dan menderita psikosis. Halusinasi yang dialami Mima sedikit banyak mempengaruhi keseharian dan pekerjaan Mima, seperti sulit untuk berkonsentrasi saat bekerja. Selain tekanan pekerjaan, adanya kasus kriminal yang berhubungan dengan Mima, membuat kondisi mental semakin memburuk. Pertanyaan dalam penelitian ini adalah bagaimana halusinasi yang dialami. Penelitian ini melihat bagaimana anime tersebut menggambarkan halusinasi yang dialami oleh Mima dan mengkaji secara mendalam, penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis teks.
Efektivitas Penggunaan Media Flashcard Terhadap Kemampuan Kosakata Bahasa Jepang Septiani, Hani; Sugihartono; Luviana Dewanty, Via
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 10 No. 1 (2024): Melihat Lebih Dekat Pembelajaran Bahasa Jepang dan Kebudayaan Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v10i1.68583

Abstract

Pembelajar bahasa Jepang di SMA masih kesulitan dalam mengingat kosakata bahasa Jepang. Hal tersebut ditunjukkan dari observasi yang dilakukan sebelum penelitian di SMA Labschool UPI. Hal tersebut disebabkan kurangnya media pembelajaran. Namun di era digital yang sudah canggih, media pembelajaran bisa dikembangkan menjadi bentuk multimedia. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui efektivitas penggunaan media flashcard terhadap kemampuan kosakata bahasa Jepang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain one group pretest-posttest. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X-1 SMA Labschool UPI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t-hitung 21,19 > t-tabel 2,06 pada derajat bebas (db) 25 dan taraf signifikan 2,06 dan 2,78. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa media flashcard dapat meningkatkan kemampuan kosakata bahasa Jepang dan efektif digunakan dalam pembelajaran bahasa Jepang. Media flashcard ini diharapkan dapar dijadikan bahan pengajaran, dikembangkan lebih lanjut menyangkut kemampuan lain dalam mata pelajaran lain, dan dapat dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan sampel yang lebih besar dan materi yang lebih luas.
Aplikasi Hey Japan: Learn Japanese dalam Pembelajaran Tata Bahasa Jepang Tingkat Dasar Maulidiah Permana, Risti; Luviana Dewanty, Via; Sugihartono
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 10 No. 1 (2024): Melihat Lebih Dekat Pembelajaran Bahasa Jepang dan Kebudayaan Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v10i1.68706

Abstract

Mempelajari tata bahasa yang benar dalam bahasa Jepang menjadi salah satu hal terpenting. Pembelajar harus memahami tata bahasa yang tepat dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berbagai aplikasi pembelajaran sudah tersedia salah satunya aplikasi Hey Japan:Learn Japanese. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari penerapan media aplikasi Hey Jepang dalam pembelajaran tata bahasa Jepang dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai rata-rata pre-test 41, 61 dan post-test 87,61, t-hitung 14,23 sedangkan t-tabel untuk db (25) dengan taraf signifikan 5% = 2,06 dan t-tabel dengan taraf signifikan 1% = 2,77. Dan dapat disimpulkan bahwa t-hitung lebih besar daripada t-tabel, maka hipotesis kerja (Hk) diterima. Hal ini membuktikan bahwa media pembelajaran berbasis aplikasi smartpohne ini dapat dapat dijadikan alternatif sebagai media belajar bahasa Jepang khususnya pada pembelajaran tata bahasa yang menarik, mudah digunakan dan fleksibel.
Analisis Kesalahan Penggunaan Partikel Wa dan Ga dalam Karangan Mahasiswa Safira, Dian; Setiawati, Ai Sumirah
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 10 No. 2 (2024): Bahasa Jepang Pada Pembelajaran, Media, dan Komunikasi
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v10i2.69280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kesalahan penggunaan partikel “wa” dan “ga” dalam karangan mahasiswa dan apa saja faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis keskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggalan-penggalan kalimat yang mengandung kesalahan serta hasil wawancara untuk mengetahui penyebab kesalahannya. Berdasarkan hasil dari penelitian, ditemukan 42 kalimat yang mengandung kesalahan. Kesalahan tersebut kemudian dikelompokkan menjadi empat pola yaitu pola kesalahan berkurang, pola kesalahan berlebih, pola kesalahan tertukar, dan pola kesalahan lain-lain. Dari ke-42 kalimat yang mengandung kesalahan, pola kesalahan yang paling banyak dilakukan adalah pola tertukar, yaitu sebanyak 33 kesalahan. Faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kesalahan berdasarkan hasil wawancara, yaitu mahasiswa kurang memahami fungsi penggunaan partikel “wa” dan “ga”. Sebanyak 70% dari 40 orang mahasiswa yang dijadikan responden melakukan kesalahan tersebut.
Penggunaan Shuujoshi Ne, Wa, dan Kana Dalam Drama Dragon Zakura 2 Aini, Alfina Nur; Indrowaty, Sri Aju
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 10 No. 2 (2024): Bahasa Jepang Pada Pembelajaran, Media, dan Komunikasi
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v10i2.69327

Abstract

Shuujoshi is a particle located at the end of a sentence. The purpose of this research is to find out what are the functions of shuujoshi ne, wa, and kana in Dragon Zakura 2 drama. This research uses qualitative methods with a descriptive approach. Based on the results of the study, there are 234 sentences containing shuujoshi ne, wa, kana in Dragon Zakura 2 drama. From 234 sentences, the researcher only analyzed 10 sentences, including 5 shuujoshi ne, 2 shuujoshi wa, and 3 shuujoshi kana. Shuujoshi ne serves to express agreement with the interlocutor; ask to get reassurance from the interlocutor; express awe, disappointment, surprise, etc.; subtly show requests to the interlocutor; and express an opinion. Shuujoshi wa serves to refine speech in a statement and express admiration, disappointment, surrender, etc. Shuujoshi kana serves to express expectations or supplications indirectly, show uncertainty or doubt, and ask something to the interlocutor.
Differences in Onomatopoeia Used by Japanese Men and Women in Social Media Twitter Annnastasya Prima Nadia Salsabila
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 10 No. 2 (2024): Bahasa Jepang Pada Pembelajaran, Media, dan Komunikasi
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v10i2.70054

Abstract

Japanese onomatopoeia, often referred to as giongo and gitaigo, is a word used to describe a sound or situation where the meaning of the word is derived from it's sounds or what it describes. While there have been many studies on Japanese onomatopoeia, there have not been many studies on the comparison of differences in usage. This study looked at the onomatopoeia used on Twitter by Japanese men and women in their 20s and 30s, and there were three main points that emerged from the study. First, compared to the same number of people posting at a single point in time, women were more likely than men to use onomatopoeia on Twitter. Secondly, for both men and women, the most commonly used onomatopoeia is めちゃめちゃ(mechamecha). Women use どきどき(dokidoki) more, while men use わくわく(wakuwaku) more. In addition, there was a significant difference in the use of わくわく(wakuwaku) between men and women. Finally, the most commonly used part of speech for onomatopoeia on Twitter was 副詞(fukushi/adverb), both for men and for women. While there are differences in how men and women use onomatopoeia, there are also some similarities.
Analisis Persepsi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang Terhadap Aksen Bahasa Jepang Iqkhoh Lusiana; Heni Hernawati
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 10 No. 2 (2024): Bahasa Jepang Pada Pembelajaran, Media, dan Komunikasi
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v10i2.70125

Abstract

This study aims to determine the ability of Japanese Language Education students at Semarang State University in identifying Japanese accents. The research method used is descriptive qualitative with data sources taken from the results of respondents' answers to perception tests regarding Japanese accents. The perception test was conducted using Praat through the Listening Experiments feature using MFC (Multiple Forced Choice) to distinguish ten pairs of Japanese vocabulary that have the same sound but have different accent patterns. The results showed that the correct answers from the test results of students' perception of Japanese accents were 55.23%. This shows that students' ability to identify Japanese accents is in the poor category. In other words, students have not been able to distinguish Japanese accents, especially in two vocabularies that have the same sound. This is due to the influence of the accent of vocabulary that has been learned first and the lack of sensitivity of students to changes in the rise and fall of accent tones.