cover
Contact Name
Bahrum Subagiya
Contact Email
bahgia990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.tawazun@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19786786     EISSN : 26545845     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam has a focus on the study of Islamic education with the following scope: 1. Islamic Education Management 2. Thought of Islamic education 3. Islamic science education 4. Islamic Guidance and Counseling
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
Program matrikulasi bahasa Arab pada pondok pesantren: Konsep dan relevansi Ibrahim, Moh; Tamam, Abas Mansur
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.16276

Abstract

Pesantren education has distinct characteristics and features in its matriculation system compared to the matriculation system in public schools. There are fundamental differences that can be observed in several aspects, such as the dominance of religious education in the matriculation curriculum, the 24-hour implementation of matriculation, the pesantren curriculum, and educational elements that involve the mosque, dormitories, and kiai (religious teachers) as integral parts of the pesantren matriculation system. All of these aspects indicate that the matriculation system in pesantren is not the same as the commonly applied matriculation system in schools. To facilitate the matriculation process for students to achieve optimal results, matriculation is divided into several categories, including matriculation in congregational prayer, Quran recitation, evening study supervision, extracurricular lessons, sports activities, lectures (muhadharah), language discipline, discipline in leaving the campus, and discipline in campus life. In Arabic Language matriculation, there are four integrative approaches applied, namely: 1) Humanistic Approach, 2) Aural and Oral Approach, 3) Analysis and Non-Analysis Approach, and 4) Communicative Approach. By integrating these four approaches, it is expected to create an active, communicative, cognitively intelligent, and speaking-centered learning experience. Abstrak          Pendidikan pesantren memiliki karakteristik dan ciri khas matrikulasi yang berbeda dengan sistem matrikulasi di sekolah umum. Terdapat perbedaan mendasar yang dapat dilihat dari beberapa hal, seperti dominasi materi matrikulasi yang berfokus pada pendidikan keagamaan, pelaksanaan matrikulasi selama 24 jam, kurikulum pesantren, serta elemen-elemen pendidikan yang melibatkan masjid, asrama, dan kiai sebagai bagian integral dari sistem matrikulasi pesantren. Semua aspek ini menunjukkan bahwa sistem matrikulasi di pesantren tidaklah sama dengan sistem matrikulasi yang umum diterapkan di sekolah. Demi memfasilitasi proses matrikulasi santri agar mencapai hasil yang optimal, matrikulasi dibagi ke dalam beberapa kategori, termasuk matrikulasi dalam shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, pengontrolan belajar malam, pelajaran ekstrakurikuler, kegiatan olahraga, muhadharah (ceramah), disiplin bahasa, disiplin keluar kampus, dan disiplin kehidupan di dalam kampus. Dalam matrikulasi Bahasa Arab, terdapat empat pendekatan yang diterapkan secara integratif, yaitu: 1) Pendekatan Humanistik. 2) Pendekatan Aural dan Oral 3) Pendekatan Analisis dan Non Analisis 4) Pendekatan Komunikatif. Dengan mengintegrasikan keempat pendekatan tersebut, diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, komunikatif, cerdas secara kognitif, dan berpusat pada kemampuan berbicara.
Implementasi pengajaran Adab di Kuttab Ummul Quro Hamka, Muhammad; Alim, Akhmad
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i2.16284

Abstract

Education is a fundamental aspect that should be accessible to all human beings on earth, especially the children of the Indonesian nation. Through education, the Indonesian nation can cultivate high-quality scholarly character. The importance of ethical and moral values in education is key to advancing civilization in navigating life on this planet. Present-day education is closely linked to the goals of national education, one of which is to nurture the potential of students with noble character. Character education is regulated through the method of teaching etiquette implemented by several educational institutions, especially in Indonesia. For example, Kuttab Ummul Quro Cibinong aims to produce well-mannered and morally upright students or graduates. They employ the method of teaching etiquette through exemplary behavior, habituation, motivation, and prayer as the weapons of the faithful. This research aims to evaluate the extent to which the method of teaching etiquette is applied by these two educational institutions. This field research method involves interviews, observations, and literature reviews as the main approaches. It is hoped that the results of this research can provide a clear description of the method of teaching etiquette at Kuttab Ummul Quro. Through identifying deficiencies in the applied teaching methods, researchers hope to provide relevant thought contributions that can be further developed in the school. Thus, it is expected to improve the quality of character education desired by the community and educators in Indonesia. Abstrak Pendidikan merupakan hal fundamental yang harus diakses oleh seluruh umat manusia di bumi, terutama anak bangsa Indonesia. Melalui pendidikan, bangsa Indonesia dapat membentuk karakter keilmuan yang berkualitas. Pentingnya nilai-nilai etika dan moralitas dalam pendidikan menjadi kunci untuk memajukan peradaban dalam menjalani kehidupan di bumi ini. Pendidikan saat ini memiliki hubungan erat dengan tujuan pendidikan nasional, salah satunya adalah menciptakan potensi peserta didik yang berakhlak mulia. Pendidikan karakter diatur melalui metode pengajaran adab yang diimplementasikan oleh beberapa institusi pendidikan, terutama di Indonesia. Contohnya, Kuttab Ummul Quro Cibinong memiliki tujuan untuk menghasilkan peserta didik atau lulusan yang beradab dan berakhlak mulia. Mereka menggunakan metode pengajaran adab melalui keteladanan, pembiasaan, motivasi, dan doa sebagai senjata orang beriman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana metode pengajaran adab yang diterapkan oleh dua institusi pendidikan tersebut. Metode penelitian lapangan ini melibatkan wawancara, observasi, dan kajian pustaka sebagai pendekatan utama. Harapannya, hasil penelitian ini dapat memberikan deskripsi yang jelas tentang metode pengajaran adab di Kuttab Ummul Quro. Melalui identifikasi kekurangan dalam metode pengajaran yang diterapkan, peneliti berharap dapat memberikan sumbangan pemikiran yang relevan dan dapat dikembangkan lebih lanjut di sekolah tersebut. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan karakter yang diinginkan oleh masyarakat dan pendidik di Indonesia.
Strengthening the Islamic personality to reduce moral disengagement in Madrasah Aliyah students Ru'iya, Sutipyo; Sutrisno; Suyadi; Supriyanto, Agus; Dewantoro, Hajar
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i2.16325

Abstract

This research is field research with quantitative research methods. This research examines two variables, namely the independent variable Islamic personality and the dependent variable moral disengagement. The aim of this research is to find out how high the level of Islamic personality of Madrasah Aliyah Negeri 2 Kulonprogo students is. How high is the level of moral disengagement of Madrasah Aliyah Negeri 2 Kulonprogo students? How big is the influence of Islamic personality on moral disengagement among students at Madrasah Aliyah Negeri 2 Kulonprogo. The research subjects were 155 students of Madrasah Aliyah Negeri 2 Kulonprogo. Data was collected through a questionnaire that refers to the Islamic personality scale which has four dimensions and moral disengagement which has eight dimensions. Data were analyzed using descriptive analysis and product moment analysis. The research results show that the level of Islamic personality of MAN Kulonprogo students is at a very high level, namely 82.5% very high and 14% high. Meanwhile, the level of moral disengagement among MAN Kulonprogo students is at a very low level, namely 62.6% very low and 29% low. The relationship between Islamic personality and moral disengagement is known from the R value = -0.286. From the R2 value to R-Square which indicates an influence of 0.082 or 8.2%. From these results it can be concluded that the higher the level of Islamic personality in MAN students, the lower their level of moral disengagement will be. Abstrak Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini meneliti dua variabel, yaitu variabel bebas kepribadian Islami dan variabel terikat moral disengagement. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kepribadian Islami siswa Madrasah Aliyah Kulonprogo, seberapa tinggi tingkat moral disengagement siswa Madrasah Aliyah Kulonprogo, dan seberapa besar pengaruh kepribadian Islami terhadap moral disengagement pada siswa Madrasah Aliyah Kulonprogo. Subyek penelitian adalah siswa-siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Kulonprogo sebanyak 155 orang. Data dikumpulkan melalui angket yang mengacu kepada skala Islamic personality yang mempunyai empat dimensi dan moral disengagement yang mempunyai delapan dimensi. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis product moment. Hail penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepribadian Islami siswa MAN Kulonprogo berada pada tingkat sangat tinggi yaitu 82,5% sangat tinggi dan 14% tinggi. Sementara itu tingkat moral disengagement pada siswa MAN Kulonprogo berada pada tingkat sangat rendah yaitu 62,6% sangat rendah dan 29% rendah. Hubungan antara kepribadian Islami dengan moral disengagement diketahui dari nilai R= -0,286. Dari nilai R2 menjadi R-Square yang menandakan pengaruh sebesar 0,082 atau 8,2%. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat kepribadian Islami pada siswa MAN, maka akan semakin turun tingkat moral disengagement pada mereka.
The Concept of Exemplary Stories in Religious Maturity at Kindergarten Suci Istriana; Rahman, Imas Kania; Indra, Hasbi
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i2.16329

Abstract

Children aged 5-6 years or equivalent to Kindergarten level B should be presented with real stories that can be used as examples. Unfortunately, most parents at home and teachers at school still read their children more fictitious stories, commonly called fairy tales. Therefore, the intake of exemplary stories containing uswatun hasanah is needed to help children achieve religious maturity following the stages of their age development. This research aims to find the concept of exemplary stories in religious maturity in kindergarten. The researcher used a qualitative approach by using a literature study. The findings of this study are exemplary story materials in religious maturity that have been conceptualized specifically for kindergarten. The findings of this exemplary story concept material can be used by kindergarten teachers to increase the religious maturity of students in terms of faith, worship, and morals. Abstrak Anak-anak usia 5-6 tahun atau setara dengan Taman Kanak-kanak tingkat B seharusnya disuguhkan dengan kisah-kisah nyata yang dapat dijadikan teladan. Sayangnya, kebanyakan orang tua di rumah dan guru di sekolah masih lebih banyak membacakan anak-anaknya cerita-cerita khayalan yang bersifat fiktif atau biasa disebut dongeng. Oleh karena itu, asupan kisah-kisah teladan yang mengandung uswatun hasanah sangat dibutuhkan untuk membantu anak mencapai kematangan beragama sesuai dengan tahapan perkembangan usianya. Tujuan penelitian ini adalah menemukan konsep kisah teladan dalam kematangan beragama pada taman kanak-kanak. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi literatur. Temuan dari penelitian ini adalah materi kisah teladan dalam kematangan beragama yang telah dikonsep khusus untuk taman kanak-kanak. Temuan materi konsep kisah teladan ini dapat digunakan oleh para guru taman kanak-kanak dalam meningkatkan kematangan beragama anak didik dalam sisi akidah, ibadah, dan akhlak.
Universal Religious Learning Model (Studi Pengamalan Al Qur’an Surat An-Nahl Ayat 125): Studi pengamalan Alquran surat An-Nahl Ayat 125 Almas, Afiq Fikri
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.16368

Abstract

Humans cling to the Quran as a source of education, teaching a way of life, and offering many insights into the existence of life that brings life. Many aspects of religious education are also contained in the Qur'an, one of which is the management of the learning process by implementing a universal model for all human groups. The subject matter in this paper is (1) The essence of a universal religious learning model is contained in Q.S. An-Nahl verse 125, (2) The implementation of a religious learning model using the Bil Hikmah model, the Al Mau'idzhah Hasanah model and the Mujaadalah Billatii Hiya Ahsan model is very relevant for junior and senior high school levels. This research uses descriptive qualitative method and tahliliy or tajzi'iy interpretation approach, as well as book survey or literature study used to collect the opinions of mufasirin and equipped with data sources from relevant books. The results of this study found several novelty, namely: (1) Based on the practice of the Qur'an letter An-Nahl verse 125 in the study of education there are three universal religious learning models which include educational models through bil-hikmah, educational models through Al Mau'idzah Al Hasanah, and educational models through Mujaadalah Billatii Hiya Ahsan. (2) The Universal Religious Learning Model (URLM) can be applied in Islamic religious studies in particular and can also be applied in learning religions other than Islam through material content according to their respective beliefs and religions in junior high school or high school. Abstrak Manusia berpegang teguh pada Alquran sebagai sumber pendidikan, mengajarkan cara hidup, dan menawarkan banyak wawasan tentang keberadaan hidup yang menghidupkan. Aspek pendidikan agama juga banyak terkandung di dalam Alquran yang salah satunya adalah pengelolaan proses pembelajaran dengan mengimplementasikan model universal untuk semua kelompok manusia. Pokok bahasan dalam tulisan ini yaitu (1) Esensi model pembelajaran agama yang universal terkandung dalam Q.S. An-Nahl ayat 125, (2) Implementasi model pembelajaran agama dengan menggunakan model Bil Hikmah, model Al Mau’idzhah Hasanah dan model Mujaadalah Billatii Hiya Ahsan sangat relevan untuk tingkat SMP dan SMA sederajat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan tafsir tahliliy atau tajzi'iy, serta book survey atau studi literatur digunakan untuk mengumpulkan pendapat para mufasirin dan dilengkapi dengan sumber data dari kitab yang relevan. Hasil penelitian ini menemukan beberapa novelty yaitu: (1) Berdasarkan pengamalan dari Alquran surat An-Nahl ayat 125 dalam kajian pendidikan terdapat tiga model pembelajaran agama yang universal yang meliputi model pendidikan dengan melalui bil-hikmah, model pendidikan dengan melalui Al Mau'idzah Al Hasanah, dan model pendidikan dengan melalui Mujaadalah Billatii Hiya Ahsan. (2) Universal Religious Learning Model (URLM) dapat diterapkan dalam pembelajaran-pembelajaran agama Islam khususnya dan juga dapat diterapkan dalam pembelajaran agama selain agama Islam melalui konten materi sesuai keyakinan dan agamanya masing-masing di SMP ataupun SMA.
Kurikulum pendidikan toleransi untuk pesantren tingkat SMA Rojik, Ahmad; Alim, Akhmad
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.16464

Abstract

Tolerance education is a process in which teachers teach students to accept and respect differences in society. Indonesia as a country with a diversity of community backgrounds needs a tolerance education curriculum to prepare students to deal with these differences. This study aims to describe the tolerance education curriculum in high school boarding schools, with data collected through documentation studies and interviews at Darel Azhar Islamic Boarding School in Rangkasbitung, Lebak, Banten. The results showed that the tolerance curriculum at the boarding school aims to form students who can accept differences, are good at mingling with the community, are firm in aqidah, are good at getting along without melting, and have an unemotional personality. Curriculum materials include an understanding of the diversity of beliefs, comparative religion, and the development of social skills. The pesantren also uses real experience strategies such as dormitory moves, scientific discussions, and da'wah programs to build tolerance. Debriefing programs, educational visits, and student exchanges are also used to improve understanding and tolerance skills. Evaluation is carried out on the objectives, curriculum content, learning strategies, and assessment programs to ensure conformity with the institution's vision-mission and success in achieving tolerance education goals. Abstrak Pendidikan toleransi adalah proses di mana guru mengajarkan siswa untuk menerima dan menghormati perbedaan dalam masyarakat. Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman latar belakang masyarakatnya membutuhkan kurikulum pendidikan toleransi untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi perbedaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kurikulum pendidikan toleransi di pesantren tingkat SMA, dengan data yang dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan wawancara di Pondok Pesantren Darel Azhar Rangkasbitung, Lebak, Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum toleransi di pondok pesantren tersebut bertujuan membentuk siswa yang dapat menerima perbedaan, pandai bermuamalah dengan masyarakat, teguh dalam aqidah, pandai bergaul tanpa melebur, dan memiliki kepribadian yang tidak emosional. Materi kurikulum mencakup pemahaman akan keragaman keyakinan, perbandingan agama, dan pengembangan keterampilan sosial. Pondok Pesantren juga menggunakan strategi pengalaman nyata seperti perpindahan asrama, diskusi ilmiah, dan program dakwah untuk membangun toleransi. Program pembekalan, kunjungan edukatif, dan pertukaran pelajar juga digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan toleransi. Evaluasi dilakukan terhadap tujuan, isi kurikulum, strategi pembelajaran, dan program penilaian untuk memastikan kesesuaian dengan visi-misi lembaga dan keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan toleransi.
Keterampilan Sosial Siswa Korban Bullying Kelas IX SMP MQ Al-Islami Cikaret Cibinong Kabupaten Wahdani, Ira; Rahman, Imas Kania; Triwulandari , Retno
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i2.16476

Abstract

Bullying become cases of violence that often occur in educational environments, and increase every year. Bullying behavior can hinder an individual's social skills. This research aims to (1) determine the levelbullying class IX students of MQ Al-Islami Middle School, (2) knowing the level of social skills of class IX students of MQ Al-Islami Middle School, (3) knowing the influencebullying on the social skills of class IX students at MQ Al-Islami Middle School. The research method used is ex-post facto or casual comparative. The research results show that: 1) Levelbullying class IX students of MQ Al-Islami Middle School in the medium category. The research results show the levelbullying Class IX students of MQ Al-Islami Middle School score results are knownbullying of 88.5, this value is classified as moderate. 2) The level of social skills of class IX students at MQ Al-Islami Middle School obtained a score of 62.37, this value is classified as low. 3) The results of the hypothesis test carried out show that there is a significant influencebullying on social skills with a regression value obtained with a significance value of 0.034 <0.05, with variable contributionbullying on social skills of 0.058 (5.8%). So it is concluded that bullying can affect students' skills. Abstrak Bullying menjadi kasus kekerasan yang sering terjadi dilingkungan pendidikan, dan meningkat setiap tahunnya. Perilaku bullying dapat menghambat keterampilan sosial yang dimiliki oleh individu. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat bullying siswa kelas IX SMP MQ Al-Islami, (2) mengetahui tingkat keterampilan sosial siswa kelas IX SMP MQ Al-Islami, (3) mengetahui pengaruh bullying terhadap keterampilan sosial siswa kelas IX SMP MQ Al-Islami. Metode penelitian yang digunakan adalah ex-post facto atau kasual komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat bullying siswa kelas IX SMP MQ Al-Islami pada kategori sedang  Hasil penelitian menunjukkan tingkat bullying siswa kelas IX SMP MQ Al-Islami diketahui hasil skor bullying sebesar 88,5, nilai ini tergolong dalam sedang. 2) Tingkat keterampilan sosial siswa kelas IX SMP MQ Al-Islami diperoleh hasil skor sebesar 62,37 nilai ini tergolong pada kategori rendah. 3) Hasil uji hipotesis yang dilakukan menunjukkan terdapat pengaruh signifikan bullying terhadap keterampilan sosial dengan nilai regresi yang diperoleh nilai signifikansi 0,034 < 0,05, dengan kontribusi variabel bullying terhadap keterampilan sosial sebesar 0,058 (5,8%). Sehingga disimpulkan bullying dapat mempengaruhi keterampilan siswa.
Transformasi Karakter Religius: Implementasi Nilai-Nilai Agama Islam pada Standar Ubudiyah dan Akhlakul Karimah (SKUA) Prayoga, Andry Syahrul; Sahri, Iksan Kamil
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i2.16478

Abstract

The lack of attention of adolescents to the quality of worship is a challenge that needs serious attention in the education sector. In an effort to transform the religious character of Madrasah Aliyah Negeri 2 Nganjuk through the program (SKUA) is expected to bring changes, both in the aspects of forming, increasing, and strengthening the religious character of students at Madrasah Aliyah Negeri 2 Nganjuk. This research uses qualitative research methods with a field approach. The data collected consisted of primary and secondary data. Data collection methods include observation, interview, and documentation. Data analysis follows the concept proposed by Miles and Huberman, which emphasizes an interactive and continuous process in each stage of the research. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and conclusion verification. Data validity was verified through observer accuracy, triangulation, and discussion with peers. The results of this study indicate that the transformation of students' religious character has a significant impact on the quality of students' ubudiyah and akhlakul karimah such as sincerity in carrying out daily worship activities and positive daily behavior which includes speaking politely and acting in accordance with religious character.Keywords: Akhlakul Karimah; Islamic Religious Values; Religious Character; UbudiyahAbstrakKurangnya perhatian remaja terhadap kualitas ibadah menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius dalam sektor pendidikan. Dalam upaya untuk mentransformasi karakter religius Madrasah Aliyah Negeri 2 Nganjuk melalui program (SKUA) diharapkan dapat membawa perubahan, baik pada aspek pembentukan, peningkatan, maupun penguatan terhadap karakter religius siswa di Madrasah Aliyah Negeri 2 Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan lapangan. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti konsep yang diajukan oleh Miles dan Huberman, yang menekankan pada proses interaktif dan berkelanjutan dalam setiap tahapan penelitian. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diverifikasi melalui ketelitian pengamat, triangulasi, dan diskusi dengan rekan sejawat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi karakter religius siswa berdampak signifikan terhadap kualitas ubudiyah dan akhlakul karimah siswa seperti ikhlas dalam menjalankan kegiatan ibadah sehari-hari dan berperilaku positif sehari-hari yang mencakup bertutur kata sopan dan bertindak sesuai dengan karakter religius.
Pendidikan usia prabaligh dalam surat An-Nuur ayat 31 dan 58 dalam tinjauan tafsir dan sains Jatiningsih, Euis Sufi; Rahman, Imas Kania; Tanjung, Hendri
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i2.16545

Abstract

It is quite disturbing to see the moral state of teenagers today. Poor religious maturity is demonstrated by deviations in sexual behaviour, crime, and morality. Therefore, it is crucial to focus on education while a child is a pre-teen. This essay analyses Surah An-Nuur verses 31 and 58 in relation to the pre-baligh age's educational component. The research is being done in order to give us, as parents and Muslim communities, a solid and fundamental understanding of how to carry out the education process for kids in the pre-baligh age range. The approach employed in this study is library research with primary data drawn from Surah An-Nuur verses 31 and 58 as well as their numerous book-based interpretations, and secondary data drawn from many related books and articles. From this research it can be formulated that pre-baligh age education needs to pay attention to the following things: 1) Children pre balighaged must be kept safe so that they do not see their private parts 2) Children aged pre baligh be taught the etiquette of entering other people's rooms 3) Children pr baligh aged must know how to be ready for mahrom and know the limits of their private parts 4) Children aged before puberty must be kept away from watching or displaying pornography, because it will damage the brain and will further damage one's achievements and morals. Abstrak Melihat kondisi moral anak-anak remaja akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan. Penyimpangan perilaku seksual kejahatan dan buruknya akhlak menunjukkan kematangan religiusitas yang kurang baik. Maka sangat penting diperhatikan Pendidikan di usia prabaligh. Tulisan ini mengupas sisi Pendidikan usia prabaligh dari surat an Nuur ayat 31 dan 58. Tujuan dari penelitian yang diakukan adalah agar kita, para orangtua dan masyarakat muslim memiliki pemahaman yang kuat dan mendasar dalam melakukan proses Pendidikan terhadap anak di usia prabaligh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research dengan data primer yaitu kitab tafsir dari surat An Nuur ayat 31 dan 58 beserta dari berbagai kitab, sebagai data sekunder digunakan berbagai buku dan artikel terkait. Dari penelitian ini ditemukan bahwa Alquran sangat selaras dengan sains dalam menjelaskan Pendidikan usia prabaligh. Bahwa dalam pendidikan prabaligh perlu diperhatikan beberapa hal yaitu: 1) Anak usia prabaligh harus dijaga agar tidak melihat aurat 2) Anak usia prabaligh harus diajari adab memasuki kamar orang lain 3) Anak usia prabaligh harus mengetahui siapa saja mahrom dan mengetahui batasan auratnya 4) Anak usia prabaligh harus dijauhkan dari tontonan atau tayangan pornografi, karena akan merusak otak dan selanjutnya akan merusak prestasi dan akhlaknya.
Kajian kritis tentang histori problematika kesetaraan gender dalam perspektif pendidikan Islam Darwis, Adnan; Supraha, Wido; Tamam, Abas Mansur
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i2.16584

Abstract

Gender equality in the history of human civilization, especially in the pre-Islamic context, has been a discourse that continues to be criticized until now, especially by feminists. This gender problem is often associated with the story of the creation of Adam and Eve, which although it has been criticized, is still used as a basis for understanding gender equality. This research aims to critically examine the history of gender equality problems in the perspective of Islamic education. This research uses qualitative, descriptive, and library research methods. The results show that the philosophy of Islamic education, which is based on the Quran and hadith, has brought significant improvements to the condition of women since pre-Islamic times until now. This conclusion contradicts the Western concept of gender equality that often distances humans from their nature. This research emphasizes the importance of the Islamic educational perspective in promoting equality of dignity and opportunities for activities and achievements of women properly and correctly, which places the glory of women as it should be, and according to the dignity and dignity of women in the sight of Allah Ta'ala. Abstrak Kesetaraan gender dalam sejarah peradaban manusia, terutama dalam konteks pra-Islam, telah menjadi diskursus yang terus dikritisi hingga kini, khususnya oleh kaum feminis. Problematika gender ini sering dikaitkan dengan kisah penciptaan Adam dan Hawa, yang meskipun telah dikritisi, masih dijadikan dasar dalam memahami kesetaraan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis histori problematika kesetaraan gender dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, deskriptif, dan library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi pendidikan Islam, yang berlandaskan pada Quran dan hadits, telah membawa perbaikan signifikan bagi kondisi perempuan sejak masa pra-Islam hingga kini. Kesimpulan ini bertentangan dengan konsep kesetaraan gender dari Barat yang sering menjauhkan manusia dari fitrahnya. Penelitian ini menegaskan pentingnya perspektif pendidikan Islam dalam mengusung kesetaraan harkat dan kesempatan beraktivitas dan berprestasi para kaum perempuan secara baik dan benar, yang menempatkan kemuliaan perempuan sebagaimana mestinya, dan sesuai harkat dan martabat kewanitaannya di hadapan Allah Ta’ala.