cover
Contact Name
Bahrum Subagiya
Contact Email
bahgia990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.tawazun@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19786786     EISSN : 26545845     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam has a focus on the study of Islamic education with the following scope: 1. Islamic Education Management 2. Thought of Islamic education 3. Islamic science education 4. Islamic Guidance and Counseling
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
Adaptive Learning Organizations (ALOs) Madrasah Aliyah Sistem Ma’had (Islamic Boarding School) Wasila, Faizatul; Arifin, Imron; Maisyaroh
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.15509

Abstract

This research aims to explore the Adaptive Learning Organization (ALOs) implemented in the Madrasah system Ma'had (Islamic Boarding School) studied at MA Salsabila Islamic Boarding School. Madrasah is an Islamic educational institution which is known for its success in forming the religious character of students, especially a madrasah which has a Ma'had or Islamic Boarding School (IBS) which is increasingly in demand by the community. To maintain the existence of change so that it remains superior and a reference, there needs to be an adaptive strategy to form a good Learning Organization. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques using interviews, documentation and observation. The results of this research state that ALOs begin by analyzing internal and external changes in madrasas, by expanding the scope of cooperation (networking) as well as selecting and sorting the entire process, making madrasas distinctive (distinctive) and also reflected in the teaching and learning process between educators and students in Madrasah. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggali terkait Adaptive Learning Organization (ALOs) yang diterapkan di madrasah sistem Ma’had (Islamic Boarding School) studi di MA Salsabila Islamic Boarding School. Madrasah merupakan Lembaga Pendidikan Islam yang dikenal dengan keberhasilannya dalam membentuk karakter siswa yang religius, terlebih lagi suatu madrasah yang memiliki Ma’had atau Islamic Boarding School (IBS) yang kian diminati oleh masyarakat. Untuk menjaga eksistensi dari perubahan supaya tetap unggul dan rujukan perlu adanya strategi adaptif guna membentuk Learning Organization yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa ALOs diawali dengan menganalisis perubahan internal dan eksternal madrasah, dengan perluasan cakupan kerja sama (networking) serta pemilihan dan pemilahan keseluruhan proses, membuat madrasah menjadi khas (distingtif) dan juga tergambar dalam proses belajar mengajar antara pendidik dan santri di Madrasah.
Adab Peserta Didik Menurut Abdullah Al Haddad Wiguna, Bagus; Arsyad, Junaidi; Hanum, Azizah
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.15629

Abstract

This research aims to see Abdullah al-Haddad's role in education and his thoughts about student etiquette. This research uses qualitative methods with a library research approach. The data analysis process is carried out by reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of the research show that from Al-Haddad's perspective, students must have potential in terms of religious spirituality which is in line with Al-Haddad, that education is a way of seeking knowledge given by Allah SWT, knowledge is achieved by increasing devotion to Allah SWT and imitating the Prophet Muhammad in morals in the surrounding environment. Students' manners must also adapt to the Islamic education curriculum which consists of religious basics, philosophical basics, psychological basics and social basics. The educational methods according to Al-Haddad are Targhib (motivation), Tarim (forbid), Tahrij (distance yourself), and Uswah (exemplary). According to Al-Haddad, students must have good manners, good qualities and have good manners towards their teachers. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran Abdullah al-Haddad di dalam pendidikan dan pemikirannya tentang adab peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Proses analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perspektif Al-Haddad peserta didik harus memiliki potensi dalam segi spiritual keagamaan yang sejalan dengan Al-Haddad, bahwa pendidikan sebagai jalan menuntut ilmu yang diberikan Allah Swt., ilmu dicapai dengan semakin meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dan meneladani Rasulullah SAW dalam hal akhlak di lingkungan sekitar. Adab peserta didik juga harus menyesuaikan dengan kurikulum pendidikan Islam yang terdiri dari dasar agama, dasar falsafah, dasar psikologi dan dasar sosial. Adapun metode pendidikan menurut Al-Haddad yaitu Targhib (motivasi), Tarim (melarang), Tahrij (menjauhkan diri), dan Uswah (keteladanan). Peserta didik menurut Al-Haddad haruslah memiliki adab yang baik, sifat-sifat yang baik dan mempunyai adab kepada gurunya
ANALISIS PERBANDINGAN PENDIDIKAN ADAB MURID KEPADA GURU PERSPEKTIF AZ-ZARNUJI DAN AL-GHAZALI Permana, Galih; Purnama, Hikmat; Dewajanti, M. Zeni
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.15784

Abstract

Az-Zarnuji & Al-Ghazali are religious figures who are aware of the importance of etiquette in education. The relationship between teacher & student must be maintained consciously. Both have the same vision & mission in increasing insight among humanity so that they can raise their dignity in the educational path. In carrying out the educational process, students of science have ethics & manners in seeking knowledge. The purpose of this research is to find out students' manners towards teachers from Az-Zarnuji's perspective & Al-Ghazali's perspective, to find out the comparison of Az-Zarnuji's & Al-Ghazali's perspectives regarding students of science. The benefits of this research are increasing the researcher's insight & knowledge about student etiquette towards teachers from the perspective of Az-Zarnuji & Al-Ghazali, so that in the future it can be used as a reference for behavior. The method used in this research uses descriptive qualitative research with a library research approach which focuses on a series of research relating to library data collection methods or research carried out in libraries. Content analysis method, namely the data obtained is textual descriptive data. The results of the research are that the etiquette of students towards teachers from Az-Zarnuji's perspective has eleven points, while the etiquette of students towards teachers from Al-Ghazali's perspective has thirteen points. knowledge, patient, wara', merciful, humble, obeying rules, persistent & disciplined, sensitive to the environment, adaptive & diligent in seeking knowledge. The difference in student behavior towards teachers according to Az-Zarnuji & Al-Ghazali's perspective is that Sheikh Az-Zarnuji prioritizes the method of wisdom & instills an ascetic attitude in seeking knowledge. Meanwhile, Imam Al-Ghazali prefers scientific ethical methods & prioritizes students being critical & disciplined individuals in gaining knowledge. Abstrak Az-Zarnuji dan Al-Ghazali adalah tokoh agama yang memiliki kesadaran tentang pentingnya adab dalam pendidikan. Hubungan antara guru dan murid harus terjaga secara sadar. Keduanya memiliki visi dan misi yang sama dalam menambah wawasan di kalangan umat manusia sehingga dapat mengangkat harkat dan martabatnya dalam jalur pendidikan. Dalam melakukan proses pendidikan para penuntut ilmu mempunyai etika dan adab dalam mencari ilmu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adab murid kepada guru perspektif Az-Zarnuji dan perspektif Al-Ghazali, untuk mengetahui perbandingan pandangan perspektif Az-Zarnuji dan Al-Ghazali tentang penuntut ilmu. Manfaat dalam penelitian ini menambah wawasan dan pengetahuan peneliti tentang adab murid kepada guru dalam perspektif Az-Zarnuji dan Al-Ghazali, untuk ke depannya dijadikan acuan dalam berperilaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kepustakaan (library research) yang mana berfokus pada serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka atau penelitian yang dilakukan di perpustakaan. Metode analisis isi (content analysis), yaitu data-data yang diperoleh adalah data-data yang bersifat deskriptif tekstual. Hasil Penelitiannya adalah Adab murid kepada guru dalam perspektif Az-Zarnuji terdapat sebelas pokok, sedangkan adab murid kepada guru perspektif Al-Ghazali terdapat tiga belas pokok, persamaan kedua tokoh agama ini dalam adab murid kepada guru adalah seyogyanya menjaga sopan santun, murah senyum, mencintai majelis ilmu, penyabar, wara’, penyayang, tawadhu, menaati peraturan, gigih dan disiplin, peka terhadap lingkungan, adaptif dan tekun mencari ilmu. Perbedaan adab murid kepada guru menurut perspektif Az-Zarnuji dan Al-Ghazali adalah Syekh Az-Zarnuji lebih mengutamakan metode hikmah dan menanamkan sikap zuhud dalam mencari ilmu. Sedangkan Imam Al-Ghazali lebih memilih metode etis ilmiah dan mengutamakan murid menjadi pribadi yang kritis dan disiplin dalam menimba ilmu.
Message of dakwah bi al-qalam in the Kitab Miṣbāḥ Al-Ẓalām by Syaikh Muhammad Muhajirin Amsar Al-Dary Saepudin, Didin; Khotib, Ahmad
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 16 No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v16i3.15822

Abstract

This article explores the effectiveness of da’wah bi al-qalam, the method of Islamic preaching through writing, using Sheikh Muhajirin's Miṣbāḥ Al-Ẓalām book as a case study. The qualitative approach involves text analysis, documentation, and literature study. The structuralism theory by Roland Barthes is employed for data analysis. The Miṣbāḥ Al-Ẓalām book, while primarily a syarah Bulugh al-Maram, serves as a medium for conveying diverse da’wah messages addressing various aspects of human life, including sharia, aqidah, and ikhtilaf. Historically, da’wah bi al-qalam existed since the time of Prophet Muhammad but gained prominence with technological advancements. Although Sheikh Muhajirin's contributions are significant, the method faces challenges such as limited attention and creativity. Addressing these issues is crucial to project Sheikh Muhajirin's thoughts into effective solutions, considering the needs and challenges of the contemporary era. While da’wah bi al-qalam may have its weaknesses, its potential impact on a global scale requires greater recognition and commitment from Muslim scholars to enhance its effectiveness in addressing the diverse religious problems faced by Muslims today. Abstrak Artikel ini mengeksplorasi efektivitas dakwah bi al-qalam, metode dakwah Islam melalui tulisan, dengan menggunakan buku Miṣbāḥ Al-Ẓalām karya Syekh Muhajirin sebagai studi kasus. Pendekatan kualitatif melibatkan analisis teks, dokumentasi, dan studi literatur. Teori strukturalisme oleh Roland Barthes digunakan untuk analisis data. Kitab Miṣbāḥ Al-Ẓalām, meskipun pada dasarnya merupakan syarah dari kitab Bulughul Maram, berfungsi sebagai media untuk menyampaikan pesan dakwah yang beragam yang mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk syariah, aqidah, dan ikhtilaf. Secara historis, dakwah bi al-Qalam telah ada sejak zaman Nabi Muhammad, namun semakin populer seiring dengan kemajuan teknologi. Meskipun kontribusi Syekh Muhajirin cukup signifikan, metode ini menghadapi tantangan seperti kurangnya perhatian dan kreativitas. Mengatasi masalah ini sangat penting untuk memproyeksikan pemikiran Syekh Muhajirin ke dalam solusi yang efektif, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan tantangan di era kontemporer. Meskipun dakwah bi al-qalam mungkin memiliki kelemahan, potensi dampaknya dalam skala global membutuhkan pengakuan dan komitmen yang lebih besar dari para cendekiawan Muslim untuk meningkatkan efektivitasnya dalam mengatasi berbagai masalah keagamaan yang dihadapi umat Islam saat ini.
Implementasi Perencanaan Peserta Didik Dalam Menghasilkan Output Berkualitas Sesuai Tujuan Pendidikan Islam Syahadah, Syifa; Mujahidin, Endin
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.15836

Abstract

Student is an important aspect which determine of institution’s success. Input, thruput and output have to synergize realize the great education goals. The student’s planning become an absoluteness. This research aim to interpret student planning conceptual that give us a concrete understanding to reach an aim of education and also to increase quality output. The research method used is qualitative with the library and field research approach. Data collection techniques used observation, in-depth interviews and documentation study. The result of study indicates that, first: the student planning of MA PPIQ is already implemented well based on Islamic education goals and vision and mission of institution; second MA PPIQ should to formulate and develop student’s planning; third MA PPIQ should to indicate every weakness and challenges and determine the strategic moving to overcome the problmes; fourth, MA PPIQ is always attempt to increase service learning and quality graduation. Abstrak Peserta didik merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan yang menentukan keberhasilan suatu lembaga. Input, proses dan output ketiganya perlu bersinergi mewujudkan harapan luhur pendidikan. Maka, perencanaan peserta didik yang tepat menjadi suatu kemutlakan. Penelitian ini berupaya menginterpretasikan konsep perencanaan peserta didik dengan tujuan untuk memberi pemahaman konkret agar tujuan pendidikan dapat tercapai sekaligus meningkatkan kualitas lulusan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan dan lapangan (library and field research). Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) perencanaan peserta didik di MA PPIQ secara umum telah terimplementasikan dengan baik sesuai tujuan pendidikan serta sesuai visi misi lembaga; 2) MA PPIQ mampu merumuskan dan mengembangkan perencanaan peserta didik sehingga terimplementasikan dengan baik; 3) MA PPIQ mampu mengidentifikasi kelemahan dan tantangan yang dihadapi serta mengambil langkah strategis untuk mengatasi masalah yang ada; 4) MA PPIQ berusaha meningkatkan kualitas layanan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas lulusan.
EVALUASI PENDIDIKAN PERSPEKTIF ISLAM: PENDEKATAN HOLISTIK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Azmiy, Muhammad Ulul; Saihan; Muhith, Abd.
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.15918

Abstract

This study aims to analyze educational evaluation from an Islamic perspective and identify a holistic approach that can be used to improve the quality of learning. Education in Islam has a strong foundation in religious teachings, which underlines the importance of individual holistic development in the physical, intellectual, emotional, and spiritual aspects. In this study, we combine Islamic principles with modern educational evaluation theory to achieve a holistic approach in evaluating learning processes and outcomes. The research method used is a literature study, in which we analyze the relevant theories and concepts in the evaluation of Islamic education. We explore the basic principles of educational evaluation in Islam, such as niyyah (intention), sincere (sincere), and ihsan (perfect goodness). In addition, we discuss the use of evaluation indicators which include academic aspects, moral character, attitudes, and ethics in accordance with Islamic teachings. The results of this study indicate that the evaluation of education in Islam leads to a wider purpose than simply measuring academic achievement. Evaluation in an Islamic perspective focuses more on the overall development of the individual, including spiritual, moral and social aspects. This holistic approach encourages the use of various evaluation instruments, such as observation, interviews, portfolios, and peer assessments, to gather comprehensive information about student progress. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi pendidikan dari perspektif Islam dan mengidentifikasi pendekatan holistik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pendidikan dalam Islam memiliki landasan yang kuat dalam ajaran agama, yang menggarisbawahi pentingnya pengembangan holistik individu dalam aspek fisik, intelektual, emosional, dan spiritual. Dalam kajian ini, kami menggabungkan prinsip-prinsip Islam dengan teori evaluasi pendidikan modern untuk mencapai pendekatan holistik dalam mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, di mana kami melakukan analisis terhadap teori dan konsep yang relevan dalam evaluasi pendidikan Islam. Kami mengeksplorasi prinsip-prinsip dasar evaluasi pendidikan dalam Islam, seperti niyyah (niat), ikhlas (kesungguhan), dan ihsan (kebaikan sempurna). Selain itu, kami membahas tentang penggunaan indikator evaluasi yang meliputi aspek akademik, karakter moral, sikap, dan etika yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi pendidikan dalam Islam mengarah pada tujuan yang lebih luas daripada hanya mengukur pencapaian akademik. Evaluasi dalam perspektif Islam lebih berfokus pada pengembangan keseluruhan individu, termasuk aspek spiritual, moral, dan sosial. Pendekatan holistik ini mendorong penggunaan beragam instrumen evaluasi, seperti observasi, wawancara, portofolio, dan penilaian peer, untuk mengumpulkan informasi yang komprehensif tentang kemajuan siswa.
Pengembangan Maharotul Qiroah Dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Negeri 4 Bogor Ridwan, Ahmad Ibnu; Alim, Akhmad; Alkattini, Abdul Hayyie
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.15954

Abstract

The development of reading skills (Maharatul Qira’ah) in Arabic language learning at MAN 4 Bogor aims to teach, guide, and strengthen the Arabic language proficiency of students. The approach used is a qualitative method with a focus on a case study. The results of this research indicate that the type of reading applied is loud reading, with the goal of enabling students to articulate Arabic correctly and fluently, and to better understand religious materials that require proficient reading skills. Several steps in implementing the Qira'ah Jahriyyah method include: a) Joint preparation by teachers and students for teaching materials or reading materials; b) Teacher demonstration as an example, followed by student participation; c) Providing more opportunities for students as the object of assessment in learning; d) Providing feedback not only from teachers to students but also among fellow students; e) Ensuring students' understanding of the objectives of Qira'ah Jahriyyah learning before concluding the learning session. Abstrak Pengembangan keterampilan membaca (Maharatul Qira’ah) dalam pembelajaran Bahasa Arab di MAN 4 Bogor bertujuan untuk mengajarkan, membimbing, dan memperkuat kemampuan berbahasa Arab peserta didik. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan fokus pada studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis membaca yang diterapkan adalah membaca nyaring, dengan tujuan agar peserta didik dapat melafalkan bahasa Arab dengan benar dan lancar, serta lebih mudah memahami materi-materi keagamaan yang memerlukan kemampuan membaca fasih. Adapun beberapa langkah dalam menerapkan metode Qira'ah Jahriyyah melibatkan: a) Persiapan bersama oleh guru dan peserta didik terhadap bahan ajar atau bahan bacaan; b) Demonstrasi oleh guru sebagai contoh, diikuti oleh partisipasi peserta didik; c) Memberikan lebih banyak peluang kepada peserta didik sebagai objek penilaian dalam pembelajaran; d) Memberikan umpan balik tidak hanya dari guru kepada peserta didik, tetapi juga antara sesama peserta didik; e) Memastikan pemahaman peserta didik terhadap tujuan pembelajaran Qira'ah Jahriyyah sebelum mengakhiri sesi pembelajaran.
Kompetensi pengasuh santri putri pondok pesantren tingkat SMP Ardiansyah, M. Nurman; Indra, Hasbi; Alkattani, Abdul Hayyie
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.16105

Abstract

This study analyzes the competence of caregivers of female students of junior high school boarding schools in the book Ar-Rasul Al-Muallim Wa Asalibuhu Fi At-Ta'lim by Abdul Fattah Abu Ghuddah and Pondok Pesantren Putri Hidayatullah, Depok-West Java. The method used is qualitative research with literature and field studies. The results show that the competence of this female santri caregiver includes knowledge, skills, and experience in caring for, maintaining, educating, fostering, and guiding santri with full responsibility. These competencies reflect the four main characters of the Prophet Muhammad, namely Shiddiq (integrity), Tabligh (communicative), Amanah (professional), and Fathonah (innovative). The existence of santri caregivers who have these competencies has a positive impact on the education program at the Islamic Boarding School, creating a conducive and comfortable atmosphere for students in carrying out their daily activities. Abstrak Penelitian ini menganalisis kompetensi pengasuh santri putri pondok pesantren tingkat SMP dalam kitab Ar-Rasul Al-Muallim Wa Asalibuhu Fi At-Ta'lim karya Abdul Fattah Abu Ghuddah dan Pondok Pesantren Putri Hidayatullah, Depok- Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan dan lapangan. Hasilnya menunjukkan bahwa kompetensi pengasuh santri putri ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam merawat, memelihara, mendidik, membina, dan membimbing santri dengan penuh tanggung jawab. Kompetensi ini mencerminkan empat karakter utama Rasulullah SAW, yaitu Shiddiq (integritas), Tabligh (komunikatif), Amanah (profesional), dan Fathonah (inovatif). Keberadaan pengasuh santri yang memiliki kompetensi tersebut memberikan dampak positif bagi program pendidikan di Pondok Pesantren, menciptakan suasana kondusif dan nyaman bagi santri dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.
Mentoring Program in Talent Development at Sekolah Bisnis Muda (SBM) Bogor and Sekolah Muda Mandiri (SMM) Semarang Budi, Setyo; Ahmad; Rahman, Imas Kania
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i1.16178

Abstract

It is undeniable that cases of bullying and pornography in teenagers are increasingly common as information technology develops. The two cases above are quite worrying for parents and teachers and even more dangerous for the future of the children themselves. On the other hand, adolescence is a subculture in adult life. At this time, potential begins to appear, both physical potential and potential nature. Good assistance in this phase will have a positive impact on the development of the next phase. The purpose of this study is to analyze the extent to which the mentoring program that has been implemented accommodates the need for adolescent talent development. This research uses a qualitative field method used to describe the Islamic mentoring program as a result of information obtained directly from informants, observations, and document studies. The mentoring program at SBM Bogor is a method of teaching and learning activities based on Islamic guidance. So that all learning activities that are followed such as finance, business mentality, business mindset, English, Islamika, literacy, Arabic, and video graphics use Islamic mentoring methods. The mentoring program targets the growth of students in developing their business talents. The mentoring program at SMM Semarang is able to deliver students to understand Islamic material easily. However, the mentoring program is not enough to facilitate students' talent development. Nevertheless, it has answered the need for students' worship, adab, ethics, and moral problems. Abstrak Tidak bisa dipungkiri bahwa kasus perundungan dan pornografi pada remaja semakin sering di dengar seiring berkembangnya teknologi informasi. Dua kasus tersebut cukup mengkhawatirkan orang tua dan guru dan lebih lagi adalah bahaya bagi masa depan anak itu sendiri. Di sisi lain, remaja adalah subkultural dalam kehidupan manusia dewasa. Pada masa ini, potensi mulai terlihat, baik potensi fisik maupun potensi sifat. Pendampingan yang baik pada fase ini akan berdampak positif pada perkembangan fase selanjutnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sejauh mana program mentoring yang telah dilaksanakan mengakomodasi kebutuhan akan pengembangan bakat remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lapangan yang digunakan untuk mendeskripsikan program mentoring islami hasil informasi yang diperoleh langsung dari narasumber (informan), hasil pengamatan (observasi), dan studi dokumen. Program mentoring di SBM Bogor merupakan metode kegiatan belajar mengajar berdasar tuntunan Islam. Sehingga semua kegiatan belajar yang diikuti seperti keuangan, mental bisnis, mindset bisnis, english, islamika, literasi, bahasa arab, dan video grafi itu menggunakan metode mentoring islami. Program mentoring menargetkan tumbuhnya siswa dalam mengembangkan bakat bisnisnya. Program mentoring di SMM Semarang mampu mengantarkan siswa memahami materi keislaman dengan mudah. Namun program mentoring belum cukup memfasilitasi pengembangan bakat siswa. Meskipun demikian, sudah menjawab kebutuhan akan permasalahan ibadah, adab, etika, dan moral siswa.
Evaluasi manajemen majelis taklim menuju ketakwaan sempurna Afiffudin; Tamam, Abas Mansur; Hafidhuddin, Didin
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v17i2.16271

Abstract

In the implementation of the taklim majelis in addition to the ideal criteria in the institution and organization of the taklim, a set of supporters is also needed as mandated in the Decree of the Director General of Islamic Guidance No. 802 of 2014 concerning “Standards for the Development of Mosque Management, Ministry of Religion of the Republic of Indonesia. Mosque Management Guidance includes three aspects, namely idara (management and management of mosques), imarah (mosque prosperity management) and riayah (maintenance and development of mosque facilities). Fundamentally, the three aspects of iarah, imarah and riayah apply to all mosque typologies both for state mosques, national mosques, grand mosques, grand mosques, large mosques, jami' mosques, historic mosques, public mosques in certain areas (public mosques) and also prayer rooms. Synthesis or combining the standard majelis taklim approach from the ministry of religion and also the basics of da'wah according to Islamic education is very important. The matrix format mentioned above is an initial form that needs to be further developed to evaluate the Ideal Mosque-Based Majelis Taklim. Some of the successes of the taklim majelis in terms of faith, piety, worship and morals are sometimes difficult to include in the matrix. While the progress of the majelis taklim can be measured by increasing the number of worshipers attending the majelis taklim, the number of worshipers praying five times fardlu, Eid al-Adha activities with the number of sacrificial animals, mosque activities such as TPA, PAUD, and Iqra Tahsin for children 7-12 years old. The more religious activities in the mosque, it can be concluded that the mosque-based majelis taklim is developing and progressing. Abstrak Dalam pelaksanaan majelis taklim selain kriteria ideal dalam kelembagaan dan penyelenggaraan taklim, juga diperlukan seperangkat pendukung seperti diamanahkan dalam Keputusan Dirjen Bimas Islam No. 802 tahun 2014 mengenai “Standar Pembinaan Manajemen Masjid, Kemenag Republik Indonesia. Pembinaan Manajemen Masjid meliputi tiga aspek yaitu idarah (pengelolaan dan kepengurusan masjid), imarah (pengelolaan kemakmuran masjid) dan riayah (pemeliharaan dan pengembangan fasilitas masjid). Secara mendasar ketiga aspek idarah, imarah dan riayah berlaku bagi semua typology masjid baik untuk masjid negara, masjid nasional, masjid raya, masjid agung, masjid besar, masjid jami’, masjid bersejarah, masjid umum di wilayah tertentu (masjid publik) dan juga mushala. Synthesa atau menggabungkan pendekatan standar majelis taklim dari kementerian agama dan juga dasar-dasar dakwah menurut pendidikan Islam sangatlah penting. Format matirk yang telah disebutkan di atas adalah bentuk awal yang perlu dikembangkan lebih lanjut untuk mengevaluasi Majelis Taklim Berbasis Masjid Yang Ideal. Beberapa keberhasilan majelis taklim dalam hal keimanan, ketakwaan, ibadah dan akhlak kadang-kadang sulit dimasukkan dalam matrik. Sementara kemajuan majelis taklim dapat diukur dengan peningkatan jumlah jamaah hadir dalam majelis taklim, jumlah jamaah shalat lima waktu fardhu, kegiatan Idul Adha dengan jumlah hewan kurban, kegiatan masjid seperti TPA, PAUD, dan Iqra Tahsin untuk anak 7-12 tahun. Semakin banyak kegiatan keagamaan dalam masjid maka dapat disimpulkan majelis taklim berbasis masjid tersebut berkembang dan mengalami kemajuan.