cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
Core Subject : Science,
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Arjuna Subject : -
Articles 538 Documents
Studi In Silico Senyawa Erythroxylum laurifolium sebagai Inhibitor α-Glukosidase untuk Terapi Diabetes Tipe 2 Aina Syifa Insanikamilia; Aunur Ramadhani; Nabila Trilia Azzahra; Popy Kurnia; Ervina Dayanti; Naura Nurnahari; Winni Nur Auli
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang memerlukan terapi jangka panjang dengan efek samping yang minimal. Salah satu target terapi potensial adalah enzim α-glukosidase, yang berperan dalam pemecahan karbohidrat menjadi glukosa. Dalam studi ini, tujuh senyawa dari Erythroxylum laurifolium dievaluasi menggunakan pendekatan in silico untuk menilai potensinya sebagai inhibitor α-glukosidase. Hasil evaluasi menunjukan bahwa meskipun sebagian besar senyawa tidak memenuhi kriteria Lipinski’s Rule of Five, efektivitasnya tetap terjamin karena aksi lokal di lumen usus. Senyawa prosianidin B1 memiliki nilai energi bebas Gibbs (ΔG) sebesar –6,93 kkal/mol dengan konstanta inhibisi 8,30 µM, diikuti oleh prosianidin B2 dengan ΔG –5,74 kkal/mol dan konstanta inhibisi 61,90 µM. Afzelin, yang memenuhi tiga dari empat kriteria RO5, menunjukkan ΔG sebesar –5,14 kkal/mol dengan konstanta inhibisi 169,65 µM. Berdasarkan afinitas pengikatan dan potensi farmakologis, prosianidin B1, prosianidin B2, dan afzelin adalah kandidat kuat sebagai inhibitor α-glukosidase. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas dan keamanannya melalui studi in vitro dan in vivo.
Studi In Silico Derivat Mangiferin dari Mangga sebagai Inhibisi Protein Tirosin Fosfatase 1B Elisa Grace Clarensia; Esa Amelia Ratri Yuniasri; Farah Zahira Shofa; Naurah Rosyidah Hasna; Sabrina Rakhel Zahirah; Anjar Hermadi Saputro; Mubarika Sekarsari Yusuf
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat gangguan sekresi, kerja, atau keduanya pada hormon insulin. Diabetes melitus tipe 2 merupakan bentuk yang paling umum dan sering kali berkaitan dengan resistensi insulin. Salah satu target terapi potensial untuk pengobatan diabetes tipe 2 adalah protein tirosin fosfatase 1B (PTP1B), sebuah enzim yang terlibat dalam regulasi jalur transduksi sinyal insulin dan leptin. Inhibisi terhadap PTP1B diketahui dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga menjadikannya target yang menjanjikan dalam pengembangan obat antidiabetes. Mangiferin, senyawa bioaktif utama yang ditemukan dalam tanaman Mangifera indica L., telah dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetes melalui berbagai mekanisme, termasuk sebagai inhibitor PTP1B. Namun, senyawa ini masih memiliki keterbatasan dalam hal afinitas dan selektivitas. Oleh karena itu, dilakukan studi in silico terhadap berbagai derivat mangiferin untuk menilai potensinya sebagai inhibitor PTP1B. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antidiabetes dari empat senyawa turunan mangiferin yang telah dimodifikasi pada gugus fungsinya, menggunakan pendekatan in silico berbasis molecular docking. Proses docking dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak AutoDockTools terhadap target protein PTP1B (PDB ID: 1XBO). Penilaian afinitas ikatan didasarkan pada nilai energi bebas ikatan (binding free energy), sedangkan visualisasi interaksi ligan-reseptor dianalisis untuk mengidentifikasi jenis dan lokasi interaksi dengan residu aktif. Hasil docking menunjukkan bahwa ligan alami IX1 memiliki afinitas paling tinggi terhadap PTP1B dengan energi bebas ikatan sebesar −13,2 kkal/mol, lebih rendah dibandingkan ligan pembanding maupun ligan uji. Ligan pembanding ertiprotafib (−8,53 kkal/mol) dan quinoline-3-carbohydrazide (−6,81 kkal/mol) memperlihatkan afinitas yang cukup kuat terhadap PTP1B, sedangkan ligan uji berupa turunan mangiferin berada pada rentang energi bebas ikatan −5,79 hingga −7,40 kkal/mol. Di antara ligan uji, mangiferin (−7,40 kkal/mol) dan homomangiferin (−7,03 kkal/mol) memiliki afinitas ikatan terbaik dengan nilai yang mendekati ligan pembanding quinoline-3-carbohydrazide. Hasil visualisasi interaksi juga menunjukkan adanya kemiripan jenis ikatan antara beberapa turunan mangiferin dengan ligan alami, yang menandakan potensi kesamaan mekanisme pengikatan. Berdasarkan temuan tersebut, mangiferin dan homomangiferin berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat inhibitor PTP1B dan obat antidiabetes. Namun demikian, studi eksperimental lanjutan melalui uji in vitro maupun in vivo tetap diperlukan untuk memvalidasi hasil in silico serta mengevaluasi aspek farmakokinetik dan keamanannya.
Pengaruh Asupan Vitamin K terhadap Stabilitas Rasio Normalisasi Internasional dan Efektivitas Terapi Warfarin Yuniar Fathil Ilmi; Nariyyah Fitriana; Munir Alinu Mulki; Indah Laily Hilmi
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warfarin memiliki indeks terapi sempit dengan variabilitas respons tinggi. Fluktuasi asupan vitamin K dapat menyebabkan ketidakstabilan INR, namun hubungannya masih kontroversial. Tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh asupan vitamin K terhadap stabilitas INR dan efektivitas terapi warfarin. Tinjauan sistematis mengikuti PRISMA 2020 melalui PubMed (2010-2025). Dari 6.573 artikel, 9 studi di sertakan (4 RCT, 5 observasional) dengan penilaian kualitas menggunakan Cochrane RoB 2 dan Newcastle-Ottawa Scale. Hasil menunjukkan konsistensi asupan vitamin K lebih penting dibanding jumlah absolut dalam menjaga stabilitas INR. Suplementasi dosis rendah (150 mcg/hari) efektif menurunkan fluktuasi ekstrem INR. Pemberian vitamin K untuk INR tinggi (≥4) aman dan efektif menurunkan risiko perdarahan serta mortalitas tanpa meningkatkan tromboembolisme. Dapat disimpulkan bahwa konsistensi konsumsi vitamin K merupakan faktor kunci efektivitas terapi warfarin. Edukasi harus menekankan konsistensi daripada pembatasan ketat. Diperlukan RCT berskala besar dengan tindak lanjut lebih panjang dan integrasi data genetik.
Tingkat Pengetahuan dan Kepedulian Masyarakat tentang Keamanan Penggunaan Kosmetik: Scoping Review Rahma Sakti Oktavia Rahma; Vitarani Dwi Ananda Ningrum; Okti Ratna Mafruhah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kosmetovigilans adalah praktik penting untuk menjamin keamanan penggunaan kosmetik di masyarakat. Di Indonesia, peran ini diemban oleh lembaga seperti BPOM, tetapi efektivitasnya bergantung pada pengetahuan, perspektif, dan sikap masyarakat dalam melaporkan efek samping serta memilih produk yang aman. Scoping review ini bertujuan menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat tentang kosmetovigilans dan mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan dan faktor-faktor yang memengaruhi kesadaran masyarakat terhadap kosmetovigilans. Scoping review dilakukan dengan pencarian literatur dari PubMed, Science Direct, dan Google Scholar menggunakan kata kunci knowledge of cosmetovigilance, awareness of cosmetic safety, public understanding cosmetovigilance, Factors Influencing Public Awareness of Cosmetovigilance. Artikel yang dipilih adalah studi yang membahas pengetahuan atau kesadaran masyarakat tentang kosmetovigilans, studi dalam bahasa Inggris atau Indonesia, dan studi yang diterbitkan dalam 5 tahun terakhir. Review ini menunjukkan kesenjangan antara kesadaran dan tindakan konsumen terkait keamanan kosmetik di berbagai wilayah. Di India, sebanyak 95,11% responden menyadari efek samping kosmetik, namun hanya 68,43% memahami konsep ‘keamanan kosmetik’. Sementara itu, di Arab Saudi, 74% responden menggunakan tabir surya, tetapi hanya 16% yang melakukannya secara rutin. Selain itu, 16,1% wanita melaporkan efek samping kosmetik. Di Sri Lanka, banyak mahasiswa mengalami jerawat dan alergi akibat kosmetik yang tidak sesuai. Adapun di Portugal, sebanyak 93% konsumen tidak mengetahui kadar THC yang aman pada produk kosmetik berbasis cannabis. Data ini menunjukkan perlunya edukasi dan regulasi yang lebih baik di berbagai wilayah. Meskipun kosmetik bermanfaat, banyak konsumen kurang sadar akan resikonya. Edukasi, regulasi yang ketat, dan sistem pelaporan yang baik dibutuhkan untuk melindungi konsumen. Kolaborasi pemerintah, industri, dan masyarakat menjamin kosmetik berkualitas.
Formulasi Hand Soap dari Kombucha Bonggol Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dan Uji Aktivitasnya terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Untia Kartika Sari Ramadhani; Nanda Aulia; Refsya Azanti Putri; Eka Nur’azmi Yunira; Okta Amelia
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) merupakan limbah dari buah nanas yang berperan sebagai antibakteri karena memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, enzim bromelin, dan tanin. Bonggol nanas dibuat dalam bentuk fermentasi kombucha menghasilkan asam organik yang dapat meningkatkan potensi antibakteri bonggol nanas, kemudian diformulasikan sebagai hand soap untuk mengurangi diare. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi konsentrasi kombucha bonggol nanas terhadap sifat dan stabilitas fisik sediaan hand soap, serta pengaruhnya terhadap aktivitas antibakteri terhadap bakteri S.aureus. Formula sediaan hand soap terdapat empat formula yang memiliki perbedaan variasi konsentrasi kombucha yaitu 0% (F0), 15% (F1), 25% (F2), dan 35% F3. Hasil uji sifat fisik pada F0 berwarna kuning, F1 berwarna orange, F2 berwarna orange tua, F3 berwarna orange kecoklatan, berbau nanas, dan tekstur kental, memiliki pH 7,68 - 7,19, tinggi busa 81-110 mm, viskositas 860,00-1396,33 cPs, bobot jenis 1,04-1,09 g/mL, serta kadar air 37,79%-26,55%. Setelah dilakukan stabilitas fisik terjadi penurunan pH, viskositas, bobot jenis dan peningkatan kadar air, namun busa tetap stabil. Aktivitas antibakteri sangat kuat terdapat pada F3 dengan daya hambat 22,16 ± 2,24 mm. Berdasarkan hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa sediaan hand soap yang diformulasikan berkhasiat sebagai antibakteri dan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi terjadinya diare.
Gambaran Standar Pelaksanaan Pelayanan Kefarmasian Ditinjau dari Aspek Farmasi Klinik di Apotek Wilayah Kabupaten Bantul Yogyakarta Ratih Purnamasari; Ari Susiana Wulandari; Imram Radne Rimba Putri; Eva Nurinda
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan farmasi klinik di apotek adalah bagian integral dari pelayanan kefarmasian yang berfokus langung kepada pasien berkaitan dengan pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai, dengan tujuan akhir memperoleh hasil yang optimal demi meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kualitas pelayanan farmasi klinik hanya mencapai 41,66% dikategorikan buruk, selain itu penelitian lain menjelaskan pelaksanaan pelayanan kefarmasian hanya sebesar 54,69% dikategorikan kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran standar pelaksanaan pelayanan farmasi klinik di apotek wilayah Kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan cluster sampling. Sebanyak 71 responden tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Bantul. Data dikumpulkan dengan data primer dari checklist adaptasi dari Peraturan Menteri Kesehatan RI No.73 Tahun 2016. Variabel yang diteliti yaitu penerapan standar pelayanan kefarmasian meliputi pengkajian resep, peracikan dan penyerahan obat, pelayanan informasi obat, konseling, pelayanan kefarmasian di rumah, monitoring efek samping obat, dan pemantauan terapi obat. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil menunjukkan bahwa pelayanan farmasi klinik di Apotek Wilayah Kabupaten Bantul Yogyakarta belum sepenuhnya menerapkan standar pelayanan kefarmasian. Pengkajian dan pelayanan resep sebesar 98,00% (baik), dispensing 97,18% (baik), pelayanan informasi obat 59,15% (kurang), konseling 92,25% (baik), pelayanan kefarmasian di rumah 38,73% (kurang), pemantauan terapi obat 47,48% (kurang), dan monitoring efek samping obat 49,77% (kurang). Pelaksanaan pelayanan kefarmasian apotek berdasarkan aspek farmasi klinik mendapatkan rata-rata persentase sebesar 73,41% dikategorikan cukup.
Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Etanol Akar Jarak Merah (Jatropha gossypiifolia L.) terhadap Sel Kanker Payudara T47D dengan Metode MTT Assay Haryoto Haryoto; Zahrah Luthfiatul Fadhilah; Syifa Aulia Paramitha
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara di Indonesia menempati kondisi tertinggi dengan persentase 16,86% dengan angka kejadian 65.858 penderita. Pengobatan antikanker dan agen kemoterapi yang beredar di Indonesia banyak memiliki kekurangan seperti efikasi yang belum memadai, adanya resistensi, dan efek samping yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik dari ekstrak etanol akar jarak merah terhadap sel kanker payudara T47D dengan menggunakan metode MTT assay. Ekstrak etanol akar jarak merah diperoleh melalui maserasi dengan etanol 96%. Uji fitokimia menunjukkan kandungan terpenoid, flavonoid, alkaloid, tanin, dan senyawa fenolik. Dari hasil pengujian ekstrak etanol akar jarak merah didapatkan nilai IC₅₀ 21,67 μg/mL, hal ini menunjukkan adanya aktivitas sitotoksik yang cukup aktif berdasarkan kategori NCI.
Evaluasi Respon Pasien Pasca Percutaneous Coronary Intervention dengan Faktor Resiko Dislipidemia di RSUP Dr. Sardjito Pramitha Esha Nirmala Dewi; Marita Indah Heryanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 20 No. 02 Desember 2023
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v0i0.9806

Abstract

Jantung koroner dan kondisi dislipidemia merupakan dua kondisi yang cukup erat pada populasi di Indonesia. Penyakit jantung koroner ini merupakan salah satu penyebab utama dari tingginya angka kematian di dunia. Percutaneous Coronary Intervention (PCI) merupakan salah satu tindakan invasif yang direkomendasikan untuk mengatasi kondisi penyumbatan pembuluh darah jantung pada penderita penyakit jantung coroner. Pengawasan pada beberapa hal seperti intervensi pola hidup, pemeriksaan rutin dan pemberian terapi rutin yang sesuai dengan kondisi pasien, perlu dilakukan setelah dilakukannya prosedur PCI untuk mencegah terjadinya penyumbatan ulang pembuluh darah jantung atau sering disebut dengan restenosis dan adverse drug reaction (ADR). Respon negatif pada pasien dengan penyakit jantung koroner terhadap terapi yang diberikan dapat terjadi melalui munculnya ADR dan restenosis. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk mengamati adanya gejala ADR, restenosis dan profil lipid pada pasien dengan PJK selama menjalani terapi yang diberikan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Pengambilan data dilakukan melalui metode retrospektif pada rekam medis rawat jalan tahun 2016-2017 di RSUP Dr. Sardjito. Berdasarkan teknik total sampling yang dilakukan, diperoleh 44 sampel yang diolah dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 2,27% pasien PJK mengalami respon negative selama terapi paska PCI berupa ADR dan sebanyak 52% pasien PJK yang mengalami gejala restenosis.
Pemanfaatan Kefir dalam Mencegah Kerusakan Hepar Akibat Toksisitas Parasetamol Erna Susanti; Windaniyah Sri Rahayu
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 20 No. 02 Desember 2023
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v0i0.10513

Abstract

Parasetamol  obat yang umum digunakan untuk penghilang nyeri dan demam harus diwaspadai terkait efek samping yang ditimbulkan. Meskipun parasetamol merupakan obat yang aman tetapi jika tidak digunakan secara tepat efek samping hepatotoksik dapat terjadi. Sumber  radikal bebas dapat berasal dari endogen (mitokondria, retikulum endoplasma, sel fagositosis) maupun eksogen (polusi, alkohol, merokok, logam berat, pestisida, obat  seperti halotan, parasetamol dan radiasi). Obat  bisa berperan sebagai sumber radikal bebas jika fungsi hepar sebagai organ pemetabolisme tidak berperan sebagaimana mestinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan efek kefir dalam mencegah kerusakan hepar akibat toksisitas parasetamol. Malondialdehid (MDA) digunakan sebagai marker terjadinya stress oksidatif dan kerusakan hepar sebagai organ pemetabolisme yang dapat ditentukan kadarnya dengan metode Thiobarbituric Acid Reactive Substance (TBARS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kefir pada dosis 1,15 x 108 CFU/ml sebanyak 1 ml mampu menurunkan kadar MDA hepar. Kefir mengandung vitamin C dan E serta mineral yang berperan sebagai antioksidan sehingga dapat menghambat ataupun menetralkan terbentuknya radikal bebas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kefir mampu memperbaiki kerusakan hepar karena efek hepatotoksik parasetamol pada dosis tersebut.
Analisis Profil Metabolit Ekstrak Etanol Daun Temelekar (Coptosapelta tomentosa Valeton ex K.Heyne) dengan Metode Spektroskopi FT-IR yang Dikombinasi dengan Kemometrik Nurul Hikma; Asril Burhan; Megawati Megawati; Nurhayati Ulfah; Akbar Awaluddin
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 20 No. 02 Desember 2023
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v0i0.12628

Abstract

Daun temelekar (Coptosapelta tomentosa Valeton ex K.Heyne) telah dimanfaatkan dalam pengobatan antiinflamasi, malaria, keputihan dan diare. Pemanfaatan daun temelekar ini dikarenakan kandungan metabolit sekunder seperti antrakuinon, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Namun kualitas dan kuantitas yang terkandung dalamnya bergantung pada iklim dan letak geografis dari lokasi tumbuhnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan senyawa metabolit aktif ekstrak etanol daun Temelekar dari berbagai lokasi menggunakan metode spestroskopi FT-IR dan kemometrik. Analisis profil ekstrak etanol dilakukan dengan FTIR program the unscrambler 10.5 dan minitab versi 18. Hasil dari analisis kemometrik, lokasi Kuaro dan Babulu (kelompok 1) memiliki kemiripan yaitu 85,19%, lokasi Lintang Jaya (kelompok 2) memiliki kemiripan 65,78% dengan kelompok 1, sedangkan lokasi Tanjung Batu (lokasi 3) memiliki kemiripan 39,66% dengan kelompok 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa letak geografis berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas senyawa metabolit dari daun temeleker.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025 Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 02 Desember 2024 Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 01 Juli 2024 Jurnal Pharmacy, Vol. 20 No. 02 Desember 2023 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007 More Issue