cover
Contact Name
Erwin Putera Permana
Contact Email
erwinpermana87@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lemlit@unpkediri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Efektor
ISSN : 08541922     EISSN : 2355956X     DOI : -
Journal Efektor is a peer review journal published by Research institutions and community service, The University of Nusantara PGRI Kediri. The aim of the Journal is to facilitate scientific publication of the results of researches in Indonesia and participate to boost the quality and quantity of research for academics and researchers. Journals is a journal that contains the results of research or comprehensive literature review in the fields of Economics and Education.
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
Implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Pada Pendidikan Anak Usia Dini Di Era Disrupsi Digital: Studi Deskriptif Kuantitatif Desi Endah Lestari; Desti Pujiati
Efektor Vol 13 No 1 (2026): Efektor Vol.13 No.1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v13i1.27986

Abstract

Era disrupsi ditandai dengan percepatan perkembangan teknologi digital, perubahan interaksi sosial, meningkatnya paparan media digital pada anak usia dini memberikan tantangan krusial terhadap pembentukan karakter dan literasi sosial-emosional bagi perkembangan anak. Fenomena ini menjadikan berkurangnya konsistensi pembiasaan posistif baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan tempat tinggal menjadi persoalan mendasar yang memerlukan respons sistematis dari lembaga pendidikan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan kebiasaan positif di era disrupsi di TK Pembina UMP serta bagaimana respons orang tua terhadap implementasi program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 23 responden yang terdiri atas orang tua peserta didik, diperoleh melalui teknik total sampling karena jumlah populasi yang relatif terbatas. Teknik mengumpulkan data menggunakan teknik-teknik: studi observasi terstruktur, dokumentasi dan pengisian angket (Google Form). Instrumen angket disusun menggunakan skala likert empat tingkat. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dengan menghitung presentase, rerata (mean), median, range, standar deviasi, dan koefisien variansi untuk menggambarkan kecenderungan respons terhadap penerapan tujuh kebiasaan positif bagi anak usia dini di kehidupan sehari-harinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% mendapatkan pernyataan yang positif dari responden terhadap implementasi  7 kebiasaan anak Indonesia hebat bagi anak usia dini baik di rumah, lingkungan masyarakat maupun di sekolah. Temuan ini mengidentifikasikan bahwa pembiasaan yang dilakukan secara konsisten memiliki kontribusi signifikan terhadap penguatan karakter serta literasi sosial-emosional anak di tengah berbagai tantangan era disrupsi. Meskipun penelitian ini bersifat deskriptif dan tidak menggunakan uji kausalitas inferensial, data menunjukkan adanya kecenderungan hubungan positif antara konsistensi penerapan kebiasaan dan perkembangan karakter anak. Dengan demikian, program pembiasaan rutin di TK Pembina UMP relevan untuk dipertahankan dan dikembangkan sebagai strategi preventif dan adaptif dalam menghadapi dinamika era disrupsi.
Pengaruh Permainan Treasure Hunt Edukatif terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia Dini Shofi Yatun Najach
Efektor Vol 13 No 1 (2026): Efektor Vol.13 No.1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v13i1.27990

Abstract

Perkembangan aspek sosial serta emosional pada masa kanak-kanak awal perlu distimulasi melalui proses pembelajaran yang dapat mendorong keterlibatan aktif serta menyenangkan bagi anak-anak. Studi ini bermaksud guna menganalisis pengaruh dari permainan Treasure Hunt Edukatif bagi perkembangan sosial-emosional anak usia dini, khususnya kompetensi terkait mengikuti aturan serta instruksi, menunggu giliran, dan pengendalian emosi. Permainan ini dirancang melalui aktivitas pencarian harta karun yang melibatkan kerja sama, kepatuhan terhadap aturan, serta pengendalian emosi anak selama kegiatan berlangsung. Studi ini menerapkan metodologi kuantitatif  desain one group pretest-posttest, dengan melibatkan 21 anak kelompok  B1 di Taman Kanak-kanak Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, serta dokumentasi, diikuti dengan analisis melalui pengujian Wilcoxon Signed-Rank Test. Analisis tersebut mengindikasi terjadinya peningkatan yang signifikan pada dimensi sosial serta emosional anak usia dini. Oleh karenanya, temuan studi ini mengindikasi bahwasanya implementasi permainan Treasure Hunt Edukatif berperan dalam mendukung perkembangan kompetensi sosial serta emosional anak usia dini secara positif serta berpotensi sebagai alternatif kegiatan pembelajaran berbasis bermain bagi satuan Pendidikan Anak Usia Dini.
Digital Marketing Strategy Based on Market Penetration and Focused Differentiation in a Warehousing Services Startup: A Case Study of Secure Stash Windy Aristin; Rhian Indradewa; Hamdi Hamdi; Muhammad Dhafi Iskandar
Efektor Vol 13 No 1 (2026): Efektor Vol.13 No.1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v13i1.28145

Abstract

This study aims to analyze the marketing strategies implemented by Secure Stash, a startup in the warehousing services sector. In facing an increasingly competitive and dynamic market, the company adopts a combined approach of market penetration and focused differentiation strategies. Market penetration is carried out through the utilization of digital marketing tools such as social media, websites, and partnerships with MSMEs to expand consumer reach. Meanwhile, differentiation is achieved by providing technology-based warehousing services, including the use of IoT, data security, and premium customer service. This research employs a qualitative descriptive approach with a case study method. Data were obtained from the company’s internal documents and supported by recent scholarly literature. The analytical tools used include SWOT, IE Matrix, and QSPM to determine the most relevant and effective core strategies. The findings indicate that market penetration is more suitable during the company’s early growth phase, while differentiation focus serves as the main source of long-term competitive advantage. These results reinforce the view that well-structured, technology-driven digital marketing strategies can enhance customer acquisition, strengthen brand positioning, and build customer loyalty in the logistics and warehousing services sector. Secure Stash demonstrates that startups can compete in traditional industries through service innovation and the appropriate use of digital strategies.
Pemanfaatan Media Sosial Dalam Membangun Brand Awareness Studi Kasus : Kampung Mandiri Sidoarjo Anzalna Nurrahma; Estri Mujiati; Rifki Nurdiansyah; Ricky Saikhu Bima Ristanin; Ema Nurzainul Hakimah
Efektor Vol 13 No 1 (2026): Efektor Vol.13 No.1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v13i1.28147

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan media sosial dalam membangun brand awareness Kampung Mandiri Sidoharjo terhadap produk lokal Yo Tumbas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pengelola, pelaku usaha, dan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, khususnya Instagram dan WhatsApp, berperan dalam meningkatkan brand recognition melalui penyajian konten visual produk, proses produksi, dan aktivitas pemberdayaan masyarakat. Namun, tingkat brand recall masih rendah akibat belum konsistennya konten, identitas visual, dan pesan merek. Kendala utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya literasi digital, serta belum adanya strategi pemasaran digital yang terencana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial berpotensi menjadi instrumen strategis dalam membangun brand awareness berbasis komunitas apabila dikelola secara sistematis, berkelanjutan, dan didukung oleh penguatan kapasitas pengelola.
Pengembangan Kurikulum PAUD Berbasis Budaya Lokal Dalam Konteks Kompetensi Global: Studi Literatur Irma Yuliantina; Yoshepine Wijayanti; Resi Lovita; Rina Damayanti; Yunita; Sekar Pinilih; Dian Nur Rachmawati; Annisa Fadhilah; Kurnia Rahayu; I Made Suardana Putra
Efektor Vol 13 No 1 (2026): Efektor Vol.13 No.1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v13i1.28229

Abstract

Pengembangan kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) perlu dilakukan secara kontekstual dengan memperhatikan karakteristik satuan pendidikan, termasuk budaya lokal yang hidup di lingkungan sekitar anak. Hal ini sejalan dengan pandangan teoretis dan pedagogis bahwa anak usia dini belajar secara optimal melalui pengalaman konkret yang dekat dengan kehidupan sehari-harinya. Budaya lokal menyediakan konteks autentik bagi kegiatan bermain, eksplorasi, dan inkuiri yang memungkinkan anak belajar secara holistik dengan mengintegrasikan aspek kognitif, sosial-emosional, bahasa, moral, dan motorik. Selain itu, dalam kerangka pendidikan abad ke-21, penguatan kompetensi global tidak berarti mengabaikan konteks lokal, melainkan berangkat dari pemahaman dan penghargaan terhadap budaya sendiri sebagai fondasi untuk berinteraksi di tingkat yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis,merumuskan model konseptual, atau mengidentifikasi prinsip pengembangan kurikulum berbasis budaya lokal dalam pengembangan kurikulum PAUD melalui kajian landasan teoretis, temuan penelitian terdahulu, serta kebijakan pemerintah Indonesia yang menekankan analisis karakteristik satuan pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur naratif dengan analisis tematik terhadap artikel jurnal, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum PAUD berbasis budaya lokal selaras dengan prinsip pembelajaran bermakna dan berpusat pada anak serta memperkuat karakter anak usia dini.
Pengembangan dan Uji Efektivitas E-Modul Interaktif Berbasis Scratch Menggunakan Model ADDIE pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah Siswa Kelas II SD Risda Rosyidah Ayuni; Sri Rahayu; Dyah Triwahyuningtyas
Efektor Vol 13 No 1 (2026): Efektor Vol.13 No.1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v13i1.28237

Abstract

 Pembelajaran matematika pada jenjang sekolah dasar masih menghadapi kendala pada pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji efektivitas e-modul interaktif berbasis Scratch menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) pada siswa kelas II sekolah dasar. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) yang melibatkan 14 siswa. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respon siswa, serta tes hasil belajar (pretest–posttest). Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk menilai validitas dan kepraktisan, sedangkan efektivitas dianalisis menggunakan uji N-Gain dan uji t berpasangan dengan bantuan SPSS. Kriteria kelayakan ditetapkan berdasarkan persentase validasi ≥ 81% (sangat layak) dan keefektifan ditentukan apabila nilai N-Gain berada minimal pada kategori sedang (≥ 30%) serta hasil uji t menunjukkan signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi dan media masing-masing mencapai 94,00% dan 92,86% (sangat layak). Respon siswa memperoleh rata-rata 85,89% (sangat praktis). Rata-rata nilai meningkat dari 50,00 pada pretest menjadi 82,14 pada posttest, dengan N-Gain sebesar 64,24% (kategori sedang). Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,000 < 0,05). Temuan ini membuktikan bahwa e-modul interaktif berbasis Scratch efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Secara ilmiah, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan media pembelajaran matematika berbasis pemrograman visual yang terintegrasi secara sistematis melalui model ADDIE serta menyediakan bukti empiris efektivitasnya pada konteks pembelajaran sekolah dasar.  
Penerapan Permainan Congklak Tray Ceria (Traycer) untuk Meningkatkan Kemampuan Konsep Membilang di KB Nice Kids Malang Isnaini Mukarromah; Ayu Asmah; Mochammad Ramli Akbar
Efektor Vol 13 No 1 (2026): Efektor Vol.13 No.1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v13i1.28252

Abstract

Counting is an important skill for early childhood cognitive development. This counting skill includes understanding the number of objects, the ability to identify and sequence numbers correctly. The results of initial observations conducted at the Nice Kids Malang Kindergarten showed that children's number concept abilities were still low at 35%. This study aimed to investigate the application of the Congklak Traycer game in improving number concept abilities at the Nice Kids Malang Kindergarten Kindergarten. The method used in this study was a classroom action that was carried out in cycles, through the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. The subjects of this study consisted of 10 children aged 4-5 years. Data collection in this study utilized an observation sheet that included indicators of number concepts, number symbols, one-to-one correspondence, and cardinality. Data analysis utilized a quantitative descriptive approach. The study findings showed a gradual increase in number concept abilities. In the pre-action stage, 35% increased to 45% in cycle I, and increased significantly to 82.48% in cycle II. Based on the classical success criteria in cycle II, exceeding the completion indicator of >75%, 8 out of 10 children were able to master the concepts of counting, number symbols, one-to-one correspondence, and cardinality very well. It can be concluded that game-based learning with concrete media through cheerful congklak trays (traycers) has been proven to help improve the conceptual ability of counting in early childhood at KB Nice Kids Malang. In addition, further research is needed to demonstrate the effectiveness of this method on a larger sample, as well as to develop innovative and fun teaching materials.
Perkembangan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia: Tinjauan Literatur dan Analisis Kebijakan Kurikulum dari Masa Ke Masa Irma Irma; Mansyur Ridho; Marijah Marijah; Iik Zakiah Darajat; Dwi Adji Dilliani; Faridatul Ula; Indri Ristiani; Mega Endang Sari; Nunuk Eny
Efektor Vol 13 No 1 (2026): Efektor Vol.13 No.1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v13i1.28255

Abstract

Kurikulum memiliki peran strategis dalam menjamin kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kurikulum PAUD di Indonesia dari masa ke masa berdasarkan panduan dan dokumen kebijakan resmi pemerintah, mengidentifikasi karakteristik utama kebijakan kurikulum pada setiap periode, serta menelaah arah perubahan kurikulum PAUD dari perspektif pedagogis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi literatur kebijakan (library research). Sumber data berupa dokumen kurikulum dan regulasi resmi pemerintah yang mencakup periode sebelum kemerdekaan hingga kebijakan kurikulum PAUD yang berlaku hingga tahun 2025. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi dengan pendekatan historis-kebijakan dan interpretasi tematik berbasis paradigma perkembangan anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kurikulum PAUD di Indonesia bersifat kontekstual menyesuaikan dengan kondisi budaya dan kebijakan politik yang terjadi saat itu. Meskipun mengalami perubahan nomenklatur dan struktur, kurikulum PAUD dari masa ke masa memiliki persamaan mendasar, yaitu orientasi pada pengembangan anak secara menyeluruh, penekanan pada nilai dan karakter, pengakuan terhadap pentingnya pengalaman belajar melalui bermain, serta peran strategis pendidik dalam implementasi kurikulum. Temuan ini menegaskan bahwa perubahan kebijakan kurikulum PAUD lebih bersifat kontekstual menyesuaikan dengan perubahan zaman  dengan tetap mengacu pada prinsip pembelajaran yang berpusat pada anak.
Rekonstruksi Kerangka Kurikulum PAUD Berbasis Computational Thinking Irma Yuliantina; Siti Roimah; Theresia Pipiet Dwi Hindarti; Dewi Murti Yuliati; Cindy Maurellia; Sri Lestari; Bahtiar; Siti Khuwaida Zilaniah Al Mumtazah; Wyanita Setya Husnaeni; Anisya Fitriasari
Efektor Vol 13 No 1 (2026): Efektor Vol.13 No.1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v13i1.28277

Abstract

Berpikir komputasional merupakan kompetensi global yang penting dikembangkan sejak usia dini karena berperan dalam membangun kemampuan bernalar, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan secara sistematis. Kompetensi ini dipahami sebagai cara berpikir yang mencakup kemampuan melakukan dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, serta algoritma. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengintegrasikan kompetensi berpikir komputasional yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur naratif dengan analisis tematik terhadap artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan dengan berpikir komputasional dan pendidikan anak usia dini. Terdapat 12 literatur review yang dianalisis dengan difokuskan pada konsep berpikir komputasional, pendekatan pembelajaran yang digunakan, serta implikasinya terhadap pengembangan kurikulum PAUD. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum berpikir komputasional di PAUD perlu menekankan pengalaman belajar yang bersifat konkret, kolaboratif, dan bermakna, serta menempatkan berpikir komputasional sebagai cara berpikir yang terintegrasi dalam kegiatan bermain yang bermakna. Berpikir komputasional sebagai pedagogik yang merupakan cara guru merancang pengalaman belajar anak agar anak terbiasa berpikir terstruktur, logis, reflektif, dan problem-oriented melalui aktivitas bermain. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan kurikulum PAUD yang responsif terhadap kebutuhan kompetensi global anak sejak usia dini.
Pengaruh Mendongeng Berbantuan Media Flipchart TerhadapPemahaman Konsep Bilangan Anak Usia 4-5 Tahun Juliana Angelica Nauli Rambe; Asih Budi Kurniawati; Annisa Yulistia
Efektor Vol 13 No 1 (2026): Efektor Vol.13 No.1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v13i1.28328

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep bilangan anak usia 4-5 tahun belum berkembang secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mendongeng berbantuan media flipchart terhadap pemahaman konsep bilangan anak usia 4-5 tahun. Peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode quasi experiment dengan desain non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu anak usia 4-5 tahun di TK The Green dan TK Islam Alifah 40 anak. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik sampel jenuh sebanyak seluruh total populasi yaitu 40 anak. Perlakuan berupa kegiatan mendongeng berbantuan media flipchart diberikan selama 5 kali pertemuan pembelajaran. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi berbentuk checklist dengan skala penilaian yang disusun berdasarkan indikator pemahaman konsep bilangan anak usia 4–5 tahun, yaitu kemampuan membilang 1–10, mengurutkan bilangan, mencocokkan jumlah benda dengan lambang bilangan, serta membedakan konsep banyak–sedikit, lebih–kurang, dan sama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh mendongeng berbantuan media flipchart terhadap pemahaman konsep bilangan yang dibuktikan dengan hasil uji Mann Whitney dengan nilai p = 0.000 (p < 0.05). Hasil uji N-Gain kelas kontrol 0.211 dengan kategori rendah dan kelas eksperimen 0.636 dengan kategori sedang. Hal tersebut membuktikan bahwa mendongeng berbantuan media flipchart memiliki pengaruh positif terhadap pemahaman konsep bilangan anak usia 4–5 tahun.