cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,609 Documents
Pengemasan dan Pemasaran Produk Dodol Rumput Laut sebagai Olahan Pangan Sehat di Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Jessica Tamia Andjani; Muhammad Farizi Maldino; Mirna Sulistia Irhami; Nurhayati; Rudy Alpian; Ahmad Raksun
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.357 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i2.1635

Abstract

Desa Seriwe merupakan penghasil rumput laut yang merupakan penyumbang produksi rumput laut Pulau Lombok. Rumput laut merupakan salah satu produk unggulan kelautan yang memiliki nilai ekonomis yang dapat menggerakkan sektor ekonomi mulai dari tingkat petani, produsen, pengolah hingga pengguna. Rumput laut dapat dimanfaatkan sebagai olahan produk dodol rumput laut. Pengemasan dan pelabelan adalah faktor penting dalam pemasaran. Dengan pengemasan yang tepat selain mampu melindungi produk, membuat daya simpan lebih lama, juga mampu menarik konsumen untuk membeli produk. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah agar dapat memberikan motivasi dan keterampilan kepada masyarakat khususnya UMKM agar mampu memahami bagaimana pengemasan dan pelabelan yang tepat serta strategi pemasaran yang baik. Lokasi pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur pada tanggal 27 Desember 2021-10 Februari 2022. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan pelatihan untuk memberikan pemahaman dan membantu pengemasan dan pemasaran online dan offline. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pengemasan dan strategi pemasaran sangat tepat dalam memberikan pemahaman kepada UMKM.
Edukasi Penyelaman Aman bagi Nelayan Pesisir Montong Lombok Barat Eustachius Hagni Wardoyo; Yoga Pamungkas Susani; Decky Aditya Zulkarnaen; Ida Ayu Eka Widiastuti; Bayu Tirta Dirja; Dini Suryani; Ika Primayanti; Muhammad Ghalvan Sahidu; Didit Yudhanto; Ardiana Ekawanti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.562 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i2.1649

Abstract

Traditional diver diving activities look for fish by archery underwater frequently do not pay attention to safety aspects, so there is an increasing risk of causing diving injuries. Diving injuries are preventable injuries, if safe diving guidelines are followed and obeyed. Diving injuries symptoms can be mild to severe, so education about prevention and recognition of disease disorders that can occur due to diving is being given. The community service is carried out in two simultaneous activities: diving safety lectures and general medical examination. The participants, 30 participants for general medical examination, and 4 participants for traditional divers. Of the 30 participants for general medical examination, it was predominantly female (18/30), with an age range of 4-60 years with a median age of 37 years. The most common diseases that are complained of are upper respiratory tract infections (ARI) (8/30), skin complaints (6/30), hypertension (6/30), diabetes (4/30), headaches (3/30), diarrhea (1/30), musculoskeletal complaints (1/30) and toothache (1/30). Education is carried out to all participants. The media used were a slide projector and x-banner. Four traditional divers comes with 3 Decompression sickness and 1 barotrauma. Questions coverage diving preparation, Diving techniques and do's and don't's after diving. The community service went well with 34 enthusiastic participants filled by questions. Three most common diseases being ARI, skin complaints and hypertension and diving injuries of decompression sickness and barotrauma.
Inovasi Teknologi Pengolahan Limbah Sabut Kelapa di Desa Sigar Penjalin Bulkaini; Sukarne; Syamsuhaidi; Dwi Anggara Ristami; Noviani Adhiningsih; Dian Maulana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.72 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i2.1659

Abstract

Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung merupakan salah satu desa penghasil kelapa di Kabupaten Lombok Utara. Sebelum dijual ke konsumen, kelapa yang dihasilkan dikupas terlebih dahulu sehingga menghasilkan limbah yang disebut sabut kelapa. Sampai saat ini limbah sabut kelapa belum secara maksimal dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga menimbulkan masalah baru yaitu terjadinya pencemaran lingkungan. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran dan motivasi masyarakat untuk mengolah limbah serabut kelapa menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pengadaan penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi barang yang bernilai ekonomis seperti dibuat menjadi pot bunga, dan kotak tempat pensil. Tujuan dari program ini adalah memberdayakan masyarakat Desa Sigar Penjalin dalam memanfaatkan limbah sabut kelapa menjadi barang yang bernilai ekonomis. Metode yang digunakan dalam melaksanakan program adalah metode Participatory Research Appraisal (PRA) yaitu bentuk metode yang melibatkan semua anggota mitra sasaran dalam melakukan melakukan program kerja. Dari program yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil bahwa sekitar 75% anggota kelompok ibu-ibu PKK Desa Sigar Penjalin siap untuk mengolah limbah sabut kelapa menjadi barang yang bernilai ekonomis. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa pengolahan limbah sabut kelapa menjadi barang yang bernilai ekonomis secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan ibu-ibu PKK.
Penyuluhan dan Pelatihan Peternak Untuk Menunjang Optimalisasi Produktifitas Program 1000 Desa Sapi Di Desa Pengengat Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Yusuf Akhyar Sutaryono; Panji Saputra Anggara; Fitriah; Huriyani; Wibi Wahid Muharram; Zahratul Laili; Nasmi Herlina Sari; Agil Trieanto; Arya Muliana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.782 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i2.1664

Abstract

Program 1000 desa sapi merupakan salah satu program pemerintah sebagai upaya peningkatan populasi dan produktifitas ternak sapi dalam rangka swasembada daging untuk mencapai ketahanan pangan nasional. Salah satu desa yang menjadi tempat dari program ini adalah Desa Pengengat, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Desa Pengengat adalah salah satu dari lima desa yang terpilih sebagai penerima bntuan program 1000 desa sapi karena sebagian besar wilayahnya adalah areal persawahan yang luas dan potensi peternakan yang dimilikinya. Berdasarkan hasil observasi di desa Pengengat ditemukan permasalahan berupa kurangnya pengetahuan peternak dalam manajemen penyediaan dan pemberian pakan berkualitas bagi ternaknya serta rendahnya pengelolaan kandang yang berhubungan dengan pengelolaan limbah kendang berupa feses dan urin. Telah dilakukan suatu pengabdian pada masyarakat dalam bentuk penyuluhan dan kelompok ternak dalam penanaman, penyediaan dan pengawetan hijauan pakan berkualitas, pemanfaatan limbah feses dan urine menjadi pupuk organik kompos dan biourin kompos. Penyuluhan dan pelatihan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peternak anggota program 1000 desa sapi di desa Pengengat untuk menyediakan hijauan pakan berkualitas bagi ternaknya dan kesadaran untuk memanfaatkan limbah feses dan urin menjadi pupuk organik kompos dan biourin.
Pengenalan Vertikal Garden Sebagai Solusi Penataan Lingkungan dan Tanaman Berkhasiat Obat Sebagai Peluang Usaha Rumah Tangga Dining Aidil Candri; Arben Virgota; Hilman Ahyadi; Baiq Farista
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.756 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i2.1703

Abstract

The vertical garden is a garden that is designed using a separate structural system so that it can be erected or affixed to the wall. The principle of making a vertical garden must meet the requirements consisting of sunlight, types of plants, and water used. In addition, the manufacture of vertical gardens can use media such as bottles that are not used. The vertical garden is one way to improve land-use efficiency. Several types of plants can be grown using the vertical garden method, such as food crops, ornamental plants, and medicinal plants. Plants that have medicinal properties are now quite easy to find growing around the house. Medicinal plants are types of plants in which certain parts of the roots, stems, bark, leaves are believed to relieve or reduce pain. Therefore, this activity was carried out to introduce the technique of planting vertical gardens and several types of plants that can be planted with this technique, one of which is medicinal plants
Inovasi Teknologi Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Sabut Kelapa Bulkaini; Syamsuhaidi; Yusuf Sutaryono; Dahlanuddin; Fajariswana; Zuana; Maulana; Mutia S; Ardana P; Parwati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.464 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i2.1711

Abstract

Sabut kelapa merupakan salah satu limbah dari buah kelapa yang berpotensi untuk dimanfaatkan karena mudah diperoleh dan tersedia dalam jumlah yang banyak serta dapat diolah menjadi pupuk organik cair. Pupuk organik cair berbasis sabut kelapa dapat dimanfaatkan sebagai pupuk karena mengandung unsur Nitrogen(N), Fosfor (P), dan Kalium (K) sehingga dapat memenuhi kebutuhan unsur hara yang sangat diperlukan oleh tanaman sayur-sayuran. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk organik cair berbasis limbah sabut kelapa terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman sayur-sayuran serta melatih masyarakat untuk lebih mandiri dalam memanfaatkan limbah sabut kelapa sebagai pupuk organik cair (POC). Pengabdian telah dilaksanakan di Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan dalam melaksanakan program pengabdian adalah metode Participatory Research Appraisal (PRA) yaitu bentuk metode yang melibatkan semua anggota mitra sasaran dalam melakukan program kerja. Dari program yang telah dilaksanakan diperoleh hasil bahwa sekitar 75% anggota kelompok ibu-ibu PKK Desa Sigar Penjalin siap untuk mengolah limbah sabut kelapa menjadi pupuk organik cair. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa pengolahan limbah sabut kelapa menjadi pupuk organik cair secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan ibu-ibu PKK. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah tanaman sayur-sayuran yang diberikan pupuk organik cair berbasis limbah sabut kelapa memberikan perubahan yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman yaitu pertumbuhannya lebih cepat, daunnya lebih lebar dan berwarna hijau segar.
Pendampingan Masyarakat Dalam Persiapan Pembangunan Bak Induk Penampung Air Tanah Untuk Pengembangan Irigasi Lahan Kering Di Kabupaten Lombok Utara I Dewa Gede Jaya Negara; Bambang Hari Kusumo; Kisman, Tajidan; Lolita Endang Susilawati; Bambang Budi Santoso; Joko Priyono
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.155 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i2.1731

Abstract

Dalam persiapan pembangunan bak Induk penampung air pompa di Sambik Rindang 1, diperlukan bangunan berupa lantai kerja karena bak air akan berada di lereng perbukitan dan rentan terhadap bahaya gempa. Dalam hal tersebut diperlukan pekerja seperti tukang yang memadai, dan perlu ada partisipasi masyarakat dalam pembangunan tersebut. Memperhatikan keterampilan warga yang ada sangat bermacam-jenisnya, maka pelibatan masyarakat perlu dilakukan secara selektif untuk menjamin hasil pekerjaan yang baik. Untuk itu pekerja yang dilibatkan perlu didampingi tim yang berpengalaman, agar hasil pembangunan memiliki kualitas dan kuantitas sesuai dengan yang diperlukan. Mengingat pentingnya terbangunnya bak air tersebut untuk menampung air dari air tanah, maka tim dari Unram dalam pengabdian ini perlu membantu kepentingan masyarakat tersebut. Pengabdian ini dilakukan dengan metode pendamping oleh Tim Unram, dengan tahapan kegiatan: survey awal dan koodinasi, kegiatan pendampingan dalam penentuan lokasi, pengukuran lokasi, pemasangan bawplang bak, penggalian dasar lantai kerja dan pembangunan lantai kerja. Diskusi dan tanya jawab dilakukan selama proses pembangunan, untuk meningkatkan wawasan para tukang dan pekerja dilokasi setempat.Hasil pengabdian warga telah berhasil membuat lantai kerja bak Induk sampai selesai, peserta telah mendapatkan pengetahuan pembanguan tambahan dari kegiatan ini. Dikusi dan tanya jawab telah menigkatkan pengetahuan Teknik banguan pada para tukang dan perkerja yang ada di Sambik Rindang 1tentang pentingnya keamanan bangunan yang dihasilkan, sehingga dapat digunakan sebagai bekal dalam pembangunan dimasa-masa mendatang. Semua yang terlibat harus memiliki tanggungjawabnya, agar bangunan yang dihasilkan dapat bermanfaat dengan baik. Dengan selesainya kegiatan pertemuan terpusat tersebut maka kegiatan ini sudah selesai, tim pengabdian mengucapkan terimakasih dan semoga amal ini memberi manfaat.
Pengolahan Sampah Anorganik Melalui Ecobrick Sebagai Upaya Mengurangi Limbah Plastik Ni Wayan Sri Suliartini; Isnaini; Popi Ulandari; Muhammad Zaki Alhannani; I Gede Esha Adyana Nando; Baiq Martina Safitri; Halimatussakdiah; Akhsanul Amru
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.176 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i2.1741

Abstract

Ecobrick merupakan bata ramah lingkungan hasil dari teknik pengelolaan sampah plastik yang terbuat dari botol-botol plastik bekas PET yang di dalamnya telah diisi berbagai sampah plastik hingga penuh, kemudian dipadatkan sampai menjadi keras mencapai jumlah bobot tertentu. Ecobrick dapat menjadi salah satu material alternatif arsitektural yang terjangkau. Kegiatan pengabdian KKN yang dilaksanakan oleh Universitas Mataram bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengolah sampah melalui ecobrick dalam menghadapi permasalahan sampah anorganik di lingkungannya menjadi sebuah produk baru. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2022 pukul 10.00 s.d 12.00 WITA yang dilaksanakan di SDN 1 Ranjok, Desa Ranjok, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian KKN ini kepada Masyarakat adalah edukasi dan presentasi tentang pembuatan ecobrick kepada masyarakat desa Ranjok, kabupaten Lombok Barat. Diharapkan dengan adanya edukasi dengan presentasi kepada masyarakat, dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Pelaksanaan program kerja tersebut mendapat respon positif dari masyarakat dan perangkat desa karena dapat membantu mengurangi volume sampah yang dihasilkan. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah anorganik, serta pemahaman masyarakat yang lebih baik mengenai material bangunan alternatif ramah lingkungan dari ecobrick. Hasil yang didapatkan dari adanya program kerja mengenai pengolahan sampah melalui ecobrick yaitu pengetahuan tentang pengolahan sampah mulai dari pilah sampah, memasukkan sampah ke dalam botol dan memadatkan sampah plastik serta menyusun semua ecobrick sehingga terbentuk sebuah produk baru seperti bangku atau kursi. Pengolahan sampah melalui ecobrick ini mendapatkan respon positif karena antusiasme masyarakat terutama anak-anak SD sangat tinggi. Pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan sampah anorganik menjadi ecobrick meningkat.
The Transfer Teknologi Budidaya Anggrek Hasil Kultur Jaringan Terhadap Para Santri Pondok Pesantren Nurul Islam Jember: Pelatihan aklimatisasi bibit anggrek hasil kultur jaringan Mohammad Nur Khozin; Dwi Erwin Kusbianto; Sigit Soeparjono; Muhammad Dima Say Mona; Didik Pudji Restanto
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.646 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i2.1762

Abstract

The Nurul Islam Islamic Boarding School Antirogo Jember is one of the modern Islamic boarding schools where in addition to teaching about religious sciences, science and technology lessons are mandatory lessons for students at Islamic boarding schools. The transfer of technology for orchid cultivation resulting from tissue culture aims to increase the insight, knowledge and skills of the students in the fields of science and technology so that it has a positive impact on the preservation of orchids, the beauty of the environment, and adds economic value. Tissue culture techniques are very effective in the propagation of orchids. The results of tissue culture are usually found in the form of seeds. In order to live and grow outside the bottle, the orchid seeds must be removed. But there is a special treatment so that the seeds can become seeds that are able to grow outside the bottle. This technique is an acclimatization technique. For the students, of course, the skill to acclimatize orchids is very useful. so that it is hoped that it can add new knowledge, insight, and skills for the students, starting from selecting seeds, preparing planting media, transplanting seeds from bottles to pots, and caring for seedlings. Keywords:
Faktor Sosial Ekonomi Masyarakat dan Lingkungan yang Berperan Dalam Agrowisata Rachmat Agumdhana; Suwardji
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.772 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i2.1770

Abstract

ABSTRAK Indonesia dengan kekayaan serta keindahan keaneragaman budaya dan sumber daya alamnya memiliki potensi untuk dapat terus dikembangkan, daya tarik budaya serta keindahan alam pariwisata Indonesia melalui sektor pariwisata juga menjadi sektor yang memiliki kontribusi terhadap devisa negara. Selain itu Indonesia memiliki potensi lain yakni dalam sektor pertanian menjadikan Indoneisa adalah negara agraris. Pada perkembangannya memadukan sektor pariwisata dan pertanian dapat dilakukan dengan melaui kegiatan wisata pertanian atau yang disebut dengan agrowisata. Kegiatan agrowisata dalam kegiatannya memiliki beberapa faktor penting juga utama antara lain yakni sosial ekonomi masayrakat dan lingkungan.Dengan melaui tulisan ini tujuannya ingin mengetahui bagaimana kegiatan sosial, ekonomi dan lingkungan dalam sautu kegiatan agrowisata. Metode yang digunakan berupa kegiatan literature riviem, yakni metode sistematis, eksplisit dan reprodusibel dalam mengidentifikasi, evaluasi dan sintesis terhadap karya-karya dari penelitian sebagai landasan empiris. Hasilnya adalah bahwa pada kegiatan agrowisata pada aspek sosial penting untuk didasari dengan kesamaan rasa dalam upaya menjaga dan mengembangkan agrowisata melalui kegiatan bersama seperti dalam bentuk Community Based Tourism. Pada aspek ekonomi agrowisata berpeluang meningkatkan kesejahteraan masayrakat dengan munculnya lapangan kerja baru juga peningkatan penghasilan hasil diversifikasi usaha yang berkaitan dengan agrowisata. Pada aspek lingkungan khususnya bagi petani, agrowisata menjadi bentuk adaptasi baru pertanian dan meperhatikan lingkungan agrowisata agar mampu mengolah lahan pertanian namun dengan mempertimbangkan keberlanjutan dan daya tarik keindahan agrowisata. Kata Kunci : Agrowisata, Sosial, Ekonomi, Lingkungan.

Page 48 of 161 | Total Record : 1609