cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Asuhan Keperawatan Masalah Kurangnya Pengetahuan pada Ibu yang Memiliki Anak Usia Toddler dengan Masalah Resiko Tersedak melalui Pemberian Edukasi Video di Desa Langkapura Kota Bandar Lampung Desi Eka Wijaya; Prima Dian Furqoni; Dessy Hermawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9822

Abstract

ABSTRAK Angka kematian akibat tersedak yang terjadi di Inggris mengalami peningkatan. Faktor dominannya adalah makanan yang menyangkut di kerongkongan. Data office for national Statistic, disebutkan 289 kematian pada tahun 2016 dan naik 17 % dari tahun sebelumnya. Penyebabnya adalah tersedak makanan akibat keselek susu formula atau ASI, permen, daging, tulang, buah dan sayuran. Untuk mengetahui asuhan keperawatan masalah kurangnya pengetahuan pada ibu yang memiliki anak usia toddler dengan masalah resiko tersedak melalui pemberian edukasi video di Desa Langkapura Kota Bandar Lampung. Sebanyak 3 responden anak usia 1-3 tahun. Pemberian edukasi ini menggunakan media video, dijelaskan juga melalui pendidikan kesehatan menggunakan leaflet. Teknik yang diberikan menggunakan teknik abdominal trust, back blow and chest trust. Intervensi dilakukan selama 2 hari dengan pemberian edukasi video penanganan tersedak pada anak usia toddler. Hasil penelitian ini didapat evaluasi hari terakhir didapatkan hasil pretes pada 3 responden dengan skor 16, 11, dan 13 setelah dilakukan penyuluhan berupa edukasi video didapat peningkatan skor pengetahuan sebesar 22,21 dan 20 dengan selisih pretes-postes sebesar 7 dan 10 skor. Setelah dilakukan pre-test dan post-test dalam pengisian kuesioner, pemberian edukasi penanganan tersedak terbukti dapat meningkatkan pengetahuan keluarga. Kata Kunci: Edukasi Video, Tersedak Anak Usia Toddler, Pengetahuan  ABSTRACT The number of deaths from choking in the UK has increased. The dominant factor is food stuck in the esophagus. BPS data mentions 289 deaths in 2016 and an increase of 17% from the previous year. The causes are choking on food due to choking on formula or breast milk, candy, meat, bones, fruit and vegetables. To find out about her care, she lost the problem of lack of knowledge in mothers who have children aged under five with a risk of choking through the provision of educational videos in Langkapura Village, Bandar Lampung City. as many as 3 respondents aged 1-3 years. Providing this education using video media, also explained through health education using leaflets. The techniques given are abdominal trust, back blow and chest trust techniques. The intervention was carried out for 2 days by providing educational videos on handling choking in children under five. The results of this study were obtained on the last day of evaluation, the results of the pretest were obtained for 3 respondents with scores of 16, 11, and 13. After counseling in the form of educational videos, an increase in knowledge scores was obtained by 22.21 and 20 with pretest-posttest differences of 7 and 10 scores. After the pre-test and post-test were carried out in filling out the questionnaire, providing education on choking management was proven to increase family knowledge. Keywords: Video Education, Toddler Age Choking, Knowledge
Optimalisasi Masa Nifas melalui Kegiatan Sosialisasi Bimbingan Senam Nifas di Wilayah Kabupaten Karawang Oon Sopiah; Citra Resita; Muhammad Arief Setiawan; Uway Wariah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9572

Abstract

ABSTRAK  Masa nifas dimulai dari placenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Ibu nifas akan mengalami banyak perubahan fisik maupun psikologis. Senam nifas merupakan salah satu cara membantu ibu segera pulih, bertujuan memperlancar proses involusi uteri, bermanfaat dari segi kecantikan, mengembalikan kondisi kesehatan dan memperbaiki keregangan otot-otot setelah kehamilan. Pelaksanaan senam nifas dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Rumusan masalah berupa terbatasnya pengetahuan dan keterampilan tentang senam nifas di wilayah kerja Puskesmas Talagasari Kabupaten Karawang, dikarenakan belum adanya sosialisasi dan bimbingan tentang senam nifas. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang senam nifas pada ibu nifas menggunakan media modul dan vidio sehingga membantu dalam melakukan senam nifas secara mandiri dan sebagai program tambahan pada kelas ibu hamil. Metode pengabdian dalam kegiatan sosialisasi dan bimbingan senam nifas menggunakan ceramah tanya jawab, diskusi, simulasi dan praktek senam nifas, disertai pre test dan post test. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan di rumah responden sebanyak 185 orang.  Hasil kegiatan sosialisasi dan bimbingan senam nifas ini memberikan implikasi berupa peningkatan pengetahuan ibu nifas hingga sebesar 9,28. Kegiatan telah  memberikan  manfaat  berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang senam nifas bagi  seluruh responden. Kesimpulannya bahwa kegiatan sosialisasi dan bimbingan senam nifas memberikan implikasi berupa peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam melakukan gerakan-gerakan senam nifas secara mandiri menggunakan modul dan vidio senam nifas. Selanjutnya puskesmas dapat melanjutkan kegiatan senam nifas tersebut ke dalam materi perawatan nifas pada program kelas ibu hamil. Kata Kunci: Sosialisasi, Bimbingan, Senam , Nifas  ABSTRACT  The puerperium begins when the placenta is born and ends when the uterine organs return to their pre-pregnancy state. Postpartum mothers will experience many physical and psychological changes. Postpartum gymnastics is one way to help the mother recover soon, aims to expedite the process of uterine involution, is beneficial in terms of beauty, restores health and improves muscle tension after pregnancy. Implementation of postpartum exercise is influenced by internal and external factors. The formulation of the problem is in the form of limited knowledge and skills about postpartum exercise in the working area of the Talagasari Health Center, Karawang Regency, due to the absence of socialization and guidance regarding postpartum exercise. The purpose of the service is to increase knowledge and skills about postpartum exercise for postpartum mothers using modules and video media so that it helps in carrying out postpartum exercise independently and as an additional program for pregnant women classes. The service method in the socialization and guidance of postpartum gymnastics uses question-and-answer lectures, discussions, simulations and practice of postpartum gymnastics, accompanied by pre-tests and post-tests. The activity was carried out for three months in the homes of 185 respondents. The results of this socialization activity and postpartum exercise guidance have implications in the form of increasing the knowledge of postpartum mothers up to 9.28. Activities have provided benefits in the form of increased knowledge and skills about postpartum exercise for all respondents. The conclusion is that postpartum exercise socialization and guidance activities have implications in the form of increasing knowledge and ability to carry out postpartum exercise movements independently using postpartum exercise modules and videos. Furthermore, the health center can continue the postpartum exercise activities in the postnatal care material in the class program for pregnant women. Keywords: Socialization, Guidance, Gymnastics, PostpartumAnggarini, I. A. (2020). Pengaruh Senam Nifas Dan Pijat Oksitosin Terhadap Involusi Uteri Pada Ibu Postpartum. Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan Um. Mataram, 5(2), 65. Https://Doi.Org/10.31764/Mj.V5i2.1277Anggarini, I. A., Hakim, M., & Hidayat, A. (2017). Pengaruh Senam Nifas Terhadap Perubahan Maternal Depressive Symptoms Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak (Rsia) Sakina Idaman Kabupaten Sleman. Jurnal Unisa Yogya.Ayundya Prameswary1, F. K. (2019). Hubungan Inisiasi Menyusu Dini (Imd), Mobilisasi Dini Dan Senam Nifas Dengan Involusi Uteri. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia. Https://Doi.Org/10.33221/Jiki.V7i04.442Azhari, T., & Triana, A. (2022). Percepatan Involusi Uterus Pasca Persalinan Melalui Senam Nifas. Jurnal Kebidanan Tekini, 01(1), 45–55.Bi’i, G. R. M., Folamauk, C. L. H., & Telussa, A. S. (2021). Efektivitas Media Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Social Distancing Dalam Pencegahan Covid-19 Pada Mahasiswa Baru Universitas Nusa Cendana. Cendana Medical Journal (Cmj), 9(2), 231–239. Https://Doi.Org/10.35508/Cmj.V9i2.5975Brier, J., & Lia Dwi Jayanti. (2020). Application Of Gymnastics Nifas To Afterpains Level In Mother Post Partum In Ponek Room Salatiga City Hospital Lutfaturrohmah1priharyanti. 21(1), 1–9. Http://Journal.Um-Surabaya.Ac.Id/Index.Php/Jkm/Article/View/2203Hutabarat, V., Sitepu, S. A., Sitepu, M. S., & Situmorang, R. B. (2020). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang. Jurnal Keperawatan Komprehensif, 2(2), 58–65.Ineke, S H, Murti Ani, S. S. (2016). Pengaruh Senam Nifas Terhadap Tinggi Fundus Uteri Dan Jenis Lochea Pada Primipara. Jurnal Ilmiah Bidan.Knowledge, I., Public, O., About, M., Exercise, O., Moncongloe, I., & Regency, M. (N.D.). Peningkatan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Senam Otaria Di Desa Moncongloe Kabupaten Maros. 2181–2185.Mindarsih, T., & Pattypeilohy, A. (2020). Pengaruh Senam Nifas Pada Ibu Postpartum Terhadap Involusi Uterus Di Wilayah Kerja The Influence Of Postpartum Exercise On Postpartum Woman To. Jurnal Kesehatan Madani Medika, 11(02), 235–246. Http://Jurnalmadanimedika.Ac.Id/Index.Php/Jmm/Article/View/129/87Mularsih, S. (2017). Studi Komparatif Tentang Minat Praktek Senam Nifas Sebelum Dan Sesudah Di Berikan Penyuluhan Pada Ibu Nifas Di Bidan Praktek Mandiri Wilayah Kota Semarang. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Unsiq, 4(3), 287–302. Https://Doi.Org/10.32699/Ppkm.V4i3.433Sari, F. N., & Suhertusi, B. (2022). Senam Nifas Upaya Percepatan Involusi Uterus Pada Ibu Postpartum. Jurnal Abdidas, 1(3), 149–156.Sari, V. K., Khairani, N., Kesehatan, F., Kebidanan, P., Fort, U., Bukittinggi, D. K., Kesehatan, F., Kebidanan, P., Fort, U., & Bukittinggi, D. K. (2022). Pengaruh Senam Nifas Terhadap Kualitas Tidur Ibu Nifas Di Praktik Mandiri Bidan R Bukittinggi. Jurnal Endurance, 7(1), 199–208. Http://Publikasi.Lldikti10.Id/Index.Php/Endurance/Article/View/743Savitri, N. P. H., & . S. (2018). Pengaruh Senam Nifas Dalam Peningkatan Produksi Asi. Jurnal Kebidanan, 9(02), 138. Https://Doi.Org/10.35872/Jurkeb.V9i02.315Sayuti, S., Almuhaimin, Sofiyetti, & Sari, P. (2022). Efektivitas Edukasi Kesehatan Melalui Media Video Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa Dalam Penerapan Protokol Kesehatan Di Smpn 19 Kota Jambi. Jurnal Kesmas Jambi, 6(2), 32–39.Siti Noor Hasanah1), Lisda Handayani2), Ainul Fithrah Syahidina3), Agusta Leni4), Dini Indah Purnamasari5), Hema Malinie6), Ratnawiyah7), Rida Ayu Rizki8), Salma Mariesa9), I. F. (2023). Postpartum Exercise In Digital Era In The Working Area Of Guntung. 2(1), 347–354.Sumarni, S., Lasanuddin, H. V., & Annisa, R. (2021). Pendidikan Kesehatan Dan Pelatihan Senam Nifas Agar Ibu Tetap Sehat Dimasa Pandemi Covid-19 Di Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba. Jcs, 3(1), 15–21. Https://Doi.Org/10.57170/Jcs.V3i1.5Victoria, S. I., & Yanti, J. S. (2021). Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas Dengan Pelaksanaan Senam Nifas, Jurnal Kebidanan Terkini ( Current Midwifery Journal ). 01, 45–55.Widatiningsih, S., Rofi’ah, S., Yuniyanti, B., & Sukini, T. (2018). Pelatihan Senam Nifas Bagi Kader Posyandu Di Desa Ambartawang Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang. Link. Https://Doi.Org/10.31983/Link.V14i1.2955World Health Organization; London School Of Hygiene And Tropical Medicine. (2017). Efektivitas Antara Senam Nifas Versi A Dan Senam Nifas Versi N Terhadap Kelancaran Involusio Uteri Di Puskesmas Binuang Tahun 2017 (Lina Fitriani,S.St.,M.Keb) Salah. Bmc Public Health, 5(1), 1–8. Https://Ejournal.Poltektegal.Ac.Id/Index.Php/Siklus/Article/View/298%0ahttp://Repositorio.Unan.Edu.Ni/2986/1/5624.Pdf%0ahttp://Dx.Doi.Org/10.1016/J.Jana.2015.10.005%0ahttp://Www.Biomedcentral.Com/1471-2458/12/58%0ahttp://Ovidsp.Ovid.Com/Ovidweb.Cgi?T=Js&P 
Intensifikasi Pengetahuan Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Berbasis Game Edukasi bagi Kader Posyandu Balita Harsono Harsono; Okti Trihastuti Dyah R; Dwi Nur Astuti; Rinayati Rinayati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9544

Abstract

ABSTRAK Faktor yang berperan tercapainya tumbuh kembang anak yaitu melalui stimluasi yang tepat, stimulasi merupakan aktivitas merangsang kemampuan dasar anak usia 0-6 tahun supaya anak tumbuh dan berkembang secara optimal.  Kader posyandu balita sebagai garda terdepan dalam pelayanan memiliki andil yang cukup besar terhadap tumbuh kembang balita diwilayahnya.   Oleh karenanya tingkat pengetahuan kader posyandu balita tentang stimulasi tumbuh kembang anak perlu untuk dilakukan intensifikasi.  Intensifikasi pengetahuan kader posyandu balita dapat dilakukan melalui berbagai media salah satunya melalui media aplikasi game edukasi stimulasi tumbuh kembang anak. Tujuan pelaksanakan kegiatan PKM ini adalah meningkatnya pengetahuan kader posyandu balita tentang stimulasi tumbuh kembang anak berbasis game edukasi yang dapat diimplementasikan dan diaplikasikan dalam pelaksanaan layanan posyandu balita.  Metode  pelaksanaan PKM yang dilakukan yaitu sosialisasi dan penyuluhan tentang tindakan (intervensi) stimulasi tumbuh kembang anak berikut pembuatan media aplikasi game edukasi tumbuh kembang anak.  Hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat menunjukan adanya peningkatan pengetahuan kader posyandu balita tentang stimulasi tumbuh kembang anak melalui aplikasi game edukasi, hal ini ditunjukan berdasarkan hasil rata-rata skor pre-post test yang mengalami kenaikan dari semula  88,9 menjadi 96,4.  Kesimpulan : bahwa kegiatan pengabdian masyarakat terbukti mampu meningkatkan pengetahuan kader posyandu balita tentang stimulasi tumbuh kembang anak melalui media aplikas game edukasi.  Saran : Kader Posyandu balita agar mengimplementasikan, mengaplikasikan dan sharing pengetahuan yang diperoleh kepada ibu-ibu balita dilingkungannya sebagai upayanya dalam monitoring tumbuh kembang anak dan langkah preventif stunting Kata Kunci: Stimulasi Tumbuh Kembang Anak, Pengetahuan, Kader Posyandu Balita  ABSTRACT Factors that play a role in achieving child growth and development, namely through proper stimulation is an activity that stimulates the basic abilities of children aged 0-6 years so that children groe and develop optimally.   Posyandu toddler cadres as the frontline in service have a significant contribution to the growth and development of toddlers in their area.  Therefore the level of knowledge of posyandu toddler cadres about stimulating child groeth and development needs to be instensified.  Intensification of knowledge of toddler posyandu cadres can be done through various media, one of which is through the media of educatonal game applications that stimulate children’s growth and development.  The purpose of implementing this PKM activitv is to increase the knowledge of posyandu toddler cadres about stimulating child growth and development base on educational games that can be implemented and applied in the implementation of toddler posyandu services.  The method of implementing PKM that is carried out is socialization and counseling about actions (interventions) stimulating children’s growth and development along with making educational game application media for children’s growth and development.  The results community service activities show an increase in the knowledge of toddler posyandu cadres about stimulating child growth and development through educational game applications, this is shown based on the results of the average pre-post test score which has increased from 88.9 to 96.4. Conclusion : that community service activities are proven to be able to increase the knowledge of toddler posyandu cadres about stimulating child growth and development through educational game application media.  Suggestion : Posyandu toddler cadres to implement, apply and share knowledge obtained with toddler mother in their environtment as an effort to monitor child growth and development and stunting prevention steps.  Keyword: Stimulation of Child Development, Knowledge, Toddler Posyandiu Cadres
Pelatihan English for Tourism dengan Pendekatan Berbasis Budaya Lokal bagi Pelaku Usaha di Pesisir Pantai Sulamanda Desa Mata Air Priscilla Maria Assis Hornay; Elvis Albertus Bin Toni; Maria Goreti Djehatu; Robertus Ardi Filan Dali
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9376

Abstract

ABSTRAK Pantai Sulamanda Desa Mata Air merupakan daerah pariwisata yang cukup dikenal di Kabupaten Kupang, namun Pasca Covid-19 terjadi penurunan kunjungan pariwisata di daerah tersebut. Kendala komunikasi Bahasa Inggris dirasa menjadi salah satu faktor yang menghambat bangkitnya pariwisata. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris para pelaku usaha sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan manca negara. Metode kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan Bahasa Inggris menggunakan pendekatan budaya, dimana materi pelatihan dirancang menggunakan istilah atau gambar-gambar yang locally-colored. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan motivasi belajar dan kemampuan berbahasa Inggris para pelaku usaha Pantai Sulamanda. Kata Kunci: Bahasa Inggris untuk Pariwisata, Pelaku Usaha, Pelatihan Bahasa Inggris, Pengabdian Kepada Masyarakat  ABSTRACT Sulamanda Beach, Mata Air Village, is a well-known tourism area in Kupang Regency, however after Covid-19 there has been a decline in tourism visits to the area. Barriers to communication in English are felt to be one of the factors hindering the rise of tourism. The purpose of this social service activity is to improve the English language skills of business actors as an effort to increase foreign tourist visits. The method of this social service activity is English language training using a cultural approach, where the training material is adapted to terms and pictures that have local nuances. The results of the service show an increase in learning motivation and English language skills of the business actors in Sulamanda beach.  Keywords: English for Tourism, Business Actors, English Training, Social Service
Pemberdayaan Masyarakat melalui Penyuluhan Inovasi Pengembangan Produk Olahan Buah Salak dan Pepaya di Desa Curug Kecamatan Cibaliung, Pandeglang Suryaman Suryaman; Mardiana Mardiana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9153

Abstract

ABSTRAK Desa curug merupakan desa dengan status tertingal meskipun memiliki banyak potensi dan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan. Berdasarkan observasi di lapangan, pemanfaatan buah salak dan pepaya oleh masyarakat desa Curug masih sangat terbatas, yaitu buah salak dan pepaya hanya dikonsumsi secara langsung. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh mahasiswa KKN Tematik LDIKTI IV Jabar-Banten di desa Curug, Kecamatan Cibaliung, kabupaten Pandeglang. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat tentang buah salak dan pepaya serta untuk meningkatkan nilai ekonomi dan pemanfaatan limbah. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara dilapangan, melaksanakan kegiatan seminar kewirausahan, serta melakukan demonstrasi dan praktek pembuatan kerupuk salak, kopi biji salak, saus pasta dari pepaya, kegiatan ini ditujukan kepada anggota-anggota kader PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga). Hasil dari kegiatan pengabdian ini, masyarakat dapat mengetahui dan memahami pemanfaatan buah salak dan pepaya menjadi berbagai macam olahan serta dapat meningkatkan nilai ekonomi. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Nilai Ekonomis, Kerupuk Salak, Kopi Biji Salak, Saus Pasta Pepaya  ABSTRACT Curug village is a village with underdeveloped status even though it has a lot of potential and natural resources that can be utilized. Based on field observations, the use of salak fruit and papaya by the people of Curug village is still very limited, namely salak fruit and papaya are only consumed directly. This community service activity was carried out by West Java-Banten LDIKTI IV Thematic KKN students in Curug village, Cibaliung District, Pandeglang Regency. The purpose of this community service activity is to provide knowledge and insight to the public about salak fruit and papaya and to increase economic value and waste utilization. This service activity is carried out using observation and interview methods in the field, carrying out entrepreneurship seminar activities, as well as conducting demonstrations and practice of making snake fruit crackers, snake fruit coffee, papaya paste sauce, this activity is aimed at PKK (Family Welfare Development) cadre members. As a result of this service activity, the community can know and understand the use of salak fruit and papaya into various kinds of preparations and can increase economic value. Keywords: Community Empowerment, Economic Value, Salak Crackers, Salak Seed Coffee, Papaya Paste Sauce
Peningkatan Pengetahuan Ibu Terkait ASI Eksklusif Melalui Edukasi Menggunakan Media Visual di Puskesmas Pondok Jagung, Serpong Utara Rachmanida Nuzrina; Rahmauldianti Safitri; Laras Sitoayu; Mertien Sa'pang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9429

Abstract

ABSTRAK Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan bayi yang optimal. Pengetahuan umum dan produksi ASI yang sedikit mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada bayi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu terkait ASI ekslusif dengan menggunakan media visual di Puskesmas Pondok Jagung. Metode yang digunakan adalah edukasi berupa penyuluhan dengan media berupa kalender dan poster yang berisi materi definisi ASI Eksklusif, menfaat menyusui bagi bayi dan ibu, jenis-jenis ASI, tips memperlancar ASI, gizi seimbang, makanan yang dihindari serta contoh-contoh bahan makanan untuk memperlancar ASI. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu terkait ASI eksklusif dengan rata-rata pengetahuan sebelum intervensi adalah 64,25 kemudian rata-rata skor pengetahuan setelah intervensi 92,75. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar Puskesmas atau Posyandu terus meningkatkan edukasi ASI eksklusif serta dapat menggunakan media kalender dan poster ASI eksklusif dalam melakukan edukasi terkait ASI eksklusif. Kata Kunci: Pengetahuan ASI Eksklusif, Pendidikan Kesehatan, Pengabdian Masyarakat  ABSTRACT Exclusive breastfeeding for six months is very important to support the optimal growth, development, and health of the baby. General knowledge and milk production have little effect on exclusive breastfeeding in infants. This activity aims to increase mothers' knowledge regarding exclusive breastfeeding by using visual media at the Pondok Jagung Health Center. The method used is education in the form of counseling with media in the form of calendars and posters containing material on the definition of exclusive breastfeeding, the benefits of breastfeeding for babies and mothers, types of exclusive breastfeeding, tips for facilitating exclusive breastfeeding, balanced nutrition, foods to avoid and examples of food ingredients to facilitate exclusive breastfeeding. The results of this community service show an increase in mothers' knowledge regarding exclusive breastfeeding with an average knowledge before the intervention was 64.25 then the average knowledge score after the intervention was 92.75. Based on these results, it is suggested that the Puskesmas or Posyandu continue to improve exclusive breastfeeding education and can use exclusive breastfeeding calendars and posters in conducting education related to exclusive breastfeeding. Keywords: Exclusive Breastfeeding Knowledge, Health Education, Community Service
Penyuluhan tentang Manfaat Pola Makan Gizi Seimbang bagi Kesehatan di RW 05 Desa Pasawahan Garut Umar Sumarna; Udin Rosidin; Sukma Senjaya; Furkon Nurhakim
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9812

Abstract

ABSTRAK Faktor yang mempengaruhinya antara lain faktor ekonomi, kebiasaan, budaya, lingkungan, atau kesukaan terhadap jenis-jenis makanan tertentu, sehingga asupan gizi yang diserap kedalam tubuh berbeda-beda pula. Dalam hal ini, yang menjadi masalah adalah terdapatnya asupan gizi dengan pola makan yang tidak berprinsip pada pola makan gizi seimbang yang menimbulkan terjadinya kekurangan gizi. Kondisi ini banyak ditemukan di Indonesia, pada tahun 2021 tercatat 17,4 juta penduduknya mengalami kekurangan gizi sebagai akibat rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat.  Demikian juga di Provinsi Jawa Barat, tercatat pada tahun 2022 sekitar 15,1% dari 48,64 juta penduduk menderita gizi kurang. Dalam hal ini tentu berimbas pula pada salah satu kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Garut. Hal tersebut disebabkan karena menurut BPS Jawa Barat pada tahun 2022, 28,17 juta penduduknya tergolong miskin ekstrim. Mengingat hal tersebut Tim PPM melakukan pengabdian kepada salah satu daerah di Kabupaten Garut, yaitu RW 05 Desa Pasawahan Kecamatan Tarogong Kaler. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat RW 05 Desa Pasawahan tentang pola makan makan gizi seimbang. Metoda yang digunakan adalah penyuluhan disertai tanya jawab antara penyuluh dengan peserta penyuluhan. Hasil yang didapat setelah dilakukan uji N-Gain skor bahwa dari 24 peserta, 17 peserta kategori tinggi 7 peserta kategori sedang. Sehingga N-gain rata-rata mendapat kategori tinggi. Maka kesimpulannya adalah adanya peningkatan pengetahuan besar-besaran masyarakat RW 05 Desa Pasawahan tentang pola makan gizi seimbang dan tindakan penyuluhan dapat dikatakan efektif. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Pola Makan, Gizi Seimbang  ABSTRACT Factors that influence it include economic factors, habits, culture, environment, or preferences for certain types of food, so that the intake of nutrients absorbed into the body is also different. In this case, the problem is the presence of nutritional intake with a diet that does not have the principle of a balanced nutritional diet which causes malnutrition. This condition is commonly found in Indonesia, in 2021 it was recorded that 17.4 million people were malnourished as a result of the low economic capacity of the community. Likewise in West Java Province, it is recorded that in 2022 around 15.1% of the 48.64 million population suffer from malnutrition. In this case, of course, it will also affect one of the districts in West Java, namely Garut Regency. This is because according to BPS West Java in 2022, 28.17 million people are classified as extreme poor. Given this, the PPM Team conducted a community service in one of the areas in Garut Regency, namely 5th hamlet Pasawahan Village, North Tarogong District. The purpose of this service was to increase the knowledge of the people of 5th hamlet Pasawahan Village about a balanced nutritional diet. The method used is counseling accompanied by questions and answers between extension agents and extension participants. The results obtained after the N-Gain test was carried out showed that out of 24 participants, 17 participants were in the high category, 7 participants were in the medium category. So that the average N-gain gets a high category. So the conclusion is that there is a massive increase in knowledge of the people of RW 05 Pasawahan Village about a balanced nutritional diet and counseling actions can be said to be effective. Keyword: Knowledge Level, Dietary Habit, Balanced Nutrition
Manajemen Perilaku Kesehatan Gigi dan Mulut dalam Penurunan Debris Index pada Anak Sdn 53 Banda Aceh Herry Hasan Imran; Niakurniawati Niakurniawati; Ratna Wilis; Nasri Nasri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9633

Abstract

ABSTRAK Manajemen  perilaku kesehatan gigi dan mulut adalah manajemen pendekatan yang menekankan pada pemahaman perilaku anak sekolah dasar didalam mengelola kesehatan gigi dan mulut. Anak sekolah menurut definisi WHO (World Health Organization) yaitu golongan anak yang berusia antara 7-15 tahun, sedangkan di Indonesia lazimnya anak yang berusia 7-12 tahun. Usia antara 6-12 tahun adalah usia anak duduk di sekolah dasar. Pada permulaan usia 6 tahun anak mulai masuk sekolah, sehingga anak-anak mulai masuk ke dalam dunia baru, dimana mulai banyak berhubungan dengan orang-orang di luar keluarganya dan berkenalan dengan suasana dan lingkungan baru dalam hidupnya. Hal ini dapat mempengaruhi  kebiasaan makan mereka. Kegembiraan di sekolah menyebabkan anak- anak sering menyimpang dari kebiasaan waktu makan yang sudah diberikan kepada mereka. Tujuan pengabdian masyarakat untuk melihat perilaku anak sekolah dasar dalam penurunan debris indeks. Metode pengabdian masyarakat dilakukan dengan wawancara dan pemeriksaan dengan jumlah sampel 30 murid. Berdasarkan hasil penelitian kami tentang manajemen perilaku kesehatan gigi dan mulut anak SDN 53 Banda Aceh menunjukkan bahwa dari 30 anak kategori pengetahuan baik 15 (50%) anak dan dengan status kebersihan gigi dan mulut kriteria sedang yaitu sebanyak 20 murid (66,6%) dan yang memiliki pengetahuan kurang baik 15 (50%) dengan status kebersihan gigi dan mulut pada kriteria sedang yaitu sebanyak 10 murid (33,3%). Dari 30 anak kategori tindakan baik 25 (83,3%) anak dan dengan status kebersihan gigi dan mulut kriteria sedang yaitu sebanyak 20 murid (66,6%) dan yang memiliki pengetahuan kurang baik 5 (16,6%) dengan status kebersihan gigi dan mulut pada kriteria sedang yaitu sebanyak 10 murid (33,3%). Pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan meningkatkan keterampilan anak dalam menyikat gigi untuk penurunan debris indek pada anak SDN 53 Banda Aceh.Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan manajemen perilaku kesehatan gigi dan mulut dalam penurunan debris index pada anak SDN 53 Banda Aceh, terjadi peningkatan status kebersihan gigi dan mulut anak SDN 53 Banda Aceh dengan katagori baik 17 anak (56,7%). Kata Kunci : Manajemen Perilaku, Kesehatan Gigi  ABSTRACT Dental and oral health behavior management is a management approach that emphasizes understanding the behavior of elementary school children in managing dental and oral health. School children, according to the WHO (World Health Organization) definition, are children aged between 7-15 years, while in Indonesia it is usually children aged 7-12 years. Age between 6-12 years is the age of children sitting in elementary school. At the age of 6 years, children start going to school, so that children begin to enter a new world, where they start to have a lot of contact with people outside their family and get acquainted with new situations and environments in their lives. This can affect their eating habits. The excitement at school causes children to often deviate from the mealtime habits they have been given. The purpose of community service is to see the behavior of elementary school children in reducing the debris index. The community service method is carried out by interviews and examinations with a sample of 30 students. Based on the results of our research on dental and oral health behavior management in SDN 53 Banda Aceh children, it was shown that out of 30 children in the good knowledge category, 15 (50%) were children and with moderate criteria for dental and oral hygiene status, namely 20 students (66.6%) and who had poor knowledge 15 (50%) with the status of dental and oral hygiene in the moderate criteria, namely as many as 10 students (33.3%). Of the 30 children in the good action category, 25 (83.3%) were children and with moderate dental and oral hygiene status, namely 20 students (66.6%) and who had poor knowledge, 5 (16.6%) with dental hygiene status and mouth on medium criteria, namely as many as 10 students (33.3%). The community service carried out aims to improve children's skills in brushing their teeth to reduce index debris in SDN 53 Banda Aceh children. It can be concluded that there was an increase in dental and oral health behavior management in reducing the debris index in children at SDN 53 Banda Aceh, there was an increase in the oral hygiene status of children at SDN 53 Banda Aceh with a good category of 17 children (56.7%). Keywords: Behavior Management, Dental Health
Pemberdayaan Kader dalam Meningkatkan Status Vaksinasi Covid 19 Ibu Hamil di Puskesmas Sorong Timur Cory Chorajon Situmorang; Ariani Pongoh
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.8338

Abstract

ABSTRAK Pada tahun 2021 tercatat kurang dari 5% ibu hamil yang melakukan vaksinasi covid 19 di wilayah kerja Puskesmas Sorong Timur Kota Sorong. Untuk meningkatkan pengetahuan dan menyebarkan informasi tentang cara pencegahan Covid 19 dibutuhkan peran media sebagai sumber informasi dan kader posyandu sebagai mitra tenaga Kesehatan yang dekat dengan ibu hami. Pengabdian dilakukan pada 6 orang kader dan 19 ibu hamil trimester II dan 3 di Kelurahan Kladufu, Puskesmas Sorong Timur Kota Sorong. Pengabdian dilakukan dengan cara melakukan edukasi dan pelatihan kepada kader posyandu terkait vaksinasi Covid 19 pada ibu hamil dengan alat bantu buku saku. Kader melakukan pendampingan kepada ibu hamil yang belum melakukan vaksinasi mulai dari trimester II (> 14 Minggu sampai vaksinasi kedua). Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan dilakukan evaluasi terkait pengetahuan kader dan status vaksinasi ibu hamil. Hasil Pengabdian diperoleh sebelum dilakukan pelatihan paling banyak kader memiliki pengetahuan kurang yaitu 5 orang (71,4%) sedangkan setelah dilakukan pelatihan paling banyak kader memiliki pengetahuan baik yaitu 6 orang (85,7%). Pada ibu hamil, sebelum dilakukan pendampingan paling banyak ibu hamil dengan status vaksinasi covid 19 tidak lengkap yaitu 19 (100%) sedangkan setelan dilakukan pendampingan kader paling banyak ibu hamil dengan status vaksinasi covid 19 lengkan yaitu 17 orang (89,5%). Kata Kunci: Vaksinasi Covid 19, Ibu Hamil   ABSTRACT In 2021 it was recorded that less than 5% of pregnant women vaccinated against COVID-19 in the working area of the East Sorong Community Health Center, Sorong City. To increase knowledge and disseminate information about how to prevent Covid 19, the role of the media as a source of information and posyandu cadres are needed as partners for health workers who are close to pregnant women. The service was carried out on 6 cadres and 19 pregnant women in the second and third trimesters in Kladufu Village, East Sorong Health Center, Sorong City. This service is carried out by providing education and training to posyandu cadres regarding the Covid 19 vaccination for pregnant women using pocket books and leaflet. Cadres provide assistance to pregnant women who have not vaccinated starting from the second trimester (> 14 weeks until the second vaccination). To determine the success of the activity, an evaluation was carried out regarding the knowledge of cadres and the vaccination status of pregnant women. The results of the service obtained before the training was carried out that most cadres had less knowledge, namely 5 people (71.4%) while after training, most cadres had good knowledge, namely 6 people (85.7%). For pregnant women, before mentoring was carried out, the most pregnant women with incomplete COVID-19 vaccination status was 19 (100%) while the setting was assisted by cadres, mostly pregnant women with COVID-19 vaccination status, namely 17 people (89.5%). Keywords: Covid 19 Vaccination, Pregnant Women
Peningkatan Kapasitas Kader Terkait Peningkatan Imunitas Tubuh melalui Konsumsi Jus Sayur pada Era Post-Covid-19 di Desa Tanjungsari - Karangpawitan, Garut Nursiswati Nursiswati; Malfa Laila Pratidina; Diva Jogina; Titis Kurniawan; Sandra Pebrianti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9687

Abstract

ABSTRAK COVID-19 telah menjadi endemik dan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) telah dicabut oleh pemerintah Indonesia. Perubahan status endemik ini membutuhkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit menular dan tidak menular. Imunitas tubuh merupakan salah satu hal penting di era post COVID-19 ini. Desa Tanjungsari merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Mayoritas penduduk Desa Tanjungsari berstatus ekonomi menengah ke bawah sehingga masih banyak masyarakat yang terjangkit penyakit, baik penyakit kronis maupun non kronis yang dimana penyakit-penyakit ini dapat terjadi akibat pola hidup yang kurang sehat. Oleh Karena itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam upaya meningkatkan imunitas melalui jumlah konsumsi sayuran pada masyarakat. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan mengadakan sosialisasi di aula desa yang dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu ceramah interaktif dan demonstrasi. Kegiatan ceramah interaktif yang dilakukan bertemakan “Peningkatan imunitas dan Pola Hidup Sehat Dengan Konsumsi Jus sayuran” ceramah interaktif ini meliputi definisi imunitas dan pola hidup sehat, manfaat dari mengkonsumsi sayuran dan memperkenalkan metode baru dalam mengkonsumsi sayuran yaitu dengan cara di jus. Pada kegiatan ceramah interaktif juga diselingi dengan kegiatan demonstrasi pembuatan jus oleh tim demonstrasi. Demonstrasi ini dilakukan dengan harapan peserta sosialisasi mendapat gambaran bagaimana membuat jus sayur yang enak dan tetap sehat untuk dikonsumsi. Dari hasil kegiatan tanya jawab selama kegiatan dan wawancara pasca kegiatan sosialisasi didapatkan 90% peserta mengetahui tentang pentingnya imunitas dan pola hidup sehat, serta masyarakat merasa antusias untuk mencoba metode baru mengkonsumsi sayuran yaitu dengan cara di jus. Temuan pengabdian ini melaporkan bahwa peningkatan kapasitas kader dalam melakukan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi di nilai efektif dan dapat dijadikan sarana alternatif edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai program hidup sehat. Kata Kunci: Imunitas, Jus Sayuran, Penyakit Kronis, Post Covid-19, Kader  ABSTRACT COVID-19 has become endemic and imposition of restrictions on community activities (PPKM) status has been revoked by the Indonesian government. This change in endemic status requires public awareness of communicable and non-communicable diseases that may attack. Body immunity is one of the important things in this post-covid-19 era. Tanjungsari Village is one of the villages located in Karangpawitan sub-district, Garut Regency. The majority of Tanjungsari Village residents have middle to lower economic status so that there are still many people who are infected with diseases, both chronic and non-chronic diseases where these diseases can occur due to an unhealthy lifestyle. Therefore this community service (PKM) activity aims to increase immunity through the amount of consumption of vegetables in the community.  PKM activities are carried out by holding socialization in the village hall which is divided into two activities, namely interactive lectures and demonstrations. The interactive lecture activity carried out with the theme "Increasing Immunity and a Healthy Lifestyle by Consuming Vegetable Juices" This interactive lecture covered the definition of immunity and a healthy lifestyle, the benefits of consuming vegetables and introduced a new method of consuming vegetables, namely by juicing. The interactive lecture activities were also interspersed with demonstration activities for making juice by the demonstration team. This demonstration was carried out in the hope that the socialization participants would get an idea of how to make delicious and healthy vegetable juices for consumption. From the results of the question and answer activities during the activity and post-dissemination interviews, it was found that 90% of the participants knew about the importance of immunity and a healthy lifestyle, and the community was enthusiastic about trying a new method of consuming vegetables, namely by juicing. The findings of this service report that increasing the capacity of cadres in conducting socialization and demonstration activities is effective and can be used as an alternative educational tool to increase community knowledge about healthy living programs. Keywords: Immunity, Vegetable Juice, Chronic Disease, Post Covid-19, Cadre

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue