cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pelatihan RJP dan Kegawat Daruratan Lainnya di Puskesmas Nipah Sherliyana, Sherliyana; Karmila, Dany; Utami, Sukandriani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15671

Abstract

ABSTRAK Resusitasi Jantung Paru (RJP) yaitu sekumpulan intervensi yang bertujuan untuk mengembalikan dan mempertahankan fungsi vital organ pada korban henti jantung dan henti nafas. Intervensi ini terdiri dari pemberian kompresi dada dan bantuan nafas yang bertujuan untuk mengembalikan sirkulasi darah dengan cepat saat terjadi henti jantung. Pemberian RJP dengan cepat dan baik dalam waktu 1-2 menit dapat meningkatkan survival rate sampai lebih dari 60% pada pasien henti jantung. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pada staf dan tenaga kesehatan di Puskesmas Nipah. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah melakukan edukasi dan pelatihan secara simulasi dengan manekin serta melakukan pre dan post test. Analisis data dengan Microsoft office. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan pekerjaan peserta terbanyak yakni perawat (9 orang), pendidikan terbanyak adalah D3 (17 orang) serta lama berkerja terbanyak 1-5 tahun (11 orang) dan terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi RJP dan pelatihan kegawatdaruratan dengan metode simulasi menggunakan manekin. Kata Kunci: Resusitasi Jantung Paru (RJP), Kegawatdaruratan, Tenaga Kesehatan ABSTRACT Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) is a collection of interventions that aim to restore and maintain the function of vital organs in victims of cardiac arrest and respiratory arrest. This intervention consists of giving chest compressions and blood assistance which aims to restore circulation quickly when cardiac arrest occurs. Providing CPR quickly and well within 1-2 minutes can increase the survival rate to more than 60% in cardiac arrest patients. The aim of this service activity is to increase the knowledge and skills of staff and health workers at the Nipah Community Health Center. The method used in this service is conducting education and training through simulations with mannequins and conducting pre and post tests. Data analysis with Microsoft office. The results of the service activities showed that the highest number of participants were nurses (9 people), the most education was D3 (17 people) and the most years of work was 1-5 years (11 people) and there was an increase in participants' knowledge after being given CPR education and emergency training using the simulation method. mannequin.  Keywords: Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), Emergency, Health Workers
Edukasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Kerja di PT. Linda Jaya RW 12 Kelurahan Kota Wetan Garut Kota Kabupaten Garut Shalahuddin, Iwan; Rosidin, Udin; Lukman, Mamat; Yamin, Ahmad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.16778

Abstract

ABSTRAK Promosi keselamatan dan kesehatan kerja, sebagai bagian dari perbaikan kondisi kerja secara keseluruhan, merupakan strategi penting, tidak hanya untuk memastikan kesejahteraan pekerja tetapi juga untuk memberikan kontribusi positif terhadap produktivitas. Pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk Untuk Mengetahui masalah yang dapat terjadi dan bagaimana cara Mengatasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Kerja Pekerja Jaket Kulit di PT. Linda Jaya yang berada di wilayah Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota. Metode yang dilakukan dalam pendidikan kesehatan adalah penjelasan atau ceramah yang diberikan oleh pemateri kepada pekerja dan pemilik home industry produksi kulit PT. Linda Jaya secara langsung, dan diikiuti dengan tanya jawab dan demonstrasi. Hasil , Berdasarkan hasil rekapitulasi hasil pengkajian kebutuhan belajar dapat terlihat bahwa ada sebagian pekerja, kebutuhan belajar yang termasuk kedalam kebutuhan belajar: Perceived needs, Unperceived needs dan Misperceived needs Karena ada sebagian peserta yang mengetahui bahaya jika tidak melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan kerja yang baik dan benar yang berbahaya bagi kesehatan. Kesimpulan, Pendidikan kesehatan efektif untuk meningkatkan pengetahuan Pekerja terkait Pertolongan pertama pada kecelakaan kerja untuk mengurangi dan menghilangkan terjadinya kecelakaan kerja. Pendidikan kesehatan yang dilakukan ini menunjukkan hasil yang baik terhadap pengetahuan pekerja dilingkungan kerjanya. Rencana berkelanjutan program dimasa yang akan datang adalah: Memberikan pemahaman tentang pentingnya melakukan upaya upaya pencegahan terhadap resiko kesehatan dan keselamatan kerja dengan membiasakan pertolonga pertama pada kecelakaan Kerja pada saat bekerja dan Melibatkan stakeholder setempat dan pemilik home industri. Kata Kunci: Edukasi, Pertolongan Pertama, Kesehatan dan Keselamatan Kerja  ABSTRACT The promotion of occupational safety and health, as part of the overall improvement of working conditions, is an important strategy, not only to ensure the welfare of workers but also to make a positive contribution to productivity. This health education aims to find out the problems that can occur and how to overcome first aid in work accidents for leather jacket workers at PT. Linda Jaya which is located in the area of Wetan City Village, Garut Kota District. The method carried out in health education is an explanation or lecture given by the speaker to workers and owners of the leather production home industry of PT. Linda Jaya directly, and was followed by questions and answers and demonstrations. Results, Based on the results of the recapitulation of the results of the learning needs assessment, it can be seen that there are some workers, learning needs that are included in the learning needs: Perceived needs, Unperceived needs and Misperceived needs Because there are some participants who know the danger if they do not give first aid to good and correct work accidents that are dangerous to health. Conclusion, Health education is effective in increasing workers' knowledge related to first aid in work accidents to reduce and eliminate the occurrence of work accidents. The health education carried out shows good results on the knowledge of workers in their work environment. The program's sustainable plan for the future is: Providing an understanding of the importance of making efforts to prevent occupational health and safety risks by familiarizing first aid in work accidents at work and involving local stakeholders and industrial home owners.    Keywords: Education, First Aid, Occupational Health and Safety
Deteksi Dini Diabetic Foot Ulcer (DFU) dengan Mengenali Suhu Kaki Arisandi, Defa; Amaludin, Mimi; Alfikrie, Fauzan; Hidayat, Uti Rusdian; Akbar, Ali; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby; Safitri, Dewin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14698

Abstract

ABSTRAK Diabetic Foot Ulcer (DFU) menjadi salah satu komplikasi negatif dari penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang prevalensinya terus meningkat. DFU terjadi karena adanya gangguan persarafan, gangguan sirkulasi, dan infeksi pada tungkai bawah yang berakibat munculnya suatu kelainan. Lebih parahnya, sekitar 85% dari penyandang DM yang berisiko mengalami DFU harus dilakukan tindakan amputasi. Sebagai salah satu bentuk upaya pencegahan dilakukanlah deteksi dini DFU dengan mengenali suhu kaki. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendeteksi secara dini suhu kaki sebagai upaya pencegahan Diabetic Foot Ulcer (DFU) penyandang DM dengan pemeriksaan kaki yang mudah dipahami dan diaplikasikan secara mandiri. Metode yang dilakukan pada kegiatan PKM ini adalah edukasi dan demonstrasi yang kemudian dilakukan pre dan post tes. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan terhadap deteksi dini DFU dengan mengenali suhu kaki. Pemberian edukasi dan demonstrasi deteksi dini DFU dengan mengenali suhu kaki dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dan dapat menjadi salah satu upaya pencegahan DFU Kata Kunci: Diabetic Foot Ulcer, Diabetes Mellitus, Suhu Kaki  ABSTRACT Diabetic Foot Ulcer (DFU) is one of the negative complications of Diabetes Mellitus (DM), whose prevalence continues to increase. DFU occurs due to nerve disorders, circulation disorders, and infections in the lower limbs which result in the appearance of an abnormality. What's worse, around 85% of people with DM who are at risk of experiencing DFU have to undergo amputation. As a form of prevention effort, early detection of DFU is carried out by identifying foot temperature. This activity aims to detect early foot temperature as an effort to prevent Diabetic Foot Ulcer (DFU) for people with DM with a foot examination that is easy to understand and can be applied independently. the method used in this PKM activity is education and demonstration which is then carried out pre and post-tests. As a result of community service, it was found that there was an increase in knowledge regarding early detection of DFU by recognizing foot temperature. Providing education and demonstration of early detection of DFU by recognizing foot temperature can increase public knowledge and can be an effort to prevent DFU. Keywords: Foot Temperature, Diabetic Foot Ulcer, Diabetes Mellitus
Pemberdayaan Sukarelawan di Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang dalam Pembuatan Eco Enzim Jeruk Lemon dan Sabun Cair Cuci Tangan Lansia Sugiyanto, Sugiyanto; K. A, Venny; R. J. L, Nancy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15710

Abstract

ABSTRAK  Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat “Pemberdayaan Tim Sukarelawan di RW 02 Ds Pandansari Krajan Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Jeruk Lemon sebagai Eco Enzym yang digunakan sebagai Sabun Cuci Tangan Lansia” diawali dengan pengkajian awal terhadap keadaaan di lapangan melalui observasi, yang didapatkan bahwa pada masa ini limbah jeruk lemon merupakan limbah rumah tangga dan lingkungan yang belum di manfaatkan dengan baik. Sehingga limbah jeruh lemon ini sering menjadi masalah linggkungan karena merupakan sampah dan penangannya masih belum dilakukan secara baik. Oleh karena itu dibutuhkan kegiatan pemberdayaan masyarakat terkait dengan pemanfaatan limbah jeruk lemon menjadi eco enzyme yang digunakan untuk sabun cuci tangan pada lansia. Pengabdian ini diikuti oleh Tim Sukarelawan sebanyak 12 orang dan kegiatan pengabdian masyarakat ini dibagi 3 kegiatan yaitu Tahap persiapan melakukan pendekatan terhadap tim sukarelawan, tahap pelaksanaan memberikan edukasi kepada tim sukarelawan terkait masalah limbah sampah organik terutama jeruk lemon  rumah tangga dan lingkungan serta memberikan solusi dalam penanganan limbah sampah organik terutama jeruk lemon untuk dimanfaatkan menjadi eco enzyme dan selanjutnya dibuat sabun cuci tangan untuk lansia. Tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner Pre-Post Test terhadap peningkatan tingkat pengetahuan terkait dimanfaatkan limbah jeruk lemon menjadi eco enzyme dan selanjutnya dibuat sabun cuci tangan untuk lansia sedangkan untuk ketrampilannya diukur melalui ceklist. Hasil pretest rata-rata 47,5% dan posttest rata-rata 93%, sehingga pada kegiatan PkM ini terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 45,5 %, sedangkan penilaian dari segi ketrampilan dalam proses pembuatan eco enzim jeruk lemon dan sabun cair cuci tangan mempunyai skor 100 Kata Kunci: Pemberdayaan, Masyarakat,  Eco Enzim, Jeruk Lemon  ABSTRACT Community Partnership Program activity "Empowering the Volunteer Team in RW 02 Ds Pandansari Krajan, Pandansari Village, Poncokusumo District, Malang Regency in the Management and Utilization of Lemon Waste as an Eco Enzyme used as Hand Washing Soap for the Elderly" begins with an initial assessment of the situation in the field through observation, which It was found that currently lemon waste is household and environmental waste that has not been utilized properly. So this lemon juice waste often becomes an environmental problem because it is rubbish and its handling has not been done properly. Therefore, community empowerment activities are needed related to the use of lemon waste into eco enzymes which are used for hand washing soap for the elderly. This service was attended by a volunteer team of 12 people and this community service activity was divided into 3 activities, namely the preparation stage, approaching the volunteer team, the implementation stage, providing education to the volunteer team regarding the problem of organic waste, especially household lemons and the environment, as well as providing solutions in handling it. organic waste, especially lemons, to be used as eco enzyme and then made into hand washing soap for the elderly. The evaluation stage was carried out using a Pre-Post Test questionnaire to increase the level of knowledge related to using lemon waste to make eco enzyme and then making hand washing soap for the elderly, while skills were measured using a checklist. The average pretest result was 47.5% and the average posttest was 93%, so that in this PkM activity there was an increase in knowledge of 45.5%, while the assessment in terms of skills in the process of making eco enzyme lemon and liquid hand washing soap had a score 100. Keywords: Empowerment, Community, Eco Enzyme, Lemon
Kewaspadaan Dini Masyarakat melalui Pemanfaatan Support System Penanggulangan Gagal Ginjal Kronis Akbar, Ali; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Amaludin, Mimi; Safitri, Dewin; Arisandi, Defa; Hidayat, Uti Rusdian; Alfikrie, Fauzan; Hatmalyakin, Debby
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14813

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal kronik salah satu dari penyakit tidak menular yang jumlah penderitanya terus mengalami peningkatan. Untuk itu diperlukannya upaya kewaspadaan dini terhadap penyakit GKK salah satunya dengan pemanfaatan support system. Berbagai macam support system yang dapat dimanfaatkan adalah fasilitas kesehatan terdekat serta dukungan dari keluarga. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kewaspadaan dini masyarakat melalui pemanfaatan support system penanggulangan GGK. Metode: metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah pemberian edukasi. Hasil: sebelum diberikan edukasi pengetahuan tentang kewaspadaan dini melalui pemanfaatan support system penanggulangan GGK sebagian besar peserta memiliki pengetahuan dengan kategori rendah yaitu 46,67%, ketegori sedang 40% dan kategori tinggi 13,33%. Kemudian setelah diberikan edukasi diperoleh pengetahuan masyarakat pada kategori tinggi 73,3%. Kesimpulan: Pemberian edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kewaspadaan dini melalui pemanfaatan support system penanggulangan GGK. Kata Kunci: GGK, Kewaspadaan Dini, Support System ABSTRACT Chronic kidney failure is a non-communicable disease whose number of sufferers continues to increase. For this reason, early awareness efforts for GKK disease are needed, one of which is the use of a support system. Various types of support systems that can be utilized are the nearest health facilities and support from family. Purpose: This activity aims to increase knowledge about early community awareness through the use of a CKD prevention support system. Method: The method used in this PKM activity is providing education. Results: before being given knowledge education about early awareness through the use of a CKD management support system, most participants had knowledge in the low category, namely 46.67%, 40% in the medium category and 13.33% in the high category. Then, after being given education, public knowledge was found to be in the high category at 73.3%. Conclusion: The education provided can increase public knowledge about early awareness through the use of a support system for dealing with CKD. Keywords: Ckd, Early Awareness, Support System
Penguatan Kelembagaan Karang Taruna untuk Meningkatkan Partisipasi Pemuda dalam Pembangunan Desa Sandosi Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur Susu, Mikael Thomas; Tokan, Frans Bapa; Lamawuran, Yosef Dionisius
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15954

Abstract

ABSTRAK Pengabdian ini dilakukan di Desa Sandosi Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur. Kegiatan ini dilakukan menyusul fakta bahwa Karang Taruna Nubun Tawan Desa Sandosi yang dibentuk pada tahun 2018 ini mengalami stagnasi. Berdasarkan hasil pengamatan awal diketahui bahwa ada tiga masalah yang menjadi faktor penyebab, yakni: belum optimalnya pembinaan dari Pemerintah Desa, rendahnya kemampuan tata kelola organisasi oleh badan pengurus; dan rendahnya partisipasi anak muda. Situasi ini berdampak terhadap tingkat apatis yang tinggi dari mayoritas anak muda dalam pembangunan desa, baik secara perorangan maupun secara kelembagaan melalui Karang Taruna. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan input pengetahuan kepada pemerintah desa tentang pentingnya pembinaan melalui model transformatif kepada pemerintah desa, melakukan pendampingan terhadap pengurus dan anggota akan pentingnya tata kelola organisasi dan sosialisasi pentingnya partisipasi pemuda dalam pembangunan desa seperti yang diamanatkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 25 Tahun 2019. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman pemerintah Desa Sandosi dan masyarakat tentang pentingnya penguatan kelembagaan Karang Taruna Nubun Tawan sebagai wadah aktualisasi anak muda. Disamping itu Tim PkM juga memberikan pendampingan tentang tata kelola oragnisasi seperti membantu menyusun draft Visi, Misi, Tujuan dan Program Kerja Karang Taruna. Kata Kunci: Penguatan Kelembagaan, Karang Taruna, Partisipasi Pemuda  ABSTRACT This service was conducted in Sandosi Village, Witihama Sub-district, East Flores Regency. This activity was carried out following the fact that the Nubun Tawan Youth Organization of Sandosi Village, which was formed in 2018, had stagnated. Based on the results of preliminary observations, it is known that there are three problems that are causal factors, namely: not optimal guidance from the Village Government, low organizational governance skills by the governing body; and low youth participation. This situation has an impact on the high level of apathy of the majority of young people in village development, both individually and institutionally through Karang Taruna. This activity aims to provide knowledge input to the village government about the importance of coaching through a transformative model to the village government, mentoring the board and members on the importance of organizational governance and socializing the importance of youth participation in village development as mandated by the Minister of Social Affairs Regulation Number 25 of 2019. This activity succeeded in increasing the understanding of the Sandosi Village government and the community about the importance of strengthening the Karang Taruna Nubun Tawan institution as a forum for youth actualization. In addition, the PkM Team also provided assistance on organizational governance such as helping to draft the Vision, Mission, Goals and Work Program of Youth Organization.  Keywords: Institutional Strengthening, Youth Organization, Youth Participation.
Penerapan Hypnobirthing Persalinan Normal yang Menyenangkan di Kelas Ibu Hamil PMB Elshadai Sitompul, Emilia Silvana; Simbolon, Juana Linda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.12377

Abstract

ABSTRAK Ibu trimester III terutama ibu primigravida biasanya mengalami rasa kecemasan yang tinggi dalam menghadapi proses persalinan, hal tersebut dapat mempengaruhi kekuatan kontraksi ibu untuk mendorong janin keluar selama proses persalinan. Persalinan dapat berjalan lancar jika ibu mampu menyelaraskan antara pernafasan dengan kontraksi uterus yang dirasakan, hal tersebut dapat dilakukan jika ibu dalam kondisi yang rileks. Aplikasi hipnosis dalam obstetri saat ini menjadi trend, khususnya dalam merencanakan persalinan yang fisiologis tanpa disertai gangguan psikologis seperti cemas yang berlebihan. Kecemasan dan ketakutan dapat berdampak pada timbulnya rasa nyeri yang hebat dan berakibat menurunnya kontraksi uterus, sehingga persalinan bertambah lama. Mengurangi kecemasan ibu hamil saat melahirkan dengan terapi Hypnobirthing, mempersiapkan persalinan normal yang menyenangkan. Mendata ibu hamil trimester III di PMB Elshadai, selanjutnya menyusun jadwal pelaksanaan, melakukan pretest  tentang Hypnobirthing, pemaparan materi, sosialisasi Hypnobirthing, memulai sesi Hypnobirthing sesi pertama dan diakhir sesi diberikan tugas membuat afirmasi  positif tentang kehamilan dan persalinan, melakukan posttest tentang Hypnobirthing dan memberikan tehnik labor dance dan comfort tehnik. Setelah dilaksanakan pelatihan tingkat pengetahuan ibu meningkat menjadi tingkat pengetahuan baik 24 orang (80%), Cukup 6 orang (20%). Mayoritas ibu sudah dapat melakukan persiapan Hypnobirthing Persalinan Normal yang Menyenangkan Kata Kunci: Hypnobirthing, Cemas Menghadapi Persalinan, Kelas Antenatal  ABSTRACT Third trimester mothers, especially primigravida mothers, usually experience high anxiety in the face of labor, this can affect the strength of maternal contractions to push the fetus out during labor. Labor can run smoothly if the mother is able to harmonize between breathing and uterine contractions that are felt, this can be done if the mother is in a relaxed condition. The application of hypnosis in obstetrics is currently a trend, especially in planning physiological labor without psychological disorders such as excessive anxiety. Anxiety and fear can have an impact on the onset of severe pain and result in decreased uterine contractions, so that labor takes longer. Reducing anxiety of pregnant women during childbirth with Hypnobirthing therapy, preparing for pleasant normal labor. Activity Implementation. Registering third trimester pregnant women at PMB Elshadai, then compiling an implementation schedule, conducting pretests about Hypnobirthing, material exposure, socialization of Hypnobirthing, starting the first Hypnobirthing session and at the end of the session given the task of making positive affirmations about pregnancy and childbirth, conducting posttests about Hypnobirthing and providing labor dance techniques and comfort techniques. After the training the level of knowledge of mothers increased to a good level of knowledge 24 people (80%), sufficient 6 people (20%). The majority of mothers can already do Hypnobirthing preparation for Pleasant Normal Labor. Keywords: Hypnobirthing, Labor Anxiety, Antenatal Class
Pelatihan Pelaksanaan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Daud, Izma; Mira, Mira; Wulan, Diah Retno
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15312

Abstract

ABSTRAK Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan suatu keadaan darurat karena dapat mengancam jiwa dan memerlukan tindakan segera dan tepat. Resusitasi jantung paru (RJP) memiliki peran krusial dalam kegawatdaruratan karena dapat menyelamatkan nyawa. Pelatihan RJP sangat diperlukan karena orang yang terlatih dapat membuat perbedaan besar dalam situasi darurat. Pelatihan BHD di masyarakat adalah metode yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus henti jantung. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok sasaran tentang pelaksanaan Bantuan Hidup Dasar pada orang dengan Henti jantung. Kegiatan PkM dilaksanakan tanggal 04 Januari 2024 dengan sasaran seluruh tenaga kependidikan dan tenaga outsourcing di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin berjumlah 26 orang. Metode pelaksanaan PkM menggunakan metode pembelajaran problem-based learning dan skill demonstration. Hasil kegiatan PkM menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta dengan nilai selisih pretest - post test  36,87 untuk pengetahuan dan nilai selisih pretest - post test  47,4 untuk keterampilan yang menunjukkan adanya efektivitas dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang disampaikan. Kata Kunci: Pelatihan, Bantuan Hidup Dasar  ABSTRACT Basic Life Support (BHD) is an emergency because it can be life-threatening and requires immediate and appropriate action. Cardiopulmonary resuscitation (CPR) has a crucial role in emergencies because it can save lives. CPR training is very necessary because a trained person can make a big difference in an emergency situation. BHD training in the community is an effective method for increasing community understanding and skills in providing first aid in cases of cardiac arrest. Community Service Activities (PkM) aim to increase the knowledge and skills of the target group regarding the implementation of Basic Life Support for people with cardiac arrest. The PkM activity was carried out on January 4 2024 with the target of all education staff and outsourcing staff at Muhammadiyah University Banjarmasin totaling 26 people. The PkM implementation method uses problem-based learning and skill demonstration methods. The results of PkM activities show that there is a significant increase in participants' knowledge and skills with a pretest - post test difference score of 36.87 for knowledge and a pretest - post test difference score of 47.4 for skills which shows effectiveness in increasing students' understanding of the material presented. . Keywords: Training, Basic Life Support
Optimalisasi terhadap Pelaksanaan Penilaian Pemulihan Pasca Anestesi di Post Anasthesia Care Unit (Pacu) Rahman, Taupik; Suhartono, Eko; Shadiqi, Muhammad Abdan; Febriyasy, Fathia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.17021

Abstract

ABSTRAK Pemantauan  pemulihan  pasca  anestesi  di  Post  Anesthesia  Care  Unit  (PACU)  merupakan  tahap  krusial  dalam  perawatan  pasien  setelah  prosedur  anestesi.  Namun,  berbagai  faktor  dapat  menghambat  optimalisasi  proses  pemantauan  ini,  sehingga  meningkatkan  risiko  komplikasi  dan  menurunkan  kualitas  perawatan.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengidentifikasi  masalah-masalah  yang  menghambat  optimalisasi  pemantauan  di  PACU  dan  merumuskan  langkah-langkah  untuk  meningkatkan  kualitas  pemantauan  tersebut.  Metode  penelitian  yang  digunakan  adalah  pendekatan  kualitatif,  melibatkan  wawancara  mendalam,  diskusi  kelompok  terarah  (Focus  Group  Discussion  atau  FGD),  dan  analisis  akar  masalah  (Root  Cause  Analysis  atau  RCA).  Wawancara  dilakukan  dengan  tenaga  kesehatan  yang  terlibat  langsung  di  PACU,  termasuk  penata  anestesi  dan  perawat.  Hasil  analisis  menunjukkan  bahwa  kurangnya  sumber  daya  manusia  (SDM),  metode  pemantauan  yang  tidak  optimal,  pengukuran  yang  tidak  sistematis,  keterbatasan  material  dan  mesin,  serta  kondisi  lingkungan  yang  tidak  mendukung  merupakan  faktor-faktor  utama  yang  menghambat  optimalisasi  pemantauan  di  PACU.  Berdasarkan  temuan  ini,  berbagai  kegiatan  telah  dilakukan,  seperti  penyusunan  SOP  (Standar  Operasional  Prosedur),  diseminasi  informasi  tentang  risiko  komplikasi  pasca  anestesi,  pemasangan  poster  dan  lembar  skor  pemulihan,  sosialisasi  kepada  keluarga  pasien,  serta  pembuatan  form  laporan  pemantauan.  Implementasi  langkah-langkah  tersebut  diharapkan  dapat  meningkatkan  kualitas  pemantauan  pemulihan  pasca  anestesi  di  PACU,  meminimalkan  risiko  komplikasi,  dan  memastikan  keselamatan  serta  pemulihan  pasien  yang  lebih  optimal.  Penelitian  ini  juga  menekankan  pentingnya  keberlanjutan  dalam  pelaksanaan  SOP  dan  edukasi  yang  komprehensif  untuk  membangun  kultur  kerja  yang  lebih  efektif  di  lingkungan  PACU. Kata  Kunci:  Pemulihan  Pasca  Anestesi,  PACU,  Optimalisasi  Pemantauan,  Analisis  Akar  Masalah,  SOP ABSTRACT Monitoring post-anesthesia recovery in the Post Anesthesia Care Unit (PACU) is a crucial stage in patient care after an anaesthetic procedure.  However, various factors can hinder the optimisation of this monitoring process, increasing the risk of complications and reducing the quality of care.  This study aims to identify issues that hinder the optimisation of monitoring in the PACU and formulate measures to improve the quality of such monitoring.  The research method used was a qualitative approach, involving in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), and root cause analysis (RCA).  Interviews were conducted with health workers directly involved in the PACU, including anaesthetists and nurses.  The analysis showed that the lack of human resources (HR), suboptimal monitoring methods, unsystematic measurements, limited materials and machinery, and unsupportive environmental conditions are the main factors that hinder the optimisation of monitoring in the PACU.  Based on these findings, various activities have been carried out, such as the preparation of SOPs (Standard Operating Procedures), dissemination of information on the risk of post-anesthesia complications, installation of posters and recovery score sheets, socialisation to patient families, and the creation of monitoring report forms.  The implementation of these measures is expected to improve the quality of post-anesthesia recovery monitoring in the PACU, minimise the risk of complications, and ensure patient safety and optimal recovery.  This study also emphasises the importance of sustainability in the implementation of SOPs and comprehensive education to build a more effective work culture in the PACU environment.  Keywords:  Post-Anesthesia Recovery, PACU, Monitoring Optimisation, Root Cause Analysis, SOPs
Pentingnya Pemantauan Status Gizi Pada Ibu Hamil dan 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam Pencegahan Stunting di Desa Sangkaran Kabupaten Tapanuli Utara Siburian, Urhuhe Dena; Ritonga, Paruhum Tiruon; Sembiring, Ribka Nova Sartika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14919

Abstract

ABSTRACT Stunting occurs due to a lack of nutritional intake in children in the first 1,000 days of life, namely from the time the child is still in the womb until he is 2 years old. This community service activity aims to increase mothers' knowledge about the nutritional status of pregnant women and the importance of the 1000 HPK period for preventing stunting. Research. Participants in this study were 30 pregnant women who came to the pregnant women's class. Height, weight and upper arm circumference were measured. After that, counseling was carried out about nutritional status during pregnancy and the importance of the first 1000 days of life. To determine whether there is an increase in knowledge, a pretest and posttest are carried out. The activity was carried out from June to November 2023. After height measurements were carried out, the results showed that there were 3 mothers who were short, there were 4 mothers with a weight that did not match their gestational age and from the results of the LILA measurements it was found that there were 3 mothers with low energy. chronic. It is necessary to monitor the nutritional status of pregnant women because it was found that the mothers were short, their weight did not match their gestational age and their LILA was less than normal. Counseling about 1000 HPK can increase the knowledge of pregnant women so that it is hoped that it can prevent stunting in children. Keywords: Thousand HPK, Nutritional Status, Stunting  ABSTRAK Stunting terjadi akibat kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1.000 hari pertama kehidupannya, yaitu semenjak anak masih di dalam kandungan hingga berusia 2 tahun. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang status gizi ibu hamil dan pentingnya masa 1000 HPK untuk pencegahan stunting. Peserta dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang datang ke kelas ibu hamil yang berjumlah 30 orang. Dilakukan pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar lengan atas. Setelah itu dilaksanakna penyuluhan tentang status gizi selama hamil dan pentingnya 1000 hari pertama kehidupan. Untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan dilakukan pretest dan posttest. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni sampai Nopember 2023. Setekah dilakukan pengukuran tinggi badan diperoleh hasil ada 3 orang ibu pendek, ada 4 orang ibu dengan berat badan yang tidak sesuai dengan usia kehamilan dan dari hasil pengukuran LILA ditemukan ada 3 orang ibu dengan kurang energi kronis. Perlu dilakukan pemantauan status gizi pada ibu hamil karena ditemukan ibu pendek, berat badan tidak sesuai dengan usia kehamilan dan LILA yang kurang dari normal. Penyuluhan tentang 1000 HPK dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya stunting pada anak. Kata Kunci: Seribu HPK, Status Gizi, Stunting 

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue