cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Edukasi, Pemeriksaan Gula Darah dan Pendampingan Pembuatan Produk Fermentasi Probiotik Cuka Apel sebagai Upaya Pencegahan diabetes Melitus Torizellia, Cast; Nafila, Nafila; Jamaludin, Wahyudin Bin; Rahayu, Aesty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15419

Abstract

ABSTRAK Jenis pengendalian DM antara lain pengaturan makan, olahraga dan alternatif herbal. Jenis pengobatan diabetes melitus antara lain dengan pemberian Obat Anti Diabetes Melitus (OAD) dari tenaga medis, injeksi insulin atau pemberian OAD dan injeksi insulin. Mahalnya biaya pengobatan DM memicu pencarian obat alternatif dari bahan alami yang dapat dijangkau oleh masyarakat serta memiliki efek samping minimal dibandingkan pengobatan kimia. Mitra yang dilibatkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah mitra non produktif yang berada di Kelurahan Sungai Tiung Wilayah kerja Puskesmas Cempaka. Mitra tersebut terdiri dari masyarakat berusia 25 tahun hingga 65 tahun.  Kegiatan di mulai dari perencanaan dan persiapan yaitu studi pendahuluan, perizinan dan koordinasi dengan kader posyandu. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga kegiatan utama yaitu edukasi materi diabetes melitus, pemeriksaan kadar gula dalam darah dan pelatihan pembuatan produk. Hasil dalam kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai diabetes melitus dan pembuatan cuka apel. Pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan lancar di buktikan dengan antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan. Terjadi perubahan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Kata Kunci: Edukasi, Diabetes Melitus, Cuka Apel  ABSTRACT Types of DM control include eating arrangements, exercise and herbal alternatives. Types of diabetes mellitus treatment include the administration of Anti-Diabetes Mellitus (OAD) drugs from medical personnel, insulin injections or OAD and insulin injections. The high cost of DM treatment triggers the search for alternative drugs from natural ingredients that can be reached by the public and have minimal side effects compared to chemical treatment. The partners consist of people aged 25 years to 65 years.  Activities start from planning and preparation, namely preliminary studies, licensing and coordination with posyandu cadres. The implementation of activities consists of three main activities, namely education on diabetes mellitus material, checking blood sugar levels and training on making products. The result of this activity is an increase in public knowledge and skills regarding diabetes mellitus and making apple cider vinegar. Community service runs smoothly as evidenced by the enthusiasm of the community in participating in activities. There was a change in the level of knowledge between before and after counseling. Keywords: Education, Diabetes Melitus, Appel Cider Vinegar
Pencegahan Penyakit DM dan Komplikasinya Melalui Pengenalan Bahan Makanan yang Aman di RT 01 LK 02 Kelurahan Tanjung Raya Kota Bandar Lampung Wijonarko, Wijonarko; Ferry, Ferry
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15151

Abstract

ABSTRAK Penyakit diabetes adalah salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang sering diderita oleh masyarakat Indonesia.Salah satu penyebab diabetes melitus (DM) adalah gaya hidup dan pola konsumsi yang kurang baik. Berdasarkan hal tersebut diperlukan suatu upaya penyuluhan konsumsi bahan makanan yang aman untuk penderita diabetes di Posyandu Lestari 3, Kelurahan Tanjung Raya Kota Bandar Lampung. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai diabetes melitus dan upaya pencegahan melalui konsumsi Bahan Makanan yang aman. Metode pengabdian dengan ceramah, menggunakan media leaflet. Hasil kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat  mengenai pentingnya menjaga pola makan, pola konsumsi bahan makanan yang aman ini di harapkan agar terhindar dari komplikasi penyakit diabetes melitus. Kesimpulan yang dapat diambil perlu di lakukan kegiatan yang serupa untuk mengetahui sikap dan perilaku masyarakat yang telah meningkat pengetahuannya akan diabetes melitus. Kata Kunci: Diabetes, Penyuluhan, Konsumsi, Pangan  ABSTRACT Diabetes is a non-communicable disease (NCD) that is often suffered by Indonesian people. One of the causes of diabetes mellitus (DM) is poor lifestyle and consumption patterns. Based on this, an effort to provide information on safe food consumption for diabetes sufferers is needed at Posyandu Lestari 3, Tanjung Raya Village, Bandar Lampung City. The aim of the service is to increase public knowledge about diabetes mellitus and prevention efforts through the consumption of safe food. The service method is through lectures, using leaflet media. The results of this service activity are able to increase public knowledge regarding the importance of maintaining diet, it is hoped that this pattern of consuming safe food ingredients will prevent complications from diabetes mellitus. The conclusion that can be drawn is that similar activities need to be carried out to determine the attitudes and behavior of people whose knowledge of diabetes mellitus has increased. Keywords: Diabetes, Counseling, Consumption, Food
Deteksi Dini Kanker Cerviks pada Pekerja Migran Indonesia di Malaysia Asmalinda, Wita; Widjayanti, Yhenti; I'tishom, Reny; Corniawati, Inda; Syahnural, Syahnural
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16661

Abstract

ABSTRAK Kanker serviks diderita oleh hampir 1,4 juta wanita di seluruh dunia dan merupakan kanker reproduksi wanita terbanyak ke-2. Di Indonesia angka kejadian kanker serviks adalah  14,1 per 100.000 Tujuan pengabdian Masyarakat (PKM) Internasional meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pekerja migran Indonesia di Malaysia terhadap deteksi dini kanker serviks. Permasalahan yang dialami oleh para perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia adalah tingkat pengetahuan dan kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker serviks masih rendah. Metode yang dilakukan adalah  edukasi dan skrining kanker serviks yang dilakukan dalam 3 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap perencanaan dengan melakukan koordinasi tim PKM yang terdiri atas doctor ilmu kedokteran, dokter spesialis obgyn,  bidan dan  perawat kesehatan reproduksi dan pihak mitra yaitu LSM Sharing, penyusunan media pembelajaran dan identifikasi kebutuhan belajar mitra PKM. Tahap pelaksanaan yaitu pemberian edukasi dan skrining dilakukan  hari minggu tanggal 27 Mei 2024 di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur diikuti oleh 102 PMI yang berusia 14 – 63 tahun. Pemberian edukasi dilakukan dengan 2 metode yaitu konseling dan ceramah dengan menggunakan media power point dan e-booklet. Metode konseling dilakukan secara individu untuk 21 perempuan PMI yang teridentifikasi memiliki resiko tinggi untuk menderita kanker serviks. Edukasi dengan metode ceramah dilakukan untuk seluruh PMI. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran perempuan PMI maupun keluarga tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks.  Pihak KBRI diharapkan memfasilitasi layanan kesehatan untuk melakukan deteksi dini  kanker serviks baik berupa tes IVA maupun pap smear secara rutin minimal 1 tahun sekali bagi para pekerja yang telah berusia >15 tahun dan telah melakukan hubungan seksual. Kata Kunci: Deteksi Dini, Kanker Serviks, Kesehatan Reproduksi, Pekerja Migran  ABSTRACT  Cervical cancer affects nearly 1.4 million women worldwide and is the 2nd most common female reproductive cancer. In Indonesia, the incidence of cervical cancer is 14.1 per 100,000. The International Community Service aimed to increase the knowledge and awareness of Indonesian migrant workers in Malaysia regarding the early detection of cervical cancer. The problem experienced by female Indonesian migrant workers in Malaysia was that the level of knowledge and awareness regarding early detection of cervical cancer was still low. The method used was education and cervical cancer screening which was carried out in 3 stages, namely planning, implementation, and evaluation. The planning stage involved coordinating the International Community Service team consisting of a doctor of medical science, an ob-gyn specialist, midwives,   a reproductive health nurse, and Non-Government organizations of Sharing, preparing learning media, and identifying the learning needs of International Community Service partners. The implementation stage, namely providing education and screening, was carried out on Sunday 27 May 2024 at the Kuala Lumpur Indonesian School, attended by 102 Indonesian migrant workers aged 14 - 63. Providing education was carried out using 2 methods, namely counseling and lectures using PowerPoint and e-booklet media. The counseling method was carried out individually for 21 female Indonesian migrant workers who were identified as having a high risk of suffering from cervical cancer. Education using the lecture method was conducted for female Indonesian migrant workers and their families. The evaluation results showed an increase in knowledge and awareness of female Indonesian migrant workers and their families about the importance of early detection of cervical cancer. The Indonesian Embassy is expected to facilitate health services to carry out early detection of cervical cancer in the form of VIA tests and regular Pap smears at least once a year for workers who are >15 years old and have had sexual relations.. Keyword: Early Detection, Cervical Cancer, Reproductive Health, Migrant Worker
Edukasi Pengetahuan Lanjut Usia tentang Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Alam Putting Beliung di Desa Sitinjo II Kecamatan Sitinjo Naibaho, Risdiana Melinda; Silaban, Jojor; Hutagulung, Perak MA
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14482

Abstract

ABSTRAK Bencana yang telah terjadi di Indonesia memberikan banyak pembelajaran bagi masyarakat bahwa banyaknya korban jiwa, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan dan dampak psikologis dalam musibah tersebut terjadi karena kurangnya pengetahuan dan ketidaksiapan lansia dalam mengantisipasi bencana. Lansia merupakan kelompok yang rentan akan peristiwa bencana alam disebakan lansia mengalami fenomena proses perubahan  yang melibatkan perubahan fisik, psikologis hingga perubahan keadaan social. Sehingga menyebabkan kapasitas fisik dan mental menurun ,lansia juga memiliki keterbatasan kemampuan regenerative yang terbatas sehingga meningkatkan resiko terkena penyakit.   kemunduruan terhadap struktur dan fungsi organ menyebabkan kelemahan pada lansia sehingga diaggap menjadi beban bagi keluarga, kurangnya dukungan socialdan psikologis menyebabkan kurangnya kemampuan untuk siap siaga menghadapi bencana. Beberapa faktor tersebut membuat lansia menjadi enggan untuk mengikuti berbagai jenis peyuluhan yang diberikan, disebakan keterbatasan kemampuan dan rendahnya pengetahuan.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana angin putting beliung. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakay melalui program edukatif dengan melaksanakan penyuluhan dengan ceramah dan tanya jawab untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana alam angin putting beliung dengan sasaran kelompok lansia sebanya 30 orang yang sebelumnnya dilakukan pre test untuk mengukur pengetahuan kesiapsiagaan menghadapi bencana angin putting beliung selanjutnya dilakukan evaluasi pada akhir penyuluhan dengan post test. Hasil dari kegiatan ini seluruh peseta antusis, aktif tanya jawab, adanya pengingkatan pengetahuan. Sebelum diberikan edukasi dari 30 responden Sebagian peserta memiliki pengetahuan kurang 86,67%, cukup 10,00% baik 3,33% setelah dilakukan edukasi didapatkan hasil Sebagian besar pengetahuan responden baik 83,33% cukup 16,67 %.edukasi dapat meningkatkan pengetahuan lansia sehingga memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana angin putting beliung. Kata Kunci: Kesiapsiagaan Bencana, Angin Putting Beliung, Lansia  ABSTRACT Disasters that have occurred in Indonesia provide a lot of learning for the community that the large number of casualties, property losses, environmental damage and psychological impacts in the disaster occurred due to the lack of knowledge and unpreparedness of the elderly in anticipating disasters. The elderly are a group that is vulnerable to natural disasters because the elderly experience the phenomenon of a process of change involving physical, psychological changes to changes in social conditions. So that it causes physical and mental capacity to decrease, the elderly also have limited regenerative abilities that increase the risk of developing disease. the decline in organ structure and function causes weakness in the elderly so that they are considered a burden to the family, lack of social support and psychological causes a lack of ability to be prepared. and psychological support causes a lack of ability to be prepared for disasters. With some of these factors, the elderly are reluctant to participate in various types of counselling provided, due to limited abilities and low knowledge. The purpose of this community service is to increase the knowledge of the elderly about preparedness to face a tornado disaster. The method of implementing community service through an educational programme by conducting counseling with lectures and questions and answers to increase the knowledge of the elderly about preparedness for natural disasters with the target group of 30 elderly people who previously conducted a pre-test to measure knowledge of preparedness for the putting wind disaster and then evaluated at the end of the counseling with a post test. The results of this activity were that all participants were enthusiastic, actively asked questions, and there was an increase in knowledge. Before being given education from 30 respondents, most of the participants had less knowledge 86.67%, enough 10.00% good 3.33% after the education was obtained the results Most of the respondents' knowledge was good 83.33% enough 16.67%. education can increase the knowledge of the elderly so that they have preparedness to face the putting wind disaster. Keywords: Disaster Preparedness, Tornado, Elderly
Kesiapan Perempuan dalam Menghadapi Menopause Pada Kader Posyandu Balita Gisikcemandi Kurniawaty, Yuni; Silalahi, Veronica; Winarni, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15894

Abstract

ABSTRAK Perempuan Kader Posyandu di Gisikcemandi beberapa perempuan bertanya mengenai ketidaknyamanan kondisi tubuh dan terdapat beberapa perempuan yang sudah berusia sekitar 50 tahun menanyakan tentanga berhentinya menstruasi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan kesiapan mitra yaitu Kader Posyandu Balita Belanak Gisikcemandi dalam menghadapi menopause. Metode yang dilakukan metode partisipatoris Participatory Rural Apraissal (PRA). Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan perijinan kepada Kepala Desa Gisikcemandi, koordinasi dengan mitra, pembagian tugas diantara tim pelaksana. Partisipasi mitra dilakukan dengan mempersiapkan tempat dan alat pengeras suara. Proses diskusi berlangsung dengan lancar, mitra sangat memperhatikan penjelasan yang diberikan, beberapa pertanyaan diajukan kepada tim pelaksana. Hasil terdapat peningkatan pengetahuan mitra tentang menopause dengan tingkat pengetahuan baik 81,25% setelah diberikan pendidikan kesehatan kepada mitra. Tingkat pengetahuan cukup dan kurang mengalami penurunan. Tingkat stress mengalami penurunan 50% menjadi mayoritas stres ringan. Diharapkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan penurunan stres dalam menghadapi menopause maka kesiapan mitra dalam menghadapi menopause semakin baik. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Manajemen Stre, Kesiapan Menghadapi Menopause   ABSTRACT Female Posyandu Cadres in Gisikcemandi, several women asked about discomfort in their bodies and there were several women who were around 50 years old asking about the cessation of menstruation. The objective of this activity is to increase knowledge and improve the readiness of partners, namely Posyandu Toddler Belanak Gisikcemandi Cadres in facing menopause. The method used is the Participatory Rural Appraisal (PRA) method. The implementation of community service activities begins with permission from the Head of Gisikcemandi Village, coordination with partners, and division of tasks among the implementing team. Partner participation is carried out by preparing a place and a loudspeaker. The discussion process went smoothly, partners paid close attention to the explanation given, several questions were asked to the implementing team. The results showed an increase in partner knowledge about menopause with a good level of knowledge of 81.25% after health education was given to partners. The level of knowledge was sufficient and lacking decreased. Stress levels decreased by 50% to a majority of mild stress. It is hoped that with increased knowledge and decreased stress in facing menopause, partner readiness in facing menopause will be better.  Keywords: Health Education, Stress Management, Readiness for Menopause
Mitigasi Bencana dalam Mempersiapkan Kader Siaga Bencana di Desa Cilengkrang Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung Rahayu, Sri Mulyati; Herawati, Ade Tika; Dirgahayu, Inggrid; Sumbara, Sumbara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.13437

Abstract

ABSTRAK Bencana alam merupakan hasil dari kejadian yang terjadi secara alamiah, sedangkan bencana non-alam disebabkan oleh aktivitas manusia yang merusak lingkungan. Perlunya           penilaian yang matang dengan banyaknya alih fungsi perkebunan menjadi perumahan beresiko timbulnya bencana alam, seperti banjir dan longsor. Desa Cilengkrang memiliki tanah dengan kontur perkebunan, namun banyak mengalami alih fungsi menjadi perumahan dan berada di daerah sesar lembang sehingga berisiko terdampak gempa, banjir, dan tanah longsor. Kader merupakan tokoh masyarakat yang membantu dalam mensukseskan program pemerintah. Desa Cilengkrang memiliki 45 kader, yang jika disiapkan menjadi kader siaga bencana, sangat membantu meminimalkan resiko dari bencana alam yang mungkin terjadi. Menyiapkan kader siaga bencana. Metode penelitian meliputi pengajaran tentang mitigasi bencana dan simulasi penatalaksanaan pertolongan pertama jika terjadi bencana alam dengan jumlah sampel 35 orang. Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan kurang tentang mitigasi bencana dalam mempersiapkan kader siaga bencana sebelum penyuluhan, dan setelah penyuluhan lebih dari setengah responden memiliki pemahaman yang cukup tentang mitigasi bencana untuk mengembangkan kader kesiapsiagaan bencana. Untuk mengurangi dampak bencana dan memberikan pertolongan pertama jika terjadi bencana, sehingga saran diperlukan kader-kader siaga bencana. Kata Kunci: Kader, Mitigasi Bencana, Siaga Bencana  ABSTRACT Natural disasters are the result of naturally occurring events, while non-natural disasters are caused by human activities that damage the environment. The need for careful assessment of the conversion of plantations into housing is at risk of natural disasters, such as floods and landslides. Cilengkrang Village has land with plantation contours, but many plantations have been converted into housing and are located on the Lembang fault, putting it at risk of earthquakes, floods and landslides. Cadres are community leaders who assist in the success of government programmes. Cilengkrang village has 45 cadres, who, if prepared to become disaster preparedness cadres, can help minimise the risk of natural disasters that may occur. Purpose to prepare disaster preparedness cadres. The research method included teaching about disaster mitigation and simulation of first aid management in the event of a natural disaster with a total sample of 35 people. The results showed that more than half of the respondents had insufficient knowledge of disaster mitigation in preparing disaster preparedness cadres before counselling, and after counselling more than half of the respondents had sufficient understanding of disaster mitigation to develop disaster preparedness cadres. Conclusion To reduce the impact of disasters and provide first aid in the event of a disaster, so that advice is needed disaster preparedness cadres. Keywords: Cadres, Disaster mitigation, Disaster Preparedness
Program Edukasi dan Pendampingan Pertolongan Pertama Manajemen Nyeri Pada Trauma Muskuluskeletal Sebagai Upaya Perawatan Jangka Panjang bagi Remaja di Sekolah Yusniawati, Yustina Ni Putu; Putra, I Gde Agus Shuarsedana; Lewar, Emanuel Illeatan; Agustini, Ni Luh Putu Inca Buntari; Wahyunadi, Ni Made Dewi; Sanjana, I Wayan Edi; Harditya, I Kadek Buja
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.14916

Abstract

ABSTRAK Cidera akibat kecelakaan lalu lintas menyebabkan kematian 1,2 juta jiwa per tahunnya. Saat terjadi kecelakaan sering kali korban mengalami multiple trauma yang perlu dilakukan tata laksana dengan baik di prehospital. Hal yang menjadi penatalaksanaan awal saat korban mengalami kecelakaan yaitu airway, breathing dan circulation. Penatalaksanaan lanjutan setelah 3 hal penting dilakukan adalah manajemen dalam tatalaksana nyeri berupa penatalaksanaan fraktur, balut tekan, dislokasi, aputasi dan log roll sehingga perlu dilakukan tata laksana yang baik saat di pre hospital. Secara umum keterlambatan atau kurang tepatnya pemberian pertolongan pertama pada fraktur muskuluskeletal sering kali terjadi karena kurangnya pengetahuan dan kepedulian penolong yang menemukan kejadian tersebut. Remaja menjadi target pengabdian masyarakat saat ini dikarenakan remaja merupakan komunitas produktif yang aktif dalam bermasyarkat sehingga merupakan generasi penerus yang perlu di didik untuk dapat menjadi agen perubahan kesehatan. Memberikan edukasi dan pendampingan kepada remaja sekolah dalam melakukan tindakan pertolongan pertama pada trauma muksuluskeletal, kontrol pendarahan, dislokasi, aputasi dan log rolling. Masalah yang ditemukan yaitu remaja belum memahami cara melakukan penatalaksanaan manajemen nyeri pada patah tulang dengan baik, remaja belum mengetahui cara melakukan penatalaksanaan nyeri pada dislokasi sendi, remaja belum mengetahu cara melakukan transportasi pasien trauma. Kegiatan pendekatan yang dilakukan kepada sekolah dan remaja berjalan dengan baik, dimana remaja mau kooperatif dalam kegiatan yang telah dilakukan, hasil post test baik pengetahuan memiliki peningkatan sebanyak 49 responden memiliki pengetahuan yang baik, dan terdapat 49 responden memiliki kemampuan yang baik dalam praktik pertolongan pertama dan transport pasien trauma. Remaja sekolah memahami pertolongan pertama pada kecelakaan lalulintas dan mampu melakukan pertolongan pertama pada fraktur, dislokasi dan melakukan transport pasien dengan benar Kata Kunci: Edukasi, Pendampingan, Remaja, Manajemen Nyeri, Trauma Muskuluskeletal ABSTRACT Injuries resulting from traffic accidents cause 1.2 million deaths per year. When an accident occurs, the victim often experiences multiple trauma which needs to be managed properly at the prehospital. The initial management when a victim experiences an accident is airway, breathing and circulation. Follow-up management after 3 important things have been done is pain management in the form of fracture management, compression dressings, dislocations, aputations and log rolls so that good management needs to be carried out in the pre-hospital setting. In general, delays or inaccurate provision of first aid for musculoskeletal fractures often occur due to a lack of knowledge and concern of the rescuers who discover the incident. Teenagers are currently the target of community service because teenagers are a productive community who are active in society so that they are the next generation who need to be educated to be agents of health change. Objective: to provide education and assistance to school teenagers in carrying out first aid measures for mucosal-keletal trauma, bleeding control, dislocation, amputation and log rolling. Provide education and assistance to school teenagers in carrying out first aid measures for muxuluskeletal trauma, controlling bleeding, dislocations, amputations and log rolling. Problems found are that teenagers do not understand how to properly manage pain in fractures, teenagers do not know how to manage pain in joint dislocations, teenagers do not know how to transport trauma patients. The approach activities carried out for schools and teenagers went well, where teenagers were willing to cooperate in the activities that had been carried out, the results of the post test were good, knowledge had increased as many as 49 respondents had good knowledge, and there were 49 respondents who had good abilities in first aid practices and transport of trauma patients. The approach activities carried out for schools and teenagers went well, where teenagers were willing to cooperate in the activities that had been carried out, the results of the post test were good, knowledge had increased as many as 49 respondents had good knowledge, and there were 49 respondents who had good abilities in first aid practices and transport of trauma patients Keywords: Education, Mentoring, Adolescents, Pain Management, Musculoskeletal Trauma
Pelatihan Pembuatan Empek-Empek Sayuran sebagai Pengembangan Potensi Desa dan Pengentasan Stunting di Desa Trirahayu Pesawaran Zarkasi, Ahmad; Salim, Luthfi; Putra, Andi Eka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17768

Abstract

ABSTRAK Pemerintah desa memiliki peranan penting dalam strategi pembangunan daerah dan nasiaonal, karna memiliki potensi desa pada sekor pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan dll. Namun, masih terdapat permasalahan dalam pengembangan potensi desa karna, kurangnya aparat desa dan tenaga desa yang memiliki pengetahuan, wawasan dan ketrampilan dalam tata kelola pengelolaan dan pengembangan potensi desa. Untuk mengatasi permasalahan ini pengabdi memberikan pelatian dan pengembangan potensi desa melalui Tata kelola BUMDes dan UMKM. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan Metode Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan PKM sebagai bentuk pembelajaran dalam mengatasi masalah kesadaran akan pemanfaatan potensi desa. Kegiatan ini dilakukan oleh dosen tentang upaya peningkatan tenaga ahli desa dalam mengelola BUMDes dan UMKM sebagai bentuk program kemintraan masyarakat sebagai dalam meningkatkan kemandirian dengan berwirausaha pembuatan empek-empek berbahan sayuran serta dapat mennaggulangi permasalahan stanting. lokasi dan partisipan kegiatan, bahan dan alat, metode pelaksanaan kegiatan, metode pengumpulan data, pengolahan, dan analisis data. Hasil Pengabdian  menunjukkan banyak manfaat salah satunya mengurangi penurunan angka stantig dan menambah lapangan pekerjaan serta menyadarkan masyarakat bahwa mengembangan potensi desa itu sangat penting agar menjadikan desa yang mandiri dan sejahtera. Kata kunci: Pelatihan, Potensi Desa dan Stunting  ABSTRACT The village government has an important role in regional and national development strategies, because it has village potential in the sectors of agriculture, plantations, fisheries, maritime affairs, etc. However, there are still problems in developing village potential due to the lack of village officials and village personnel who have knowledge, insight and skills in governance, management and development of village potential. To overcome this problem, the service provides training and development of village potential through BUMDes and MSME governance. Method implementation of activities This community service uses Method Participatory Action Research (PAR) with a PKM approach as a form of learning in overcoming the problem of awareness of utilizing village potential. This activity was carried out by lecturers regarding efforts to increase village experts in managing BUMDes and MSMEs as a form of community partnership program to increase independence through entrepreneurship in making empek-empek made from vegetables and to overcome the problem of stunting.location and activity participants, materials and tools, methods of carrying out activities, methods of data collection, processing and data analysis.The results of the service showThere are many benefits, one of which is reducing the decline in unemployment rates and increasing employment opportunities as well as making people aware that developing village potential is very important in order to make villages independent and prosperous. Keywords : Training, Village Potential and Stunting
Pemberdayaan Masyarakat untuk Mencegahan dan Menurunkan Stunting di Pekon Kanoman Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus Lampung Aprina, Aprina; Ahyanti, Mei; Hasan, Amrul; Astuti, Titi; Amatiria, Gustop; Nugroho, Ari; Mustafa, Annasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14864

Abstract

ABSTRAK Stunting pada anak balita merupakan konsekuensi dari beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan kemiskinan termasuk gizi, kesehatan, sanitasi dan lingkungan. Beberapa penelitian di Indonesia menemukan bahwa kombinasi antara sanitasi yang tidak layak dan kualitas air minum yang tidak aman merupakan faktor risiko stunting. Permasalahan stunting dapat dicegah sebelum kehamilan dan pada masa kehamilan, dengan cara memberikan edukasi pada calon ibu dimasa prakonsepsi dalam mempersiapkan calon ibu. Pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sehingga memiliki kemandirian dalam bidang Kesehatan dan peningkatan perekonomian keluarga. Kegiatan dilakukan dalam beberapa tahapan mulai bulan Maret hingga November 2023 di Pekon Kanoman Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus. Sasaran adalah WUS, remaja, keluarga yang memiliki balita stunting dan keluarga berisiko stunting. Telah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang IMD, manajemen laktasi, Kesehatan reproduksi, pembuatan MP-ASI, terbangun 10 unit pembuatan SPAL percontohan dan 1 unit DAMIU. Kata Kunci: Infeksi, Gizi, Stunting  ABSTRACT Stunting in children under five is caused by factors that are generally associated with poverty, including nutrition, health, sanitation and the environment. Several studies in Indonesia show that the combination of inadequate drinking water sanitation and unsafe drinking water sanitation is a common cause of stunting. Conception problems before and during pregnancy can be prevented by providing education to prospective mothers during the preconception period in preparing future mothers. Services can increase people's knowledge and skills so that they have independence in the health sector and improve the family economy. Activities were carried out in several stages from March to November 2023 in Pekon Kanoman, Semaka District, Tanggamus Regency. The targets include WUS, teenagers, families with young children who may experience stunting, and families who are at risk of experiencing stunting. There is an increase in community knowledge and capacity regarding IMD, lactation management, reproductive health, MP-ASI production, 10 experimental SPAL manufacturing units and 1 DAMIU unit. Keyword: Infection, Nutrition, Stunting
Pendidikan Kesehatan tentang Spiritual Emosional Freedom Technique (SEFT) dan dampaknya terhadap Penderita Stroke Utomo, Budi Setia; Zainaro, M. Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15991

Abstract

ABSTRAK Spiritual emotional freedom technique (SEFT) merupakan salah satu teknik pengobatan alternatif yang telah cukup lama dikenal. Teknik ini merupakan pengembangan dari teknik lain yang diperkenalkan oleh anak bangsa. SEFT termasuk tehnik relaksasi, merupakan salah satu bentuk pengobatan alternatif yang lebih mudah dan aman dibandingkan akupuntur dan akupresur. Karena sifatnya yang mudah dan murah maka penyebarluasan teknik ini lebih mudah untuk dilakukan, salah satunya pada warga Dusun GG. salak II, kemiling permai, kec,kemiling permai, kab. bandar lampung. Warga Dusun GG. salak II, kemiling permai, kec,kemiling permai, kab. bandar lampung yang telah memperoleh informasi tentang metode ini dapat menggunakannya sebagai pengobatan alternatif dan terapi SEFT (spiritual emotional freedom technique) adalah terapi dengan menggunakan gerakan sederhana yang dilakukan untuk membantu menyelesaikan masalah permasalahan sakit fisik maupun psikis, meningkatkan kinerja dan prestasi, meraih kedamaian dan prestasi serta kebermaknaan hidup. Kata Kunci: SEFT,Terapi SEFT, Stroke  ABSTRACT Spiritual emotional freedom technique (SEFT) is an alternative medicine technique that has been known for a long time. This technique is a development of other techniques introduced by the nation's children. SEFT, including relaxation techniques, is a for-m of alternative treatment that is easier and safer than acupuncture and acupressure. Because it is easy and cheap, it is easier to disseminate this technique, one of which is to the residents of GG Hamlet. salak II, kemiling permai, kec, kemiling permai, kab. Bandar Lampung. Residents of GG Hamlet. salak II, kemiling permai, kec, kemiling permai, kab. Bandar Lampung who have received information about this method can use it as an alternative treatment and SEFT therapy (spiritual emotional freedom technique) is a therapy using simple movements that is carried out to help solve problems of physical and psychological pain, improve performance and achievement, achieve peace and achievement. and the meaning of life. Keyword: Seft, Seft Therapy,Stroke

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue