cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Upaya Stimulasi Janin dalam Rangka Peningkatan Kualitas Hidup Ibu Hamil dan DJJ Pada Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta Apriani, Arista; Rohmatika, Dheny; Andhikatias, Yunia Renny; Mareta, Megayana Yessy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12760

Abstract

ABSTRAK Kualitas hidup ibu hamil sangat berpengaruh dengan kesehatan mental selama kehamilan karena wanita hamil rentan tehadap perubahan emosi. Stimulasi dini tumbuh kembang janin berpengaruh terhadap kualitas hidup ibu hamil dan denyut jantung janin. Kecemasan yang tinggi pada ibu hamil dapat mempengaruhi pola DJJ. Peningkatan upaya stimulasi janin, pengukuran kualitas hidup dan denyut janting janin pada kelas ibu hamil di Puskesmas Gambirsari Wilayah Kerja Dinkes Kota Surakarta. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan September 2022 – Agustus 2023 dengan sasaran 33 ibu hamil. Metode dan Hasil yang digunakan meliputi pre test : 1) stimulasi janin yang dilakukan oleh ibu hamil diukur dengan menggunakan instrumen cheklist keterampilan stimulasi janin dengan hasil rata-rata 0,6 dalam kategori dilakukan tapi belum tepat. 2) kualitas hidup ibu hamil diukur dengan WHOQOL-BREF mendapatkan hasil rata-rata 76 dalam kategori kualitas hidup baik, 3) denyut jantung janin diukur dengan menggunakan doppler yang terdokumentasi dalam buku KIA masing-masing ibu hamil mendapatkan hasil rata-rata 0,9 dalam kategori denyut jantung janin normal. Selanjutnya dilaksanakan pemberian pendidikan kesehatan dengan ceramah menggunakan power point, pemberian paket video dan flash card mengenai stimulasi janin. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi dengan menggunakan lembar observasi dan cheklist keterampilan stimulasi janin untuk mengobservasi upaya stimulasi janin oleh ibu hamil setiap harinya satu latihan stimulasi selama 25 hari melalui kunjungan rumah dan WAG. Kegiatan pengabdian masyarakat mendapatkan hasil yang sangat efektif dibuktikan dengan hasil pelaksanaan post test : 1) stimulasi janin dengan hasil rata-rata 2 dalam kategori dilakukan dengan tepat dan dari lembar observasi 15 ibu hamil tertib melakukan upaya stimulasi 1 latihan/ hari selama 25 hari. 2) kualitas hidup ibu hamil mendapatkan hasil rata-rata 96 dalam kategori kualitas hidup sangat baik, 3) denyut jantung janin mendapatkan hasil rata-rata 1 dalam kategori denyut jantung janin normal. Kata Kunci: Kehamilan, Stimulasi, Kualitas Hidup, Denyut Jantung Janin.ABSTRACT The quality of life of pregnant women greatly influences mental health during pregnancy because pregnant women are vulnerable to emotional changes. Early stimulation of fetal growth and development affects the quality of life of pregnant women and the fetal heart rate. High anxiety in pregnant women can influence FHR patterns. Increase efforts to stimulate the fetus, measure quality of life and fetal heart rate in the class of pregnant women at the Gambirsari Community Health Center, Surakarta City Health Office Working Area. This community service will be carried out in September 2022 – August 2023 with a target of 33 pregnant women. Methods and Results used included a pre-test: 1) fetal stimulation carried out by pregnant women was measured using a fetal stimulation skills checklist instrument with an average result of 0.6 in the category done but not yet appropriate. 2) the quality of life of pregnant women is measured using WHOQOL-BREF, getting an average result of 76 in the good quality of life category, 3) the fetal heart rate is measured using a Doppler which is documented in the MCH book for each pregnant woman, getting an average result of 0.9 in the normal fetal heart rate category. Next, health education was provided with lectures using power points, video packages and flash cards regarding fetal stimulation. Implementation of monitoring and evaluation using observation sheets and fetal stimulation skills checklists to observe fetal stimulation efforts by pregnant women every day, one stimulation exercise for 25 days through home visits and WAG. Community service activities obtained very effective results as evidenced by the results of the post test: 1) fetal stimulation with an average result of 2 in the category was carried out correctly and from the observation sheet 15 pregnant women regularly carried out stimulation efforts 1 exercise/day for 25 days . 2) the quality of life of pregnant women gets an average result of 96 in the very good quality of life category, 3) the fetal heart rate gets an average result of 1 in the normal fetal heart rate category. Keywords: Pregnancy, Stimulation, Quality Of Life, Fetal Heart Rate.
Cegah Cedera Saat Bekerja dengan Menerapkan Ergonomi Tubuh yang Benar Bagi Kesehatan di Perusahaan Mekarjaya Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Hendrawati, Hendrawati; DA, Iceu Amira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12724

Abstract

ABSTRAK Penyamakan kulit adalah pekerjaan yang memerlukan posisi pekerjanya seringkali berdiri dalam waktu yang lama dan melakukan gerakan yang repetitif. Postur tubuh yang buruk selama pekerjaan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan pekerja. Posisi kerja yang tidak ergonomis dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri punggung, sakit leher, dan cedera otot. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang Cegah Cedera Saat Bekerja dengan menerapkan ergonomi tubuh yang benar bagi kesehatan.  Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah interaktif yang melibatkan para pekerja penyamakan kulit. Dalam ceramah ini, mereka diberikan informasi tentang bahaya postur tubuh yang buruk dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mereka.  Hasil kegiatan menunjukkan rata rata nilai hasil pre-test sebesar 52 poin dan rata rata nilai post-test sebesar 80 point. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah bertambahnya tingkat pengetahuan para pekerja penyamakan kulit tentang cegah cedera dengan menerapkan ergonomi tubuh sebesar 28 point. Mereka juga diberikan tips praktis tentang bagaimana menjaga postur tubuh yang baik dan menerapkan ergonomi dalam pekerjaan mereka. Setelah pengabdian dilakukan, diharapkan bahwa pekerja penyamakan kulit akan lebih sadar akan pentingnya menjaga postur tubuh yang baik dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah cedera saat bekerja. Kata Kunci: Ergonomic, Pekerja, Penyamakan Kulit  ABSTRACT Leather tanning is a job that requires workers to often stand for long periods of time and perform repetitive movements. Poor posture during this work can have a negative impact on workers' health. Unergonomic working positions can cause various health problems, such as back pain, neck pain and muscle injuries. The aim of this community service is to provide tannery workers with an understanding of Preventing Injuries at Work by implementing correct body ergonomics for health. The method used in this service is an interactive lecture involving tannery workers. In this lecture, they are given information about the dangers of poor posture and how it can affect their health. The results of the activity showed that the average pretest score was 52 points and the average posttest score was 80 points.  The conclusion of this service activity is that the level of knowledge of tannery workers about preventing injuries by applying body ergonomics has increased by 28 points. They are also given practical tips on how to maintain good posture and apply ergonomics to their work. Once the service is carried out, it is hoped that tannery workers will be more aware of the importance of maintaining good posture and taking steps to prevent injuries while working. Keywords: Ergonomics, Workers, Leather Tanning
Pengembangan Pendidikan Berbasis Al-Quran, Peningkatan Kesehatan PHBS dan Bebas Anemia melalui Pendekatan dan Pelatihan Masyarakat di Dusun Jegolan Ngawi Pibriyanti, Kartika; Makmur, Ade Susila Cahyani; Wardani, Petria Wafa Kusuma; Ramadhani, Annisa Pitri; Mufidah, Indahtul; Salsabila, Jihan Fauziyah; Daumi, Nadhif; Amala, Nur; Luthfiya, Lulu'; Pinasti, Ladyamayu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13872

Abstract

ABSTRAK Pendidikan dan kesehatan masih menjadi salah satu permasalahan masyarakat serta aspek penting dalam kehidupan. Pedidikan dan kesehatan yang baik menghasilkan sumber daya manusia berkualitas. Pengembangan pendidikan berbasil al qur’an, peningkatan kesehatan PHBS dan bebas anemia melalui pendekatan dan pelatihan masyarakat. Pembimbingan dan pengajaran kepada murid TPA Al-Muttaqin menggunakan media poster dan alat bermain sesuai mata pelajaran. Pendekatan melalui upaya edukasi bebas anemia dengan media leaflet. Monitoring evaluasi dilaksanakan setelah intervensi diberikan. Pengembangan pendidikan dengan pembuatan kurikulum belajar di TPA memberikan dampak konkret pada pemahaman peserta didik. Edukasi kesehatan PHBS pada anak sekolah dasar dan bebas anemia menunjukkan perbedaan nilai yang signifikan antara sebelum dan setelah. kegiatan penting dijalankan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nonformal dan kesehatan. Program berjalan dengan baik, karena dukungan dan antusiasme masyarakat Dusun Jegolan, SDN 5 Tempuran, serta TPA Al-Muttaqin. Kata Kunci: Al-Quran, Kesehatan, PHBS, Anemia  ABSTRACT Education and health represent important societal issues and crucial components of life. High-quality education and healthcare contribute to the development of skilled and capable individuals. Enhance education based on Al-Qur'an, improve PHBS health practices, and reduce anemia with community-based approaches and training. Deliver instruction and guidance to TPA Al-Muttaqin students using subject-specific play equipment and posters.  Implement a strategy that focuses on delivering education free of anemia using leaflet media. Post-intervention evaluation monitoring is conducted. The implementation of a learning program at TPA has a significant affect on the comprehension of students. There were statistically significant differences in the scores of anemia-free education and PHBS health education for elementary school children before and after the intervention. This activity is crucial for improving the quality of non-formal education and health. The program performs successfully due to the support and enthusiasm of the community in Dusun Jegolan, SDN 5 Tempuran, and TPA Al-Muttaqin. Keywords: Education, Health, PHBS, Anemia
Pemberdayaan Kader dalam Deteksi dan Intervensi Dini Tumbang Pada Anak untuk Pencegahan Stunting Ai Mardhiyah; Henny Suzana Mediani; Theresia Eriyani; Windy Rakhmawati; Nenden Nur Asriyani Maryam
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12580

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh defisiensi gizi, paparan infeksi, dan kurangnya stimulasi yang memadai dan menjadi tantangan kesehatan di Indonesia. Kabupaten Bandung menempati urutan kedua kasus stunting tertinggi di Jawa Barat. Kader merupakan penggerak utama dalam upaya pencegahan stunting di masyarakat, sehingga diperlukan pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar bisa menjalankan tugasnya dengan optimal. Tujuan dari kegiatan ini adalah  memberdayakan kader kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang deteksi dan intervensi dini stunting. Sasaran kegiatan ini adalah kader di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung sebanyak 49 orang. Kegiatan pemberdayaan terdiri atas penyusunan modul, penyuluhan menggunakan metode ceramah, dan pelatihan pada kader posyandu untuk dapat melakukan deteksi dan intervensi dini tumbang pada anak untuk pencegahan stunting. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan kategori baik dari 87,8% menjadi 93,9%. Selain itu, terjadi peningkatan sikap mendukung pada dari 47% menjadi 59%. Sebanyak 94% kader Desa Jelegong memiliki perilaku yang baik dalam melakukan deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang sebagai pencegahan stunting. Diharapkan pemberdayaan kader mengenai tumbuh kembang terus dilakukan secara berkala agar pengetahuan, sikap, dan prilaku kader mengenai deteksi tumbang untuk pencegahan stunting dapat terjaga dan dapat terus meningkat lebih baik. Kata Kunci: Anak Usia 0 – 5 Tahun, Kader, Pemberdayaan, Stunting  ABSTRACT Stunting is a child growth disorder caused by nutritional deficiencies, exposure to infections, and inadequate stimulation, and it poses a health challenge in Indonesia. Bandung Regency ranks second in the highest cases of stunting in West Java. Cadres are the main drivers in efforts to prevent stunting in the community, so adequate knowledge and skills are required to carry out their duties optimally. This activity aims to empower health cadres to enhance their knowledge, attitudes, and behaviours regarding early detection and intervention for stunting. The target of this activity is 49 cadres in Jelegong Village, Rancaekek Sub-district, Bandung Regency. The empowerment activities consist of module development, lectures using the lecture method, and training for Posyandu cadres to perform early detection and intervention stimulation for children with growth deviations. The results of the activity show that after the lectures, there was an increase in the good knowledge category from 87.8% to 93.9%. In addition, there was an increase in supportive attitudes from 47% to 59%. 94% of Jelegong Village cadres have good behaviour in conducting early detection and intervention for child growth as a stunting prevention measure. The empowerment of cadres is expected regarding child growth will continue periodically. Keywords: Cadres, Children Aged 0 – 5 Years, Empowerment, Stunting
Pemberdayaan Masyarakat Desa Sungai Batang Kecamatan Martapura Barat melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Berbasis Ikan Sepat Rawa Fitriyanti, Fitriyanti; Rizaldi, Gusti; Rahmadina, Aprillia; Pasaribu, Cindy; Sauqi, Muhammad; Azzahra, Tania Nasyawa; Khairunnisa, Gustii
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13359

Abstract

ABSTRAK Ikan merupakan sumber daya yang bernilai ekonomis, selain itu juga memiliki nutrisi yang dibutuhkan dalam kesehatan. Di Provinsi Kalimantan terdapat komoditi ikan, salah satunya ikan sepat rawa (Trichopodus trichopterus) yang merupakan ikan lokal potensial dan digemari Masyarakat yang memiliki manfaat mencegah penyakit Diabetes Mellitus. Pengolahan diversifikasi produk olahan berbasis ikan sepat rawa. Meliputi proses permohonan izin pelaksanaan, persiapan bahan-alat, sosialisasi dan penjelasan terkait diversifikasi produk olahan berbasis ikan sepat rawa, pengolahan produk, dan evaluasi kegiatan. Pelaku usaha dan tim kader sangat setuju produk-produk yang telah didemokan untuk diolah mandiri (95), alat yang digunakan mudah (85%), kemasan yang didiskusikan dianggap menarik (85%) dan pemanfaatan sosial media dalam pemasaran dapat dilakukan mandiri (95%). Dari hasil evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat ini menghasilkan data peserta sangat setuju dengan materi kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan (85%), pengabdian ini dilaksanakan sesuai harapan (95%), dan tim pelaksana telah memberikan pelayanan dan kesempatan yang baik (100%), kepuasaan mitra memiliki persentase 95%, serta harapan kegiatan kedepannya dapat dilaksanakan terus menerus (100%). Produk yang dihasilkan pelaku usaha Desa Sungai Batang berupa serbuk ikan sepat dan stik ikan sepat dapat digunakan sebagai alternatif makanan yang  tidak hanya praktis , namun juga sehat dan cocok untuk makanan pendamping pasien diabetes mellitus. Diharapkan dari pengabdian masyarakat ini adanya peningkatan pengetahuan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat. Kata Kunci: Desa Sungai Batang, Diversifikasi Produk Olahan, Ikan Sepat Rawa  ABSTRACT Fish is a resource that has economic value, besides that it also has the nutrients needed for health. In Kalimantan Province there are fish commodities, one of which is the swamp sepat fish (Trichopodus trichopterus) which is a potential local fish and is popular with the community and has the benefit of preventing diabetes mellitus. Diversified processing of processed products based on swamp sepat fish. Includes the process of applying for an implementation permit, preparing materials and equipment, socializing and explaining the diversification of processed products based on swamp sepat fish, product processing, packaging planning and activity evaluation. Results: Business actors and the cadre team strongly agree that the products demonstrated can be processed independently (95), the tools used are easy (85%), the packaging discussed is considered attractive (85%) and the use of social media in marketing can be done independently ( 95%). The results of the activity evaluation showed that the majority of participants strongly agreed that the activity material met their needs (85%), the activities carried out met expectations (95%), the lecturer team provided good service (100%), partners were satisfied with the activities (95%) and Activities are expected to be carried out sustainably (100%). The products produced by Sungai Batang Village business in the form of sepat fish powder and sepat fish sticks can be used as alternative food which is not only practical, but also healthy and suitable as a complementary food for diabetes mellitus patients. Keywords: Sungai Batang Village, Diversification of Processed Products, Swamp Sepat Fish
Penerapan Indikator Nasional Mutu (INM) untuk Peningkatan Mutu Pelayanan dalam Pencapaian Standar Akreditasi Rumah Sakit di RSUD Bangkinang Fitriani, Ernita; Afandi, Dedi; Herniwanti, Herniwanti; Rany, Novita; Jepisah, Doni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12278

Abstract

ABSTRAK Peningkatan mutu pelayanan seharusnya tercermin dalam setiap kegiatan dirumah sakit (RS). Untuk menjaminnya, RS wajib memiliki sistem pengawasan mutu yakni dengan penerapan standar yang terdapat pada sistem akreditasi rumah sakit untuk mencapai Indikator Nasional Mutu (INM) dari 13 Indikator Nasional Mutu yang harus dilakukan RS. Hasil survei awal yang dilakukan ada 5 indikator yang belum mencapai standar akan berdampak terhadap hasil mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan diperolehnya informasi mendalam tentang kecenderungan penerapan Indikator Nasional Mutu (INM) peningkatan mutu pelayanan dalam pencapaian standar akreditasi rumah sakit. Penelitian menggunakan metode kualitatif desain fenomenologi melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Komponen yang diteliti yaitu kepatuhan kebersihan tangan, kepatuhan penggunaan APD, waktu operasi sectio caesarean emergency, waktu tunggu rawat jalan, dan kepatuhan pengisian alur klinis (clinical pathway). Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa kepatuhan kebersihan tangan, kepatuhan penggunaan APD, waktu operasi sectio caesarean emergency, waktu tunggu rawat jalan, dan kepatuhan pengisian alur klinis (clinical pathway) belum sesuai standar. Penerapan Indikator Nasional Mutu (INM) yang dilakukan melalui peningkatan mutu pelayanan dalam pencapaian Standar Akreditasi Rumah Sakit di RSUD Bangkinang tahun 2023 masih belum sesuai standar disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain belum ada budaya organisasi, belum ada komitmen dari petugas. Belum optimalnya penggunaan sistem aplikasi pendaftaran online, belum optimalnya penggunaan aplikasi E-RM dan dukungan dari manajemen. Disarankan agar pihak rumah sakit dalam pencapaian indikator nasional perlu menambahkan poin penilaian kepatuhan pelaksanaan penerapan Indikator Nasional Mutu (INM) di Lembar Penilaian Kinerja dan memberlakukan sistem reward dan punishment. Kata Kunci: Indikator Nasional Mutu (INM), Peningkatan Mutu Pelayanan,   Standar Akreditasi Rumah Sakit  ABSTRACT  Service quality enhancement should appear in hospital activities. Each hospital is required to have a quality control system, which is designed to ensure that the level of performance of a system remains stable, or in control. For example, to achieve 13 National Health Care Quality Indicators, some standards can be applied in the hospital accreditation system. However, we still found that there were 5 indicators that have not reached the standard. Thus, these could have a significant impact on service quality results. The purpose of this study is to obtain more in-depth information about the tendency of National Health Care Quality Indicators implementation in order to improve service quality on hospital accreditation achievement. Phenomenological Qualitative Method was used in this study. The data were collected through interviews, observation, and secondary data. The component of health care quality; such as, hand hygiene compliance, PPE compliance, timing of emergency caesarean section, patient waiting time at outpatient department, and clinical pathway compliance, were analyzed in this study. The results confirm that the five components of health care quality; such as, hand hygiene compliance, PPE compliance, timing of emergency caesarean section, patient waiting time at outpatient department, and clinical pathway compliance; had not met the standard yet. Implementation of the National Health Care Quality Indicators for improving service quality to achieve hospital accreditation in RSUD Bangkinang (2023) has not met the standard yet. It happened because of some factors; such as, there is no organizational culture yet, there are no commitments from employees yet, the online registration application system and the E-RM application, and management support have not run properly. Therefore, the researcher hopes that the hospital is necessary to add the assessment of compliance with the implementation of National Health Care Quality Indicators in performance appraisal form, and to design reward as well as punishment systems. Keywords: National Health Care Quality Indicators, Service quality improvement, Accreditation Standards for Hospital
Pemberdayaan dan Kemandirian Kesehatan Ibu dan Anak Melalui Pembentukan Kampung Komplementer di Kelurahan Pedungan Agustini, Ni Komang Tri; Puspitasari, Lia; Harditya, I Kadek Buja; Wulandari, Ni Putu Dita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12510

Abstract

ABSTRAK Kelompok ibu dan anak merupakan kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan sehingga diperlukan program percepatan penurunan angka kesakitan serta masalah terkait melalui pemberdayaan Masyarakat. Solusi yang ditawarkan adalah Pembentukan Kampung Komplementer. Untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat khususnya ibu-ibu PKK dan Kader dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengenai layanan komplementer, dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui peningkatan kemandirian kesehatan. Kegiatan yang dilaksanakan adalah membentuk kader komplementer, pelatihan dan pendampingan kader tentang metode komplementer meliputi ramuan herbal dan obat tradisional, pijat bayi, akupresur, dan pemanfaatan tanaman obat keluarga. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan yang tercapai adalah peningkatan pengetahuan kader tentang metode komplementer, peningkatan keterampilan melakukan teknik komplementer secara mandiri, pemanfaatan tanaman obat sebagai pelengkap kesehatan. Kegiatan ini mampu meningkatkan pemberdayaan dan kemandirian khususnya kesehatan ibu dan anak. Kata Kunci: Komplementer, Pemberdayaan, Kemandirian, Kesehatan, Ibu, Anak  ABSTRACT Mothers and children included as a vulnerable group who need accelerated program to reduce morbidity and related problems through community empowerment. The solution offered is the establishment of a complementary village. To increase community empowerment, especially women and cadres, by increasing knowledge and skills regarding complementary services, and improving the quality of community life through increasing health independence. The activities carried out are forming complementary cadres, training and mentoring cadres on complementary methods including herbal concoctions and traditional medicines, baby massage, acupressure, and the use of family medicinal plants. Monitoring and evaluation is carried out on an ongoing basis. The results of the activities achieved were increasing cadres' knowledge about complementary methods, increasing skills in carrying out complementary techniques independently, and using medicinal plants as a complement to health. This activity is able to increase empowerment and independence, especially maternal and child health.  Keywords: Complementary, Empowerment, Independency, Health, Mother, Child
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Penggunaan Hocl sebagai Cairan Pencuci Lukaterhadap Wound Infection Continuum Pada Ny. S dan Ny. N dengan Diagnosamedisluka Kaki Diabetik di Wocare Center Bogor Ramdhiani, Suci; Naziyah, Naziyah; Bahri, Khairul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13678

Abstract

ABSTRAK Komplikasi dari diabetes melitus adalah luka kaki yang ditandai dengan munculnya luka di kaki yang disertai dengan cairan berbau. Luka kaki adalah sumber utama morbiditas yang dapat dicegah  pada orang dengan diabetes. Resiko dari luka kaki yaitu penurunan fungsional, Infeksi, amputasi ekstremitas bawah, dan kematian. Teknik perawatan luka modern dengan prinsip mempertahankan dan menjaga agar lingkungan sekitar luka tetap lembab guna memperbaiki proses penyembuhan luka, mempertahankan kehilangan cairan dan jaringan, serta kematian sel dengan penggunaan HOCL sebagai cairan pencuci luka terhadap Wound Infection Continuum pada luka kaki diabetik di Wocare Center Bogor. Dengan tujuan menganalisis Asuhan Keperawatan melalui intervensi penggunaan HOCL sebagai cairan pencuci luka terhadap  Wound Infection Continuum  pada ny. s dan ny. n dengan diagnosa medis luka kaki diabetik di wocare center Bogor. tindakan keperawatan dimulai pada tanggal 21 Desember 2023 s/d 29 Desember 2023 di Wocare Center Bogor. Implementasi yang dilakukan perawatan luka modern dengan tituik fokus pencucian luka menggunakan HOCL yang dihasilkan HOCL digunakan pada NY. S dan Ny. N selama 3 kali kunjungan dengan frekuensi 3 kali sehari perawatan dalam 1 minggu, kefektifan HOCL dapat dilihat berdasarkan evaluasi penggunaan lembar observasi WIFI dan IWGDF pada kedua pasien dengan hasil terdapat penurunan tingkat infeksi yang ditandai dengan dari kunjungan petama  terjadi penurunan hasil tipe dan jumlah eksudat hingga kunjungan ketiga. Diharapkan dapat dijadikan bahan bacaan, menambah wawasan pengetahuan, dan sumber informasi, sehingga dapat dijadikan motifasi dalamproses penyembuhan luka, dengan menjaga kondisi kadar gula darah dalam batas normal didalam tubuh. Kata Kunci: Luka Kaki Diabetik, HOCL, Diabetes Melitus, Wound Infection Continuum .  ABSTRACT A complication of diabetes mellitus is a foot wound characterized by the appearance of a wound on the foot accompanied by an odorous discharge. Foot wounds are a major source of preventable morbidity in people with diabetes. The risks of foot wounds are functional reduction, infection, lower limb amputation, and death. Modern wound care techniques with the principle of maintaining and keeping the environment around the wound moist to improve the wound healing process, maintain fluid and tissue loss, and cell death with the use of HOCL as a wound washing fluid against biofilm in diabetic foot wounds at Wocare Center Bogor. Analyze nursing care through the intervention of using hypochlorous acid (HOCL) as a wound washer fluid against biofilm on Ms. s and Ms. n with a medical diagnosis of diabetic foot wound at wocare center Bogor. Implementation: nursing actions started on December 21, 2023 to December 29, 2023 at Wocare Center Bogor. Implementation of modern wound care with a focus on wound washing using HOCL. HOCL was used on Ms. S and Ms. N for 3 visits with a frequency of 3 times a day treatment in 1 week, the effectiveness of HOCL can be seen based on the evaluation of the use of observation sheets in both patients who experienced a decrease in scores, which showed a decrease in biofilm, thinning bofilm thickness, decreasing slough, growth of granulation tissue and epithelialization. In order to improve and accelerate wound healing, it is necessary to improve blood sugar control and nutrition. Keywords: Diabetic Foot Wounds, HOCL, Diabetes Melitus
Penggunaan Kombinasi Zinc Cream & Cadexomer Iondine sebagai Balutan Primer Serta Polyurithane Foam & Transparan Film sebagai balutan sekunder dalam Manajemen Diabetic Wound Abses Rizki Hidayat; Naziyah Naziyah; Masdiana Masdiana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12482

Abstract

ABSTRAK Abses merupakan massa lunak yang umumnya dikelilingi oleh area berwarna dari merah jambu hingga merah tua. Abses disebabkan oleh infeksi. Di dalamnya penuh dengan nanah, bakteri, dan kotoran. Bagian tengah abses dapat berlubang dan mengandung sel-sel mati, bakteri, dan kotoran lainnya. Area ini mulai tumbuh, menciptakan ketegangan di bawah kulit dan peradangan lebih lanjut pada jaringan di sekitarnya.Tekanan dan peradangan menyebabkan rasa sakit. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih sering mengalami abses tertentu. Mereka yang memiliki salah satu kondisi berikut ini berisiko mengalami abses yang lebih parah. Hal ini disebabkan karena tubuh mengalami penurunan kemampuan dalam menangkal infeksi. pada pasien diabetes, fluktuasi glukosa, resistensi insulin, sirkulasi yang buruk, dan kemungkinan kerusakan kekebalan tubuh dapat dengan mudah menyebabkan infeksi. Abses sering terjadi pada pasien diabetes dan berhubungan dengan angka kematian yang tinggi karna sepsis. Tujuan untuk melihat efektivitas Penggunaan Kombinasi Zinc Cream & Cadexomer Iondine pada diabetic wound abses. Case Study dengan mengaplikasi zinc cream & cadexomer iodine sebagai balutan primer dan foam sebagai balutan sekunder dengan menggunakan winner scale sebagai evaluasi penyembuhan luka. Hasil didapatkan hasil bahwa penggunaan Kombinasi Zinc Cream & Cadexomer Iondine sebagai Balutan Primer Serta Polyurithane Foam & Transparan Film sebagai balutan sekunder efektif dalam penyembuhan Diabetic Wound Abses. Kata Kunci: Diabetic Wound Abses, Wound Care  ABSTRACT An abscess is a soft mass that is generally surrounded by an area colored from pink to dark red. Abscesses are caused by infection. Inside it is full of pus, bacteria and dirt. The center of the abscess can be hollow and contain dead cells, bacteria, and other debris. This area begins to grow, creating tension under the skin and further inflammation in the surrounding tissue. Pressure and inflammation cause pain. People with weakened immune systems experience certain abscesses more often. Those with any of the following conditions are at risk of developing more severe abscesses. This is because the body's ability to ward off infection decreases. in diabetic patients, glucose fluctuations, insulin resistance, poor circulation, and possible immune damage can easily lead to infection. Abscesses often occur in diabetes patients and are associated with a high mortality rate due to sepsis. To see the effectiveness of the combination of Zinc Cream & Cadexomer Iondine in diabetic wound abscesses. Case Study by applying zinc cream & cadexomer iodine as a primary dressing and foam as a secondary dressing using the winner scale to evaluate wound healing. The results showed that the use of a combination of Zinc Cream & Cadexomer Iondine as a primary dressing and Polyurithane Foam & Transparent Film as a secondary dressing was effective in healing Diabetic Wound Abscess. Keywords: Diabetic Wound Abses, Wound Care
Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja dalam Mencegah Seks Pranikah dan Kehamilan Usia Dini Manggul, Makrina Sedista; Trisnawati, Reineldis E.; Raden, Natalia D.P; Centis, Maria C.L; Banul, Maria Sriana; Madur, Junita P.; Ihul, Rofina Kurniati; Rosari, Oktaviani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13281

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa yang paling kritis bagi perkembangan pada tahap kehidupan selanjutnya, dimana pada masa ini remaja ditandai oleh adanya perubahan fisik, psikis, dan psikososial. Remaja cenderung ingin mencoba sesuatu yang belum pernah dialaminya. Resiko yang  terjadi pada remaja akibat melakukan hubungan seks pranikah adalah menderita penyakit menular seksual seperti HIV-AIDS, kehamilan yang tidak direncanakan sehingga melakukan abortus. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa/siswi SMKS Karya Ruteng tentang pencegahan seks pranikah dan kehamilan usia remaja. Metode dalam Kegiatan PKM ini adalah dengan melakukan penyuluhan pada siswa/siswi SMKS Karya Ruteng yang berjumlah 50 orang dan bersedia mengisi kuisioner. Ada perubahan pengetahuan ditandai dengan peningkatan hasil post test secara signifikan. Kesimpulannya edukasi dapat mengubah pegetahuan seseorang olleh karena itu diharapkan keterlibatan semua pihak untuk terus memberikan pemahaman tentang resiko seks pranikah pada remaja.   Kata Kunci: Pengetahuan, Remaja, Seks Pranikah, Kehamilan Usia Dini.  ABSTRACT Adolescence is the most critical period for development at the next stage of life, where during this period adolescence is characterized by physical, psychological and psychosocial changes. Teenagers tend to want to try something they have never experienced. The risks that occur to teenagers due to premarital sex are suffering from sexually transmitted diseases such as HIV-AIDS, unplanned pregnancies and thus abortion. This activity is to increase the knowledge of students at Karya Ruteng Vocational School about preventing premarital sex and teenage pregnancy. The method for this PKM activity is to provide counseling to the 50 students of Karya Ruteng Vocational School who are willing to fill out a questionnaire. There is a change in knowledge marked by a significant increase in post test results. In conclusion education can change a person's knowledge, therefore it is hoped that the involvement of all parties will continue to provide understanding about the risks of premarital sex in teenagers. Keywords: Knowledge, Teenagers, Premarital Sex, Early Pregnancy.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue