cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pemberdayaan Kader Posyandu RPTA Mustika Kelurahan Cideng melalui Pengolahan Produk Milk Bun Dkelors (Moringa Oleifera) sebagai Makanan Tambahan 1000 Hari Pertama Kehidupan komariah, Komariah; Lestari, Sri; Suwartini, Tien; Laksmiastuti, Sri; Livia, Florencia; Darma, Joshua; Fernando, Theodorus Aldo; Lidwina, Naomi; Susanto, Shannon Winnie; Fitria, Nada; Aribah, Nada Erica
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15358

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah kondisi gagal tumbuh anak yang diakibatkan kekurangan gizi kronis. Untuk mengatasi kekurangan gizi, perlu dilengkapi dengan pemberian makanan tambahan (PMT), khususnya masukkan gizi seimbang dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dalam memenuhi kebutuhan zat gizi, yang bertujuan mengurangi risiko stunting. Kader posyandu Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Mustika, Kelurahan Cideng, sebagai wadah layanan dan tombak penggerak kesehatan masyarakat, harus mempunyai pengetahuan yang baik untuk memperbaiki gizi dalam pencegahan stunting. Salah satunya pemberian makanan tambahan selama 1000 HPK berbasis bahan alam lokal yang tersedia dengan harga terjangkau, salah satunya tanaman kelor (Moringa oleifera). Daun kelor, baik segar maupun kering, dapat digunakan sebagai bahan fortifikasi dalam produk makanan seperti Milk bun Dkelors. Kegiatan ini adalah untuk memberdayakan kader posyandu dalam meningkatkan pengetahuan mengenai manfaat daun kelor segar dan kering, serta produk fortifikasi makanan yang dihasilkan sebagai makanan tambahan pada masa 1000 HPK. Kegiatan ini meliputi tahap persiapan, survei serta analisis masalah. Tahap pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian pre-test dan post-test materi paparan, yang diikuti dengan demonstrasi pembuatan produk makanan berbasis daun kelor, salah satunya Milk Bun Dkelors. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan kader posyandu serta ketertarikan terhadap pembuatan Milk Bun Dkelors berdasarkan hasil uji kesukaan. Terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu tentang manfaat dan aplikasi fortifikasi daun kelor dalam produk makanan seperti Milk Bun Dkelors sebagai makanan tambahan selama 1000 HPK. Kata kunci: Stunting, daun kelor, makanan tambahan, milk bun dkelors  ABSTRACT Stunting is a condition of impaired growth in children caused by chronic malnutrition. To address malnutrition, it is essential to provide supplementary feeding (PMT), particularly by incorporating balanced nutrition during the first 1000 days of life (HPK) to meet nutritional needs and reduce the risk of stunting. Posyandu cadres at the Child-Friendly Integrated Public Space (RPTRA) Mustika in Cideng Village, as a service hub and health mobilization spearhead for the community, must have good knowledge to improve nutrition in stunting prevention. One approach is through supplementary feeding during the 1000 HPK based on locally available, affordable natural ingredients, such as the moringa plant (Moringa oleifera). Fresh or dried moringa leaves can be used as a fortification ingredient in food products, such as Milk Bun Dkelors. This activity aims to empower posyandu cadres by enhancing their knowledge about the benefits of fresh and dried moringa leaves and the fortified food products derived from them as supplementary feeding during the 1000 HPK. The activities include the preparation stage, survey, and problem analysis. The implementation stage includes a pre-test and post-test on the presented material, followed by a demonstration of making food products based on moringa leaves, such as Milk Bun Dkelors. The pre- and post-test results show an increase in posyandu cadres' knowledge and interest in making Milk Bun Dkelors, based on the preference test results. There was an increase in posyandu cadres' knowledge about the benefits and applications of moringa leaf fortification in food products like Milk Bun Dkelors as supplementary feeding during the 1000 HPK. Keywords: Stunting, moringa leaves, supplementary feeding, Milk Bun Dkelors
Edukasi Wisata Aman, Sehat dan Lestari di Desa Temajuk Kabupaten Sambas Hidayat, Uti Rusdian; Hatmalyakin, Debby; Alfikrie, Fauzan; Akbar, Ali; Arisandi, Defa; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Amaludin, Mimi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14194

Abstract

ABSTRAK Dalam proses pengembangan kawasan pariwisata, pengembang tidak hanya dituntut untuk menyiapkan fasilitas pariwisata, namun sumberdaya manusianya harus didukung dengan pengetahuan pengelolaan objek wisata khususnya penanganan awal pada kasus kegawatdaruratan. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan dengan metode edukasi langsung tentang pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan menggunakan media video baik untuk mnemonic SELAMAT maupun manfaat pelestarian mangrove bagi kesehatan. Hasil pelaksanaan kegiatan didapatkan data terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah edukasi tentang pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat membuat masyarakat lebih siap untuk menyambut dinamika desa wisata yang ramai pengunjung dengan segala resiko kegawatdaruratan yang mungkin bisa terjadi. Kata Kunci: Pertolongan Pertama, Kegawatdaruratan, Mnemonic SELAMAT  ABSTRACT In the process of developing tourism areas, developers are not only required to prepare tourism facilities, but their human resources must be supported by knowledge of tourism object management, especially initial handling in emergency cases. The implementation of community service has been carried out with direct education methods about first aid in emergency cases using video media both for SELAMAT mnemonics and the benefits of mangrove conservation for health. The results of the implementation of activities obtained data on the increase in community knowledge after education about first aid in emergency cases. This increase in knowledge is expected to make the community more prepared to welcome the dynamics of a crowded tourist village with all the risks of emergencies that might occur. Keywords: Basic Life Support, Emergencies, SELAMAT Mnemonic
Deteksi Dini Pelayanan Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Produktifitas Sumber Daya Manusia Tambunan, Formaida; Silitonga, Erwin; Sidabukke, Ida Ria Royentina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15616

Abstract

ABSTRAK Untuk menghasilkan SDM berkualitas, maka perlu dilakukan upaya pelayanan kesehatan promotif dan preventif kepada masyarakat melalui deteksi dini. Deteksi dini pada bidang kesehatan dimaknai sebagai suatu proses pengungkapan terhadap kemungkinan adanya mengidap suatu penyakit pada individu. Deteksi dini dalam aksi sosial adalah pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan pemeriksaan dengan cara wawancara untuk mengetahui keluhan-keluhan yang dialami. Pelaksanaan deteksi dini pada kesehatan berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasisme dari masyarakat. Oleh sebab itu maka deteksi dini ditindaklanjuti secara terpadu dan periodik terkait PTM serta bahayanya bagi kesehatan sehingga masyarakat mampu mawas diri terhadap faktor risiko tersebut atau mengendalikannya jika sudah terkena. Kata Kunci: Deteksi Dini, SDM, Produktifitas  ABSTRACT To produce quality human resources, it is necessary to provide promotive and preventive health services to the community through early detection. Early detection in the health sector is interpreted as a process of disclosing the possibility of an individual suffering from a disease. Early detection in social action is checking blood pressure, blood sugar and examination by means of interviews to determine the complaints experienced. The implementation of early detection in health went well and received enthusiasm from the public. Therefore, early detection is followed up in an integrated and periodic manner regarding NCDs and their dangers to health so that people are able to be aware of these risk factors or control them if they are already affected. Keywords: Early Detection, Human Resources, Productivity
Pendidikan dan Promosi Kesehatan Mengenai Kesehatan Mental pada Siswa Kelas XII SMAN 1 Pangandaran Shalahuddin, Iwan; Rosidin, Udin; Purnama, Dadang; Sumarni, Nina; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14290

Abstract

ABSTRAK Data Indeks Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia Tahun 2023  ditemukan 9.162.886 kasus depresi dengan prevalensi 3,7 persen. Dari data tersebut ditemukan bahwa masyarakat Indonesia yang tidak produktif memiliki kecenderungan untuk mengalami gejala depresi lebih tinggi. Saat ini masalah kesehatan mental pada remaja cukup tinggi. Menurut Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey, 15,5 juta (34,9 persen) remaja mengalami masalah mental dan 2,45 juta (5,5 persen) remaja mengalami gangguan mental. Kesehatan mental akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas nasional. Tujuan dari Pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Siswa/i dalam upaya memvalidasi apa yang mereka rasakan terkait masalah mental. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode massa. Penyampaian metode ini dilakukan secara langsung dimana didalamnya terdapat materi yang disampaikan dalam bentuk poster, video, dan infografis. Hasil, kegiatan dilakukan pada tanggal 03 november 2023 dengan jumlah audience sebanyak 174 orang dengan kisaran rentang usia 17-18 tahun meliputi siswa kelas XII.  Berdasarkan hasil pre-test dengan hasil rata-rata pengetahuan berkisar 69%. Setelah pemberian materi, adanya peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari hasil post-test dengan rata-rata 86% (peningkatan sebesar 19%), Artinya, para audiens telah memiliki pengetahuan yang baik atas pertanyaan yang diberikan. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil dan pembahasan data survei, penulis dapat mengambil kesimpulan dari pendidikan dan promosi kesehatan yang telah kami lakukan secara langsung ini bahwa dari pre-test yang telah dilakukan hasilnya menunjukan mayoritas audiens sudah memiliki pengetahuan terkait kesehatan mental namun tidak secara mendalam mengenai pengertian dari kesehatan mental, jenis-jenis gangguan kesehatan mental, keefektifan dan perbedaan dari setiap jenis gangguan kesehatan mental. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Kesehatan Mental, Siswa, Pendidikan  ABSTRACT Data from the Indonesian Public Mental Health Index in 2023 found 9,162,886 cases of depression with a prevalence of 3.7 percent. From these data, it was found that unproductive Indonesians have a tendency to experience higher depressive symptoms. Currently, mental health problems in adolescents are quite high. According to the Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey, 15.5 million (34.9 percent) adolescents experience mental problems and 2.45 million (5.5 percent) adolescents experience mental disorders. Mental health will greatly affect national productivity. The purpose of this community service is to increase students' knowledge and understanding in an effort to validate what they feel about mental problems. The method used is using the mass method. The delivery of this method is carried out directly where there is material delivered in the form of posters, videos, and infographics. As a result, the activity was carried out on November 3, 2023 with a total audience of 174 people with an age range of 17-18 years including class XII students. Based on pre-test results with an average knowledge result of around 69%. After giving the material, there was an increase in knowledge obtained from the post-test results with an average of 86% (an increase of 19%), meaning that the audience already had good knowledge of the questions given. Conclusion Based on the results and discussion of survey data, the author can conclude from the education and health promotion that we have done directly that from the pre-test that has been carried out the results show that the majority of the audience already has knowledge related to mental health but not in depth about the understanding of mental health, types of mental health disorders, effectiveness and differences of each type of mental health disorder.     Keywords: Health Promotion, Mental Health, Students, Education
Kelas Remaja sebagai upaya pencegahan Stunting di Desa Pong Murung, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai Dewi, Imelda Rosniyati; Bandur, Paskalinda M.Y; Centis, Maria Choncita Leyla; Manggul, Makrina Sedista; Nanur, Fransiska Nova; Jalong, Antonia Eltara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15554

Abstract

ABSTRAK Perhatian khusus terhadap kesehatan remaja dan prakonsepsi terutama menjadi upaya pencegahan stunting baik secara global maupun nasional. Tujuan dari kegiatan ini adalah  untuk melakukan kegiatan pemebentukan dan pelaksanaan kelas remaja sebagai ubaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah melalui pemberian edukasi kepada partisipan yang diakhiri dengan evaluasi kegiatan. Kegiatan berjalan dengan lancar melalui partisipasi remaja putri, kader kesehatan dan kepada desa. Peserta antusias dengan kegiatan dan terdapat perubahan pengatahuan tentang kesehatan reproduksi dan gizi remaja. Kegiatan kelas remaja dapat meningkatkan pengetahuan dan partisipasi aktif remaja dalam upaya pencegahan stunting. Kata kunci: Kelas Remaja, Edukasi, Kesehatan Reproduksi, Gizi   ABSTRACT Special attention to adolescent and preconception health is especially important for stunting prevention efforts both globally and nationally. The purpose of this activity is to conduct activities to establish and implement adolescent classes as a stunting prevention effort. The method used is through providing education to participants which ends with an evaluation of the activity. The activity ran smoothly through the participation of adolescent girls, health cadres health cadres and village leaders. Participants were enthusiastic about the activities and there were changes in knowledge about reproductive health and adolescent nutrition Conclusion: Youth class activities can increase knowledge and active participation of adolescents in stunting prevention efforts.  Keywords: Adolescent Class, Education, Reproductive Health, Nutrition
Skrining Bank Darah untuk Pemeriksaan Hepatitis C di Kelurahan Tukmudal Kecamatan Sumber Ikhwani, Ikhwani; Setiawan, Fiki; Prambudi, Hery
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14945

Abstract

ABSTRAK Transfusi darah adalah bagian paling penting bagi pelayanan kesehatan bila digunakan dengan baik dengan alasan menyelamatkan jiwa. Transfer darah membawa risiko penularan penyakit menular yang ditularkan melalui darah seperti hepatitis C, serta risiko transfusi darah lainnya yang dapat mengancam jiwa. Efek penyakit menular lewat transfusi darah bergantung pada banyak faktor, misalkan pravelensi penyakit di masyarakat, efektifitas skrining yang digunakan, kekebalan tubuh penerima dan jumlah donor tiap unit darah. Kegiatan PKM ini bertujuan membantu puskesmas Watubelah dalam mendata warga Keluahan Tukmudal yang sehat dan bebas dari virus hepatitis C. Teknik pengupulan data menggunakan pedoman wawancara dan observasi dengan lembar kuisioner untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil skrining bank darah di dapatkan rata-rata hemoglobin 13,69 g/dl pada wanita dan 14,15 g/dl pada laki-laki sedangkan rata-rata pada keseluruhan yaitu 13,59 g/dl, persentase golongan darah A 31% dengan jumlah 15 orang, golongan darah B 34% dengan jumlah 16 orang, golongann darah O 33% dengann jumlah 16, golongan darah AB 2% dengan jumlah 1 orang. Pemeriksaan imuneserologi yang meliputi pemeriksaan HIV, HCV, HBsAg, sifilis dengan hasil non-reaktif pada 48 responden. Kata Kunci: Skrining Bank Darah,Tranfusi Darah, Hepatitis C, HCV  ABSTRACT Blood transfusion is the most important part of health services if used properly for the reason of saving lives. Blood transfers carry the risk of contracting blood-borne infectious diseases such as hepatitis C, as well as other risks of blood transfusions that can be life-threatening. The effect of a disease transmitted by blood transfusion depends on many factors, such as the prevalence of the disease in the community, the effectiveness of the screening used, the immunity of the recipient, and the number of donors per unit of blood. This PKM activity aims to help the Watubelah Health Center by recording data on residents of the Tukmudal Village who are healthy and free from the hepatitis C virus. The data collection technique used interview and observation guidelines with questionnaire sheets for further examination. Blood bank screening results showed an average hemoglobin of 13.69 g/dl in women and 14.15 g/dl in men while the overall average was 13.59 g/dl, the percentage of blood group A was 31% with a total of 15 people, blood type B 34% with a total of 16 people, blood group O 33% with a total of 16, blood type AB 2% with a total of 1 person. Immunoserology examination which includes examination for HIV, HCV, HBsAg, and syphilis with non-reactive results in 48 respondents. Keywords: Blood Bank Screening, Blood Transfusion, Hepatitis C, HCV
Implementasi Asesmen FAST Deteksi Dini Gejala Stroke dan Penanganan Hipertensi Dewi, Ratna; Sukarno, Anita; Sari, Widia; Maharani, Della
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16390

Abstract

ABSTRAK  Data World Health Organization (WHO) menunjukkan diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun diseluruh dunia menderita hipertensi dan 46% yang menderita hipertensi yang tidak menyadari. Hasil survey ditemukan data penderita hipertensi pada majelis Taklim At Taqwa sekitar 80 orang. Angka hipertensi yang tinggi dapat menyebabkan komplikasi dengan pencegahan dini dapat diberikan edukasi, dan pemeriksaan kesehatan. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku. Metode kegiatan dengan memberikan edukasi berupa penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Hasil ditemukan sekitar 50% ditemukan ibu-ibu majelis Taklim mederita hipertensi dengan umur sekitar 33-66 tahun. Setelah diberikan penyuluhan mengenai hipertensi dan FAST didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan. Sebaiknya pihak majelis Taklim lebih sering dan gencar dalam mengikuti penyuluhan tentang hipertensi dan melakukan pemeriksaan kesehatan. Kata Kunci: Edukasi, Hipertensi, FAST, Pemeriksaan Kesehatan  ABSTRACT Data from the World Health Organization (WHO) shows that an estimated 1.28 billion adults aged 30-79 years worldwide suffer from hypertension and 46% of those who suffer from hypertension are unaware of it. The survey results found data on hypertension sufferers in the Taklim At Taqwa assembly of around 80 people. High rates of hypertension can cause complications with early prevention providing education and health checks. The aim is to increase knowledge and change behavior. The activity method is to provide education in the form of counseling and health checks. The results found that around 50% of the Taklim assembly women were suffering from hypertension aged around 33-66 years. After being given education about hypertension and FAST, there was an increase in knowledge. In conclusion, the Taklim assembly should be more frequent and aggressive in providing education about hypertension and carrying out health checks. Keywords: Education, Hypertension, FAST, Health Check
Penguatan Tindakan Pencegahan Terhadap Ancaman Penyakit Tidak Menular (PTM) pada Usia Produktif Werdani, Yesiana Dwi Wahyu; Sari, Nia Novita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.12501

Abstract

ABSTRAK Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) meningkat pesat pada usia produktif. Hipertensi, diabetes dan stres psikologis memicu timbulnya PTM di usia produktif. Pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang PTM pada usia produktif, dampak stres terhadap PTM dan cara menyeimbangkan stres. Metode yang digunakan penyuluhan dan pemeriksaan fisik berupa tekanan darah, nadi, kolesterol dan glukosa darah acak (GDA). Sasaran warga usia produktif di lingkungan F7 St. Laurensius Driyorejo Gresik. Pelaksanan kegiatan 2 hari, diawali dengan pengkoordinasian kegiatan dengan pengurus lingkungan pada hari pertama, yang dilanjutkan di hari kedua dengan penilaian pengetahuan melalui pre-test kemudian pemberian penyuluhan tentang PTM dan pengelolaan stres untuk mencegah PTM dan diakhiri dengan post-test. Mayoritas peserta mengalami pra-hipertensi 19 orang (34%), normocardia 44 orang (79%), memiliki kolesterol batas tinggi 29 orang (52%) dan GDA normal 51 orang (91%). Hasil penyuluhan rata-rata skor pre-test 74.99 + 15.17, sedangkan post-test 97.82 + 5.18, terjadi peningkatan pengetahuan 22.83 skor pasca penyuluhan. Uji statistik paired t-test p = 0.000, berarti penyuluhan terbukti berhasil meningkatkan pengetahuan warga tentang pencegahan PTM di usia produktif. Hasil pemeriksaan fisik membantu warga memahami kondisinya dan meningkatkan kesadaran untuk memperbaiki kesehatan lebih optimal yang didukung dari materi penyuluhan yang dipahami oleh seluruh warga. Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular (PTM), Usia Produktif, Pencegahan  ABSTRACT The prevalence of non-communicable diseases (NCDs) increases rapidly in productive age. Hypertension, diabetes and psychological stress trigger the emergence of NCDs in productive age. Objective: Community service to increase participants' understanding of PTM in productive age, the impact of stress on PTM and how to balance stress. The methods used are counseling and physical examination in the form of blood pressure, pulse, cholesterol and random blood glucose (GDA). Target residents of productive age in the F7 St. Laurensius Driyorejo Gresik. Implementation of the 2-day activity, starting with coordinating activities with environmental administrators on the first day, continued on the second day with knowledge assessment through a pre-test then providing counseling about PTM and stress management to prevent PTM and ending with a post-test. The majority of participants had pre-hypertension, 19 people (34%), normocardia, 44 people (79%), had borderline high cholesterol, 29 people (52%) and normal GDA, 51 people (91%). The results of the counseling were an average pre-test score of 74.99 + 15.17, while the post-test was 97.82 + 5.18, there was an increase in knowledge of 22.83 after the counseling. Paired t-test statistical test p = 0.000, meaning that counseling has proven successful in increasing residents' knowledge about preventing NCDs in productive age. The results of the physical examination help residents understand their condition and increase awareness to improve their health more optimally, supported by education material that is understood by all residents. Keywords: Non-communicable Diseases (Ncds), Productive Age, Prevention
Pelatihan Dokter Cilik Siswa Sekolah Dasar Desa Rasau Jaya Tiga, Kubu Raya Tejoyuwono, Agustina Arundina Triharja; Mardhia, Mardhia; Pratiwi, Sari Eka; Liana, Delima Fajar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.14565

Abstract

ABSTRAK Pendidikan dan kesehatan saling berhubungan dan merupakan hal penting bagi anak. Banyak kondisi kesehatan yang dapat dikelola dengan lebih baik atau dicegah jika terdeteksi sejak dini. Lingkungan sekolah dan layanan kesehatan sekolah memberikan peluang untuk intervensi tepat waktu pada berbagai kondisi, termasuk kecemasan dan depresi, perilaku kelainan, kelebihan berat badan, dan kekurangan gizi. UKS merupakan program wajib Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menanamkan hingga melaksanakan prinsip hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui peran Dokter Cilik. Metode pelatihan Dokter Cilik yang digunakan adalah ceramah dan praktik. Pelatihan dilakukan pada siswa SD kelas IV dan V dari SD Negeri 2 dan SD Madrasah Ibtidaiyah dengan total peserta berjumlah 30 siswa. Hasil penilaian terhadap pelatihan adalah kemampuan siswa SD mengenai materi yang diajarkan dan kesiapan menjadi kader kesehatan cukup baik, perubahan kemampuan kognitif cukup baik, peningkatan kemampuan afektif baik, psikomotor sangat baik, penilaian praktik semua siswa memiliki kemampuan yang sangat baik. Pelatihan dokter cilik mampu merubah perilaku peserta didik. Kegiatan pelatihan dokter cilik ini sebaiknya dilakukan di tiap sekolah agar penerapan trias UKS di sekolah semakin optimal. Kata Kunci: Dokter Cilik, Kesehatan, Usaha Kesehatan Sekolah  ABSTRACT Education and health are interconnected and important for children. Many health conditions can be better managed or prevented if detected early. The school environment and school health services provide opportunities for timely intervention for a variety of conditions, including anxiety and depression, behavioural disorders, overweight, and malnutrition. The school health unit is a mandatory programme of the Ministry of Education and Culture to instill and implement the principles of healthy living in everyday life, one of which is through the role of Little Doctors. The Little Doctor training methods used are lectures and practice. The training was carried out on elementary school students in grades IV and V from SD Negeri 2 and SD Madrasah Ibtidaiyah, with a total of 30 students. The results of the assessment of the training were that elementary students' abilities regarding the material taught and their readiness to become health cadres were quite good; changes in cognitive abilities were quite good; improvements in affective abilities were good; psychomotor skills were very good; and the practical assessment of all students had very good abilities. Little doctor training is able to change student behavior. The little doctor training should be held in every school, thus the implementation of the UKS triad in schools is optimal. Keywords: Little Doctor, Health, The School Health Unit
Edukasi Pemberian Makanan Tambahan Anak Balita Sukmawati, Sukmawati; Fauzi, Achmad; Mustafa, Ayu Resky
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14079

Abstract

ABSTRAK Balita merupakan anak yang rentan terdampak infeksi, karena sistem kekebalan tubuh yang belum optimal dan kuat. Sistem kekebalan tubuh anak balita harus dijaga dengan baik untuk mendukung proses pertumbuhan dan perkembangannya. Peran orang tua sangat penting untuk memberikan gizi seimbang seperti pemberian makanan tambahan (PMT) untuk anak sebagai salah satu peningkatan sistem kekebalan tubuhnya. Pemberian makanan tambahan (PMT) pada anak balita dilakukan sebagai strategi suplementasi dalam mengatasi masalah gizi agar kasus gizi dapat ditekan. Masalah gizi pada anak balita dapat mempengaruhi kemampuan kognitif dan kecerdasan anak, serta juga menyebabkan rendahnya produktivitas anak. Pemberian makanan tambahan (PMT) adalah program intervensi bagi balita yang menderita gizi kurang yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak dan untuk mengatasi kekurangan gizi yang terjadi pada kelompok usia balita. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pengkajian komprehensif kepada ibu-ibu di Kompleks Hunian tetap penyintas gunung semeru Desa Sumberwuluh Kabupaten Lumajang. Kegiatan PkM ini menggunakan pendekatan intervensi kebidanan berbasis edukasi (educative-based midwifey intervention) yang terdiri dari beberapa sesi yaitu sesi edukasi, role-play dan bedside teaching praktik dan sesi diskusi. Analisa data dilakukan menggunakan metode analisis kuantitatif one group pre-post-test design dengan menggunakan paired t-test. Hasil PkM ini menunjukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta terhadap pembuatan makanan tambahan makanan balita yang bergizi. Peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta menunjukkan keberhasilan pendekatan intervensi kebidanan berbasis edukasi dalam pengabdian masyarakat untuk pengaplikasian dalam praktik. Kata Kunci: Edukasi, Makanan Tambahan, Balita  ABSTRACT Balita is a child vulnerable to infection, because of an unoptimal and strong immune system. The immune system of a young child must be properlyined to support its growth and development. The role of the parent is crucial in providing balanced nutrition such as supplementary feeding (PMT) to the child as one of the enhancement of his immune system. The provision of supplementary food (PMT) to young children is carried out as a complementary strategy in addressing nutritional problems so that nutritional cases can be suppressed. Nutrition problems in young children can affect the child's cognitive abilities and intelligence, as well as lead to low child productivity. Supplementary feeding (PMT) is an intervention program for young people suffering from malnutrition aimed at improving the child's nutritional status and addressing the malnourishment that occurs in the youth age group. PkM is aimed at providing comprehensive evaluation training to mothers in the Hunian Complex permanently crossing the mountains of semeru Resources Village of Lumajang District This pkM activity uses an educative-based midwifey intervention approach consisting of several sessions namely educational sessions, role-play and bedside teaching practices and discussion sessions. Data analysis is performed using the quantitative analysis method one group pre-post-test design using paired t-test. This PkM result demonstrates an improvement in the knowledge and skills of the participants towards the creation of nutritional food supplements. Significant improvements in knowledge and skill of participants show the success of the educational-based maternity intervention approach in community service for application in practice. Keywords: Education, Supplements, Balita

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue