cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Peningkatan Kepatuhan Diet dan Keseimbangan Gula Darah Melalui Mindful Eating: Pendekatan Keperawatan dan Gizi Ardana, Fiorents Pramestya; Sumarsono, Raybecha Disario; Aisah, Nur; Alimah, Novita Ayu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.21563

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) memiliki prevelensi tinggi di Indonesia. Pedoman diet Diabetes Melitus yang ada seringkali tidak efektif. Mindful eating berpotensi menjadi intervensi pelengkap untuk mengatur keseimbangan kadar gula darah dan meningkatkan kepatuhan diet. Meningkatkan pengetahuan kader dan penderita DM dalam lingkup RW 6, Gadel Jaya Timur, Kel. KarangPoh, Kec. Tandes, Kota Surabaya mengenai mindful eating. Metode meliputi survey Lokasi, penyuluhan mindful eating, pemeriksaan kadar gula darh, dan senam kaki diabetes yang diikuti oleh 72 peserta.Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berjalan dengan baik dan mendapatkan respons positif dan antusiasme tinggi dari kader. Kehadiran peserta penyuluhan mencapai 100% dan diskusi terjadi secara aktif. Peningkatan pengetahuan kader diharapkan mendukung peran mereka sebagai pendamping Kesehatan Masyarakat. penyuluhan mindful eating diterima baik oleh Masyarakat RW 6, Gadel Jaya Timur, Kel. KarangPoh, Kec. Tandes, Kota Surabaya. Dengan ini, menunjukkan bahwa adanya potensi mindful eating sebagai metode dalam meningkatkan kepatuhan diet dan keseimbangan kadar gula darah  Kata Kunci: KKN, Mindful Eating, Diabetes Melitus, Penyuluhan   ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) has a high prevalence in Indonesia. Existing Diabetes Mellitus dietary guidelines are often ineffective. Mindful eating has the potential to be a complementary intervention to regulate a balance of blood sugar levels and improve dietary compliance. To increase the knowledge of cadres and patients with DM within the scope of RW 6, Gadel Jaya Timur, Kel. KarangPoh, Kec. Tandes, Surabaya City. The method includes location survey, mindful eating counseling, checking blood sugar levels, and diabetic foot exercises which were attended by 72 participants. The Community Service Program (KKN) activities went well and received a positive response and high enthusiasm from the cadres. Attendance of counseling participants reached 100% and discussions took place actively. The increased knowledge of cadres is expected to support their role as Community Health assistants. Mindful eating counseling was well received by the community of RW 6, Gadel Jaya Timur, Kel. KarangPoh, Kec. Tandes, Surabaya City. with this, it shows that there is potential for mindful eating as a method in improving dietary adherence and balance of blood sugar levels. Keywords: Community Service, Mindful Eating, Diabetes Mellitus, Conseling
Edukasi Masyarakat Bebas Ascariasis yang Ditularkan melalui Perantaraan Tanah di Dusun Tengku Muda Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh Rahmayanti, Rahmayanti; Abdurrahman, Abdurrahman; Erlinawati, Erlinawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22358

Abstract

ABSTRAK Ascariasis adalah infeksi kecacingan yang disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides salah satu infeksi parasit manusia yang paling umum ditemukan di seluruh dunia. Tanah memainkan peran penting dalam siklus hidup Ascaris lumbricoides. Tinja penderita kecacingan merupakan sumber penting untuk kontaminasi tanah. Dusun Tengku Muda adalah dusun terakhir yang berada di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh.  Dusun Tengku Muda keadaan lingkungannya masih sangat kumuh dan berada di pinggir sungai, padat penduduk, higienitas dan sanitasi yang masih buruk, fasilitas air bersih yang kurang. Di dusun ini masih ada masyarakat yang tidak mempunyai jamban, anak-anak dan juga balita masih buang air besar di halaman rumah. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi masyarakat agar terbebas dari infeksi ascariasis yang ditularkan melalui perantaraan tanah di dusun Tengku Muda Gampong Jawa. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan, dengan menggunakan alat bantu visual dan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Khalayak sasaran yaitu ibu-ibu rumah tangga yang memiliki balita dan anak-anak usia sekolah dasar. Peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini berjumlah 30 orang. Tahapan kegiatan diawali pre-test kemudian dilakukan pemaparan materi kegiatan. Setelah pemaparan materi, dilakukan sesi tanya jawab dengan diberikan kesempatan peserta untuk bertanya, kemudian pembagian brosur, dilanjutkan dengan post-test. Hasil analisis data, diketahui terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat setelah edukasi, dengan 93% responden memahami pengertian penyakit ascariasis, penyebab ascariasis, gejala dan bahaya asacariasis, cara penularan ascariasis melalui media tanah, cara pencegahan ascariasis dan cara pengobatan jika sudah terinfeksi ascariasis. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi ini berjalan lancar dan sukses dan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat setelah edukasi. Kata Kunci: Edukasi, Ascariasis, Gampong Jawa  ABSTRACT Ascariasis is a worm infection caused by the Ascaris lumbricoides worm, one of the most common human parasitic infections found worldwide. Soil plays a crucial role in the life cycle of Ascaris lumbricoides. The feces of people with worms are an important source of soil contamination. Tengku Muda Hamlet is the last hamlet in Gampong Jawa, Kuta Raja District, Banda Aceh City. The environment in Tengku Muda Hamlet is still very slum-like and located on the riverbank, densely populated, with poor hygiene and sanitation, and a lack of clean water facilities. In this hamlet, some people still do not have latrines, and children and toddlers still defecate in their yards. The purpose of this community service is to educate the community to be free from ascariasis infections transmitted through soil in Tengku Muda Hamlet, Gampong Jawa. The method used is an outreach method, using visual aids and using a questionnaire as an instrument. The target audience is housewives with toddlers and elementary school-aged children. The number of participants in this community service activity was 30 people. The activity stages began with a pre-test followed by a presentation of the activity material. After the presentation of the material, a question and answer session was held with participants being given the opportunity to ask questions, then brochures were distributed, followed by a post-test. The results of the data analysis showed that there was an increase in public knowledge after the education, with 93% of respondents understanding the definition of ascariasis, the causes of ascariasis, the symptoms and dangers of ascariasis, how ascariasis is transmitted through soil media, how to prevent ascariasis and how to treat if infected with ascariasis. It can be concluded that this educational activity ran smoothly and successfully and there was an increase in public knowledge after the education. Keywords: Education, Ascariasis, Gampong Jawa
Pengembangan Produk Herbal Daun Pegagan dan UKS Digital sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMK PGRI 3 Denpasar Sagitarini, Putu Noviana; Agustini, Ni Komang Tri; Wulansari, Nadya Treesna; Pratiwi, Ni Made Srinanda Hiranya; Swari, Ni Putu Widya Candra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22129

Abstract

ABSTRAK Permasalahan remaja seperti pergaulan bebas, kehamilan tidak diinginkan, pernikahan dini, ketidakpatuhan konsumsi tablet tambah darah masih menjadi perhatian khusus di Indonesia. Salah satu strateginya adalah program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) untuk mendukung peningkatan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi. Tujuan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan konselor sebaya tentang kesehatan reproduksi, UKS berbasis web dan pembuatan teh celup daun pegagan. Metode dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu sosialisasi, pelatihan dan pengembangan produk. Sasaran adalah siswa yang ditunjuk sebagai konselor sebaya sebanyak 48 orang. Peserta sangat antusias dan terjadi peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, uks berbasis web dan pembuatan teh celup daun pegagan. Kata Kunci: Konselor Sebaya, Kesehatan Reproduksi, UKS, Daun Pegagan  ABSTRACT Adolescent issues such as risky sexual behavior, unintended pregnancy, early marriage, and non-compliance with iron tablet supplementation remain major public health concerns in Indonesia. One of the strategies to address these challenges is the Adolescent-Friendly Health Services program, which aims to improve adolescents’ understanding of reproductive health. The present program was designed to enhance the knowledge of peer counselors on reproductive health, web-based school health units, and the production of Centella asiatica herbal tea bags. This community service activity employed a combination of socialization, training, and product development methods. The target participants were 48 students appointed as peer counselors. The participants demonstrated high levels of enthusiasm, and post-activity assessments indicated a notable improvement in knowledge regarding reproductive health, web-based UKS, and the process of producing Centella asiatica tea bags. Keywords: Peer Counselors, Reproductive Health, School Health Unit, Centella Asiatica
Pemberdayaan Kelompok Remaja melalui Program Kesehatan Mental Remaja dan Kesehatan Reproduksi Terintegrasi (KAMAR KREASI) di Wilayah Kerja Puskesmas Kasemen Ayu, Ike Puspasari; Amaliyah, Eli; Aminah, Aminah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22516

Abstract

ABSTRAK Wilayah kerja Puskesmas Kasemen, Kota Serang, Banten, memiliki populasi remaja yang cukup besar namun masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mental dan reproduksi. Minimnya literasi, stigma sosial, serta kurangnya ruang aman untuk konseling membuat remaja rentan terhadap berbagai permasalahan, mulai dari kecemasan, pernikahan dini, hingga kehamilan tidak diinginkan. Program KAMAR KREASI (Kesehatan Mental Remaja dan Kesehatan Reproduksi Terintegrasi) hadir sebagai solusi untuk memberdayakan remaja melalui workshop, pembentukan forum, pelatihan peer educator, pengembangan media edukasi ramah remaja, layanan konseling, serta kampanye kreatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan remaja, tenaga kesehatan, dan stakeholder lintas sektor. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya Forum KAMAR KREASI, peer educator aktif, media edukasi digital dan cetak, layanan konseling yang dapat diakses, serta pelaksanaan kampanye tematik. Program ini berdampak pada peningkatan literasi, akses layanan, serta dukungan sebaya bagi remaja di wilayah Kasemen. Dengan demikian, KAMAR KREASI dapat menjadi model pemberdayaan remaja yang berpotensi direplikasi di wilayah lain. Kata Kunci: Kesehatan Mental, Kesehatan Reproduksi, Peer Educator, Pemberdayaan, Remaja.  ABSTRACT The working area of Kasemen Primary Health Care in Serang City, Banten, has a significant adolescent population but still faces limited access to mental and reproductive health services. Lack of literacy, social stigma, and the absence of safe spaces for counseling make adolescents vulnerable to various problems, ranging from anxiety, early marriage, to unwanted pregnancies. The KAMAR KREASI (Integrated Adolescent Mental and Reproductive Health) program was developed as a solution to empower adolescents through workshops, forum establishment, peer educator training, the development of youth-friendly educational media, counseling services, and creative campaigns. This program applied a participatory approach by involving adolescents, health workers, and cross-sector stakeholders. The results showed the establishment of the KAMAR KREASI Forum, active peer educators, the production of digital and printed educational media, accessible counseling services, and the implementation of thematic campaigns. The program has improved adolescents’ literacy, access to services, and peer support in Kasemen. Therefore, KAMAR KREASI can serve as a model of adolescent empowerment that can be replicated in other similar areas. Keywords: Adolescents, Empowerment, Mental Health, Peer Educator, Reproductive Health.
Peningkatan Kompetensi Kader Kesehatan (Laskar Gertak Kita) dalam Edukasi Kesehatan Pemeriksaan Vagina Sendiri (SAVARI) Rusdianingseh, Rusdianingseh; Muhith, Abdul; Maimunah, Siti; Afiyah, R. Khairiyatul; Hatmanti, Nety Mawarda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22223

Abstract

ABSTRAK Pemeriksaan vagina mandiri (SAVARI) adalah salah satu bentuk tindakan promotif dan preventif yang bertujuan untuk mendeteksi lebih awal gangguan pada sistem reproduksi wanita. Walaupun memiliki peran yang vital, tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai SAVARI masih tergolong rendah. Dalam hal ini, kader kesehatan memegang peranan penting sebagai penggerak di komunitas dalam menyampaikan informasi kesehatan secara langsung. Maka dari itu, penguatan kapasitas kader menjadi hal krusial guna meningkatkan efektivitas penyuluhan kesehatan, khususnya berkaitan dengan SAVARI. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk mengembangkan pengetahuan serta keterampilan para kader kesehatan yang tergabung dalam LASKAR GERTAK KITA melalui pelatihan khusus terkait edukasi SAVARI. Pelatihan ini menggabungkan metode pembelajaran partisipatif, simulasi praktis, dan diskusi kelompok terfokus. Untuk mengukur capaian pembelajaran, dilakukan evaluasi dengan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan di kalangan peserta pelatihan terkait konsep, manfaat, serta strategi penyampaian edukasi SAVARI kepada masyarakat. Dengan bertambahnya kompetensi para kader, penyuluhan tentang SAVARI diharapkan dapat disampaikan secara lebih efektif, mudah dipahami, dan menjangkau lebih banyak perempuan, sehingga mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik dalam pemberdayaan kader kesehatan dan dapat diadaptasi untuk penyuluhan isu kesehatan lainnya. Kata Kunci: Kader Kesehatan, SAVARI, Penyuluhan Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat, Deteksi Dini.  ABSTRACT Independent vaginal examination (SAVARI) is a form of promotive and preventive action aimed at the early detection of disorders in the female reproductive system. Although it plays a vital role, public knowledge and awareness regarding SAVARI remain relatively low. In this context, health cadres serve as key community motivators in delivering health information directly. Therefore, strengthening the capacity of these cadres is essential to enhance the effectiveness of health education, particularly regarding SAVARI. This community service activity was designed to improve the knowledge and skills of health cadres who are part of LASKAR GERTAK KITA through specialized training focused on SAVARI education. The training incorporated participatory learning methods, practical simulations, and focused group discussions. To assess learning outcomes, evaluations were conducted using pre- and post-tests. The results showed a significant increase in participants’ understanding of the concept, benefits, and delivery strategies of SAVARI education within the community. With improved cadre competencies, SAVARI counseling is expected to be delivered more effectively, in a manner that is easy to understand and capable of reaching a broader audience of women. This, in turn, is anticipated to raise awareness about the importance of maintaining reproductive health. Furthermore, this program may serve as a model of best practice in the empowerment of health cadres and can be adapted for use in counseling on other health topics. Keywords: Health Cadres, SAVARI, Health Education, Community Empowerment, Early Detection
Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Penyakit TB Pratiwi, Rika; Zainaro, M Arifki; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.15976

Abstract

ABSTRAK TB paru adalah penyebab utama morbiditas dibanyak negara, oleh karena itu pemahaman mengenai dampaknya terhadap keadaan umum dan kepatuhan minum obat dari pasien TB paru. Kualitas hidup merupakan aspek kesehatan yang luas, sehingga kepatuhan bukan satu-satunya faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien TB paru. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit serius bukan hanya di Indonesia tetapi di Dunia.Kepatuhan minum obat adalah indikator keberhasilan yang sangat penting untuk kesembuhan pasien TB selama 6-9 bulan dimana pasien harus minum obat non stopTuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. Penularan terjadi ketika penderita TBC paru BTA positif batuk atau bersin dan tanpa disengaja penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahakenyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kata Kunci: Kepatuhan Minum Obat TB, Pengertian TB, Cara Penularan TB. ABSTRACT Pulmonary TB is a major cause of morbidity in many countries, therefore, understanding its impact on the general condition and medication adherence of pulmonary TB patients is crucial. Quality of life is a broad aspect of health, so compliance is not the only factor that can influence the quality of life of pulmonary TB patients. Tuberculosis (TB) is a serious disease not only in Indonesia but also globally. Medication adherence is a crucial indicator of success for TB patients' recovery. Patients must take medication non-stop for 6-9 months, during which patients must take medication. Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Transmission occurs when a patient with AFB-positive pulmonary TB coughs or sneezes, accidentally releasing the germs into the air in the form of sputum droplets. This is an infectious disease caused by the Mycobacterium tuberculosis bacteria. Keywords: TB Medication Adherence, Definition of TB, Mode of TB Transmission.
Mewujudkan Pembangunan Jamban Masyarakat Desa Pagerngumbuk Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Dalam Program Percepatan Odf (Open Defecation Free) Melalui Pemberdayaan Masyarakat Pencegahan Penyakit Menular Tahun 2025 Suryono, Hadi; Winarko, Winarko; Marlik, Marlik; Nurmayanti, Demes
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22209

Abstract

ABSTRAK Tingginya angka kejadian diare pada balita di Desa Pager Ngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, menunjukkan adanya persoalan sanitasi lingkungan yang belum terselesaikan, khususnya terkait praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Data dari Puskesmas Wonoayu mencatat peningkatan kasus diare dari 1.147 (2021) menjadi 1.207 kasus pada 2023. Survei rumah tangga menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga tidak memiliki jamban sehat dan jarak antara sumber air bersih dengan pencemar kurang dari 10 meter. Masalah ini diperburuk oleh rendahnya tingkat pengetahuan ibu rumah tangga mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Meskipun Jawa Timur telah mencatatkan 92,78% desa berstatus ODF (Open Defecation Free), Kabupaten Sidoarjo, termasuk Desa Wonoayu, masih tertinggal dalam pencapaian tersebut. Kegiatan pengambian kepada mayrakat ini adalah untuk membangun Jamban Masyarakat Desa Pagerngumbuk Kec. Wonoayu Kab. Sidarjo Dalam Program Percepatan ODF (Open Devecation Free) melalui pemberdayaan  Masyarakiat Untuk  Pencegahan Penyakit Menular Tahun 2025.Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama Maret hingga   Oktober 2025 dengan pendekatan partisipatif dan pemberdayaan. Metode yang akan digunakan mencakup penyuluhan, Focus Group Discussion (FGD), pembangunan jamban sehat sesuai SNI2398:2017, serta monitoring dan coaching pasca pembangunan. Sasaran utama adalah lima rumah tangga prioritas yang belum memiliki jamban dan tergolong keluarga berpenghasilan rendah, dengan anggota rentan seperti balita dan lansia. Strategi cost-sharing diterapkan untuk meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap fasilitas yang dibangun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemanfaatan jamban dan penerapan PHBS. Seluruh keluarga sasaran telah meninggalkan praktik BABS dan mulai merawat fasilitas jamban secara mandiri. Monitoring selama dua bulan menunjukkan bahwa 80% keluarga menerapkan perilaku hidup bersih secara konsisten. Strategi edukasi berkelanjutan, pelibatan tokoh masyarakat, dan pendekatan berbasis komunitas terbukti efektif dalam mendorong perubahan perilaku dan keberlanjutan program sanitasi. Keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Pagerngumbuk sangat didukung oleh partisipasi dan motivasi masyarakat dan tokoh setempat.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Kata Kunci: Pembangunan Jamban, Percepatan ODF, Masyarakat Desa Pager Ngumbuk ABSTRACT The high incidence of diarrhea in toddlers in Pager Ngumbuk Village, Wonoayu District, Sidoarjo Regency, indicates an unresolved environmental sanitation problem, particularly related to the practice of Open Defecation (BABS). Data from the Wonoayu Community Health Center recorded an increase in diarrhea cases from 1,147 (2021) to 1,207 cases in 2023. Household surveys showed that most families do not have healthy latrines and the distance between clean water sources and pollutants was less than 10 meters. This problem was exacerbated by the low level of knowledge of housewives regarding clean and healthy living behaviors (PHBS). Although East Java has recorded 92.78% of villages with ODF (Open Defecation Free) status, Sidoarjo Regency, including Wonoayu Village, was still lagging behind in achieving this goal. This community outreach activity is to build a Community Latrines in Pagerngumbuk Village, Wonoayu District, Sidoarjo Regency. Sidarjo is participating in the Open Devection Free (ODF) Acceleration Program through Community Empowerment for Infectious Disease Prevention in 2025. This community service activity will be conducted from March to October 2025 using a participatory and empowerment approach. Methods will included outreach, Focus Group Discussions (FGDs), and latrine construction. The primary target was five priority households without latrines and classified as low-income families with vulnerable members such as toddlers and the elderly. A cost-sharing strategy would be implemented to increase community ownership of the constructed facilities. The results of the activity showed a significant increasing in latrine utilization and the implementation of Clean and Healthy Living (PHBS). All target families have stopped practicing open defecation and have begun maintaining their latrine facilities independently. Two-month monitoring shows that 80% of families consistently practice clean living behaviors. The strategy of ongoing education, the involvement of community leaders, and a community-based approach have proven effective in encouraging behavior change and the sustainability of the sanitation program. The success of the community service activity in Pagerngumbuk Village is strongly supported by the participation and motivation of the community and local leaders. Keywords: Latrine Construction, ODF Acceleration, Pagerngumbuk Village Community
Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai Intervensi Penurunan Angka Stunting dengan Pendampingan Keluarga di Desa Jelegong Mardhiyah, Ai; Mediani, Henny Suzana; Rakhmawati, Windy; Hendrawati, Sri; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Fitria, Nita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22653

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan gizi yang masih menjadi perhatian utama di Indonesia, termasuk di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Angka stunting di Desa Jelegong terbilang cukup tinggi, yaitu sebanyak 39 balita. Salah satu pendekatan yang mungkin untuk mengurangi stunting adalah dengan membeli lebih banyak makanan (PMT), yang didampingi dengan penyuluhan mengenai gizi seimbang melalui media leaflet kepada keluarga. Untuk mengidentifikasi pelaksanaan pendampingan keluarga dalam pemberian makanan tambahan sebagai intervensi untuk menurunkan angka stunting di Desa Jelegong. Kegiatan ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan sosialisasi. Terdapat kenaikan berat badan dan tinggi badan dari sebelum dan sesudah dilakukan pemberian makanan tambahan, dengan rata-rata kenaikan berat badan sebesar 0,37 kg dan kenaikan tinggi badan sebesar 0,94 cm. Kegiatan ini telah membantu meningkatkan kesadaran keluarga balita tentang pentingnya pemberian makanan tambahan, pemberian ASI eksklusif, pemenuhan gizi seimbang, serta pentingnya lingkungan dan sanitasi yang sehat dan layak bagi tumbuh kembang balita. Kata Kunci: Intervensi, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Pendampingan Keluarga, Stunting  ABSTRACT Stunting is a nutritional problem that remains a major concern in Indonesia, including in Jelegong Village, Rancaekek District, Bandung Regency. The stunting rate in Jelegong Village is quite high, with 39 toddlers affected. A possible approach for reducing stunting is to buy more food (PMT), accompanied by counseling on balanced nutrition through leaflet media for families. This report aims to identify the implementation of family assistance in the provision of supplementary feeding as an intervention to reduce stunting in Jelegong Village. The methods used in this activity include observation, interviews, and socialization. There was an increase in body weight and height between before and after giving additional food, with an average increase in body weight of 0.37 kg and an increase in height of 0.94 cm. The results of this activity have helped raise the awareness of families with toddlers about the importance of supplementary feeding, exclusive breastfeeding, balanced nutrition, and the importance of a healthy and suitable environment and sanitation for the growth and development of toddlers. Keywords: Intervention, Provision of Additional Food Giving, Family Assistance, Stunting
Pemberdayaan Guru SD melalui Smart Teaching Berbasis AI Generatif dan Kearifan Lokal Untuk Wellbeing Guru Basri, Syamsuriana; Napsawati, Napsawati; Rahman S, A. Abd
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22439

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan guru SD melalui pelatihan penggunaan teknologi AI generatif yang dipadukan dengan kearifan lokal, untuk menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan kontekstual. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian yaitu partisipatif-kolaboratif dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Penggunaan aplikasi AI seperti ChatGPT dan Canva AI menjadi fokus utama dalam pelatihan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merancang media ajar berbasis teknologi dan kearifan lokal. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan guru menggunakan teknologi AI. Guru dapat merancang perangkat ajar yang mengintegrasikan kearifan lokal, meningkatkan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan budaya dan lingkungan sekitar. Pendekatan ini juga menghasilkan strategi pengelolaan kelas yang lebih inovatif dan partisipatif. Program Smart Teaching berbasis AI Generatif dan kearifan lokal berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi dan budaya lokal. Pembelajaran menjadi lebih kreatif, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan siswa, sehingga mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna. Selain itu, program Smart Teaching berkontribusi pada kesehatan, khususnya kesehatan mental guru. Pemanfaatan AI generatif terbukti membantu mengurangi beban kerja administrasi guru sehingga menurunkan stres, meningkatkan kepuasan kerja, dan memberi ruang lebih bagi guru untuk fokus pada kreativitas dan interaksi dengan siswa. Dengan demikian, program ini mendukung terciptanya kesehatan mental guru sebagai bagian dari wellbeing, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran. Kata Kunci: Teknologi Digital, AI Generatif, Kearifan Lokal, Pemberdayaan Guru, Pembelajaran Kontekstual, wellbeing.  ABSTRACT This community service activity aims to empower elementary school teachers through training in the use of generative AI technology combined with local wisdom, to create more innovative, creative, and contextual learning. The community service method used in the implementation was participatory-collaborative, with stages of socialization, training, technology implementation, mentoring, and evaluation. The use of AI applications such as ChatGPT and Canva AI was the primary focus of the training to improve teachers' skills in designing technology-based teaching media and local wisdom. The community service results demonstrated significant improvements in teachers' skills in using AI technology. Teachers were able to design teaching materials that integrate local wisdom, enhancing contextual learning relevant to the surrounding culture and environment. This approach also resulted in more innovative and participatory classroom management strategies. The Smart Teaching program, based on Generative AI and local wisdom, has successfully improved teachers' competency in utilizing technology and local culture. Learning becomes more creative, contextual, and relevant to students' lives, thus supporting more effective and meaningful learning. Furthermore, the Smart Teaching program contributes to health, particularly teacher well-being. The use of generative AI has been proven to help reduce teachers' administrative workload, thereby reducing stress, increasing job satisfaction, and freeing up space for teachers to focus on creativity and student interaction. Thus, this program supports the creation of teacher psychological well-being as part of well-being, while simultaneously improving the quality of learning. Keywords: Digital Technology, Generative AI, Local Wisdom, Teacher Empowerment, Contextual Learning, wellbeing.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Upaya Menurunkan Stres pada Wanita Menopause melalui Metode Teknik Relaksasi ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response) di Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Sutiyarsih, Emy; Sakti, Ifa Pannya; P, Eli Lea Widhia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22005

Abstract

ABSTRAK Menopause merupakan proses peralihan dari masa produktif ke nonproduktif yang disebabkan penurunan hormon estrogen dan progesteron yang menyebabkan terjadinya perubahan fisik dan psikologis yang dapat menimbulkan kecemasan bahkan stres. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat “Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Upaya Menurunkan Stres Pada Wanita Menopause Melalui Metode Teknik Relaksasi ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response)” dilaksanakan di Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Di Desa Gunungronggo terdapat lima posyandu dikelola oleh 45 kader dua tenaga kesehatan penanggungjawab desa. Permasalahan yang dihadapi para kader adalah belum berkembangnya pengetahuan kader kesehatan tentang konsep menopause dan cara mengatasi stres karena perubahan yang terjadi pada wanita menopause. Kegiatan untuk mengatasi permasalahan terutama stres tersebut, pengabdi mengadakan kegiatan pelatihan kader kesehatan tentang upaya menurunkan stres pada wanita menopause melalui metode teknik relaksasi ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response). Tujuan dari PkM ini adalah meningkatkan kemampuan kader kesehatan dalam upaya menurunkan stres pada wanita menopause melalui metode teknik relaksasi ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response). Kegiatan dilaksanakan selama 3 kali pertemuan tanggal 01 – 03 Juli 2025. Hasil evaluasi rerata pengetahuan peserta tentang konsep menopause dan cara mengatasi stres karena perubahan yang terjadi pada wanita menopause didapatkan hasil rerata sebesar 53 dan postest  75 dan hasil rerata postest demonstrasi teknik relaksasi ASMR nilai Baik yaitu 81. Diharapkan kader kesehatan dapat membagikan informasi kepada para wanita menopause atau keluarganya  dengan tetap dalam pengawasan  tenaga kesehatan penanggungjawab wilayah.  Kata Kunci: Menopause, Stres, ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response)ABSTRACT Menopause is a transition process from a productive to a non-productive period caused by a decrease in the hormones estrogen and progesterone, which causes physical and psychological changes that can cause anxiety and even stress. The Community Partnership Program activity "Empowering Health Cadres in Efforts to Reduce Stress in Menopausal Women Through the ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response) Relaxation Technique Method” was carried out in Gunungronggo Village, Tajinan District, Malang Regency. In Gunungronggo Village, there are five integrated health posts managed by 45 cadres, two health workers in charge of the village. The problem faced by the cadres is the lack of development of health cadres' knowledge about the concept of menopause and how to overcome stress due to changes that occur in menopausal women. Activities to overcome problems, especially stress, the community service provider held a health cadre training activity it aims to reduce stress in menopausal women through the ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response) relaxation technique method. The purpose of this community dedication is to improve the ability of health cadres in efforts to reduce stress in menopausal women through the ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response) relaxation technique method. The activity was carried out for 3 meetings on July 1 to 3, 2025. The results of the evaluation of the average knowledge of participants about the concept of menopause and how to overcome stress due to changes that occur in menopausal women menopause obtained an average result of 53 and a post-test of 75 and the average result of the post-test demonstration of the ASMR relaxation technique was good, namely 81. It hoped that health cadres can share information with menopausal women or their families while remaining under the supervision of the health workers responsible for the area. Keywords: Menopause, Stress, ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response)

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue