cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pengolahan Air Sungai Musi dengan Metoda Koagulasi, Sedimentasi, Filtrasi dan Desinfeksidi Kelurahan 3-4 Ulu Kota Palembang Kamsul, Kamsul; Saputra T, Fider; Sopianti, Maya; Priyadi, Priyadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.20782

Abstract

ABSTRAK Air merupakan kebutuhan  utama manusia, Masyarakat dibantaran Sungai Musi masih  menggunakan air Sungai sebagai kebutuhan sehari – hari. Kondisi Sungai Musi saat ini telah masuk dalam kategori tercemar berat. Hal itu sangat berdampak terhadap aktivitas masyarakat yang dominan masih menggunakan sungai untuk keperluan sehari-hari.  masyarakat cenderung memiliki perilaku yang kurang peduli dengan lingkungan yang menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah dan sampah dan  belum adanya upaya pengolahan air sungai Musi oleh penduduk di kelurahan 3-4 Ulu. Oleh karena itu perlu diadakan  Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemberdayaan Masyarakat dan pemasangan alat untuk pengelolaan air Sungai Musi  menjadi air bersih yang dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat di lingkungan kelurahan 3- 4 Ulu.  Proses pengolahan melalui proses sedimantasi pengendapan dalam container dan proses filtrasi yang menggunakan 3  tabung filtrasi. Dari hasil kegiatan tersosilasinya metode dan alat pengolahan air Sungai menjadi air yang layak di konsumsi. Hasil fitrasi dapat menurunkan  parameter kunci yaitu kekeruhan, pH dan  kadar  besi Kata Kunci: Pengolahan Air Sungai, Filtrasi, Air Bersih  ABSTRACT Water is a basic human need, the community on the banks of the Musi River still uses river water for their daily needs. The current condition of the Musi River has entered the category of heavily polluted. This has a major impact on the activities of the community who still predominantly use the river for their daily needs. The community tends to have behavior that is less concerned with the environment which makes the river a place to dispose of waste and garbage and there has been no effort to process the Musi River water by residents in the 3-4 Ulu sub-district. Therefore, it is necessary to hold this activity aimed at empowering the community and installing equipment for managing Musi River water into clean water that can be used and utilized for daily needs for the community in the 3-4 Ulu sub-district environment. The processing process through the sedimentation process in the container and the filtration process using 3 filtration tubes. From the results of the activity, the method and equipment for processing river water into water that is suitable for consumption were socialized. The filtration results can reduce key parameters, namely turbidity, pH and iron content. Keywords: River Water Treatment, Filtration, Clean Water
Optimization of Emergency Response to Earthquake Disasters for High School Students Related to Evacuation and Transportation of Disaster Victims Pamungkas, Indra Gilang; Palupi, Eva Riantika Ratna; Suprayogi, Suprayogi; Khoirot, Risyda Ma'rifatul; Zaharany, Tsania Ayu; Risdianti, Helza; Firstania, Aurellia; Agustian, Irwan; Nugroho, Kristianto Dwi; Hanafiah, Yusuf
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22353

Abstract

ABSTRACT Earthquakes are natural disasters that frequently occur and cause serious impacts, including physical destruction and injuries among victims. Data indicate that the incidence of earthquakes, particularly in Indonesia, continues to rise each year, thereby requiring rapid and appropriate management through effective evacuation and victim transportation. However, public knowledge, especially among students, remains low, highlighting the need for educational programs to improve their ability to conduct evacuation and transportation during earthquake disasters. This community service activity was carried out to enhance students’ skills in performing evacuation and transportation of earthquake victims. This community service was carried out using the CERDAS method (Lecture, Demonstration, and Simulation), involving 4 groups consisting of 16 participants. The evaluation was conducted using a skills checklist during simulation. The results showed the percentage of achievement relative to the maximum score in each group, with 84.09% in group 1, 86.36% in group 2, 90.90% in group 3, and 86.36% in group 4. The SMART method can be used to improve aid and transportation for earthquake victims. This needs to be done routinely to improve students' evacuation and transportation skills. Keywords: Disaster Emergency Response, Earthquake, Evacuation and Transportation
Implementasi Community Feeding Center Empowerement dengan Aplikasi Health Promotion Model sebagai Langkah Preventif Pengendalian Sunting di PCA Penatarsewu Tanggulangin Sidoarjo Jawa Timur Wardin, Ito; Latifah, Riza Arisanty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22491

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah  kurang  gizi  kronis  yang  disebabkan  oleh pemberian asupan makanan yang kurang dalam waktu cukup lama yang tidak sesuai dengan  kebutuhan  gizi. Untuk mengetahui Implementasi Inisiasi Community Feeding Center Empowermwnt Dengan Aplikasi Health Promotion Model Sebagai Leangkah Preventif Pengendalian Sunting Di PCA Penatarsewu Tanggulangin Sidoarjo Jawa Timur. Metode yang di gunakan adalah pelatiahan Pembentukan Pos Gizi atau Pembentukan Feeding Team Training Model, Target Luaran, Target Penyelesaian Luaran dan menggunakan instrumen evaluasi Pos Gizi. Hasil pelatihan Pos Gizi menunjukan ketertarikan masyarkat sangat tinggi dengan rentang skor di antara 10,98 -12,74 (SD 1,76) dan manfaat Pos Gizi adalah 12,26 (>50% skor maksimal). Kata Kunci: Community Feeding Center Empowerement, Preventif, Stunting   ABSTRACT Stunting is a chronic malnutrition problem caused by insufficient food intake for a long time that does not meet nutritional needs. To determine the Implementation of Community Feeding Center Empowerment Initiation with Health Promotion Model Application as a Preventive Step for Stunting Control in PCA Penatarsewu Tanggulangin Sidoarjo East Java. The method used is training on the Formation of Nutrition Posts or the Formation of Feeding Team Training Models, Output Targets, Output Completion Targets and using Nutrition Post evaluation instruments. The results of Nutrition Post training show very high community interest with a score range between 10.98 -12.74 (SD 1.76) and the benefits of Nutrition Posts are 12.26 (>50% of the maximum score). Keywords: Community Feeding Center Empowerement, Preventif, Stunting.
Sosialisasi dan Pelatihan Masyarakat Dusun Babakanhanja Kabupaten Tasikmalaya dalam Mencegah Stunting Melalui Pemanfaatan Pangan Lokal dengan Pembuatan Puding Sehat Handirana, Zahra Putri; Nuraini, Nuraini; Nurul Awallin, Zihan Faizal; Rahayu, Agnia; Hernawati, Meina; Nurlichan, Suci Rahayu; Gustaman, Firman; Wahyu Nurhuda, Dede Yuda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22113

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tasikmalaya. Upaya pencegahan stunting dapat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan masyarakat dan pemanfaatan pangan lokal bergizi tinggi. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilakukan di Dusun Babakanhanja, Desa Sinagar dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, orang tua balita, serta kader PKK dan Posyandu. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan mengenai stunting, pretest dan posttest untuk mengukur pemahaman peserta, serta praktik pembuatan puding sehat berbahan dasar daun kelor, labu kuning, dan ubi jalar oranye. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta, terbukti dari kenaikan persentase pemahaman baik dari 60,6% menjadi 81,8%. Selain itu, peserta juga merespons positif inovasi puding sehat sebagai alternatif pangan bergizi. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi disertai praktik langsung mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan stunting dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Kata Kunci: Penyuluhan, Gizi, Stunting, Daun Kelor, Puding  ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem that remains a public health challenge in Indonesia, including in Tasikmalaya District. Efforts to prevent stunting can be made by increasing public knowledge and utilizing highly nutritious local foods.  Socialization and training activities were carried out in Babakanhanja Hamlet, Sinagar Village, targeting pregnant women, nursing mothers, parents of toddlers, as well as  PKK and Posyandu. The methods used included educational sessions on stunting, pre-tests and post-tests to measure participants' understanding, and practical sessions on making healthy pudding using moringa leaves, yellow squash, and orange sweet potatoes.  The results of the activities showed a significant increase in participants' knowledge, as evidenced by an increase in the percentage of good understanding from 60.6% to 81.8%. Additionally, participants responded positively to the healthy pudding innovation as a nutritious food alternative. This activity demonstrated that education combined with hands-on practice can enhance community awareness in preventing stunting by utilizing local food ingredients. Keywords: Education, Nutrition, Stunting, Moringa Leaves, Pudding
Inovasi Pengembangan Permen Jahe dan Kurma Ajwa (Hemawa) dalam Pengurangan Hyperemesis Gravidarum di Kampung Kubang Buleud Sukalaksana Bungursari Kota Tasikmalaya Marlina, Lina; Sulastri, Meti; Amalia, Novianti Rizki; Putri, Nuri Imanika; Prasetyaningtias, Regita Dwi Arimbi; Rahmawati, Ai; Cakrawulan, Astrid Mutiarani; Zafani, Helmina Bunga; Alfian, Muhammad Lutfi; Septian, Agung
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22211

Abstract

ABSTRAK Hyperemesis gravidarum adalah kondisi dimana ibu hamil mengalami mual muntah lebih 10 kali dalam sehari sehingga bisa mengganggu aktifitas. Apabila berkepanjangan, akan meyebabkan kekurangan energy, dehidrasi dan kekurangan elektrolit, membahayakan kesehatan ibu dan janin, sehingga perlu penanganan yang tepat(Warni and Manurung 2023).Obat anti mual kurang baik bagi ibu hamil, sehingga butuh terafi komplementer melalui pemanfaat bahan local yaitu jahe dan kurma ajwa yang dibuat menjadi permen karena lebih praktis. Meningkatkan pemahaman masyarakat terkait hyperemesis gravidarum teknik pemaaran dan cara pembuatan permen jahe kurma dan menjadikan produk yang bisa dikembangkan oleh masyarakat. Sosialisasi, edukasi  dan pelatihan, evaluasi,serta evaluasi keberlanjutan program. Adanya peningkatan pemahaman terkait hyperemesis gravidarum dan penanganannya dari kategori kurang menjadi baik, adanya peningkatan pemahaman terkait teknik pemasaran dari kategorikurang menjadi baik, adanya peningkatan keterampilan dan pemahaman terkait pembuatan permen dan ada sartu kelompok yaitu kader yang sudah memproduksi dan mencoba memasarkan di warung-warung terdekat. Hasil edukasi dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terkait hyperemesis gravidarum, teknik pemasaran dan pembuatan permen Kata Kunci: Hyperemesis Gravidarum, Permen Jahe Dan Kurma Ajwa, Penyuluhan, Pelatihan.  ABSTRACT Hyperemesis gravidarum is a condition where pregnant women experience nausea and vomiting more than 10 times a day so that it can interfere with activities. If prolonged, it will cause lack of energy, dehydration and electrolyte deficiency, endangering the health of the mother and fetus, so it needs proper treatment. Anti-nausea drugs are not good for pregnant women, so they need complementary therapy through the use of local ingredients, namely ginger and ajwa dates which are made into candy because it is more practical. To increase public understanding regarding hyperemesis gravidarum marketing techniques and how to make ginger date candy and make a product that can be developed by the community. Socialization, education and training, evaluation, and evaluation of program sustainability. There is an increase in understanding regarding hyperemesis gravidarum and its treatment from the poor to good category, there is an increase in understanding regarding marketing techniques from the poor to good category, there is an increase in skills and understanding regarding candy making and there is one group, namely cadres who have produced and tried to market in nearby stalls. The educational results can improve public understanding regarding hyperemesis gravidarum, marketing techniques, and candy production. Keywords: Hyperemesis Gravidarum, Ginger and Ajwa Date Candy, Education, Training.
Pelatihan Digital Marketing dan Content Creator sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi pada Tim Penggerak PKK si Desa Watuagung, Tambak Rahmadhani, Wulan; Johariyah, Johariyah; Anggoro, Wisanggeni Bagus
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22303

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi digital membawa peluang besar dalam pemasaran produk lokal. Namun, pemanfaatan digital marketing dan peran sebagai content creator di kalangan Tim Penggerak PKK Desa Watuagung, Tambak masih terbatas. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya promosi dan pemasaran produk, sehingga daya saing ekonomi masyarakat belum maksimal. Tujuan dari Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Tim Penggerak PKK dalam memanfaatkan digital marketing dan content creator sebagai strategi peningkatan ekonomi keluarga dan masyarakat desa. Metode kegiatan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu (1) sosialisasi mengenai pentingnya digital marketing, (2) pelatihan teknis pembuatan konten kreatif berbasis media sosial, dan (3) praktik langsung serta pendampingan dalam pengelolaan akun pemasaran digital. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta dalam membuat konten digital, mengelola akun media sosial, serta memasarkan produk secara online. Peserta menjadi lebih percaya diri, kreatif, dan mampu memperluas jaringan pemasaran produk lokal. Kesimpulan: Pelatihan digital marketing dan content creator terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan Tim Penggerak PKK dalam meningkatkan ekonomi keluarga dan masyarakat di Desa Watuagung, Tambak.  Kata Kunci: Digital Marketing, Content Creator, Pemberdayaan PKK, Ekonomi Masyarakat.  ABSTRACT The development of digital technology offers significant opportunities in the marketing of local products. However, the utilization of digital marketing and the role of content creators among the Family Welfare Empowerment (PKK) Team in Watuagung Village, Tambak, remain limited. This condition has resulted in suboptimal promotion and marketing efforts, thereby reducing the economic competitiveness of the community. The purpose of this community service activity is to enhance the knowledge and skills of the PKK Team in utilizing digital marketing and content creation as strategies to improve family and community economic empowerment. The program was carried out in three stages: (1) socialization on the importance of digital marketing, (2) technical training on creative content development for social media, and (3) hands-on practice and mentoring in managing digital marketing accounts. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments as well as observation of participants’ skills. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge and abilities in creating digital content, managing social media accounts, and marketing products online. Participants became more confident, creative, and capable of expanding the marketing network of local products.Conclusion: Digital marketing and content creator training has proven to be effective as a strategy for empowering the PKK Team in improving family and community economic conditions in Watuagung Village, Tambak. Keywords: Digital Marketing, Content Creator, PKK Empowerment, Community Economy
Teknologi Tepat Guna Mesin Pembuat Kompos Giling dan Pelet Berbasis Kotoran Sapi dan Garbage dalam Mendukung SDGs di Kelurahan Srengat Muadifah, Afidatul; Martha, Rahma Diyan; Mashudi, Mashudi; Ulayya, Nida Asma; Kharisma, Mei Nabila Revina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22190

Abstract

ABSTRAK Peningkatan jumlah limbah organik, khususnya kotoran hewan dan garbage, menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan lingkungan di berbagai daerah, termasuk di Kelurahan Srengat. Di sisi lain, potensi limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber daya yang bernilai ekonomis dan ekologis. Pengolahan kotoran sapi dan garbage menjadi kompos giling dan pelet merupakan salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan prioritas mitra POKTAN “Mulyo Tani” Kelurahan Srengat yaitu dengan mengedukasi dan transfer ilmu pengetahuan tentang teknologi tepat guna mesin pembuat kompos giling dan pelet guna meningkatkan keberdayaan mitra dalam aspek produksi pupuk. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan teknis, dan implementasi langsung alat di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan timbunan limbah organik sebesar 60,5% dalam satu masa tanam (±3 bulan), serta peningkatan signifikan pada aspek produksi, yaitu dari 2,5 kuintal menjadi 14,2 kuintal kompos giling dan pelet per masa tanam. Selain itu, terjadi pergeseran praktik pertanian mitra dari yang semula bergantung pada pupuk anorganik menuju sistem pertanian berkelanjutan berbasis input lokal. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis dan ekonomi mitra, tetapi juga menciptakan model pengelolaan limbah ternak dan garbage yang ramah lingkungan dan dapat direplikasi. Dengan demikian, program PMP ini terbukti efektif dalam mendorong kemandirian, keberlanjutan, dan keberdayaan kelompok tani berbasis teknologi tepat guna.   Kata Kunci: Kelurahan Srengat, Kompos Giling Dan Pelet, Kotoran Hewan, Mesin Kompos, Teknologi Tepat Guna.  ABSTRACT The increasing volume of organic waste, particularly livestock manure, presents a growing environmental management challenge in rural areas, including Srengat Sub-district. Despite its potential, this waste has not been optimally utilized as a valuable economic and ecological resource. This community service program aimed to empower the “Mulyo Tani” farmer group through the introduction of appropriate technology—specifically, a compost grinding and pelletizing machine—to transform cow manure and household garbage into ground compost and organic pellets. The intervention involved structured training sessions, hands-on technical assistance, and the direct implementation of the equipment. Results indicate a 60.5% reduction in unprocessed organic waste over a single planting cycle (approximately three months), along with a significant increase in compost production from 2.5 to 14.2 quintals per cycle. Moreover, a behavioral shift was observed among the farmers, transitioning from reliance on chemical fertilizers to adopting a sustainable, locally sourced agricultural input system. This program not only enhanced the technical and economic capabilities of the farmer group but also established a replicable, environmentally friendly agricultural waste management model. The outcomes demonstrate that the PMP initiative effectively supports farmer independence, sustainability, and empowerment through the adoption of appropriate technology. Keywords: Srengat Sub-District, Compost and Pellets, Livestock Manure, Composting Machine, Appropriate Technology
Penguatan Kapasitas Kader Melalui Peer Group Sebagai Strategi mengurangi Stigma Pada Pasien TBC Paru Di Puskesmas Janti Kota Malang Wahyuningsih, Atik Setiawan; Nurmayunita, Heny; Zakaria, Amin; Asri, Yuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22612

Abstract

ABSTRAK Permasalah kesehatan yang dihadapi Indonesia salah satunya adalah penyakit TBC, khususnya di Kota Malang. Stigma sosial yang melekat pada pasien TBC menghambat upaya pengendalian TBC Paru. Kader kesehatan di tingkat layanan primer sangat vital dan kapasitasnya sering kali terbatas, khususnya dalam menghadapi stigma sosial yang dialami pasien TBC. Kader lebih sering dibekali pelatihan medis dasar menemukan kasus baru dibandingkan keterampilan komunikasi dan strategi advokasi untuk mengurangi stigma sehingga pasien menjadi enggan melaporkan dan menunda pengobatan. Kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan melalui pelatihan dan penguatan peer group SI Peduli TBC sebagai strategi untuk mengurangi stigma pada pasien TBC paru di wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Persiapan dilakukan koordinasi dengan stakeholder, identifikasi kader aktif dan komunitas pendukung TBC, pembentukan tim pelaksana dan fasilitator peer group yaitu melalui Tim Si Peduli TBC Komunitas sebanyak 19 orang. Dilanjutkan mengumpulkan data kasus dan tingkat stigma. Pelaksanaan kegiatan berupa memberikan materi pelatihan meliputi pengenalan TBC dan Stigma, peran kader dalam mengurangi stigma dengan komunikasi efektif serta praktik dan perencanaan aksi Peer Group Si Peduli TBC Komunitas. Tahap terakhir evaluasi pengetahuan melalui Post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader terkait TBC dan stigma, evaluasi kualitas interaksi dalam peer group, Refleksi bersama kader terkait efektivitas strategi pengurangan stigma. Kegiatan pengabdian melibatkan 3 kelurahan yang ada di wilayah kerja puskesmas Janti Kota Malang yaitu Kelurahan Bandungrejosari, Sukun, dan Tanjungrejo. Tahap persiapan dengan koordinasi pada 15 Agustus 2025 dan 22 Agustus 2025. Pelaksanaan pelatihan pada 23-24 Agustus 2025 sekaligus sosialisasi dan pembentukan peer group Si Peduli TBC Komunitas. Luaran kegiatan berupa video edukasi dan diketahui pengukuran tingkat pengetahuan konsep TBC Paru, stigma TBC dan cara komunikasi efektif terjadi peningkatan masing-masing 63,2%, 68,4% dan 63,3%. Program Si Peduli Komunitas terbukti mampu meningkatkan pengetahuan kader, relawan, dan penyintas serta memperkuat peer group Si Peduli TBC omunitas sebagai strategi untuk mengurangi stigma pada pasien TBC paru di wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Kata Kunci: Tuberkulosis paru, Stigma, Kader Kesehatan, Peer Group, Si Peduli TBC Komunitas.ABSTRACT One of the health problems facing Indonesia is tuberculosis (TB), especially in Malang City. The social stigma attached to TB patients hampers efforts to control pulmonary TB. Health cadres at the primary care level are vital and often limited in their capacity, especially in dealing with the social stigma experienced by TB patients. Cadres are more often provided with basic medical training in identifying new cases rather than communication skills and advocacy strategies to reduce stigma, which makes patients reluctant to report and delay treatment. The purposeof this sudy is to increase the capacity of health cadres through training and strengthening the SI Peduli TBC peer group as a strategy to reduce stigma in pulmonary TB patients in the work area of the Janti Community Health Center in Malang City. Preparations were carried out in coordination with stakeholders, identification of active cadres and TB support communities, formation of an implementation team and peer group facilitator, namely the Si Peduli TBC Community Team of 19 people. This was followed by collecting data on cases and stigma levels. The implementation of the activity included providing training materials covering an introduction to TB and Stigma, the role of cadres in reducing stigma through effective communication, and practice and action planning for the Si Peduli TBC Community Peer Group. The final stage of knowledge evaluation was through a post-test to measure the increase in cadre knowledge regarding TB and stigma, evaluation of the quality of interaction in peer groups, and joint reflection with cadres regarding the effectiveness of stigma reduction strategies. The results of the community service activity involved three sub-districts within the Janti Community Health Center's work area, namely Bandungrejosari, Sukun, and Tanjungrejo. The preparation stage with coordination took place on August 15, 2025, and August 22, 2025. The training was implemented on August 23-24, 2025, along with the socialization and formation of the Si Peduli TB Community peer group. The activity outputs were educational videos and measurements of the level of knowledge of the concept of Pulmonary TB, TB stigma, and effective communication methods, which increased by 63.2%, 68.4%, and 63.3%, respectively. It can be concluded that the Si Peduli TB Community program has been proven to increase the knowledge of cadres, volunteers, and survivors and strengthen the Si Peduli TB Community peer group as a strategy to reduce stigma in pulmonary TB patients in the Janti Community Health Center's work area, Malang City.  Keywords: Pulmonary Tuberculosis, Stigma, Health Cadres, Peer Group, Community TB Care
Peningkatan Kapabilitas Anak (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) Pada anak Usia Sekolah Sitanggang, Yenni Ferawati; Hutapea, Adventina Delima; Sihombing, Riama Marlyn; Ompusungggu, Fransiska
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22347

Abstract

ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan suatu upaya yang dilakukan seseorang, kelompok maupun masyarakat sehingga mampu mengutamakan Kesehatan pribadinya dengan peningkatan hidup yang berkualitas. Sehingga untuk dapat melakukan perilaku tersebut, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk meningkatkan derajat kesehatannya. Masalah Kesehatan yang dialami oleh kelompok mitra Adalah kurangnya antusias anak-anak untuk melakukan kebiasaan hidup sehat seperti mencuci tangan, makan-makanan yang sehat dan memeriksakan gigi ke tenaga Kesehatan. Sehingga, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah tentang pentingnya menjaga Kesehatan dari diri sendiri. Program ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap 1 pemeriksaan edukasi kesehatan gigi, menyikat gigi bersama dan pemeriksaan kesehatan gigi. Selanjutnya tahap kedua adalah edukasi makanan sehat dan mencuci tangan. Evaluasi yang dilakukan oleh tim PKM berupa evaluasi motorik atau perilaku dimana anak-anak dinilai kemampuan untuk menyikat gigi dengan baik dan benar, mencuci tangan dengan enam tahap dengan benar dan mampu menjawab pertanyaan seputar topik yang disampaikan dengan tepat. Diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan sekaligus mampu meningkatkan derajat Kesehatan anak. Kata Kunci: Anak usia Sekolah, Kapabilitas Anak, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  ABSTRACT Clean and Healthy Living Behaviour (PHBS) is an effort made by individuals, groups and communities to prioritise their personal health by improving their quality of life. In order to adopt this behaviour, communities are expected to have the knowledge and ability to improve their health. The health problems experienced by the partner group are the lack of enthusiasm among children to practice healthy habits such as washing their hands, eating healthy foods, and having their teeth checked by health workers. Therefore, the objective of this community service activity is to increase school-age children's knowledge about the importance of maintaining their own health. This programme was carried out in two stages, namely stage 1 dental health education, brushing teeth together and dental health checks. The second stage involved education on healthy eating and hand washing. The evaluation conducted by the PKM team consisted of motor skills and behavioural assessments, where children were assessed on their ability to brush their teeth properly, wash their hands in six steps correctly, and answer questions on the topics presented accurately. It is hoped that this activity will be sustainable and able to improve children's health. Keywords: School-aged Children, Children's Capabilities, Clean and Healthy Lifestyle Behaviour
Penerapan Diaphragmatic Breathing Exercise terhadap Pernapasan SPO2 Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dengan Masalah Keperawatan Pola Nafas Tidak Efektif di Rumah Sakit Bintang Amin Juana, Rika; Andoko, Andoko; Keswara, Umi Romayati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.21902

Abstract

ABSTRACT  The prevalence of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) in Southeast Asia reaches 6.3% with sufferers aged over 30 years. The number of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) in Indonesia reaches 9.2 million people or around 3.7%. While the prevalence of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) in Lampung reaches 3.4%. COPD sufferers usually complain of symptoms of shortness of breath, coughing, and fatigue in daily activities. Therefore, the need for proper management is very necessary to reduce dyspnea in COPD patients, which can be done with breathing exercises, one of which is doing breathing exercises by applying Diaphragmatic Breathing Exercise. To provide geriatric nursing care for COPD clients with ineffective breathing pattern nursing problems by applying diaphragmatic breathing exercise. In writing this final project report, a descriptive research design with a case study design was used. The subjects used were 3 people who experienced nursing problems of ineffective breathing patterns. The application of Diaphragmatic Breathing Exercise for the intervention group was 2 times a day for 5-10 minutes per day for 3 days. The application of diaphragmatic breathing exercise therapy can reduce the frequency of breathing in COPD patients. Nursing management of ineffective breathing patterns with the application of diaphragmatic breathing exercise therapy nursing actions that the author did for 3 days in COPD patients where the problem of ineffective breathing patterns in clients is more effective in Mr. M and Mr. A compared to Mr. S. This proves that there is an effect of the application of diaphragmatic breathing exercise therapy to reduce the frequency of breathing in COPD patients compared to not doing diaphragmatic breathing exercise therapy. Keywords: COPD, Diaphragmatic Breathing Exercise, Ineffective Breathing Pattern. ABSTRAK Prevalensi Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Asia Tenggara mencapai 6,3% dengan usia penderita lebih dari 30 tahun. Angka Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Indonesia menjangkau 9,2 juta orang atau kisaran 3,7%. Sedangkan prevalensi Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Lampung mencapai 3,4%. Penderita PPOK biasanya mengeluhkan gejala sesak napas, batuk, serta kelelahan dalam beraktivitas sehari-hari. Diperlukannya tatalaksana pada pasien PPOK untuk menurunkan dyspneau yaitu dengan penerapan latihan napas diafragma. Metodologi penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. intervensi ini dilakukan 2 kali selama 5-10 menit selama 3 hari. Penerapan terapi latihan pernapasan diafragma dapat mengurangi frekuensi pernapasan pada pasien PPOK.  Pengelolaan pembasmian pola pernapasan tidak efektif dengan penerapan tindakan pemeliharaan terapi pernafasan diafragma yang penulis lakukan selama 3 hari pada pasien PPOK dimana masalah pola pernafasan tidak efektif pada klien lebih efektif pada Tn. M dan Tn. A dibandingkan dengan Tn. Hal tersebut membuktikan terdapat pengaruh penerapan terapi latihan pernapasan diafragma untuk mengurangi frekuensi pernapasan pada pasien PPOK dibandingkan tidak dilakukannya tindakan terapi latihan pernapasan diafragma. Kata Kunci: PPOK, Latihan Pernapasan Diafragma, Pola Nafas Tidak Efektif

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue