cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Edukasi Manfaat dan Pembuatan Sari Kacang Hijau (Vigna Radiata) untuk Peningkatan Produksi ASI Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Siborong-Borong Simamora, Janner Pelanjani; Hutabarat, Naomi Isabella
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.22084

Abstract

ABSTRAK Jumlah dan kualitas makanan Ibu sangat memengaruhi pada jumlah ASI yang dihasilkan. Ibu menyusui sangat dianjurkan untuk memperoleh tambahan gizi untuk produksi ASI dan energi ibu. Salah satunya adalah kacang hijau sebagai makanan yang bermanfaat sebagai pelancar produksi ASI. Pemilihan kacang hijau sebagai pelancar produksi ASI karena kandungannya yang bermanfaat untuk ibu menyusui. Peserta pengabdian masyarakat adalah ibu menyusui yang berada di wilayah kerja Puskesmas Siborong-borong khsususnya yang ada di 5 Poskesdes yaitu sebanyak 30 orang ibu menyusui. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pre test, penyuluhan, pemutaran video, post test serta pemberian kacang hijau dan susu kotak pada ibu hamil. Berdasarkan hasil pre test dan post test dapat dilihat ada peningkatan pengetahuan ibu menyusui, dimana ibu yang berpengatahuan baik dari 23 orang (76,6%) pada saat pre test menjadi 29 orang (96,6%). Ibu yang berpengetahuan cukup pada saat pre test ada 7 orang (23,4,7%) menjadi 1 orang (9,20%) pada saat post test. Kegiatan diskusi dan tanya jawab berjalan dengan antusias, karena banyak ibu menyusui yang memberikan pertanyaan pada saat pelaksanaan penyuluhan Kata Kunci: Sari Kacang Hijau, ASI, Ibu Menyusui  ABSTRACT The quantity and quality of a mother's diet greatly influence the amount of breast milk produced. Breastfeeding mothers are strongly encouraged to obtain additional nutrients for breast milk production and maternal energy. One such nutrient is mung beans, which are beneficial for promoting breast milk production. Mung beans are chosen as a breast milk production promoter because of their beneficial content for breastfeeding mothers. The participants in the community service program were breastfeeding mothers in the Siborong-borong Health Center's service area, specifically those at 5 village health posts, totaling 30 breastfeeding mothers. The activities conducted included a pre-test, health education, video screening, post-test, and distribution of green beans and boxed milk to pregnant women. Based on the results of the pre-test and post-test, there was an increase in the knowledge of breastfeeding mothers, where the number of mothers with good knowledge increased from 23 (76.6%) in the pre-test to 29 (96.6%) in the post-test. The number of mothers with sufficient knowledge decreased from 7 (23.47%) in the pre-test to 1 (9.20%) in the post-test. The discussion and question-and-answer session were conducted with enthusiasm, as many breastfeeding mothers asked questions during the counseling session. Keywords: Green Bean Extract, Breast Milk, Breastfeeding Mothers
Pemberdayaan Masyarakat dalam meningkatkan Sirkulasi dan Kontrol Gula Darah Melalui Edukasi Praktik Terapi Komplementer pada Penderita Diabetes Melitus Rohmawati, Dhian Luluh; Lukitaningtyas, Dika; Pariyem, Pariyem
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21932

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang disebabkan oleh pankreas yang tidak menghasilkan cukup insulin, yang menyebabkan kadar gula darah tinggi (hiperglikemia). Jumlah kasus telah meningkat secara signifikan di seluruh dunia. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, masalah penglihatan, dan bahkan amputasi akibat kerusakan saraf dan pembuluh darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan edukasi kepada penderita diabetes melitus untuk mengontrol sirkulasi dan kontrol gula darah dan melatih untuk simulasi terapi komplementer. Metode pengabdian masyarakat ini antara lain ceramah dan diskusi tentang penyakit diabetes melitus dan pelatihan terapi komplementer melalui senam kaki dan hidroterapi dengan air jahe. Adapun sasaran kegiatan ini adalah 50 peserta yang dilakukan pada bulan Juni 2025. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta sangat antusias dalam mendengarkan, memperhatikan, dan mengikuti praktik dengan baik, yang menunjukkan bahwa kegiatan berjalan lancar. Setelah sesi praktik selesai, sebagian besar peserta merasakan manfaat dari latihan kaki dan kompres hangat, dan mereka berencana melakukannya sendiri di rumah saat mengalami kesemutan atau gula darah tinggi. Kesimpulan kegiatan ini diharapkan dapat diaplikasikan di pelayanan untuk mengontrol gula darah dan meningkatkan sirkulasi kaki dengan terapi komplementer.  Kata Kunci: Diabetes Melitus, Kontrol Gula Darah, Sirkulasi, Terapi Komplementer  ABSTRACT Diabetes mellitus is a metabolic disease caused by the pancreas not producing enough insulin, leading to high blood sugar levels (hyperglycemia). The number of cases has increased significantly worldwide. This disease can lead to serious complications such as heart disease, stroke, kidney failure, vision problems, and even amputation due to nerve and blood vessel damage. The Purpose of this research is to provide education to diabetes mellitus patients on controlling circulation and blood sugar, and to train them in complementary therapy simulation. This community service method includes lectures and discussions about diabetes mellitus and training in complementary therapies such as foot exercises and hydrotherapy with ginger water. The target participants for this activity are 50 people, and it will be held in June 2025. The results of this activity are that the participants were very enthusiastic in listening, paying attention, and following the practice well, which indicates that the activity went smoothly. After the practice session was over, most participants felt the benefits of the leg exercises and warm compresses, and they planned to do them on their own at home when they experienced tingling or high blood sugar. This activity is expected to be applied in service to control blood sugar and improve leg circulation with complementary therapy. Keywords: Blood Sugar Control, Circulation, Complementary Therapy, Diabetes Mellitus
Edukasi Menjaga Kesehatan Reproduksi Remaja di SMK Aa Jakarta Suri, Oryza Intan; Aprilya, Dea; Juairiah, Juairiah; Susilowati, Meilan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21897

Abstract

ABSTRAK Kesehatan reproduksi adalah keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial secara lengkap dan bukan hanya adanya penyakit atau kelemahan, dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsi serta prosesnya (Kementerian Kesehatan, 2017). Salah satu permasalahan yang paling banyak mendapatkan perhatian pada remaja adalah tentang kesehatan reproduksi. Hal ini berkaitan dengan perubahan biologis dan pematangan organ reproduksi pada remaja, serta mempersiapkan remaja menghadapi proses perkembangan berikutnya yaitu berkembang biak (bereproduksi). Masa remaja perlu mengenal tubuh dan organ reproduksi, perubahan fisik dan psikologis agar dapat melindungi diri dari risiko yang mengancam kesehatan dan keselamatan fungsi organ reproduksi ((Auria et al., 2022)). Tujuan edukasi ini ialah Meningkatkan pengetahuan dan perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi dengan menjaga kebersihan personal hygiene. Metode pelaksanaan pada kegiatan pengabdian ini yaitu mulai pengkajian, sosialisasi kegiatan, pembuatan bahan edukasi, pelaksanaan edukasi dan evaluasi menggunakan pengisian formulir prepost tes. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi yang diukur dengan kuesioner pretest dan posttest. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadikan masyarakat khususnya remaja mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan reproduksi sehingga meningkatkan motivasi dan kesadaran remaja dalam menerapkan personal hygiene. Kata Kunci: Edukasi, Kesehatan Reproduksi, Remaja.  ABSTRACT Reproductive health is a state of complete physical, mental, and social well-being and not merely the presence of disease or infirmity, in all matters relating to the reproductive system and its functions and processes (Ministry of Health, 2017). One of the issues that receives the most attention in adolescents is reproductive health. This is related to biological changes and maturation of the reproductive organs in adolescents, as well as preparing adolescents to face the next development process, namely reproduction. Adolescents need to know the body and reproductive organs, physical and psychological changes in order to protect themselves from risks that threaten the health and safety of reproductive organ functions (Ninta et al, 2023. The purpose of this education is to increase adolescent knowledge and behavior about reproductive health by maintaining personal hygiene. The implementation method for this community service activity is starting from assessment, socialization of activities, making educational materials, implementing education and evaluation using filling out pre-post test forms. The results of this community service activity show that there is an increase in adolescent knowledge after being given education as measured by pre-test and post-test questionnaires. Through this community service activity, the community, especially adolescents, are aware of the factors that can cause reproductive health disorders, thereby increasing the motivation and awareness of adolescents in implementing personal hygiene. Keywords: Education, Reproductive Health, Adolescents.
Pemberdayaan Kader dan Pemberian Tinu Key bagi Ibu Hamil untuk Mencegah Stunting Didesa Likupang Satu Solang, Sesca Diana; Lumy, Freike Sofie Nonce; Langi, Grace Kerly Lony
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.22020

Abstract

ABSTRAK Likupang Timur merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Minahasa Utara yang terdiri dari 18 desa. Minahasa Utara merupakan kabupaten yang memiliki prevalensi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) sebanyak 8.76%. Berdasarkan data (SKI) tahun 2023 di Provinsi Sulawesi Utara prevelensi angka balita stunting mencapai 21.3%. Khusus di Kabupaten Minahasa Utara, prevalesi stunting sebesar 10.9%. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan kader kesehatan dalam menunjang kesehatan masyarakat khususnya pada ibu hamil. Dengan melakukan deteksi dini yaitu penilaian status gizi dan pemeriksaan kadar Hb untuk mengetahui masalah gizi yang dialami ibu hamil, serta melakukan intervensi pemberian tinutuan model tinu key kepada ibu hamil. Metode yang digunakan adalah pelatihan kader kesehatan, penilaian status gizi, pemeriksaan kadar hemoglobin, serta pemberian makanan tambahan yang dimodifikasi yaitu tinu key. Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin ibu hamil yaitu tidak anemia sebanyak 15 orang dan hasil penilaian status gizi ibu hamil berdasarkan pengukuran Lingkar Lengan Atas dari 15 ibu hamil yaitu dengan kategori Normal 86,7% dan KEK 13,3%.  Oleh karena itu, diperlukan kegiatan dalam rangka mengatasi masalah gizi yang melibatkan semua sektor dan stakeholders seperti kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kata Kunci: Kader Kesehatan, Status Gizi, Kader Hemoglobin, Tinu Key, Ibu Hamil  ABSTRACT East Likupang is a sub-district in North Minahasa Regency, comprising 18 villages. North Minahasa Regency has a prevalence of 8.76% among pregnant women with Chronic Energy Deficiency (CED). Based on 2023 data (SKI) in North Sulawesi Province, the prevalence of stunting in toddlers reached 21.3%. Specifically in North Minahasa Regency, the prevalence of stunting was 10.9%. The purpose of this activity is to empower health cadres to support public health, especially for pregnant women. By conducting early detection, namely assessing nutritional status and checking Hb levels to identify nutritional problems experienced by pregnant women, as well as conducting interventions providing tinu key model to pregnant women. The methods used are training health cadres, assessing nutritional status, checking hemoglobin levels, and providing modified supplementary food, namely Tinu Key. The results of the hemoglobin level examination of pregnant women were that 15 people were not anemic, and the results of the nutritional status assessment of pregnant women based on the measurement of the Upper Arm Circumference of 15 pregnant women were categorized as Normal 86.7% and KEK 13.3%. Therefore, activities are needed to address nutritional problems that involve all sectors and stakeholders, such as community service activities. Keywords: Health Cadres, Nutritional Status, Hemoglobin Cadres, Tinutuan, Pregnant Women
Program Edukasi Self-Awareness dalam Pencegahan dan Pengelolaan Hipertensi Saputri, Agustina; Lumbantoruan, Septa Meriana; Juniarta, Juniarta; Surbakti, Juwita Fransiska Br
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21628

Abstract

ABSTRAK Hipertensi sebagai penyakit yang menyebabkan disabilitas secara global dan nasional perlu ditindaklanjuti dengan upaya preventif dan pengelolaan penyakit. Preventif dan pengelolaan penyakit merupakan respon yang dilakukan untuk mengupayakan tujuan global mengurangi angka kematian dini yang disebabkan oleh penyakit tidak menular.Upaya preventif dan pengelolaan dilakukan dengan memberikan edukasi tentang awareness. Awarness mencakup segala upaya yang dilakukan untuk pengelolaan penyakit. Awareness selanjutnya dapat berdampak pada kemampuan dalam mengontrol penyakit. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait self-awareness sebagai upaya pengelolaan dan preventif penyakit hipertensi dan  dan skrining hipertensi. Pemberian edukasi dilakukan melalui kegiatan PkM,  dengan metode penyuluhan dan praktik latihan dengan target peserta adalah warga GKJ Kiaracondong Bandung. Kegiatan PkM dibagi menjadi 3 sesi dan setiap sesi memiliki durasi selama 25 menit. Sesi 1 Emotional awareness, sesi 2 Praktik teknik relaksasi dan senam dan sesi 3 Pemeriksaan Kesehatan berupa pengukuran IMT, tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. Pada kegiatan PkM peserta yang hadir sebanyak 88 orang, mayoritas peserta berusia >50 tahun yaitu sebanyak 68 (77,3%), tidak memeiliki riwayat penyakit sebanyak 45 (51,1%), memiliki kondisi tekanan darah sistolik kategori pre hipertensi 27 (30,7%), memiliki kondisi tekanan darah diastol kategori normal sebanyak 47 (53,4%), mayoritas memiliki kadar kolesterol yang baik yaitu 25 (50%), mayoritas memiliki IMT dalam kondisi normal yaitu 45 (51,1%), dan hampir seluruh peserta (97,6%) menjawab 80% pernyataan dengan benar terkait pengetahuan mengenai awareness dan hipertensi. Edukasi awareness dan praktik latihan pernapasan terbukti mudah dipahami dan diaplikasikan untuk upaya preventif dan pengelolaan tekanan darah tinggi. Program edukasi lanjutan dengan target fokus masyarakat pada kategori prediabetes dan diabetes menjadi intervensi esensial yang dapat dilakukan selanjutnya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.  Kata Kunci: Awareness, Hipertensi, Tekanan Darah, IMT, Edukasi, Pengabdian Kepada Masyarakat ABSTRACT Hypertension as a disease that causes disability globally and nationally needs to be followed up with preventive and disease management efforts. Preventive and disease management are responses taken to strive for the global goal of reducing premature mortality caused by non-communicable diseases. Preventive and management efforts are carried out by providing education about awareness. Awareness includes all efforts made for disease management. Awareness can then have an impact on the ability to control the disease. This activity aims to provide an understanding of self-awareness as an effort to manage and prevent hypertension and hypertension screening. The provision of education is carried out through PkM activities, with counseling methods and practice exercises with target participants being residents of GKJ Kiaracondong Bandung. PkM activities are divided into 3 session and each session has a duration of 25 minutes. Session 1 Emotional awareness, session 2 Practice of relaxation techniques and gymnastics and session 3 Health Check in the form of measuring BMI, blood pressure, blood sugar, and cholesterol. In the PkM activity, 88 participants attended, the majority of participants were > 50 years old, namely 68 (77.3%), had no history of disease as many as 45 (51.1%), had systolic blood pressure conditions in the pre-hypertension category 27 (30.7%), had diastolic blood pressure conditions in the normal category as many as 47 (53.4%), the majority had good cholesterol levels, namely 25 (50%), the majority had BMI in normal conditions, namely 45 (51.1%), and almost all participants (97.6%) answered 80% of the statements correctly related to knowledge about awareness and hypertension. Awareness education and breathing exercise practice proved to be easy to understand and apply for preventive efforts and management of high blood pressure. Continuing education programs targeting people with prediabetes and diabetes are essential interventions that can be implemented in further study to improve public health. Keywords: Community Service, Education, IMT, Blood Pressure, Hypertension, Awareness
Peningkatan Kapasitas UMKM melalui Pelatihan Pirt, Desain Kemasan, dan Digitalisasi Produk Lokal di Wilayah Perdesaan Rahayuningsih, Nur; Anggraeni, Anggi; Rianingsih, Restu; Nisa, Ainun Latifa; Fathurrahman, Reza; Fakhri, Najah Najia; Rahma, Gita; Paujia, Eneng Sipa; Muzaffar, Muhammad Nabiil; Enas, Ujang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22128

Abstract

ABSTRAK Program pelatihan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T MBKM di Desa Sukaratu, Dusun Pirusa, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui penguatan aspek legalitas usaha (melalui pendampingan NIB dan PIRT), desain kemasan, serta digitalisasi produk. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan, praktik langsung, dan pendampingan berbasis media visual dengan 41 peserta dari berbagai latar belakang. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 62,07 menjadi 80,73, dengan 92,68% peserta mengalami peningkatan pengetahuan. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap legalitas produk, daya tarik visual kemasan, serta strategi pemasaran digital, yang secara keseluruhan berkontribusi terhadap daya saing dan keberlanjutan usaha mereka. Kata Kunci: UMKM, Legalitas Usaha, PIRT, Kemasan, Digitalisasi, Pelatihan  ABSTRACT A community service training program conducted by KKN-T MBKM students in Sukaratu Village, Pirusa Hamlet, aimed to enhance the capacity of MSME actors by strengthening business legality (through NIB and PIRT assistance), packaging design, and product digitalization. The methods involved education sessions, hands-on practices, and visual media-based mentoring for 41 participants from diverse backgrounds. Evaluation using pre-test and post-test showed an average score increase from 62.07 to 80.73, with 92.68% of participants experiencing improved knowledge. This training proved effective in enhancing MSME actors’ understanding of product legality, visual packaging appeal, and digital marketing strategies, all of which contribute to their business competitiveness and sustainability. Keywords: Msmes, Business Legality, PIRT Certification, Packaging Design, Digitalization, Training
Pelatihan Kesiapsiagaan Lansia Menghadapi Bencana Angin Puting Beliung: Program Kemitraan Masyarakat di Desa Bintang Mersada, Sumatera Utara Hutagalung, Perak Maruli Asi Roha; Berutu, Heriaty; Lingga, Rugun Togianur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22418

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara paling rawan bencana di dunia, dan kelompok lanjut usia (lansia) termasuk populasi paling rentan. Kabupaten Dairi di Sumatera Utara mengalami kejadian angin puting beliung berulang, namun pengetahuan dan kesiapsiagaan lansia masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi dan pelatihan kesiapsiagaan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia menghadapi bencana angin puting beliung. Desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pre–post test dilakukan pada 50 peserta lansia berusia 48–81 tahun. Intervensi berupa edukasi melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab serta simulasi kesiapsiagaan bencana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan komparatif. Sebelum intervensi, 72% peserta tidak mengetahui bahaya angin puting beliung dan 50% tidak tahu tindakan yang harus dilakukan saat bencana. Setelah intervensi, 90% peserta memiliki pengetahuan baik tentang angin puting beliung, dan 58% mampu menjelaskan langkah kesiapsiagaan yang tepat, termasuk menutup pintu/jendela, mematikan listrik dan gas, menyiapkan tas siaga, serta berlindung di tempat aman. Edukasi dan simulasi secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan lansia. Pendekatan berbasis komunitas efektif untuk meningkatkan resiliensi kelompok rentan di daerah rawan bencana. Pelatihan berkesinambungan dan integrasi dengan program desa sangat direkomendasikan. Kata Kunci: Kesiapsiagaan Bencana, Lansia, Angin Puting Beliung, Pengabdian Masyarakat, Indonesia.  ABSTRACT Indonesia is one of the most disaster-prone countries in the world, and older adults are among the most vulnerable populations. Dairi Regency in North Sumatra experiences repeated tornadoes, yet their knowledge and preparedness remain low. This study aimed to evaluate the effectiveness of preparedness education and training in improving the knowledge and skills of older adults in dealing with tornadoes. A quasi-experimental design with a pre-posttest approach was conducted with 50 elderly participants aged 48–81 years. The intervention included education through lectures, discussions, and question-and-answer sessions, as well as disaster preparedness simulations. Data were collected using structured questionnaires before and after the intervention and then analyzed descriptively and comparatively. Before the intervention, 72% of participants were unaware of the dangers of tornadoes, and 50% did not know what to do in the event of a disaster. After the intervention, 90% of participants had good knowledge about tornadoes, and 58% were able to explain appropriate preparedness steps, including closing doors/windows, turning off electricity and gas, preparing an emergency bag, and taking shelter in a safe place. Education and simulations significantly improve the knowledge and preparedness of older adults. Community-based approaches are effective in increasing the resilience of vulnerable groups in disaster-prone areas. Continuous training and integration with village programs are highly recommended. Keywords: Disaster Preparedness, Elderly, Tornado, Community Services, Indonesia.
Peningkatan Daya Saing Produk UMKM Kopi Jahe Arab Martapura melalui Pelatihan dan Pendampingan Variasi Olahan Produk Muthia, Rahmi; Nafila, Nafila; Kurniawan, Guntur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22173

Abstract

ABSTRAK UMKM Kopi Jahe Arab Martapura menggunakan kopi pengaron asli Kalimantan Selatan sebagai bahan baku produknya. Kopi pengaron termasuk kopi robusta yang telah sejak lama dibudidayakan di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Meningkatkan daya saing produk dengan memvariasikan olahan produk. Tahapan kegiatan yang dilakukan adalah persiapan, sosialisasi variasi olahan produk, penyerahan alat teknologi dan inovasi berupa mesin perajang bahan baku, pelatihan dan pendampingan kegiatan pembuatan produk dan evaluasi. Terdapat empat produk variasi olahan produk tambahan yang akan dikomersialisasikan yaitu 1) biji kopi pengaron – green bean; 2) biji kopi pengaron – roasted; 3) bubuk kopi pengaron; 4) kopi pengaron gula aren. Pada tahap awal variasi ukuran yang digunakan yaitu 100 gram.  Hasil evaluasi kegiatan mitra memiliki peningkatkan kemampuan dalam membuat variasi olahan produk kopi dan mampu menggunakan alat mesin perajang.  Tambahan variasi olahan produk dari mitra menambah daya saing UMKM dan dapat dikomersialisasikan.  Kata Kunci: Kopi, Greenbean, Roasted, Bubuk, Aren.  ABSTRACT UMKM Kopi Jahe Arab Martapura uses original South Kalimantan pengaron coffee as the raw material for its products. Pengaron coffee is a type of robusta coffee that has long been cultivated in Pengaron District, Banjar Regency, South Kalimantan. To increase product competitiveness by varying product processing. The stages of activities carried out are preparation, socialization of product processing variations, handover of technological and innovative tools in the form of raw material shredding machines, training and mentoring in product manufacturing activities and evaluation. There are four additional processed product variations that will be commercialized, namely 1) pengaron coffee beans - green beans; 2) pengaron coffee beans - roasted; 3) pengaron coffee powder; 4) palm sugar pengaron coffee. In the initial stage, the size variation used was 100 grams. The results of the evaluation of partner activities have increased the ability to make variations of processed coffee products and are able to use shredding machines. Additional variations of processed products from partners increase the competitiveness of UMKM and can be commercialized.  Keywords: Coffee, Greenbean, Roasted, Powder, Palm Sugar.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja dalam Menangani Kecemasan dengan Pemberian Lilin Aromaterapi Lavender di SMK 1 Veteran Sukoharjo Megananda, Nadya Karlina; Susanto, Bela Novita Amaris; Aderita, Novi Indah; Setiyaningsih, Ratna
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22578

Abstract

 ABSTRAK Kecemasan merupakan respon tubuh alami yang dapat dirasakan oleh semua usia tidak terkecuali remaja. Remaja mengalami banyak permasalahan terkait dengan perubahan fisik, psikologis, sosial maupun spiritual yang kompleks. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkat pengetahuan remaja dalam menangani kecemasan dengan pemberian lilin aromaterapi lavender. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan demonstrasi di SMK 1 Veteran Sukoharjo pada 14 November 2024 dihadiri oleh siswa kelas 10 sejumlah 30 mahasiswa. sebelum dilakukan tindakan penyuluhan didapatkan hasil didapatkan hasil bahwa dari 30 siswa yang mengisi kuesioner terdapat 21 siswa dalam kategori pengetahuan kurang, 5 siswa dalam kategori pengetahuan cukup dan 4 siswa dalam kategori pengetahuan baik. Setelah dilakukan tindakan penyuluhan didapatkan hasil 3 siswa dalam kategori pengetahuan kurang, 17 siswa dalam kategori pengetahuan cukup dan 10 siswa dalam kategori pengetahuan baik. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini yaitu upaya peningkatan pengetahuan remaja dalam menangani kecemasan dengan pemberian lilin aromaterapi lavender efektif meningkatkan pengetahuan remaja sehingga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari saat mengalami kecemasa.  Kata Kunci: Aromateapi, Lavender, Kecemasan, Remaja.  ABSTRACT Anxiety is a natural bodily response that can be experienced by people of all ages, including adolescents. Adolescents experience many problems related to complex physical, psychological, social, and spiritual changes. The purpose of this community service is to increase adolescents' knowledge in managing anxiety by providing lavender aromatherapy candles. This activity was conducted face-to-face using lecture, question-and-answer, and demonstration methods at SMK 1 Veteran Sukoharjo on November 14, 2024, and was attended by 30 10th-grade students. Before the counseling session, results showed that of the 30 students who completed the questionnaire, 21 students had poor knowledge, 5 students had sufficient knowledge, and 4 students had good knowledge. After the counseling session, results showed that 3 students had poor knowledge, 17 students had sufficient knowledge, and 10 students had good knowledge. The conclusion of this community service is that efforts to increase adolescents' knowledge in managing anxiety by providing lavender aromatherapy candles effectively increase adolescents' knowledge and should be applied in their daily lives when experiencing anxiety. Keywords: Aromatherapy, Lavender, Anxiety, Adolescents
Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Kejadian Stunting melalui Aplikasi Gosting (Get Information of Imunization and Stunting) Gita, Anggi Putri Aria; Wardani, Dyah Ayu Kusuma; Rahardjoputro, Rolando; Candraningtyas, Nabila; Dzahwa, Zaafira; Putri, Antika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22345

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Gondangrejo menjadi prioritas utama dalam prioritas desa dengan Lokus penurunan stunting pada tahun 2021 dengan prevalensi 23,59 % atau 67 balita di desa Plesungan mengalami stunting. Penggunaan aplikasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman para kader mengenai stunting. Aplikasi 'Gosting' dirancang dengan tampilan yang sederhana, dengan menu utama yang menyediakan informasi tentang stunting serta fitur kalkulator status gizi. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengoptimalkan kemampuan kader posyandu dalam melakukan deteksi dini stunting dengan menggunakan aplikasi Gosting, melalui peningkatan pengetahuan kader di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para kader kesehatan posyandu di Desa Plesungan. Pelatihan diberikan kepada 14 orang kader posyandu. Keberhasilan kegiatan dievaluasi melalui perbandingan hasil pretest dan posttest. Analisis perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan setelah penerapan aplikasi Gosting dilakukan dengan menggunakan uji paired t-test. Hasil analisis mengindikasikan peningkatan pengetahuan kader mengenai stunting yang signifikan secara statistik setelah penggunaan aplikasi Gosting, dengan nilai p < 0,001. Rata-rata tingkat pengetahuan yang diperoleh responden sebelum pelaksanaan intervensi (pre-test) sebesar 7,3 meningkat menjadi 9,3 pada post-test, dari total skor maksimum sebesar 10 poin. Implementasi aplikasi Gosting sebagai upaya mengoptimalkan peran kader posyandu dalam deteksi dini stunting memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan kader di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Kata Kunci: Peran Kader, Stunting, Aplikasi  ABSTRACT Gondangrejo District is a top priority village priority with a stunting reduction locus in 2021, with a prevalence of 23.59% or 67 toddlers in Plesungan Village experiencing stunting. The use of the application has proven effective in increasing the cadres' understanding of stunting. The 'Gosting' application is designed with a simple interface, with a main menu that provides information about stunting and a nutritional status calculator feature. The aim of this community service activity is to optimize the ability of Posyandu cadres in conducting early detection of stunting using the Gosting application, by increasing the knowledge of cadres in Plesungan Village, Gondangrejo District, Karanganyar Regency. The target of this community service activity is the integrated health post (posyandu) health cadres in Plesungan Village. Training was provided to 14 Posyandu cadres. The success of the activity was evaluated by comparing pre-test and post-test results Analysis of differences in knowledge levels before and after implementing the Gosting application was carried out using a paired t-test. The analysis showed a statistically significant increase in cadres' knowledge regarding stunting after using the Gosting application, with a p-value of <0.001. Average level of knowledge obtained by respondents before implementing the intervention (pre-test) of 7.3 increased to 9.3 in the post-test, out of a maximum total score of 10 points. The implementation of the Gosting application as an effort to optimize the role of Posyandu cadres in early detection of stunting has made a significant contribution to increasing the level of knowledge of cadres in Plesungan Village, Gondangrejo District, Karanganyar Regency. Keywords: Role of Cadres, Stunting, Application

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue