cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Genting (Gerakan Terpadu Peduli Stunting) Program Paud dalam Pengasuhan dan Stimulasi Pencegahan Stunting di Pekon Wonosobo, Tanggamus Cahyani, Annida Arrum; Keswara, Umi Romayati; Arozan, Dimas; Budi, Wahyu Setianing; Pragumansyah, Juanda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22077

Abstract

ABSTRAK Stunting pada anak merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia, khususnya di pedesaan, yang menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor risiko stunting dan mengevaluasi efektivitas intervensi kesehatan masyarakat. Program pengabdian masyarakat GENTING (Gerakan Terpadu Peduli Stunting) dilaksanakan di Posyandu Pekon Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, pada 6 Agustus 2025, dengan melibatkan 30 ibu balita. Metode yang digunakan adalah pendekatan holistik melalui tiga kegiatan utama: 1) edukasi interaktif tentang gizi seimbang dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan, 2) penyediaan permainan edukatif untuk stimulasi anak, dan 3) pemeriksaan tumbuh kembang berkala. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu, partisipasi aktif peserta, serta keberhasilan dalam deteksi dini masalah pertumbuhan. Pendekatan terintegrasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, memberikan stimulasi, dan memantau pertumbuhan anak, sehingga dapat menjadi strategi berkelanjutan untuk pencegahan stunting di tingkat komunitas. Kata Kunci: Stunting, Gizi Anak, Perkembangan Anak, Posyandu, Pekon Wonosobo.  ABSTRACT Childhood stunting is a serious health problem in Indonesia, particularly in rural areas, hampering physical growth and cognitive development. This study aims to identify risk factors for stunting and evaluate the effectiveness of public health interventions. The GENTING (Gerakan Terpadu Peduli Stunting) community service program was implemented at the Integrated Health Post (Posyandu) in Wonosobo Village, Tanggamus Regency, on August 6, 2025, involving 30 mothers of toddlers. The method used was a holistic approach through three main activities: 1) interactive education on balanced nutrition and the First 1,000 Days of Life, 2) providing educational games for child stimulation, and 3) regular growth and development checks. The results showed an increase in maternal understanding, active participation of participants, and success in early detection of growth problems. This integrated approach has proven effective in raising awareness, providing stimulation, and monitoring child growth, thus becoming a sustainable strategy for stunting prevention at the community level. Keywords: Stunting, Child Nutrition, Child Development, Integrated Health Post, Wonosobo Village.
Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa di RSUD Sidikalang Kabupaten Dairi Silaban, Jojor; Hutagalung, Perak Maruli Asi Roha; Naibaho, Risdiana Melinda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22384

Abstract

ABSTRAK Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan global yang menyebabkan peningkatan kebutuhan terapi hemodialisa. Pasien yang menjalani hemodialisa menghadapi berbagai permasalahan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang memengaruhi kualitas hidup. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi edukasi dan pendampingan terhadap peningkatan kualitas hidup pasien hemodialisa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Edukasi diberikan melalui ceramah, diskusi, video edukasi, dan demonstrasi selama tiga hari, dilanjutkan pendampingan melalui grup WhatsApp selama lima hari. Evaluasi dilakukan satu bulan setelah intervensi menggunakan instrumen WHOQOL. Subjek penelitian adalah 48 pasien hemodialisa dan 48 pendamping di RSUD Sidikalang. Sebelum intervensi, mayoritas pasien memiliki kualitas hidup buruk, khususnya pada aspek fisik (79,17%) dan psikis (64,58%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan kualitas hidup, terutama pada aspek psikis (kategori buruk menurun dari 64,58% menjadi 47,92%) dan spiritual (kategori baik meningkat dari 12,5% menjadi 22,92%). Edukasi dan pendampingan berbasis tatap muka dan media digital efektif meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisa, khususnya aspek psikis, spiritual, dan sosial. Disarankan agar intervensi ini dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam program perawatan pasien hemodialisa. Kata Kunci: Hemodialisa, Kualitas Hidup, Edukasi, Pendampingan, Intervensi Keperawatan.  ABSTRACT Chronic kidney disease (CKD) is a global health problem that increases the need for hemodialysis therapy. Patients undergoing hemodialysis face various physical, psychological, social, and spiritual challenges that impact their quality of life. This article aims to analyze the effectiveness of an educational and mentoring intervention on improving the quality of life of hemodialysis patients. This study used a quasi-experimental approach with a pre-test and post-test design without a control group. Education was provided through lectures, discussions, educational videos, and demonstrations for three days, followed by mentoring via a WhatsApp group for five days. Evaluation was conducted one month after the intervention using the WHOQOL instrument. The study subjects were 48 hemodialysis patients and 48 mentors at Sidikalang Regional Hospital. Before the intervention, the majority of patients had a poor quality of life, particularly in the physical (79.17%) and psychological (64.58%) aspects. After the intervention, there was an improvement in quality of life, particularly in the psychological (poor category decreased from 64.58% to 47.92%) and spiritual (good category increased from 12.5% to 22.92%). Face-to-face and digital media-based education and support effectively improve the quality of life of hemodialysis patients, particularly in the psychological, spiritual, and social aspects. It is recommended that these interventions be implemented sustainably and integrated into the hemodialysis patient care program. Keywords: Hemodialysis, Quality Of Life, Education, Support, Nursing Intervention.
Skrining dan Pengobatan Anemia pada Remaja Putri di Desa Sumbersono Mojokerto Nugraha, Gilang; Laila, Atika Nur; Putri, Dwi Yuniar Nandita; Maritza, Phasa Shoofii Luthf
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22138

Abstract

ABSTRAK Desa Sumbersono terletak di Kabupaten Mojokerto dan hanya memiliki satu Puskesmas Pembantu yang belum berfokus pada kesehatan remaja putri. Di Desa Sumbersono, prevalensi anemia mencapai 40% pada tahun 2017, dan skenario tahun 2025 belum dilaporkan. Melakukan edukasi, skrining anemia dan pengobatan pada remaja putri di Desa Sumbersono, Mojokerto. Tahap pra-kegiatan dengan melakukan identifikasi masalah, tahap pelaksanaan kegiatan yaitu penyuluhan, pemeriksaan dan pengobatan. Terakhir yaitu tahap evaluasi kegiatan dengan melakukan penilaian pada tingkat kegiatan dan pelaksanaan pengabdian masyarakat. Sebanyak 24 remaja putri berasal dari dusun Pekingan, Sumbersari, Selorejo, dan Sumbersono, berpartisipasi dalam pengabdian masyarakat ini. Skrining anemia dilakukan dengan mengukur kadar hemoglobin; seseorang dikatakan anemia jika kadar hemoglobinnya kurang dari 12 g/dL. Hasil pemeriksaan ditemukan dua responden mengalami anemia. Responden tersebut diobati dengan tablet tambah darah selama satu minggu. Hasil pemeriksaan ulang, 1 responden normal dan 1 responden tetap mengalami anemia. Pemeriksaan hemoglobin pada remaja putri di Desa Sumbersono, Mojokerto ditemukan teradpat 2 responden anemia. Pengobatan hanya mampu memperbaiki hemoglobin pada 1 responden. Kata Kunci: Remaja Putri, Sumbersono, Anemia, Hemoglobin  ABSTRACT Sumbersono Village, located in Mojokerto Regency, has only one sub-health center that doesn't yet focus on adolescent girls' health. In Sumbersono Village, the prevalence of anemia reached 40% in 2017, and the 2025 scenario has not yet been reported. Conducting education, anemia screening and treatment for adolescent girls in Sumbersono Village, Mojokerto. The pre-activity stage involves identifying the problem, the implementation stage involves providing counseling, examinations, and treatment, and finally, the evaluation stage involves assessing the level of activity and implementation of community service. Twenty-four young women from the hamlets of Pekingan, Sumbersari, Selorejo, and Sumbersono participated in this community service program. Anemia screening was conducted by measuring hemoglobin levels; a person is considered anemic if their hemoglobin level is less than 12 g/dL. The examination revealed that two respondents had anemia. These respondents were treated with iron supplements for one week. A repeat examination revealed that one respondent was normal and one respondent remained anemic. Hemoglobin testing of adolescent girls in Sumbersono Village, Mojokerto, found two respondents were anemic. Treatment only improved the hemoglobin in one respondent. Keywords: Adolescent Girls, Sumbersono, Anemia, Hemoglobin
Si Peduli TBC Komunitas sebagai Upaya Meningkatkan Deteksi Dini Tuberculosis Paru Wahyuningsih, Atik Setiawan; Zakaria, Amin; Nurmayunita, Heny; Asri, Yuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22533

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Upaya pengendalian TBC masih menjadi perhatian nasional yang serius melalui strategi TOSS TBC (Temukan, Obati Sampai Sembuh) yang menekankan deteksi dini, kepatuhan pengobatan, serta keterlibatan Masyarakat. Berbagai kendala masih dihadapi antara lain rendahnya literasi kesehatan masyarakat, stigma terhadap penderita, serta keterbatasan tenaga kesehatan dalam menemukan kasus secara aktif. Puskesmas Janti sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama berperan penting dalam menemukan kasus TBC secara aktif. Namun, capaian deteksi dini masih terkendala karena adanya ketakutan, stigma, maupun kurangnya pemahaman masyarakat terkait gejala TBC. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk menganalisa adakah pengaruh pemberian pelatihan Si Peduli TBC Komunitas terhadap kemampuan deteksi dini TBC Paru. Metode pelaksanaan dengan Pendekatan Peer Education, Blended Education dan Kolaborasi Lintas Sektor, Pendampingan penelusuran dan pembuatan konten edukasi & kampanye ajakan skrining melalui media sosial. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15-31 Agustus 2025 yang melibatkan tokoh masyarakat, keluarga, dan organisasi lokal. Jumlah peserta ada 19 orang dari 3 keluharan di wilayah kerja Puskesmas Janti, yaitu Bandungrejosari, Sukun, dan Tanjungrejo. Melalui uji Wilcoxon diketahui hasil kegiatan terdapat 19 orang yang mengalami peningkatan kemampuan deteksi dini TBC setelah diberikan intervensi Pelatihan Si Peduli TBC Komunitas. Nilai asymp.sig. (2-tailed) yaitu sebesar 0,000, dimana nilai ini lebih kecil dari nilai alpha yaitu 5% (0,05), sehingga dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian intervensi Pelatihan "Si Peduli TBC Komunitas terhadap Kemampuan Deteksi Dini. Peningkatan kemampuan peserta dalam membuat dan menyebarkan media edukasi melalui berbagai platform digital memperkuat peran komunitas dalam menurunkan stigma sekaligus mendorong deteksi dini TBC paru di wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Kata Kunci: Tuberkulosis Paru, Deteksi Dini, Pelatihan Si Peduli TBC Komunitas, Stigma TBC Paru, Literasi Digital     ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a major public health problem in Indonesia. TB control efforts remain a serious national concern through the TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh) strategy, which emphasizes early detection, treatment adherence, and community involvement. Various obstacles are still faced, including low public health literacy, stigma against sufferers, and limited health workers in actively finding cases. Janti Community Health Center, as a first-level health facility, plays an important role in actively finding TB cases. However, the achievement of early detection is still hampered by fear, stigma, and a lack of public understanding regarding TB symptoms. The purpose of this community service is to analyze the effect of providing "Si Peduli TB Komunitas" training on the ability to detect pulmonary TB early. The implementation method uses a Peer Education Approach, Blended Education and Cross-Sector Collaboration, tracing assistance and creating educational content & screening campaigns through social media. This activity was carried out on August 15-31, 2025, involving community leaders, families, and local organizations. The number of participants was 19 people from 3 sub-districts in the Janti Health Center working area, namely Bandungrejosari, Sukun, and Tanjungrejo. Through the Wilcoxon test, it was found that the results of the activity were 19 people who experienced an increase in the ability to detect TB early after being given the Community TB Care Training intervention. The asymp.sig. (2-tailed) value is 0.000, where this value is smaller than the alpha value of 5% (0.05), so it can be interpreted that there is a difference between before and after the provision of the Community TB Care Training intervention on Early Detection Ability. Increasing the ability of participants in creating and disseminating educational media through various digital platforms strengthens the role of the community in reducing stigma while encouraging early detection of pulmonary TB in the working area of the Janti Health Center in Malang City. Keywords: Pulmonary Tuberculosis, Early Detection, Community TB Care Training, Pulmonary TB Stigma, Digital Literacy
Program Manajemen Pencegahan Anemia melalui Pendekatan Multidisiplin pada Remaja Putri di Wilayah Binaan Desa Melinggih Susanti, Ni Luh Putu Dina; Agustini, Ni Komang Tri; I KetutSwarjana, I KetutSwarjana; Diyu, Ida Ayu Ningrat Pangruating; Lewar, Emanuel Iileatan; Mastryagung, Gusti Ayu Dwina; Anggaraeni, Komang Rossa Tri; Widnyani, Ida Ayu Ary; Aryasa, Jiyestha Aji Dharma; Kusuma, I Gusti Agung Ari; Rittiruang, Amonwan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22241

Abstract

ABSTRAK Anemia pada remaja masih menjadi masalah global yang memerlukan intervensi dari berbagai multidisiplin. Selain itu, kesadaran terhadap pentingnya pencegahan anemia belum menjadi perhatian utama di kalangan remaja. Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan remaja dalam manajemen pencegahan anemia serta merubah perilaku remaja dalam menerapkan hidup sehat cegah anemia. Kegiatan yang tercapai adalah peningkatan pengetahuan remaja dalam manajemen pencegahan anemia pada remaja. Kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman remaja dalam melakukan pencegahan anemia dan perubahan perilaku hidup sehat untuk mendukung pencegahan anemia serta meningkatkan kesadarannya melakukan skrining kesehatan secara rutin. Kata Kunci: Anemia, Remaja, Edukasi Kesehatan, Pengetahuan.  ABSTRACT Anemia in adolescents remains a global problem that requires multidisciplinary interventions. In addition, awareness of the importance of anemia prevention has not yet become a major concern among adolescents. This activity is able to increase knowledge and adolescents in anemia prevention management and change adolescent behavior in implementing a healthy lifestyle to prevent anemia. The activity achieved is an increase in adolescent knowledge in anemia prevention management in adolescents. This activity is able to increase adolescents' understanding in preventing anemia and changes in healthy lifestyle behavior to support anemia prevention and increase their awareness of conducting routine health screenings. Keywords: Anemia, Adolescent, Health Education, Knowledge.
Penyuluhan Mengenai Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Obat sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Dusun Cipanagon Desa Linggalaksana Kecamatan Cikatomas Nurviana, Vera; Pratama, Arryza Azriel; Dewi, Riska Nurmala; Agustiani, Cica; Nurfadhillah, Siti; Nurhasanah, Hana; Mentari, Nur Samsi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.16575

Abstract

ABSTRAK Penggelolaan obat yang salah (tidak tepat, tidak sesuai dengan takaran dan indikasinya serta kesalahan dalam penyiman dan pembuangan obat) dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Hal tersebut dapat terjadi karena tingkat  pengetahuan masyarakat terkait penggunaan obat yang tepat dan benar relatif kurang. Kegiatan penyuluhan DAGISUBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, BUang) obat merupakan salah satu upaya kami dari tim KKN Universitas Bakti Tunas Husada dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan meningatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai cara pengelolaan obat yang tepat dan benar melalui kegiatan penyuluhan yang laksanakan di mesjid DKM Riyadul Jannah,  dusun Cipanagon, desa Linggalaksana, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memberikan informasi melalui metode ceramah dan pemberian leaflet, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, serta pengisian kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung untuk mengevaluasi keberhasilan kegiatan. Data hasil pengisian kuesiner baik pre maupun post diolah menggunakan softwere SPSS dengan uji paired sample t-test. Kegiatan ini diikuti oleh 60 orang peserta.  Hasil pre- testmenunjukkan nilai rata-rata sebesar 49,67 dan nilai rata-rata hasil post- test adalah sebesar 96,33 dengan output paired sample test menunjukkan nilai Sig. (2 tailed) sebesar 0,000<0,05. Maka H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan bermakna antara rata-rata hasil pre- test dan post- test yang menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan DAGUSIBU yang dilakukan di Dusun Cipanagon, Desa Linggalaksana, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan Masyarakat.  Kata Kunci: DAGISIBU, Obat, Penyuluhan, Kesehatan  ABSTRACT Incorrect drug management (inappropriate, not by the dosage and indications as well as errors in storing and disposing of drugs) can endanger public health. This can happen because the level of public knowledge regarding the proper and correct use of drugs is relative. The DAGISUBU (Get, Use, Store, Discard) drug counseling activity is one of our efforts as the KKN team of Tunas Husada University to improve public health by increasing public knowledge and awareness regarding the proper and correct way to manage drugs through counseling activities carried out at the DKM Riyadul Jannah’s mosque, Cipanagon hamlet, Linggalaksana village, Cikatomas District, Tasikmalaya Regency. This activity was carried out by providing information through lecture methods and leaflets, followed by a question and answers session, and filling out questionnaires before and after the activity took place to evaluate the success of the activity. The data from filling out the questionnaires, pre-and post, were processed using SPSS software with a paired sample t-test. This activity was attended by 60 participants. The pre- test results showed an average value of 49.67 and the average value of the post- test results was 96.33 with the output of the paired sample test showing a Sig. (2 tailed) value of 0.000 <0.05. Then H0 is rejected and Ha is accepted so that it can be concluded that there is a significant difference between the average results of the pre- test and post- test which shows that the DAGUSIBU counseling activities carried out in Cipanagon Hamlet, Linggalaksana Village, Cikatomas District, Tasikmalaya Regency have an effect on increasing community knowledge. Keywords: DAGISIBU, Medicine, Counseling, Health
Program Pemberdayaan Ibu Balita dalam Menyiapkan Menu Makanan Cegah Stunting di Desa Jetis Kabupaten Sukoharjo Utami, Dyah rahmawatie ratna budi; Haryoto, Haryoto; Husain, Fida'; Utomo, Chandra Wahyu; Maryatun, Maryatun; Lusia, Eka; Azzahra, Hanifa Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22285

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi fos permasalahan yang dihadapi di negara berkembang. Penurunan prevalensi stunting tahun 2024 belum sesuai dengna target yang ditetapkan. Pemberian makanan dengan gizi seimbang menjadi intervensi spesifik dalam penanganan stunting dengan melibatkan masyarakat. Mengoptimalkan pengetahuan dan ketrampilan ibu dalam memberikan makanan gizi seimbang pada balita. Kegiatan ini dilakukan dengan edukasi makanan gizi seimbang dan lomba masak makanan gizi seimbang berbahan utama telur. Adapun tahapan yang dilakukan adalah persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Sebanyak 20 ibu balita dan 5 kader mengikuti edukasi. Adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan ibu dan kader sebanyak 61 %. Peningkatan pengetahuan peserta meliputi definisi dan manfaat gizi seimbang, ide kreativitas ibu dalam pengolahan makanan, serta keinginan untuk menerapkan pola makan sehat. Tercipta 4 menu berbahan utama telur dari 4 kelompok dengan memadukan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Adanya variasi bahan makanan yang dipilih peserta, pengolahan dan penyajiannya. Kegiatan pemberdayaan ibu melalui edukasi dan lomba memasak mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu tentang gizi seimbang sebagai upaya cegah stunting pada balita. Kata Kunci: Pemberdayaan, Ibu, Gizi Seimbang, Stunting  ABSTRACT Stunting remains a problem faced in developing countries. The reduction in stunting prevalence by 2024 has not met the established target. Providing balanced nutrition is a specific intervention in handling stunting by involving the community. To improve mothers' knowledge and skills in providing balanced nutrition to toddlers. Research Method: This activity was carried out through education on balanced nutrition and a cooking competition using eggs as the main ingredient. The stages carried out were preparation, implementation, and evaluation. A total of 20 mothers of toddlers and 5 cadres participated in the education. There was an average increase in the knowledge score of mothers and cadres by 61%. The increase in participants' knowledge included balanced nutrition, creativity in food processing, and awareness of implementing a healthy diet. 4 egg-based menus were created from 4 groups by combining carbohydrates, proteins, vitamins, and minerals. There was a variety of food ingredients chosen by participants, their processing, and presentation. Conclusion: Mother empowerment activities through education and cooking competitions were able to improve mothers' knowledge and skills regarding balanced nutrition as an effort to prevent stunting in toddlers. Keywords: Empowerement, Mother, Balanced Nutrition, Stunting
Optimalisasi Kapasitas Kader dalam Pemantauan MP-ASI dan Pmba sebagai Upaya Peningkatan Status Gizi Balita Anita, Anita; Ahyanti, Mei; Sutrio, Sutrio
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22677

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan balita dipengaruhi oleh praktik pemberian gizi yang tepat, terutama pada masa transisi dari ASI eksklusif ke MP-ASI dan praktik PMBA. Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam edukasi, pemantauan, dan pendampingan keluarga. Memperkuat peran kader melalui kegiatan pelatihan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Bandar Agung, Lampung Tengah pada 28 Agustus 2025 dengan sasaran 38 kader Posyandu. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, simulasi, dan praktik lapangan, dengan tahapan persiapan modul pelatihan, penyampaian materi MP-ASI dan PMBA, pendampingan praktik pemantauan dan konseling, serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, dan observasi keterampilan. Menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader dalam pemantauan gizi balita serta penerapan praktik MP-ASI dan PMBA. Meskipun dampak jangka pendek terhadap status gizi balita belum optimal, keberhasilan program ini menegaskan pentingnya monitoring berkelanjutan, evaluasi berkala, dan dukungan sistemik untuk mencapai tujuan jangka panjang perbaikan gizi anak secara berkesinambungan. Kata Kunci: Edukasi, Kader, MP-ASI, Pemantauan  ABSTRACT Toddler growth is strongly influenced by proper nutritional practices, particularly during the transition from exclusive breastfeeding to complementary feeding (MP-ASI) and infant and young child feeding (PMBA) practices. Posyandu cadres play a strategic role in providing education, monitoring growth, and supporting families. To strengthen the role of cadres through structured training activities. This community service activity was conducted at Posyandu within the working area of Bandar Agung Health Center, Central Lampung, on August 28, 2025, involving 38 Posyandu cadres. The implementation methods included interactive lectures, demonstrations, simulations, and field practice. The stages consisted of training module preparation, delivery of MP-ASI and PMBA materials, assistance in monitoring and counseling practice, and evaluation using pre-tests, post-tests, and skills observation. The program showed an increase in cadres’ knowledge, attitudes, and skills in monitoring toddler nutrition and implementing MP-ASI and PMBA practices. Although the short-term impact on toddler nutritional status was not optimal, the program’s success highlights the importance of continuous monitoring, periodic evaluation, and systemic support to sustainably achieve long-term improvements in child nutrition. Keywords: Education, Cadres, Complementary Feeding, Monitoring
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Civitas Akademika terhadap Penanganan Demam Wicaksono, Nauval Wahyu; Sumaedi, Tyarannisa Putri; Saiful Bahri, Nursyazana Najwa Binti; Ariz, Muhammad Hadyan; Hadisoewono, Amabel; Fauziah, Syifa; Dominic, Andreyan Symond; Jihan, Adila; Tanoto, Jeremy; Yunivita, Vycke
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22453

Abstract

ABSTRAK Demam merupakan gejala awal penting dari infeksi tropis di Indonesia. Indonesia sebagai negara tropis memiliki beban penyakit infeksi yang tinggi, terutama yang ditularkan melalui vektor maupun droplet, seperti demam tifoid, demam berdarah dengue (DBD), malaria, dan common cold (nasofaringitis). Keempat penyakit ini sering kali memiliki gejala awal yang serupa, yaitu demam, namun pemahaman masyarakat mengenai penanganannya masih terbatas.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melihat hubungan tingkat pengetahuan dengan sifat civitas akademika terhadap penanganan demam dan pemberian edukasi kepada civitas akademika. Intervensi edukatif yang tepat sasaran, terutama menyasar kelompok potensial seperti civitas akademika yang memiliki kapasitas sebagai agen perubahan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional kuantitatif untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan sikap penanganan demam pada 101 civitas akademika salah satu perguruan tinggi di Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square Pearson. Hasil: Hasil menunjukkan 39,6% responden memiliki pengetahuan tinggi dan 63,4% menunjukkan sikap baik. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap (p = 0,002), di mana separuh responden berpengetahuan tinggi bersikap baik, sementara 48,6% dari kelompok berpengetahuan rendah menunjukkan sikap kurang baik. Responden dengan pengetahuan tinggi lebih sering mengukur suhu secara berkala (40,6%), sedangkan kelompok berpengetahuan rendah cenderung memberi antipiretik berdasarkan perasaan subjektif (34,5%). Parasetamol menjadi antipiretik utama yang digunakan oleh responden (45,5%). Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi berbasis bukti untuk meningkatkan literasi kesehatan dan praktik penanganan demam, khususnya di kalangan akademisi sebagai agen perubahan komunitas. Kata Kunci: Demam, Pengetahuan, Sikap, Civitas akademika, Jawa Barat     ABSTRACT Fever is an important initial symptom of tropical infections in Indonesia. Indonesia as a tropical country has a high burden of infectious diseases, especially those transmitted through vectors and droplets, such as typhoid fever, dengue fever (DBD), malaria, and common cold (nasopharyngitis). These four diseases often have similar initial symptoms, namely fever, yet public understanding of its management remains limited.  The purpose of this activity is to examine the relationship between knowledge levels and academic characteristics regarding fever management and the provision of education to academics. Targeted educational interventions, particularly targeting potential groups such as academics who have the capacity to act as agents of change, are essential. This study employed a quantitative cross-sectional design to analyze the relationship between knowledge and fever management attitudes among 101 members of the academic community at a university in West Java. Data was collected via questionnaire and analyzed using Pearson's Chi-Square test. Results showed that 39.6% of respondents have high knowledge and 63.4% demonstrated good attitudes. A significant relationship was found between knowledge and attitude (p = 0.002), with half of the high-knowledge respondents exhibiting good attitudes, while 48.6% of the low-knowledge group showed less favorable attitudes. Respondents with high knowledge more frequently measured temperature periodically (40.6%), whereas the low-knowledge group tended to administer antipyretics based on subjective feelings (34.5%). Paracetamol was the primary antipyretic used (45.5%). These findings confirm the importance of evidence-based education to improve health literacy and fever management practices, particularly among academics as community change agents. Keywords: Fever, knowledge, Attitude, Academic community, West Java
Penyusunan Business Plan Produk Ketahanan Pangan Bumdes Jebus Putri, Aning Kesuma; Fitriyanti, Eka; Putra, Agung Rizki; Munir, Misbahul; Samsuddin, M Afdal
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22086

Abstract

ABSTRAK Pembangunan ekonomi desa melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan strategi penting dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. BUMDes Jebus, Kabupaten Bangka Barat, memiliki potensi besar di sektor ketahanan pangan, namun pengelolaannya masih menghadapi kendala berupa ketiadaan dokumen business plan yang terstruktur dan terbatasnya kapasitas manajerial pengurus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengurus BUMDes dalam menyusun business plan produk ketahanan pangan yang komprehensif dan aplikatif. Metode yang digunakan adalah kombinasi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan kepada 15 peserta yang terdiri dari pengurus BUMDes, perangkat desa, dan pelaku usaha lokal. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi awal, penyampaian materi, pelatihan teknis, penyusunan dokumen, hingga evaluasi melalui pra–post test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam merumuskan strategi pemasaran yang adaptif, menyusun proyeksi keuangan yang realistis, dan merancang langkah operasional yang terukur. Dokumen business plan yang dihasilkan menjadi panduan strategis bagi BUMDes untuk mengembangkan usaha ketahanan pangan secara berkelanjutan. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi terarah melalui pelatihan dan pendampingan dapat memperkuat peran BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa sekaligus mendukung pencapaian ketahanan pangan lokal. Kata Kunci: BUMDes, Business Plan, Ketahanan Pangan, Kemandirian Ekonomi, Desa Unggul.  ABSTRACT Village economic development through the strengthening of Village-Owned Enterprises (Badan Usaha Milik Desa or BUMDes) is a key strategy to promote community self-reliance and welfare. BUMDes Jebus, located in West Bangka Regency, has significant potential in the food security sector; however, its management still faces challenges, including the absence of a structured business plan and limited managerial capacity among its administrators. This community service program aimed to enhance the capacity of BUMDes administrators in developing a comprehensive and applicable business plan for food security products. The method applied was a combination of outreach, training, and mentoring for 15 participants, consisting of BUMDes administrators, village officials, and local food entrepreneurs. The stages included initial coordination, material delivery, technical training, document drafting, and evaluation through pre–post tests. The results show an improvement in participants’ knowledge and skills in formulating adaptive marketing strategies, preparing realistic financial projections, and designing measurable operational steps. The resulting business plan serves as a strategic guide for BUMDes to sustainably develop its food security business. This program demonstrates that targeted interventions through training and mentoring can strengthen the role of BUMDes as a driver of the village economy while supporting the achievement of local food security. Keywords: BUMDes, Business Plan, Food Security, Economic Independence, Purple Village

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue