cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pelatihan Perawatan Masa Nifas Menggunakan Herbal dan Pijat Oksitosin Pada Kelompok Bidan untuk Mencegah Depresi Post Partum di Puskesmas Mengwi I Kabupaten Badung, Bali Udayani, NI Putu Mirah Yunita; Maryani, Ni Made Septiari; Mesia, Laurdiana Ogilvie; Karang, Christina Bere
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22085

Abstract

ABSTRAK Depresi postpartum merupakan gejala afektif yang terjadi beberapa hari atau 6 minggu pasca melahirkan yang ditandai dengan suasana hati yang tertekan, kecemasan berlebihan, insomnia, kehilangan minat, dan perubahan berat badan. Sekitar satu dari lima wanita mengalami depresi pascapersalinan, dimana morbiditas ini umum bagi wanita yang tinggal di negara berpenghasilan menengah dan rendah. Angka kejadian depresi postpartum dapat ditekan dengan menggunakan terapi komplementer, diantaranya Herbal Steam Bath dan pijat oksitosin. Herbal Steam Bath merupakan mandi uap tradisiional dengan rempah alami untuk meningkatkan kenyamanan ibu, menurunkan depresi, meningkatkan fungsi jantung sehingga peredaran darah menjadi lancar dengan harapan akan membantu memulihkan fisik dan mental ibu. Pijat oksitosin merupakan pemijatan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) yang dapat melemaskan otot, melancarkan peredaran darah, dan mengurangi hormon stres. Pijatan endorfin membuat otot dan saraf ibu yang tadinya tegang menjadi lebih rileks dibandingkan sebelum dipijat. Melaksanakan pemberdayaan kelompok bidan di Puskesmas Mengwi I Badung dengan pelatihan Pemberian Herbal Steam Bath dan Pijat Oksitosin untuk meningkatkan kemampuan bidan dalam edukasi ibu nifas  yang mengalami depresi postpartum di wilayah Puskesmas Mengwi I. Metode yang digunakan dimulai dengan survey analisis situasi, koordinasi dengan pihak puskesmas sampai dengan evaluasi kegiatan puskesmas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan bidan terkait pemanfaatan herbal serta teknik pijat oksitosin. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan menyatakan kesediaan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam pelayanan kebidanan. Pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kapasitas bidan sehingga diharapkan mampu berkontribusi pada pencegahan depresi postpartum dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Mengwi I Kata Kunci: Depresi Postpartum, Herbal Steam Bath, Pijat Oksitosin  ABSTRACT Postpartum depression is an affective symptom that occurs several days or 6 weeks after giving birth, characterized by depressed mood, excessive anxiety, insomnia, loss of interest, and weight changes. Approximately one in five women experience postpartum depression, where this morbidity is common for women living in middle- and low-income countries. The incidence of postpartum depression can be reduced by using complementary therapies, including Herbal Steam Bath and oxytocin massage. Herbal Steam Bath is a traditional steam bath with natural herbs to increase maternal comfort, reduce depression, improve heart function so that blood circulation is smooth with the hope of helping the mother's physical and mental recovery. Oxytocin massage is a massage along the spine (vertebrae) that can relax muscles, improve blood circulation, and reduce stress hormones. Endorphin massage makes the mother's muscles and nerves that were previously tense become more relaxed than before the massage. To empower midwives at the Mengwi I Badung Community Health Center through training on Herbal Steam Bath and Oxytocin Massage to improve midwives' ability to educate postpartum mothers experiencing postpartum depression in the Mengwi I Community Health Center area. The method used began with a situation analysis survey, coordination with the community health center to evaluation of community health center activities. Results: The results of the activity showed an increase in midwives' understanding and skills related to the use of herbs and oxytocin massage techniques. In addition, participants showed high enthusiasm and expressed a willingness to apply the knowledge gained in midwifery services. This training was effective in increasing the capacity of midwives so that it is expected to contribute to the prevention of postpartum depression and improving the quality of postpartum maternal health services in the Mengwi I Community Health Center working area. Keywords: Postpartum Depression, Herbal Steam Bath, Oxytocin Massage
Edukasi Masyarakat dan Deteksi Dini Hipertensi: Intervensi Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Batang Beruh, Kabupaten Dairi, Indonesia Manik, Herlina Evi Yanti; Silaban, Jojor; Silalahi, Roberth Harnat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22415

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular utama yang menjadi penyebab kesakitan dan kematian di dunia. Rendahnya pengetahuan masyarakat serta minimnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan rutin menyebabkan keterlambatan diagnosis dan komplikasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program edukasi kesehatan dan deteksi dini dalam meningkatkan pengetahuan serta sikap masyarakat terhadap pencegahan hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen yang dilaksanakan di Puskesmas Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, tahun 2025. Sebanyak 30 responden dewasa dipilih dengan purposive sampling. Intervensi mencakup edukasi kesehatan (ceramah, diskusi, demonstrasi) dan pemeriksaan hipertensi (tekanan darah, kolesterol, dan gula darah sewaktu). Data dikumpulkan melalui kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif. Sebelum intervensi, 50% responden memiliki pengetahuan kurang, 33,3% cukup, dan 16,7% baik. Setelah edukasi, pengetahuan meningkat dengan kategori baik mencapai 50% dan pengetahuan kurang menurun menjadi 16,7%. Satu minggu setelah intervensi, pengetahuan baik meningkat lagi menjadi 66,7%. Perubahan sikap juga signifikan: sikap positif meningkat dari 23,3% sebelum edukasi menjadi 80% setelah intervensi dan bertahan pada evaluasi satu minggu kemudian. Edukasi kesehatan berbasis masyarakat yang dipadukan dengan deteksi dini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan hipertensi. Program edukasi yang berkelanjutan sangat penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat dan mendorong penerapan gaya hidup sehat. Kata Kunci: Hipertensi, Edukasi Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat, Deteksi Dini, Penyakit Tidak Menular.  ABSTRACT Hypertension remains one of the leading non-communicable diseases worldwide and a major contributor to morbidity and mortality. Limited public knowledge and low participation in routine screening contribute to delayed diagnosis and complications. This study aimed to evaluate the effectiveness of health education and early screening in improving knowledge and attitudes toward hypertension prevention in the community. A quasi-experimental study was conducted at Batang Beruh Health Center, Sidikalang District, Dairi Regency, North Sumatra, Indonesia, in 2025. Thirty adult participants were recruited using purposive sampling. Interventions included structured health education sessions (lectures, discussions, demonstrations) and hypertension screening (blood pressure, cholesterol, and blood glucose measurement). Data were collected through pre-test and post-test questionnaires and analyzed descriptively.  Before the intervention, 50% of respondents had poor knowledge, 33.3% moderate, and 16.7% good. After education, knowledge improved, with 50% categorized as good and 16.7% poor. One week later, 66.7% maintained good knowledge. Attitudinal changes were also observed, with positive attitudes increasing from 23.3% to 80% post-intervention. Community-based education and early screening significantly improved knowledge and attitudes toward hypertension prevention. Sustained and continuous health education programs are essential to strengthen community awareness and promote healthy lifestyles. Keywords: Hypertension, Health Education, Community Empowerment, Early Detection, Non-Communicable Diseases.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Pengendalian Vektor Nyamuk sebagai Upaya Pencegahan Penyakit DBD dan Malaria pada Masyarakat di Kelurahan Klamana Anggreini, Yogik Setia; Agustarika, Butet; Fabanyo, Rizqi Alvian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22157

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah tropis, termasuk di Kelurahan Klamana. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk dan dapat dicegah melalui upaya pengendalian vektor yang efektif. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara pencegahan dan pengendalian vektor nyamuk menjadi salah satu faktor risiko tingginya kejadian DBD dan malaria. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengendalian vektor nyamuk melalui kegiatan edukasi sebagai upaya preventif terhadap DBD dan malaria pada masyarakat di kelurahan Klamana. Edukasi kesehatan dilakukan melalui penyuluhan langsung kepada masyarakat dengan pendekatan partisipatif. Jumlah peserta sebanyak 40 orang warga Kelurahan Klamana. Kegiatan pengabdian berlangsung dengan baik dan menunjukkan hasil yang signifikan. Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah edukasi dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan efektivitas kegiatan edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengendalian vektor nyamuk. Edukasi yang diberikan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengendalian vektor nyamuk sebagai langkah pencegahan DBD dan malaria. Disarankan kegiatan serupa dilakukan secara rutin dengan dukungan lintas sektor, agar tercipta perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan di tingkat komunitas. Kata Kunci: Edukasi, Vektor Nyamuk, Demam Berdarah Dengue, Malaria  ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) and malaria are infectious diseases that remain major public health concerns in tropical regions, including Kelurahan Klamana. These diseases are transmitted through mosquito bites and can be prevented through effective vector control measures. A lack of public knowledge regarding mosquito vector prevention and control contributes significantly to the high incidence of DHF and malaria. To increase community knowledge regarding mosquito vector control through educational interventions as a preventive effort against DHF and malaria among residents of Kelurahan Klamana. Health education was delivered through direct community outreach using a participatory approach. A total of 40 residents from Kelurahan Klamana participated in the activity. The community engagement activity was successfully implemented and yielded significant outcomes. Statistical analysis showed a notable increase in public knowledge before and after the educational session, with a p-value = 0.000 (p < 0.05), indicating the effectiveness of the intervention in raising awareness about mosquito vector control. The educational intervention proved effective in enhancing community knowledge regarding mosquito vector control as a preventive measure against DHF and malaria. Similar activities are recommended to be conducted routinely with cross-sectoral support to foster sustainable clean and healthy living behaviors at the community level. Keywords: Education, Mosquito Vector, Dengue Hemorrhagic Fever, Malaria
Pendidikan Kesehatan Mengenai Stres Akademik Terhadap Siswa di SMAN Tanjungsari Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22577

Abstract

ABSTRAK Dalam konteks sekolah sebagai institusi pendidikan formal, ekspektasi akademik menjadi bagian penting dari dinamika pembelajaran. Siswa seringkali dihadapkan pada harapan tinggi dari lingkungan, baik itu dari guru, orang tua, maupunrekan sebaya. Harapan ini, meskipun dapat memacu motivasi, juga dapat menimbulkan tekanan jika tidak dikelola dengan baik, tekanan tersebut dapat memicu terjadinya stres. Apabila stres tersebut tidak ditangani secara tepat, dampaknya dapat merambat pada kondisi mental dan fisik siswa. Tujuan dari Pendidikan Kesehatan ini untuk mengetahui pengetahuan siswa tentang stres akademi dan cara menanggulanginya.  Dalam kegiatan ini menggunakan metode edukasi kepada siswa tentang stress akademik. Hasil dari pengabdian  ini dilihat dari pre dan post-test  ada peningkatan dari 70,5% menjadi 82,4  %.   Kegiatan pendidikan kesehatan dengan tema “Tips dan Trik Menghadapi Stres Akademik” yang dilaksanakan di SMAN Tanjungsari berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai stres akademik dan cara mengatasinya. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan signifikan pada nilai post-test dibandingkan pre-test, direkomendasikan agar program edukasi ini secara rutin diadakan di sekolah, agar siswa terus mendapatkan dukungan dalam mengelola stres akademik dan meningkatkan kesehatan mentalnya. Untuk peneliti selanjutnya disarankan meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi stres akademik. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Stress Akademik, Siswa                                                       ABSTRACTIn the context of school as a formal educational institution, academic expectations become an important part of the learning dynamic. Students are often faced with high expectations from their environment, whether from teachers, parents, or peers. This hope, while it can boost motivation, can also create pressure if not managed well, and that pressure can trigger stress. If this stress is not addressed properly, its effects can spread to the students' mental and physical condition. The purpose of this health education is to assess students' knowledge about academic stress and how to cope with it.  This activity used an educational method to teach students about academic stress. The results of this service, as seen from the pre- and post-tests, showed an increase from 70.5% to 82.4%. The health education activity with the theme "Tips and Tricks for Coping with Academic Stress" held at SMAN Tanjungsari successfully increased students' understanding of academic stress and how to overcome it. Based on the evaluation results, there was a significant increase in post-test scores compared to pre-test. It is recommended that this educational program be held regularly in schools so that students continue to receive support in managing academic stress and improving their mental health. For future researchers, it is recommended to investigate the factors that influence academicstress.Keywords: Health Education;, Academic Stress, Students
Pemberdayaan dan Pendampingan Kader Kesehatan terhadap Pelaporan Pemasaran Susu Formula yang Tidak Etis di Wilayah Kecamatan Limo, Depok Ismail, Rita; Pamungkas, Eny Dewi; Marcelina, Lina Ayu; Samaria, Dora; Armansyah, Armansyah; Rhakasywi, Damora; Rizkiati Ramadhani, Mahirah Salwa Aurelia Ananda; Rosidi, Erlia Nurbayti; Dewi, Talitha Cahya Kemala
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22339

Abstract

ABSTRAK Pemasaran susu formula yang tidak etis masih menjadi tantangan dalam mendukung ASI eksklusif dan pencegahan stunting. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Kecamatan Limo, Depok, mengenai pelaporan praktik pemasaran susu formula. Metode berupa penyuluhan, pemutaran video, Focus Group Discussion (FGD), role play, dan pembentukan Satgas Kader dengan peserta 20 kader. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan mengenai praktik pemasaran susu formula, dengan rata-rata nilai pre-test 72,5 menjadi 94,67 pada post-test. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengatahuan dan memperkuat peran kader sebagai pengawas dan edukator Masyarakat mengenai praktik pemasaran susu formula. Program ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan jangkauan lebih luas. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Etis, Kader Kesehatan, Susu Formula  ABSTRACT Unethical marketing of formula milk is still a challenge in supporting exclusive breastfeeding and preventing stunting. This activity aims to increase the knowledge of health cadres in Limo District, Depok, regarding reporting on formula milk marketing practices. Methods include counselling, video screenings, Focus Group Discussion (FGD), role plays, and the formation of a Cadre Task Force with 20 cadres participating. The results show a significant increase in knowledge regarding formula milk marketing practices, with an average pre-test score of 72.5 rising to 94.67 in the post-test. This activity can increase knowledge and strengthen the role of cadres as supervisors and community educators regarding formula milk marketing practices. This program can be carried out sustainably with a wider reach. Keywords: Exclusive Breastfeeding, Ethics, Formula Milk, Health Cadres 
Pelatihan Kader Kesehatan tentang Peningkatan Status Gizi Ibu Hamil dalam Upaya Pencegahan Kurang Energi Kronis pada Ibu Hamil di Desa Margomulyo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro Yuliani, Esti; Latip, Abdul; Ulfah, Mariya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.18505

Abstract

ABSTRAK Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan di Desa Margomulyo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam mencegah KEK melalui pelatihan. Metode pelatihan yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan simulasi terhadap 30 peserta kader kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan signifikan pada pengetahuan kader tentang status gizi dan pencegahan KEK. Berdasarkan hasil pelatihan KEK dengan melakukan nilai pre dan post testnilai terendah, nilai tertinggi pre-test 90 dan post test 100 dan rata-rata yang diperoleh peserta pelatihan pre-test 78 dan post test 85. Kemampuan KIE penyuluhan gizi stunting mencapai rata-rata 79% dengan kategori baik dan nilai rata-rata keterampilan  penyuluhan mencapai rata-rata 65,7% dengan kategori sangat baik. Semua peserta dinyatakan lulus dan penyuluhan dinyatakan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait resiko KEK terhadap ibu hamil di Desa Margomulyo Wilayah Puskesmas Balen. Kata Kunci: Pemberdayaan, Kader, Gizi seimbang, KEK  ABSTRACT Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remains a significant health issue in Margomulyo Village, Balen District, Bojonegoro Regency. This study aimed to enhance the capacity of health cadres in preventing CED through training. The training methodologies employed included lectures, discussions, and simulations, with 30 health cadre participants.The research findings demonstrated a significant improvement in the cadres' knowledge regarding nutritional status and CED prevention. 1 Based on the lowest and highest pre- and post-test scores, the highest pre-test score was 90, and the post-test score was 100. The average pre-test score for training participants was 78, while the post-test average increased to 85. The cadres' ability to provide stunting nutrition counseling was assessed, with an average of 79% falling within the "good" category. Furthermore, the average value of extension skills reached 65.7%, categorized as "very good." All participants successfully completed the training. The counseling initiatives effectively increased public awareness of the risks associated with CED for pregnant women within the Margomulyo Village, Balen Health Center Area. Keywords: Empowerment, Cadres, Balanced Nutrition, SEZ
Pendampingan Mitra Usaha Laundry dalam Strategi Pemasaran Digital Berbasis Media Sosial Putri, Gusliani Eka; Handayani, Sri; Susilo, Herman; Fitri, Milyatur; Putri, Kania
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22311

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran digital. Kegiatan dilakukan melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan kepada mitra usaha Laundry Keluarga di Padang, Sumatera Barat, yang terdiri dari pemilik dan pekerja sebanyak tiga orang. Kegiatan Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra  mencakup penggunaan platform seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp Business, serta optimalisasi Google Maps Business dalam promosi usaha. Rencana program pengabdian masyarakat ini dirancang dengan metode pendekatan partisipatif (participatory approach), di mana mitra dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi hasil. Model pendampingan yang diterapkan berorientasi pada pengembangan kapasitas (capacity building). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, yang ditunjukkan melalui peningkatan nilai rata-rata pretest sebesar 56 menjadi 82 pada posttest, serta penurunan standar deviasi dari 24,72 menjadi 9,66, menandakan peningkatan yang merata di antara peserta. Selain itu, terjadi pergeseran kategori pengetahuan dari 50% peserta pada kategori rendah menjadi 75% peserta pada kategori tinggi pascapelatihan. Penerapan WhatsApp Business dan Google Maps Business juga berhasil meningkatkan keterampilan digital mitra dan memperluas jangkauan pasar, yang berdampak pada peningkatan penjualan melalui media sosial dari 5% menjadi 20% dari total penjualan bulanan. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas digital usaha  mitra secara nyata dan aplikatif. Kata Kunci: Promosi Usaha, Usaha Laundry, Pemasaran Digital, Media Sosial
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Pencegahan Stunting dengan MP-ASI Pangan Fungsional Berbasis Pangan Lokal Permatasari, Oktavina; Tsiompah, Gregorius; Febryanto, Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22481

Abstract

ABSTRAK Stunting menjadi isu yang mendesak untuk diselesaikan karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan yang merupakan faktor penentu keberhasilan suatu negara. Data Dinas Kesehatan Kota Semarang Tahun 2023 terdapat prevalensi stunting 1,1% (872 balita). Permasalahan stunting pada balita dapat terjadi salah satu karenakurangnya asupan zat gizi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksankan di dua mitra yaitu kader Posyandu Delima dan balita di lingkungan Posyandu Delima Wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Permasalahan mitra yaitu dalam penyediaan MP-ASI kepada balita yang masih belum sesuai dengan standar kebutuhan gizi setiap kelompok usia balita dan tekstur yang belum sesuai. Membantu pencegahan stunting pada balita dengan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan inovasi pengolahan MP-ASI pangan fungsional berbasis pangan lokal Kota Semarang. kegiatan penyuluhan dan edukasi, pelatihan keterampilan praktik pembuatan MP-ASI pangan fungsional berbasis pangan lokal, serta pemberian MP-ASI yang sudah disesuaikan dengan AKG berdasarkan kelompok usia dan pemberian media berupa leaflet, buku pegangan bagi kader, dan poster. Terjadi peningkatan pengetahuan yang dibuktikan dengan meningkatnya nilai pretest dan posttest untuk ketiga kegiatan yaitu rerata nilai pretest yaitu 57,75 dan meningkat 41,39% menjadi rerata nilai 81,78 setelah kegiatan selesai dengan nilai signifikansi < dari 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pretest dengan posttest. Kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan seluruh Kader Posyandu dan dapat memberikan perubahan pola konsumsi MP-ASI yang diberikan kepada seluruh balita di Posyandu. Kata Kunci: Kader Posyandu, MP-ASI, Pangan Fungsional, Pemberdayaan, Stunting.  ABSTRACT Stunting is a pressing issue that needs to be resolved because it impacts the quality of human resources in the future, which is a determining factor in the success of a country. Data from the Semarang City Health Office in 2023 showed a stunting prevalence of 1.1% (872 toddlers). The problem of stunting in toddlers can occur due to a lack of nutritional intake. Community service activities were carried out by two partners Posyandu Delima cadres and toddlers in the Delima Posyandu in the Kedungmundu Health Center working area of Semarang City. The partner's problem was in the provision of complementary feeding to toddlers, which still did not meet the nutritional needs of each toddler age group and the texture was not appropriate. To help prevent stunting in toddlers by improving public health through innovative processing of functional complementary foods based on local foods in Semarang City. Counseling and education activities, practical skills training in making functional complementary foods based on local foods, as well as providing complementary foods that have been adjusted to the AKG based on age groups, and providing media in the form of leaflets, handbooks for cadres, and posters. There was an increase in knowledge as evidenced by the increase in pretest and posttest scores for the three activities, namely the average pretest score was 57.75 and increased by 41.39% to an average score of 81.78 after the activity was completed, with a significance value of <0.05, which means there was a significant difference between the pretest and posttest. Community service activities can improve the knowledge and skills of all Posyandu cadres and can provide changes in the consumption patterns of complementary feeding given to all toddlers at Posyandu. Keywords: Posyandu Cadres, MP-ASI, Functional Food, Empowerment, Stunting
Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan oleh Masyarakat menggunakan Pendekatan Social-cognitive Preparation Model Salasa, Sehabudin; Darmansyah, Dhika; Andriyani, Septian; Amalia, Linda; Putri, Suci Tuty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22099

Abstract

ABSTRAK  Pelayanan kegawatdaruratan pra-Rumah Sakit bertumpu pada kualitas penolong pertama sebagai orang yang merekognisi dan melakukan intervensi pada korban pertama kali. Masyarakat secara umum berpotensi menjadi penolong pertama dimanapun jika terjadi kasus kegawatdaruratan. olehkarena itu masyarakat secara umum perlu memiliki kemampuan yang baik dalam pertolongan kegawatdarurata. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam penanganan kegawatdaruratan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu menggunakan pendekatan Social cognitive preparation model, sedangkan pemberian materinya dilakukan dengan metode demonstrasi, diskusi, dan simulasi terhadap 30 peserta. Hasil menunjukan bahwa peserta memiliki keesadaran diri yang tinggi ditunjukan dengan nilai rata-rata nilai refleksi diri mencapai 78,07 kemudian pasca pelatihan menunjukan kualitas resusitasi jantung paru yang tinggi dinilai dengan indicator, Kedalaman CPR, Kecepatan CPR dan Full Chest Recoil, dengan rentang 82,75 %- 93.10% dari keseluruhan peserta. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pelatihan terhadap individu yang memiliki kesadaran akan kebutuhan kemampuan apa yang ingin dipelajari jauh memberikan dampak. Kata Kunci: Cardiopulmonal Resuscitation, Social Cognitive Model, Relawan, Kegawatdaruratan, Pelatihan Masyarakat.  ABSTRACT Pre-hospital emergency services rely on the quality of first responders, who recognize and intervene firsthand with victims. The general public has the potential to be first responders anywhere in the event of an emergency. Therefore, the general public needs to have strong emergency response skills. The goal of this activity was to improve the community's ability to handle emergencies. The method used in this activity was the Social Cognitive Preparation Model approach, while material was delivered through demonstrations, discussions, and simulations with 30 participants. Results showed that participants had high self-awareness, as evidenced by an average self-reflection score of 78.07. Post-training demonstrated high levels of cardiopulmonary resuscitation quality, as assessed by indicators such as CPR Depth, CPR Rate, and Full Chest Recoil, with a range of 82.75% to 93.10% of all participants. From these results, it can be concluded that providing training to individuals who are aware of the skills they need to learn has a significant impact. Keywords: Cardiopulmonary Resuscitation, Social Cognitive Model, Volunteers, Emergency, Community Training.
Penguatan Literasi Pubertas dan Kendali Dorongan Seksual pada Remaja SMP: Implementasi Pojok Informasi dan “Wajarkah” melalui Generasi Lancang Kuning Tampubolon, Masrina Munawarah; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Al aminuddin, Al aminuddin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22812

Abstract

ABSTRAK Remaja SMP berada pada fase kritis pubertas yang memerlukan literasi kesehatan reproduksi yang akurat dan sesuai usia. Program pelatihan peer educator Generasi Lancang Kuning di SMPN 27 Pekanbaru ini berfokus pada pubertas (menstruasi & mimpi basah) serta kendali dorongan seksual, dengan pendekatan Pojok Informasi dan kerangka refleksi “Wajarkah”. Tujuannya meningkatkan pengetahuan dan sikap peer educator agar mampu mengedukasi teman sebaya di sekolah. Desain kegiatan menggunakan one-group pre–post dengan 30 peserta (sebagian pengurus OSIS); data yang dapat dipasangkan untuk analisis deskriptif berjumlah 27 siswa. Instrumen pengetahuan berupa butir pilihan ganda/benar–salah; sikap menggunakan skala Likert lima poin. Evaluasi kepuasan pelatihan dikumpulkan melalui kuesioner singkat. Hasil menunjukkan kenaikan pengetahuan yang bermakna dari 7,48±0,75 menjadi 9,81±0,40 (∆=+2,33; +31,2%), dengan 100% peserta meningkat dan 77,8% mencapai skor maksimum. Sikap juga meningkat dari 42,19±4,04 menjadi 46,81±4,10 (∆=+4,63; +11,0%). Umpan balik peserta menilai materi jelas–bermanfaat, topik menstruasi & mimpi basah paling menarik, dan mayoritas menyatakan senang serta berkomitmen melakukan perubahan positif (mis. menjaga kesehatan diri, menolak konten pornografi). Temuan ini menegaskan bahwa Pojok Informasi–Wajarkah efektif sebagai strategi penguatan kapasitas peer educator di jenjang SMP. Program merekomendasikan penguatan pojok informasi terintegrasi (fisik–digital) yang menghubungkan siswa–sekolah–puskesmas, penambahan sesi micro-teaching untuk memastikan transfer ke teman sebaya, serta penyempurnaan instrumen evaluasi agar sensitif terhadap ceiling effect. Kata Kunci: Kendali Dorongan Seksual, Kesehatan Reproduksi, Pendidikan Sebaya, Pubertas, Remaja.  ABSTRACT Junior high school students are in a critical phase of puberty that requires accurate and age-appropriate reproductive health literacy. This article reports on the peer educator training program “Generasi Lancang Kuning” at SMPN 27 Pekanbaru, which focused on puberty (menstruation and wet dreams) and sexual impulse control, using the Pojok Informasi (Information Corner) approach and the reflective framework “Wajarkah.” The program aimed to enhance the knowledge and attitudes of peer educators so they could effectively educate their classmates. The activity employed a one-group pre–post design involving 30 participants (some of whom were student council members), with 27 matched data sets available for descriptive analysis. The knowledge instrument consisted of multiple-choice and true–false items, while attitudes were measured using a five-point Likert scale. Training satisfaction was assessed through a brief questionnaire. Results showed a significant increase in knowledge from 7.48±0.75 to 9.81±0.40 (∆=+2.33; +31.2%), with 100% of participants improving and 77.8% achieving the maximum score. Attitudes also improved from 42.19±4.04 to 46.81±4.10 (∆=+4.63; +11.0%). Participant feedback indicated that the materials were clear and beneficial, with menstruation and wet dreams being the most engaging topics. Most participants reported feeling happy and committed to making positive changes (e.g., maintaining personal hygiene, rejecting pornographic content). These findings affirm that the Pojok Informasi–Wajarkah approach is effective in strengthening peer educator capacity at the junior high school level. The program recommends enhancing integrated information corners (physical–digital) that connect students, schools, and health centers, adding micro-teaching sessions to ensure peer-to-peer knowledge transfer, and refining evaluation instruments to better detect ceiling effects. Keywords: Sexual Impulse Control, Reproductive Health, Peer Education, Puberty, Adolescents

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue