cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pemberdayaan Karang Taruna melalui Pemanfaatan Teknologi Destilasi dalam Pengembangan Inovasi Produk Berbasis Sereh di Aceh Tengah Mulfianda, Riyan; Rizki, Khaira; Hayati, Rahmah; Ramadani, Suci Nia; Marzuki, Abdul Aziz
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23481

Abstract

ABSTRAK Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat desa. Namun, peran tersebut sering belum optimal karena keterbatasan akses terhadap pengetahuan dan teknologi tepat guna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Karang Taruna di Kabupaten Aceh Tengah melalui penerapan teknologi destilasi dalam mengolah tanaman sereh wangi (Cymbopogon nardus) menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi beberapa tahapan, yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan. Kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan anggota Karang Taruna sebagai peserta aktif dalam setiap proses. Pelatihan difokuskan pada pembuatan dan pengoperasian alat destilasi sederhana, teknik produksi minyak atsiri, serta inovasi produk turunan seperti lilin aromaterapi dan Essential Oil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta dalam hal teknik destilasi dan pengolahan produk berbasis sereh. Penerapan teknologi tepat guna terbukti efektif, mudah dioperasikan, dan mampu menghasilkan minyak sereh dengan kualitas baik. Selain dampak ekonomi berupa munculnya peluang usaha baru, kegiatan ini juga memperkuat peran Karang Taruna sebagai agen pemberdayaan pemuda desa. Program ini berpotensi berkelanjutan melalui pembentukan kelompok usaha bersama dan pemasaran produk secara digital. Kata Kunci:  Pemberdayaan Masyarakat, Karang Taruna, Teknologi Distilasi, Serai Wangi, Inovasi Produk.  ABSTRACT Karang Taruna, as a youth social organization, has a strategic role in improving the social and economic welfare of rural communities. However, this potential has not been fully optimized due to limited access to knowledge and appropriate technology. To address this issue, a community service program was carried out to empower Karang Taruna members in Central Aceh through the application of distillation technology to process citronella (Cymbopogon nardus) into high–value economic products.The program was implemented through five stages: preparation, socialization, training, technology implementation, and mentoring. A participatory approach was adopted to involve Karang Taruna members actively in all phases of the activity. The training emphasized the fabrication and operation of simple distillation equipment, essential oil extraction techniques, and product innovation such as aromatherapy candles and essential oils derived from citronella. The program demonstrated a significant increase in participants’ knowledge and technical skills related to distillation and product processing. The application of appropriate distillation technology proved effective, easy to operate, and capable of producing high-quality citronella oil. Furthermore, participants successfully developed innovative derivative products that have strong market potential. The program also fostered entrepreneurial spirit and collaboration among youth members. This community service program successfully enhanced the technical competence and creativity of Karang Taruna members in utilizing local resources. The use of appropriate distillation technology not only improved economic opportunities but also strengthened Karang Taruna’s role as an agent of community empowerment. The initiative is expected to be sustainable through the establishment of local business groups and the digital marketing of citronella-based products. Keywords: Community Empowerment, Karang Taruna, Distillation Technology, Citronella, Product Innovation.
Pemanfaatan Media Sosial dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Deteksi Dini Dehidrasi pada Anak Diare Mira, Mira; Yuhansyah, Yuhansyah; Daud, Izma; Masniah, Masniah; Apsari, Rosvita Maulida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22037

Abstract

ABSTRAK Diare masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada anak balita di negara berkembang, terutama karena komplikasi dehidrasi yang tidak terdeteksi secara dini. Data Puskesmas Pekauman Banjarmasin menunjukkan bahwa pada Januari-Agustus 2024 terdapat 161 kasus diare pada balita. Selain itu, hasil survei menunjukkan adanya ketidakpuasan pasien terhadap layanan rawat jalan, khususnya dalam aspek edukasi kesehatan. Di era digital, media sosial menjadi sumber informasi kesehatan yang populer dan potensial digunakan sebagai sarana edukatif. Penelitian menunjukkan bahwa orang tua dengan literasi kesehatan yang baik cenderung memanfaatkan media sosial untuk memperoleh informasi kesehatan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam mendeteksi dini dehidrasi pada anak diare melalui pemanfaatan media sosial, sekaligus mengevaluasi kepuasan mitra dan responden terhadap program yang diberikan. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin menggunakan metode partisipatif yang mencakup empat tahapan utama: pelaksanaan program, keterlibatan mitra, evaluasi kegiatan, dan perencanaan keberlanjutan program. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan daring menggunakan WhatsApp dan Instagram yang dilengkapi dengan infografis dan video edukatif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan dan sikap responden. Sebelum intervensi, mayoritas ibu berada pada kategori pengetahuan dan sikap kurang. Setelah intervensi, 81,6% responden memiliki pengetahuan baik dan 94,7% menunjukkan sikap sangat baik terhadap deteksi dini dehidrasi. Seluruh responden juga menyatakan media sosial sangat membantu pemahaman materi. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa poster edukasi digital, infografis, dan video edukasi. Pemanfaatan media sosial terbukti efektif sebagai strategi promosi kesehatan yang aplikatif dan berkelanjutan dalam pemberdayaan ibu terhadap pencegahan komplikasi diare pada anak Kata Kunci: Media Sosial, Diare, Dehidrasi, Pengetahuan dan Sikap Ibu    ABSTRACT Diarrhea remains one of the leading causes of death among children under five in developing countries, primarily due to dehydration complications that often go undetected at an early stage. Data from Pekauman Public Health Center (Puskesmas Pekauman) in Banjarmasin recorded 161 cases of diarrhea among children under five from January to August 2024. Moreover, survey results indicated patient dissatisfaction with outpatient services, particularly in the aspect of health education. In the digital era, social media has emerged as a popular and potentially effective source of health information, and research shows that parents with good health literacy are more likely to use social media to seek child health information. This community service program aimed to improve mothers’ knowledge and attitudes in the early detection of dehydration in children with diarrhea by utilizing social media, while also evaluating partner and participant satisfaction with the program. The activity was carried out in the working area of Pekauman Public Health Center, Banjarmasin, using a participatory method that included four key stages: program implementation, partner involvement, activity evaluation, and sustainability planning. The intervention was conducted through online health education using WhatsApp and Instagram, supported by infographics and educational videos. Evaluation results showed a significant increase in respondents' knowledge and attitudes. Before the intervention, most mothers were categorized as having low knowledge and poor attitudes. After the intervention, 81.6% of respondents demonstrated good knowledge, and 94.7% showed a very positive attitude toward early detection of dehydration. All respondents also stated that social media greatly facilitated their understanding of the material. The program produced outcomes in the form of digital educational posters, infographics, and videos. The use of social media proved effective as a practical and sustainable health promotion strategy for empowering mothers in preventing diarrhea-related complications in children Keywords: Social Media, Diarrhea, Dehydration, Maternal Knowledge and Attitudes.
Penguatan Pengetahuan dan Keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada Komunitas Pelari di Tangerang Habibi, Alpan; Afrilia, Eka Mardiana; Bintoro, Septian Cahyo; Bahtiar, Farhan; Nurfadilah, Amelia Putri; Juhri, Farhan Ajani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23011

Abstract

ABSTRAK Henti jantung mendadak merupakan salah satu penyebab utama kematian yang dapat terjadi di berbagai tempat, termasuk saat melakukan aktivitas fisik seperti berlari. Tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) berperan penting dalam meningkatkan peluang hidup korban bila dilakukan dengan cepat dan benar. Namun demikian, sebagian besar masyarakat awam, termasuk komunitas pelari, masih memiliki pengetahuan dan keterampilan yang terbatas mengenai BHD. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan praktik BHD pada komunitas pelari di Tangerang. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, serta pelatihan praktik menggunakan manekin. Peserta kegiatan adalah 38 anggota komunitas Region Tangerang Community (RTC) Runners. Kegiatan dilaksanakan di Plaza dan Aula Universitas Muhammadiyah Tangerang pada tanggal 4 Oktober 2025, dengan tahapan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta adalah laki-laki (65,8%), berpendidikan perguruan tinggi (55,3%), bekerja sebagai karyawan swasta (81,6%), berpenghasilan ≥ UMK Rp 5.069.708 (60,5%), dan berusia remaja akhir 17–25 tahun (52,6%). Berdasarkan pengalaman berlari, sebagian besar tergolong cukup berpengalaman (1–3 tahun) sebesar 76,3%. Evaluasi pengetahuan BHD menunjukkan peningkatan dari rata-rata 54,7 sebelum pelatihan menjadi 91,1 sesudah pelatihan, dengan peningkatan sebesar 36,4 poin. Sementara itu, nilai rata-rata keterampilan peserta setelah pelatihan mencapai 18,5 yang termasuk kategori sangat baik (kompeten). Dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan BHD pada komunitas pelari. Ke depannya, diharapkan komunitas pelari di Tangerang dapat mempertahankan serta menyebarluaskan hasil kegiatan ini kepada anggota komunitas lainnya, baik di lingkungan internal maupun eksternal. Kata Kunci: BHD, Henti Jantung, Komunitas Pelari   ABSTRACT Sudden cardiac arrest is one of the leading causes of death that can occur in various settings, including during physical activities such as running. Basic Life Support (BLS) plays a crucial role in increasing the victim’s chance of survival when performed quickly and correctly. However, most laypeople, including running communities, still have limited knowledge and skills regarding BLS. This community service activity aimed to enhance the knowledge and practical skills of BLS among members of a running community in Tangerang. The methods used included lectures, interactive discussions, demonstrations, and hands-on training using a manikin. The participants consisted of 38 members of the Region Tangerang Community (RTC) Runners. The activity was conducted at the Plaza and Auditorium of Universitas Muhammadiyah Tangerang on October 4, 2025, and included three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results showed that most participants were male (65.8%), had higher education (55.3%), worked as private employees (81.6%), earned an income ≥ the regional minimum wage (Rp 5,069,708) (60.5%), and were in the late adolescence age group (17–25 years) (52.6%). Based on running experience, the majority were classified as moderately experienced (1–3 years) at 76.3%. The evaluation revealed an increase in average BLS knowledge scores from 54.7 before training to 91.1 after training, with an improvement of 36.4 points. Meanwhile, the average post-training skill score was 18.5, categorized as very good (competent). In conclusion the training effectively improved the BLS knowledge and skills of the running community members. It is expected that the Tangerang running community will maintain and further disseminate the outcomes of this activity to other members, both internally and externally. Keywords: BLS, Cardiac Arrest, Running Community
Transformasi Kelor Menjadi Emas Hijau: Pelatihan Inovatif Pembuatan Teh Herbal Unggulan untuk Kesehatan dan Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan Masyarakat Desa Kelambir V Kebon Arma, Nuriah; Yulita, Yulita; Harahap, Shandy Fialy; Oktafirnanda, Yuka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22756

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan potensi daun kelor di Desa Kelambir V Kebun. memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai pengolahan daun kelor menjadi produk teh herbal unggulan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan nilai gizi serta peluang ekonominya. Kegiatan berupa penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang. Kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat yang signifikan melalui pretest dan posttest, serta meningkatnya keterampilanpeserta dalam memproduksi dan memasarkan teh kelor. Program ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakatdalam memanfaatkan potensi lokal. Kegiatan serupa dapat diperluas ke desa-desa lain agar manfaat kelor lebih meluas. Kata Kunci: Kelor, Teh Herbal, Pemberdayaan, Ekonomi Desa  ABSTRACT This community service activity was motivated by the low utilization of moringa leaves in Desa Kelambir V Kebon. Theaim of the program was to provide education and training to the community regarding the processing of moringa leaves into premium herbal tea products, while also raising awareness of their nutritional value and economic potential. The method consisted of counseling, training, and mentoring with 20 participants. The results indicated a significant increase in community knowledge through pretest and posttest, as well as improved skills in producing andmarketing moringa tea. In conclusion, this program successfully enhanced community capacity in utilizing local resources. It is suggested that similar programs be expanded to other villages to maximize the benefits of moringa. Keywords: Moringa, Herbal Tea, Empowerment, Village Economy
Pemberdayaan Kader Kesehatan Remaja dan Digitalisasi Sistem Informasi Remaja Unggul (Disimaregu) dalam Upaya Mewujudkan Remaja Bebas Obesitas Anggraini, Nourmayansa Vidya; Kamilia Fithri, Nayla; Naralia, T. Widya; Nasywa Chairani, Aulia; Ardhana Neswari, Firzanah; Rizqi Syavira, Ainur; Ayu Ari Santi, Made; Avita Ayu Nasution, Yunita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22271

Abstract

ABSTRAK Obesitas pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup dan produktivitas generasi mendatang. Upaya pencegahan dan penanggulangan obesitas memerlukan pendekatan yang komprehensif, melibatkan edukasi, pendampingan, serta pemanfaatan teknologi digital. Artikel ini membahas program Pemberdayaan Kader Kesehatan Remaja yang dipadukan dengan Digitalisasi Sistem Informasi Remaja Unggul (DISIMAREGU) sebagai strategi inovatif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat di kalangan remaja. Metode yang digunakan meliputi pelatihan kader kesehatan remaja, pengembangan media edukasi digital, serta implementasi aplikasi DISIMAREGU sebagai sarana pencatatan, monitoring, dan edukasi gizi seimbang serta aktivitas fisik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader kesehatan remaja, peningkatan keterlibatan remaja dalam kegiatan pencegahan obesitas, serta tersedianya sistem informasi digital yang mempermudah pemantauan status gizi dan perilaku hidup sehat. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan dan inovasi digital yang berkelanjutan dalam mewujudkan remaja bebas obesitas dan mendukung terciptanya generasi sehat, produktif, dan berdaya saing. Kata Kunci: Remaja, Obesitas, Kader Kesehatan, Pemberdayaan, Digitalisasi Informasi. ABSTRACT Adolescent obesity is a significant health problem that has long-term impacts on the quality of life and productivity of future generations. Efforts to prevent and manage obesity require a comprehensive approach, involving education, guidance, and the utilization of digital technology. This article discusses the Adolescent Health Cadre Empowerment program integrated with the Digital Superior Adolescent Information System (DISIMAREGU) as an innovative strategy to enhance awareness and healthy lifestyle behaviors among adolescents. The methods employed include training adolescent health cadres, developing digital educational media, and implementing the DISIMAREGU application as a tool for recording, monitoring, and educating on balanced nutrition and physical activity. The results indicate increased knowledge among adolescent health cadres, greater adolescent participation in obesity prevention activities, and the availability of a digital information system that facilitates monitoring of nutritional status and healthy behaviors. This program is expected to serve as a sustainable model of empowerment and digital innovation in achieving obesity-free adolescents and supporting the development of a healthy, productive, and competitive generation. Keywords: Adolescents, Obesity, Health Cadres, Empowerment, Information Digitalization.
Optimalisasi Pengetahuan melalui Pelatihan Pemanfaatan Hot Herbal Compress Pada Nyeri Punggung Ibu Hamil Putri, Noviyati Rahardjo; Solikhah, Diannisa Afi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23089

Abstract

ABSTRAK Nyeri punggung merupakan keluhan fisik yang sering dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester ketiga, dan dapat berdampak negatif terhadap aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup secara keseluruhan. Penanganan nyeri ini dapat dilakukan dengan terapi non-farmakologis seperti hot herbal compress, yaitu kompres herbal hangat yang mengandung jahe, kunyit, serai, daun pandan, dan bahan lainnya dengan efek analgesik serta relaksasi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil dan kader kesehatan setempat tentang manfaat serta teknik penggunaan hot herbal compress dalam mengatasi nyeri punggung. Metode yang digunakan meliputi edukasi dan demonstrasi kepada 15 ibu hamil dan 5 kader kesehatan di Desa Trosemi. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta (p=0.002). Hasil ini membuktikan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan ibu hamil terhadap terapi alternatif yang aman dan mudah diterapkan. Edukasi lanjutan melalui modul, video tutorial, atau pendampingan tenaga kesehatan diperlukan agar metode ini dapat diterapkan secara optimal dalam perawatan kehamilan.  Kata Kunci: Nyeri Punggung, Kehamilan, Hot Herbal Compress ABSTRACT Back pain is a prevalent physical complaint among pregnant women, particularly in the third trimester, and it can negatively affect daily functioning and overall quality of life. Pain management can be addressed through non-pharmacological therapies, such as the hot herbal compress, a warm herbal compress containing ginger, turmeric, lemongrass, pandan leaves, and other ingredients with analgesic and relaxing effects. This community service program aims to enhance the understanding of pregnant women and local health cadres regarding the benefits and application techniques of hot herbal compress for managing back pain. The methods included education and demonstrations involving 15 pregnant women and 6 health cadres in Trosemi Village. Evaluation through pre-test and post-test assessments showed a significant improvement in participants’ understanding (p=0.002). These findings indicate that the training effectively increased pregnant women's awareness and skills in using a safe and easily applicable alternative therapy. Further education is necessary to ensure the optimal implementation of this method in prenatal care. Keywords: Back Pain, Pregnancy, Hot Herbal Compress
Pendekatan Edukatif Berbasis Komunitas sebagai Peningkatan Literasi Kesehatan Mental Fitriasari, Andikawati; Khamida, Khamida; Iskandar, Iskandar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22870

Abstract

ABSTRAK Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal, namun peningkatan kesehatan mental ini menghadapi kendala berupa kurangnya literasi dan stigma negatif terkait gangguan jiwa di masyarakat. Literasi kesehatan mental merupakan kemampuan seseorang untuk dapat mengakses, memahami, menilai dan menerapkan informasi kesehatan mental. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental serta menanamkan nilai positif mengenai kesehatan jiwa melalui pendekatan edukatif dan partisipatif pada komunitas di Desa Banyu Urip, Kota Surabaya. Kegiatan dilaksanakan selama pada bulan Juni 2025 dengan populasi lansia di posyandu keluarga (POSGA). Metode pelaksanaannya meliputi penyuluhan interaktif menggunakan media lembar balik dan leaflet, pemeriksaan kesehatan dasar (cek gula darah, lingkar kepala, lingkar lengan, berat badan, dan tinggi badan). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merupakan perempuan (88%) dengan rentang usia 60-69 tahun. Kegiatan ini berhasil memperkuat peran kader dan posyandu dalam memberikan pemeriksaan rutin, mengedukasi masyarakat, serta memperluas akses informasi kesehatan mental. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai kesehatan mental dan strategi pencegahan stres sehari-hari. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi kesehatan mental berbasis komunitas sebagai upaya promotif dan preventif, serta perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi stigma dan meningkatkan akses layanan kesehatan jiwa di tingkat masyarakat. Kata Kunci: Edukasi, Kesehatan Mental, Komunitas  ABSTRACT Mental health is a crucial aspect in achieving optimal health, yet it still faces challenges such as a lack of literacy and high levels of stigma within the community. This community service program aims to improve mental health literacy and instill integrity values through an educational and participatory approach in the elderly community in Banyu Urip Village, Surabaya. The program was implemented during June 2025 with a target population of 25 elderly people at the elderly integrated health post (Posyandu). The implementation method included interactive counseling using flipcharts and leaflets, basic health checks (blood sugar checks, head circumference, arm circumference, weight, and height), and the provision of a descriptively analyzed mental health early detection questionnaire. The results showed that the majority of participants were women (88%) aged 60-69 years. This activity successfully strengthened the role of cadres and Posyandu in providing routine checkups, educating the community, and expanding access to mental health information. The education provided through this KKN program increased participants' understanding of mental health and strategies for preventing daily stress. These findings emphasize the importance of community-based mental health education as a promotive and preventive effort, as well as the need for cross-sector collaboration to address stigma and increase access to mental health services at the community level. Keywords: Education, Mental Health, Community 
Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil dengan Rosella dan Madu melalui Pemberdayaan Kader Kesehatan di Desa Wanajaya Cibitung Bekasi Rohmah, Hajar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22618

Abstract

ABSTRAK Anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat berdampak pada ibu maupun janin. Upaya pencegahan diperlukan melalui pendekatan yang sederhana, alami, serta melibatkan peran masyarakat. Rosella dan madu diketahui memiliki kandungan gizi yang bermanfaat dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader kesehatan dalam mencegah anemia pada ibu hamil melalui pemanfaatan rosella dan madu, sekaligus memperkuat peran kader dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Program pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan kader kesehatan melalui penyuluhan, pelatihan praktis pembuatan olahan rosella dan madu, serta pendampingan dalam menyampaikan informasi kepada ibu hamil di Desa Wanajaya, Cibitung, Bekasi. Kader kesehatan menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan anemia, mampu mempraktikkan pembuatan minuman rosella madu, dan lebih percaya diri dalam melakukan edukasi kepada ibu hamil. Peserta juga memberikan respon positif terhadap kegiatan ini karena dinilai bermanfaat dan mudah diaplikasikan. Pemberdayaan kader kesehatan melalui edukasi dan praktik pengolahan rosella madu terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader dalam upaya pencegahan anemia pada ibu hamil. Program ini berpotensi untuk dikembangkan lebih luas sebagai intervensi berbasis masyarakat. Kata Kunci: Anemia, Ibu Hamil, Rosella, Madu, Kader Kesehatan  ABSTRACT Anemia during pregnancy remains a public health concern that may adversely affect both mother and fetus. Preventive efforts require simple and natural approaches while also involving community participation. Roselle and honey are known to contain nutrients that support the improvement of hemoglobin levels. This program aimed to enhance the knowledge and skills of community health cadres in preventing anemia among pregnant women through the utilization of roselle and honey, while also strengthening their role in providing health education to the community. The community service program was carried out by empowering health cadres through educational sessions, hands-on training in preparing roselle–honey beverages, and mentoring activities to support their ability to deliver information to pregnant women in Wanajaya Village, Cibitung, Bekasi. Health cadres demonstrated improved knowledge about anemia prevention, successfully practiced the preparation of roselle–honey drinks, and gained greater confidence in educating pregnant women. Participants responded positively, noting that the activities were useful and easy to implement. Empowering health cadres through education and practical training in roselle–honey preparation proved effective in enhancing their capacity to prevent anemia in pregnant women. This program has the potential to be expanded as a community-based intervention. Keywords: Anemia, Pregnant Women, Roselle, Honey, Health Cadres
Optimalisasi Peran Wanita dalam Meningkatkan Gizi dan Kesehatan Masyarakat melalui Pangan Lokal pada Kelompok Wanita Tani Dasril, Oktariyani; Marsyah, Finy; Syukriani, Lily; Rosadi, Firsta Ninda; Sary, Annisa Novita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23482

Abstract

ABSTRACT Local food is a strategic resource with great potential in supporting food security and improving community nutrition. However, its utilization remains limited due to the low knowledge and skills of the community in processing local food into nutritious and economically valuable products. This community service activity is carried out by lecturers and students of Syedza Saint University in the Air Tawar Timur sub-district, North Padang, in partnership with the Women's Farmers Group (KWT) Berseri. Purpose: The goal of the activity is to improve knowledge, skills, and economic independence of the community through nutrition education, training in processing local food, packaging, and marketing products. The implementation method includes socialization, counseling, hands-on training, and assistance in production and marketing. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments, as well as product quality evaluation. Result: The results showed a significant increase in participants' knowledge, from an average of 53% in the pre-test to 89% in the post-test. Participants also successfully produced innovative products based on local ingredients, such as moringa cookies, sweet potato muffins, healthy banana chips, and nutritious child snacks, which received positive feedback from consumers. This activity has a tangible impact, resulting in increased nutritional knowledge, changes in consumption behavior at the household level, and the opening of small business opportunities based on local food, managed by women farmers. Thus, this program has proven to be effective in supporting family nutrition improvement, women's economic empowerment, and the utilization of local food potential as an effort towards sustainable food security. Keywords: Women's Farmer Group, Nutrition, Local Food, Community Empowerment, Entrepreneurship.  ABSTRAK  Pangan lokal merupakan sumber daya strategis yang berpotensi besar dalam mendukung ketahanan pangan serta peningkatan gizi masyarakat. Namun, pemanfaatannya masih terbatas karena rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah pangan lokal menjadi produk yang bergizi dan bernilai ekonomis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Syedza Saint di Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara, dengan mitra Kelompok Wanita Tani (KWT) Berseri. Tujuan: Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui edukasi gizi, pelatihan pengolahan pangan lokal, pengemasan, dan pemasaran produk. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan berbasis praktik langsung, serta pendampingan dalam produksi dan pemasaran. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, serta penilaian kualitas produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta, yaitu dari rata-rata 53% pada pre-test menjadi 89% pada post-test. Peserta juga berhasil menghasilkan produk inovatif berbasis pangan lokal, seperti cookies kelor, muffin ubi, keripik pisang sehat, dan snack anak bergizi, yang mendapat respons positif dari konsumen. Kegiatan ini memberikan dampak nyata berupa peningkatan pengetahuan gizi, perubahan perilaku konsumsi di tingkat rumah tangga, serta terbukanya peluang usaha kecil berbasis pangan lokal yang dikelola oleh wanita tani. Dengan demikian, program ini terbukti efektif dalam mendukung peningkatan gizi keluarga, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan pemanfaatan potensi pangan lokal sebagai upaya menuju ketahanan pangan berkelanjutan. Kata Kunci: Kelompok Wanita Tani, Gizi, Pangan Lokal, Pemberdayaan Masyarakat, Kewirausahaan.
Optimalisasi Potensi Lokal melalui Pelatihan Pengolahan Ikan Lele menjadi Abon bagi KWT untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Perempuan Desa Bogangin, Kacamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas Qomar, Umi Laelatul; Rahmatullah, Wahyu; Pratama, Wilson Candra Teguh; Sujono, Tanti Azizah; Muhtadi, Muhtadi; Putro, Sartono; Rahmadhani, Wulan; Dewi, Adinda Putri Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23253

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan potensi lokal menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan. Desa Bogangin, Kecamatan Sumpiuh, memiliki potensi besar di sektor perikanan air tawar, khususnya budidaya ikan lele. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, terutama kelompok wanita tani (KWT), dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi masih menjadi kendala. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota KWT dalam mengolah ikan lele menjadi abon sebagai produk olahan yang memiliki daya jual tinggi dan daya simpan panjang. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan praktis pembuatan abon lele, pendampingan manajemen usaha, dan strategi pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 85%, serta munculnya inisiatif KWT untuk membentuk usaha bersama dalam skala rumah tangga. Kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan dan penguatan potensi lokal berbasis sumber daya desa. Kata Kunci: KWT, Abon Lele, Pemberdayaan Perempuan, Potensi Lokal, Ekonomi Desa.  ABSTRACT Utilizing local potential is one of the strategic efforts to enhance the economic independence of rural communities. Bogangin Village, located in Sumpiuh Subdistrict, has great potential in the freshwater fisheries sector, particularly in catfish farming. However, the limited knowledge and skills of the community—especially the Women Farmers Group (KWT)—in processing fishery products into high-value economic commodities remain a challenge. This community service activity aims to improve the ability of KWT members to process catfish into shredded fish (abon) as a value-added product with high market potential and long shelf life. The methods used include counseling, hands-on training in making shredded catfish, business management assistance, and digital marketing strategies.The results show an 85% increase in participants’ knowledge and skills, as well as the emergence of an initiative from the KWT to establish a joint household-scale business. This activity has made a tangible contribution to women’s economic empowerment and the strengthening of local potential based on village resources. Keywords: Women Farmers Group (KWT), Shredded Catfish, Women’s Empowerment, Local Potential, Village Economy.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue