cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Penyuluhan Kesehatan tentang Penerapan Relaksasi Autogenik untuk Mengurangi Kecemasan pada Keluarga Pasien di Ruang Bedah Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23021

Abstract

ABSTRAK Tindakan pembedahan merupakan salah satu intervensi medis yang umum dilakukan untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan. Namun, prosedur ini sering kali menimbulkan berbagai respons psikologis pada pasien dan keluarga, salah satunya adalah kecemasan. Kecemasan  adalah respons emosional yang ditandai dengan perasaan khawatir, tegang, dan takut, yang dapat mempengaruhi kondisi fisik dan mental. Salah satu intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mengatasi kecemasan adalah terapi relaksasi autogenik. Kegiatan penyuluhan  kesehatan ini dilaksanakan di Ruang Inap Rubi Bawah RSUD dr. Slamet Garut dengan melibatkan 13 keluarga pasien. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan pada keluarga pasien mengenai intervensi non farmakologis yang bisa dilakukan di rumah sakit.  Pada kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan dan demonstrasi kepada keluarga pasien tentang terapi relaksasi autogenk. Setelah dilakukan penyuluhan, keluarga memahami tentang terapi non farmakologis untuk mengurangi kecemasan selama menunggu pasien di rumah sakit, serta bisa melakukan secara mandiri. Dari hasil pre dan postest ada peningkatan dari 65% menjadi 75%. Disarankan untuk peneliti berkutnya melakukan penelitian yang sasarannya lebih banyak lagi dan menggunakan terapi non farmakologis yang lainnya. Kata Kunci: Kecemasan, Keluarga Pasien, Penyuluhan Kesehatan, Relaksasi Autogenik.  ABSTRACT Surgical procedures are one of the common medical interventions used to address various health conditions. However, this procedure often elicits various psychological responses in patients and families, one of which is anxiety. Anxiety is an emotional response characterized by feelings of worry, tension, and fear, which can affect physical and mental well-being. One effective non-pharmacological intervention for managing anxiety is autogenic relaxation therapy. This health education activity was conducted in the Lower Ruby Ward of Dr. Slamet Garut Regional General Hospital, involving 13 patient families. This activity aims to educate patients' families about non-pharmacological interventions that can be done in the hospital. This activity uses educational and demonstration methods for patient families regarding autogenic relaxation therapy.  This activity uses educational and demonstration methods for patient families regarding autogenic relaxation therapy and guided imagery.  From the results of the pre and post-tests, there was an increase from 65% to 75%. It is recommended for future researchers to conduct studies with a larger target group and utilize other non-pharmacological therapies. Keywords: Anxiety, Patient's Family, Health Education, Autogenic Relaxation
Pelatihan Pendampingan Code Blue Team Desa pada Kader Kesehatan dan Pembuatan Web Kesehatan Berbasis Digital Kesehatan di Desa Wangunjaya, Bungbulang- Garut Badrujamaludin, Asep; Hadiana, Asep Id; Jatnika, Galih; Ardiansyah, Diki; Alawiah, Siti Nurbayanti; Yulita, Rita Fitri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22796

Abstract

ABSTRAK  Kader kesehatan merupakan bagian penting dalam peningkatan derajat Kesehatan di desa, dan juga dalam rujukan diperlukan tim yang bisa dalam evakuasi dan keterampilan dalam merujuk pasien ke Puskesmas. Desa wangunjaya merupakan desa yang berada di garut Selatan dan  belum memiliki tim code blue Desa yang fokus ke rujukan pasien dan belum ada format rujukan digital. Para kader kesehatan belum memiliki pengetahuan atau keterampilan dalam Bantuan Hidup Dasar, Evakuasi dan sistem rujukan. pemberian pelatihan kepada kader Kesehatan dengan cara pengukuran tanda tanda vital (TTV), Bantuan hidup dasar (BHD), evakuasi Tandu dan juga sistem rujukan secara digital kesehatan dalam web desa. Setelah di lakukan pre test dan post test terkait aspek pengetahuan terkait TTV, BHD dan Evakuasi di dapat rata rata pre test 40 dan rata rata post test 80. Selain itu hasil pelatihan dan pendampingan langsung terkait Observasi pelatihan BHD meningkat tajam dari 30 ke 80, Evakuasi  tandu pasien menigkat dari 0 ke 80. Hasil dari pengabdian masyarakat terkait dengan pelatihan, workshop dan pendampingan Pengukuran TTV, BHD, evakuasi pasien tandu dan infut data Kesehatan rujukan digital efektif dalam peningkatan pengetahuan dan skill kader Kesehatan dan sistem rujukan digital di Desa Wangunjaya Bungbulang. Di harapakan peran serta dari Stakeholders di Desa terutama Bidan desa dan pengurus Desa untuk melanjutkan kegiatan team code blue kesehatan desa dalam pengkajian pasien, evakuasi dan rujukan dengan monitoring dan evaluasi pada kegiatan ini. Selain itu alat alat TTV dan alat evakuasi, dan juga web desa, rujukan kesehatan digital dimanfaatkan dan juga di tambahkan sehingga bermanfaat secara berkesinambungan. Kata Kunci: BHD, Code Blue, Evakuasi, Kader Kesehatan, Rujukan Digital, TTV  ABSTRACT Health cadres are an important part of improving the level of health in the village, and in referrals, a team is needed that can be in evacuation and skills in referring patients to the Puskesmas. Wangunjaya village is a village located in South Garut and does not yet have a village code blue team that focuses on patient referrals and there is no digital referral format. The health cadres do not yet have the knowledge or skills in Basic Life Support, Evacuation and the referral system. Providing training to health cadres by measuring vital signs (TTV), Basic Life Support (BLS), stretcher evacuation and also a digital health referral system in the village website. After the pre-test and post-test related to the aspects of knowledge related to TTV, BLS and Evacuation, the average pre-test was 40 and the average post-test was 80. In addition, the results of direct training and mentoring related to BLS training observations increased sharply from 30 to 80, patient stretcher evacuation increased from 0 to 80. the results of community service related to training, workshops and mentoring of TTV Measurement, BLS, patient stretcher evacuation and digital health referral data input are effective in increasing the knowledge and skills of health cadres and the digital referral system in Wangunjaya Village, Bungbulang. It is hoped that the participation of Stakeholders in the Village, especially the village midwife and village officials, will continue the activities of the village health code blue team in patient assessment, evacuation and referral with monitoring and evaluation of these activities. In addition, TTV tools and evacuation tools, as well as village websites, digital health referrals are utilized and also added so that they are useful on an ongoing basis. Keywords: BLS, Code Blue, Digital Referral, Evacuation, Health Cadres
Pemberdayaan Guru dalam Pencegahan dan Penanganan Perilaku Bullying Husni, Husni; Lestari, Widia; Mardiani, Mardiani; Pardosi, Sariman
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22354

Abstract

ABSTRAK Hasil survei didapatkan belum ada program pelatihan guru tentang pencegahan dan penanganan prilaku bullying di sekolah, tidak tersedianya SOP dalam mengatasi bullying, bimbingan konseling belum maksimal, kasus banyak tetapi tidak dilaporkan lengkap dan penanganannya belum pada pemecahan masalah Dinas pendidikan kota sudah mencanangkan “sekolah ramah anak” namun belum ada aksi nyata menjalankan program tersebut. Guru sebagai ujung tombak dalam memberikan pendidikan dan pengajaran dapat terlibat langsung mengatasi bullying. Tujuan kegiatan adalah memberdayaan guru dalam pencegahan dan penanganan perilaku bullying pada siswa sehingga tercipta sekolah ramah anak yang diikuti 30 guru dari 6 SDN dan SDIT. Metode kegiatan meliputi pelatihan dua hari dan pendampingan guru selama 8 minggu. Hasil kegiatan tersosialisasinya program kepada stakeholder dan sekolah, teridentifikasinya pengalaman bullying siswa SD, peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru, terlaksananya simulasi, terpasangnya media edukasi. Guru dapat mengaplikasikan edukasi tentang bullying kepada siswa di sekolah. Guru mampu berperan dalam pencegahan dan penanganan perilaku bullying pada siswa SD di kota Bengkulu. Kata Kunci: Bullying, Pencegahan dan Penanganan, Guru, Siswa.  ABSTRACT The survey results showed that there was no teacher training program regarding the prevention and handling of bullying behavior in schools, there were no procedures for dealing with bullying, counseling guidance was not optimal, and there were many cases but they were not reported completely. The handling of the problems had not yet been resolved. The city education department has launched "child-friendly schools" but there has been no real action to implement the program. Teachers as the spearhead in providing education and teaching can be directly involved in overcoming bullying. The activity aims to empower teachers in preventing and handling bullying behavior in students to create a "child-friendly school" attended by 30 teachers from 6 elementary schools and an Islamic school. The activity method includes two days of training and teacher assistance for 8 weeks. The program were socialized to stakeholders and schools, identified bullying experiences, increased knowledge and skills of teachers, implementation of simulations, and installation of media. Teachers can apply education about bullying to students at school. Teachers are able to play a role in preventing and addressing bullying behavior among elementary school students in the city of Bengkulu. Keywords: Bullying, Prevention and Handling, Teachers, Students
Sinergi Keluarga dan Pasien: Mewujudkan Hipertensi Terkontrol melalui Pendekatan Edukasi Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Ishan, Zulfa Khairunnisa; Pramuwidya, Asmaurika; Putri, Rifa Amalia; Azizah, Intan Ariqah; Arqaf, Muhammad Dikas; Anandiza, Alif Naufal Rafif; Pratama, Fidelis Aprilino
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23113

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur masih rendah, sehingga berisiko menimbulkan komplikasi serius. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kepatuhan, serta keterlibatan keluarga dalam pengendalian hipertensi. Metode kegiatan meliputi edukasi kesehatan interaktif kepada pasien dan pendamping pasien di rumah, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Kegiatan diikuti oleh 83 peserta yang terdiri dari pasien dan pendamping, dengan hasil adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 78,67 (pretest) menjadi 84,22 (posttest). Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi interaktif dan tanya jawab. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hipertensi serta menumbuhkan dukungan sosial dari keluarga, sehingga diharapkan mampu berkontribusi terhadap pengendalian hipertensi secara berkelanjutan. Kata Kunci: Hipertensi, Edukasi Kesehatan, Kepatuhan Minum Obat, Pengabdian Masyarakat, Kecamatan Selakau.  ABSTRACT Hypertension is one of the non-communicable diseases with a high prevalence in Indonesia, including in Selakau Subdistrict, Sambas Regency, West Kalimantan. Patient adherence to regularly taking antihypertensive medication remains low, thereby increasing the risk of serious complications. This Community Service Program (PKM) aims to improve understanding, adherence, and family involvement in hypertension management. The methods included interactive health education for patients and their companions at home, as well as evaluation through pretest and posttest. The program was attended by 83 participants consisting of patients and companions, with results showing an increase in the average knowledge score from 78.67 (pretest) to 84.22 (posttest). Participants also demonstrated high enthusiasm through interactive discussions and question-and-answer sessions. This program successfully enhanced community understanding of hypertension and fostered family social support, which is expected to contribute to sustainable hypertension control. Keywords: Hypertension, Health Education, Medication Adherence, Community Service, Selakau Subdistrict.
Implementasi Pengolahan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dan Kunyit (Curcuma Longa Linn) sebagai Minuman Herbal Masyarakat Desa Selong Belanak, Nusa Tenggara Barat Rosmawati, Elly; Fadhila, Salma; Arfah, Muh; Akbar, Nusul; Nusa, Mufdhalifah; Oktaviana, Ardyawati Wira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22912

Abstract

ABSTRAK Penyakit degeneratif menjadi masalah kesehatan global utama yang menuntut pendekatan preventif yang lebih efektif. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan adalah melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Tanaman obat keluarga seperti daun kelor (Moringa oleifera) dan kunyit (Curcuma longa Linn.) yang dikenal memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi untuk membantu mengatasi penyakit degeneratif. Mengimplementasikan pengolahan daun kelor (Moringa oleifera) dan kunyit (Curcuma longa Linn.) sebagai minuman herbal pada masyarakat Desa Selong Belanak, NTB, dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat terhadap risiko penyakit degeneratif dan memberdayakan potensi lokal. Sosialisasi dan pelatihan di Desa Selong Belanak, Nusa Tenggara Barat.  Kegiatan ini dilakukan dengan media edukasi berupa leaflet informatif mengenai potensi, manfaat, dan pengolahan daun kelor (Moringa oleifera) dan kunyit (Curcuma longa Linn) sebagai tanaman herbal. Pelatihan dilaksanakan melalui demonstrasi langsung proses pengolahan tanaman herbal, mulai dari persiapan bahan segar hingga produksi, pengemasan serbuk simplisia, serta penyeduhan minuman herbal. Data dikumpulkan melalui tanya jawab dan dokumentasi visual, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, klasifikasi informasi, interpretasi konteks, dan penarikan kesimpulan. Adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah tanaman herbal secara mandiri dalam meningkatkan kesadaran kesehatan sekaligus memberdayakan potensi local. Kata Kunci: Daun Kelor, Kunyit, Simplisia, Minuman Herbal, Megabiodiversitas  ABSTRACT Degenerative diseases have become a major global health issue that requires more effective preventive approaches. One preventive effort that can be implemented is the utilization of family medicinal plants (TOGA). Family medicinal plants such as moringa leaves (Moringa oleifera) and turmeric (Curcuma longa Linn.) are known to contain bioactive compounds with potential benefits in addressing degenerative diseases. To implement the processing of moringa leaves (Moringa oleifera) and turmeric (Curcuma longa Linn.) into herbal drinks for the community of Selong Belanak Village, West Nusa Tenggara, as an effort to improve public health against the risk of degenerative diseases and to empower local potential. The program was conducted through socialization and training in Selong Belanak Village, West Nusa Tenggara. Educational media in the form of informative leaflets were provided, covering the potential, benefits, and processing methods of moringa leaves (Moringa oleifera) and turmeric (Curcuma longa Linn.) as herbal plants. The training included direct demonstrations of herbal processing, from preparing fresh materials to producing and packaging simplicia powder, as well as brewing herbal drinks. Data were collected through discussions and visual documentation, and analyzed descriptively using data reduction, information classification, contextual interpretation, and conclusion drawing. The program resulted in an increase in community knowledge and skills in independently processing herbal plants, thereby enhancing health awareness while simultaneously empowering local potential. Keywords: Moringa Oleifera, Curcuma Longa, Simplicia, Herbal Drink, Megabiodiversity.
Penguatan Peran Kader melalui Peningkatan Kompetensi Manajemen Laktasi Berbasis Teknologi E-Modul di Desa Pagerngumbuk Kabupaten Sidoarjo Pramudianti, Domas Nurchandra; Maharrani, Titi; Nugrahini, Evi Yunita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22660

Abstract

ABSTRAK Kader Kesehatan memiliki peran strategis dalam mendampingi ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga melalui edukasi, pemantauan, serta pemberian dukungan terkait manajemen laktasi. Akan tetapi, kemampuan kader dalam memberikan informasi dan pendampingan yang tepat masih bervariasi, dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya, media pembelajaran, dan akses terhadap informasi yang akurat. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat “Penguatan Peran Kader melalui Peningkatan Kompetensi Manajemen Laktasi Berbasis Teknologi E-Modul di Desa Pagerngumbuk Kabupaten Sidoarjo” dilaksanakan di Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Di Desa Pagerngumbuk terdapat 30 kader. Permasalahan yang dihadapi para kader adalah belum berkembangnya pengetahuan kader kesehatan tentang manajemen laktasi berbasis teknologi e modul. Kegiatan ini untuk mengatasi permasalahan kader dalam memberikan edukasi tentang manajemen laktasi kepada para ibu menyusui dan ibu hamil melalui penggunaan media teknologi e modul. Tujuan dari PKM ini adalah meningkatkan kemampuan kader kesehatan dalam memberikan edukasi tentang manajemen laktasi berbasis teknologi e modul kepada ibu menyusui dan ibu hamil di wilayah desa Pagerngumbuk Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 2 kali pertemuan pada tanggal 6-7 Agustus 2025. Hasil evaluasi rerata pengetahuan peserta tentang manajemen laktasi berbasis teknologi e modul didapatkan hasil rerata pretest sebesar 60 dan postest 92 dan hasil rerata postest demonstrasi edukasi manajemen laktasi menggunakan teknologi e modul memiliki nilai Baik yaitu 87. Diharapkan kader kesehatan dapat membagikan informasi kepada ibu hamil dan ibu menyusui tentang manajemen laktasi menggunakan media e modul. Kata Kunci: Peran Kader, Manajemen Laktasi, Teknologi E-Modul  ABSTRACT Health cadres have a strategic role in assisting pregnant women, breastfeeding mothers, and families through education, monitoring, and providing support related to lactation management. However, the ability of cadres to provide appropriate assistance varies, influenced by limited resources, learning media, and access to accurate information. The Community Partnership Program activity "Strengthening the Role of Cadres through Improving Competence in Lactation Management Based on E-Module Technology in Pagerngumbuk Village, Sidoarjo Regency" was carried out in Pagerngumbuk Village, Wonoayu District, Sidoarjo Regency. In Pagerngumbuk Village, there are 30 cadres. The problem faced by the cadres is the lack of development of knowledge of health cadres about lactation management based on e-module technology. This activity aims to address the problem of cadres in providing education about lactation management to breastfeeding mothers and pregnant women through the use of e-module technology media. The purpose of this PKM is to improve the ability of health cadres in providing education about lactation management based on e-module technology to breastfeeding mothers and pregnant women in the Pagerngumbuk village area, Sidoarjo Regency. The activity was carried out during 2 training meetings on August 6-7, 2025. The results of the evaluation of the average knowledge of participants about lactation management based on e-module technology obtained an average pretest result of 60 and a posttest of 92 and the average posttest result of freezing lactation management education using e-module technology had a Good value of 87. Health cadres can share information with pregnant and breastfeeding mothers about lactation management using e-module media. Keywords: Cadre Role, Lactation Management, E-Module Technology
Edukasi Keluhan Muskuloskeletal pada Pegawai Labkesda Kota Tangerang Situngkir, Decy; Wahyuddin, Wahyuddin; Ayu, Ira Marti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23537

Abstract

ABSTRACT Laboratories, as healthcare facilities that conduct clinical, environmental, biomedical, and other types of testing, pose hazards and risks that can impact the health and safety of workers. Laboratory staff are often involved in activities such as pipetting and using computers, which can cause injuries due to repetitive movements. Working at a bench or in front of a microscope without considering body posture can cause back strain. Standing and sitting in static postures and performing repetitive movements have been shown to cause various musculoskeletal problems. This education aims to increase the understanding of employees at the Tangerang City Health Laboratory. This activity was carried out using an educational approach, with a duration of ± 50 minutes. The community service activity was held at the Tangerang City Regional Health Laboratory (Labkesda) on November 28, 2024, starting at 1:30 p.m. to 3:00 p.m. with a total of 12 laboratory technicians participating. The counseling used PowerPoint presentations on musculoskeletal complaints and stretching to prevent musculoskeletal complaints. Before and after the session, pre- and post-tests were conducted via Google Forms to measure the employees' understanding of musculoskeletal complaints.  The results showed an increase in the understanding of Labkesda City of Tangerang employees regarding musculoskeletal complaints, their causes, prevention, and risk mitigation through stretching.  The educational activity ran smoothly and successfully. The Labkesda employees were very enthusiastic about asking questions and suggested continuing the collaboration in ergonomic and occupational safety and health (OSH) education activities for laboratory staff at Labkesda Kota Tangerang. Keywords: Complaints, Musculoskeletal, Counseling, Powerpoint.  ABSTRAK Laboratorium sebagai tempat pelayanan kesehatan yang melakukan pemeriksaan klinik, lingkungan, biomedik dan sebagainya, terdapat bahaya dan risiko yang berdampak pada kesehatan dan keselamatan pekerja. Petugas laboratorium sering terlibat dalam tindakan seperti pemipetan dan penggunaan komputer yang dapat mengakibatkan cedera akibat gerakan berulang. Bekerja di bangku atau di depan mikroskop tanpa mempertimbangkan postur tubuh dapat menyebabkan ketegangan punggung. Berdiri dan duduk dalam postur statis dan melakukan gerakan berulang-ulang telah terbukti menyebabkan berbagai masalah muskuloskeletal. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pegawai di Labkesda Kota Tangerang. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan penyuluhan, dengan durasi ± 50 menit. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Tangerang, pada tanggal 28 November 2024, yang dimulai pada pukul 13.30 WIB sampai dengan jam 15.00 WIB dengan total peserta 12 laboran. Penyuluhan menggunakan media penyuluhan menggunakan power point mengenai keluhan musculoskeletal dan peregangan untuk mencegah keluhan musculoskeletal. Sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan tes awal dan tes akhir melalui google form untuk mengukur pemahaman pegawai mengenai keluhan muskuloskeletal.  Hasilnya, ada peningkatan pemahaman pegawai Lakesda Kota Tangerang mengenai keluhan musculoskeletal, penyebab, pencegahan dan penanggulangan risiko keluhan muskuloskeletal dengan peregangan. Kegiatan edukasi berjalan dengan baik dan lancar. Pegawai Labkesda sangat antusias untuk bertanya dan mereka menyarankan untuk melanjutkan kerja sama dalam kegiatan edukasi ergonomi dan K3 pada laboran di Labkesda Kota Tangerang. Kata Kunci: Keluhan, Muskuloskeletal, Penyuluhan, Powerpoint
Pola dan Gaya Hidup Sehat pada Remaja Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23316

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan serta penerapan gaya hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan cepat saji, kurang aktivitas fisik, pola tidur yang buruk, serta mekanisme koping stres yang negatif. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan promosi dan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan remaja dalam menerapkan pola dan gaya hidup sehat secara berkelanjutan. Kegiatan dilakukan di SMPN 1 Cileunyi dengan melibatkan 35 siswa ekstrakurikuler KIR dan 40 siswa kelas 8 dan 9. Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, diskusi, simulasi, sosialisasi melalui poster, serta pemberdayaan dengan melakukan pemeriksaan fisik sederhana (BB, TB, TTV, IMT). Pemberdayaan dilakukan dengan melibatkan anggota PMR sebagai kader kesehatan. Hasil pre-test menunjukkan 80% peserta memiliki pengetahuan kategori “baik” dan 20% “cukup”. Setelah edukasi, seluruh peserta (100%) mencapai kategori “baik”. Pemeriksaan fisik menunjukkan 40% siswa berada dalam kategori kurus, dan 40% memiliki tekanan darah pada batas bawah. Sosialisasi poster diterima dan direncanakan untuk digunakan sebagai media edukasi berkelanjutan di sekolah. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pola hidup sehat. Pendekatan edukatif dan partisipatif melalui sosialisasi, pemberdayaan, serta pemeriksaan fisik menjadi strategi yang mendukung perubahan perilaku remaja ke arah yang lebih sehat. Kata Kunci: Gaya Hidup Sehat, Pola, Remaja  ABSTRACT Adolescents are an age group that is vulnerable to various health problems and unhealthy lifestyles, such as fast food consumption, lack of physical activity, poor sleep patterns, and negative stress coping mechanisms. Based on the above problems, this health promotion and education activity aims to increase the knowledge, awareness, and skills of adolescents in implementing healthy patterns and lifestyles in a sustainable manner. The activity was carried out at SMPN 1 Cileunyi involving 35 KIR extracurricular students and 40 students in grades 8 and 9. The methods used included interactive lectures, discussions, simulations, socialization through posters, and empowerment by conducting simple physical examinations (BB, TB, TTV, BMI). Empowerment was carried out by involving PMR members as health cadres. The pre-test results showed that 80% of participants had knowledge in the “good” category and 20% had knowledge in the “sufficient” category. After education, all participants (100%) reached the “good” category. Physical examinations showed that 40% of students were in the thin category, and 40% had blood pressure at the lower limit. The socialization poster was accepted and is planned to be used as a continuous educational tool in schools. This activity has proven effective in increasing students' knowledge and awareness of healthy lifestyles. An educational and participatory approach through socialization, empowerment, and physical examinations is a strategy that supports behavioral changes in adolescents towards healthier lifestyles. Keywords: Healthy Lifestyle, Patterns, Adolescents
Sosialisasi dan Edukasi Pentingnya Jaminan Kesehatan Nasional Pekerja Sektor Informal di Kabupaten Bangkalan Daniyanti, Eka Suci; Nur, Luthfiana; Jannah, Rohilatul; Moeljono, Eddy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23038

Abstract

ABSTRAK Kepesertaan sektor informal dalam Jaminan Kesehatan Nasional, khususnya BPJS Kesehatan merupakan hal yang berdampak pada peningkatan ketersediaan dana sekaligus indikator keberhasilan UHC. Masyarakat sektor informal lebih beresiko dalam hal pembiayaan kesehatan karena ketidakpastian akses dan biaya kesehatan yang tinggi dan tidak memiliki jaminan kesehatan. Tujuan kegiatan sosialisasi dan edukasi pentingnya jaminan kesehatan nasional bagi pekerja sektor informal di Kabupaten Bangkalan adalah meningkatkan pengetahuan, memahami dan mau menjadi peserta jaminan kesehatan nasional. Metode yang digunakan diantaranya melakukan sosialisasi tentang manfaat jaminan kesehatan nasioal, besaran premi yang dibayarkan serta tata cara pendaftaran peserta. Edukasi dilakukan dengan memandu instal aplikaso mobile JKN dan fungsi fitur-fitur yang terdapat dalam aplikasi tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan jika masyarakat lebih memahami tentang jaminan kesehatan nasional secara detail dan menepis stigma negatif tentang pelayanan jaminan kesehatan nasional yang lebih sering beredar informasi negative dari pada informasi positif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bukti nyata jika dengan melakukan sosialisasi dan edukasi yang tepat tidak hanya memberikan informasi yang benar tetapi juga menyangkal stigma negative terhadap informasi yang kurang tepat.  Kata Kunci: Sosialisasi, JKN, Sektor Informal  ABSTRACT Participation in the informal sector in national health insurance, especially BPJS Health, is one of the things that has an impact on increasing the availability of funds, which is an indicator of the success of UHC. Informal sector communities are more risky in matters of financing health, because cloud access and high health do not guarantee health. The aim of the socialization and education activities on the importance of national health insurance for informal sector workers in Bangkalan Regency is to increase knowledge, understanding, and willingness to participate in national health insurance. The method used among them does socialization about the benefit, guaranteeing national health, a magnitude premium in language and procedures registration participants. Education on how to install the JKN mobile application and its features is contained in the application. Activity results show that if the public understands more about guaranteeing health nationally in detail, and dispels the negative stigma about guaranteeing health, more often, national circulating negative information rather than positive information. Activities devoted to the public. This is proof real. If we do proper socialization and education, we not only give correct information, but also reflect a negative stigma towards insufficient information. Keywords: Socialization, JKN, Informal Sector
Optimizing Children's Knowlegdge Through Comic Media in Preventing Violence Againts Children Mardiyah, Siti; Windyastuti, Erlina; Ardiani, Nurul Devi; Prastiwi, Firman; Owa, Maria Goreti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22820

Abstract

ABSTRACT Child abuse refers to any act or treatment that has the potential to harm children, resulting in disability or even death. Educational health promotion plays an important role in reducing the negative impacts of child abuse by increasing awareness of prevention. One of the educational media used was comics, due to their attractive and easy-to-understand format. To increase knowledge and prevent violence against children.   The community service activities were conducted in the Kadipiro RW 13 area and through a webinar involving participants from Timor Leste. The activity involved 20 mothers with children as participans. The results of the activity showed that the knowledge of participants was 85%. The conclusion of the implementation of this community service activity was that it increased the knowledge of mothers. This community service activity effectively increased the knowledge of mothers and served as one step in building an environment that supports the mental health of the Indonesian people.  Keywords: Education, Violence Against Children, Comics

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue