cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Penerapan KPSP dalam Skrining Tumbuh Kembang Balita Didesa Sita Banul, Maria Sriana; Halu, Silvia A.N; Dafiq, Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.21649

Abstract

ABSTRAK Pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin menjadi bagian penting dalam upaya deteksi dini gangguan perkembangan anak. Namun, pelaksanaan skrining tumbuh kembang menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) di Posyandu Desa Sita masih belum optimal karena keterbatasan pengetahuan kader. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan kader Posyandu melalui pelatihan teknis dan pendampingan penerapan KPSP. Metode yang digunakan meliputi ceramah, simulasi, diskusi, pre-test, dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan skrining tumbuh kembang balita setelah pelatihan. Pemberdayaan kader melalui pelatihan terbukti menjadi strategi efektif untuk mendukung deteksi dini masalah perkembangan anak di tingkat desa. Dengan pengetahuan yang lebih baik, kader diharapkan dapat berperan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar secara mandiri dan berkelanjutan. Kata Kunci: Kader Posyandu, KPSP, Tumbuh Kembang Balita, Pemberdayaan Kader, Deteksi Dini.  ABSTRACT Routine monitoring of child growth and development plays an essential role in the early detection of developmental disorders. However, the implementation of screening using the Developmental Pre-Screening Questionnaire (KPSP) at Posyandu in Sita Village remains suboptimal due to limited knowledge among cadres. This community engagement program aimed to empower Posyandu cadres through technical training and mentoring on KPSP application. The methods included lectures, simulations, discussions, pre-test, and post-test evaluations. The results showed an improvement in cadres’ knowledge and skills in conducting child development screening after the training. Empowering Posyandu cadres through structured training is proven to be an effective strategy to strengthen early detection of developmental problems at the village level. With enhanced knowledge and skills, cadres are expected to play a key role as the front line of primary health services independently and sustainably. Keywords: Posyandu Cadres, KPSP, Child Development, Cadre Empowerment, Early Detection.
Asuhan Mandiri Akupresur untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Balita Stunting di Kampung Lio, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok Jusuf, Ahmad Aulia; Mihardja, Hasan; Srilestari, Adiningsih; Simadibrata, Christina Lanny; Viventius, Yoshua; Chandra, Inria; Widyaprastuti, Hermin; Natalia, Zellah Fransisca; Fitriani, Elies
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23037

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang ditandai dengan rasio TB/U atau PB/U kurang dari -2 SD. Penyebab stunting multifaktorial. Selain faktor fasilitas kesehatan, kesehatan ibu dan bayi, juga faktor sosial ekonomi dan tingkat pendidikan. Selain penyebab di atas, faktor penyebab stunting lainnya yaitu tidak diberikannya ASI eksklusif pada bayi. Pengendalian stunting memerlukan kolaborasi berbagai pihak baik dari stakeholder pemerintah setempat, praktisi medis dan kesehatan, kader yang terjun secara langsung ke masyarakat, bahkan orang tua Balita terdampak stunting. Akupresur adalah teknik penekanan mekanik berdasarkan titik akupunktur. Teknik ini mempunyai keunggulan sederhana, murah, non invasif, mudah dilakukan, serta telah terbukti efektif pada banyak kondisi medis berdasarkan studi literatur beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Beberapa studi telah membuktikan efek akupresur dalam meningkatkan produksi ASI pada Ibu menyusui. Akupresur diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi masalah stunting di Kota Depok, khususnya lokus stunting di Kampung Lio, Kecamatan Pancoran Mas. Penyuluhan dan workshop akupresur mandiri bagi ibu menyusui Balita stunting diadakan secara hybrid online melalui zoom dan offline di Aula Kantor Kelurahan Depok, dengan jumlah peserta 35 orang offline dan online sebanyak 160 peserta. Dilakukan pretest dan postest untuk mengukur peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Kata Kunci: Akupresur, Balita, Produksi ASI, Stunting  ABSTRACT Stunting is a condition of growth failure characterized by a ratio of height/age or height/age of less than -2 SD. The causes of stunting are multifactorial. In addition to health facilities, maternal and infant health, there are also socioeconomic factors and education levels. Another factor causing stunting is the lack of exclusive breastfeeding for infants. Controlling stunting requires collaboration between various parties, including local government stakeholders, medical and health practitioners, community cadres, and even parents of toddlers affected by stunting. Acupressure is a mechanical pressure technique based on acupuncture points. This technique has the advantages simple, affordable, non-invasive, yet easy to perform, and has been proven effective in many medical conditions based on several previous studies. Several studies have proven the effect of acupressure in increasing breast milk production in breastfeeding mothers. Acupressure is expected to be a solution to overcome the problem of stunting in Depok City, especially the stunting locus in Kampung Lio, Pancoran Mas District. Counseling and a self-directed acupressure workshop for breastfeeding mothers of stunted toddlers were held as a hybrid online (via Zoom) and offline (via Zoom) session at the Depok Village Office Hall. There were 35 participants (via offline) and 160 participants (via online). A pre- and post-test were conducted to measure knowledge gains before and after the counseling session. Keywords: Acupressure, Toddlers, Breast Milk Production, Stunting
Program Pengolahan Jantung Pisang Kepok (Musa paradisiaca) untuk Penyediaan Karbohidrat Alternatif dengan Inovasi Tepung Berserat Tinggi di Perumahan Organda, Kelurahan Hedam Aryesam, Agnes; Sari, Helena P; Sampe, Novitha; Toam, Agnes A; Maseyra, Mutiara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.21804

Abstract

ABSTRAK Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tinggi, termasuk tanaman pisang yang menyebar luas. Salah satu bagian pisang yang jarang dimanfaatkan adalah jantung pisang, padahal mengandung serat, vitamin, dan mineral yang penting bagi kesehatan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat Kompleks Perumahan Organda, Kelurahan Hedam, Kota Jayapura dalam mengolah jantung pisang kepok menjadi tepung yang berserat tinggi sebagai sumber karbohidrat alternatif dan bahan tambahan dalam pembuatan kue sehat. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan kepada 45 peserta, terdiri dari ibu rumah tangga dan remaja. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap: penyampaian informasi gizi jantung pisang, praktik pengolahan menjadi tepung, serta pengolahan produk olahan seperti kue. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan teknis, serta kesadaran masyarakat akan pentingnya diversifikasi pangan lokal. Produk akhir berupa kue berserat tinggi dinilai layak konsumsi dan memiliki potensi ekonomis.Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil memberdayakan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi jantung pisang kepok menjadi produk pangan sehat, bergizi, dan bernilai jual, serta membuka peluang usaha rumahan berbasis bahan lokal. Kata Kunci: Jantung Pisang Kepok; Tepung Alternatif; Pangan Lokal; Ketahanan Pangan.  ABSTRACT Indonesia is rich in biodiversity, including various banana plant varieties that grow across its tropical regions. One often-overlooked part of the banana plant is the banana blossom, despite its high nutritional value containing fiber, vitamins, and essential minerals. This community service program aimed to enhance the skills of residents in the Organda Housing Complex, Hedam Subdistrict, Jayapura City, in processing banana blossom (Musa paradisiaca) into high-fiber flour as an alternative carbohydrate source and a healthier cake ingredient. The methods used included education, training, and mentoring of 45 participants, consisting of housewives and local youth. The program was conducted in three phases: delivering nutrition information, practical training in flour production, and food product development such as high-fiber cakes. The results showed increased knowledge, technical skills, and community awareness regarding the importance of local food diversification. The final product, a high-fiber cake, was found to be both healthy and economically valuable.In conclusion, this program successfully empowered the community to utilize banana blossom as a nutritious and marketable local food product, while also fostering small-scale home-based business opportunities. Keywords: Kepok Banana Heart, Flour Alternative, Local Food, Food Security
Pendampingan Industri Rumah Tangga (IRT) Kerupuk Udang melalui Peningkatan Pengetahuan Informasi Nilai Gizi (ING) Produk Wahyuni, Rizka Ayu; Hasyim, Liana Fitriani; Hidayat, Rahmat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23142

Abstract

ABSTRAK Informasi Nilai Gizi untuk Pangan Olahan yang diproduksi oleh UMKM, mewajibkan UMKM untuk mencantumkan informasi nilai gizi sesuai dengan ketentuan yang dibakukan. Permasalahan pada produksi kerupuk udang yang dihasilkan mitra IRT tidak mencantumkan dan mengetahui pentingnya informasi nilai gizi produk. Kurangnya pengetahuan mitra terhadap informasi nilai gizi produk. Untuk meningkatkan pengetahuan mitra terhadap informasi nilai gizi produk melalui kegiatan sosialisasi sebagai upaya preventif terhadap kerupuk udang di Desa Tanjung Dewa. Sosialisasi dilakukan melalui PPT dan Pre Test dan Post Test yang diberikan ketika sebelum dan sesudah kegiatan. Jumlah peserta sebanyak 6 orang. Kegiatan Pengabdian Masyarakat berlangsung dengan baik dan menunjukkan hasil yang bagus. Hasil kuesioner pre Test dan pos Test menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan 30%, adanya peningkatan pengetahuan mitra terkait Informasi Nilai Gizi Produk menunjukkan efektifitas kegiatan sosialisasi dalam meningkatakan pengetahuan mitra tentang pencantuman dan manfaat informasi nilai gizi produk.  Kata Kunci: Industri Rumah Tangga (IRT),Informasi Nilai Gizi Produk, Peningkatan Pengetahuan.  ABSTRACT Nutritional Information for Processed Foods produced by Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) requires MSMEs to include standardized nutritional information on their products. However, the production of shrimp crackers by partner household industries (IRT) does not include nor recognize the importance of nutritional labeling. This reflects a lack of awareness and understanding among partners regarding the nutritional value of their products. To enhance partners’ knowledge of product nutritional information through a socialization program as a preventive effort for shrimp cracker production in Tanjung Dewa Village. The socialization was conducted using PowerPoint presentations and a pre-test and post-test administered before and after the activity. The total number of participants was six. The community service activity was successfully implemented and yielded positive outcomes. The results of the pre-test and post-test questionnaires indicated a 30% increase in knowledge. The increase in partners’ understanding of product nutritional information demonstrates the effectiveness of the socialization activity in improving awareness about the inclusion and benefits of nutritional labeling on food products. Keywords: Home Industry, Product Nutritional Information, Knowledge Improvement.
Edukasi Penggunaan Obat melalui Penyuluhan Dagusibu Antibiotik Kepada Warga Dusun Randusari Surakarta Handayani, Nestri; Ikakusumawati, Novita Dhewi; Sholihah, Inayatush; Mizranita, Vinci
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.18269

Abstract

ABSTRAK Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai dapatkan, gunakan, simpan, dan buang  (DAGUSIBU) serta penggunaan antibiotik yang bijak menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan. Penggunaan antibiotik yang bijak merujuk pada penggunaan antibiotik secara rasional, dengan mempertimbangkan dampak munculnya dan penyebaran bakteri resisten. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga Dusun Randusari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta mengenai pentingnya pemahaman DAGUSIBU obat khususnya antibiotik dengan baik dan benar. Kegiatan penyuluhan diawali dengan pengenalan mengenai DAGUSIBU obat secara umum dan dilanjutkan secara khusus mengenai antibiotik. Media penyuluhan yang digunakan diantaranya berupa leaflet, Microsoft Powerpoint, dan buku saku. Sebelum penyampaian materi, dilakukan pre-test dan setelahnya, dilakukan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman warga. Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh 29 warga. Pengetahuan warga sebelum diberikan penyuluhan dan sesudahnya menunjukkan adanya peningkatan, dari nilai rata-rata yang hanya 59,3 menjadi 87,8. Dalam kegiatan penyuluhan, warga terlihat sangat antusias dengan aktif bertanya dan berdiskusi selama acara berlangsung.  Kata Kunci: Penyuluhan, DAGUSIBU, Antibiotik, Randusari  ABSTRACT The lack of public awareness regarding the proper handling of antibiotics, including their storage, disposal, and use (DAGUSIBU), represents a significant challenge that requires urgent attention. The term "wise use of antibiotics" refers to the rational use of antibiotics, which entails considering the impact of the emergence and spread of resistant bacteria. The objective of this counselling is to enhance the knowledge of residents of Randusari Hamlet, Mojosongo Village, Jebres District, Surakarta City, regarding the significance of comprehending DAGUSIBU drugs, particularly antibiotics, in an accurate and effective manner. This counselling initiative commenced with an introduction to DAGUSIBU drugs in general and proceeded to a specific focus on antibiotics. The counselling medium employed included leaflets, Microsoft PowerPoint, and pocket books. Before the delivery of the material, a pre-test was conducted, followed by a post-test to ascertain the level of comprehension among the residents. The counselling activity was attended by 29 residents. The knowledge of residents before and after the counselling demonstrated a notable improvement, with an average score of 59.3 increasing to 87.8. During the counselling activities, residents demonstrated a high level of engagement, with active questioning and discussion occurring throughout the event.  Keywords: Counseling, DAGUSIBU, Antibiotic, Randusari 
Pemberdayaan Kader Posyandu Melalui Praktik Pemberian Makanan Pendamping ASI ( Mp-Asi) sebagai Upaya Peningkatan Gerakan “Chating Mesra” di Desa Ujan Mas Baru Retnosari, Ekadewi; Setiawati, Setiawati; Anggraeni, Surti; Clarasari, Nia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23186

Abstract

ABSTRAK Masalah gizi pada balita menjadi konsentrasi intervensi utama di Indonesia. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP ASI) yang tepat menentukan status gizi balita. Kader menjadi target tepat sasaran untuk membantu keluarga dalam intervensi termasuk di Desa Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam praktik pemberian MP-ASI sebagai upaya pencegahan stunting dan penguatan Gerakan “Chating Mesra” di Desa Ujanmas Baru. Penyuluhan, diskusi interaktif, pre- dan post-test, dan pelatihan praktik pembuatan MP-ASI berbasis bahan lokal digunakan untuk melakukan pengabdian masyarakat. Sebanyak 15 kader posyandu terlibat dalam penelitian, dan hasil dievaluasi melalui perbandingan antara hasil pre- dan post-test. Selanjutnya, kader melakukan praktik mandiri mereka sendiri. Hasil posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan staf; mayoritas staf mampu menjawab 12–15 soal dengan benar, dan lima staf (33,3%) mencapai nilai sempurna. Selain itu, sembilan puluh persen anggota staf memiliki kemampuan untuk mempraktikkan pembuatan MP-ASI sesuai standar gizi, dan sembilan puluh persen memahami materi penyuluhan.Penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan telah terbukti membantu kader posyandu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam praktik MP-ASI. Dengan bantuan program ini, peran kader diperkuat untuk mendukung pencegahan stunting di tingkat komunitas melalui edukasi gizi. Kata Kunci: Kader Posyandu, MP-ASI, Stunting, Pengabdian Masyarakat  ABSTRACT Nutritional issues in toddlers are a major focus of intervention in Indonesia. Provision of appropriate complementary foods (MP-ASI) determines the nutritional status of toddlers. Cadres are the right target to assist families in this intervention, including in Ujan Mas Village, Muara Enim Regency. This activity aims to improve the knowledge and skills of Posyandu (Integrated Service Post) cadres in the practice of providing complementary foods (MP-ASI) as an effort to prevent stunting and strengthen the "Chating Mesra" (Friendly Chat) movement in Ujanmas Baru Village. Counseling, interactive discussions, pre- and post-tests, and practical training in making MP-ASI based on local ingredients were used to conduct community service. A total of 15 Posyandu cadres participated in the study, and outcomes were evaluated by comparing pre- and post-test results. Next, the cadres conducted their own independent practice. Post-test results showed a significant increase in staff knowledge; the majority of staff were able to answer 12–15 questions correctly, and five staff (33.3%) achieved a perfect score. Furthermore, 90 percent of staff members demonstrated the ability to practice preparing complementary feeding (MP-ASI) according to nutritional standards, and 90 percent understood the counseling materials. Counseling, training, and mentoring have been shown to help Posyandu (Integrated Service Post) cadres improve their knowledge and skills in MP-ASI practices. With the assistance of this program, the role of cadres is strengthened to support stunting prevention at the community level through nutrition education. Keywords: Posyandu Cadres, MP-ASI, Stunting, Community Service
Aktualisasi Rekam Medis Bersama Pelajar melalui Empathy Reinforcement Terhadap Teknologi Berbasis Kesehatan di SMK Kesehatan Pgri Denpasar Widana, Anak Agung Gde Oka; Purwanti, Ika Setya; Bintari, Ni wayan Desi; Prihatiningsih, Diah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22081

Abstract

ABSTRAK Masalah yang sering muncul pada kalangan pelajar di lingkungan pendidikan adalah rendahnya empati atau kepedulian (low empathy) dari para siswa ketika dihadapkan pada perkembangan teknologi kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan, mempraktekkan serta membiasakan pengoperasian teknologi berbasis kesehatanbagi siswa SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Kegiatan dilaksanakan dengan cara bimbingan serta penyuluhan, Pre Test, Post Test dan diskusi tanya jawab terkait materi yang telah disampaikan. Peserta kegiatan ini secara kuantitas berjumlah 21 orang dengan keseluruhan siswa perempuan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menunjukkan hasilbahwa; (1) Peserta pengabdian masyarakat di SMK Kesehatan PGRI Denpasar keseluruhan dihadiri oleh siswa perempuan dalam rentang usia 17 tahun, (2) Popularitas teknologi berbasis kesehatan pada siswa tergolong masih rendah, namun setelah diberikan sosialisasi secara intensif terdapat peningkatan yang signifikan pada pemahaman akan eksistensi, fungsi, kewajiban penggunaan dan keterampilan siswa. Aktualisasi rekam medis bersama pelajar melalui empathy reinforcement terhadap teknologi berbasis kesehatan di SMK Kesehatan PGRI Denpasar berjalan sesuai dengan rencana dan menunjukkan hasil yang baik dengan tingkat responsibility yang tinggi. Kata Kunci: Rekam Medis, Empathy Reinforcement, Teknologi Kesehatan  ABSTRACT A common problem among students in educational settings is low empathy or concern (low empathy) when faced with developments in health technology. This community service activity aims to introduce, practice, and familiarize students at PGRI Denpasar Health Vocational School with the operation of health-based technology. The activity was conducted through guidance and counseling, pre-tests, post-tests, and question-and-answer discussions related to the material presented. The number of participants in this activity was 21, all of whom were female students. The implementation of this community service activity showed the following results: (1) All participants in the community service activity at PGRI Denpasar Health Vocational School were female students aged 17 years, (2) The popularity of health-based technology among students was still low, but after intensive socialization, there was a significant increase in understanding of its existence, functions, usage obligations, and skills. The implementation of medical record updating with students through empathy reinforcement toward health-based technology at SMK Kesehatan PGRI Denpasar proceeded as planned and yielded good results with a high level of responsibility. Keywords: Medical Records, Empathy Reinforcement, Health Technology
Optimalisasi Manajemen Nyeri melalui Terapi Distraksi Emosional dan Visual bagi Anak dan Keluarga dengan Perawatan Paliatif Care Yusniawati, Yustina Ni Putu; Lewar, Emanuel Ileatan; Putra, I Gde Agus Shuarsedana; Maharyawan, I Wayan Agus; Devi, Ni Luh Putu Lusiana; Dewi, Ni Nyoman Ari Kundari; Parwati, Putu Atika; Tripayana, I Nyoman; Suyasa, Agus Baratha; Putri, I Gusti Ayu Nandita Arta; Sukmawati, Ni Wayan Eni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22093

Abstract

ABSTRAK Kanker pada anak adalah pertumbuhan sel abnormal yang dapat menyebar (metastasis) dan membutuhkan perawatan paliatif. Jenis kanker yang umum antara lain leukimia, tumor otak, neuroblastoma, dan osteosarcoma. Penyebab pasti belum diketahui, namun faktor genetik, paparan karsinogen, dan virus Epstein-Barr (EBV) berperan. Gejala meliputi demam menetap, nyeri berat, kelelahan, dan gangguan tumbuh kembang. Program PKM ini bertujuan mengajarkan manajemen nyeri dan pendampingan orang tua melalui terapi distraksi emosional dan visual. Pasien dan keluarga merasakan manfaat positif. Metode menggunakan action research: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan Yayasan Peduli Anak Kanker Bali dan dilaksanakan melalui mewarnai, diskusi, dan pohon harapan. Hasil pretest menunjukkan rata-rata nyeri skala 4, dan posttest menunjukkan penurunan ke skala 1–2.  Kesimpulannya, terapi distraksi efektif mengurangi nyeri secara nonfarmakologis dan perlu diterapkan secara berkelanjutan dalam perawatan paliatif anak. Kata Kunci: Anak, Keluarga, Manajemen Nyeri, Distraksi Emosional dan Visual.  ABSTRACT Childhood cancer is characterized by abnormal cell growth that can metastasize and requires palliative care. Common types include leukaemia, brain tumours, neuroblastoma, and osteosarcoma. Although the exact cause remains unknown, contributing factors include genetics, exposure to carcinogens, and the Epstein-Barr virus (EBV). Symptoms may include persistent fever, severe pain, fatigue, and developmental delays. This community service program aims to educate parents on pain management and provide support through emotional and visual distraction therapy. The method applied is action research, consisting of planning, implementation, observation, and evaluation phases. Activities were conducted in collaboration with the Bali Childhood Cancer Care Foundation and included colouring, discussion, and a hope tree session. Pretest results indicated an average pain score of 4, which decreased to 1–2 in the post-test. Patients and families reported positive outcomes. In conclusion, distraction therapy is effective in reducing pain non-pharmacologically and should be sustainably implemented in pediatric palliative care. Keywords: Children, Family, Pain Management, Emotional and Visual Distraction
Pemberdayaan Kader dan Keluarga dalam Mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) Pada Penderita Penyakit Tidak Menular Aini, Nur Ainiyah; Noventi, Iis; Hasina, Siti Nur; Kusumawati, Diah Retno
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22846

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung kini menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di wilayah perkotaan, sehingga peran kader kesehatan dan keluarga dalam mendukung pencegahan dan pengendalian PTM masih belum optimal, sehingga upaya promotif dan preventif belum berjalan maksimal. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Banyu Urip, Surabaya, melalui pemberdayaan kader dan keluarga dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 3 melalui Optimalisasi Edukasi Kesehatan Pada Penderita Penyakit Tidak Menular. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini menggunakan metode  yaitu participatory action research pada kader dan keluarga dan penderita, persuade participant, dan community development. Kegiatan ini diikuti 40 warga secara aktif  dan partisipatif. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan warga masyarakat tentang penyakit tidak menular, mengetahui kondisi kadar glukosa darah dan tekanan darahnya, kader dapat melakukan pengecekan tekanan darah dan kadar glukosa darah, kolesterol, asam urat secara mandiri, kader juga dapat mengedukasi kepada warga dengan media yang telah tersedia didampingi oleh tenaga kesehatan. Oleh karena itu diharapkan pemberdayaan kader kesehatan dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan intensif yang meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi dini serta pengelolaan PTM, serta penguatan peran keluarga sebagai pendamping utama dalam perawatan mandiri penderita. Peningkatan kesadaran dan motivasi masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan juga penting agar partisipasi aktif dalam skrining kesehatan dan perubahan perilaku hidup sehat dapat tercapai secara optimal. Kata Kunci: Pemberdayaan Kader, Keluarga,  SDG3, Penyakit Tidak Menular  ABSTRACT Non-Communicable Diseases (NCDs) such as diabetes mellitus, hypertension, and heart disease are now major public health challenges in urban areas, so the role of health cadres and families in supporting the prevention and control of NCDs is still not optimal, and promotive and preventive efforts have not been optimal. The purpose of this community service activity is to improve the health and welfare of the community in the Banyu Urip area, Surabaya, through empowering cadres and families in supporting the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 3 through Optimising Health Education for Patients with Non-Communicable Diseases. This Community Service activity employs participatory action research methods with cadres, families, and sufferers, as well as persuasion techniques, to foster community development. This activity was attended by 40 residents actively and participatory. The results of this community service activity are increased knowledge among residents about non-communicable diseases, including their blood glucose and blood pressure levels. As a result, cadres can independently check these levels. Additionally, cadres can educate residents using available media, accompanied by health workers. Therefore, it is hoped that the empowerment of health cadres will be carried out sustainably through intensive training that improves their knowledge and skills in early detection and management of NCDs, as well as strengthening the role of families as primary companions in self-care for patients. Increasing public awareness and motivation through ongoing education is also crucial to optimally achieve active participation in health screening and healthy lifestyle changes. Keywords: Empowerment of Cadres, Families, SDG3, Non-Communicable Diseases
Pengelolaan Sampah Organik Kulit Jeruk Manis menjadi Sabun Mandi Cair: Solusi Ramah Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Ibu Rumah Tangga Yulia, Inelvi; Annita, Annita; Haq, Ruqaya Annisa Nurul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22646

Abstract

ABSTRAK Kulit jeruk manis merupakan salah satu limbah yang belum dimanfaatkan dan dianggap tidak bernilai. Padahal kulit jeruk manis mengandung senyawa bioaktif dan aroma yang baik berpotensi untuk dijadikan bahan dasar pembuatan sabun. Pemanfaatan limbah ini tidak hanya berpotensi mendukung upaya pengolahan sampah ramah lingkungan, tetapi juga berpeluang mensejahterakan ekonomi masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan pembuatan sabun mandi cair dengan penambahan ekstrak kulit jeruk manis menjadi produk ramah lingkungan serta mendorong pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga di kelurahan Limau Manis, Kota Padang. Metode yang digunakan. Metode yang digunakan berupa pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan pembuatan sabun cair dari kulit jeruk manis, serta pemantauan perkembagan masyarakat setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan ibu rumah tangga mengalami peningkatan pengertahuan tentang pengolahan limbah kulit jeruk manis serta keterampilan dalam memproduksi sabun mandi cair. Produk yang dihasilkan memiliki aroma khas jeruk, busa yang cukup stabil, dan diterima baik oleh peserta. Selain itu, mitra termotivasi untuk mengembangkan usaha kecil berbasis produk sabun alami, sehingga membuka peluang ekonomi tambahan. Pengolahan limbah kulit jeruk manis menjadi sabun cair terbukti memberikan manfaat ganda, yaitu sebagai solusi ramah lingkungan dalam mengurangi sampah organik dan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga melalui keterampilan wirausaha baru. Kata Kunci: Limbah organik, Kulit Jeruk Manis, Sabun Mandi Cair, Ibu Rumah Tangga. ABSTRACT Sweet orange peel is a waste product that is underutilized and considered worthless. However, sweet orange peel contains bioactive compounds and a pleasant aroma, making it a potential raw material for soap production. Utilizing this waste not only supports environmentally friendly waste management efforts but also offers the potential to improve the community's economic well-being. The purpose of this community service activity is to provide training in making liquid soap by adding sweet orange peel extract to create an environmentally friendly product and to encourage the economic empowerment of housewives in Limau Manis sub-district, Padang City. The method used is a participatory approach through outreach, technical training, mentoring in making liquid soap from sweet orange peel, and monitoring community development after the training. The results of the activity show that housewives experienced an increase in knowledge about processing sweet orange peel waste and skills in producing liquid soap. The resulting product has a distinctive citrus aroma, a fairly stable foam, and is well received by participants. In addition, partners are motivated to develop small businesses based on natural soap products, thereby opening up additional economic opportunities. Processing sweet orange peel waste into liquid soap has been proven to provide dual benefits, namely as an environmentally friendly solution in reducing organic waste and as a means of economic empowerment for housewives through new entrepreneurial skills. Keywords: Organic Waste, Sweet Orange Peel, Liquid Bath Soap, Housewives

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue