cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pemberdayaan Kader dan Lansia dalam Pengelolaan Serta Pemanfaatan Toga sebagai Upaya Dalam Mengatasi Hipertensi di Desa Sungai Batang Kabupaten Banjar Isnani, Nazhipah; Triyasmono, Liling; Rizki, Muhammad Ikhwan; Rahmatullah, Satrio Wibowo; Sandi, Dita Ayulia Dwi; Izma, Hayatun; Redanti, Hema Novita; Humaidy, Mizan; Amali, Dzikra Aulia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22551

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dengan edukasi dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader serta lansia dalam pencegahan hipertensi di Desa Sungai Batang. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah interakif, diskusi, pemerian edukasi dan pelatihan pengolahan TOGA. Evaluasi pengetahuan peserta dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 87,14% pada pre-test menjadi 100% pada post-test, dengan nilai p=0,0001 yang menunjukkan perbedaan siginifikan. Selain itu, peserta juga memperoleh keterampilan dalam meracik ramuan herbal antihipertensi dari TOGA. Edukasi hipertensi dan pelatihan TOGA efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader serta lansia dalam mendukung upaya promotif dan preventif pada penyakit hipertensi di Desa Sungai Batang. Kata Kunci: Hipertensi, Edukasi Kesehatan, Tanaman Obat Keluarga, Pemberdayaan Masyarakat.  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease with a high prevalence and a significant risk factor for cardiovascular disease. One preventative measure is community empowerment through education and the use of Family Medicinal Plants (TOGA). This activity aims to improve the knowledge and skills of community health workers and the elderly in preventing hypertension in Sungai Batang Village. The activity used interactive lectures, discussions, educational presentations, and TOGA processing training. Participants' knowledge was evaluated using pre- and post-tests, then analysed descriptively using quantitative data. This activity showed an increase in average participant knowledge from 87.14% in the pre-test to 100% in the post-test, with a p-value of 0.0001 indicating a significant difference. Furthermore, participants also gained skills in preparing antihypertensive herbal concoctions from TOGA. Hypertension education and TOGA training effectively improved the knowledge and skills of community health workers and the elderly in supporting promotive and preventive efforts for hypertension in Sungai Batang Village. Keywords: Hypertension, Health Education, Family Medicinal Plants, Community Empowerment
Peningkatan Kesadaran Ibu Hamil terhadap Risiko Diabetes Gestasional melalui Skrining & Edukasi Kehamilan Sehat di Desa Likupang Satu Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara Wahyuni, Wahyuni; Lumy, Freike Sofie Nonce; Solang, Sesca Diana; Losu, Fredrika Nancy; Tuju, Sjenny Olga; Montolalu, Agnes; Kuhu, Fonnie; Adam, Yulien; Wohos, Claudya; Syahriel, Zenny; Rondonuwu, Senny
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23114

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus gestasional (DMG) merupakan gangguan metabolik yang muncul selama kehamilan dan berisiko menimbulkan komplikasi maternal dan neonatal. Prevalensi global DMG mencapai 14–16,7% dan terus meningkat. Kesadaran ibu hamil terhadap faktor risiko DMG masih rendah, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif melalui skrining dan edukasi kehamilan sehat. Melakukan skrining kadar glukosa darah dan indeks massa tubuh (IMT) untuk mendeteksi risiko DMG, serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil tentang pencegahan DMG. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Juni 2025 di Desa Likupang Satu, Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara. Metode meliputi pengukuran BB, TB, pemeriksaan glukosa darah, serta edukasi kehamilan sehat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan ibu. Sebanyak 27% ibu memiliki riwayat diabetes, 53% berisiko GDM berdasarkan LILA, dan 87% berisiko obesitas berdasarkan IMT. Hasil skrining menunjukkan 13% ibu berisiko GDM. Pengetahuan ibu meningkat signifikan, dengan kategori baik naik dari 7% menjadi 53% dan rata-rata nilai dari 58 menjadi 70. Skrining dan edukasi DMG efektif meningkatkan pengetahuan serta kesadaran ibu hamil terhadap pencegahan DMG. Kegiatan ini berkontribusi dalam deteksi dini dan pengendalian faktor risiko selama kehamilan. Kata Kunci: Diabetes Melitus Gestasional, Skrining, IMT, Edukasi, Kehamilan Sehat.  ABSTRACT Gestational diabetes mellitus (GDM) is a metabolic disorder that develops during pregnancy and increases the risk of maternal and neonatal complications. The global prevalence of GDM ranges from 14% to 16.7% and continues to rise. Awareness among pregnant women regarding GDM risk factors remains low, highlighting the need for promotive and preventive efforts through screening and health education. To conduct blood glucose and body mass index (BMI) screening to detect early GDM risk and to increase pregnant women’s knowledge and awareness of GDM prevention. The activity was conducted on June 23, 2025, in Likupang Satu Village, Likupang Timur District, North Minahasa Regency. Methods included body weight and height measurement, blood glucose testing, and health education on healthy pregnancy. Evaluation was performed using pre-test and post-test questionnaires. A total of 27% of participants had a history of diabetes, 53% were at risk of GDM based on MUAC, and 87% were at risk of obesity based on BMI. Screening revealed 13% at risk of GDM. Knowledge improved significantly, with the “good” category increasing from 7% to 53% and mean scores rising from 58 to 70. Screening and education on GDM effectively improved pregnant women’s knowledge and awareness of prevention, supporting early detection and risk control during pregnancy. Keywords: Gestational Diabetes Mellitus, Screening, BMI, Education, Healthy Pregnancy.
Optimizing the Role of Cadres and Families through Education and Digital Technical Guidance DOTS Management in Improving Tuberculosis Treatment Adherence Nela, Ari Sukma; Azka, Laisa; Patria, Armen
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22938

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains one of the main challenges in the field of health in Indonesia, marked by high incidence rates and high rates of treatment discontinuation. Patient compliance in following treatment is key to the success of therapy. In previous community service activities, the role of health cadres and family support in the implementation of DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) management has been carried out, but still needs to be optimized. This is because the manual data collection system is considered quite cumbersome and has an impact on the low achievement of TB control program indicators, which are far from the expected targets. Therefore, one of the new strategies designed is the implementation of digital-based technical guidance (bimtek). This activity aims to improve the role of cadres and families through education and digital technical guidance on DOTS management in order to improve TB patient compliance. The activity was carried out over a period of one month, consisting of socialization, group education, and participatory training, including counseling, mentoring, and the use of interactive digital media. There were 30 participants, consisting of health cadres, patients' families, and community leaders in the Gedong Tataan Community Health Center area. Preparations took two weeks, while the implementation took place over two days offline. Evaluation was conducted using pre-tests, post-tests, observations, and satisfaction questionnaires. The results of the activity showed an increase in the knowledge and skills of cadres and families, the use of digital applications, and patient compliance with therapy up to 78%. Digital education and technical guidance on DOTS management proved to empower the community in supporting TB control. In conclusion, DOTS-based digital education and technical guidance can empower cadres and families in supporting TB patient treatment, thereby increasing the success of TB control programs in the community. Keywords: Tuberculosis, DOTS, Treatment Adherence, Health Cadres, Digital Education
Sosialisasi Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah Elvi, Fitria; Junianta, Maria; Damestuteles, Darius
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22700

Abstract

ABSTRAK Kebersihan lingkungan sekolah merupakan faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang sehat, aman, dan nyaman, khususnya bagi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) yang memiliki kebutuhan khusus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian warga sekolah terhadap kebersihan lingkungan melalui sosialisasi dan aksi nyata pembersihan sekolah. Metode pelaksanaan meliputi pemberian materi sosialisasi dengan media visual sederhana agar mudah dipahami, diskusi interaktif dengan guru dan tenaga kependidikan, serta kegiatan pembersihan bersama di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif guru, siswa, dan mahasiswa dalam menjaga kebersihan. Lingkungan sekolah menjadi lebih tertata dan nyaman, serta tercipta kerja sama yang lebih erat antara perguruan tinggi dan pihak sekolah. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi yang disertai praktik langsung efektif menanamkan kebiasaan peduli lingkungan dan mendukung terwujudnya lingkungan belajar yang sehat. Kata Kunci: Kebersihan Lingkungan Sekolah, Pengabdian Masyarakat, SLB, Sosialisasi, Aksi Bersih Sekolah. ABSTRACT Environmental cleanliness in schools is an important factor in creating a healthy, safe, and comfortable learning environment, especially for students with special needs at Special Schools (SLB). This community service activity aims to increase the understanding and awareness of school members regarding environmental cleanliness through socialization and concrete school cleaning actions. The implementation methods include providing socialization materials using simple visual media  for easy understanding, interactive discussions with teachers and educational staff, as well as joint cleaning activities in the school environment. The results of the activity showed an increase in awareness and active participation of teachers, students, and university students in maintaining cleanliness. The school environment became more organized and comfortable, and closer cooperation was established between the university and the school. This activity proved that education accompanied by direct practice is effective in instilling habits of caring for the environment and supporting the creation of a healthy learning environment.  Keywords : School Environmental Cleanliness, Community Service, Special Needs Schools, Socialization, School Clean-Up Activities
Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Meningkatkan Pengetahuan Stunting dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri dan Ibu Hamil di Desa Penggalaman Sandi, Dita Ayulia Dwi; Izma, Hayatun; Setiawan, Muhammad Irwan; Paramita, Swandari; Ismail, Sjarif; Anggraeni, Ike
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23562

Abstract

ABSTRAK Tahun 2024, Desa penggalaman mencatatkan angka kejadian stunting yakni 23,4%, dimana angka ini masih beradadiatas target nasional, yakni 14%. Stunting tidak hanya dipengaruhi oleh asupan gizi ibu hamil dan anak, tetapi juga dipengaruhi oleh gizi ibu pada periode sebelum kehamilan, terutama pada periode pra konsepsi, yaitu wanita usiasubur dan remaja. ebesar 48,9% ibu hamil mengalami anemia, sementara sebagian lainnya terkena masalah Kurang Energi Kronik (KEK). Kondisi ini berkontribusi pada tingginya angka bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), yang merupakan salah satu faktor utama penyebab stunting. Memberikan edukasi dan pendampingan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri serta ibu hamil mengenai stunting dan anemia, juga kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) dengan memanfaatkan penggunaan aplikasi TASTING. Menggunakan desainpre-post group. Sebanyak 28 remaja putri dan ibu hamil menerima edukasi tentang anemia, stunting, dan konsumsi TTD melalui pemaparan menggunakan PowerPoint serta media pendukung berupa leaflet dan buku saku. Setelah itu dilakukan pemeriksaan awal kadar hemoglobin. Remaja putri yang mengalami anemia dan seluruh ibu hamil kemudian didampingi untuk mengonsumsi TTD selama satu bulan dengan bantuan aplikasi pengingat. Satu bulan setelah intervensi, kadar hemoglobin kembali diukur dan peserta diminta mengisi instrumen untuk menilai tingkat kepatuhan. Rata-rata skor pengetahuan pada remaja putri menunjukkan adanya peningkatan sebanyak 12,31%, dari 76,15%menjadi 88,46%. Sedangkan pada ibu hamil terjadi peningkatan sebanyak 15,6%, dari 84,44% menjadi 100%. Setelah pendampingan konsumsi TTD selama 1 bulan, 100% remaja putri dan ibu hamil mengalami peningkatan kadar Hb > 12 g/dl, Dimana rata-rata Tingkat kepatuhan terjadi peningkatan sejumlah 26,67%, dari sebelumnya 66,66% menjadi 93,33%. Penggunaan media leafleat dan buku saku dalam edukasi stunting, anemia dan tablet tambah darah dapatmeningkatkan tingkat pengetahuan remaja putri dan ibu hamil. Begitu pun pendampingan konsumsi tablet tambah darah dengan memanfataakan aplikasi pengingat minum obat dapat meningkatkan kepatuhan remaja putri (100%) dan ibu hamil (93,33%) terhadap konsumsi tablet tambah darah. Diperlukan usaha yang berkelanjutan dan konsisten untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan remaja putri dan ibu hamil dalam konsumsi tablet tambah darah sebagai Upaya pencegahan stunting. Kata Kunci: Anemia, Aplikasi Pengingat, Buku Saku, Leafleat  ABSTRACT In 2024, the village of Pegalaman recorded a stunting incidence of 23.4%, which is still above the national target of 14%. Stunting is not only influenced by the nutritional intake of pregnant women and children but also by maternal nutrition in the period before pregnancy, especially in the pre- conception period, namely women of childbearing age and adolescent girls. As many as 48.9% of pregnant women suffer from anemia, and some others experience chronicenergy deficiency (CED). This causes the prevalence of babies with low birth weight (LBW), which is one of the main causes of stunting, to remain high. to educate and assist adolescent girls and pregnant women in enhancing theirunderstanding of stunting and anemia prevention, as well as to improve adherence to iron supplement intake via TASTING applications. Pre-post group design. Twenty-eight adolescent and pregnant women received education on anemia, stunting, and iron supplement consumption via PowerPoint presentations, supplemented with leaflets andpocketbooks. Additionally, initial hemoglobin levels were assessed. Adolescent girls with anemia and all pregnantwomen were monitored to ensure the consumption of iron tablets for one month through a medication reminder application. One month post-therapy, hemoglobin levels were reassessed, and instrument filling was conducted toevaluate compliance levels. Based on the average knowledge score of adolescent girls, there was an increase in knowledge of 12.31%, from 76.15% to 88.46%. While in pregnant women there was an increase of 15.6%, from 84.44%to 100%. After assistance with iron tablet consumption for 1 month, 100% of adolescent girls and pregnant women experienced an increase in Hb levels > 12 g/dL, where the average level of compliance increased by 26.67%, from the previous 66.66% to 93.33%. The use of leaflets and pocketbooksin education on stunting, anemia, and iron tablets canenhance knowledge acquisition of adolescent girls and pregnant women. Likewise, mentoring the consumption of ironsupplements using a medication reminder app can improve adherence among adolescent girls (100%) and pregnantwomen (93.33%). Consistent and ongoing efforts are needed to improve the knowledge and compliance of adolescent girls and pregnant women regarding iron supplement consumption as a means of preventing stunting. Keywords: Anemia, Reminder Application, Education Book, Leafleat
Pelatihan tentang Pemberdayaan Komunitas Sekolah sebagai Mitigasi Kekerasan dengan Metode Inisiasi Satgas Anti-Bullying dan Kekerasan Seksual di SDK Santo Yusup, Tropodo, Sidoarjo Silalahi, Veronica; Widianingtyas, Sisilia Indriasari; Dwianto, Ignatius Heri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23352

Abstract

ABSTRAK  Kasus perundungan/bullying di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Santo Yusup, Trapodo, Sidoarjo masih terjadi hingga saat ini, berdasarkan hasil wawancara dalam 3 bulan terakhir tercatat terdapat beberapa laporan ditemukan kasus bullying verbal seperti ejekan, menggoda teman, menyampaikan komentar buruk. Selain itu, didapati agrevitas sosial seperti pengucilan antarsiswa, tidak mengajak teman bermain atau berkelompok. Serta tindakan agrevitas fisik seperti memukul, mencubit dan menarik rambut. Hal ini terjadi karena beberapa siswa kurang memahami bentuk dari tindakan bullying maupun kekerasan, guru belum pernah mendapat pelatihan terkait perlindungan anak dan pihak sekolah belum memiliki struktur formal dan diagram alir (Satuan Operasional Prosedur) dalam pelaporan mengenai adanya tindak perundungan maupun kekerasan yang terjadi di sekolah. Sedangkan orang tua juga belum mendapatkan pemahaman pentingnya pengawasan perilaku anak di luar sekolah. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan pemahaman peserta, khususnya komunitas sekolah serta orang tua dalam pencegahan kekerasan melalui pemberdayaan serta inisiasi pembentukan Satgas Anti-Bullying dan Kekerasan Seksual. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari di SDK Santo Yusup Tropodo dengan sasaran siswa, guru, dan orang tua. Total peserta terdiri atas ±400 siswa serta 75 guru dan orang tua. Pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan ini ialah participatory learning and action (PLA), yang dilaksanakan melalui serangkaian tahapan seperti sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan serta upaya menjaga keberlanjutan program, dengan media berupa video edukatif, buku saku, poster, serta instrumen evaluasi pre-test dan post-test. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 82,27% menjadi 94,13% (kenaikan 11,86%). Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman, keaktifan, serta komitmen untuk membentuk Satgas sekolah. Peningkatan ini menunjukkan keefektivitasan pelatihan partisipatif dalam memberdayakan komunitas sekolah sebagai langkah awal mitigasi bullying dan kekerasan di lingkungan pendidikan dasar. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan pemberdayaan pemula dapat menjadi strategi berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak. Kata Kunci: Pelatihan, Pemberdayaan Sekolah, Komunitas Sekolah, Bullying, Kekerasan Seksual, Satgas. ABSTRACT Bullying still occurs at Santo Yusup Catholic Elementary School (SDK), Trapodo, Sidoarjo. In the past three months, interviews revealed cases of verbal bullying, such as taunting, teasing, and negative comments. Social aggression, including ostracism and exclusion from play or groups, was noted alongside physical aggression, such as hitting, pinching, and hair-pulling. Some students do not recognize forms of bullying and violence, teachers lack child protection training, and the school does not have Standard Operating Procedures for reporting bullying. Parents have not been informed about monitoring children’s behavior outside school. This training aimed to enhance the knowledge and involvement of the school community and parents in preventing violence by empowering them and initiating an Anti-Bullying and Sexual Violence Task Force. The activity lasted three days at SDK Santo Yusup Tropodo and involved approximately 400 students, 75 teachers and parents. The Participatory Learning and Action (PLA) method was used, involving socialization, training, technology application, mentoring, evaluation, and program sustainability. Media included educational videos, pocketbooks, posters, and pre or post-evaluation tools. Pre-test and post-test results showed an average score increase from 82.27% to 94.13% (an 11.86% rise). Participants demonstrated improved understanding, engagement, and commitment to forming a school Task Force. This increase indicates the effectiveness of participatory training in empowering the school community to help prevent bullying and violence at the basic education level. The activity shows that introductory empowerment training can be a sustainable way to create a safe, child-friendly learning environment. Keywords: Training. School Empowerment, School Community, Bullying, Sexual Violence, Task Force.
Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu melalui Edukasi dan Demo Mpasi untuk Pencegahan Stunting Suranadi, Luh; Darni, Joyeti; Rofita, Desi; Yunita, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23040

Abstract

ABSTRAK Stunting Adalah bentuk lain dari kegagalan pertumbuhan yang diakibatkan karena adanya malnutrisi kronik. Stunting mencerminkan pertumbuhan linear yang buruk dan terakumulasi selama periode pra dan pasca melahirkan, dikarenakan asupan gizi yang kurang serta adanya infeksi kronis maupun berulang. MPASI berkontribusi pada stunting dikarenakan asupan gizi tidak mencukupi, kualitas makanan tidak baik, serta waktu pemberiannya dan porsi yang tidak tepat. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader posyandu tentang stunting dan MPASI sebagai upaya pencegahan stunting. Metode pengabdian masyarakat berupa penyuluhan dan demonstrasi MPASI melibatkan sesi ceramah untuk menjelaskan teori MPASI yang sesuai pedoman gizi seimbang, demonstrasi langsung pembuatan MPASI praktis, diskusi dan tanya jawab interaktif dengan ibu kader posyandu, penggunaan media poster, serta kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Rata-rata nilai pretest yaitu 67,3 setelah edukasi meningkat menjadi 92. Nilai p pada paired sample t-test menunjukkan p = 0,001, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kader posyandu sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan lancar dan mendapat antusias yang baik dari kader posyandu dan adanya peningkatkan pengetahuan tentang stunting dan MPASI kader posyandu sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Kata Kunci: Edukasi, Kader Posyandu, MPASI, Stunting  ABSTRACT Stunting is another form of growth failure caused by chronic malnutrition. Stunting reflects poor linear growth that accumulates during the pre- and postnatal periods, due to inadequate nutritional intake and chronic or recurrent infections. Complementary feeding contributes to stunting due to inadequate nutritional intake, poor food quality, and inappropriate timing and portion sizes. Improving the knowledge and understanding of Posyandu cadres about stunting and MPASI as an effort to prevent stunting. The community service method in the form of MPASI counseling and demonstration involves a lecture session to explain the theory of MPASI in accordance with balanced nutrition guidelines, a direct demonstration of practical MPASI preparation, interactive discussions and questions and answers with Posyandu cadre mothers, the use of poster media, as well as pre-test and post-test questionnaires to measure the increase in participants' knowledge. The average pretest score was 67.3 after education increased to 92. The p-value in the paired sample t-test showed p = 0.001, which means there was a significant difference between the level of knowledge of Posyandu cadres before and after being given education. The community service activities ran smoothly and received good enthusiasm from the Posyandu cadres and there was an increase in knowledge about stunting and MPASI for Posyandu cadres before and after being given education. Keywords: Education, Integrated Health Post Cadres, Complementary Feeding, Stunting
Program Inovasi Nip-Soothe (SIMICO) untuk Asuhan Perawatan Payudara Pascasalin di Desa Sirnajaya Sulastri, Meti; Daryanti, Eneng; Nurdianti, Reni; Dewi, Heni Aguspita; Sugiharti, Mamay; Wahyudi, Deni; Hilmawan, Rikki Gita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22838

Abstract

ABSTRAK Trauma puting seperti lecet dan nyeri merupakan masalah utama yang dihadapi ibu menyusui dan berpotensi menurunkan motivasi pemberian ASI eksklusif, padahal keberhasilan ASI eksklusif sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal bayi dan pencegahan stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui mengenai perawatan payudara, mengembangkan produk herbal Nip-Soothe sebagai solusi alami trauma puting, serta memberdayakan ibu rumah tangga dalam pemanfaatan tanaman herbal lokal. Program dilaksanakan secara partisipatif di Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyuluhan kesehatan, pelatihan pembuatan Nip-Soothe, uji coba produk, dan pendampingan kader posyandu serta kelompok PKK, dengan evaluasi berupa pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi penggunaan produk. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu menyusui dari 33,3% menjadi 86,7%, uji coba Nip-Soothepada 10 ibu menyusui menunjukkan 80% responden mengalami penurunan nyeri dan lecet puting, serta terbentuk kelompok ibu rumah tangga yang mampu memproduksi dan mengemas Nip-Soothe secara sederhana sebagai produk kesehatan keluarga. Dengan demikian, inovasi Nip-Soothe terbukti efektif sebagai solusi perawatan payudara yang sederhana dan aman, mendukung keberhasilan ASI eksklusif, berkontribusi pada pencegahan stunting, sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Kata Kunci: Inovasi, Nip-Soothe, Perawatan Pascasalin  ABSTRACT Nipple trauma such as cracks and pain is one of the main problems faced by breastfeeding mothers, which may reduce their motivation to provide exclusive breastfeeding. In fact, exclusive breastfeeding plays a crucial role in supporting optimal infant growth and preventing stunting. This program aimed to improve mothers’ knowledge of breast care, develop Nip-Soothe as a natural herbal-based solution for nipple trauma, and empower housewives through the utilization of local herbal resources. The program was conducted using a participatory approach in Sirnajaya Village, Tarogong Kaler District, Garut Regency, through several stages including needs assessment, health education, training on Nip-Soothe production, product trials, and mentoring of health cadres and PKK groups. Evaluation was carried out using pre- and post-test questionnaires as well as direct observation of product use. The results showed an increase in maternal knowledge from 33.3% to 86.7%, while trials on 10 breastfeeding mothers indicated that 80% reported a reduction in nipple pain and cracks after regular use. Furthermore, a women’s group was established that successfully produced and packaged Nip-Soothe as a family health product and potential home-based business. In conclusion, Nip-Soothe proved to be an effective, safe, and simple solution for nipple care, supporting exclusive breastfeeding, contributing to stunting prevention, and simultaneously creating opportunities for community empowerment through local economic development. Keywords: Innovation, Nip-Soothe, Post-Partum Treatment
Edukasi Donor Darah “Setetes Darah, Sejuta Harapan” di MA YPI Baiturahman Leles Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22556

Abstract

ABSTRAK Donor darah merupakan  proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah untuk kemudian dipakai pada transfusi darah. Siswa SMA/sederajat yang menjadi pendonor darah pertama adalah contohpositif yang dapat memotivasi teman-temannya dan generasi muda lainnya untuk turut serta dalam kegiatan donor darah. Walaupun menjadi pendonor darah pertama di kalangan siswa SMA memiliki banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Beberapa siswa mungkin merasa takut atau khawatir tentang prosedur donor darah serta kurangnya pengetahuan mengenai manfaat donor darah dapat menjadi tantangan. Edukasi pendidikan kesehatan mengenai donor darah dan dukungan emosional agar para siswa mengetahui manfaat donor darah serta saling memotivasi untuk melakukan donor darah. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah dan diskusi yang disertai oleh pembagian media berupa leaflet yang berisi informasi mengenai donor darah. pendidikan kesehatan diberikan kepada  50 peserta yang hadir dan mengikuti kegiatan dengan antusias. Peserta mengalami peningkatan pengetahuan terkait donor darah. Hal tersebut dapat dilihat dari peserta mampu menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri terkait apa saja yang diperlukan sebelum donor darah, dan menjelaskan manfaat dari donor darah. Edukasi tentang donor darah di MA YPI Baiturohman tercapai dengan adanya peningkatan nilai  sebesar 40,58 point , dan siswa siswi diharapkan mau melaksakan donor darah secara rutin dengan bekerjasama pihak sekolah dan PMI Garut  Kata Kunci: Donor Darah, Edukasi, Harapan  ABSTRACT Blood donation is the process of taking blood from someone voluntarily to be stored in a blood bank for later use in blood transfusions. High school/equivalent students who become the first blood donors are positive examples who can motivate their friends and other young people to take part in blood donation activities. Although being the first blood donor among high school students has many benefits, there are several challenges that need to be considered. Some students may feel afraid or worried about the blood donation procedure and a lack of knowledge regarding the benefits of blood donation can be a challenge. To provide health education regarding blood donation and emotional support so that students know the benefits of blood donation and motivate each other to donate blood. The method of carrying out activities uses lecture and discussion methods accompanied by the distribution of media in the form of leaflets containing information about blood donation. Health education was provided to 50 participants who attended and participated in the activity enthusiastically. Participants experienced increased knowledge regarding blood donation. This can be seen from the participants being able to answer questions asked by the presenters regarding what is needed before donating blood, and explaining the benefits of donating blood. Education about blood donation at MA YPI Baiturohman was achieved with an increase in scores of 40.58 points, and students were expected to be willing to carry out blood donations regularly in collaboration with the school and PMI Garut. Keywords: Blood donation, Education, Hope
Advokasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) the Indonesia Tobacco Control Research Network (ITCRN) Kabupaten Lebak Rusyanti, Siti; Rokayah, Yayah; Aulia, Annisa Rahma Nur; Ratnasari, Dini Saptika; Bakhtiar, Bakhtiar; Tilawah, Nining; Ahsan, Abdillah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23468

Abstract

ABSTRACT Breathing clean, fresh air without exposure to cigarette smoke is a fundamental human right. The WHO states that diseases caused by exposure to cigarette smoke are a global health problem. 70% of smoking-related deaths occur in developing countries, including Indonesia. Advocacy for Smoke-Free Areas is crucial, given the increasing prevalence of smoking among all groups, including adolescents, globally, nationally, and regionally. Implementing existing regulations is crucial. Various obstacles are often encountered, so support from various parties is essential, including stakeholders, policymakers, and all levels of society. The government aims for all regencies/cities in Indonesia to have regulations on Smoke-Free Areas (KTR). Lebak Regency already has Regional Regulation (Perda) No. 3 of 2023 on KTR, but this KTR Regulation needs to be refined with the establishment of a KTR Task Force and a Regent's Regulation (Perbup). Full cross-sectoral support has not been provided. Currently, only two regional government agencies (SKPD) in Lebak Regency have implemented designated smoking areas: the Health Office and the Education Office, which are open-air gazebos. The cigarette market has also expanded with the introduction of e-cigarettes, a type of kretek cigarette, and therefore the advertising/advertising ban also applies. The Lebak Regency Non-Smoking Area Advocacy Team has carried out activities according to the established plan, including an audience with the Regional Assistant for Economic and Development, advocacy, socialization of the Non-Smoking Area Regional Regulation and the inauguration of the Non-Smoking Area Task Force in Lebak Regency, a podcast about Non-Smoking Areas (KTR), an article competition on the dangers of smoking and a Non-Smoking Area Banner Design Competition, as well as socialization of Non-Smoking Areas (KTR) and the dangers of smoking at the Car Free Day event in Rangkasbitung City, Lebak Regency, Banten Province. Keywords: Smoke-Free Areas (KTR). ABSTRAK WHO menyatakan bahwa penyakit yang disebabkan oleh paparan asap rokok menjadi masalah kesehatan dunia. 70% kematian karena merokok tersebut terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia.  Advokasi Kawasan Tanpa Rokok sangat krusial untuk diterapkan mengingat perilaku merokok sudah semakin meluas pada seluruh kelompok masyarakat termasuk pada remaja, baik secara global, nasional, maupun regional. Implementasi regulasi yang sudah ada sangat penting dilakukan. Berbagai kendala sering kali ditemukan, sehingga support dari berbagai pihak sangat diperlukan mulai dari pemangku kepentingan, pembuat kebijakan, dan seluruh unsur lapisan masyarakat. Pemerintah mempunyai target bahwa seluruh kabupaten/kota di Indonesia memiliki peraturan tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kabupaten Lebak sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) KTR nomor 3 Tahun 2023, namum Perda KTR tersebut harus disempurnakan dengan dibentuknya unsur Satuan Petugas (Satgas) KTR dan Peraturan Bupati (Perbup). Dukungan lintas sektor belum diberikan sepenuhnya. Saat ini baru terdapat 2 SKPD di Kabupaten Lebak  yang sudah menerapkan ruang khusus merokok, yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, berupa gajebo di ruang terbuka. Produk rokok sudah semakin berkembang dengan adanya rokok elektrik, rokok jenis ini sudah termasuk ke dalam jenis rokok kretek, sehingga larangan iklan/reklame pun berlaku sama Tim Advokasi KTR Kabupaten Lebak telah melaksanakan aktivitas sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, terdiri dari audiensi dengan Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan, Advokasi, Sosialisasi Perda KTR dan Pengukuhan Tim Satgas KTR di Kabupaten Lebak, Podcast tentang KTR, Lomba Artikel tentang bahaya merokok dan Lomba Desain Spanduk KTR, serta sosialisasi KTR dan bahaya rokok pada event Car Free Day di Kota Rangkasbitung Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Kata Kunci: Kawasan Tanpa Rokok (KTR)

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue