cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pengabdian Masyarakat: Seminar Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi pada Ibu Hamil, Ibu Bersalin dan Ibu Nifas Wilayah Puskesmas Gilingan Argaheni, Niken Bayu; Wulandari, Nur Furi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20359

Abstract

ABSTRAK Komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas masih menjadi penyebab utama tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan salah satu strategi promotif dan preventif untuk mengurangi risiko tersebut melalui edukasi yang tepat bagi ibu hamil. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil, termasuk yang memiliki faktor risiko tinggi, melalui pelaksanaan seminar tatap muka bersama dokter spesialis kebidanan dan kandungan (SpOG) dalam rangka mendukung keberhasilan Program P4K. Kegiatan dilakukan dalam bentuk seminar edukatif dengan penyampaian materi oleh pakar serta sesi diskusi interaktif. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil di wilayah binaan, termasuk ibu dengan kondisi risiko tinggi seperti hipertensi, anemia, dan KEK. Evaluasi dilakukan secara deskriptif terhadap perubahan perilaku dan hasil kehamilan. Seluruh ibu hamil yang mengikuti seminar menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Tidak ditemukan komplikasi pada ibu saat persalinan dan nifas. Namun, dua kasus bayi lahir dengan berat badan rendah ditemukan pada ibu dengan riwayat hipertensi. Seminar P4K terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan kesiapan ibu hamil menghadapi persalinan, serta mendukung peran P4K dalam pencegahan komplikasi. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala di komunitas, terutama pada kelompok kehamilan risiko tinggi. Kata Kunci: P4K, Ibu Hamil, Kehamilan Risiko Tinggi, Edukasi Kesehatan, Komplikasi Persalinan  ABSTRACT Pregnancy, childbirth, and postpartum complications remain the leading causes of maternal and neonatal mortality in Indonesia. The Birth Planning and Complication Prevention Program (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi, or P4K) is one of the government’s promotive and preventive strategies to reduce such risks through proper education for pregnant women. This activity aims to increase the knowledge and awareness of pregnant women, including those with high-risk conditions, through face-to-face seminars with obstetrics and gynecology specialists (Ob-Gyns), in support of the successful implementation of the P4K program. The activity was conducted in the form of an educational seminar featuring expert presentations and interactive discussion sessions. The target participants were pregnant women in a designated community area, including those with high-risk conditions such as hypertension, anemia, and chronic energy deficiency (CED). Evaluation was conducted descriptively, focusing on behavioral changes and pregnancy outcomes. All pregnant women who participated in the seminar demonstrated improved understanding of the importance of maintaining a healthy lifestyle and attending routine antenatal care. No maternal complications occurred during childbirth or the postpartum period. However, two cases of low birth weight (LBW) were found among babies born to mothers with a history of hypertension. The P4K seminar was proven effective in enhancing health literacy and preparedness among pregnant women for childbirth, while also reinforcing the role of P4K in preventing complications. Similar initiatives are recommended for regular implementation at the community level, especially for high-risk pregnancy groups. Keywords: P4K, Pregnant Women, High-Risk Pregnancy, Health Education, Childbirth Complications
Ular Tangga Anti-Stunting: Inovasi Edukasi Kesehatan untuk Ibu Hamil dan Ibu Balita Annuril, Kheli Fitria; Hermansyah, Hermansyah; Hariadi, Efrizon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19471

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis yang mempengaruhi perkembangan anak, dengan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup. Intervensi berbasis promosi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil dan ibu balita tentang pentingnya pola asuh, asupan gizi, dan kesehatan lingkungan dalam mencegah stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan kepada ibu hamil dan ibu balita melalui media permainan ular tangga, dengan harapan meningkatkan pemahaman mereka terkait pola asuh, gizi, dan kesehatan lingkungan guna mencegah stunting. Kegiatan ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pasar Ikan, Kota Bengkulu. Media yang digunakan adalah permainan ular tangga yang dirancang khusus dengan materi edukasi pencegahan stunting. Kegiatan meliputi penyuluhan, pelaksanaan permainan secara kelompok, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan kuesioner. Sebanyak 36 peserta terlibat dalam kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan ibu hamil dan ibu balita mengenai pencegahan stunting setelah mengikuti kegiatan. Peserta juga memberikan tanggapan positif terhadap metode edutainment, yang dianggap menarik dan mudah dipahami. Intervensi promosi kesehatan melalui media edutainment permainan ular tangga terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu balita terkait pencegahan stunting. Kegiatan ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai strategi inovatif untuk mengatasi stunting di masyarakat. Kata Kunci: Stunting, Promosi Kesehatan, Edutainment, Permainan Ular Tangga, Pengabdian Masyarakat, Ibu Hamil, Ibu Balita  ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem that affects child development, with long-term impacts on quality of life. Health promotion-based interventions are needed to increase the understanding of pregnant women and mothers of toddlers about the importance of parenting, nutritional intake, and environmental health in preventing stunting. This community service activity aims to provide health education to pregnant women and mothers of toddlers through the snakes and ladders game media, with the hope of increasing their understanding of parenting, nutrition, and environmental health to prevent stunting. This activity was carried out in the working area of Pasar Ikan Health Center, Bengkulu City. The media used was a snakes and ladders game specifically designed with educational material on stunting prevention. Activities included counseling, group game implementation, interactive discussions, and question and answer sessions. Evaluation was conducted by comparing the participants' knowledge level before and after the activity using a questionnaire. A total of 36 participants were involved in this activity. The evaluation results showed a significant increase in the level of knowledge of pregnant women and mothers of children under five regarding stunting prevention after participating in the activity. Participants also gave positive responses to the edutainment method, which was considered interesting and easy to understand. The health promotion intervention through edutainment media of snakes and ladders game proved to be effective in increasing the knowledge of pregnant women and mothers of toddlers related to stunting prevention. This activity can be replicated in other areas as an innovative strategy to overcome stunting in the community. Keywords: Stunting, Health Promotion, Edutainment, Snakes And Ladders Game, Community Service, Pregnant Women, Mothers Of Toddlers
Peningkatan Kesehatan Spiritual Lansia melalui Program “D.O.A”Berdasarkan Konsep Psikososial & Budaya dalam Keperawatan di RW 5, Kelurahan Arjowinangun, Kota Malang Sipollo, Berliany Venny; Vinsur, Elizabeth Yun Yun
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19035

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat “Optimalisasi kesehatan spiritual lansia melalui pembentukan “kelompok lansia sidomulyo” berdasarkan konsep psikososial dan budaya dalam keperawatan di RW 5, Kelurahan Arjowinangun, Kota Malang. Kegiatan diawali dengan pengkajian awal terhadap keadaaan di lapangan. Pengkajian awal didapatkan bahwa para lansia membutuhkan penguatan dan pengoptimalan dalam kesehatan spiritual. Permasalahan lain yang dihadapi adalah lansia yang menderita penyakit kronis yang mengalami bed rest total belum mendapat perawatan kesehatan spiritual yang optimal. Mengingat kebutuhan lansia tidak saja kebutuhan fisiologi tapi juga dalam menghadapi penurunan fungsional tubuh membutuhkan pemenuhan kebutuhan spiritual. Meningkatkan kesehatan spiritual lansia. Pemberian edukasi tentang kesehatan spiritual dan program D.O.A dan juga membentuk Kelompok Lansia Sidomulyo. Hasil evaluasi pengetahuan dari 15 lansia didapatkan rata – rata pre-test: 71,33 kategori cukup dan rata – rata post-test: 90,67 kategori baik, rata – rata peningkatan pengetahuan: 32,26; Pembentukan kelompok lansia sidomulyo dalam level kedewasaan rohani. Peningkatan kesehatan spiritual dapat mendukung kelompok lansia dalam menghadapi penurunan fisik dan psikososial. Kata Kunci: Kesehatan Spiritual, Lansia, Program D.O.A, Psikososial  ABSTRACT This program aims to enhance the spiritual well-being of the elderly by forming the "Sidomulyo Older Adults" in RW 5, Arjowinangun Village, Malang City. The initiative commenced with an initial assessment of the local conditions. This assessment identified a pressing need for strengthened support in spiritual health among the elderly community. Furthermore, many elderly individuals suffering from chronic illnesses and confined to bed have not received sufficient spiritual care. It is crucial to address their physical and spiritual needs, particularly as they confront declines in their functional abilities. Improve the spiritual health of older adults. Providing education about spiritual health and the D.O.A. program, and establishing the Sidomulyo Older Adults. The knowledge evaluation results for 15 older adults revealed an average pre-test score of 71.33, categorizing this as sufficient. In contrast, the average post-test score was 90.67, placing it in the good category. This represents an average increase in knowledge of 32.26. Additionally, the formation of the Sidomulyo older adults demonstrated an improvement in spiritual maturity. Enhancing spiritual health can help the elderly cope with physical and psychosocial decline. Keywords: Spiritual Health, Older Adults, D.O.A Program, Psychosocial
Program Penyuluhan untuk Pencegahan ISPA dengan Demonstrasi Cuci Tangan dan Etika Batuk Pada Anak-Anak di Panti Asuhan Mustika Lampung Listina, Febria; Surya, Siefa Renanda; Rukmana, Nova Mega; Rustika, Rustika; Erfiyani, Nyoman; Putri, Davina Melani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.18559

Abstract

ABSTRAK ISPA adalah salah satu dari sepuluh penyakit teratas di negara berkembang, termasuk Indonesia, dan berkontribusi signifikan pada morbiditas anak-anak. Penyakit ini dapat dicegah dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat, terutama melalui penyuluhan kesehatan. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak mengenai pencegahan ISPA melalui praktik mencuci tangan dan etika batuk yang benar. Penyuluhan dilaksanakan melalui ceramah, demonstrasi langsung, dan Diskusi interaktif bersama anak-anak di panti Asuhan Mustika Bandar Lampung. Partisipan memahami pengertian, penyebab, gejala, dan pencegahan ISPA serta mampu mempraktikkan kebiasaan mencuci tangan dan etika batuk dengan baik. Penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak mengenai pencegahan ISPA. Perlu adanya dukungan dan pengawasan dari pengasuh panti serta pengadaan fasilitas yang mendukung (seperti sabun cair, tisu, dan masker) agar kebiasaan Mencuci tangan dengan sabun (CTPS) dan tata cara batuk yang benar ini dapat terus diterapkan. Kata Kunci: ISPA, Pencegahan, Etika Batuk, Cuci Tangan, Anak-Anak  ABSTRACT Acute Respiratory Infection (ARI) is among the top ten diseases in developing countries, including Indonesia, significantly contributing to childhood morbidity. It can be prevented by increasing public knowledge, especially through health education. To enhance children's knowledge and awareness of ARI prevention through proper handwashing and coughing etiquette practices. Outreach was conducted via lectures, live demonstrations, and interactive Q&A sessions at Mustika Orphanage, Bandar Lampung. Participants understood ARI concepts, causes, symptoms, and prevention, and successfully adopted proper handwashing and coughing etiquette. The outreach program effectively increased children’s awareness of ARI prevention. Suggestion: there needs to be support and supervision from nursing home caregivers as well as providing supporting facilities (such as liquid soap, tissues and masks) so that the habit of washing hands with soap properly (CTPS) and cough etiquette can continue to be implemented. Keywords: ARI, Prevention, Coughing Etiquette, Handwashing, Children
Pameran Poster Edukatif di Pustu Namut Purang untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Dalam Kehamilan Herlinda, Anastasia; Anung, Florentina; Ige, Anastasia Multi; Salju, Elviana; Sawul, Angelina; Manggul, Makrina Sedista
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.19103

Abstract

ABSTRAK Kehamilan adalah proses fisiologis pada perempuan yang muncul akibat adanya pembuahan antara sel kelamin pria dan wanita. Tanda bahaya selama hamil merupakan hal yang menunjukkan bahwa ibu hamil dan janinnya dalam situasi yang berbahaya. Jika ibu hamil tidak mengetahui bahaya tersebut, maka bisa mengakibatkan masalah kehamilan yang membahayakan ibu atau janinnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil tentang apa saja tanda-tanda yang menunjukkan bahwa mereka sedang menghadapi risiko bahaya kehamilan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pre-test dan post-test sebelum dan sesudah penyampaian materi dan poster tanda bahaya dalam kehamilan. Hasil pre-test menunjukkan bahwa dari 21 ibu hamil, 12 ibu hamil memiliki pemahaman yang cukup tentang apa saja tanda-tanda bahaya dalam kehamilan,sedangkan 9 orang ibu hamil memiliki pemahaman yang kurang. Setelah diberikan eduksi, ditemukan bahwa dari 21 ibu hamil,19 ibu hamil memiliki pemahaman yang baik dan 2 orang ibu hamil memiliki pemahaman yang cukup. Diharapkan ibu hamil akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang tanda-tanda bahaya kehamilan agar ibu hamil dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga kesehatannya dan janin yang di kandung. Kata Kunci: Kehamilan,Tanda-Tanda Bahaya Dalam Kehamilan  ABSTRACT Pregnancy is a physiological process in women that occurs due to fertilization between male and female sex cells. Danger signs during pregnancy are things that indicate that the pregnant woman and her fetus are in a dangerous situation. If the pregnant woman is not aware of the danger, it can result in pregnancy problems that endanger the mother or her fetus. The purpose of this activity is to increase awareness of pregnant women about the signs that indicate that they are facing the risk of pregnancy danger. The method used in this activity is a pre-test and post-test before and after the delivery of material and posters of danger signs in pregnancy. The results of the pre-test showed that out of 21 pregnant women, 12 pregnant women had sufficient understanding of the signs of danger in pregnancy, while 9 pregnant women had poor understanding. After being given education, it was found that out of 21 pregnant women, 19 pregnant women had a good understanding and 2 pregnant women had sufficient understanding. It is hoped that pregnant women will gain a better understanding of the signs of pregnancy danger so that pregnant women can take appropriate action to maintain their health and the fetus they are carrying. Keywords: Pregnancy, Danger Signs In Pregnancy
Pemberian Edukasi dan Praktik Pembuatan Menu Gizi Seimbang sebagai Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja di Kelurahan Gandul, Kota Depok Sofianita, Nur Intania; Octaria, Yessi Crosita; Sujono, Nawra Nasha; Krisdianto, Aisha Ramadhina; Azzahra, Fatimah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19694

Abstract

ABSTRAK Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menyebutkan bahwa prevalensi ibu hamil anemia sebanyak 27,7%. Angka tersebut menunjukkan adanya penurunan sebanyak 21,2% dari Riskesdas 2018. Meskipun mengalami penurunan, kasus anemia harus tetap selalu dipantau agar tidak menyebabkan masalah kesehatan berkelanjutan. Memberikan edukasi dan praktik menu gizi seimbang serta melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan kadar Hb untuk mengetahui dan meningkatkan status gizi dan kesehatan remaja. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemberian edukasi terkait gizi seimbang, pengukuran berat badan, tinggi badan, dan kadar Hb, dan praktik menu gizi seimbang untuk remaja anemia. Didapatkan hasil sebanyak 60% remaja memiliki status gizi kurang, 16,7% berstatus gizi baik, 10% berstatus gizi lebih, dan 10% tergolong obesitas. Didapatkan pula hasil pengukuran kadar Hb yaitu sebanyak 20% tergolong anemia, 53,3% memiliki kadar Hb normal, dan sejumlah 26,6% lainnya memiliki kadar Hb >16 mg/dL. Terdapat peningkatan pengetahuan gizi remaja pada sebelum dan sesudah edukasi gizi (P value: 0,000). Hasil praktik pembuatan menu gizi seimbang juga menunjukkan bahwa para remaja dapat membuat menu makan siang untuk remaja anemia berdasarkan “Pedoman Isi Piringku”. Terjadi peningkatan pengetahuan gizi remaja setelah diintervensi dan seluruh remaja berhasil mempraktikkan penyusunan menu bergizi seimbang sesuai dengan “Pedoman Isi Piringku”.  Kata Kunci: Anemia, Praktik Masak, Remaja.  ABSTRACT The 2023 Survei Kesehatan Indonesia (SKI) data indicates that the prevalence of anemia among pregnant women is 27.7%. This figure shows a decrease of 21.2% compared to the 2018 Riskesdas. Although there has been a decrease, cases of anemia must still be continuously monitored to prevent ongoing health issues. To provide education and practice on a balanced nutritional menu and to measure height, weight and Hb levels to determine and improve the nutritional and health status of adolescents. The activities included providing education regarding balanced nutrition, measuring body weight, height and Hb levels, and practicing a balanced nutrition menu for anemic adolescent. The results was obtained 60% of adolescents with poor nutritional status, 16.7% of adolescents with good nutritional status, 10% of adolescents with over nutritional status, and 10% of adolescents classified as obese. The results of measuring Hb levels were also obtained, namely that 20% were classified as anemic, 53.3% had normal Hb levels, and another 26.6% had Hb levels >16 mg/dL. There was an increase in adolescent nutritional knowledge before and after the intervention (P value: 0.000). The results of the practice of making a balanced nutritional menu also show that adolescents can make a menu for anemic adolescent based on "Pedoman Isi Piringku”. There was an increase in adolescent nutritional knowledge after the intervention and all adolescents succeeded in practicing preparing a balanced nutritious menu according to "Pedoman Isi Piringku”. Keywords : Anemia, Cooking Practice, Adolescent.
Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Sabun Aromaterapi Sebagai Wujud Kepedulian Terhadap Lingkungan Irfandi, Ahmad; Seprianto, Seprianto; Azteria, Veza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20889

Abstract

ABSTRAK Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang masih banyak dibuang sembarangan ke lingkungan tanpa pengelolaan yang tepat. Praktik ini dapat mencemari air, tanah, dan membahayakan kesehatan masyarakat. Padahal, minyak jelantah memiliki potensi ekonomi bila diolah menjadi produk bernilai tambah seperti lilin aromaterapi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang ramah lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan langsung pembuatan sabun cair aromaterapi, serta demonstrasi penggunaan dan manfaatnya. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan RT03 RW 11 Kelurahan Teluk Pucung, dengan melibatkan ibu-ibu kader Posyandu Mawar II dan warga setempat. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan baik masyarakat dari 51% menjadi 76% mengenai bahaya minyak jelantah dan cara pengolahannya. Peserta dapat mempraktikkan langsung pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah dan menunjukkan antusiasme tinggi. Produk hasil pelatihan memiliki aroma yang menarik dan warna yang bervariasi. Pengabdian masyarakat ini efektif meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus berbasis limbah rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi alternatif usaha kecil masyarakat. Kata Kunci: Minyak Jelantah, Sabun Aromaterapi, Edukasi  ABSTRACT Used cooking oil is a household waste that is still widely disposed of carelessly into the environment without proper management. This practice can pollute water, soil, and pose a risk to public health. Used cooking oil has economic potential if processed into value-added products such as aromatherapy candles. This community service activity aims to improve community knowledge and skills in managing used cooking oil into environmentally friendly aromatherapy candles. The implementation method includes counseling, direct training in making aromatherapy liquid soap, and demonstrations of its use and benefits. This activity was carried out in the RT03 RW 11 environment of Teluk Pucung Village, involving mothers of Posyandu Mawar II cadres and residents. This activity successfully increased community knowledge from 51% to 76% regarding the dangers of used cooking oil and how to properly process it. Participants were able to practice directly making aromatherapy candles from used cooking oil and showed high enthusiasm. The products from the training have an attractive aroma and a variety of colors. This community service is effective in increasing environmental awareness, particularly through the collection and recycling of household waste. This activity is expected to be sustainable and become an alternative small business for the community. Keywords: Used Cooking Oil, Aromatherapy Soap, Education
Sosialisasi Faktor Penyebab dan Dampak Kehamilan Usia Dini di Desa Taloetan Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang Nenogasu, Yeri Delsia; Olla, Sinta Inriani; Sailana, Mariana Archoon; Wulandari, Estiyani; Naingalis, Angela L.
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18212

Abstract

ABSTRAK Kehamilan usia dini merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan anak. Di Indonesia komplikasi yang terjadi pada ibu hamil usia dini seperti anemia, persalinan prematur, melahirkan bayui dengan berat badan lahir rendah, baby blues dan lain-lain.  Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang faktor penyebab dan dampak kehamilan usia dini terhadap kesehatan ibu dan anak atau keturunannya yang selanjutnya dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. Metode pengabdian yang dilakukan adalah dalam bentuk ceramah dan diskusi dengan media yang digunakan adalah leaflet dan juga dibantu dengan slide presentasi power point. Hasil dari pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat tentang faktor penyebab dan dampak kehamilan usia dini yang dibuktikan dari peningkatan nilai rata-rata pre dan post test. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang faktor dan dampak kehamilan usia dini diharapkan memberikan kontribusi terhadap penurunan kejadian kehamilan usia dini di desa Taloetan.   Kata Kunci: Kehamilan Usia Dini, Sosialisasi.   ABSTRACT Early pregnancy is a serious public health problem because it affects the health of the mother and child. In Indonesia, complications that occur in early pregnant women include anemia, premature labor, giving birth to babies with low birth weight, baby blues, and others.  This community service aims to increase public knowledge about the causes and impacts of early pregnancy on the health of mothers and children or their offspring, which can influence public health. The service method used is in the form of lectures and discussions with the media used being leaflets and also assisted by PowerPoint presentation slides. The result of this service is an increase in public knowledge about the causes and impacts of early pregnancy as evidenced by the rise in the average pre and post-test scores. Increasing public knowledge about the factors and effects of early pregnancy is expected to contribute to reducing the incidence of early pregnancy in Taloetan village.   Keywords: Early Pregnancy, Socialization.
Edukasi Rekam Kesehatan Hasil Pemeriksaan Darah di SMK Farmasi Kesuma Bangsa Ismayanti, Galuh; Maleni, Rista
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20669

Abstract

ABSTRAK Rekam kesehatan dan pemeriksaan darah rutin penting untuk pencegahan, deteksi dini, dan pemantauan kondisi kesehatan. Namun, keterbatasan akses layanan dan rendahnya kesadaran masyarakat, terutama di daerah terpencil, menjadi hambatan utama. Penerapan rekam kesehatan digital dan edukasi tentang pemeriksaan darah dapat meningkatkan kesadaran serta membantu tenaga medis memberikan penanganan yang lebih tepat. Memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya rekam kesehatan serta pemeriksaan darah sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan. Edukasi sosialisasi, implementasi pemeriksaan darah dan pengenalan teknologi digital pencatatan rekam Kesehatan. Studi ini ditemukan adanya kurang pemahaman masyarakat tentang pentingnya pencatatan dan penyimpanan hasil pemeriksaan darah. Selain itu, keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan menjadi kendala bagi beberapa peserta, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil. Minimnya kebiasaan pencatatan kesehatan pribadi juga menyebabkan data kesehatan tidak terdokumentasi dengan baik. Untuk mengatasi masalah ini edukasi tentang privasi dan keamanan data kesehatan dilakukan dengan memberikan contoh kasus serta simulasi penggunaan sistem pencatatan digital yang aman. Peserta diajarkan cara memilih aplikasi yang terpercaya serta bagaimana menghindari kebocoran data pribadi. Selain itu, disampaikan pula pentingnya regulasi dan hak pasien terkait privasi rekam medis, sehingga masyarakat lebih sadar akan hak-hak mereka dalam menjaga data kesehatan pribadi. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pencatatan rekam kesehatan dan pemeriksaan darah rutin disebabkan oleh kurangnya edukasi, rendahnya kesadaran preventif, dan terbatasnya akses informasi. Minimnya pemanfaatan teknologi juga dipengaruhi oleh rendahnya literasi digital, ketidakpercayaan terhadap keamanan data, serta belum adanya platform yang mudah diakses semua kalangan. Kata Kunci: Edukasi, Rekam Kesehatan, Pemeriksaan Darah.  ABSTRACT Health records and routine blood tests are important for prevention, early detection, and monitoring of health conditions. However, limited access to services and low public awareness, especially in remote areas, are major obstacles. The implementation of digital health records and education about blood tests can increase awareness and help medical personnel provide more appropriate treatment. To provide education to the public about the importance of health records and blood tests as preventive measures in maintaining health. Socialization education, implementation of blood tests and introduction of digital technology for recording health records. This study found that there was a lack of public understanding about the importance of recording and storing blood test results. In addition, limited access to health facilities was an obstacle for some participants, especially those living in remote areas. The lack of personal health recording habits also resulted in health data not being properly documented. To overcome this problem, education about privacy and security of health data was carried out by providing case examples and simulations of the use of a secure digital recording system. Participants were taught how to choose a trusted application and how to avoid personal data leaks. In addition, the importance of regulations and patient rights related to the privacy of medical records was also conveyed, so that the public was more aware of their rights in protecting personal health data. The low level of public knowledge about recording health records and routine blood tests is caused by a lack of education, low preventive awareness, and limited access to information. The minimal use of technology is also influenced by low digital literacy, distrust of data security, and the absence of a platform that is easily accessible to all groups. Keywords : Education, Health Records, Blood Tests
Modifikasi Pemahaman Kesehatan Reproduksi Pada Remaja dalam Penguatan Intervensi Spesifik untuk Mencegah Stunting Eriyani, Theresia; Shalahuddin, Iwan; Pebrianti, Sandra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20226

Abstract

ABSTRAK Pencegahan stunting memerlukan pendekatan multisektoral yang menyasar kelompok rentan, seperti wanita yang menikah muda, ibu hamil, dan calon pengantin. Intervensi efektif mencakup edukasi, konseling, dan demonstrasi praktis yang dimulai sebelum kehamilan dan berlanjut hingga awal kehidupan anak. Meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pentingnya kesehatan reproduksi untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat dalam Mengurangi risiko kehamilan dini yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan anak dan Membangun kesadaran remaja terkait pentingnya perencanaan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Metode yang dilakukan dalam pendidikan kesehatan adalah Metode Ceramah/ Lecture, Metode Tanya jawab, Metode Diskusi dan Metode demonstrasi. Efektivitas intervensi edukasi yang diberikan kepada para siswa mengenai kesehatan reproduksi sebagai langkah stunting, dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Pre-test dilakukan sebelum sesi edukasi dimulai untuk mengukur tingkat pengetahuan awal para peserta, sedangkan post-test diberikan setelah kegiatan edukasi selesai untuk mengetahui peningkatan pemahaman mereka. Hasil pre-test menunjukkan bahwa belum semua siswa memahami tentang pentingnya kesehatan reproduksi dalam pencegahan stunting. Nilai rata-rata pre-testmenunjukkan distribusi yang cukup memuaskan, dengan sebagian besar peserta memperoleh nilai 88,79%. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait kesehatan reproduksi, pentingnya tablet tambah darah (TTD), dan kaitannya dengan pencegahan stunting. Kata Kunci: Stunting, Kesehatan Reproduksi, Remaja, Tablet Tambah Darah, Pencegahan  ABSTRACT Stunting prevention requires a multisectoral approach that targets vulnerable groups, such as young married women, pregnant women, and brides-to-be. Effective interventions include education, counselling, and practical demonstrations that begin before pregnancy and continue until early in the child's life.  Increase adolescents' knowledge of the importance of reproductive health to prepare for a healthy pregnancy in Reduce the risk of early pregnancy that can negatively impact maternal and child health and Build adolescent awareness regarding the importance of family planning that supports optimal child growth and development. The methods carried out in health education are the Lecture Method, the Question and Answer Method, the Discussion Method and the demonstration method.  The effectiveness of educational interventions provided to students regarding reproductive health as a stunting step was evaluated through pre-test and post-test. The pre-test is carried out before the educational session begins to measure the initial level of knowledge of the participants, while the post-test is given after the educational activity is completed to determine the improvement of their understanding. The results of the pre-test show that not all students understand the importance of reproductive health in stunting prevention. The average pre-test score showed a fairly satisfactory distribution, with most participants obtaining a score of 88.79%. The results of the pre-test and post-test showed an increase in students' understanding of reproductive health, the importance of blood supplement tablets (TTD), and its relationship with stunting prevention. Keywords: Stunting, Reproductive Health, Adolescents, Blood Supplement Tablets, Prevention

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue