cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,696 Documents
Optimalisasi Peran Bidan dalam Pengelolaan Diabetes Melitus Gestasional di Desa Likupang Satu Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara Irmasanti Fajrin; Freike S.N. Lumy; Sesca D. Solang; Fredrika Nancy Losu; Amelia Donsu; Fonnie Kuhu; Agnes Montolalu; Yan Deivita; Claudya Wohos
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.6299

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus Gestasional (DMG) merupakan komplikasi kehamilan dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko memicu komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang bagi ibu dan janin. Di wilayah pedesaan dengan keterbatasan fasilitas seperti Desa Likupang Satu, bidan memiliki peran krusial sebagai garda terdepan, namun kapasitas mereka dalam manajemen DMG masih terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran dan kapasitas bidan serta kader kesehatan dalam deteksi dini, edukasi, dan pengelolaan DMG berbasis komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 Oktober 2025 dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 4 bidan desa, 9 kader kesehatan, dan 8 ibu hamil. Metode intervensi meliputi edukasi konsep DMG, pendampingan teknis skrining (pemeriksaan glukosa darah sewaktu), serta pelatihan gerakan prenatal yoga. Evaluasi keberhasilan diukur melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner terstruktur serta observasi klinis. Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan rata-rata peserta setelah intervensi; skor bidan meningkat dari 62,5 (Cukup) menjadi 87,5 (Baik), sedangkan kader meningkat dari 58,9 (Kurang) menjadi 82,2 (Baik). Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan 75% ibu hamil memiliki kadar gula darah normal, namun ditemukan 25% (2 orang) dengan kadar glukosa darah ≥ 140 mg/dL yang memerlukan pemantauan intensif. Bidan dan kader juga berhasil mempraktikkan keterampilan skrining dan memandu prenatal yoga. Penguatan kapasitas melalui edukasi, pendampingan praktis, dan intervensi aktivitas fisik efektif mengoptimalkan peran profesional bidan dan kader dalam deteksi dini serta pencegahan komplikasi DMG di tingkat komunitas.  Kata Kunci: Bidan, Diabetes Melitus Gestasional, Kader Kesehatan, Likupang Satu, Prenatal Yoga.  ABSTRACT Gestational Diabetes Mellitus (GDM) is a pregnancy complication with a rising prevalence that poses both short- and long-term health risks for mothers and fetuses. In rural areas with limited access to healthcare facilities, such as Likupang Satu Village, midwives serve as critical frontline providers, yet their capacity in managing GDM remains constrained. This community service program aimed to optimize the role and capacity of midwives and health volunteers in early detection, education, and community-based management of GDM. The program was conducted on October 21, 2025, utilizing a participatory approach involving 4 village midwives, 9 health volunteers, and 8 pregnant women. Intervention methods consisted of educational sessions on GDM concepts, technical mentoring for early screening (random blood glucose testing), and practical training for prenatal yoga exercises. Program outcomes were evaluated using structured pre- and post-test questionnaires and direct clinical observations. There was a significant improvement in the participants' average knowledge scores after the intervention; midwives' scores increased from 62.5 (Fair) to 87.5 (Good), while health volunteers' scores rose from 58.9 (Poor) to 82.2 (Good). Health screening results indicated that 75% of pregnant women had normal blood glucose levels, whereas 25% (2 women) exhibited blood glucose levels ≥ 140 mg/dL, requiring closer follow-up monitoring. Midwives and volunteers also successfully demonstrated proficiency in performing health screenings and guiding prenatal yoga. Capacity building through structured education, hands-on mentoring, and physical activity interventions is an effective strategy to optimize the professional roles of midwives and health volunteers in early detection and prevention of GDM complications at the community level.  Keywords: Midwives, Gestational Diabetes Mellitus, Health Volunteers, Likupang Satu, Prenatal Yoga.
Pengenalan Huruf, Angka, dan Warna Melalui Permainan Edukatif dan Interaksi Sosial Pada Anak Paud di TBM Plus Rumah Literasi Cakrawala NTT Ubaldus Djonda; Beatrix Yunarti Manehat; Aplonia Nelci Ke Lomi; Maria M Rosari Nahak; Mediatrix Deva Tafuli; Angela Kasimira Behar; Blasius Noven Banfatin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26505

Abstract

ABSTRAK Banyak anak usia PAUD dan anak yang belum bersekolah di TBM Plus Rumah Literasi Cakrawala NTT, Desa Tanah Merah, Kupang Tengah, Nusa Tenggara Timur, belum mampu mengenali huruf alfabet, angka 1–10, dan warna dasar akibat keterbatasan stimulasi kognitif serta kurangnya metode pembelajaran yang sesuai. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengenalan huruf, angka, dan warna pada 15 anak usia PAUD dan anak yang belum bersekolah. Kegiatan dilaksanakan berdasarkan Teori Perkembangan Kognitif-Psikologis Lev Vygotsky, khususnya konsep Zone of Proximal Development (ZPD), kolaborasi, dan pembelajaran berbasis interaksi sosial. Program dilakukan melalui permainan edukatif di dalam dan luar ruangan, kegiatan mewarnai huruf dan angka, permainan sembunyi kertas, pengenalan warna menggunakan kosakata bahasa Inggris, serta lagu-lagu pengenalan huruf dan angka. Pendampingan dilaksanakan secara bertahap selama empat minggu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 90% anak peserta program mampu mengenali huruf, angka, dan warna setelah mengikuti seluruh rangkaian pendampingan. Program pengabdian kepada masyarakat ini efektif dalam meningkatkan kemampuan anak dalam mengenali huruf, angka, dan warna. Temuan ini mendukung efektivitas pendekatan pembelajaran berbasis interaksi sosial dan scaffolding sebagaimana dikemukakan dalam teori Vygotsky untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak usia dini. Kata Kunci:  Anak PAUD, Huruf Angka Warna, Vygotsky, Permainan Edukatif.  ABSTRACT Many preschool-aged and out-of-school children at TBM Plus Rumah Literasi Cakrawala NTT, Tanah Merah Village, Central Kupang, East Nusa Tenggara, had not yet recognized alphabet letters, numbers 1–10, and basic colors due to limited cognitive stimulation and the lack of appropriate learning methods. This community service program aimed to improve the recognition of letters, numbers, and colors among 15 preschool-aged and out-of-school children. The program was implemented based on Lev Vygotsky’s Cognitive-Psychological Development Theory, particularly the concepts of the Zone of Proximal Development (ZPD), collaboration, and social interaction-based learning. Activities included indoor and outdoor educational games, coloring letters and numbers, paper-hiding games, color recognition using English vocabulary, and songs introducing letters and numbers. The mentoring program was conducted gradually over four weeks. The findings showed that 90% of the participating children were able to recognize letters, numbers, and colors after completing the program. The community service program effectively enhanced children's recognition of letters, numbers, and colors. The results support the effectiveness of social interaction-based learning and scaffolding approaches as proposed by Vygotsky’s theory in improving early childhood cognitive development. Keywords: Preschool Children, Letters, Numbers, and Colors, Vygotsky, Educational Games. 
Peningkatan Kemampuan Menggambar Pola Digital Busana Menggunakan Richpeace Berbasis Computer Aided Design Qothrun Nada Ma'ruf Batubara; Ulfa Annida Damanik; Novialdi Ashari; Yudhistira Anggraini; Halimul Bahri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26421

Abstract

ABSTRAK Transformasi digital pada industri fashion mendorong sekolah vokasi untuk menyiapkan peserta didik yang mampu menguasai teknologi desain berbasis komputer. Pada kompetensi keahlian Tata Busana, kemampuan membuat pola secara digital menjadi keterampilan penting karena proses produksi busana modern semakin banyak menggunakan perangkat lunak Computer Aided Design (CAD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan peserta dalam menggambar pola busana digital menggunakan software Richpeace berbasis CAD di SMK Negeri 1 Stabat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Peserta penelitian berjumlah 30 orang yang terdiri atas 25 siswa dan 5 guru Tata Busana. Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui pengenalan konsep CAD, demonstrasi penggunaan Richpeace, praktik pembuatan pola digital, editing pola, grading, pendampingan, serta evaluasi hasil belajar. Data dikumpulkan melalui tes sebelum dan sesudah pelatihan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta meningkat dari 58,63 pada pre-test menjadi 87,47 pada post-test. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi 0,000 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan kemampuan yang signifikan sebelum dan sesudah pelatihan. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan Richpeace berbasis CAD dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam menggambar pola busana digital secara lebih terarah, presisi, dan sesuai dengan kebutuhan industri fashion. Pelatihan ini juga dapat menjadi alternatif penguatan pembelajaran Tata Busana berbasis teknologi digital di SMK. Kata Kunci: Pola Digital Busana, Richpeace, Computer Aided Design, Menggambar Pola, Pendidikan Vokasi.  ABSTRACT Digital transformation in the fashion industry requires vocational schools to prepare students with computer-based design competencies. In fashion design education, digital pattern-making has become an essential skill because modern garment production increasingly relies on Computer Aided Design (CAD) software. This study aimed to analyze the improvement of participants’ ability to create digital fashion patterns using CAD-based Richpeace software at SMK Negeri 1 Stabat. A quantitative approach with a one-group pretest-posttest design was applied. The participants consisted of 30 individuals, including 25 fashion design students and 5 teachers. The training activities included an introduction to CAD concepts, demonstrations of Richpeace features, hands-on practice in digital pattern-making, pattern editing, grading, mentoring, and learning evaluation. Data were collected through pre-test and post-test assessments and analyzed using descriptive statistics and a paired sample t-test. The results showed that the participants’ average score increased from 58.63 in the pre-test to 87.47 in the post-test. The paired sample t-test produced a significance value of 0.000 0.05, indicating a significant difference in participants’ abilities before and after the training. These findings confirm that CAD-based Richpeace can improve participants’ ability to create digital fashion patterns in a more structured, accurate, and industry-oriented manner. This training can also serve as an alternative strategy for strengthening technology-based fashion design learning in vocational schools. Keywords: Digital Fashion Pattern, Richpeace, Computer Aided Design, Pattern Drawing, Vocational Education.
Applying The Roy Adaptation Model: An Empowerment Approach to Build Psychosocial Resilience in Hypertensive Pregnant Women Liliek Pratiwi; Siti Harnina Bintari; Dina Nur Anggraini Ningrum; Chatila Maharani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26287

Abstract

ABSTRACT Hypertensive Disorders of Pregnancy (HDP) significantly drive Maternal Mortality Rates (MMR) in Garut Regency, exacerbated by poor psychosocial support. This program aimed to empower hypertensive pregnant women by enhancing psychosocial resilience through Roy’s Adaptation Model. Using a Participatory Technology Development approach, 30 pregnant women with gestational hypertension or mild preeclampsia at Tarogong Public Health Center participated in a four-session workshop addressing physiological, self-concept, role function, and interdependence modes. Pre- and post-tests evaluated knowledge, resilience via the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), and blood pressure stability. Participants with 'Good' knowledge surged from 10% to 86.7%. Resilience scores substantially improved in self-concept (+35.7), role function (+27.3), and interdependence (+31.3), shifting coping mechanisms from maladaptive to adaptive. Clinically, average blood pressure decreased by 14.4 mmHg (systolic) and 8.7 mmHg (diastolic), with 83.3% of participants achieving controlled, stable levels. Interventions based on Roy's Adaptation Model effectively strengthen the psychosocial and physiological capacities of hypertensive pregnant women. Integrating a sustainable WhatsApp consultation group with village midwives serves as a vital preventive strategy for early detection and maternal mortality reduction. Keywords: Blood Pressure Stability, Hypertensive Disorders of Pregnancy, Psychosocial Resilience, Roy's Adaptation Model.
Peningkatan Pengetahuan dan Kesiapan Kesehatan Pranikah pada Calon Pengantin melalui Edukasi Kebidanan Komunitas Maria Conchita Leyla Centis; Febriani C. Marut; Maria A. Jaiman; Agnelia V. Badur; Marianti Sherlyani; Kresensia Inggriani; Elfrida J. Bembong; Ermen N. Wati; Paskalina R.P Hati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.27184

Abstract

ABSTRAK Kesehatan pranikah merupakan upaya penting dalam mempersiapkan calon pengantin menuju kehidupan keluarga yang sehat. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, gizi prakonsepsi, dan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan pada ibu dan anak. Edukasi kebidanan komunitas menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan kesehatan calon pengantin. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan kesehatan pranikah pada calon pengantin melalui edukasi kebidanan komunitas. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan metode penyuluhan, ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan pembagian leaflet edukasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan calon pengantin setelah diberikan edukasi. Peserta lebih memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan pranikah, gizi seimbang, pencegahan anemia, kesehatan reproduksi, dan perencanaan kehamilan sehat. Selain itu, kesiapan peserta dalam menjaga kesehatan sebelum menikah juga meningkat. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Edukasi kebidanan komunitas efektif meningkatkan pengetahuan dan kesiapan kesehatan pranikah pada calon pengantin sebagai upaya promotif dan preventif dalam mendukung terbentuknya keluarga sehat. Kata Kunci: Edukasi, Kesiapan Kesehatan, Pranikah.  ABSTRACT Premarital health is a crucial step in preparing prospective brides and grooms for a healthy family life. A lack of knowledge regarding reproductive health, preconception nutrition, and premarital health checkups can increase the risk of health problems for both mothers and children. Community midwifery education is one strategy for improving the health knowledge and preparedness of prospective brides and grooms. This activity aims to improve premarital health knowledge and preparedness among prospective brides and grooms through community midwifery education. The activity was conducted as a Community Service (PKM) program using methods such as health education sessions, interactive lectures, discussions, QA sessions, and the distribution of educational leaflets. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure participants’ knowledge gains. The results of the activity showed an increase in the knowledge of prospective brides and grooms after receiving education. Participants better understood the importance of premarital health checkups, balanced nutrition, anemia prevention, reproductive health, and healthy pregnancy planning. Additionally, participants’ readiness to maintain their health before marriage also improved. Participants showed high enthusiasm throughout the activity. Community midwifery education effectively improves knowledge and premarital health readiness among prospective brides and grooms as a promotive and preventive measure in supporting the formation of healthy families. Keywords: Education, Health Readiness, Pre-marital.
Efektivitas Pelatihan Manajemen Kasus Pelecehan Seksual pada Penyedia Layanan Octa Reni Setiawati; Septa Lia Ariska; Yani Arikawati; Dewi Lutfiana Wati; M. Reza Afni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.21335

Abstract

ABSTRAK Pelecehan seksual selalu terjadi di setiap tahun yang korbannya rata-rata adalah anak-anak dan perempuan. WHO mengatakan bahwa kasus kekerasan dan perundungan mencapai sekitar 1 miliar dengan korban yaitu anak-anak, salah satunya kekerasan seksual (Mkonyi, 2021). Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah : Peserta mampu memahami hak dan perlindungan anak, Peserta mampu memahami dasar, tim, dan proses manajemen kasus, Peserta mampu memahami prinsip dan etika dalam bekerja dengan anak, Peserta mampu mengenal sistem rujukan, dan mampu membangun dan mengembangkan sistem rujukan, Peserta mampu memahami pembuatan laporan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dari skor pretest dan posttest dari 37 responden yang merupakan peserta pelatihan manajemen kasus pelecehan seksual pada penyedia layanan di Kota Metro pada tahun 2023. Selanjutnya, model penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah One Group Pretest Posttest Design dimana kelompok subjek diukur sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) sebuah perlakuan diberikan. Berdasarkan hasil tersebut, menunjukkan bahwa pelatihan manajemen kasus pelecehan seksual pada penyedia layanan dinilai efektif dapat meningkatan pemahaman dalam memanajemen kasus pelecehan seksual pada penyedia layanan Kata Kunci: Manajemen Kasus, Pelecahan Seksual, Lembaga Pelayanan.  ABSTRACT Sexual harassment always occurs every year with the average victims being children and women. WHO says that there are around 1 billion cases of violence and bullying with victims namely children, one of which is sexual violence (Mkonyi, 2021). The objectives of this training are: Participants are able to understand the rights and protection of children, Participants are able to understand the basis, team, and case management process, Participants are able to understand principles and ethics in working with children, Participants are able to recognize referral systems, and are able to build and develop systems reference, Participants are able to understand the preparation of reports. The method used is a quantitative research method with the data used is primary data obtained from pretest and posttest scores from 37 respondents who are participants in sexual harassment case management training at service providers in Metro City in 2023. Furthermore, the research model used in this study this is the One Group Pretest Posttest Design where the subject group is measured before (pretest) and after (posttest) a treatment is given. Based on these results, it shows that sexual harassment case management training for service providers is considered effective in increasing understanding in managing sexual harassment cases for service providers Keywords: Case Management, Sexual Harassment, Service Agencies.
Penguatan Resiliensi Anak Pekerja Migran Indonesia Tanpa Status Hukum Melalui Pelatihan Pengasuh di Harmony Home Anis Laela Megasari; Ika Subekti Wulandari; Heru Sasongko; Nindita Clourisa Amaris Susanto; Vivin Sulistyowati; Herliana Riska; Fiddin Yusfida A’la; Hanum Kartikasari; Muhamad Reznu Firsyawardana; Aan Andri Yano; Novi Ria Rahmawati; Hanif Maulana Tomera; Naswya Sausan Aqila Sausan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26625

Abstract

ABSTRAK Anak pekerja migran Indonesia (PMI) tanpa status hukum di Taiwan merupakan kelompok rentan yang menghadapi tantangan multidimensional, meliputi pemisahan keluarga, ketidakpastian identitas, hambatan akses layanan dasar, dan stigma sosial. Kondisi ini berdampak langsung pada perkembangan psikososial dan kapasitas resiliensi anak. Pengasuh di lembaga perlindungan anak memegang peran strategis sebagai faktor pelindung utama, namun sebagian besar belum memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam pengasuhan berbasis resiliensi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengasuh Harmony Home Taiwan dalam mendukung penguatan resiliensi anak PMI tanpa status hukum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional ini dilaksanakan secara hybrid pada Juni 2026 dalam bentuk pelatihan, melibatkan 21 pengasuh. Evaluasi dilakukan melalui pre-post-test. Terdapat peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan pengasuh dari 58,35 (SD±8,42) menjadi 81,70 (SD±6,15) dengan selisih rerata 23,35 poin. Pelatihan pengasuh berbasis pendekatan holistik yang diselenggarakan secara hybrid terbukti efektif meningkatkan pengetahuan pengasuh dalam mendukung resiliensi anak PMI tanpa status hukum. Intervensi berbasis kapasitas pengasuh merupakan strategi yang feasible dan berdampak langsung dalam konteks lembaga perlindungan anak diaspora. Kata Kunci: Resiliensi Anak, Pengetahuan, Penguatan, Pelatihan Pengasuh, Taiwan ABSTRACT Children of Indonesian migrant workers (PMI) without legal status in Taiwan are a vulnerable group facing multidimensional challenges, including family separation, identity uncertainty, barriers to accessing basic services, and social stigma. These conditions directly impact children's psychosocial development and resilience capacity. Caregivers in child protection institutions play a strategic role as the main protective factor, but most do not have adequate knowledge and skills in resilience-based care. This activity aims to improve the knowledge and skills of Harmony Home Taiwan caregivers in supporting the strengthening of resilience of PMI children without legal status. This international community service activity was carried out in a hybrid manner in June 2026 in the form of training, involving 21 caregivers. Evaluation was carried out through a pre-post-test. There was a significant increase in the average knowledge score of caregivers from 58.35 (SD±8.42) to 81.70 (SD±6.15) with a mean difference of 23.35 points. Caregiver training based on a holistic approach conducted in a hybrid manner has been proven effective in improving caregivers' knowledge in supporting the resilience of PMI children without legal status. Caregiver capacity-based interventions are a feasible and immediately impactful strategy in the context of diaspora child protection agencies. Keywords: Child Resilience, Knowledge, Strengthening, Caregiver Training, Taiwan.
Pendampingan Penggunaan IoT untuk Budidaya Bayam dan Kangkung di Desa Serapuh Abdi Dharma; Christin Erniati Panjaitan; Achmad Ridwan; Agung Prabowo; Yennimar Yennimar; Meyga Fitri Handayani Nasution; Togar Timoteus Gultom; Dhanny Rukmana Manday; Dewi Sholeha; Saut Dohot Siregar; Putri Puspa Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26470

Abstract

ABSTRAK Dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas di sector pertanian Desa Serapuh, Kabupaten Simalungun maka potensi Intenert of Things( IoT) dihadirkan dalam berbagai aplikasi. Banyak petani di Desa Serapuh bertani sayur bayam dan kangkung. Hanya saja, masalah yang mereka hadapi masalah air pada tanaman sehingga hasil panen kurang maksimal. Dua masalah utama yang dihadapi dari para petani yakni pertama, cuaca yang panas menjadikan tanah kering dan pertumbuhan tanaman terhambat. Kedua, penyiraman tanaman yang tidak terkontrol sehingga air yang berlebih dapat menyebabkan kerusakan akar tanaman. Denga kedua masalah tersebut, maka pendampingan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada petani dalam penggunaan IoT. Metode pendampingan ini berupa ceramah, diskusi, dan praktik langsung di lapangan. Dari kegiatan ini terlihat adanya peningkatan kemampuan petani dalam aspek penguasaan alat dan implementasi ke tanaman Bayam dan Kangkung. Kata Kunci: Pertanian, Iot, Petani, Irigasi. ABSTRACT For agricultural efficiency and productivity in Serapuh Village, Simalungun Regency, the Internet of Things (IoT) has several applications. Many Serapuh farmers grow spinach and kale. However, plant water issues reduce harvests. Farmers face two basic issues: hot weather dries soil and stunts plant growth. Second, excessive plant watering can damage roots. This coaching intends to help farmers use IoT for these two issues. Mentoring involves lectures, debates, and fieldwork. This activity shows farmers' tool and spinach/kale plant implementation skills have increased. Keywords: Agriculture, IoT, Farmer, Irrigation
Building An Early Childhood Literacy Ecosystem Through Teacher and Parental Supervision in Meaningful Reading Kamtini Kamtini; Salsabila Hasiana Tanjung; Dwi Maya Novitri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26372

Abstract

ABSTRACT Basic literacy is an important foundation for the development of language, communication, and thinking skills in early childhood. However, literacy instillation efforts still face various challenges, such as low parental involvement, limited understanding of meaningful literacy among teachers and families, and a lack of synergy between the school and home environments. This community service activity aims to build an early childhood literacy ecosystem by mentoring teachers and parents in meaningful reading activities. The activity was carried out in Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, involving kindergarten teachers, parents, and school principals as participants. The methods used included counseling, training, interactive discussions, meaningful reading practices, and joint reflection. The material provided covered the concept of meaningful literacy, strategies for assisting children in reading, and the collaborative role of teachers and parents in building a culture of literacy from an early age. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the importance of meaningful literacy and the active role of families in supporting children's literacy development. Participants also demonstrated high enthusiasm through discussions, sharing experiences, and a commitment to implementing literacy practices at home and at school. This activity contributed to strengthening school-family partnerships, thus establishing a literacy ecosystem that supports optimal child development. Keywords: Meaningful Literacy, Early Childhood, Literacy Ecosystem.
Herbal Corner untuk Kesehatan Psikososial: Edukasi dan Pemanfaatan Tanaman Herbal dalam Pencegahan Kecemasan dan Insomnia Awaliyah Muslimah Suwetty; Camelia Bakker; Kornelis Nama Beni; Venida Lakapu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26230

Abstract

ABSTRAK Kecemasan dan insomnia adalah masalah kesehatan psikososial yang umum terjadi dan berdampak negatif terhadap kualitas hidup, produktivitas, dan fungsi sosial. Di Indonesia, jutaan orang mengalami gangguan kecemasan dan gangguan tidur; namun, pengetahuan masyarakat mengenai pendekatan pencegahan dan komplementer masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman herbal melalui pengembangan Pojok Herbal sebagai upaya pencegahan kecemasan dan insomnia. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset (ABCD), yang menekankan penggunaan sumber daya lokal dan partisipasi aktif masyarakat. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, termasuk persiapan, identifikasi aset masyarakat, pendidikan kesehatan mental, demonstrasi dan praktik pemanfaatan tanaman herbal, pendirian Pojok Herbal, dan evaluasi. Program ini melibatkan anggota masyarakat, pemimpin lokal, kader kesehatan, serta dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan mental dan manfaat tanaman herbal seperti jahe, serai, mint, dan lavender dalam meningkatkan relaksasi dan kualitas tidur. Pendirian Pojok Herbal juga menyediakan platform pendidikan berkelanjutan untuk pembelajaran dan praktik masyarakat. Program Pojok Herbal merupakan strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mental dan mendukung pencegahan kecemasan dan insomnia. Kata Kunci: Pojok Herbal, Promosi Kesehatan Mental, Kecemasan, Insomnia, Pemberdayaan Masyarakat.  ABSTRACT Anxiety and insomnia are prevalent mental health problems that negatively affect quality of life, productivity, and social functioning. In Indonesia, millions of people experience anxiety disorders and sleep disturbances; however, public knowledge regarding preventive and complementary approaches remains limited. This community service program aimed to improve community knowledge and skills in utilizing herbal plants through the development of a Herbal Corner as an effort to prevent anxiety and insomnia. The activity employed the Asset Based Community Development (ABCD) approach, which emphasizes the use of local resources and active community participation. The program was implemented through several stages, including preparation, community asset identification, health education on mental health, demonstration and practice of herbal plant utilization, establishment of the Herbal Corner, and evaluation. The program involved community members, local leaders, health cadres, as well as lecturers and students. The results indicated an increase in community awareness and knowledge regarding mental health and the benefits of herbal plants such as ginger, lemongrass, mint, and lavender in promoting relaxation and improving sleep quality. The establishment of the Herbal Corner also provided a sustainable educational platform for community learning and practice. In conclusion, the Herbal Corner program represents an effective community empowerment strategy to promote mental health and support the prevention of anxiety and insomnia. Keywords: Herbal Corner, Mental Health Promotion, Anxiety, Insomnia, Community Empowerment.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue