cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,696 Documents
Program: Manajemen Hipertensi Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Fungsi Kardiorespiratori dan Kesejahteraan Mental pada Lansia Fidyatul Nazhira; Risa Kusuma Anggraeni; Agustiyawan Agustiyawan; Rycco Darmareja; Enny Fauziah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26064

Abstract

ABSTRAK Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan prioritas yang berkaitan erat dengan penurunan fungsi kardiorespiratori dan gangguan kesejahteraan mental. Rendahnya tingkat aktivitas fisik dan terbatasnya program olahraga berbasis komunitas masih menjadi hambatan utama dalam pengelolaan hipertensi secara mandiri. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi kardiorespiratori dan kesejahteraan mental pada lansia penderita hipertensi melalui program berbasis komunitas "JANTUNG" (Jaga Aktivitas Lansia Tunjang Unggulnya Kesehatan) di Posyandu Sawangan, Depok. Metode yang digunakan meliputi skrining kesehatan awal, penyuluhan interaktif tentang hipertensi dan fungsi kardiorespiratori, pelatihan latihan ekspansi dada dan teknik pernapasan, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test dengan kuesioner dan penilaian VO2Max. Program ini melibatkan 40 peserta lansia dan 15 kader posyandu. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dari 60% sebelum program menjadi 95% setelahnya. Peserta menjadi lebih mahir dalam melakukan latihan pernapasan dan ekspansi dada secara mandiri, serta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam mengelola hipertensi. Keterlibatan kader sangat berperan dalam keberlanjutan program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa program berbasis komunitas yang mengintegrasikan latihan fisik terstruktur, pendidikan interaktif, dan teknologi digital efektif dalam meningkatkan fungsi kardiorespiratori dan kesejahteraan mental pada lansia penderita hipertensi. Kata Kunci: Kardiorespiratori, Hipertensi, Kesejahteraan Mental.  ABSTRACT Hypertension in the elderly is a priority health issue closely associated with decline in cardiorespiratory function and impaired mental well-being. Low levels of physical activity and limited community-based exercise programs remain major barriers to independent hypertension management. This community service program aimed to improve cardiorespiratory function and mental well-being among elderly individuals with hypertension through the “JANTUNG” (Jaga Aktivitas Lansia Tunjang Unggulnya Kesehatan) community-based program at Posyandu Sawangan, Depok. The method included initial health screening, interactive counseling on hypertension and cardiorespiratory function, chest expansion exercise and breathing technique training, and knowledge evaluation using pre- and post-tests with questionnaires and VO2Max assessment. The program involved 40 elderly participants and 15 posyandu cadres. Results showed significant knowledge improvement from 60% before the program to 95% afterward. Participants became more proficient in independently performing breathing and chest expansion exercises, and demonstrated increased confidence in managing hypertension. Cadre involvement was instrumental in sustaining the program. This activity demonstrates that a community-based program integrating structured physical exercise, interactive education, and digital technology is effective in improving cardiorespiratory function and mental well-being in elderly individuals with hypertension. Keywords: Cardiorespiratory, Hypertension, Mental Well-Being.
Program Edukasi Pencegahan dan Pengobatan Pneumonia Terhadap Masyarakat di Desa Wonorejo Adhi Wardhana Amrullah; Ingracia Maria Do Rego; Rolando Rahardjoputro; Berliana Luthfiananda; Agnes Prawistya Sari; Sophia Rose
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26507

Abstract

ABSTRAK Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia masih menjadi kontributor utama morbiditas dan mortalitas pada kelompok rentan di tingkat komunitas. Tingkat keparahan penyakit ini seringkali diperburuk oleh praktik swamedikasi yang tidak rasional, terutama penyalahgunaan antibiotik, serta minimnya literasi keluarga mengenai tanda bahaya klinis dini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkan secara signifikan pengetahuan warga, khususnya ibu-ibu rumah tangga, mengenai pengenalan tanda gejala, langkah pencegahan, serta prinsip pengobatan pneumonia secara rasional. Pendekatan yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan terstruktur yang mengkombinasikan metode ceramah interaktif dengan media visual berupa presentasi PowerPoint dan leaflet. Kegiatan ini diselenggarakan secara komprehensif bagi 60 orang warga dengan kriteria inklusi spesifik di Desa Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar. Hasil analisis statistik menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan. Nilai rata-rata pre-test peserta sebesar 54,50 meningkat secara substansial menjadi 82,30 pada saat post-test. Distribusi nilai peningkatan ini dibuktikan melalui uji Wilcoxon Signed-Rank dengan nilai p-value 0,001. Intervensi edukatif melalui penyuluhan kesehatan berbasis media visual terbukti sangat efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan warga terkait deteksi dini dan penatalaksanaan pneumonia yang tepat sasaran.  Kata Kunci: Antibiotik, Edukasi, Pengetahuan, Pneumonia.  ABSTRACT Acute Respiratory Infections (ARI) and pneumonia remained primary contributors to morbidity and mortality among vulnerable groups at the community level. The severity was often exacerbated by irrational self-medication practices, particularly the misuse of antibiotics, and families' lack of health literacy regarding early clinical danger signs. This Community Service (PkM) activity aimed to evaluate and significantly increase the knowledge of residents, specifically housewives, regarding the recognition of signs and symptoms, preventive measures, and rational treatment principles of pneumonia. The approach utilized was structured health education combining interactive lectures with visual media, including PowerPoint presentations and leaflets. The activity was comprehensively organized for 60 residents with specific inclusion criteria in Wonorejo Village, Gondangrejo, Karanganyar. The statistical analysis results showed a highly significant increase in knowledge. The participants' average pre-test score of 54.50 substantially increased to 82.30 during the post-test. The distribution of this improvement was proven through the Wilcoxon Signed-Rank test with a p-value 0.001. Educative interventions through visual media-based health counseling proved highly effective in improving residents' health literacy regarding early detection and targeted management of pneumonia.  Keywords: Antibiotics, Education, Knowledge, Pneumonia.
Penguatan Literasi Kesehatan Oral Remaja Putri melalui Edukasi Kesehatan Gigi Interaktif Berbasis Digital di SMKN 1 Ngasem Meyrinda Tobing; Ibnu Gunawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26429

Abstract

ABSTRAK Kesehatan gigi dan mulut pada remaja perlu diperhatikan sebab berkaitan dengan kebiasaan dalam kehidupan sehari – hari dan berdampak pada kesehatan secara umum. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan oral remaja putri melalui edukasi kesehatan gigi interaktif berbasis digital di SMKN 1 Ngasem. Metode pengabdian kepada masyarakat yaitu kegiatan dilaksanakan secara tatap muka kepada 71 siswi kelas 10 dan 11 melalui pre – post test, pemaparan video edukasi digital, demonstrasi, dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum edukasi tingkat pengetahuan peserta tergolong masih rendah dengan nilai rata-rata pre test 56,34 ± 10,28. Setelah diberikan intervensi berupa edukasi, nilai rata-rata post test meningkat menjadi 84,12 ± 7,46. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran bagi para peserta. Kegiatan ini juga mendapatkan antusias dan keterlibatan aktif selama diskusi. Kesimpulan dari kegiatan ialah edukasi kesehatan gigi interaktif berbasis digital efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan motivasi remaja putri dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kata Kunci: Literasi Kesehatan Oral, Remaja Putri, Edukasi Digital. ABSTRACT Oral health in adolescents requires attention because it is associated with daily habits and impacts overall health. This activity aims to improve oral health literacy among adolescent girls through interactive, digital-based dental health education at SMKN 1 Ngasem. The community service method consists of face-to-face activities for 71 female students in grades 10 and 11, conducted through pre- and post-tests, digital educational video presentations, demonstrations, and discussions. The results of the activity indicate that participants knowledge levels were still low prior to the education, with an average pre-test score of 56.34 ± 10.28. After receiving the educational intervention, the average post-test score increased to 84.12 ± 7.46. This indicates an increase in knowledge and awareness among the participants. The activity also generated enthusiasm and active participation during the discussion. The conclusion of the activity is that digital-based interactive dental health education is effective in improving the knowledge, awareness, and motivation of adolescent girls in maintaining dental and oral health. Keywords: Oral Health Literature, Adolescent Females, Digital Education.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Screening Hipertensi, Pengukuran Antropometri dan Screening PJK Sova Evie; Nurmiaty Nurmiaty; Hasni Hasni; Novica Ariyanti Putri; Saman Saman; Dwi Yogyo Suswinarto; Alfrida Semuel Ra'bung; Rahmat Kurniawan; Yuldensia Avelina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26291

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya hipertensi dan penyakit jantung koroner (PJK), merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia serta menunjukkan tren peningkatan di masyarakat. Di wilayah kerja Puskesmas Managaisaki, angka kejadian PTM masih tergolong tinggi, kasus hipertensi tahun 2024 sebanyak 3.339 dan tahun 2025 sebanyak 2.293. Kondisi ini memerlukan upaya strategis melalui skrining dini sebagai langkah deteksi awal PTM khususnya hipertensi dan PJK. Salah satu strategi efektif dalam pelaksanaan skrining adalah pemberdayaan kader kesehatan. Kader sebagai bagian dari komunitas memiliki peran strategis dalam menjembatani layanan kesehatan formal dengan masyarakat, terutama di tingkat RT/RW, dusun, dan desa. Kedekatan kader dengan masyarakat menjadikan mereka aktor utama dalam edukasi kesehatan, pelaksanaan skrining sederhana, serta promosi perilaku hidup sehat. Tujuan PkM ini yaitu: 1)Untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan masyarakat tentang PTM; 2)Untuk meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan skrining penyakit hipertensi dan PJK; 3)Untuk meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan pengukuran antropometri sebagai bagian dari skrining PJK; 4)Untuk meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan skrining Hipertensi dan PJK. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan kepada 20 kader posyandu yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Managaisaki. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi keterampilan terjadi peningkatan pengetahuan responden rata rata dari 40 Menjadi 90. Dan seluruh kader kesehatan mampumelakukan screening skrining hipertensi dan PJK kepada masyarakat. Kegiatan pengabmas ini berhasil mencapai tujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan tentang screening hipertensi, pengukuran antropometri dan screening factor resiko PJK Kata Kunci: Kader Kesehatan, Screening, Hipertensi, PJK.  ABSTRACT Noncommunicable diseases (NCDs), particularly hypertension and coronary heart disease (CHD), are the leading causes of morbidity and mortality in Indonesia and are on the rise in the general population. In the service area of the Managaisaki Community Health Center (Puskesmas), the incidence of NCDs remains relatively high, with 3,339 cases of hypertension in 2024 and 2,293 cases in 2025. This situation requires strategic efforts through early screening as a step toward the early detection of NCDs, particularly hypertension and CHD. One effective strategy in implementing screening is the empowerment of community health workers. As members of the community, health cadres play a strategic role in bridging the gap between formal health services and the public, particularly at the RT/RW, hamlet, and village levels. Their close ties to the community make them key actors in health education, conducting simple screenings, and promoting healthy lifestyles. The objectives of this Community Service Program (PkM) are: 1) To increase the knowledge of health cadres and the community regarding NCDs; 2) To improve the skills of health cadres in screening for hypertension and CHD; 3) To improve the skills of health cadres in performing anthropometric measurements as part of CHD screening; 4) To improve the skills of health cadres in conducting screening for hypertension and CHD. The methods used included health education and training for 20 Posyandu cadres spread across the Managaisaki Community Health Center’s service area. Evaluation was conducted using a pre-test and The methods used were education and training for 20 posyandu cadres spread across the Managaisaki Community Health Center’s service area. Evaluation was conducted through pre- and post-tests of knowledge as well as skill observations; there was an increase in the respondents’ average knowledge score from 40 to 90. All health cadres were able to perform hypertension and CHD screenings for the community. This community outreach activity successfully achieved its objective of improving the capacity of health cadres regarding hypertension screening, anthropometric measurements, and screening for CHD risk factors. Keywords: Health Cadres, Screening, Hypertension, CHD.
Edukasi Kesehatan sebagai Upaya Pemberdayaan Ibu Dalam Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Secara Mandiri di Posyandu Wasegi Indah Manokwari Yayuk Nuryanti; Hosiana L Sombuk; Melicha K Simanjuntak; Mirna Wigunarti; Monilaritha Tata; Fransiskus E S Della
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26142

Abstract

ABSTRAK  Pertumbuhan dan perkembangan anak balita merupakan periode emas yang sangat berpengaruh terhadap kehidupannya mendatang karena beberapa aspek mengalami kemajuan baik secara fisik, kognitif, bahasa, emosi, dan sosial. Prodi D III Keperawatan Manokwari merupakan institusi pendidikan kesehatan di Manokwari yang dapat mendukung dan berperan dari sektor Kesehatan, dengan melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan dengan pemberian edukasi kepada ibu-ibu tentang pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak balita. 1) Meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan anak balita; 2) Meningkatkan keterampilan ibu-ibu dalam memantau tumbuh kembang anak menggunakan KMS; 3) Meningkatkan kemampuan ibu-ibu dalam memberikan stimulasi tumbuh kembang anak secara mandiri di rumah. Dengan memberikan edukasi tentang pertumbuhan dan perkembangan anak balita serta cara mensimulasinya, media yang digunakan leafleat, dengan sasaran ibu-ibu yang mempunyai anak balita di Posyandu Wasegi Indah, pretest dan post pest menggunakan pertanyaan lisan. Didapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu yang dibuktikan dengan jumlah ibu-ibu yang menyampaikan pendapatnya tentang pertumbuhan dan perkembangan anak balita. Diawal hanya 2 ibu yang menyampaikan pendapatnya, sedang diakhir ada 7 ibu. Bahwa dengan edukasi dapat meningkatkan pengetahuan tentang pertumbuhan dan perkembangan anak balita serta cara mensimulasinya. Kata Kunci:  Edukasi, Pertumbuhan dan Perkembangan Anak.  ABSTRACT Background: The growth and development of toddlers is a golden period that greatly influences their future lives because several aspects experience progress both physically, cognitively, linguistically, emotionally, and socially. The D III Nursing Study Program in Manokwari is a health education institution in Manokwari that can support and play a role in the Health sector, by implementing Community Service. The activities carried out by providing education to mothers about monitoring the growth and development of toddlers. With the objectives: 1) Increase mothers' knowledge about the growth and development of toddlers; 2) Increase mothers' skills in monitoring children's growth and development using KMS; 3) Increase mothers' abilities in providing stimulation for children's growth and development independently at home. Activity method: by providing education about the growth and development of toddlers and how to simulate it, the media used is leaflets, targeting mothers who have toddlers at the Wasegi Indah Posyandu, pretest and posttest using oral questions. Activity results: an increase in mothers' knowledge and skills was obtained as evidenced by the number of mothers who expressed their opinions about the growth and development of toddlers. At the beginning, only two mothers expressed their opinions, while by the end, there were seven. Therefore, it can be concluded that education can increase knowledge about toddler growth and development and how to simulate it.  Keywords: Education, Child Growth and Development.
Asuhan Keperawatan pada Lansia dengan Hipertensi Menggunakan Pemberian Air Rebusan Daun Alpukat di Pekon Kandang Besi Kabupaten Tanggamus Uswatun Hasanah; M. Arifki Zainaro; Umi Romayati Keswara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26472

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dikenal sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala hingga terjadi komplikasi. Menurut WHO tahun 2023, sekitar 1,28 miliar orang di dunia menderita hipertensi. Salah satu upaya pengendalian hipertensi secara nonfarmakologis adalah pemberian air rebusan daun alpukat (Persea americana Mill) yang mengandung flavonoid dan quersetin yang berpotensi menurunkan tekanan darah. Diketahuiasuhan keperawatan pada lansia dengan hipertensi menggunakan pemberian air rebusan daun alpukat di Pekon Kandang Besi Kabupaten Tanggamus. Pada penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus. Subjek yang digunakan 2 orang hipertensi. Penerapan terapi air rebusan daun alpukat sesuai standar operating procedur (SOP) yang dilakukan yaitu diminum 1 kali sehari saat sore hari sebelum makan diberikan selama 7 hari. Terdapat penurunan tensi darah menggunakan terapi air rebusan daun alpukat pada pasienhipertensi di Pekon Kandang Besi Kabupaten Tanggamus. Pengelolaan keperawatan dengan penerapan  tindakan  keperawatan terapi air rebusan daun alpukat yang  penulis  lakukan  selama  7 hari  pada pasien hipertensi, kedua  klien  teratasi  semua  dibuktikan  dengan klien  Ny  Z 130/80mmgHg dan Tn. B TD 120/80 mmgHg dan selama tindakan kedua klien koperatif. Kata Kunci: Hipertensi, Air Rebusan Daun Aplukat, Lansia.  ABSTRACT Hypertension is a noncommunicable disease known as the “silent killer” because it often causes no symptoms until complications arise. According to the WHO in 2023, approximately 1.28 billion people worldwide suffer from hypertension. One nonpharmacological approach to managing hypertension is the administration of avocado leaf (Persea americana Mill) decoction, which contains flavonoids and quercetin that have the potential to lower blood pressure. It is known that nursing care for the elderly with hypertension involves the administration of avocado leaf decoction in Pekon Kandang Besi, Tanggamus Regency. This final project report employs a descriptive research design with a case study approach. The subjects were 2 individuals with hypertension. The avocado leaf decoction therapy was administered according to standard operating procedures (SOP), specifically taken once daily in the afternoon before meals for 7 days. A decrease in blood pressure was observed in hypertensive patients in Pekon Kandang Besi, Tanggamus Regency, following treatment with avocado leaf decoction. The nursing management involving the application of avocado leaf decoction therapy, which the author administered for 7 days to hypertensive patients, both clients’ conditions were resolved, as evidenced by Ms. Z’s blood pressure of 130/80 mmHg and Mr. B’s blood pressure of 120/80 mmHg, and both clients were cooperative throughout the intervention. Keywords: Hypertension, Aplukat Leaf Decoction, Elderly.
Peningkatan Kapasitas Kader dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Kaki Diabetes di Cempaka Baru Jakarta Pusat Fitrian Rayasari; Neneng Kurwiyah; Anita Apriliawati; Nurhayati Nurhayati; Aprilina Sartika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26394

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi kronis, salah satunya kaki diabetes. Upaya pencegahan di tingkat komunitas belum optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini dan pencegahan kaki diabetes melalui pelatihan berbasis komunitas. Pelatihan dilaksanakan pada 28 kader di Kelurahan Cempaka Baru, Jakarta Pusat, melalui edukasi, demonstrasi pemeriksaan kaki, praktik perawatan, serta evaluasi pre–post test. Setelah pelatihan, kader mampu melakukan pemeriksaan kaki sederhana dan memberikan edukasi pencegahan. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 70,00 ± 8,01 menjadi 90,54 ± 5,07, dengan selisih 20,54 poin (p 0,001). Temuan ini menunjukkan pelatihan berbasis komunitas efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader. Integrasi kegiatan serupa ke dalam Posyandu Lansia dan Posbindu PTM perlu dilakukan secara berkelanjutan. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Kaki Diabetes, Kader Kesehatan, Deteksi Dini, Pelatihan Berbasis Komunitas.  ABSTRACT Diabetes mellitus is a non-communicable disease with increasing prevalence and a high risk of chronic complications, including diabetic foot. Community-based prevention remains suboptimal due to limited knowledge and skills among health volunteers. This program aimed to improve their capacity in early detection and prevention of diabetic foot through community-based training. Conducted among 28 volunteers in Cempaka Baru, Central Jakarta, the training included education, foot examination demonstrations, foot-care practice, and pre–post test evaluation. After the training, participants were able to perform basic foot examinations and provide preventive education. The mean knowledge score increased from 70.00 ± 8.01 to 90.54 ± 5.07, with a mean difference of 20.54 points (p 0.001). These findings indicate that community-based training effectively improved knowledge and skills of health volunteers. Similar activities should be sustainably integrated into routine community health services. Keywords: Diabetes Mellitus, Diabetic Foot, Community Health Volunteers, Early Detection, Community-Based Training.
Program Edukasi untuk Pencegahan Kekerasan Seksual dengan Metode Diskusi Interaktif di SMA Negeri 1 Babakan Madang Mochammad Hendik Widy Awan; Muhammad Raihan; Jevira Clarina Optatus; Raffi Sanjaya Harwawan Baharuddin; Afifah Iswantara; Elies Fitriani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26243

Abstract

ABSTRAK Meningkatnya kasus kekerasan seksual pada remaja di Indonesia memerlukan intervensi preventif di lingkungan sekolah, mengingat literasi kesehatan reproduksi dan pemahaman hukum yang rendah merupakan faktor risiko bagi siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa di SMA Negeri 1 Babakan Madang melalui edukasi kesehatan mengenai pencegahan kekerasan seksual. Metode yang digunakan adalah sosialisasi edukatif berupa ceramah interaktif dan diskusi dua arah yang dipimpin oleh dokter spesialis dengan melibatkan 100 siswa (50 putra dan 50 putri) sebagai peserta. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan instrumen kuesioner pre-testdan post-test yang kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji Paired T-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor rerata pengetahuan siswa, dari 58,6 saat pre-test menjadi 91,2 saat post-test (p 0,05). Simpulan dari kegiatan ini adalah edukasi kesehatan efektif dalam memperkuat literasi kesehatan serta membangun kewaspadaan siswa terhadap ancaman kekerasan seksual. Pihak sekolah disarankan untuk mengintegrasikan program edukasi ini secara berkala ke dalam kurikulum atau kegiatan kesiswaan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan tangguh. Kata Kunci: Kekerasan Seksual, Siswa SMA, Edukasi Klinis, Pengetahuan.  ABSTRACT The rising incidence of sexual violence among adolescents in Indonesia requires preventive interventions within the school environment, given that low reproductive health literacy and inadequate legal understanding are primary risk factors for students. This community service activity aimed to improve student knowledge at SMA Negeri 1 Babakan Madang through health education on the prevention of sexual violence. The method employed was educational socialization through interactive lectures and two-way discussions led by medical specialists, involving 100 students (50 males and 50 females) as participants. Knowledge levels were measured using pre-test and post-test questionnaire instruments, which were then analyzed quantitatively using the Paired T-test. The results showed a significant increase in the mean knowledge score of the students, from 58.6 during the pre-test to 91.2 during the post-test (p 0.05). This activity concluded that health education was effective in strengthening health literacy and building student awareness against the threat of sexual violence. It is recommended that the school management integrate this educational program periodically into the curriculum or student activities to create a safe and resilient educational environment. Keywords: Sexual Violence, High School Students, Clinical Education, Knowledge.
Peningkatan Kemampuan Kewirausahaan Pedagang Jamu melalui Digitalisasi Marketing di Pasar Jamu Nguter Sukoharjo Putri Kharisma Novita Sari; Devi Yanthre Sari Manurung; Lia Puspitasari; Akbar Eka Nugraha; Saptono Hadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.27030

Abstract

ABSTRAK Desa Nguter sebagai sentra industri jamu tradisional berpotensi menjadi daya tarik budaya dan potensi ekonomi lokal yang kuat, namun dihadapkan pada tantangan pemasaran di era digital dan tuntutan kualitas produk jamu yang tidak hanya berkhasiat namun juga inovatif. Kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan pemahaman regulasi jamu serta pemasaran digital dilakukan dengan tujuan untuk mendorong para pedagang jamu untuk mampu meningkatkan daya saing usaha, memperluas jangkauan pasar, serta menciptakan kepastian keamanan produk bagi konsumen. Metode yang digunakan berupa penyampaian materi, diskusi interaktif, serta pemberian leaflet sebagai bahan ajar mandiri. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner dengan metode pre-test dan post-test terhadap peserta. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai aspek regulasi legalitas terkait jamu dan strategi pemasaran digital. Keggiatan pelatihan mampu mendorong adanya penguasaan aspek legalitas (seperti larangan BKO dan standar higienitas) serta teknik pemasaran digital melalui platform yang ada secara etis. Kompetensi ini diharapkan dapat mendorong para pelaku usaha memiliki daya saing yang lebih kuat untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus menjamin kepastian keamanan bagi konsumen. Kata Kunci: Pedagang Jamu, Kewirausahaan, Digitalisasi Marketing, Pengabdian Masyarakat.  ABSTRACT As a hub for the traditional herbal medicine (jamu) industry, Nguter Village holds significant potential as a cultural attraction and a driver of the local economy. However, it faces marketing challenges in the digital era and demands for products that are not only efficacious but also innovative. Training and mentoring activities focused on jamu regulations and digital marketing were conducted to empower jamu vendors to enhance their business competitiveness, expand market reach, and ensure product safety for consumers. The methods employed included presentations, interactive discussions, and the distribution of leaflets for independent study. Participant understanding was evaluated using pre-test and post-test questionnaires. The training results demonstrated an improvement in participant's understanding of legal regulations concerning jamu and digital marketing strategies. The program fostered an understanding of legal requirements, such as prohibitions against the addition of medicinal chemicals (BKO) and hygiene standards, as well as ethical digital marketing techniques using existing platforms. These competencies are expected to strengthen the competitiveness of business owners, enabling them to expand their market reach while guaranteeing product safety for consumers. Keywords: Jamu Seller, Entrepreneurship, Digital Marketing, Community Service.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat melalui Edukasi Pemanfataan Obat Tradisional di Kelurahan Segalamider, Bandar Lampung Shinta Wulandari; Alfa Frista Arta; Selvi Megawati; Cut Syarif Thursina; Rachmi Nurkhalika; Niken Feladita; Ade Abiyyatun Mahdiyyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26086

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan obat herbal di masyarakat masih cukup tinggi, namun belum diimbangi dengan tingkat pengetahuan yang memadai terkait aspek keamanan, dosis, dan cara penggunaan yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan obat herbal melalui edukasi kesehatan di Kelurahan Segalamider, Bandar Lampung. Metode yang digunakan berupa penyuluhan edukatif, diskusi interaktif, pemberian leaflet, serta contoh produk jamu berbahan jahe dan serai. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner dengan metode pre-test dan post-test terhadap 30 peserta. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kategori kurang (53,3%) dan cukup (46,7%), tanpa adanya kategori baik (0%). Setelah edukasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan dengan kategori baik sebesar 23,3%, cukup 53,3%, dan kategori kurang menurun menjadi 23,3%. Analisis dengan Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pre-testdan post-test (p 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat herbal secara aman dan rasional. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Obat Herbal, Pengetahuan Masyarakat, Pre-Test Post-Test.  ABSTRACT The utilization of herbal medicine in the community remains relatively high; however, it has not been balanced with adequate knowledge regarding safety aspects, dosage, and appropriate usage methods. This community service activity aims to increase public knowledge regarding the utilization of herbal medicine through health education in Segalamider Village, Bandar Lampung. The methods employed consisted of educational lectures, interactive discussions, distribution of leaflets, and providing product samples of herbal medicine (jamu) made from ginger and lemongrass. Evaluation was conducted using questionnaires with pre-test and post-test designs involving 30 participants. The pre-test results showed that the majority of participants fell into the poor (53.3%) and fair (46.7%) categories, with none in the good category (0%). Following the educational intervention, the post-test results indicated an improvement, with the good category rising to 23.3%, the fair category at 53.3%, and the poor category decreasing to 23.3%. Analysis using the Wilcoxon signed-rank test demonstrated a significant difference between the pre-test and post-test scores (p 0.001). These findings indicate that health education is effective in improving public knowledge regarding the safe and rational use of herbal medicine. Keywords: Health Education, Herbal Medicine, Public Knowledge, Pre-Test Post-Test.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue