cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,696 Documents
Promosi Kesehatan, Edukasi Cerdik dan Deteksi Dini sebagai Upaya Preventif Penyakit Tidak Menular di Wilayah Puskesmas Baitussalam Aceh Besar Asri Jumadewi; Fahmi Ichwansyah; Putro Simeulu; Siti Hadijah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26503

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular atau PTM sering ditemukan tanpa gejala, sehingga sulit diidentifikasi pada tahap awal. Diagnosa penyakit ini sering ditemukan pada stadium lanjut, yang dapat menyebabkan kecacatan atau bahkan kematian dan biasanya sudah masuk dalam tahap sulit disembuhkan, sehingga terkenal dengan penyakit the silent killer. Prevalensi PTM di dunia hampir 70% menyebabkan kematian dan terus meningkat, termasuk di Indonesia. Penyakit dengan rating paling tinggi diantaranya adalah penyakit cardio (jantung), stroke, kanker, diabetes mellitus, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Tingginya risiko PTM masih menjadi masalah kesehatan di Puskesmas ini berdasarkan hasil survei pendahuluan menunjukkan adanya dua dari 10 penyakit yang terbanyak diantaranya hipertensi dan diabetes. Penyakit ini tidak dapat dicegah jika dihubungkan dengan faktor risiko genetik atau riwayat dari keluarga. Namun, PTM ini dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko yang dapat diubah melalui peningkatan perilaku sehat. Salah satunya program CERDIK yang dikenal dengan gerakan masyarakat rajin (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stress). Program CERDIK dapat mengatasi Triple Burden of Disease terhadap meningkatnyakejadian PTM. Solusi meningkatnya risiko PTM diharapkan dapat dikurangi secara preventif melalui gerakan sehat. Melalui skema PKW program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk promosi kesehatan PTM melalui edukasi program Cerdik dalam menurunkan risiko kejadian PTM di wilayah kerja Puskesmas Baitussalam.  Sasaran mitra pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah masyarakat yang mendapat layanan kesehatan di Posbindu wilayah kerja Puskesmas Baitussalam, Aceh Besar. Metode PKM ini dilakukan dengan tahapan deteksi dini PTM, promosi kesehatan PTM melalui penyuluhan program Cerdik kepada masyarakat dan evaluasi kegiatan dengan pretest dan postest.  Kata Kunci: Deteksi PTM, Edukasi CERDIK, Promosi Kesehatan.  ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) often appear asymptomatic, making them difficult to identify in their early stages. These diseases are often diagnosed at an advanced stage, which can lead to disability or even death. They are often difficult to treat, earning them the nickname "silent killer." The prevalence of NCDs globally accounts for nearly 70% of deaths and continues to rise, including in Indonesia. The most common diseases include cardiovascular disease (heart disease), stroke, cancer, diabetes mellitus, and chronic obstructive pulmonary disease (COPD). The high risk of NCDs remains a health problem at this community health center, with preliminary surveys showing two of the top 10 most common diseases, hypertension and diabetes. These diseases cannot be prevented if they are linked to genetic risk factors or family history. However, NCDs can be prevented by managing modifiable risk factors and improving healthy behaviors. One example is the CERDIK program, known as the "Diligent Community Movement" (regular health checks, Eliminate cigarette smoke, Regular physical activity, Healthy balanced diet, Adequate rest, and Stress management). The CERDIK program can address the Triple Burden of Disease, which aims to address the increasing incidence of NCDs. The solution to the increasing risk of non-communicable diseases (NCDs) is expected to be reduced preventively through healthy movements. Through the PKW scheme, this community service program aims to promote NCD health through education on the Cerdik program to reduce the risk of NCDs in the Baitussalam Community Health Center (Puskesmas) work area. The target partners for the community service implementation are residents who receive health services at the Integrated Health Post (Posbindu) within the Baitussalam Community Health Center work area, Aceh Besar. This PKM method is carried out through the stages of early NCD detection, NCD health promotion through Cerdik program counseling to the community, and activity evaluation with pre- and post-tests.  Keywords: PTM Detection, CERDIK Education, Health Promotion.
Tips and Trick Lolos Donor Darah di Bulan Ramadhan Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.25700

Abstract

ABSTRAK Selama bulan Ramadhan, terjadi penurunan jumlah pendonor darah di berbagai wilayah. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi tubuh saat berpuasa, seperti risiko lemas, dehidrasi, atau penurunan kadar gula darah setelah melakukan donor. Di sisi lain, kebutuhan darah di rumah sakit tetap tinggi dan bahkan cenderung meningkat. Mengetahui dan memberikan edukasi tentang tips aman donor darah selama bulan Ramadhan. Metode yang digunakan adalah : ceramah, diskusi dan tanya jawab. Setelah dilaksanakan kegiatan peserta memahami dan mengerti tentang donor darah pada saat berpuasa, ada peningkatan hasil post-test sebesar 22,89 poin. Kegiatan donor darah saat berpuasa tidak mengganggu kondisi tubuh dengan catatan hasil pemeriksaan sesuai dengan persyaratan dan tubuh tetap segar dan tidak membatalkan puasa, dengan memahami kegiatan edukasi ini Masyarakat berjanji akan tetap mendonorkan darahnya ,sehingga kebutuhan darah akan tetap terpenuhi. Kata Kunci: Donor Darah, Trick Lolos Donor Darah, Tips Donor Darah Di Bulan Puasa.  ABSTRACT During the month of Ramadan, there is a decrease in the number of blood donors in various regions. This is caused by public concerns about the condition of the body during fasting, such as the risk of weakness, dehydration, or decreased blood sugar levels after donating. On the other hand, the need for blood in hospitals remains high and even tends to increase. To find out and provide education about safe tips for donating blood during the month of Ramadan. Method used are lectures, discussions and questions and answers. After the activity was carried out, participants understood and understood about donating blood during fasting, there was an increase in post-test results of 22.89 points. Donating blood during fasting does not interfere with the body's condition as long as the examination results are in accordance with the requirements and the body remains fresh and does not break the fast, by understanding this educational activity the community promised to continue donating their blood, so that blood needs will continue to be met. Keywords: Blood Donation, Tricks to Pass Blood Donation, Tips for Donating Blood During the Fasting Month.
Implementasi Gerakan Numerasi Sekolah (GNS) melalui Pemanfaatn Student Digital Card (SDC) di MINU Unggulan Sukorejo Bojonegoro Midya Yuli Amreta; Alfia Rohmatus Sa'adah; Sulistyowati Sulistyowati; Shofiatul Mar'ah; Dwi Rahayu Irfani; Alfina Nur Mu'azizah Khozin; Taqiyya Fitria Azzahra; Izatum Mufida; Sofiatun Umairoh; Nya Abelia Fitri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26406

Abstract

ABSTRAK Kemampuan numerasi merupakan keterampilan dasar yang perlu dimiliki peserta didik untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Salah satu upaya yang dapat dilakukan sekolah adalah melalui Gerakan Numerasi Sekolah (GNS) yang diintegrasikan dengan teknologi digital. MINU Unggulan Sukorejo Bojonegoro menerapkan Student Digital Card (SDC) sebagai media pendukung numerasi dalam berbagai aktivitas sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Gerakan Numerasi Sekolah (GNS) melalui pemanfaatan Student Digital Card (SDC), faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya, serta hasil implementasinya terhadap kemampuan numerasi siswa. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (literature review) dengan mengkaji berbagai jurnal, artikel ilmiah, buku,dan hasil penelitian yang relevan mengenai Gerakan Numerasi Sekolah dan Student Digital Card. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi GNS melalui SDC di MINU Unggulan Sukorejo Bojonegoro berjalan dengan baik. SDC dimanfaatkan untuk transaksi non-tunai, absensi digital, dan pengelolaan saldo siswa sehingga memberikan pengalaman numerasi yang kontekstual. Faktor keberhasilan program meliputi ketersediaan sarana dan prasarana, peran guru dan manajemen sekolah, partisipasi siswa, dukungan orang tua, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Program ini berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan numerasi, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta pengelolaan keuangan sederhana siswa. Kata Kunci: Gerakan Numerasi Sekolah, Student Digital Card, Numerasi, Literasi Digital, Teknologi Pendidikan.  ABSTRACT Numeracy is a fundamental skill that students need to face the challenges of the 21st century. One effort that schools can take is through the School Numeracy Movement (GNS) integrated with digital technology. MINU Unggulan Sukorejo Bojonegoro implements the Student Digital Card (SDC) as a numeracy support tool in various school activities. This study aims to describe the implementation of the School Numeracy Movement (GNS) through the use of the Student Digital Card (SDC), the factors influencing its success, and the results of its implementation on students' numeracy skills. The study used a literature review method by reviewing various journals, scientific articles, books, and relevant research findings on the School Numeracy Movement and the Student Digital Card. The results indicate that the implementation of the GNS through the SDC at MINU Unggulan Sukorejo Bojonegoro is runningwell. The SDC is used for cashless transactions, digital attendance, and student balance management, providing acontextual numeracy experience. Factors contributing to the program's success include the availability of facilities andinfrastructure, the role of teachers and school management, student participation, parental support, and ongoingmonitoring and evaluation. This program has had a positive impact on improving students' numeracy skills, digitalliteracy, critical thinking skills, and simple financial management. Keywords: School Numeracy Movement, Student Digital Card, Numeracy, Digital Literacy, Educational Technology.
Peningkatan Pendapatan Ibu-Ibu PKK melalui Budidaya Jamur Tiram Berbasis Limbah Mebel Nabila Aiko Larasati Ichsani; Azizan Ananda Salviano; Muhammad Ferguson Al Ghuroba; Naufal Hafizh Irfan; Ghifari Dilan Malikisyafa; Arif Abdul Aziz; Fauzan Van Tobbi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26261

Abstract

ABSTRAK Limbah serbuk kayu dari industri mebel di Desa Giriroto belum dimanfaatkan secara optimal dan memiliki nilai ekonomi yang rendah bagi masyarakat. Program pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pendapatan 50 anggota kelompok PKK Desa Giriroto sebagai target sasaran melalui budidaya jamur tiram, dengan menerapkan pendekatan ekonomi sirkular. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis tentang persiapan media tanam, praktik budidaya langsung, workshop diversifikasi produk, dan pendampingan pemasaran produk. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan terhadap keterampilan peserta, hasil produksi, dan catatan penjualan. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan p = 0,000 (p 0,05), membuktikan terdapat perubahan yang signifikan pasca kegiatan. Kelompok binaan berhasil memproduksi produk bernilai tambah seperti steak, nugget, dan abon jamur tiram hasil dari penjualan dan partisipasi dalam kegiatan Giriroto Mushroom Festival. Kepuasan masyarakat diukur melalui Survey Kepuasan Masyarakat (SKM), dengan hasil sangat baik. Program ini menunjukkan, potensi pemanfaatan limbah berkelanjutan untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan berbasis sumber daya lokal. Kata Kunci: Ekonomi, Jamur Tiram, Serbuk Kayu.  ABSTRACT Wood waste generated by the furniture industry in Giriroto Village has not been optimally utilized and has low economic value for the local community. This community empowerment program aimed to improve the skills and income of 50 members of the PKK group in Giriroto Village through oyster mushroom cultivation by applying a circular economy approach. The methods used included socialization, technical training on growing media preparation, direct cultivation practices, product diversification workshops, and product marketing assistance. Evaluation was conducted through observations of participants' skills, production outcomes, and sales records. The results of the Paired T-Test showed p = 0.000 (p 0.05), indicating a significant change after the program implementation. The beneficiary group successfully produced value-added products such as oyster mushroom steak, nuggets, and shredded oyster mushrooms, generating income through sales and participation in the Giriroto Mushroom Festival. Community satisfaction was measured using the Community Satisfaction Survey (CSS), which yielded a very good rating. This program demonstrates the potential of sustainable waste utilization to strengthen women's economic independence based on local resources. Keywords: Economy, Oyster Mushrooms, Wood Sawdust.
Penguatan Literasi Akademik dan Literasi AI melalui Pendampingan Hybrid Penulisan Skripsi Baso Asrul N Bena; Firdha Razak; Ilman Indra Ansyari; Ervianti Ervianti; Muh. Putra Pratama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.27120

Abstract

ABSTRAK Kesulitan dalam menentukan topik, menyusun latar belakang, mencari referensi, serta menggunakan kecerdasan buatan secara tepat masih menjadi hambatan bagi mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi akademik dan literasi AI melalui pendampingan penulisan skripsi berbasis hybrid. Kegiatan diawali dengan pertemuan tatap muka bersama mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan UKI Toraja di Makale, kemudian dilanjutkan secara daring melalui Zoom dengan melibatkan mahasiswa STKIP Andi Matappa. Pendampingan meliputi pemetaan kebutuhan, penyampaian materi, latihan penyusunan skripsi, pengelolaan referensi, penggunaan AI secara kritis, diskusi, serta pemberian umpan balik. Evaluasi dilakukan menggunakan angket awal dan akhir dengan skala 1–5. Dari 72 responden yang dianalisis, rerata kemampuan penulisan skripsi meningkat dari 3,28 menjadi 4,34 (p 0,001; d_z = 1,34), sedangkan literasi dan pemanfaatan AI meningkat dari 3,60 menjadi 4,36 (p 0,001; d_z = 0,84). Rerata kesiapan dan motivasi mencapai 4,38, serta kepuasan peserta 4,37. Hasil ini menunjukkan bahwa pendampingan hybrid efektif meningkatkan kemampuan akademik dan penggunaan AI secara bertanggung jawab. Kata Kunci: Literasi Akademik, Literasi AI, Pendampingan Hybrid, Penulisan Skripsi, Mahasiswa.  ABSTRACT Difficulties in selecting a topic, developing the background section, finding references, and using artificial intelligence appropriately remain obstacles for students in completing their undergraduate theses. This community engagement program aimed to improve academic literacy and AI literacy through hybrid-based thesis-writing mentoring. The program began with a face-to-face session involving students from the Educational Technology Study Program at UKI Toraja in Makale, followed by online sessions via Zoom involving students from STKIP Andi Matappa. The mentoring activities included needs assessment, material presentation, thesis-writing practice, reference management, critical use of AI, discussion, and feedback. Evaluation was conducted using pre- and post-program questionnaires on a five-point scale. Among the 72 respondents analyzed, the mean score for thesis-writing skills increased from 3.28 to 4.34 (p .001; d_z = 1.34), while the mean score for AI literacy and utilization increased from 3.60 to 4.36 (p .001; d_z = 0.84). The mean score for readiness and motivation reached 4.38, while participant satisfaction reached 4.37. These findings indicate that hybrid mentoring was effective in improving students’ academic skills and promoting the responsible use of AI. Keywords: Academic Literacy, AI Literacy, Hybrid Mentoring, Thesis Writing, University Students.
Program Bina Lingkungan Sehat dan Sejahtera untuk Mewujudkan SDGs 3: Optimalisasi Peran Keluarga melalui Edukasi Pencegahan TBC pada Anak Tingkat Sekolah Dasar dan Menegah Pertama Khairul Anam; Fitri Wulandari; Widyaningrum Utami; Haikal Rozi Amanda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26139

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang menghambat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan sejahtera. Pencegahan penularan TBC melalui droplet memerlukan intervensi sejak dini, salah satunya melalui Program Bina Lingkungan Sehat dan Sejahtera. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran keluarga melalui edukasi etika batuk, bersin, dan penggunaan masker pada anak usia Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di RW II Kelurahan Ngemplak Simongan. Anak usia sekolah dipilih sebagai sasaran utama dengan harapan mereka dapat menjadi agen perubahan (agent of change) yang membawa kebiasaan sehat tersebut ke dalam lingkungan keluarga. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) dalam kelompok kecil, yang diisi dengan materi edukasi, diskusi interaktif, serta simulasi praktik. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap partisipasi aktif dan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran dan pengetahuan peserta mengenai tindakan preventif TBC. Peserta tidak hanya mampu mempraktikkan etika batuk dan penggunaan masker secara mandiri, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk menerapkan dan mengingatkan anggota keluarga di rumah. Kesimpulannya, edukasi yang menargetkan anak sekolah terbukti efektif sebagai katalisator dalam mengoptimalkan peran keluarga, yang pada akhirnya berkontribusi mewujudkan lingkungan masyarakat yang sehat dan sejahtera sesuai dengan target SDGs 3. Kata Kunci: Tuberkulosis, Program Bina Keluraga, Etika Baruk dan Bersin, Penggunaan Masker.  ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a public health challenge that hinders the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 3, which is to ensure healthy lives and promote well-being for all. Preventing TB transmission through droplets requires early intervention, one of which is implemented through the Healthy and Prosperous Environment Program. This community service activity aims to optimize the family's role through education on proper cough and sneeze etiquette, as well as the use of masks, among elementary and junior high school students in RW II, Ngemplak Simongan Village. School-aged children were selected as the primary target with the expectation that they can serve as agents of change who introduce these healthy habits into their family environments. The activity was implemented using the Focus Group Discussion (FGD) method in small groups, comprising the delivery of educational materials, interactive discussions, and practical simulations. Evaluation was carried out through observation of the participants' active involvement and comprehension. The results indicated an increase in participants' awareness and knowledge regarding TB preventive measures. Participants were not only able to practice proper cough etiquette and mask usage independently but also demonstrated a commitment to applying these practices and reminding their family members at home. In conclusion, education targeting school children has proven effective as a catalyst in optimizing the role of the family, which ultimately contributes to the realization of a healthy and prosperous community in alignment with the SDG 3 targets. Keywords: Tuberculosis, Family Development Program, Cough and Sneeze Etiquette, Mask Usage.
Pendidikan Kesehatan “BAK Teratur, ISK Mundur” sebagai Upaya Preventif Infeksi Saluran Kemih pada Pasien dan Keluarga Sandra Pebrianti; Wati Jumaiyah; Yani Maryani; Hasniatisari Harun
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26573

Abstract

ABSTRAK Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi dan berkaitan erat dengan perilaku sehari-hari seperti kebiasaan menahan buang air kecil serta kurangnya asupan cairan. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko kejadian dan kekambuhan ISK, terutama pada perempuan dan kelompok usia produktif.Pendidikan kesehatan menjadi salah satu upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai pencegahan ISK melalui perubahan perilaku sederhana. Kegiatan pendidikan kesehatan dengan tema “BAK Teratur, ISK Mundur” dilakukan sebagai bentuk edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya kebiasaan buang air kecil secara teratur dan pemenuhan kebutuhan cairan harian. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui ceramah, diskusi interaktif, dan simulasi sederhana menggunakan media poster dan presentasi. Sasaran kegiatan adalah pasien dan keluarga pasien yang berada di ruang tunggu pendaftaran poli dengan jumlah peserta sebanyak 66 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pencegahan Infeksi Saluran Kemih setelah diberikan edukasi kesehatan. Nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 42,8 pada pre-test menjadi 64,3 pada post-test. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya kebiasaan buang air kecil secara teratur, pemenuhan kebutuhan cairan, tanda dan gejala awal ISK, serta perilaku yang dapat meningkatkan risiko terjadinya ISK. Pendidikan kesehatan dengan tema “BAK Teratur, ISK Mundur” efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien serta keluarga mengenai pencegahan Infeksi Saluran Kemih. Edukasi kesehatan diharapkan dapat menjadi strategi promotif dan preventif yang berkelanjutan dalam membentuk perilaku hidup sehat guna menurunkan risiko kejadian dan kekambuhan ISK. Kata Kunci: Infeksi Saluran Kemih, Pendidikan Kesehatan, BAK Teratur, Pencegahan ISK, Promotif Preventif.  ABSTRACT Urinary Tract Infections (UTIs) are a common health issue closely related to daily behaviors such as the habit of holding in urine and insufficient fluid intake. These habits can increase the risk of occurrence and recurrence of UTIs, especially in women and the productive age group. Health education is one of the promotive and preventive efforts to increase public knowledge and awareness about the prevention of UTIs thru simple behavioral changes. Health education activities with the theme "Regular Urination, UTI Reversal" are conducted as a form of health education for patients and families regarding the importance of regular urination habits and meeting daily fluid needs. The method used is health education thru lectures, interactive discussions, and simple simulations using posters and presentations. The target of the activity is patients and their families who are in the waiting room of the outpatient registration with a total of 66 participants. Evaluation is conducted using pre-test and post-test to measure the increase in participants' knowledge after receiving health education. The results of the activity show an increase in participants' knowledge about the prevention of Urinary Tract Infections after receiving health education. The average knowledge score of the participants increased from 42.8 in the pre-test to 64.3 in the post-test. In addition, participants showed an increased understanding of the importance of regular urination habits, meeting fluid needs, early signs and symptoms of UTIs, and behaviors that can increase the risk of UTIs. Health education with the theme "Regular Urination, UTI Prevention" is effective in increasing the knowledge and awareness of patients and their families regarding the prevention of Urinary Tract Infections. Health education is expected to become a sustainable promotive and preventive strategy in shaping healthy living behaviors to reduce the risk of occurrence and recurrence of UTIs. Keywords: Urinary Tract Infection, Health Education, Regular Urination, UTI Prevention, Promotive Preventive.
Penyuluhan Kesehatan tentang Kehamilan Risiko Tinggi dan Tanda Bahaya Kehamilan pada Ibu Hamil di Desa Karangrejo Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang Eva Inayatul Faiza; Indah Mauludiyah; Riski Akbarani; Miftakhul Mahfirah Ermadona; Aviatul Maula; Christina YP Nurak; Dora Dominika; Hamidah Feronika FJ; Maria Vesi Taena; Mariana Marisa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26444

Abstract

ABSTRAK Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan atau komplikasi selama kehamilan, persalinan, maupun masa nifas. Berdasarkan hasil pengkajian di Desa Karangrejo, ditemukan 6 ibu hamil dengan risiko tinggi (66,7% akibat usia terlalu muda atau tua, dan 33,3% preeklampsia) serta 4 ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan menjadi salah satu faktor risiko yang perlu ditangani segera. Meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga tentang kehamilan risiko tinggi, tanda bahaya kehamilan, pentingnya pemeriksaan antenatal care (ANC) rutin, serta pemenuhan nutrisi selama kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, kunjungan rumah, dan pendampingan pada ibu hamil risiko tinggi di Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada tanggal 20 April hingga 16 Mei 2026. Sasaran kegiatan adalah 6 ibu hamil risiko tinggi beserta keluarga, kader kesehatan, dan masyarakat. Hasil evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 53,3 (kategori cukup) menjadi 86,3 (kategori baik), dengan peningkatan sebesar 62,0%. Proporsi ibu hamil berpengetahuan baik meningkat dari 16% menjadi 72%. Niat untuk melakukan ANC rutin meningkat dari 56% menjadi 92%, dan observasi pasca penyuluhan menunjukkan 80% ibu hamil patuh pada jadwal ANC yang dianjurkan. Penyuluhan kesehatan tentang kehamilan risiko tinggi yang dilaksanakan secara kolaboratif antara dosen, mahasiswa profesi bidan, kader, dan tenaga kesehatan setempat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil beserta keluarga di Desa Karangrejo. Kata Kunci: Kehamilan Risiko Tinggi, Tanda Bahaya Kehamilan, Penyuluhan Kesehatan, ANC, Kebidanan Komunitas.  ABSTRACT High-risk pregnancy is a condition that can increase the likelihood of complications during pregnancy, childbirth, and the postpartum period. Based on assessments in Karangrejo Village, 6 pregnant women with high-risk pregnancies were identified (66.7% due to very young or old maternal age, and 33.3% preeclampsia), as well as 4 pregnant women with Chronic Energy Deficiency (CED). Lack of knowledge about pregnancy danger signs is a risk factor that needs immediate attention. To improve the knowledge of pregnant women and their families about high-risk pregnancy, danger signs, the importance of routine antenatal care (ANC), and nutritional fulfillment during pregnancy.Community service activities were conducted through health education, home visits, and mentoring of high-risk pregnant women in Karangrejo Village, Kromengan District, Malang Regency from April 20 to May 16, 2026.  Pre-test and post-test evaluation showed an increase in mean knowledge score from 53.3 (fair category) to 86.3 (good category), a 62.0% improvement. The proportion of pregnant women with good knowledge increased from 16% to 72%. Intention to attend routine ANC increased from 56% to 92%, and post-counseling observation showed 80% of pregnant women complied with recommended ANC schedules. Collaborative health education on high-risk pregnancy conducted by midwifery lecturers, professional midwifery students, cadres, and local health workers was effective in improving knowledge and awareness among pregnant women and families in Karangrejo Village. Keywords: High-Risk Pregnancy, Pregnancy Danger Signs, Health Education, ANC, Community Midwifery.
Dukungan Kesehatan Mental Ibu Hamil untuk Mewujudkan Kesejahteraan Fisik dan Mental Jangka Panjang Putri Yuliantie; Frani Mariana; Siti Hateriah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26322

Abstract

ABSTRAK Kehamilan merupakan masa perubahan fisik dan psikologis yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental pada ibu hamil, seperti kecemasan, stres, dan depresi. Kurangnya pemahaman ibu hamil mengenai kesehatan mental serta belum optimalnya dukungan keluarga dan kader kesehatan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesejahteraan ibu selama kehamilan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai kesehatan mental, meningkatkan dukungan suami, serta memperkuat peran kader kesehatan dalam pendampingan kesehatan mental ibu hamil. Metode kegiatan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak puskesmas, skrining kesehatan mental menggunakan Self Rating Questionnaire (SRQ-20), pemberian kuesioner dukungan suami dan pengetahuan kader, edukasi kesehatan mental, serta pendampingan oleh kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar ibu hamil tidak berisiko mengalami gangguan mental emosional (78,9%), sebagian besar suami memiliki dukungan baik terhadap ibu hamil (68,4%), serta mayoritas kader memiliki pengetahuan dan sikap positif dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil. Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan keluarga serta kader kesehatan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan mental ibu hamil berbasis masyarakat. Kata Kunci: Ibu Hamil, Kader Kesehatan, Kesehatan Mental, SRQ-20  ABSTRACT  Pregnancy is a time of physical and psychological changes that can increase the risk of mental health disorders in pregnant women, anxiety, stress, and depression. A lack of understanding of mental health among pregnant women and suboptimal support from family and health workers are among the factors that affect maternal well-being during pregnancy. This Community Service activity aims to increase knowledge of mental health among pregnant women, increase husband support, and strengthen the role of health workers in providing mental health assistance to pregnant women. The activity method is carried out through coordination with the community health center, mental health screening using the Self Rating Questionnaire, administering questionnaires on husband support and knowledge of health workers, mental health education, and support from health workers. The results of the activity showed that the majority of pregnant women were not at risk of experiencing emotional mental disorders (78.9%), most husbands had good support for pregnant women (68.4%), and the majority of health workers had knowledge and positive attitudes in supporting the mental health of pregnant women. This activity can increase the understanding and involvement of families and health workers in community-based promotive and preventive efforts for the mental health of pregnant women. Keywords: Pregnant Women, Health Cadre, Mental Health, SRQ-20
Penguatan Ketangguhan Mental dalam Meningkatkan Kesiapan Kerja Siswa SMK Puspita Puji Rahayu; Menik Tetha Agustina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26162

Abstract

ABSTRAK Program ini dilatarbelakangi rendahnya ketangguhan mental, tingginya kecemasan kerja, dan belum optimalnya coping adaptif pada siswa kelas XII SMK St. Fransiskus Semarang yang memengaruhi kesiapan kerja. Program bertujuan meningkatkan kesiapan kerja melalui penguatan ketangguhan mental, coping adaptif, dan kepercayaan diri. Pendekatan integratif berbasis psychological capital dan experiential learning diterapkan melalui pelatihan, workshop, simulasi, dan pendampingan dengan pre–post assessment. Hasil menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kemampuan mengelola stres, kesiapan kerja, serta self-efficacy dan coping adaptif. Kesimpulannya, program ini efektif meningkatkan kesiapan kerja siswa dan berpotensi menjadi model layanan bimbingan konseling berkelanjutan di sekolah. Kata Kunci: Ketangguhan Mental, Kesiapan Kerja, Psychological Capital, Experiential Learning, Siswa SMK.  ABSTRACT This program is motivated by the low level of mental resilience, high job-related anxiety, and suboptimal adaptive coping among Grade XII students of SMK St. Fransiskus Semarang, which affect their work readiness. The program aims to enhance work readiness by strengthening mental resilience, adaptive coping, and self-confidence. An integrative approach based on psychological capital and experiential learning is implemented through training, workshops, simulations, and mentoring, supported by pre–post assessment. The results indicate improvements in self-confidence, stress management, work readiness, as well as self-efficacy and adaptive coping. In conclusion, this program is effective in improving students’ work readiness and has the potential to be developed as a sustainable guidance and counseling service model in schools. Keywords: Mental Resilience, Work Readiness, Psychological Capital, Experiential Learning, And Vocational High School Students.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue