cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,696 Documents
Intervensi PHBS Berbasis Sekolah dalam Kerangka Global Health Governance: Studi Sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun di SDN Bokor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang Carissa Nayla Maharani; Aulia Lintang Savitri; Samantha Dorothy Sitorus; Ho Gabriela Ghita Jayaputera; Angela Christy Kusumaputri Nalle; Cinta Ayu Amelia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26519

Abstract

ABSTRAK Kesehatan anak sekolah merupakan pilar utama SDGs Goal 3 dan 6, namun tingginya risiko infeksi di wilayah sub-urban Kabupaten Malang masih dihambat oleh kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan (knowledge-practice gap) terkait Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Kegiatan pengabdian masyarakat ini menyasar seluruh siswa kelas VI SDN Bokor melalui tiga tahapan sistematis yang mengombinasikan ceramah edukatif, diskusi partisipatif, dan demonstrasi motorik terstruktur mengenai teknik sanitasi standar klinis. Hasil intervensi berbasis pengalaman langsung (experiential learning) ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan praktis siswa mengeksekusi enam langkah CTPS secara benar dan mandiri. Kendati demikian, studi lapangan mengidentifikasi tantangan struktural yang serius berupa ketidakandalan fasilitas wastafel serta keterbatasan pasokan logistik sabun antiseptik di sekolah. Intervensi partisipatif ini berhasil menggeser perilaku higiene siswa secara instan, namun keberlanjutan budaya hidup bersih pasca-kegiatan sangat bergantung pada pemenuhan infrastruktur sanitasi secara sistemik dan kolaboratif antara pihak manajemen sekolah dengan Puskesmas setempat. Kata Kunci: PHBS, Cuci Tangan Pakai Sabun, Global Health Governance, Pendidikan Kesehatan, SDGs.   ABSTRACT School-age children's health is a foundational pillar of SDGs Goals 3 and 6; however, the high risk of infectious diseases in the sub-urban area of Malang Regency remains hindered by a persistent knowledge-practice gap regarding Handwashing with Soap (HWWS). This community service program targeted all sixth-grade students at SDN Bokor through a systematic three-stage approach combining educational lectures, participatory discussions, and structured motor demonstrations of clinical-standard sanitation techniques. The results indicated that this experiential learning-based intervention was highly effective in enhancing students' practical skills to correctly and independently execute the six steps of handwashing. Nevertheless, field observations identified serious structural challenges, including the unreliability of handwashing stations and a limited supply of antiseptic soap at the school. Ultimately, while this participatory intervention successfully prompted an immediate shift in hygiene behavior, the long-term sustainability of this clean living culture depends heavily on addressing these systemic infrastructure constraints through collaborative efforts between school management and the local community health center (Puskesmas).  Keywords: PHBS, Handwashing With Soap, Global Health Governance, Health Education, Sdgs.
Optimalisasi Grandparent Caregivers dan Kader Posyandu dalam Gerakan Antisipasi Stunting dan Speech Delay Berbasis Culture Care di Kelurahan Abianbase Kadek Widiantari; Ni Ketut Devy Kaspirayanthi; Elisabet Sulistiana; Siti Zakiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26434

Abstract

ABSTRAK Stunting dan speech delay merupakan masalah tumbuh kembang yang masih sering ditemukan pada balita di Indonesia. Peran keluarga, khususnya kakek dan nenek sebagai pengasuh utama, sangat mempengaruhi status gizi dan perkembangan bahasa anak. Pendekatan berbasis budaya (culture care) diperlukan untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap program kesehatan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, serta kakek-nenek dalam pencegahan Stunting dan speech delay melalui program Gerakan Antisipasi Stunting dan Speech Delay. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Abianbase, Kabupaten Gianyar dengan partisipan 30 kakek-nenek dan 15 kader posyandu. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi stimulasi perkembangan bahasa, pelatihan pemantauan pertumbuhan balita, pendampingan kader, serta penyusunan media edukasi berbasis budaya lokal Bali. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 62,4 menjadi 87,6. Keterampilan kader dalam melakukan deteksi dini Stunting dan speech delay juga mengalami peningkatan. Program Gerakan Antisipasi Stunting dan Speech delay berbasis Culture Care mampu meningkatkan kapasitas kader dan keluarga dalam mendukung pertumbuhan serta perkembangan optimal balita. Program ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat. Kata Kunci: Stunting, Speech Delay, Culture Care, Balita.  ABSTRACT Stunting and speech delay remain significant child growth and development problems in Indonesia. The role of families, particularly grandparents as primary caregivers, greatly influences children's nutritional status and language development. A culture care-based approach is needed to improve community acceptance of health programs. This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of health cadres, parents, and grandparents in preventing Stunting and speech delay through the "GAS PEDAS" (Movement for Anticipating Stunting and Speech Delay) program. The program was conducted in Abianbase Village, Gianyar Regency, 30 grandparents and 15 health cadres. Methods included health education, language stimulation demonstrations, growth monitoring training, cadre mentoring, and the development of culturally based educational media. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments. The results showed an increase in participants' average knowledge scores from 62.4 to 87.6. Cadres' skills in early detection of Stunting and speech delay also improved. The Culture Care-based Stunting and Speech Delay Anticipation Movement Program is able to increase the capacity of cadres and families in supporting the growth and optimal development of toddlers. This program is recommended to be implemented continuously through collaboration between health workers, village government, and the community. Keywords: Stunting, Speech Delay, Culture Care, Toddler.
Pemberdayaan Kelompok Nelayan: Optimalisasi Modal Sosial dan Penerapan Teknologi Penangkapan Ikan di Pulau Barrang Lompo Idham Irwansyah Idrus; Ulfa Utami Mappe; Muhammad Alkhahfi Akhmad; Arisnawawi Arisnawawi; Sunaniah Sunaniah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26292

Abstract

ABSTRAK Pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan nelayan di Pulau Barrang Lompo, utamanya pada Kelompok Nelayan Sipakainga, melalui optimalisasi modal sosial dan integrasi kearifan lokal dengan teknologi penangkapan ikan modern, khususnya penggunaan alat fish finder. Topik ini dipilih karena modal sosial yang dimiliki belum dikembangkan sebagai kekuatan untuk peningkatan kesejahteraan, juga pentingnya menjaga kelestarian sumber daya laut sekaligus meningkatkan produktivitas nelayan dengan pendekatan yang berkelanjutan. Metode pengabdian meliputi sosialisasi berupa penyuluhan mengenai modal sosial, penangkapan ikan berbasis kearifan lokal dan pelatihan langsung penggunaan teknologi. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 55% dan keterampilan berupa implementasi strategi mengoptimalkan modal sosial menjadi modal ekonomi, serta kemampuan mengintegrasikan kearifan lokal dengan penggunaan teknologi fish finder dalam upaya penangkapan ikan.  Temuan ini menegaskan bahwa penggabungan pendekatan tradisional dan modern dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan secara signifikan dan mendukung pengelolaan sumber daya laut yang lestari. Kata Kunci: Modal Sosial, Modal Ekonomi, Kearifan Lokal, Teknologi, Fish Finder.  ABSTRACT This community service focuses on empowering fishermen on Barrang Lompo Island, particularly the Sipakainga Fishermen Group, through the optimization of social capital and the integration of local wisdom with modern fishing technology, especially the use of fish finder devices. This topic was chosen because the existing social capital has not been fully developed as a strength for improving welfare, as well as the importance of preserving marine resources while increasing fishermen's productivity through a sustainable approach. The methodology includes outreach in the form of socialization about social capital, fishing based on local wisdom, and hands-on training in using the technology. The results show a 55% increase in knowledge and skills, including the implementation of strategies to optimize social capital into economic capital and the ability to integrate local wisdom with the use of fish finder technology in fishing efforts. These findings confirm that combining traditional and modern approaches can significantly improve fishermen's welfare and support sustainable marine resource management. Keywords: Social Capital, Economic Capital, Local Wisdom, Technology, Fish Finder.
Edukasi Hipertensi sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Pada Guru di SMAN 1 Pujut Lombok Firlia Ayu Arini; Chandra Tri Wahyudi; Nur Intania Sofianita; Laksita Barbara; Iin Fatmawati; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Alifah Ananda Suwardi; Hanna Isabela Hakim; Muhammad Tsaqif Ash Shidqi; Estrin Handayani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.25018

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk pada kelompok pekerja seperti guru. Beban kerja dan keterbatasan aktivitas fisik berpotensi meningkatkan risiko hipertensi pada guru, sementara program edukasi kesehatan di lingkungan sekolah masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan guru tentang hipertensi melalui pemberian edukasi kesehatan di SMAN 1 Pujut, Lombok. Kegiatan dilakukan menggunakan metode edukasi kesehatan melalui penyuluhan dan diskusi interaktif Pada 18 orang guru di SMA 1 Pujut. Rata-rata skor pengetahuan guru sebelum edukasi adalah 65,00 dan meningkat menjadi 77,78 setelah edukasi. Hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (p0,05), yang menunjukkan bahwa edukasi hipertensi efektif dalam meningkatkan pengetahuan guru. Edukasi hipertensi efektif meningkatkan pengetahuan guru di SMAN 1 Pujut. Peningkatan pengetahuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan di lingkungan sekolah berpotensi mendukung upaya promotif dan preventif dalam pengendalian hipertensi, serta diharapkan dapat memperkuat literasi kesehatan guru sebagai bagian dari program kesehatan sekolah. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Guru, Hipertensi, Pengetahuan.  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that remains a public health problem, including among workers such as teachers. Workload and limited physical activity have the potential to increase the risk of hypertension in teachers, while health education programs in the school environment are still limited. This community service activity aimed to improve teachers' knowledge of hypertension through health education at SMAN 1 Pujut, Lombok. The activity was carried out using health education methods through counseling and interactive discussions on 18 teachers at SMA 1 Pujut. The average teacher knowledge score before education was 65.00 and increased to 77.78 after education. The results of the paired t-test showed a significant difference between the knowledge scores before and after education (p0.05), which indicates that hypertension education is effective in increasing teacher knowledge. Hypertension education is effective in increasing teacher knowledge at SMAN 1 Pujut. This increase in knowledge indicates that health education in the school environment has the potential to support promotive and preventive efforts in controlling hypertension, and is expected to strengthen teacher health literacy as part of the school health program. Keywords: Health education, Hypertension, Knowledge, Teachers
Pencegahan Faktor Resiko Anemia Pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur di Dusun Cinenggang Desa Cileles Jatinangor Udin Rosidin; Iwan Shalahuddin; Ahmad Yamin; Nina Sumarni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26500

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian saat ini khususnya pada   remaja putri dan wanita usia subur adalah anemia. Anemia merupakan masalah kesehatan yang dapat menimbulkan dampak melemahnya imunitas dan kerentanan infeksi. Kejadian anemia seringkali terjadi dan tidak dirasakan. Hasil survey yang dilaksanakan mahasiswa di RT 01 RW 04 Dusun Cinenggang Desa Cileles Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang mendapatkan data bahwa 63,3% responden diantaranya mengaku tidak merasakan keluhan kesehatan apapun. Pemeriksaan kadar hemoglobin belum merata, 43,3% responden pernah memeriksakan Hb dan 56,6% belum pernah. Sebanyak 20% responden mengalami sering lemas, 43,3% mengalami pusing, 20% mudah lelah, dan 30% mudah mengantuk. Konsumsi tablet tambah darah sangat rendah, hanya 10% yang mengkonsumsi secara rutin. Analisa tim pengabdian, hal ini diakibatkan karena rendahnya pengetahuan remaja putri dan wanita usia subur tentang faktor resiko anemia. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat melakukan penyuluhan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri dan wanita usia subur tentang faktor risiko anemia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri dan wanita usia subur tentang faktor risiko anemia sebesar 18 poin dan peningkatan responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 37,5%. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri sehingga para remaja putri dan wanita usia subur dapat hidup sehat sesuai siklus kehidupannya.  Kata Kunci: Faktor Risiko Anemia, Remaja Putri, Wanita Usia Subur.  ABSTRACT Anemia is a public health issue that remains a concern, particularly among adolescent girls and women of childbearing age. Anemia is a health problem that can weaken immunity and increase susceptibility to infection. Anemia often goes unnoticed. A survey conducted by students in RT 01 RW 04, Cinenggang Hamlet, Cileles Village, Jatinangor District, Sumedang Regency, found that 63.3% of respondents reported not experiencing any health problems. Hemoglobin level testing is not widespread; 43.3% of respondents have had their Hb checked, while 56.6% have not. Twenty percent of respondents experience frequent weakness, 43.3% experience dizziness, 20% tire easily, and 30% experience drowsiness. Consumption of iron supplements is very low, with only 10% taking them regularly. The community service team's analysis indicates that this is due to the low knowledge of adolescent girls and women of childbearing age about the risk factors for anemia. Based on these issues, the community service team conducted health education. This activity aims to increase the knowledge of adolescent girls and women of childbearing age about the risk factors for anemia. Results showed an 18-point increase in knowledge of adolescent girls and women of childbearing age about anemia risk factors, and a 37.5% increase in respondents with good knowledge. It is hoped that the activities implemented will be sustainable independently so that adolescent girls and women of childbearing age can live healthy lives according to their life cycle. Keywords: Anemia Risk Factors, Adolescent Girls, Women Of Childbearing Age.
From Awareness To Action: Psikoedukasi Kesehatan Mental Pada Remaja Nur Dafiq; Fransiska Yuniati Demang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26398

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan periode transisi yang penuh tantangan, ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang kompleks. Kondisi ini menjadikan remaja rentan terhadap masalah kesehatan mental, sehingga diperlukan upaya promotif yang sistematis. Psikoedukasi hadir sebagai salah satu intervensi yang bertujuan memberikan informasi, pengetahuan, dan keterampilan agar remaja mampu memahami serta mengelola kondisi psikologisnya dengan lebih baik. Kegiatan Psikoedukasi dengan tema “From Awareness To Action: Psikoedukasi Kesehatan Mental Pada Remaja” yang dilakukan di SMAS St. Fransiskus Xaverius Ruteng berjalan dengan lancar. Hasil pre-testmenunjukan sebanyak 131 orang (36,19%) siswa yang memiliki pengetahuan baik tentang kesehatan mental, dan setelah mengikuti kegiatan psikoedukasi hasil post-test menunjukan peningkatan pengetahuan, yakni sebanyak 338 orang (93,37%) yang memiliki pengetahuan baik. Berdasarkan hal diatas, psikoedukasi yang dilaksanakan di SMAS Katolik St. Fransiskus Xaverius Ruteng berhasil meningkatkan pemahaman para siswa tentang kesehatan mental secara komprehensif dan pada akhirnya dapat mempengaruhi perilaku mereka saat menghadapi stress.  Kata Kunci: Remaja, Kesehatan Mental, Psikoedukasi. ABSTRACT Adolescence is a critical transitional stage characterized by complex biological, psychological, and social changes, which often increase vulnerability to mental health problems. This highlights the need for systematic promotive interventions. Psychoeducation is one such approach, designed to provide information, knowledge, and skills that enable adolescents to better understand and manage their psychological well-being. A psychoeducation program entitled “From Awareness to Action: Mental Health Psychoeducation for Adolescents” was implemented at SMAS St. Fransiskus Xaverius Ruteng and proceeded successfully. Pre-test results indicated that 131 students (36.19%) demonstrated good knowledge of mental health. Following the intervention, post-test results revealed a significant improvement, with 338 students (93.37%) achieving good knowledge. These findings suggest that the psychoeducation program effectively enhanced students’ comprehensive understanding of mental health and positively influenced their coping behaviors when facing stress. Keywords: Adolescents, Mental Health, Psychoeducation.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue