cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,696 Documents
Program Edukasi dan Deteksi Dini Faktor Risiko Stunting Berbasis Gizi dan Sanitasi melalui Kolaborasi Strategis Antara Unjani Dengan Seskoad Galih Jatnika; Yuswandi Yuswandi; Agus Riyanto; Inmas Andi Sermoati; Vicky Dzaky Cahaya Putra; Titta Hartyana Sutarna
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26961

Abstract

ABSTRAK Stunting saat ini masih menjadi permasalahan prioritas nasional yang angkanya di tahun 2025 sebesar 19,8% yang mana belum mencapai target nasional sebesar 14% di tahun 2029. Cicalengka merupakan urutan ke-6 jumlah stunting terbanyak di wilayah Kabupaten Bandung. Permasalahan utama dalam penurunan stunting sering kali dipicu oleh kurangnya pemahaman masyarakat bahwa kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh faktor asupan gizi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor sanitasi dan juga adanya peran aktif kader yang terampil. Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pemahaman ibu balita dan keterampilan kader kesehatan melakukan deteksi dini faktor risiko stunting serta penyediaan jamban sehat bagi warga Desa Babakan Peuteuy, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Metode kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukasi faktor risiko stunting yang diberikan kepada sebanyak 16 ibu balita dan pemberian pelatihan keterampilan deteksi dini faktor risiko stunting berbasis gizi dan sanitasi kepada sebanyak 12 orang kader kesehatan. Program edukasi dan pelatihan diberikan 3 sesi selama 45 menit untuk setiap sesi. Program peningkatan sanitasi dilakukan dengan memberikan bantuan fisik berupa bangunan fisik 3 bilik jamban sehat bagi warga.  Selanjutnya dilakukan skrining melalui penimbangan balita, pengukuran tinggi badan ibu balita dan pengisian lembar observasi 25 indikator faktor risiko stunting berbasis gizi dan sanitasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terlaksana melalui kolaborasi strategis antara Universitas Jenderal Achmad Yani dengan Perwira Siswa Dikreg LXVII SESKOAD TA 2026. Hasil kegiatan didapatkan sebanyak 12 ibu balita atau sebesar 75% termasuk kategori risiko ringan dan sebanyak 4 ibu balita atau sebesar 25% termasuk kategori risiko menengah. Kegiatan edukasi mampu meningkatkan skor keterampilan dari 43% (kurang kompeten) menjadi 78% (kompeten) dalam melakukan observasi faktor risiko stunting pada kader kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pemahaman ibu balita tentang faktor risiko stunting, peningkatan keterampilan kader kesehatan melakukan deteksi dini serta tersedianya bangunan jamban sehat untuk upaya menurunkan risiko stunting berbasis gizi dan sanitasi. Kata Kunci: Edukasi, Gizi, Ibu Balita, Kader Kesehatan, Sanitasi, Stunting.  ABSTRACT Stunting is currently still a national priority problem with a figure of 19.8% in 2025 which has not reached the national target of 14% in 2029. Cicalengka is the 6th highest rank of stunting in the Bandung Regency area. The main problem in reducing stunting is often triggered by a lack of public understanding that this condition is not only caused by nutritional intake factors, but is also greatly influenced by sanitation factors and the active role of skilled cadres. This community service activity is to improve the understanding of mothers of toddlers and the skills of health cadres in conducting early detection of stunting risk factors and providing healthy latrines for residents of Babakan Peuteuy Village, Cicalengka District, Bandung Regency. The activity method is implemented through an educational approach to stunting risk factors given to 16 mothers of toddlers and providing training on early detection skills for stunting risk factors based on nutrition and sanitation to 12 health cadres. The education and training program was given 3 sessions of 45 minutes for each session. The sanitation improvement program is carried out by providing physical assistance in the form of physical buildings of 3 healthy latrines for residents. Furthermore, screening was carried out through weighing toddlers, measuring the height of mothers of toddlers and filling out observation sheets of 25 indicators of stunting risk factors based on nutrition and sanitation. This community service activity was carried out through a strategic collaboration between Universitas Jenderal Achmad Yani and Perwira Siswa Dikreg LXVII SESKOAD TA 2026. The results of the activity obtained as many as 12 mothers of toddlers or 75% included in the mild risk category and as many as 4 mothers of toddlers or 25% included in the medium risk category. Educational activities were able to increase the skill score from 43% (less competent) to 78% (competent) in observing stunting risk factors in health cadres. It can be concluded this public service activity can improve the understanding of mothers of toddlers about stunting risk factors, improve the skills of health cadres in conducting early detection and the availability of healthy toilet buildings for efforts to reduce the risk of stunting based on nutrition and sanitation. Keywords: Education, Nutrition, Mother of Toddlers, Health Cadres, Sanitation, Stunting.
Pelatihan Penggunaan Culturally Responsive Teaching bagi Guru untuk Penguatan Pembelajaran Literasi Fiftinova Fiftinova; Sofendi Sofendi; Soni Mirizon; Eryansyah Eryansyah; Ismail Petrus; Zuraida Zuraida; Hariswan Putera Jaya; Alhenri Wijaya; Nova Lingga Pitaloka; Lianasari Lianasari; Yentri Anggeraini; Fitria Aprilia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26927

Abstract

ABSTRAK Literasi merupakan kemampuan penting bagi siswa yang dapat menunjang keberhasilan belajar, pertumbuhan individu dan berkomunikasi. Sekolah berperan penting untuk berkontribusi pada upaya peningkatan kemampuan literasi siswa, dan salah satu caranya adalah dengan menerapkan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan CRT pada pembelajaran literasi serta memfasilitasi guru mengembangkan materi berbasis budaya. Metode pelaksanaan adalah pendampingan teknis (Participatory Action Research), dengan 7 sesi luring/daring, evaluasi pre dan post survey, observasi dan dokumentasi tugas. Sebanyak 81,25% guru menunjukkan peningkatan kompetensi; seluruh materi ajar yang dihasilkan berada pada kategori baik hingga sangat baik. Pelatihan CRT berhasil meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan literasi berbasis budaya, dan kemampuan merancang materi ajar kontekstual bagi guru di Desa Tanjung Baru, Ogan Ilir. Kata Kunci: Literasi, Kemampuan Literasi, Pengajaran Literasi, Culturally Responsive Teaching.  ABSTRACT Literacy is an important skill that can support students’ learning success, personal growth, and communication. Schools, alongside homes, play an important role in improving students’ literacy skills, and one way to do this is by implementing Culturally Responsive Teaching (CRT). This training aims to improve teachers’ understanding and skills in integrating CRT into literacy learning and facilitate teachers in developing culture-based materials. The implementation method is technical assistance (Participatory Action Research) with 7 face-to-face/online sessions, pre and post surveys, observation, and task documentation. 81.25% of teachers showed improved competence; all teaching materials produced were rated as good to excellent. CRT training successfully improved conceptual understanding, culture-based literacy skills, and contextual teaching material design abilities for teachers in Tanjung Baru Village, Ogan Ilir. Keywords: Training, Literacy Skills, Literacy Teaching, Culturally Responsive Teaching.
Deteksi Dini Kesehatan Masyarakat: Skrining Penyakit Kardiometabolik Masyarakat Kelurahan Situsaeur Agustina Saputri; Janwar Olang; Treesia Sujana; Yunus Adi Prasetya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26757

Abstract

ABSTRAK Beban penyakit kronis menyebabkan hilangnya masa hidup yang sehat selama hampir 7 tahun. Adanya kondisi disabilitas karena faktor risiko tidak dikelola dan diidentifikasi dari awal membuat beban penyakit di Indonesia semakin besar khususnya penyakit yang masuk dalam cakupan kardio-renal-metabolik. Kondisi ini juga diperberat dengan penurunan fungsi ginjal yang terjadi dalam tingkat yang sedang hingga berat. Skrining dan penapisan sindrom kardiometabolik menjadi salah satu upaya dalam mengidentifikasi adanya faktor risiko sindrom kardiometabolik di masyarakat. Identifikasi masyarakat dengan faktor risiko mengalami sindrom kardio-renal-metabolik melalui skrining kesehatan. Kegiatan dilakukan dalam rangkaian sosialisasi, pelatihan, edukasi, dan evaluasi. Karakteristik peserta yaitu mayoritas adalah perempuan, dan berusia paruh baya. Pada faktor risiko kesehatan metabolik terdapat 48 orang memiliki hipertensi dengan derajat yang bervariasi, terdapat 17 orang dengan kondisi pre-diabetes atau diabetes, terdapat 66 orang dengan asam urat normal, namun 30 orang memiliki asam urat yang tinggi, 75 orang dengan indeks massa tubuh berisiko dengan variasi berat badan berlebih hingga obesitas, 24 orang dengan hipertensi yang disertai pre-diabetes. Pada kesehatan ginjal terdapat 37 orang dengan proteinuria, dan  mayoritas peserta mengalami ketonuria. Monitoring faktor risiko secara berkala dan dalam jangka panjang dibutuhkan untuk melihat progresifitas faktor risiko. Tatalaksana dari faktor risiko yang ada di msyarakat disesuaikan dengan stadium sindrom KRM karena setiap stadium sindrom KRM memiliki fokus intervensi atau tatalaksana yang berbeda.  Kata Kunci: Kardiometabolik, Pencegahan Primer, Sindrom KRM.  ABSTRACT The burden of chronic disease results in the loss of almost 7 years of healthy life. The presence of disability conditions due to unmanaged and unidentified risk factors from the outset further increases the disease burden in Indonesia, especially for diseases within the cardio-renal-metabolic spectrum. This condition is also exacerbated by moderate to severe decline in kidney function. Screening and early detection for cardiometabolic syndrome serve as one effort to identify cardiometabolic syndrome risk factors in the community. To identify individuals in the community with risk factors for cardio-renal-metabolic syndrome through health screening. Activities were carried out in a series encompassing outreach, training, education, and evaluation. Participant characteristics showed a majority were female and middle-aged. Regarding metabolic health risk factors, 48 individuals had hypertension of varying degrees, 17 individuals had pre-diabetes or diabetes, 66 individuals had normal uric acid levels, but 30 individuals had high uric acid, 75 individuals had at-risk body mass index with variations from overweight to obesity, and 24 individuals had hypertension accompanied by pre-diabetes. Regarding kidney health, 37 individuals had proteinuria, and the majority of participants experienced ketonuria. Regular and long-term monitoring of risk factors is needed to monitor the progression of risk factors. Management of the risk factors present in the community should be adjusted according to the stages of the CRS syndrome, as each stage of CRS syndrome has different intervention or management focuses.Keywords: Cardiometabolic, Primary Prevention, CKM Syndrome.
Penerapan Safefit Band sebagai Inovasi Earplug Ergonomis Dalam Upaya Meningkatkan Keselamatan dan Kenyamanan Pekerja Intan Dwi Cahya; Istiana Kusumastuti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26259

Abstract

ABSTRAK Kebisingan merupakan salah satu bahaya fisik yang sering ditemukan pada lingkungan kerja sektor informal, termasuk pekerjaan pengelasan. Paparan kebisingan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gangguan pendengaran, menurunkan konsentrasi kerja, serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja (World Health Organization [WHO], 2021). Namun, penggunaan alat pelindung pendengaran pada pekerja sektor informal masih belum optimal karena faktor kenyamanan dan desain alat yang kurang praktis (Rahmawati et al., 2022). Berdasarkan hasil observasi awal pada pekerja las di wilayah Depok, sebagian besar pekerja jarang menggunakan pelindung telinga saat bekerja karena merasa kurang nyaman dan mengganggu aktivitas kerja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan SafeFit Band sebagai inovasi earplug ergonomis dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pekerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif melalui sosialisasi, demonstrasi, uji coba produk, pengisian instrumen penilaian kelayakan, serta wawancara mendalam pada 15 pekerja las di wilayah Depok.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa SafeFit Band memperoleh penilaian sangat baik pada aspek kenyamanan, kemudahan penggunaan, keamanan, dan penerimaan produk. Sebagian besar responden menyatakan bahwa produk lebih nyaman, praktis, dan tidak mudah lepas saat digunakan bekerja. SafeFit Band berpotensi menjadi alternatif alat pelindung pendengaran ergonomis yang dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pekerja di lingkungan kerja bising. Pengembangan lebih lanjut pada aspek material dan desain produk masih diperlukan agar SafeFit Band dapat digunakan secara lebih optimal dalam jangka panjang. Kata Kunci: Kebisingan, Earplug Ergonomis, Keselamatan Kerja, Pekerja Las, APD.  ABSTRACT Noise had been one of the physical hazards commonly found in informal work environments, including welding activities. Long-term exposure to noise could cause hearing impairment, reduce work concentration, and increase the risk of occupational accidents (World Health Organization [WHO], 2021). However, the use of hearing protection devices among informal sector workers had not been optimal due to comfort issues and impractical product designs (Rahmawati et al., 2022). Based on initial observations conducted among welders in Depok, most workers rarely used hearing protection devices because they felt uncomfortable and disturbed during work activities. This community service activity aimed to implement SafeFit Band as an ergonomic earplug innovation to improve workers’ safety and comfort. The method used was an educative and participatory approach through socialization, product demonstrations, product trials, feasibility assessment instruments, and in-depth interviews involving 15 welders in Depok. The results showed that SafeFit Band received very good assessments in terms of comfort, ease of use, safety, and product acceptance. Most respondents stated that the product was more comfortable, practical, and did not easily come off during work activities. Therefore, SafeFit Band could become an alternative ergonomic hearing protection device that helped improve workers’ safety and comfort in noisy work environments. Further development in terms of material and product design was still needed so that SafeFit Band could be used more optimally for long-term use. Keywords: Noise, Ergonomic Earplug, Occupational Safety, Welders, Personal Protective Equipment.
Empowering Adolescent Girls Via Breast Health App to Improve Cancer Prevention Knowledge Mutia Nadra Maulida; Nurna Ningsih; Putri Widita Muharyani; Dhia Diana Fitriani; Gaviota Khalish; Asri Bashir
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.27035

Abstract

ABSTRACT Breast cancer is one of the leading causes of death among women in Indonesia, with low levels of knowledge and limited early detection behaviors among adolescent girls identified as important risk factors that require early intervention. This community service activity aimed to improve the knowledge, awareness, and skills of adolescent girls in Meranjat Village regarding early breast cancer prevention using the Breast Health application as a digital educational medium. The program integrates health education with application-based technology as an innovative strategy to enhance preventive behaviors, particularly in rural or semi-peripheral areas where such approaches are still limited. The implementation included health education sessions on breast cancer, demonstrations of breast self-examination techniques (SADARI), installation and training on the use of the Breast Health application, and ongoing assistance in utilizing its educational and reminder features. Evaluation was conducted using a pre-test and post-test design to measure knowledge improvement, along with monitoring participant engagement with the application. The results showed a significant increase in knowledge about early detection of breast cancer, improved ability to perform SADARI correctly and independently, and a high level of acceptance and satisfaction with the use of the application as a learning tool. In conclusion, this program proved effective in enhancing awareness, knowledge, and early detection practices among adolescent girls, with the Breast Health application offering a practical, accessible, and sustainable technology-based educational approach that can be recommended as an innovative model for community-level breast cancer prevention efforts. Keywords: Adolescent Girls, Breast Cancer, Early Detection, Health Education. 
Pemanfaatan Mesin Pelontar Bola Dalam Peningkatan Keterampilan Teknik Tenis Meja Pada Komunitas Persatuan Tenis Meja Garuda Nabontar Edo Barlian; Kemala Jeumpa; Haris Kurniawan; Wisnu Prayogo; Novrizaldi Wardana; Yuni Yolanda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26035

Abstract

ABSTRAK Tenis meja berkembang di tingkat masyarakat, namun peningkatan keterampilan teknik masih terkendala keterbatasan sarana dan metode latihan yang belum terstruktur. Komunitas PTM Garuda Nabontar memiliki potensi besar, tetapi latihan masih manual sehingga intensitas dan variasi terbatas, yang berdampak pada penguasaan teknik dan partisipasi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknik melalui pemanfaatan mesin pelontar bola sekaligus memperkuat peran komunitas sebagai pusat pembinaan olahraga. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan teknik, dan pendampingan berbasis praktik melalui tahapan sosialisasi, pengadaan alat, latihan rutin, dan evaluasi. Hasil menunjukkan capaian yang signifikan, yaitu tersedianya 4 unit mesin pelontar, peningkatan latihan mandiri menjadi 2 sesi per minggu, serta 3 sesi pelatihan teknik per bulan. Keterampilan teknik meningkat pada 80% peserta, akurasi pukulan mencapai 80%, dan kemampuan footwork meningkat pada 68% peserta. Partisipasi masyarakat meningkat sebesar 40%, terbentuk 1 komunitas baru, serta teridentifikasi 2 atlet potensial. Pemanfaatan teknologi ini efektif meningkatkan keterampilan teknik, efisiensi latihan, dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan. Kata Kunci: Tenismeja, Pelontar, Komunitas, Keterampilan.  ABSTRACT Table tennis is widely developed at the community level, yet technical skill improvement is still constrained by limited training facilities and unstructured methods. The PTM Garuda Nabontar community has strong potential, but training remains manual, resulting in limited intensity and variation, which affects skill mastery and community participation. This program aims to improve technical skills through the use of a ball launcher machine while strengthening the community’s role as a sports development center. The methods include counseling, technical training, and practice-based mentoring through stages of socialization, equipment provision, routine training, and evaluation. The results show significant achievements, including the provision of 4 ball launcher units, an increase in independent training to 2 sessions per week, and 3 technical training sessions per month. Technical skills improved in 80% of participants, stroke accuracy reached 80%, and footwork ability improved in 68% of participants. Community participation increased by 40%, with the formation of 1 new community and the identification of 2 potential athletes. The use of this technology effectively enhances technical skills, training efficiency, and sustainable community participation. Keywords: Tabletennis, Launcher, Community, Skills.
Pendampingan bagi Kader dan Ibu Hamil Tentang Pelatihan Prenatal Yoga bagi Ibu Hamil Trimester II dan III di Puskesmas Bah Kapul Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematangsiantar Parmiana Bangun; Yeyen Damanik
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26538

Abstract

ABSTRAK Prenatal yoga merupakan salah satu olahraga yang paling tepat untuk ibu hamil karena Prenatal Yoga merupakan penggabungan antara olahraga fisik dengan pelatihan pernapasan yang sangat baik untuk kehamilan dan persiapan persalinan.  Rata-rata, para ibu yang rajin melakukan Prenatal Yoga memiliki tekanan darah lebih rendah dan perkembangan janin lebih sehat. Sayangnya, saat ini peran serta kader belum berjalan secara optimal, hal ini dikaitkan dengan bukti empiris yang berfokus pada efek pemberdayaan kader sebagai agent of change dalam lingkup kesehatan ibu dan anak di kelompok masyarakat. Peran kader secara langsung berhadapan dengan berbagai permasalahan kesehatan yang dihadapi, terutama berfokus pada Ibu selama masa hamil. Penyuluhan dan Pelatihan dengan menggunakan Leaflet adalah salah satu cara media promosi kesehatan yang dilakukan kepada Kader di Puskemas dan Ibu Hamil Trimester II dan III untuk meningkakan pengetahuan dan memberikan kesadaran kepada ibu hamil agar mau mengikuti dan melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan tentang Prenatal Yoga. Pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan  menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan, pemberian Leaflet, penilaian Pengetahuan Kader dan pengetahuan ibu hamil dengan kuesioner, tanya jawab dan praktik Prenatal Yoga selama masa kehamilan. Bahwa Prenatal Yoga sangat bermanfaat untuk kesehatan ibu hamil dan menambah pengetahuan bagi Kader hal ini didapat dari hasil pengukuran tingkat pengetahuan kader dan ibu hamil dan menilai tingkat kualitas tidur ibu hamil. Kata Kunci: Kehamilan, Prenatal Yoga, Ibu Hamil.  ABSTRACT Prenatal yoga is one of the most appropriate exercises for pregnant women because it combines physical exercise with breathing exercises, which are excellent for pregnancy and childbirth preparation. On average, mothers who regularly practice prenatal yoga have lower blood pressure and healthier fetal development. Unfortunately, the role of cadres is not yet optimal. This is linked to empirical evidence focusing on the empowerment of cadres as agents of change in the maternal and child health sector within the community. Cadres directly address various health issues, particularly those affecting mothers during pregnancy. Counseling and training using leaflets is one method of health promotion for cadres at community health centers and pregnant women in the second and third trimesters to increase knowledge and awareness among pregnant women, encouraging them to participate in and participate in counseling and training activities on prenatal yoga. The community service will utilize counseling and training methods, including leaflet distribution, assessment of cadre and pregnant women's knowledge through questionnaires, question and answer sessions, and prenatal yoga practice during pregnancy. Prenatal yoga is highly beneficial for the health of pregnant women and enhances the knowledge of cadres. This was demonstrated by measuring the knowledge levels of cadres and pregnant women and assessing their sleep quality. Keywords: Pregnancy, Prenatal Yoga, Pregnant Women.
Penilaian Keterampilan Kader Kesehatan dalam Pemeriksaan Hipertensi dan Diabetes Mellitus di RW 1 Kelurahan Bulak Surabaya Nia Novita Sari; Yesiana Dwi Wahyu Werdani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26440

Abstract

ABSTRAK Peningkatan keterampilan kader kesehatan merupakan komponen penting dalam memastikan efektivitas pelayanan kesehatan berbasis komunitas, terutama dalam deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menilai kemampuan kader dalam melaksanakan pemeriksaan kesehatan dasar, khususnya penggunaan tensimeter, glukometer, serta keterampilan memberikan edukasi kesehatan. Sebanyak 30 kader kesehatan di RW 1 Kelurahan Bulak Surabaya mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi edukasi, praktik pemeriksaan, serta observasi keterampilan menggunakan instrumen standar melalui lembar penilaian. Penilaian meliputi tiga aspek: kemampuan menggunakan tensimeter digital, kemampuan menggunakan glukometer, dan keterampilan memberikan edukasi kepada masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa keterampilan kader berada pada kategori baik pada dua aspek dan cukup mendekati baik pada satu aspek. Rerata nilai keterampilan penggunaan tensimeter sebesar 80,47, menunjukkan kemampuan teknis kader dalam melakukan prosedur pengukuran tekanan darah sudah memadai. Pada aspek penggunaan glukometer, rerata nilai sebesar 75,53, berada pada batas kategori cukup menuju baik, mencerminkan adanya kebutuhan penguatan pelatihan dalam langkah-langkah pemeriksaan gula darah. Sementara itu, kemampuan kader dalam memberikan edukasi kesehatan memperoleh rerata 76,53, menunjukkan bahwa kader telah mampu menyampaikan materi kesehatan secara komunikatif dan sesuai standar. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas kader dalam keterampilan pemeriksaan kesehatan dasar dan edukasi, serta mengidentifikasi area yang memerlukan pendampingan lanjutan, khususnya pada penggunaan glukometer. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan praktik berulang untuk mencapai kompetensi yang lebih merata dan optimal dalam mendukung pelayanan kesehatan komunitas. Kata Kunci: Pengetahuan, Keterampilan, Kader, Hipertensi, Diabetes Mellitus.   ABSTRACT Enhancing the skills of community health cadres is essential to ensuring the effectiveness of community-based health services, particularly in the early detection of non-communicable diseases such as hypertension and diabetes mellitus. This community engagement program aimed to assess cadres’ competencies in performing basic health examinations, specifically the use of digital sphygmomanometers, glucometers, and the delivery of health education. A total of 30 health cadres in RW 1, Bulak Subdistrict, Surabaya, participated in educational sessions, hands-on practice, and skill assessment using standardized observational checklists. The evaluation focused on three key components: blood pressure measurement skills, blood glucose measurement skills, and health education performance. The findings showed that cadres’ skills were categorized as good in two aspects and moderately good in one aspect. The average score for the use of digital sphygmomanometers was 80.47, indicating adequate technical proficiency in performing blood pressure measurements. For glucometer use, the average score of 75.53 fell within the upper range of the moderate category, highlighting the need for further reinforcement in blood glucose testing procedures. Meanwhile, the average score for health education delivery was 76.53, demonstrating that cadres were generally capable of communicating health information effectively and appropriately. Overall, this program successfully strengthened cadres’ competencies in basic health examination and education, while also identifying areas requiring additional training, particularly in glucometer use. These results emphasize the importance of continuous training and repeated practice to ensure more consistent and optimal skill mastery among community health cadres in supporting local health services. Keywords: Knowledge, Skills, Cadres, Hypertension, Diabetes Mellitus.
Pendataan Profil dan Peta Administrasi Kampung Naramben Evanita Veronica Manullang; Dewi Angraeni; Westi Setiati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26299

Abstract

ABSTRAK Administrasi kampung membutuhkan data dasar, profil wilayah, dan informasi spasial yang akurat agar pelayanan pemerintahan serta perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara lebih terarah. Kampung Naramben, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, masih membutuhkan penguatan administrasi melalui pembaruan data, penyusunan profilkampung, dan penyediaan peta administrasi yang mudah digunakan oleh aparat kampung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi pemerintah kampung dalam menata data dasar, menyusun profil kampung, dan menghasilkan peta administrasi sebagai media informasi wilayah. Metode kegiatan menggunakan pendampingan partisipatif melalui koordinasi kebutuhan mitra, koordinasi teknis dengan mahasiswa, pendataan langsung, pengolahan data, penyusunan dokumen profil, pembuatan peta administrasi, validasi, dan serah terima luaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendataan mampu menghimpun informasi dasar kampung secara lebih sistematis, dokumen profilkampung dapat disusun sebagai rujukan informasi pemerintahan, dan peta administrasi membantu penyajian informasi kewilayahan secara visual. Kesimpulannya, pendampingan pendataan, penyusunan profil, dan peta administrasi berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas administrasi Kampung Naramben. Pemerintah kampung disarankan memperbarui data secara berkala dan menggunakan profil serta peta administrasi sebagai dasar pelayanan dan perencanaan pembangunan. Kata Kunci: Pendataan, Profil Kampung, Peta Administrasi, Tata Kelola Kampung, PKM.  ABSTRACT Village administration required accurate baseline data, village profiles, and spatial information to support public services and development planning. Naramben Village, Skanto District, Keerom Regency, still needed administrative strengthening through data updating, village profile preparation, and the availability of an administrative map thatcould be used by village officers. This community service program aimed to assist the village government in organizing baseline data, preparing a village profile, and producing an administrative map as a spatial information medium. The method used participatory assistance through partner needs coordination, technical coordination with students, direct data collection, data processing, profile document preparation, administrative map development, validation, and output handover. The results showed that data collection organized village information more systematically, the village profile document served as a governmental information reference, and the administrative map presented territorial information visually. In conclusion, assistance in data collection, profile preparation, and administrativemapping contributed to improving the administrative capacity of Naramben Village. The village government was advised to update the data periodically and use the profile and administrative map as a basis for public services and development planning. Keywords: Data Collection, Village Profile, Administrative Map, Village Governance, Community Service.
Pelatihan Kader dan Screening Penyakit Tidak Menular Untuk Deteksi Dini Risiko Kardiovaskular di Kelurahan Nalu Novica Ariyanti Putri; Sova Evie; Hasni Hasni; Saman Saman; Dwi Yogyo Suswinaryo; Azwar Azwar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26114

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian yang berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes mellitus, obesitas, dan dislipidemia. Rendahnya pengetahuan masyarakat dan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini faktor risiko PTM menyebabkan upaya pencegahan penyakit kardiovaskular di masyarakat belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko PTM serta meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan screening PTM sederhana sebagai upaya deteksi dini penyakit kardiovaskular. Kegiatan dilakukan menggunakan metode pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif berupa edukasi kesehatan, pelatihan kader kesehatan, pendampingan, dan screening PTM secara door to door di Kelurahan Nalu Kabupaten Tolitoli. Peserta kegiatan terdiri dari 20 kader kesehatan dan masyarakat usia produktif serta lansia. Edukasi dilakukan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, leaflet, dan lembar balik edukasi. Pelatihan kader meliputi pengukuran tekanan darah, pengukuran tinggi badan, berat badan, dan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader kesehatan mengenai faktor risiko PTM dengan nilai rata-rata meningkat dari 65 menjadi 85 setelah diberikan edukasi. Pelatihan kader kesehatan juga meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan pengukuran tekanan darah, pengukuran TB dan BB, serta perhitungan IMT. Kegiatan screening PTM menunjukkan masih ditemukan masyarakat dengan faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi dan obesitas. Edukasi kesehatan, pelatihan kader, dan screening PTM efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan serta mendukung deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular di masyarakat Kelurahan Nalu Kabupaten Tolitoli. Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Kader Kesehatan, Screening PTM, Penyakit Kardiovaskular, Edukasi Kesehatan.     ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) are a leading cause of death, closely linked to an increased risk of cardiovascular diseases such as hypertension, diabetes mellitus, obesity, and dyslipidemia. Lack of public knowledge and skills of health cadres in early detection of NCD risk factors have resulted in suboptimal efforts to prevent cardiovascular disease in the community. This community service activity aims to increase public knowledge about NCD risk factors and improve the skills of health cadres in conducting simple NCD screenings as an effort to detect cardiovascular disease early. The activity was carried out using a community empowerment method through a promotive and preventive approach in the form of health education, health cadre training, mentoring, and door-to-door NCD screening in Nalu Village, Tolitoli Regency. Participants consisted of 20 health cadres and people of productive age and the elderly. Education was carried out using interactive lectures, discussions, leaflets, and educational flipcharts. Cadre training included blood pressure measurement, height measurement, weight measurement, and Body Mass Index (BMI) calculation. The results of the activity showed an increase in health cadres' knowledge about NCD risk factors, with an average score increasing from 65 to 85 after the education. Health cadre training also improved their skills in blood pressure measurements, height and weight measurements, and BMI calculations. Non-communicable disease (NCD) screening activities revealed that people still exhibited cardiovascular disease risk factors, such as high blood pressure and obesity. Health education, cadre training, and NCD screening effectively improved the knowledge and skills of health cadres and supported early detection of cardiovascular disease risk factors in the Nalu Village community, Tolitoli Regency. Keywords: Non-Communicable Diseases, Health Cadres, NCD Screening, Cardiovascular Disease, Health Education.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue