cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,738 Documents
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Dewasa melalui Edukasi Penggunaan Antibiotik Secara Rasional di Kota Bengkulu Rahmawati Rahmawati; Amatullah Hasna; Ridwan Firmansyah; Vinta Aprilia; Zelni Fadila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27326

Abstract

ABSTRAK Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mempercepat resistensi antimikroba. Keterbatasan pemahaman masyarakat mengenai fungsi, indikasi, cara memperoleh, dan aturan penggunaan antibiotik menunjukkan perlunya edukasi yang mudah dipahami. Meningkatkan pengetahuan masyarakat dewasa non-tenaga kesehatan mengenai penggunaan antibiotik secara rasional. Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2026 di tiga lokasi di Kota Bengkulu dengan melibatkan 50 peserta. Edukasi diberikan melalui ceramah, media presentasi, leaflet, diskusi, dan tanya jawab. Pengetahuan diukur sebelum dan sesudah edukasi menggunakan 10 soal pilihan ganda yang mencakup lima domain pengetahuan. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan Wilcoxon signed-rank test. Rerata skor meningkat dari 44,60 ± 12,81 pada pretest menjadi 78,80 ± 8,24 pada posttest, sedangkan median meningkat dari 45 (20–70) menjadi 80 (60–90). Skor posttest lebih tinggi secara bermakna dibandingkan pretest (Z = −6,12; p 0,001), dengan ukuran efek besar (r = 0,87). Sebanyak 49 peserta mengalami peningkatan skor, satu peserta memiliki skor tetap, dan tidak ada peserta yang mengalami penurunan. Peningkatan terjadi pada seluruh domain, terutama pengetahuan dasar antibiotik dan penggunaan antibiotik secara rasional. Setelah edukasi, pengetahuan peserta meningkat pada seluruh domain yang dinilai. Kegiatan serupa disarankan dilakukan secara berkala disertai evaluasi lanjutan terhadap retensi pengetahuan serta perubahan sikap dan perilaku. Kata Kunci: Antibiotik, Edukasi Kesehatan, Pengetahuan, Penggunaan Rasional, Resistensi Antimikroba.  ABSTRACT Inappropriate antibiotic use can accelerate antimicrobial resistance. Limited public understanding of antibiotic functions, indications, access, and appropriate use highlights the need for accessible education. To improve knowledge of rational antibiotic use among adults without healthcare professional backgrounds. The activity was conducted in June 2026 at three locations in Bengkulu City and involved 50 participants. Education was delivered through lectures, presentation media, leaflets, discussions, and question-and-answer sessions. Knowledge was assessed before and after the activity using 10 multiple-choice questions covering five knowledge domains. Data were analyzed descriptively and using the Wilcoxon signed-rank test. The mean score increased from 44.60 ± 12.81 at pretest to 78.80 ± 8.24 at posttest, while the median increased from 45 (20–70) to 80 (60–90). Posttest scores were significantly higher than pretest scores (Z = −6.12; p 0.001), with a large effect size (r = 0.87). Scores increased in 49 participants, remained unchanged in one, and decreased in none. Improvements occurred across all domains, particularly basic antibiotic knowledge and rational antibiotic use. Participants’ knowledge improved across all assessed domains after education. Similar activities should be conducted periodically and followed by further evaluation of knowledge retention and changes in attitudes and behavior. Keywords: Antibiotics, Antimicrobial Resistance, Health Education, Knowledge, Rational Use.
Edukasi Pemanfaatan Bunga Telang (Clitoria ternatea) dan Sereh (Cymbopogon citratus) sebagai Upaya Terapi Komplementer Diabetes Melitus dan Hipertensi di Desa Margahayu Sinta Ratna Dewi; Hasyrul Hamzah; Putri Tasya Amanda; Muhammad Nanda Hidayat; Mira Dwi Octaviani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27571

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan memerlukan pengelolaan jangka panjang, perubahan gaya hidup, serta literasi kesehatan masyarakat yang memadai. Pemanfaatan tanaman herbal sebagai terapi komplementer menjadi salah satu pendekatan yang aman, terjangkau, dan mudah diterapkan di tingkat rumah tangga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat mengenai pemanfaatan bunga telang (Clitoria ternatea) dan sereh (Cymbopogon citratus) sebagai minuman herbal pendukung pengendalian diabetes melitus dan hipertensi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2026 di Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas masyarakat dan kader PKK setempat. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tekanan darah dan gula darah sewaktu, penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan minuman herbal, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan kuesioner. Hasil pemeriksaan menunjukkan 73,33% peserta memiliki tekanan darah normal dan 26,67% termasuk kategori hipertensi, sedangkan dari 24 peserta yang menjalani pemeriksaan gula darah sewaktu, 79,17% memiliki kadar normal dan 20,83% memiliki kadar tinggi. Sebelum edukasi, 70% peserta berada pada tingkat pengetahuan kurang. Setelah kegiatan, seluruh peserta (100%) menunjukkan sikap positif terhadap pemanfaatan tanaman herbal dan 96,67% peserta mampu mempraktikkan pembuatan minuman herbal dengan baik, serta seluruh aspek kegiatan memperoleh kategori kepuasan sangat baik. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bunga telang dan sereh sebagai terapi komplementer yang aman dan mudah diterapkan. Kata Kunci: Bunga Telang, Sereh, Diabetes Melitus, Hipertensi, Terapi Komplementer.  ABSTRACT Diabetes mellitus and hypertension are non-communicable diseases whose prevalence continues to rise and which require long-term management, lifestyle modification, and adequate community health literacy. The use of herbal plants as a complementary therapy is one approach that is safe, affordable, and easy to apply at the household level. This community service program aimed to improve the knowledge, attitudes, and skills of the community regarding the use of butterfly pea flower (Clitoria ternatea) dan sereh (Cymbopogon citratus) sebagai minuman herbal pendukung pengendalian diabetes melitus dan hipertensi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2026 di Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas masyarakat dan kader PKK setempat. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tekanan darah dan gula darah sewaktu, penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan minuman herbal, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan kuesioner. Hasil pemeriksaan menunjukkan 73,33% peserta memiliki tekanan darah normal dan 26,67% termasuk kategori hipertensi, sedangkan dari 24 peserta yang menjalani pemeriksaan gula darah sewaktu, 79,17% memiliki kadar normal dan 20,83% memiliki kadar tinggi. Sebelum edukasi, 70% peserta berada pada tingkat pengetahuan kurang. Setelah kegiatan, seluruh peserta (100%) menunjukkan sikap positif terhadap pemanfaatan tanaman herbal dan 96,67% peserta mampu mempraktikkan pembuatan minuman herbal dengan baik, serta seluruh aspek kegiatan memperoleh kategori kepuasan sangat baik. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bunga telang dan sereh sebagai terapi komplementer yang aman dan mudah diterapkan. Keywords: Butterfly Pea Flower, Lemongrass, Diabetes Mellitus, Hypertension, Complementary Therapy.
Pengabdian Masyarakat Atlas Medical Pioneer: Balai Pengobatan dan Khitanan Massal Gratis di Desa Putrajawa, Garut Athar Zaidan Hafidz; Hafiza Abdul; Fauzi Akmal Buntoro; Alifiansyah Muharram; Shabrina Aghniya Adam; Muhammad Azhary Lazuardy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27022

Abstract

ABSTRAK Akses terhadap layanan kesehatan dasar dan sirkumsisi (khitan) di wilayah pedesaan Indonesia masih menjadi tantangan, terutama pada masyarakat dengan keterbatasan geografis dan ekonomi. Atlas Medical Pioneer (AMP), organisasi kepecintaalaman berbasis medis Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, menyelenggarakan program pengabdian masyarakat berupa Balai Pengobatan dan Khitanan Massal Gratis sebagai kontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat sekaligus wahana penerapan ilmu medis bagi anggota mudanya. Kegiatan bertujuan memberikan pelayanan kesehatan dasar dan khitan gratis, memfasilitasi penerapan kompetensi medis Anggota Muda XXVII AMP, serta memperkenalkan AMP kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Oktober 2025 di SMP Negeri 1 Selaawi, Desa Putrajawa, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, melalui layanan balai pengobatan umum (anamnesis, pemeriksaan fisik, peresepan obat) dan khitanan massal, melibatkan 1 dokter spesialis bedah umum anggota AMP, 7 dokter anggota AMP, 16 Anggota Muda XXVII AMP, dan 30 volunteer dari mahasiswa FK Unpad di bawah supervisi dokter dan operator berpengalaman. Hasil: Kegiatan melayani 91 pasien balai pengobatan dan 15 pasien khitan, memenuhi indikator keberhasilan minimal, meskipun distribusi pasien per sesi belum merata dan minat awal masyarakat terhadap khitan massal masih rendah. Program ini efektif memberikan akses layanan kesehatan sekaligus wahana pembelajaran praktis bagi Anggota Muda, namun memerlukan penguatan pada aspek sosialisasi, pencatatan data pasien, dan koordinasi logistik pada penyelenggaraan berikutnya. Kata Kunci: Balai Pengobatan, Khitanan Massal, Pengabdian Masyarakat, Kesehatan Pedesaan, Mahasiswa Kedokteran.  ABSTRACT Access to basic health services and circumcision in rural Indonesia remains limited, particularly for communities facing geographic and economic constraints. Atlas Medical Pioneer (AMP), a medical student organization at the Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran, conducted a community service program consisting of a free clinic and mass circumcision as a contribution to improving community health while providing a practical learning platform for its junior members. This program aimed to provide free basic health and circumcision services, facilitate the application of medical competencies among the 27th cohort of AMP junior members, and introduce AMP to medical students at Universitas Padjadjaran. The activity was held on 5 October 2025 at SMP Negeri 1 Selaawi, Putrajawa Village, Selaawi Subdistrict, Garut Regency, through general clinic services (history-taking, physical examination, and drug prescription) and mass circumcision, involving 1 general surgeon of AMP, 7 doctors of AMP, 16 junior members of 27th cohort, and 30 student volunteers under the supervision of experienced physicians and operators. The program served 91 general-clinic patients and 15 circumcision patients, meeting the minimum success indicators, although patient distribution across sessions was uneven and initial community interest in mass circumcision was low. The program proved effective in providing health-service access while serving as a practical learning platform for junior members, though it requires stronger community outreach, patient-data recording, and logistical coordination in future implementations. Keywords: Free Clinic, Mass Circumcision, Community Service, Rural Health, Medical Students.
Implementasi Program Sehati dalam Meningkatkan Literasi Kesehatan Reproduksi Perempuan Menopause Disekolah Lansia Muslimat Buntet Pesantren Eni Haryati; Siti Lia Amaliah; Wahyu Hartini; Nevi Kuspiana Lesmana; Anto Susfolyanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27476

Abstract

ABSTRAK Keterbatasan pengetahuan dapat memengaruhi kesiapan perempuan menghadapi perubahan menopause. Meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi melalui Program SEHATI (Sehat Reproduksi dan Harmoni di Usia Senja) di Sekolah Lansia Muslimat Buntet Pesantren Cirebon. Kegiatan melibatkan 60 perempuan ≥45 tahun dengan edukasi partisipatif melalui pretest, materi interaktif, diskusi, tanya jawab, konsultasi kesehatan, dan posttest. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi dan persentase. Sebelum edukasi, pengetahuan kurang sebanyak 43 peserta (71,7%), cukup 12 (20,0%), dan baik 5 (8,3%). Setelah edukasi, pengetahuan kurang menurun menjadi 7 (11,7%), sedangkan cukup meningkat menjadi 18 (30,0%) dan baik menjadi 35 (58,3%). Program SEHATI mendukung peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi melalui pembelajaran interaktif dan partisipatif serta berpotensi diterapkan secara berkelanjutan di Sekolah Lansia dan masyarakat untuk mendukung kemandirian pemeliharaan kesehatan dan healthy ageing perempuan menopause. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Menopause, Pengetahuan, Sekolah Lansia. ABSTRACT Limited knowledge may affect women’s readiness to cope with menopausal changes. To improve reproductive health knowledge through the SEHATI (Sehat Reproduksi dan Harmoni di Usia Senja) Program at the Muslimat Buntet Pesantren Elderly School in Cirebon. The program involved 60 women aged ≥45 years using participatory education through a pretest, interactive sessions, discussions, question-and-answer sessions, health consultations, and a posttest. Data were analyzed descriptively using frequencies and percentages. Before education, 43 participants (71.7%) had poor knowledge, 12 (20.0%) moderate, and 5 (8.3%) good knowledge. After education, poor knowledge decreased to 7 (11.7%), while moderate knowledge increased to 18 (30.0%) and good knowledge to 35 (58.3%). The SEHATI Program supports improved reproductive health knowledge through interactive and participatory learning and has potential for sustainable implementation in Elderly Schools and communities to promote health independence and healthy ageing among menopausal women. Keywords: Health Education, Reproductive Health, Menopause, Knowledge, Elderly School.
Enhancing Energy-Efficient Building Literacy Through Education and School Environment Identification Among Vocational High School Students Sarwa Sarwa; V. Lilik Hariyanto; Ridho Azahar; Daniel Ngolu Jiledo Maringga
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27371

Abstract

ABSTRACT The building sector contributes significantly to energy consumption; therefore, literacy regarding energy-efficient buildings needs to be strengthened from the school education stage onwards. This study aims to analyse improvements in understanding and the ability to identify energy-efficient buildings within the school environment. The study employed an educational-participatory approach with a single-group pre-test–post-test design. The research sample consisted of 30 Year 10 students from the Construction and Housing Technology Department at SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan. The activities were carried out over four sessions, comprising the delivery of material, discussions, a pre-test, a post-test, and practical exercises in identifying aspects of natural lighting, ventilation, lighting usage, and user behaviour. Data were analysed using descriptive statistics and a paired-samples t-test. The results showed that the mean score increased from 46.80 to 80.43, with the pass rate rising from 0% to 86.67%. Meanwhile, the practical assessment achieved a mean score of 81.90 with a 100% pass rate. The paired-samples t-test revealed a significant difference (p 0.001) between initial and final knowledge. The research findings indicate that education based on direct observation is effective in improving students’ literacy and practical skills regarding the knowledge and identification of energy-efficient buildings. Keywords: Energy-Efficient Buildings, Vocational Education, Participatory Learning, The School Environment.
Edukasi dan Pendampingan PHBS: Cuci Tangan Pakai Sabun dan Pemberantasan Sarang Nyamuk untuk Mewujudkan Desa Slumut Sehat Surtania Surtania; Avina Wahyuningtyas; Wina Yutari; Sesi Kotngoran; Caroline Salomhita Ezeria; Hesti Welandari Feni; Junensia A.M Urasana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27193

Abstract

ABSTRAK Program asuhan keperawatan komunitas dilaksanakan di Dusun Slumut, Salatiga, sebagai bentuk pengabdian masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan melalui upaya promotif dan preventif. Permasalahan yang diidentifikasi meliputi rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kurangnya praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), serta rendahnya kepatuhan terhadap Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan masyarakat Desa Slumut. Kegiatan dilakukan melalui Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), Survei Mawas Diri (SMD), pengkajian komunitas, penyuluhan kesehatan, serta praktik langsung bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai PHBS, partisipasi aktif kader kesehatan, serta identifikasi masalah kesehatan prioritas seperti perilaku hidup sehat dan kesehatan lingkungan. Program ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kapasitas masyarakat dan kader kesehatan untuk mendukung pembangunan kesehatan berbasis komunitas secara berkelanjutan. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Pemberantasan Sarang Nyamuk, Cuci Tangan, Pemberdayaan Masyarakat.  ABSTRACT The community nursing care program was implemented in Slumut Hamlet, Salatiga, as a community service initiative aimed at improving public health status through promotive and preventive health efforts. The primary issues identified included the low implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), inadequate practice of Handwashing with Soap (HWWS), and low compliance with Mosquito Breeding Site Eradication (MBSE) activities. This community service program aimed to enhance knowledge regarding clean and healthy living behaviors among the residents of Slumut Village. The program was conducted through Community Village Meetings (Musyawarah Masyarakat Desa/MMD), Community Self-Survey (Survei Mawas Diri/SMD), community assessments, health education sessions, and direct practical activities involving community members. The program outcomes demonstrated an increase in community knowledge and awareness regarding PHBS, active participation of community health volunteers (cadres), and the identification of priority health issues, particularly those related to healthy living behaviors and environmental health. This program contributed to strengthening the capacity of both community members and health cadres to support sustainable community-based health development. Keywords: Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), Mosquito Breeding Site Eradication, Handwashing, Community Empowerment.
Stress Management Training Towards Stress Level Reduction in Families of Schizophrenia Patients Noviana Ayu Ardika; Aisyiyah Mutia Dawis
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27431

Abstract

ABSTRACT Introduction: Families are individuals who are close to the patient and are considered to have the greatest influence on the patient's life at home. One of the causes of stress in families is caring for patients with schizophrenia at home. During care, families who lack information on how to cope with stress are at greater risk of experiencing burden during care. One of the causes of stress is the length of care for the patient and the patient's behavior due to relapse. Stress management is one way to reduce stress in families at home. Objective: This community service activity is to increase family knowledge in coping with stress in caring for people with schizophrenia at home. Method: The service was carried out through an initial survey, pre-test, interactive lecture, demonstration of deep breathing techniques and five-finger hypnosis, discussion and question and answer, and post-test. Samples were obtained from families with schizophrenia patients at home, with as many as 25 people in the Joyontakan Village area. Results: There was a decrease in stress levels in families with schizophrenia patients at home. The number of respondents with moderate and severe stress decreased from 18 (72%) to 6 (24%), while respondents with normal and mild stress levels increased from 7 (28%) to 19 (76%). Conclusion: Deep breathing and five-finger hypnosis training have been shown to reduce stress levels in families with schizophrenia patients at home. Keywords: Stress Management, Stress Levels, Families Of Schizophrenia Patients.
Move for Brain & Heart: Edukasi, Skrining, dan Senam pada Lansia dalam Mencegah Hipertensi dan Dimensia Vaskular Mei Rianita Elfrida Sinaga; Septa Meriana Lumbantoruan; Catharina Guinda Diannita; Evanny Indah Manurung; Benediktus Pascalis Dasit; Agus Frandes Sariaman
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.26784

Abstract

ABSTRAK Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia dan berhubungan erat dengan hipertensiserta gangguan kognitif pada lansia. Kurangnya aktivitas fisik dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini menjadi faktor risiko meningkatnya penyakit kardiovaskular dan demensia vaskular. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan demensia vaskular, melakukan skrining kesehatan, serta melatih aktivitas fisik brain gym pada lansia di LLT Wira Wreda Kelurahan Wirogunan Yogyakarta. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan, dan demonstrasi senam brain gym. Peserta kegiatan berjumlah 81 lansia. Hasil kegiatan menunjukkan lansia mengalamiberat badan overweight dan memiliki hipertensi stadium 1. Setelah aktivitas ini, terjadi peningkatan pengetahuanpeserta setelah edukasi dengan nilai posttest lebih tinggi dibandingkan pretest. Kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran lansia mengenai pentingnya aktivitas fisik, deteksi dini hipertensi, dan pemeliharaan fungsi kognitif. Kata Kunci: Fungsi Kognitif, Hipertensi, Lansia, Senam Otak.  ABSTRACT Cardiovascular diseases are the leading cause of death worldwide and are closely related to hypertension and cognitive disorders in the elderly. The lack of physical activity and low public awareness of the importance of early detection are risk factors for the increase in cardiovascular diseases and vascular dementia. This community service activity aims to increase the elderly's knowledge about hypertension and vascular dementia, conduct health screenings, and train physical activities such as brain gym for the elderly at LLT Wira Wreda, Wirogunan Village, Yogyakarta. The methods of the activity include health examinations, health education, and brain gym exercisedemonstrations. The participants of the activity numbered 81 elderly individuals. The results of the activity showed that the elder adult was overweight and hypertension stage 1. There was an increase in participants' knowledgeafter the education, with posttest scores higher than pretest scores. This activity was able to raise the awareness of the elderly regarding the importance of physical activity, early detection of hypertension, and the maintenance of cognitive function. Keywords: Cognitive Function, Hypertension, Elderly, Brain Gym.
Optimalisasi Peran Keluarga sebagai PMO untuk Mencegah Risiko Putus Obat TBC di Desa Kartamulia Faturrachman Ramadhon; Muchamad Nur Rokhim; Ardawiyah Ardawiyah; Risna Agustina Rahayu; Vina Laurensia; Dichy Nuryadin Zain
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27424

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat global dan nasional yang kritis, di mana kegagalan terapi serta timbulnya kekebalan obat (Resistant Obat) mayoritas disebabkan oleh ketidakpatuhan pasien dalam mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) secara tuntas. Peran Pengawas Menelan Obat (PMO) berbasis keluarga merupakan pilar strategis dalam memastikan kontinuitas pengobatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan keluarga pasien TBC dalam menjalankan fungsi PMO melalui intervensi edukasi terstruktur berbasis media leaflet interaktif di Desa Kartamulia, Kecamatan Sukamara. Kegiatan PkM dilaksanakan menggunakan desain eksperimen semu one-group pre-test and post-test yang melibatkan 35 orang responden dari pihak keluarga pasien TBC. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan interaktif menggunakan kuesioner tervalidasi yang terdiri dari 10 indikator utama fungsi PMO. Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan uji paired sample t-test.Terjadi peningkatan rerata skor pengetahuan peserta yang sangat signifikan dari nilai pre-test sebesar 52,57 (SD ± 12,45) menjadi 89,43 (SD ± 8,12) pada post-test ( 0,001). Seluruh indikator pemahaman, meliputi kepanjangan dan konsep PMO, bahaya putus obat, tugas pemantauan, serta pentingnya dukungan psikososial mengalami peningkatan persentase kelulusan hingga di atas 88%. Edukasi dan pendampingan PMO berbasis keluarga terbukti secara signifikan meningkatkan pemahaman dan kesiapan keluarga dalam mendampingi pengobatan pasien TBC. Saran: Diharapkan pihak Puskesmas dan Pemerintah Desa Kartamulia terus memperkuat program pendampingan kader kesehatan guna mempertahankan kepatuhan minum obat hingga pasien dinyatakan sembuh total. Kata Kunci: Pengawas Menelan Obat, Tuberkulosis, Kepatuhan Berobat, Edukasi Keluarga, Desa Kartamulia.  ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a critical global and national public health issue, where treatment failure and drug resistance are predominantly caused by patient non-adherence to complete anti-tuberculosis treatment (OAT). The role of a family-based Medication Adherence Supporter / Treatment Supervisor (PMO) serves as a strategic pillar in ensuring treatment continuity. This community service program aimed to enhance the knowledge, awareness, and skills of TB patients' families in performing PMO functions through structured educational interventions using interactive leaflet media in Kartamulia Village, Sukamara District. The program was executed using a one-group pre-test and post-test quasi-experimental design involving 35 respondents from TB patients' families. Knowledge levels were measured before and after the interactive counseling intervention using a validated questionnaire comprising 10 key indicators of PMO functions. Data analysis was performed quantitatively using paired sample t-tests. There was a highly significant increase in the mean knowledge score from a pre-test value of 52.57 (SD ± 12.45) to 89.43 (SD ± 8.12) in the post-test ( 0,001). All comprehension indicators including PMO concepts, risks of default, monitoring tasks, and psychosocial support demonstrated improvement to above 88%. Conclusion: Family-based PMO education and mentoring proved to significantly elevate family knowledge and readiness in supporting TB patients' therapy. Local Primary Health Centers and village administrators are encouraged to maintain health worker-guided support programs to ensure uninterrupted treatment adherence until complete patient recovery. Keywords: Treatment Supervisor, Tuberculosis, Medication Adherence, Family Education, Kartamulia Village.
Edukasi Hand, Foot, and Mouth Disease (Hfmd) melalui Komik Digital Berbahasa Inggris untuk Pencegahan HFMD Pada Siswa Sekolah Dasar Meiliana Nurfitriani; Anggia Suci Pratiwi; Miftahul Falah; Mujiarto Mujiarto; Rini Syamsiah Nur Alifah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27333

Abstract

ABSTRAK Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) adalah infeksi yang sering menyerang anak-anak sekolah dan tetap menjadi isu kesehatan di Malaysia. Hasil pengamatan di Sanggar Bimbingan Indonesia Kuala Langat mengindikasikan bahwa banyak siswa belum pernah memperoleh edukasi khusus mengenai HFMD, sehingga pemahaman mereka mengenai penyebab, gejala, metode penularan, dan langkah pencegahannya masih minim. Aktivitas pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan tentang pencegahan HFMD melalui penggunaan komik digital berbahasa Inggris serta membiasakan siswa untuk menerapkan gaya hidup bersih dan sehat. Selain menyampaikan edukasi kesehatan, pemakaian komik digital berbahasa Inggris juga mendukung pengenalan kosakata dasar dalam bahasa Inggris sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan kontekstual. Kegiatan diadakan di Sanggar Bimbingan Indonesia Kuala Langat, Selangor, Malaysia, melibatkan 50 murid di tingkat Sekolah Dasar. Metode yang diterapkan mencakup observasi, edukasi, demonstrasi, praktik, pendampingan, dan evaluasi yang dilakukan selama tiga hari lewat penyampaian materi, pembelajaran menggunakan komik digital berbahasa Inggris, praktik langkah-langkah mencuci tangan dengan benar, serta pengawasan penerapan perilaku hidup sehat dan bersih. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, dapat memahami materi yang disajikan melalui komik digital, serta mampu mempraktikkan langkah-langkah mencuci tangan yang tepat saat tahap evaluasi. Pelaksanaan kegiatan juga menunjukkan bahwa pendekatan yang mengintegrasikan media visual dengan praktik langsung dapat meningkatkan partisipasi siswa selama proses pembelajaran. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa komik digital dalam bahasa Inggris bisa digunakan sebagai alat pendidikan kesehatan yang menarik dan interaktif untuk mendukung pengembangan literasi kesehatan serta pembentukan perilaku hidup sehat dan bersih sebagai langkah pencegahan HFMD di kalangan siswa sekolah dasar. Kata Kunci: Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD), Komik Digital, Edukasi Kesehatan, Sekolah Dasar, Pengabdian Kepada Masyarakat.     ABSTRACT Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) is an infection that commonly affects school-aged children and remains a public health issue in Malaysia. Observations at the Sanggar Bimbingan Indonesia in Kuala Langat indicate that many students have never received specific education about HFMD, so their understanding of its causes, symptoms, modes of transmission, and preventive measures remains limited. This community service activity aims to provide education on HFMD prevention through the use of English-language digital comics and to encourage students to adopt a clean and healthy lifestyle. In addition to delivering health education, the use of English-language digital comics also supports the introduction of basic English vocabulary, making the learning process more engaging and contextual. The activity was held at Sanggar Bimbingan Indonesia in Kuala Langat, Selangor, Malaysia, and involved 50 elementary school students. The methods employed included observation, education, demonstration, practice, mentoring, and evaluation, carried out over three days through the presentation of materials, learning using English-language digital comics, practicing proper handwashing techniques, and monitoring the implementation of healthy and hygienic behaviors. The results of the activity showed that students enthusiastically participated in the entire series of activities, were able to understand the material presented through digital comics, and were able to practice proper handwashing steps during the evaluation phase. The implementation of the activity also demonstrated that an approach integrating visual media with hands-on practice can enhance student participation during the learning process. This activity demonstrates that digital comics in English can be used as an engaging and interactive health education tool to support the development of health literacy and the adoption of healthy and hygienic behaviors as a preventive measure against HFMD among elementary school students. Keywords: Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD), Digital Comics, Health Education, Elementary School, Community Service.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue