cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,738 Documents
Penguatan Skrining Berbasis Digital dalam Peningkatan Deteksi Dini Kanker Servik di Puskesmas Telaga Dewa Novita Ana Anggraini; Tria Nopi Herdiani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27161

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan media digital menggunakan aplikasi android  bertujuan meningkatkan literasi kesehatan berbasis digital secara berkelanjutan melalui pelaksanaan penilaian risiko secara mandiri (self-assessment) di Puskesmas Telaga Dewa untuk meningkatkan cakupan skrining kanker serviks. Data menunjukkan bahwa cakupan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA di Puskesmas Telaga Dewa masih sangat rendah dan jauh dari target nasional sebesar 80%, yaitu hanya mencapai 0,6% (2024), dan hanya 50 wanita yang menjalani pemeriksaan tahun 2025, sehingga diperlukan inovasi skrining berbasis digital untuk meningkatkan partisipasi wanita usia reproduksi dalam deteksi dini kanker serviks. Metode yang digunakan dalam program ini adalah edukasi digital  yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku wanita usia reproduksi dalam melakukan deteksi dini kanker serviks dengan menyajikan materi mengenai faktor risiko, tanda dan gejala,vaksinasi HPV, yang dilengkapi dengan panduan penilaian risiko secara mandiri. Program ini melibatkan tenaga Kesehatan, kader Kesehatan dalam penyuluhan dan pendampingan. Selain itu, dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan setelah intervensi. Hasil program menunjukkan bahwa sosialisasi edukasi berbasis digital meningkatkan pengetahuan Wanita usia reproduksi sebesar 80%. Kesimpulan program ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis digital dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan cakupan deteksi dini kanker serviks. Disarankan agar program ini terus berlanjut dengan dukungan dari pemerintah dan tenaga kesehatan agar angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks dapat dicegah.  Kata Kunci: Skrining Berbasis Digital, Kanker Serviks, Self Assessment, Modul Edukasi Digital.   ABSTRACT The use of digital media through an Android application aimed to improve sustainable digital health literacy by implementing a self-assessment risk evaluation at the Telaga Dewa Community Health Center to increase the coverage of cervical cancer screening. Data showed that the coverage of early cervical cancer detection through Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) examinations at the Telaga Dewa Community Health Center was still very low and remained far below the national target of 80%. The screening coverage reached only 0.6% in 2024, and only 50 women underwent screening examinations in 2025. Therefore, a digital-based screening innovation was needed to increase the participation of women of reproductive age in early cervical cancer detection. The program used a digital education approach designed to improve the knowledge, awareness, and screening behavior of women of reproductive age by providing educational materials on cervical cancer risk factors, signs and symptoms, HPV vaccination, and a self-risk assessment guide. The program involved healthcare professionals and community health cadres in educational sessions and participant mentoring. In addition, pre-tests and post-tests were conducted to assess changes in participants' knowledge following the intervention. The results showed that the implementation of digital-based education increased the knowledge of women of reproductive age by 80%. The findings indicated that digital-based education was an effective strategy for improving early cervical cancer detection. It was recommended that this program be continued with support from the government and healthcare professionals to reduce the morbidity and mortality associated with cervical cancer. Keywords: Digital-Based Screening, Cervical Cancer, Self-Assessment, Digital Education Module.
Edukasi dan Skrining Dini Gangguan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri di Lingkungan Paparan Sampah Illa Arinta; Manggiasih Dwiayu Larasati; Indah Dwi Jati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27573

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan sistem reproduksi yang ditandai dengan perubahan hormonal dan maturasi organ reproduksi. Gangguan keseimbangan hormon pada masa ini dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi. Salah satu faktor lingkungan yang berpotensi memengaruhi kesehatan reproduksi adalah paparan bahan kimia dari lingkungan tercemar, termasuk lingkungan dengan paparan sampah. Berbagai senyawa seperti Bisphenol A, phthalates, dan dioksin yang termasuk kelompok Endocrine Disrupting Chemicals (EDCs) dapat mengganggu fungsi hormon reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kesehatan reproduksi, siklus menstruasi normal, dampak paparan lingkungan sampah terhadap kesehatan reproduksi, serta melakukan skrining dini gangguan siklus menstruasi. Kegiatan dilaksanakan pada remaja putri di SMA wilayah Bekasi dengan jumlah peserta sebanyak 65 orang. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, demonstrasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta skrining menggunakan kuesioner siklus menstruasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 61,8 pada pre-test menjadi 87,4 pada post-test dengan peningkatan sebesar 25,6 poin. Hasil skrining menunjukkan terdapat beberapa peserta yang mengalami keluhan menstruasi seperti siklus menstruasi tidak teratur, nyeri menstruasi, dan lama menstruasi lebih dari tujuh hari. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan melakukan deteksi dini gangguan menstruasi. Kata Kunci: Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi, Menstruasi, Skrining dini, Paparan Sampah.  ABSTRACT Adolescence is an important period in reproductive system development characterized by hormonal changes and reproductive organ maturation. Hormonal imbalance during this period may cause menstrual cycle disorders. Environmental exposure, particularly exposure to chemical substances from waste-contaminated environments, may potentially affect reproductive health. Compounds such as Bisphenol A, phthalates, and dioxins classified as Endocrine Disrupting Chemicals (EDCs) have been reported to interfere with reproductive hormone regulation. This community service activity aimed to improve adolescent girls’ knowledge regarding reproductive health, normal menstrual cycles, the impact of environmental waste exposure on reproductive health, and early screening of menstrual disorders. The activity was conducted among 65 female students in Bekasi. The implementation methods included interactive health education, discussions, question-and-answer sessions, healthy lifestyle demonstrations, and menstrual cycle screening using questionnaires. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments. The results showed an increase in participants’ knowledge after education. The mean knowledge score increased from 61.8 before education to 87.4 after education, with an improvement of 25.6 points. Screening results identified several participants experiencing menstrual problems, including irregular menstrual cycles, dysmenorrhea, and prolonged menstruation. This activity successfully increased adolescents’ awareness regarding reproductive health and the importance of early detection of menstrual disorders.. Keywords: Adolescent Girls, Reproductive Health, Menstruation, Early Screening, Waste Exposure.
Health Cadres Empowerment with Complementary Food Workshops and Cooking Class Firlia Ayu Arini; Nur Intania Sofianita; Apriningsih Apriningsih; Nanang Nasrullah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.25520

Abstract

ABSTRACT The first 1000 days of life is the critical period for stunting prevention. After exclusive breastfeeding, the adequacy of complementary feeding determines children's growth. In the community, some problems found in complementary feeding practices, include early introduction and suboptimal feeding, which are low in diversity, frequency, and unsuitable texture for the children’s age group. Every subdistrict has a Posyandu (Health Integrated Service Post) organized by health cadres. To help stunting prevention, it is important to empower the health cadres with a complementary food workshop and cooking class to gain the cadres knowledge and skills that are useful for their role in organizing Posyandu and conducting supplementary feeding program. To analyze the improvement of health cadres' knowledge and skills about complementary feeding using local food. The design of this community service program were a workshop about complementary feeding followed by discussion to compose menus of complementary food  and cook them in the cooking class. A total 16 health cadres participated in this program, they were from Pengasinan and Bedahan Ward, Depok City. To measure the effectiveness of the workshop, we collected pre-post questionnaire about complementary feeding. Based on the paired t-test, there is a significant difference between pre and post-test on the health cadres’ knowledge. The mean of the post-test was 15 score higher than the pre-test. It was concluded that the workshop and cooking class of compelementary food has improved health cadres knowledge. Hopefully, the cadres might educate mothers with children under two about complementary feeding practice at Posyandu to help reduce and prevent stunting. Keywords: Complementary Food, Health Cadre, Workshop, Cooking Class.
Refleksi Kekuatan Diri sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Jiwa dan Harga Diri Remaja Korban Perundungan Giri Widakdo; Aisyah Aisyah; Naryati Naryati; Slametiningsih Slametiningsih; Elli Hidayati; Rahayu Hanan Labibah; Oki Rizkia Ainurahma Diniar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27398

Abstract

ABSTRACT Adolescence is a crucial transitional phase characterized by physical, cognitive, and psychosocial changes. Psychosocial issues, such as bullying, often trigger a decline in self-esteem, anxiety, and even depression among adolescents. This community service initiative aims to enhance the self-esteem and mental resilience of students at SMKN 39 Central Jakarta through an intervention involving the "Self-Strength Reflection Game." The implementation method comprises three main stages: (1) Preparation and Assessment, (2) Implementation, and (3) Evaluation and Follow-up Support. The results indicate an improvement in student understanding and awareness (with a 100% active participation rate) regarding recognizing emotions, identifying personal strengths, and transforming maladaptive behaviors into assertive ones. Furthermore, the initiative successfully produced a teaching module titled "Innovation for a Healthy, Bullying-Free School Family Resilience," a booklet, and reflection cards integrated with the school's School Health Unit (UKS). Keywords: Self-Strength Reflection, Self-Esteem, Adolescent Mental Health, Bullying, Healthy School.  ABSTRAK Masa remaja merupakan fase transisi krusial yang ditandai dengan perubahan fisik, kognitif, dan psikososial. Masalah psikososial seperti perundungan (bullying) sering kali memicu penurunan harga diri, kecemasan, hingga depresi pada remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan harga diri dan ketahanan mental siswa di SMKN 39 Jakarta Pusat melalui intervensi Permainan Terapi Refleksi Kekuatan Diri. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahapan utama: (1) Tahap Persiapan dan Pengkajian, (2) Tahap Pelaksanaan, dan (3) Tahap Evaluasi serta Pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa (100% tingkat partisipasi aktif) dalam mengenali emosi, mengidentifikasi aspek positif diri, serta mengontrol perilaku maladaptif menjadi asertif. Selain itu, kegiatan ini berhasil menghasilkan modul ajar "Inovasi Sekolah Sehat Bebas Perundungan Ketahanan Keluarga", booklet, serta media kartu refleksi yang terintegrasi dengan unit UKS sekolah. Kata Kunci: Refleksi Kekuatan Diri, Harga Diri, Kesehatan Jiwa Remaja, Perundungan (Bullying), Sekolah Sehat.
Pendampingan Kader Posyandu dalam Implementasi Program P4K untuk Pencegahan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal Nora Rahmanindar; Ilma Ratih Zukrufiana; Evi Zulfiana; Intan Cristy Mayasari Riski; Nanda Bachtiar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27268

Abstract

ABSTRAK Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan salah satu strategi nasional dalam meningkatkan kesiapsiagaan persalinan serta mencegah keterlambatan penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal melalui keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat. Keberhasilan implementasi P4K sangat dipengaruhi oleh peran kader Posyandu sebagai mitra bidan desa dalam melakukan pendampingan ibu hamil, deteksi dini faktor risiko, edukasi keluarga, serta penguatan sistem rujukan. Berdasarkan hasil identifikasi di Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, implementasi P4K belum berjalan optimal karena masih terdapat ibu hamil yang belum melengkapi stiker P4K, pendampingan kader belum dilakukan secara terstruktur, serta koordinasi antara kader dan bidan desa masih perlu diperkuat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan peran kader Posyandu dalam implementasi Program P4K sebagai upaya pencegahan kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui tiga tahapan, yaitu koordinasi dan identifikasi kebutuhan, pelaksanaan pendampingan berupa penyuluhan, diskusi, simulasi, dan praktik, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 40 kader Posyandu di Balai Desa Kesuben. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader mengenai Program P4K, meningkatnya kemampuan kader dalam melakukan deteksi dini faktor risiko kehamilan, memberikan edukasi kepada keluarga, serta memperkuat koordinasi dengan bidan desa dalam pemantauan ibu hamil. Pendampingan juga mendorong meningkatnya kesiapan keluarga dalam merencanakan persalinan dan rujukan apabila terjadi komplikasi. Pendampingan kader Posyandu secara berkelanjutan menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam memperkuat implementasi Program P4K serta mendukung upaya pencegahan kegawatdaruratan maternal dan neonatal melalui kolaborasi antara kader Posyandu, bidan desa, pemerintah desa, dan perguruan tinggi Kata Kunci: Kader Posyandu, Program P4K, Pendampingan, Kegawatdaruratan Maternal, Neonatal.  ABSTRACT Birth Planning and Complication Prevention Program (P4K) is a national strategy designed to improve birth preparedness and reduce delays in managing maternal and neonatal emergencies through active participation of families and communities. The success of the program depends on the role of community health volunteers (Posyandu cadres) as partners of village midwives in assisting pregnant women, identifying risk factors, providing health education, and strengthening referral systems. Purpose: This community service aimed to optimize the role of Posyandu cadres in implementing the P4K program to prevent maternal and neonatal emergencies. Methods: A participatory mentoring approach was implemented through three stages: coordination and needs assessment, mentoring activities consisting of health education, discussions, simulations, and practical sessions, followed by monitoring and evaluation. The program involved 40 Posyandu cadres in Kesuben Village, Lebaksiu District, Tegal Regency. Results: The mentoring program improved cadres’ knowledge and skills regarding P4K implementation, enhanced their ability to identify pregnancy risk factors, educate families, and strengthen coordination with village midwives in monitoring pregnant women. The program also increased family preparedness for childbirth and emergency referral planning. Conclusion: Continuous mentoring of Posyandu cadres effectively strengthens the implementation of the P4K program and supports community-based prevention of maternal and neonatal emergencies through collaboration among Posyandu cadres, village midwives, local government, and higher education institutions. Keywords: Community Empowerment, Maternal Emergency, Neonatal Emergency, P4K.
Strategi Pemberdayaan Kader dan Masyarakat sebagai Upaya Preventif Hipertensi melalui Edukasi Diet Dash (Dietary Approaches to Stop Hypertension) Retno Wahyu Ningsih; Joyeti Darni; Yuli Laraeni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27541

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang telah terbukti efektif dalam mencegah dan mengendalikan hipertensi adalah penerapan pola makan Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Strategi pemberdayaan kader dan masyarakat melalui edukasi Diet DASH diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dalam mencegah hipertensi. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader posyandu dan masyarakat tentang hipertensi dan selingan/snack diet DASH sebagai upaya pencegahan hipertensi. Metode pengabdian masyarakat berupa penyuluhan dan demonstrasi Kudapan diet DASH dengan pemberian ceramah untuk menjelaskan teori hipertensi, demonstrasi pembuatan Kudapan DASH diet, diskusi dan tanya jawab interaktif dengan ibu kader posyandu, penggunaan media modul, serta kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader dan masyarakat. Terdapat peningkatan pengetahuan kader yakni pengetahuan sebelum penyuluhan dengan skor benar 60 sebanyak 0%, 60-80 sebanyak 57,1% dan 80 sebanyak 42,9%. Setelah pelaksanaan penyuluhan, pengetahuan mulai meningkat dibuktikan dengan skor 60-80 sebanyak 28,6% dan skor 80 sebanyak 5 responden (71,4%). Pengetahuan pada masyarakat yakni pengetahuan sebelum penyuluhan dengan skor benar 60 sebanyak 32,25%, 60-80 sebanyak 48,39% dan 80 sebanyak 19,35%. Setelah pelaksanaan penyuluhan, pengetahuan mulai meningkat dibuktikan dengan skor 60 sebanyak 3,23%, skor 60-80 sebanyak 45,16% dan skor 80 sebanyak 16 responden (51,61%). Dalam hal ini terdapat peningkatan pengetahuan sesudah diberikan penyuluhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan lancar dan mendapat antusias yang baik dari kader posyandu dan masyarakat, terdapat peningkatkan pengetahuan pada kader, masyarakat sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Kata Kunci: Diet DASH, Hipertensi, Pemberdayaan Kader Dan Masyarakat.  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease (NCD) that poses a global public health challenge, including in Indonesia. One effective non-pharmacological approach for preventing and controlling hypertension is the adoption of the DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) diet. Strategies to empower health volunteers and the community through DASH diet education are expected to enhance knowledge regarding hypertension prevention. To improve the knowledge and understanding of *Posyandu* (integrated health post) volunteers and the community regarding hypertension and DASH-compliant snacks as a preventive measure. This community service activity employed health education and demonstrations of DASH-compliant snacks. Activities included lectures on hypertension theory, demonstrations of snack preparation, interactive discussions and QA sessions with *Posyandu* volunteers, the use of educational modules, and pre- and post-test questionnaires to measure knowledge improvement among volunteers and community members. Knowledge among volunteers improved; prior to the session, the distribution of correct scores was 60 (0%), 60–80 (57.1%), and 80 (42.9%). Following the session, knowledge increased, evidenced by scores of 60–80 (28.6%) and scores 80 (5 respondents or 71.4%). Community knowledge also improved; prior to the session, the distribution of correct scores was 60 (32.25%), 60–80 (48.39%), and 80 (19.35%). After the session, knowledge increased, evidenced by scores of 60 (3.23%), 60–80 (45.16%), and 80 (16 respondents or 51.61%). Overall, there was an increase in knowledge following the educational intervention. The community service activity proceeded smoothly and was met with enthusiasm by *Posyandu* volunteers and the community; an increase in knowledge was observed among both volunteers and community members following the education provided. Keywords: DASH Diet, Hypertension, Empowerment of Health Volunteers and the Community.
Edukasi Self-Management Penyakit Kronis sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Kemandirian Pasien di Puskesmas Hafidz Al Qodri; Riza Arisanty Latifah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27145

Abstract

ABSTRAK Penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan penyakit ginjal kronis masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia. Keberhasilan pengelolaanpenyakit kronis tidak hanya bergantung pada terapi medis, tetapi juga pada kemampuan pasien dalam melakukan self-management melalui kepatuhan pengobatan, penerapan pola hidup sehat, pemantauan kondisi kesehatan, dan pencegahan komplikasi. Studi pendahuluan di Puskesmas Plered Kabupaten Cirebon menunjukkan bahwa sebagian besar pasien masih memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai pengelolaan penyakit kronis secara mandiri sehingga kepatuhan terhadap pengobatan dan perubahan perilaku hidup sehat belum optimal. Kegiatan pengabdiankepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemandirian pasien melalui edukasi self-management penyakit kronis. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pihak Puskesmas, dilanjutkan penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan pembagian leaflet kepada 200 peserta yang terdiri atas pasien penyakit kronis dan pasien umum. Pendampingan dilakukan setelah kegiatan edukasi untuk memperkuat penerapan self-management dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanyapeningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, pemantauan kondisi kesehatan, serta pencegahan komplikasi. Peserta juga menunjukkanantusiasme tinggi selama kegiatan dan memiliki komitmen untuk menerapkan perilaku hidup sehat sebagai upayameningkatkan kualitas hidup serta mengendalikan penyakit kronis secara mandiri. Kata Kunci: Penyakit Kronis, Self-Managemen, Edukasi Kesehatan, Pengetahuan, Puskesmas.  ABSTRACT Chronic diseases such as hypertension, diabetes mellitus, heart disease, chronic obstructive pulmonary disease(COPD), and chronic kidney disease remain the leading causes of morbidity and mortality worldwide. Successful management of chronic diseases depends not only on medical therapy but also on patients' ability to self-managethrough medication adherence, healthy lifestyle habits, health monitoring, and complication prevention. A preliminary study at the Plered Community Health Center in Cirebon Regency showed that most patients still have limited knowledge about self-managing chronic diseases, resulting in suboptimal adherence to treatment and healthy lifestyle changes. This community service activity aims to improve patient knowledge and independence through chronic disease self-management education. The activity began with coordination with the Community Health Center, followed by health education using interactive lectures, discussions, QA sessions, and leaflet distribution to 200 participants, consisting of chronic disease patients and general patients. Mentoring was provided after theeducational activity to strengthen the application of self-management in daily life. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge and understanding of the importance of medication adherence, dietary management, physical activity, health monitoring, and complication prevention. Participants also showed high enthusiasm during the activity and had a commitment to implementing healthy lifestyle behaviors as an effort to improve the quality of life and control chronic diseases independently. Keywords: Chronic Disease, Self-Management, Health Education, Knowledge, Community Health Center.
Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru melalui Pelatihan Pengembangan Animasi Pembelajaran Menggunakan Canva di SMA Dharma Amiluhur Muhammad Irfan Rumasoreng; Nanang Khuzaini; Arie Purwanto; Nuryadi Nuryadi; Nafida Hetty Marhaeni; Naela Faza Fariha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27517

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi digital menuntut integrasi media pembelajaran interaktif untuk memperkuat kompetensi pedagogik guru di era modern. Namun, guru-guru di SMA Dharma Amiluhur menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman teknis dan pedagogis dalam mengembangkan media animasi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi pedagogik guru melalui pelatihan dan pendampingan pengembangan animasi pembelajaran berbasis Canva. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dan berbasis proyek (Project-Based Professional Development) yang melibatkan 10 orang guru SMA Dharma Amiluhur. Evaluasi keberhasilan program diukur melalui analisis pretest dan posttest yang mencakup 10 indikator kompetensi pedagogik dan literasi digital. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rerata skor peserta dari 30,50 (76,25%) pada saat pretest menjadi 35,60 (89,00%) pada saat posttest. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman pembuatan animasi (indikator 2), peningkatan keterampilan digital (indikator 3), serta pemahaman pentingnya inovasi pembelajaran (indikator 7). Seluruh peserta (100%) menyatakan kesiapan penuh dan berharap adanya kegiatan pelatihan lanjutan di masa mendatang. Pelatihan pengembangan animasi pembelajaran menggunakan Canva terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik, keterampilan digital, serta motivasi inovasi pembelajaran guru di SMA Dharma Amiluhur. Kata Kunci: Animasi Pembelajaran, Canva, Kompetensi Pedagogik, Pengabdian Masyarakat, TPACK.  ABSTRACT Rapid digital advancements demand the integration of interactive learning media to strengthen teachers' pedagogical competence in the modern era. However, teachers at SMA Dharma Amiluhur face constraints such as limited technical and pedagogical mastery in developing digital animation media. This community service activity aims to enhance teachers' pedagogical competence through training and mentoring in developing Canva-based learning animations. The program utilized a participatory and project-based approach (Project-Based Professional Development) involving 10 teachers at SMA Dharma Amiluhur. Program success was evaluated using pretest and posttest instruments covering 10 indicators of pedagogical and digital literacy competencies. Evaluation results demonstrated a significant increase in average participant scores from 30.50 (76.25%) in the pretest to 35.60 (89.00%) in the posttest. The most substantial improvements were observed in animation creation understanding (indicator 2), digital skill enhancement (indicator 3), and awareness of learning innovation (indicator 7). Furthermore, all participants (100%) expressed full readiness and enthusiasm for advanced follow-up training in the future. The training on developing learning animations using Canva effectively enhances teachers' pedagogical competence, digital skills, and innovative motivation at SMA Dharma Amiluhur. Keywords: Learning Animation, Canva, Pedagogical Competence, Community Service, TPACK.
Digital Marketing Optimization and Business Model Canvas Mentoring for BUMDes Sejahtera Kemirigede Riko Setya Wijaya; Sugiarto Sugiarto; Isna Nugraha; Abd Charis Fauzan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27331

Abstract

ABSTRACT The development of natural tourism potential managed by Village-Owned Enterprises (BUMDes) is often constrained by limited business management governance and conventional marketing reach. This community service project aims to enhance the capacity of BUMDes Sejahtera managers in Kemirigede Village, Blitar Regency, through the formulation of a Business Model Canvas (BMC) and the implementation of digital marketing technology based on a landing page and digital advertising. The implementation method adopts a Participatory Action Research (PAR) cycle consisting of four stages: laying the foundation, planning, information gathering and analysis, and acting on finding. The results showed a significant increase in the managers' understanding of BMC-based business governance from 25% to 90%. Furthermore, the development of a landing page website integrated with digital advertising (Meta Ads) successfully reached 18,450 unique users (reach) and generated 24,320 impressions across 14 regencies/cities in East Java. The ad campaign achieved a Click-Through Rate (CTR) of 4.60% and attracted 145 new direct chat interactions (WA leads) for Kemirigede natural tourism ticket reservations. This program has proven effective in evaluating BUMDes business models and expanding market reach digitally and sustainably. Keywords: BUMDes Sejahtera, Business Model Canvas, Digital Marketing, Landing Page, Natural Tourism.
Peningkatan Pengetahuan Lansia dalam Mencegah dan Mengendalikan Hipertensi melalui Edukasi di Posyandu Anggrek’17 Kampung Sukawana Masta Haro; Monalisa Sitompul; Idauli Simbolon
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i9.27182

Abstract

ABSTRAK Dengan bertambahnya usia seseorang, maka tubuh akan mengalami banyak perubahan atau yang dikenal dengan istilah proses penuaan (aging) yang menyebabkan resiko timbulnya gangguan kesehatan seperti hipertensi. Hipertensi adalah suatu kondisi dimana pembuluh darah memiliki tekanan darah tinggi (tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg).  Lansia seringkali tidak menyadari kondisi kesehatannya seperti konsumsi makanan dengan kadar garam tinggi seperti ikan asin, seblak dan yang lainnya, kurang olahraga, stress berlebihan, merokok dan minum alkohol. Untuk mencegah komplikasi yang lebih serius perlu adanya edukasi tentang cara mencegah dan mengendalikan hipertensi pada lansia. Adapun Tujuan dari pelaksanaan upaya promotif yang dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat khususnya lansia dengan riwayat hipertensi untuk mengubah perilaku yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan sehingga terwujud perubahan perilaku hidup sehat yang benar dalam mencegah dan mengendalikan hipertensi, sehingga dalam menikmati masa tua lebih produktif dan Sejahtera. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM berupa penyuluhan kesehatan mengenai hipertensi, cara mencegah dan mengendalikan hipertensi pada lansia, seperti diet yang sehat, olahraga yang teratur, tidak merokok dan tidak minum alkohol, mengurangi stres, cek kesehatan dan minum obat secara rutin. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan. Rata-rata nilai pre-test sebesar 69,33 sedangkan rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 92 dengan peningkatan sebesar 31.24%. Hasil evaluasi menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan PKM. Kegiatan ini menghimbau petugas kesehatan untuk dapat melakukan penyuluhan secara berkesinambungan untuk membantu lansia dalam mencegah dan mengendalikan Kesehatan tekanan darahnya. Kata Kunci: Lansia, Mencegah dan Mengendalikan Hipertensi, Pengabdian Masyarakat.  ABSTRACT As individuals age, the body undergoes various physiological changes known as the aging process, which increases the risk of developing health problems such as hypertension. Hypertension is a condition characterized by persistently elevated blood pressure, defined as a systolic blood pressure of ≥140 mmHg and/or a diastolic blood pressure of ≥90 mmHg. Older adults are often unaware of their health status and may continue engaging in unhealthy lifestyle behaviors, including consuming foods high in salt, such as salted fish, seblak, and other processed foods, engaging in insufficient physical activity, experiencing excessive stress, smoking, and consuming alcoholic beverages. To prevent more serious complications, health education on hypertension prevention and control among older adults is essential.The objective of this health promotion initiative was to increase awareness among the community, particularly older adults with a history of hypertension, and to encourage behavioral changes in terms of knowledge, attitudes, and practices, thereby promoting healthy lifestyles for the prevention and management of hypertension. Ultimately, these efforts are expected to enable older adults to enjoy a healthier, more productive, and prosperous later life. The community service program employed health education as its primary intervention, focusing on hypertension, strategies for preventing and controlling hypertension among older adults, including adopting a healthy diet, engaging in regular physical activity, avoiding smoking and alcohol consumption, managing stress, undergoing routine health check-ups, and adhering to prescribed antihypertensive medication. The results demonstrated a significant improvement in participants' knowledge. The mean pre-test score was 69.33, while the mean post-test score increased to 92.00, representing an improvement of 31.24%. The evaluation findings indicated a substantial increase in participants' knowledge following their participation in the community service program. These findings highlight the importance of continuous health education by healthcare professionals to support older adults in preventing and controlling hypertension and maintaining optimal blood pressure. Keywords: Older Adults, Hypertension Prevention and Control.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 9 (2026): Volume 9 Nomor 9 (2026) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue