cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Penyuluhan Manajemen Luka Terkini dalam Situasi Pandemic Covid -19 Melalui Kegiatan Pesantren Luka dengan Menggunakan Media Zoom Meeting Bagi Mahasiswa Prodi Keperawatan & Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nasional Jakarta Naziyah Naziyah; Rizki Hidayat; Maulidya Maulidya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6223

Abstract

ABSTRAK Luka merupakan kondisi hilangnya kuntinuitas epitel dengan atau tanpa jaringan ikat dibawahnya sehingga menimbulkan kerusakan fungsi kulit yang bisa disebabkan oleh berbagai sebab, misalnya pembedahan, trauma tajam, luka bakar, bahan kimia, gesekan atau tekanan. Saat ini teori yang dipakai dalam merawat luka adalah perawatan luka lembab (moist), tujuannya dengan moist kita dapat mengurangi inflamasi, mengurangi infeksi, mengurangi fibrosis. Serta manfaat dari suasana moist ini adalah meningkatkan aktivitas leukosit, meningkatkan kecepatan penyembuhan luka, meningkatkan kualitas jaringan parut.Tujuan dari kegiatan ini peserta mengetahui manajemen perawatan luka terkini, memberikan nilai-nilai edukasi kepada masyarakat tentang upaya promosi, prevensi dan kurasi di bidang Kesehatan kulit di situasi pandemic covid-19, mampu memahami perawatan luka berbasis lembab dan mampu melaksanakan asuhan keperawatan berupa upaya promotive perventif kuratif dan rehabilitative di situasi pandemic Covid -19. Kegiatan dilakukan dengan ceramah tanya jawab dan diskusi melalui daring melalui media zoom. Hasil Pengabdian kepada masyarakat : Partisipan yang mengikuti penyuluhan pada acara Penyuluhan manajemen luka terkini dalam zituasi pandemic covid -19 sangat antusias dan partisipan yang mengikuti sebanyak 98 peserta yang mengikuti merupakan mahasiswa tingkat akhir program studi keperawatan dan prodi profesi ners fakultas ilmu kesehatan universitas nasional. Artisipan mampu memahami manajemen perawat luka dengan metode perawatan luka modern / perawatan luka terkini dalam situasi pandemi covid-19 dari para narasumber dalam acara pesantren luka bagi mahasiswa fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nasional. Kata Kunci: Manajemen Luka, Pesantren luka, Covid 19  ABSTRACT Wound is a condition of loss of continuity of the epithelium with or without underlying connective tissue, causing damage to skin function which can be caused by various causes, such as surgery, sharp trauma, burns, chemicals, friction or pressure. Currently the theory used in treating wounds is moist wound care, the goal is with moist we can reduce inflammation, reduce infection, reduce fibrosis. And the benefits of this moist atmosphere are increasing leukocyte activity, increasing the speed of wound healing, improving the quality of scar tissue. To know the latest wound care management, to provide educational values to the public about promotion, prevention and curation efforts in the field of skin health in pandemic situations. covid-19, able to understand moist-based wound care and able to carry out nursing care in the form of promotive, preventive, curative and rehabilitative efforts in the Covid-19 pandemic situation. Question and answer lectures and online discussions through the media zoom meeting. Question and answer lectures and online discussions via zoom media. Results of Community Service: Participants who took part in counseling at the latest wound management counseling event in the Covid-19 pandemic situation were very enthusiastic and the participants who took part as many as 98 participants who took part were final year students of the nursing study program and nursing profession study program at the national university health sciences faculty. Participants were able to understand the management of wound nurses with modern wound care methods / latest wound care in the COVID-19 pandemic situation from the speakers at the wound boarding school event for students of the National University Health Sciences faculty. Keywords: wound management, Wound Islamic Boarding School, Covid 19
Pemeriksaan Glukosa, Kolesterol, dan Asam Urat untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat di Wilayah UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Provinsi Lampung Made Yully
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.6197

Abstract

ABSTRAK Laporan International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan, bahwa sekarang sudah ada sekitar 422 juta penderita diabetes melitus di dunia. Menurut WHO (2017), Indonesia menempati urutan ke-5 dengan jumlah penderita diabetes melitus terbesar di dunia. Berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2002, tercatat sebanyak 4,4 juta kematian akibat hiperkolesterolemia atau sebesar 7,9% dari jumlah total kematian. Dilansir dari Perhimpunan Reumatologi Indonesia, penyakit asam urat ini terjadi pada 1-2% orang dewasa dan merupakan kasus arthritis inflamasi terbanyak pada pria. Gout diperkirakan terjadi pada 13 orang dari 1.000 pria dan 6 orang dari 1.000 wanita. Tujuan  pengabdian masyarakat setelah dilakukan pelatihan singkat ini agar warga dapat memahami tanda bahaya dari glukosa, kolesterol dan asam urat dan mengetahui dampak bahaya bila adanya peningkatan setelah dilakukan pemeriksaan. Hasil penyuluhan yang telah dilakukan pada warga jompo menunjukan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya pemeriksaan rutin glukosa, kolesterol dan asam urat dan bagaimana cara mengatur pola hidup sehat. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa konseling dengan wawancara dan pemeriksaan kadar glukosaa, kolesterol dan asam urat. Terdapat peningkatan pemahaman tentang tanda bahaya glukosa, asam urat, kolesterol dan pola hidup sehat warga jompo di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Provinsi  lampung. Kata Kunci : Konseling, Glukosa, Asam Urat, Kolesterol, Warga Jompo.  ABSTRACT The International Diabetes Federation (IDF) report states that now there are around 422 million people with diabetes mellitus in the world. According to WHO (2017), Indonesia ranks 5th with the largest number of people with diabetes mellitus in the world. Based on the report of the World Health Organization (WHO) in 2002, there were 4.4 million deaths due to hypercholesterolemia or 7.9% of the total number of deaths. Reporting from the Indonesian Rheumatology Association, gout occurs in 1-2% of adults and is the most cases of inflammatory arthritis in men. Gout is estimated to occur in 13 people out of 1,000 men and 6 people out of 1,000 women. The purpose of community service after this short training is so that residents can understand the danger signs of glucose, cholesterol and uric acid and know the impact of danger if there is an increase after an examination. The results of counseling that have been carried out on elderly residents show an increase in knowledge and understanding of the importance of routine checks of glucose, cholesterol and uric acid and how to regulate a healthy lifestyle. The activities carried out in the form of counseling with interviews and examination of glucose, cholesterol and uric acid levels. Conclusion There is an increasing understanding of the danger signs of glucose, uric acid, cholesterol and healthy lifestyles for the elderly at the Tresna Werdha Natar UPTD Social Services for the Elderly, Lampung Province. Keywords: Counseling, Glucose, Uric Acid, Cholesterol, The Elderly
Efektivitas Inhalasi Aromaterapi Lemon Mengurangi Hiperemesis Gravidarum Pada Kehamilan Trimester I Di Desa Way Sari Kecamatan Natar Lampung Selatan Rilyani Rilyani; Aryanti Wardiyah; Tri Widiyanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.4770

Abstract

ABSTRAK Mual dan muntah pada kehamilan mengakibatkan setiap tahunnya 500 ribu ibu meninggal akibat langsung dari kehamilan. Kejadian mual dan muntah atau emesis gravidarum pada wanita hamil mencapai angka 50–90%, sedangkan hiperemesis gravidarum mencapai angka 10-15%  pada tahun 2015 di provinsi Lampung. Mual muntah pada kehamilan memberikan dampak signifikan pada tubuh dimana ibu menjadi lemah, pucat dan kekurangan cairan tubuh. Tujuan pemberian terapi ini untuk mengetahui efektivitas inhalasi aromaterapi lemon untuk klien yang mengalami hiperemesis gravidarum. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu pendidikan kesehatan yang menggunakan 2 subjek yang berdomisili di Desa Way Sari Kecamatan Natar Lampung Selatan Tahun 2021. Bahan yang digunakan untuk pengabdian kepada masyarakat yaitu citrus lemon dan tissue. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa setelah dilakukan inhalasi aromaterapi lemon terjadi penurunan hiperemesis gravidarum tingkat II, yaitu sebelum dilakukan inhalasi aromaterapi lemon mual dan muntah pasien dalam sehari lebih dari 5 kali dan turun menjadi 2 kali dalam sehari setelah dilakukan inhalasi aromaterapi essensial lemon. Kata Kunci: Hiperemesis, Inhalasi aromaterapi Lemon ABSTRACTNausea and vomiting during pregnancy cause every year 500 thousand mothers to die as a direct result of pregnancy. The incidence of nausea and vomiting or emesis gravidarum in pregnant women reaches 50–90%, while hyperemesis gravidarum reaches 10-15% in 2015 in Lampung province. Nausea and vomiting in pregnancy have a significant impact on the body where the mother becomes weak, pale, and lacks body fluids. The purpose of this therapy is to determine the effectiveness of inhalation of lemon aromatherapy for clients who experience hyperemesis gravidarum. The method used in community service is health education using 2 subjects that are domiciled in Way Sari Village, Natar District, South Lampung in 2021. The materials used for community service are citrus lemons and tissue. The results of community service showed that after inhalation of lemon aromatherapy there was a decrease in level II hyperemesis gravidarum, namely before inhalation of lemon aromatherapy the patient had nausea and vomiting more than 5 times a day and decreased to 2 times a day after inhalation of lemon essential aromatherapy. Keywords: Hyperemesis, Inhalation Aromatherapy Lemon
Program Pemberdayaan untuk Masyarakat Melalui Pelatihan Sediaan Hand Sanitizer Kombinasi Daun Sirih dan Buah Belimbing Wuluh di Desa Bendiljati Wetan Dara Pranidya Tilarso; Siti Anisa Ningrum; Ulfi Helmiana Dewi; Muhammad Ary F; Febry Irvanda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.5932

Abstract

ABSTRAK Upaya membersihkan tangan dapat dilakukan dengan menggunakan cairan pembersih tangan. Salah satunya dalam bentuk gel hand sanitizer. Hand sanitizer lebih efektif jika dibandingkan dengan mencuci tangan dengan air mengalir dan mudah didapatkan atau tersedia di pasaran. Pemanfaatan bahan alam dalam daun sirih dan buah belimbing wuluh dapat digunakan sebegai alternatif dalam pembuatan hand sanitizer. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai pembuatan hand sanitizer dari bahan alami serta pelatihan singkat pembuatan sediaan hand sanitizer dengan bahan alam berkhasiat antibakteri dari daun sirih dan belimbing wuluh. Pelatihan dilakukan dengan metode praktik langsung pembuatan hand sanitizer yang diikuti oleh mitra sasaran “Tahu Vasco”. Kegiatan pelatihan pembuatan hand sanitizer memberikan pengetahuan mitra sasaran tentang pemanfaatan bahan alam dan bahan yang aman digunakan untuk hand sanitizer, serta informasi dalam pencegahan penularan Covid-19. Pelatihan pembuatan dan informasi terkait sediaan hand sanitizer telah meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan penularan Covid-19. Mitra sasaran pengabdi juga sudah mengetahui cara pembuatan sediaan hand sanitizer setelah dilaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan produk. Kegiatan ini telah meningkatkan ketertarikan mitra sasaran untuk membudidayakan tanaman daun sirih dan buah belimbing wuluh, serta memanfaatkan tanaman sebagai bahan alternatif  untuk keberdayaan mitra sasaran dalam mengembangkan produk yang berasal dari bahan alam. Kata Kunci : Pelatihan, Hand sanitizer, Daun Sirih Hijau, Buah Belimbing Wuluh  ABSTRACT Efforts to clean hands can be done by using hand sanitizer. One of them is in the form of a hand sanitizer gel. Hand sanitizer is more effective than washing hands with running water and is easily available or available in the market. Utilization of natural ingredients in betel leaves and wuluh starfruit can be used as an alternative in making hand sanitizers. This activity aims to increase public knowledge about the manufacture of hand sanitizers from natural ingredients as well as a brief training on making hand sanitizer preparations with natural ingredients with antibacterial properties from betel leaf and starfruit. The training was carried out using the direct practice method of making hand sanitizers, followed by the target partners of "Tahu Vasco". Training activities for making hand sanitizers provide target partners with knowledge about the use of natural materials and materials that are safe to use for hand sanitizers, as well as information on preventing the transmission of Covid-19. Training on the manufacture and information related to hand sanitizer preparations has increased knowledge in preventing the transmission of Covid-19. Partners targeted for service also already know how to make hand sanitizer preparations after product-making training activities are carried out. Conclusion: This activity has increased target partners' interest in cultivating betel leaf and wuluh starfruit plants, as well as utilizing plants as alternative materials for the empowerment of target partners in developing products derived from natural ingredients. Keywords: Training, Hand sanitizer, Green Betel Leaf, Wuluh Starfruit 
Upaya Peningkatan Pengetahuan Melalui Pendidikan Pra Nikah Katolik Tentang Komunikasi dan Relasi, Cinta dan Kesehatan Reproduksi serta Cara Mengatasi Konflik Sisilia Indriasari Widianingtyas; Niluh Agustini Purnama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.5965

Abstract

ABSTRAK Salah satu penyebab perceraian yang paling dominan adalah perselisihan hubungan suami istri gara-gara tuntutan biaya hidup. Masalah juga merembet pada komunikasi yang akhirnya persoalan berkembang menjadi tidak harmonisnya rumah tangga. Sedangkan penyebab terbanyak ketiga lainnya adalah adanya gangguan pihak ketiga. Maka dalam upaya membekali calon pasangan suami istri, gereja Katolik berupaya untuk memberikan bekal ilmu untuk menjaga agar rumah tangga yang nantinya dibina bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan iman katolik. Pendidikan pra nikah yang dilakukan secara online menggunakan aplikasi zoom dengan metode pembelajaran ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok. Dilakukan selama 6 kali tatap muka, sedangkan evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Media yang yang digunakan selama kegiatan penyuluhan adalah aplikasi zoom, ppt, video. Calon pasutri sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan dan diskusi dibuktikan dengan adanya beberapa pertanyaan yang diajukan. Hasil pemahaman mengenai komunikasi dan relasi, cinta dan kesehatan reproduksi serta cara mengatasi konflik sangat penting untuk calon pasutri sebagai bekal membina keluarga baru. Peningkatan pemahaman dan pengetahuan ini di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu usia, pendidikan dan motivasi untuk belajar. Maka pembinaan untuk calon pasutri ini diharapkan terus dilakukan sebagai memperolah kesiapan baik secara mental dan spiritual dalam kehidupan rumah tangga yang akan dihadapinya kelak. Kata Kunci: Pendidikan Pranikah, Calon Pasutri, Pengetahuan  ABSTRACT Preparation for couples who will receive the sacrament of marriage is very important, especially to equip the prospective bride and groom, both male and female, to prepare themselves to foster a married life. One of the information the prospective bride and groom need to know is about reproductive health and family planning, as well as how to resolve conflicts and how to communicate well. Catholic pre-marriage guidance for prospective couples is very important, with this guidance it is hoped that it can increase the knowledge and understanding of prospective couples. Pre-marital training is carried out by means of lectures, questions and answers, and group discussions. Coaching is carried out for 6 face-to-face times, while evaluation is carried out before and after health education. The media used during outreach activities were zoom, ppt, and video applications. Candidates for the couple are very enthusiastic about participating in health education activities and discussions as evidenced by the number of questions asked. The results of understanding about communication and relationships, love and reproductive health as well as how to resolve conflicts are very important for prospective couples as a provision to build a new family. This increase in understanding and knowledge is influenced by several factors, namely age, education and motivation to learn. So, it is hoped that the coaching for prospective couples will continue to be carried out as a means of obtaining readiness both mentally and spiritually in the household life that they will face in the future. Keywords: Counseling; Prospective Couples; Knowledge 
Sirkumsisi Pada Anak Di Lingkungan Kelurahan Gambesi Fathul Rizky; Septa Ayu Bungasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5856

Abstract

ABSTRAK Sikumsisi merupakan salah satu tindakan bedah minor yang secara medis sangat bermanfaat bagi kesehatan, namun pelayanan sirkumsisi tidak ditanggung secara penuh oleh BPJS Kesehatan. Sirkumsisi juga merupakan salah satu keterampilan yang wajib dikuasai oleh mahasiswa kedokteran. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pelayanan sirkumsisi secara gratis, dan juga sebagai wadah pembelajaran bagi mahasiswa Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Khairun. Metode yang digunakan adalah dengan intervensi langsung berupa tindakan sirkumsisi kepada setiap peserta (pasien). Sebanyak 21 orang anak berhasil dilakukan tindakan sirkumsisi pada kegiatan PKM ini. Dengan adanya kegiatan PKM ini, besar harapan kami dapat membantu masyarakat mendapatkan pelayanan sirkumsisi secara gratis, dan juga dengan dilibatkan mahasiswa dalam kegiatan ini, mereka dapat menjadi lebih terampil dalam melakukan tindakan Sirkumsisi. Kata Kunci: Bedah Minor, Sirkumsisi, Anak-anak ABSTRACT Circumcision is a surgical procedure which is medically beneficial for health however, the procedure itself is not fully covered by Healthcare BPJS. Circumcision is a skill that required to master by medical students. The aim of this community service activity is to provide free circumcision services and also as a learning medium for medical students of Khairun University. The method is a direct intervention in the form of circumcision to participants. 21 children have been successfully circumcised in the community service activity. We expect that we can help the community by providing free circumcision services, and the medical students who involved in the activity can improve their circumcision skill. Keywords: Minor Surgery, Circumcision, Children
Upaya Peningkatan Kesehatan Keluarga Terhadap Penyakit Kolesterol Pada Usia 46-55 Tahun Di Kelurahan Pakuan Ratu Way Kanan Andoko Andoko; Riska Wandini; Alfabet 0kstristyan fakuriza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.5000

Abstract

ABSTRAK Pendirian bila ragu, kadar kolesterol biasa adalah 46-55 tahun. Lampung memiliki fire pace sebesar 11,9%. Arti penting kerukunan sangat digarisbawahi pada keserbagunaan lingkungan, masyarakat yang tinggal di Lampung. Semakin tinggi kemiripannya dengan kolesterol, semakin tinggi pula bahaya kematiannya. Penilaian ini untuk menentukan unsur-unsur peningkatan kadar kolesterol pada kelompok usia jangka panjang. Penyiapan investigasi logis telah selesai di Kota Negara Harjakuan Ratu Way Kanan, dengan kasus 4 orang dewasa berusia 46-55 tahun yang memeriksakan kadar kolesterol di puskesmas seperti Indah Pakuan Ratu Way Kanan. melalui data melalui pengalaman dan penegasan langsung. risiko meningkatnya kadar kolesterol pada sekumpulan umur yang berlarut-larut adalah arah seksual, usia, keturunan. Arah seksual adalah penunjuk utama peningkatan kadar kolesterol. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesehatan keluarga terhadap penyakit kolesterol. Metode yang digunakan adalah metode ceramah diskusi, alat yang digunakan berupa leaftlet dan brosur. Hasil dari kegiantan ini yaitu peningkatan pengetahuan keluarga tentang penyakit kolesterol. Kesimpulan yang bisa di angkat adalah peserta sebagian besar paham akan pengetahuan tentang kolesterol. Kata Kunci: Kolesterol, Dewasa, Peningkatan Pengetahuan ABSTRACT Determination when in doubt, the usual cholesterol level is 46-55 years. Lampung has a fire pace of 11.9%. The importance of harmony is underlined in the versatility of the environment, and of the people living in Lampung. The higher the resemblance to cholesterol, the higher the danger of death. This assessment is to determine the elements of increasing cholesterol levels in the long-term age group. Preparations for a logical investigation have been completed in the State City of Harjakuan Ratu Way Kanan, with the case of 4 adults aged 46-55 years who were checked for cholesterol levels at health centers such as Indah Pakuan Ratu Way Kanan. through data through direct experience and discernment. The risk of increasing cholesterol levels in the protracted age group is sexual direction, age, and heredity. Sexual direction is a leading indicator of elevated cholesterol levels. The purpose of this activity is to improve family health against cholesterol disease. The method used is the lecture-discussion method, the tools used are leaflets and brochures. The result of this activity is an increase in family knowledge about cholesterol disease. The conclusion that can be drawn is that most of the participants understand knowledge about cholesterol. Keywords: Cholesterol, Adults, Increased Knowledge
Hipnosis Lima Jari untuk Menurunkan Derajat Kecemasan Bagi Petani Tambak Bandeng Kota Pasuruan di Masa Pandemi Covid-19 Evy Aristawati; Nurul Huda; Bagus Dwi Cahyono
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.5350

Abstract

ABSTRAK Pandemi COVID-19 menyebabkan masyarakat mengalami masalah kesehatan mental mulai gejala  ringan sampai yang berat. Stress yang diakibatkan COVID-19 akan berdampak pada penurunan mood, mulai merasakan kecemasan, depresi ringan sampai mengalami depresi berat yang membutuhkan pengobatan. Tujuan dari kegiatan ini untuk menurunkan derajat kecemasan para petani tambak bandeng saat pandemi COVID-19. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kelurahan Tapaan Kota Pasuruan. Kegiatan ini diawali dengan memberikan kuesioner mengunakan instrument HRSA untuk mengetahui  skala kecemasan berat yang dirasakan selama masa pandemi COVID-19 ini. Kemudian memberikan materi dengan menggunakan leaflet sebagai medianya, demonstrasi dan melakukan terapi hipnotis lima jari secara langsung kepada peserta. Para peserta terlihat antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan. Kegiatan ini efektif dilakukan dalam upaya menurunkan tingkat kecemasan para petani tambak bandeng dimana hal ini  terlihat  dari hasil kuesioner pre dan post test menunjukkan penurunan skala kecemasan menjadi ringan yang dialami. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menurunkan stress dan tetap survive di waktu pandemi COVID-19 ini. Kata Kunci:  hipnotis lima jari, kecemasan, petani tambak bandeng, covid-19  ABSTRACT The COVID-19 pandemic has caused people to experience mental health problems ranging from mild to severe symptoms. Stress caused by COVID-19 will have an impact on decreasing mood, starting to feel anxiety, mild depression to experiencing severe depression that requires treatment. The purpose of this activity is to reduce the degree of anxiety of milkfish farmers during the COVID-19 pandemic. This activity was carried out in the village of Tapaan, Pasuruan City. This activity began by giving a questionnaire using the HRSA instrument to determine the scale of severe anxiety felt during the COVID-19 pandemic. Then provide material using leaflets as a medium, demonstrate and perform five finger hypnosis therapy directly to participants. The participants looked enthusiastic and enthusiastic in participating in the activities as evidenced by the many questions asked. This activity is effectively carried out in an effort to reduce the anxiety level of milkfish pond farmers where this can be seen from the results of the pre and post-test questionnaires showing a decrease in the anxiety scale experienced. This activity is the first step to reduce stress and survive during this COVID-19 pandemic. Keywords: five finger hypnosis, anxiety, milkfish pond farmers, covid-19
Efektivitas Penyuluhan Pengobatan Tuberkulosis Paru Terhadap Pengetahuan Masyarakat di Desa Gunung Terang, Bandar Lampung Ida Maya Meika Sari; Ghina Gabrilla Yusuf; Desty Monica Ramadayanti; Mita Azzalia; Indah Islalia; Febri Anindita Suralaga; Rena Octavia; Hetti Rusmini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5717

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis merupakan penyakit yang menular secara langsung dan disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. Droplet menjadi salah satu cara penularan Tb paru yang sangat cepat dan efektif dalam menyebarkan kuman penyakit sehingga penyakit tuberculosis dapat menyebar secara luas dan cepat. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis ada atau tidaknya perubahan pengetahuan ibu-ibu di Desa Gunung Terang Bandar Lampung sebelum dan sesudah diberikannya penyuluhan tentang tuberculosis paru. Jenis analisis yang digunakan adalah uji T-dependen dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi penelitian sebanyak 14 orang adalah sekelompok ibu-ibu di Desa Gunung Terang Bandar Lampung. Data diperoleh pada bulan Desember 2021. Berdasarkan hasil uji t-dependen didapatkan bahwa nilai p<0,05, p(0,000) secara statistic terdapat perbedaan rerata pengetahuan responden yang bermakna sebelum dan sesudah diberikannya penyuluhan tentang pengobatan tuberculosis paru. Nilai IK 95%, Kita percaya sebesar 95% bahwa pengukuran dilakukan pada populasi, selisih skor pengetahuan sebelum penyuluhan dengan setelah penyuluhan adalah antara -2.179 sampa -1.107, dengan standar deviasi 0,929 dan mean 1.643. Rata-rata nilai pre test (9,36) dan post test (11,00). Dapat disimpulkan bahwa dari total responden sebanyak 14 orang semua responden mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikannya intervensi penyuluhan mengenai pengobatan tuberculosis paru di Desa Gunung Terang Bandar Lampung, hal ini dibuktikan dari skor kuisoner pos test lebih besar daripada skor kuisioner pre test yang berarti bahwa penyuluhan yang diberikan cukup efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pengobatan tuberculosis paru. Kata Kunci : Edukasi, Pengobatan Tuberkulosis paru, Pencegahan, TB paru  ABSTRACT Tuberculosis is a disease that is transmitted directly and is caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis. Droplets are a very fast and effective way of transmitting pulmonary TB in spreading germs so that tuberculosis can spread widely and quickly. This service aims to analyze whether or not there is a change in the knowledge of mothers in Gunung Terang Village, Bandar Lampung before and after being given counseling about pulmonary tuberculosis. The type of analysis used is the T-dependent test using purposive sampling technique. The research population of 14 people is a group of women in the village of Gunung Terang Bandar Lampung. The data was obtained in December 2021. Based on the results of the t-dependent test, it was found that the value of p<0.05, p(0.000) statistically there was a significant difference in the respondents' mean knowledge before and after being given counseling about pulmonary tuberculosis treatment. The CI value is 95%, we believe 95% that the measurement is carried out on the population, the difference in knowledge scores before and after counseling is between -2.179 to -1.107, with a standard deviation of 0.929 and a mean of 1.643. The average value of the pre test (9.36) and post test (11.00). It can be concluded that from a total of 14 respondents, all respondents experienced an increase in knowledge after the counseling intervention was given regarding the treatment of pulmonary tuberculosis in Gunung Terang Village, Bandar Lampung, this is evidenced by the post test questionnaire score being greater than the pre test questionnaire score, which means that the counseling provided effective enough to increase public knowledge regarding the treatment of pulmonary tuberculosis. Keywords: Education, Pulmonary Tuberculosis Treatment, Prevention, Pulmonary TB
Penguatan Kualitas Pendidik Klinik/Preseptor Klinik Melalui Peningkatan Kemampuan Evaluasi Pembelajaran Dengan Metode: Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Tahap Basic Naryati Naryati; Muhammad Hadi; Rizki Nugraha Agung; Melati Fajarini; Giri Widakdo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6880

Abstract

ABSTRAK Implementasi pendidikan tahap profesi ners adalah peserta didik menerapkan ilmu pengetahuan teori, konsep dan keterampilan teknis yang telah dikuasai pada program akademik pada klien langsung melalui program internship dimana peserta didik dibimbing oleh seorang perawat sebagai preceptor. Keberadaan pendidik klinik/preceptor sangat diperlukan dalam menjamin keterlaksanaan layanan pasien yang berkualitas serta menjamin kompetensi peserta didik. Disamping itu, pendidik klinik/preceptor juga diperlukan untuk mengurangi stres yang mungkin dialami oleh peserta didik sebagai lulusan sarjana keperawatan baru yang belum mengenal dunia kerja sebenarnya serta untuk menjamin bahwa tanggung jawab tidak sepenuhnya berada pada peserta didik, tidak diberikan secara lebih dini atau tidak seharusnya diberikan secara kurang tepat. Metoda pembelajaran pada tahap profesi berfokus pada pelaksanaan pendelegasian kewenangan dari preceptor kepada peserta didiknya. Sedangkan kegiatan evaluasi pada tahap profesi lebih terfokus pada pembuktian bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi yang ditetapkan dan disertai dengan kemandirian dalam menjalankan kompetensinya sebagai cerminan kewenangan telah dimiliki. Tujuan dari pelatihan OSCE diharapkan dapat memberi pemahaman tentang evaluasi dengan metode OSCE, sehingga para evaluator dapat mengevaluasi secara objektif sesuai kemampuan mahasiswa. Metode yang akan dilakukan adalah pelatihan OSCE kepada preseptor klinik rumah sakit aliansi.  Hasil yang didapatkan pre-tes dengan nilai rata-rata 65, setelah diberikan pelatihan meningkat menjadi 85. Kesimpulan yang didapatkan terjadi peningkatan pemahaman preseptor mahasiswa. Kata Kunci: Kompetensi Klinik, OSCE, Pendidikan Keperawatan, Pendidik Klinik, Preseptor Klinik ABSTRACT The implementation of the nursing profession education stage is that students apply theoretical knowledge, concepts and technical skills that have been mastered in academic programs to clients directly through an internship program where students are guided by a nurse as a preceptor. The existence of clinical educators/preceptors is very necessary in ensuring the implementation of quality patient services and ensuring the competence of students. In addition, clinical educators / preceptors are also needed to reduce stress that may be experienced by students as new nursing graduates who are not familiar with the real world of work and to ensure that the responsibility is not entirely on the students, is not given earlier or should not be given. given incorrectly. The learning method at the professional stage focuses on implementing the delegation of authority from the preceptor to his students. Meanwhile, evaluation activities at the professional stage are more focused on proving that students have the competencies defined and accompanied by independence in carrying out their competencies as a reflection of the authority they have. The purpose of the OSCE training is expected to provide an understanding of evaluation using the OSCE method, so that evaluators can evaluate objectively according to students' abilities. The method that will be used is OSCE training for clinical precepts of alliance hospitals. The results obtained pre-test with an average value of 65, after being given the training increased to 85. The conclusion obtained was an increase in the understanding of students' precepts. Keywords: Clinical Competence, OSCE, Nursing Education, Clinical Educator, Clinical Precept

Page 54 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue