cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pelatihan Basic Life Support (BLS) di Era Pandemi Covid 19 pada Anggota Orang Muda Katolik (OMK) di Paroki Roh Kudus Babakan Canggu Yustina Ni Putu Yusniawati; Emanuel Ileatan Lewar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.5203

Abstract

ABSTRAK Cardiac arrest menjadi penyebab kematian terbesar di dunia yang dapat terjadi di luar atau di dalam rumah sakit. Banyaknya korban disebabkan karena kegagalan dalam mengetahui kondisi henti jantung. Kesalahan atau ketidaktepatan pemberian pertolongan pertama pre hospital dapat menyebabkan kecacatan atau kematian. Upaya yang harus dilakukan untuk meminimalkan angka kematian penderita gawat darurat adalah dengan mempersingkat response time. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali bekerja sama dengan Orang Muda Katolik (OMK) dari Paroki Roh Kudus Babakan Canggu untuk melaksanakan penyuluhan dan pelatihan Basic Life Support (BLS) di era pandemi covid 19. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Orang Muda Katolik (OMK) dari Paroki Roh Kudus Babakan Canggu dalam memberikan pertolongan pertama pre hospital disesuaikan dengan standar protokol covid 19, sehingga keterlambatan pertolongan bagi pasien kegawatdaruratan dapat dihindari dan dapat memberikan keamanan bagi penolong di masa pandemi. Metode kegiatan ini adalah dengan pertemuan luring dengan protokol covid yang ketat, dengan jumlah 19 orang, dengan interaksi dua arah. Materi yang diberikan adalah penyuluhan tentang henti jantung di masa pandemi covid 19 dan pelatihan BLS di masa pandemi covid 19 sesuai dengan update AHA 2020. Dalam proses penyampaian materi dan pelatihan BLS ada beberapa peserta turut sharing tentang pengalaman yang ditemui terkait henti jantung. Sebanyak 19 orang melakukan pre test dan post test dan diperoleh hasil rata -rata pre test peserta 91,70 dan rata rata post test peserta 100. Dimana nilai post test lebih besar daripada pre test yang bermakna peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan BLS AHA 2020. Penyuluhan dan pelatihan BHD pada OMK Paroki Roh Kudus Babakan Canggu dapat memberikan manfaat peningkatan pengetahuan kepada OMK dan meningkatkan kemampuan OMK dalam melakukan BHD dengan benar di masa pandemic covid 19.  Kata kunci: Penyuluhan, Pelatihan, OMK, Covid-19, dan BLS  ABSTRACT Introduction: Cardiac arrest is the biggest cause of death in the world that can occur outside or inside the hospital. The number of victims was caused by failure to know the condition of cardiac arrest. Errors or inaccuracies in giving pre-hospital first aid can cause disability or death. Efforts must be made to minimize the mortality rate of emergency patients by shortening the response time. Community service activities, the Bali Institute of Technology and Health (ITEKES) in collaboration with Young Catholics (OMK) from the Holy Spirit Parish Babakan Canggu to carry out counseling and training on Basic Life Support (BLS) in the era of the covid 19 pandemic. Objective: This activity aims to to improve the knowledge and skills of Catholic Young People (OMK) from the Holy Spirit Parish of Babakan Canggu in providing pre-hospital first aid adjusted to the standard covid 19 protocol, so that delays in help for emergency patients can be avoided and can provide safety for rescuers during the pandemic. Research Methods: The method of this activity is offline meetings with strict covid protocols, with a total of 19 people, with two-way interaction. The material provided was counseling about cardiac arrest during the COVID-19 pandemic and BLS training during the COVID-19 pandemic in accordance with the 2020 AHA update. In the process of delivering BLS materials and training, several participants shared their experiences related to cardiac arrest. Results: 19 people did the pre-test and post-test and the average pre-test results were 91.70 participants and the average post-test participants were 100. Where the post-test value was greater than the pre-test, which meant an increase in participants' knowledge and abilities after being given counseling. and BLS AHA training 2020. Conclusion: BHD counseling and training at OMK Holy Spirit Babakan Canggu parish can provide benefits for increasing knowledge to OMK and increasing OMK's ability to do BHD correctly during the covid 19 pandemic. Keywords: Counseling, Training, OMK, Covid-19, and BLS
Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Kabupaten Karawang Nelly Apriningrum; Maria Alia Rahayu; Sri Rahayu; Irma Yanti; Narsih Widianingsih; Opi Rofiyah; Triska Juniasari; Anastasya Rizky Meilawathie
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5706

Abstract

ABSTRAK Kekerasan seksual pada anak berdampak pada gangguan fisik seperti adanya trauma fisik yang ditandai dengan rasa nyeri, perdarahan, infeksi maupun penyakit, gangguan psikologis seperti stress, gelisah pasca trauma, gelisah, menyakiti diri sendiri  maupun gangguan sosial berupa takut bertemu dengan orang lain dan menarik diri . Polres Kabupaten Karawang menyebutkan terdapat 15 kasus kekerasan seksual pada anak, sedangkan di Kecamatan Teluk Jambe tepatnya di Dusun Kaum Jaya terdapat seorang korban kekerasan seksual terhadap anak yang pelakunya merupakan orang terdekat korban. Bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan yang dekat dengan masyarakat dan memberikan pelayanan secara komprehensif pada daur kehidupan perempuan harus mampu menangani masalah kekerasan seksual pada anak. Tujuan program ini untuk meningkatkan status kesehatan Anak Y baik secara fisik maupun psikologis dan memberdayakan peran masyarakat serta meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pendidikan seksual. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi sosialisasi, kaderisasi, implementasi yang terdiri dari upaya kuratif, preventif dan promotif, monitoring dan evaluasi. Bahan yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi   materi, leaflet, flipchart dan spanduk serta alat cek laboratorium. Hasil kegiatan berupa peningkatan kesehatan fisik dan psikologis Anak Y serta peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pendidikan seksual pada anak. Upaya preventif dan promotif tentang pendidikan seksual terhadap anak diharapkan dapat diberikan didaerah lain yang membutuhkan mengingat kasus kekerasan seksual pada anak semakin meningkat di beberapa daerah. Kata kunci: Anak, Kekerasan, Masyarakat, Pemberdayaan, Seksual  ABSTRACT Sexual violence against children has an impact on physical disorder such as physical trauma which is characterized by pain, bleeding, infection or disease, psychological disorders such as stress, post traumatic anxiety, self harm and social disturbances in the form of fear of meeting other people and withdrawing. The Karawang district police stated that  there were 15 cases of sexual violence against children, while in Telukjambe Subdistrict in Kaum Jaya hamlet, there was a victim of violence against children whose perpetrator was the victim’s closest person.  Midwives as one of the health workers who are close to he community and provide comprehensive service in the life cycle of women must be able to overcome the problem of violence against children. The aim  of this programs is to improve the health status  of children both physically and  psychologically and to empower the role of the community and increase publicknowledge about sexual education. The method of implementing this activity includes socialization, regeration, implementation which consists of curative, preventive and promotive efforts, monitoring and evaluation. Materials used in this activity include materials, leaflets, flipcharts and banners as well as laboratory chek kits. The result of the activity are in the form of improving the physical and psychological helath og child Y and increasing public knowledge about sexual education in children. It is hoped that preventive and promotive efforts regarding seual education for children can be provided in other areas where violence against children is increasing in some areas.   Keywords: Children,  Violence,  Society, Empowerment, Sexual
Radiotherapy Adverse Effects Management Training for Health Workers in Andalas University Hospital Rhandyka Rafli; Dian Ayu Hamama Pitra; Dita Hasni; Debie Anggraini; Seres Triola; Haves Ashan; Laura Zefira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6865

Abstract

ABSTRACT Cancer services in Indonesia have experienced a rapid increase with the addition of radiotherapy facilities in various hospitals. Increasing radiotherapy facilities will also increase the incidence of adverse radiation effects. Based on the initial survey, it was found that health workers from various professions, including doctors, nurses, and radiographers, did not understand radiotherapy and the side effects that could occur to patients. Training aims: To increase the knowledge of health workers and skills in managing adverse effects according to the competence of each profession. Pre-training survey was used to find the knowledge and skills discrepancy. Online training is provided with knowledge transfer, followed by monitoring practice in the field. It was found that the understanding and skills of health workers regarding the adverse effects of radiation increased, Based on the results of the pre-test, post-test, and practice evaluation of 37 training participants. It is hoped that from this training, the quality of cancer services will be better and can improve the quality of life of patients undergoing radiotherapy treatment Keywords: Radiotherapy, Adverse Effects, Health Workers
Pelatihan Pijat Perineum Kombinasi Gel Extrak Daun Gedi untuk Mencegah Ruptur Perineum pada Ibu Bersalin bagi Bidan di Puskesmas Malanu Kota Sorong Sunaeni Sunaeni; Adriana Egam
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.5924

Abstract

ABSTRAK  Ruptur perineum terjadi pada hampir semua persalinan pertama dan tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah robekan pada perineum saat bersalin adalah dengan pijat perineum. Daun gedi merupakan salah satu tanaman khas papua yang memiliki sifat dingin, lembut dan berlendir. Disamping itu kandungan tanaman ini mengandung Flavonoid yang berpotensi anti-inflammatori, antibakteri, antiviral, antioksidan, dan mengeliminasi radikal bebas oksigen terhadap manusia terutama. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama 3 bulan dengan metode ceramah dan demonstrasi pada bidan di puskesmas malanu kota sorong. Evaluasi dilaksanakan selam 2 kali yaitu saat pelaksanaan kegiatan dan dua bulan pasca kegiatan. Hasil kegiatan ini menemukan bahwa peserta yang merupakan bidan puskesmas mampu melaksanakan pijat perineum dan menyatakan bahwa tidak terdapat infeksi setelah pijat perineum. Pijat perineum menggunakan gel ekstrak daun gedi ini dapat dilaksanakan oleh seluruh bidan karena memiliki kandungan yang kompleks yang mendukung elastisitas kulit dan otot perineum agar tidak terjadi rupture saat persalinan. Kata Kunci: Pijat Perineum, Daun Gedi, Ruptur perineum ABSTRACT  Perineal rupture occurs in almost all first deliveries and is not uncommon in subsequent deliveries. One of the efforts that can be done to prevent tearing of the perineum during childbirth is perineal massage. Gedi leaves are one of the typical Papuan plants which are cold, soft and slimy. Besides, this plant's content contains flavonoids that have the potential to be anti-inflammatory, antibacterial, antiviral, antioxidant, and eliminate oxygen free radicals in humans significantly. This community service was carried out for three months with lecture and demonstration methods to midwives at the Malanu Public Health Center, Sorong City. The evaluation was carried out two times, namely during the implementation of the activity and two months after the activity. This activity found that participants who were Public Health Cente midwives were able to carry out perineal massage and stated that there was no infection after perineal massage. Perineal massage using gedi leaf extract gel can be carried out by all midwives because it has a complex content that supports the skin's elasticity and perineal muscles to prevent rupture during childbirth. Keywords:  Perineal rupture; perineal massage; Gedi Leaf
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga untuk Penyakit Degeneratif Welly Ratwita; Evi Sovia; M Djamaludin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5713

Abstract

ABSTRAK Perubahan gaya hidup menyebabkan peningkatan angka kejadian penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus, hipertensi, hiperkolesterolemia di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Berbagai metode pengobatan dikembangkan untuk mengatasinya, termasuk penggunaan obat tradisional. Pemerintah Indonesia pun mulai menggalakkan program saintifikasi jamu untuk mendukung hal tersebut. Meningkatnya pemanfaatan lahan keluarga untuk menanam tanaman obat keluarga perlu diimbangi dengan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai bagaimana pemanfaatan tanaman obat keluarga untuk pencegahan dan pengobatan penyakit. Untuk itu maka Tim  Pengabdian Masyarakat FK UNJANI bermitra dengan pihak pimpinan kampus untuk melakukan edukasi dalam upaya pemanfaatan tanaman obat keluarga dalam pencegahan dan pengobatan penyakit. Sehubungan masih pandemi COVID-19 metode yang digunakan adalah webinar. Pada kegiatan ini juga peserta diberikan kuesioner untuk mengetahui pengetahuan peserta webinar tentang obat herbal. Usia responden yang mengikuti kegiatan ini bervariasi, dengan rentang usia terbanyak pada usia 21-30 th (29,6%), diikuti dengan rentang usia 40-50 tahun (25,9%). Berdasarkan kuesioner yang diberikan, terlihat bahwa sebagian besar responden tidak mengeluhkan adanya penyakit degeneratif (77,8%). Sebagian lainnya mengalami penyakit darah tinggi dan hiperkolesterolemia (7,4%). Peserta yang menyatakan pernah mengonsumsi obat herbal (59,3%). Obat herbal yang dikonsumsi diperoleh dari membeli obat herbal kemasan (52,9%), menanam sendiri (23,5%), mebeli bahan baku tanaman dan meracik sendiri, serta sebagian lagi biasa membeli jamu gendong. Pengonsumsian obat herbal sebagian besar tidak teratur (76,5%), 1-2x/minggu (11,8%) dan 1-2x/bulan (11,8%). Terlihat meskipun 81,5% peserta mengetahui bahwa lahan di rumah dapat dimanfaatkan untuk menanam TOGA, ternyata hanya 55,6% yang memanfaatkan lahan yang ada di rumah untuk penanaman TOGA. Kata Kunci: Tanaman Obat Keluarga, Penyakit Degeneratif, Diabetes Mellitus  ABSTRACT Lifestyle changes cause an increase in the incidence of degenerative diseases such as diabetes mellitus, hypertension, hypercholesterolemia throughout the world, including Indonesia. Various treatment methods were developed to overcome this, including the use of traditional medicine. The Indonesian government has also begun to promote a herbal medicine saintification program to support. One of the simplest things that is also encouraged is the use of family land to grow family medicinal plants in all homes. Unfortunately, this is not matched by increasing public knowledge about how to use family medicinal plants for disease prevention and treatment. The same thing was experienced by the teaching, educational and supporting staff in the General Achmad Yani University campus. The problems faced by these partners inspired the UNJANI FK Community Service Team to partner with the campus leadership to conduct education in an effort to use family medicinal plants in the prevention and treatment of diseases. Due to the COVID-19 pandemic, the method used is webinars. In this activity, participants were also given a questionnaire to determine the knowledge of the webinar participants about herbal medicine. The ages of respondents who took part in this activity varied, with the highest age range being 21-30 years old (29.6%), followed by 40-50 years old (25.9%). Based on the questionnaire given, it appears that most of the respondents did not complain of degenerative diseases (77.8%). Others had high blood pressure and hypercholesterolemia (7.4%). Participants who stated that they had used herbal medicine (59.3%). The herbal medicines consumed were obtained from buying packaged herbal medicines (52.9%), growing their own (23.5%), buying plant raw materials and making their own blends, and some used to buy jamu carrying. The consumption of herbal medicines was mostly irregular (76.5%), 1-2x/week (11.8%) and 1-2x/month (11.8%). It can be seen that although 81.5% of participants knew that land at home could be used to plant TOGA, it turned out that only 55.6% used land at home to plant TOGA. Keywords: Family Medicinal Plants, Degenerative Diseases, Diabetes Mellitus
Pemberdayaan Masyarakat dengan Pemanfaatan Buku Saku Sebagai Panduan Dalam Upaya Deteksi Dini dan Pencegahan Stunting di Distrik Wartutin Kabupaten Fakfak Elzina Dina De Fretes; Santoso Budi Rohayu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6272

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Faktor yang paling berkontribusi terhadap penurunan stunting adalah pola asuh orang tua untuk  mengurangi faktor resiko kejadian stunting  dengan mengubah pola pikir atau paradigma yang tadinya hanya berfokus kepada bayi dan anak tetapi lebih berfokus kepada pengetahuan ibu dan dukungan dari keluarga guna meningkatkan kesehatan dan gizi dari anak sejak dari dalam kandungan sampai anak berusia 2 tahun.Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dengan pemberian buku saku dapat meningkatkan pengetahuan ibu dalam mencegah dan deteksi dini stunting. Metode pendekatan menggunakan metode pemberdayaan masyarakat khususnya kelompok sasaran melalui penyuluhan dan edukasi yang dilakukan dengan menggunakan serta membagikan buku saku pencegahan stunting pada 30 orang tua dan kader dari perwakilan 6 Posyandu bayi dan balita Distrik Wartutin. Tahap persiapan perencanaan kegiatan yang  meliputi Identifikasi kebutuhan dengan mendesain dan mencari sumber-sumber mengenai buku saku stunting. Tahap kedua merupakan tahap pelaksanaan kegiatan dengan memberikan pelatihan mengenai strunting dan cara deteksi dini sesuai dengan buku saku. Pembagian buku saku kepada kelompok target dan pendampingan. Pada tahap ketiga, dilakukan monitoring dan evaluasi kegiatan Evaluasi peningkatan pengetahuan kelompok sasaran atau kelompok target tentang deteksi dini stunting dengan menggunakan angket dan melalui petugas Puskesmas. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa secara garis besar, pengetahuan mengenai stunting pada kader kesehatan di Distrik Wartutin mengalami peningkatan pasca pemberian edukasi gizi dengan media Buku Saku Mandiri. Hal ini dibuktikan melalui skor jawaban kader, dimana rerata skor post-test adalah 86,29 dan lebih tinggi dibandingkan skor pre-test yaitu 72,8. Presentase peningkatan pengetahuan kader kesehatan mengenai stunting meningkat 13.49%. Hasil pegabdian kepada masyarakat dengan cara edukasi dengan pemberian buku saku dapat meningkatkan pengetahuan ibu dalam mencegah dan deteksi dini stunting Kata Kunci: Stunting, Pengetahuan, Buku Saku     ABSTRACT Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition, especially in the first 1,000 days of life. The most contributing factor to the decline in stunting is parenting to reduce the risk factors for stunting by changing the mindset or paradigm that previously only focused on infants and children but focused more on mother's knowledge and support from families to improve the health and nutrition of children from an early age from the womb until the child is two years old. The purpose of this community service is to provide education by giving pocketbooks to increase mother's knowledge in preventing and early detection of stunting.The approach uses community empowerment methods, especially target groups through counselling and education carried out by using and distributing stunting prevention pocketbooks to 30 parents and cadres from representatives of 6 Posyandu infants and toddlers in Wartutin District. The preparatory stage of activity planning includes identifying needs by designing and searching for resources regarding the stunting pocketbook. The second stage is implementing activities by providing training on stunting and early detection methods according to the pocketbook—distribution of pocketbooks to target groups and mentors. In the third stage, monitoring and evaluation activities are carried out. Evaluation of increasing the knowledge of the target group or target group about early stunting detection using questionnaires and Puskesmas officers. The results of this activity indicate that, in general, knowledge about stunting among health cadres in Wartutin District has increased after the provision of nutrition education with the Mandiri Pocket Book media. This is evidenced by the cadres' answer scores, where the average post-test score is 86.29 and higher than the pre-test score of 72.8. The percentage increase in knowledge of health cadres about stunting increased by 13.49%. The results of community service using education by giving pocketbooks can increase mother's knowledge in preventing and early detection of stunting Keywords: Stunting, Knowledge, Pocketbook  
Upaya Deteksi Dini Komplikasi Kehamilan dengan Menggunakan Community Screening Card di Puskesmas Sikumana Kota Kupang Dewa Ayu Putu Mariana Kencanawati; Namsyah Baso; Martina Fenansia Diaz; Yurissetiowati Yurissetiowati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.6160

Abstract

ABSTRAK Pandemi Covid-19 mengakibatkan kelas ibu di Kota Kupang ditunda dalam pelaksanaannya. Agar komplikasi kehamilan dapat dikenali oleh ibu hamil, maka ibu hamil perlu melakukan skrining mandiri komplikasi kehamilan, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan Community Screening Card. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan deteksi dini komplikasi kehamilan menggunakan Community Screening Card melalui kegiatan kelas ibu hamil secara virtual. Metode pengabdian masyarakat menggunakan Langkah-langkah: pelatihan bidan pendamping, rekruitment ibu hamil, dan pendampingan ibu. Kegiatan ini membutuhkan keaktifan ibu hamil dan bidan dalam proses pendampingan menggunakan Community Screening Card (konsultasi dengan bidan) secara virtual menggunakan aplikasi whatsapp group. Hasil kegiatan ini didapatkan ibu hamil dan keluarga bisa menggunakan Community Screening Card kehamilan, ibu hamil yang menggunakan community screning card mempunyai kesesuaian hasil jika dibandingkan dengan kartu Skor Poedji Rochjati. Kesimpulannya Ibu hamil dan keluarga telah melakukan screening komplikasi kehamilan menggunakan Community Screening Card kehamilan, seluruh hasil identifikasi ibu hamil dengan menggunakan kartu ini sesuai dengan kartu Skor Poedji Rochjati. Kata Kunci: Kehamilan, Community Screening Card  ABSTRACT Pandemicof Covid-19 has caused the mother class in Kupang City to be postponed in its implementation. In order for pregnant women to know about complications, pregnant women need to do self-pregnancy screening, one of the efforts that can be done is to use a Community Screening Card. The purpose of this community service activity is to increase early detection of pregnancy complications using Community Screening Cards through virtual class activities for pregnant women. The community service method uses the following steps: training of accompanying midwives, recruitment of pregnant women, and mentoring of mothers. This activity requires the activeness of pregnant women and midwives in the mentoring process using a virtual Community Screening Card (consultation with midwives) using the WhatsApp group application. The results of this activity are that pregnant women and their families can use the community pregnancy screening card, pregnant women who use the Community Screening Card have appropriate results when compared to the Poedji Rochjati score card. In conclusion, pregnant women and their families have screened for pregnancy complications using a pregnancy Community Screening Card. Keywords: Pregnancy, Community Screening Card
Efektivitas Penggunaan Teknik Konsumsi Pisang Ambon Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Dengan Hipertensi Di Kelurahan Sukarame II Teluk Betung Barat Bandar Lampung Dewi Kusumaningsih; Eka Trismiyana; Rudi M. Irawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.4745

Abstract

ABSTRAKData World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 Miliar orang di dunia menyandang hipertensi. Jumlah penyandang hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 Miliar orang yang terkena hipertensi, dan diperkirakan setiap tahunnya 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi (Kemenkes RI, 2019). Tujuan pemberian teknik konsumsi pisang ambon untuk mengetahui efektivitas sebelum dan sesudah mengonsumsi pisang ambon pada pasien yang memiliki hipertensi apakah mengalami penurunan atau tidak. Rancangan studi kasus (case study) menggunakan 2 subjek yang berdomisili di Kelurahan Sukarame II Betung Barat Bandar Lampung  Tahun 2021. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan asuhan keperawatan. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa setelah dilakukan pemberian konsumsi pisang ambon selama 3 hari berturut-turut pagi dan sore hari terjadi penurunan tekanan darah pada pasien dengan hipertensi. Mengonsumsi pisang ambon disarankan untuk terus dikonsumsi oleh pasien untuk menjadikan tekanan darah dalam keadaan normal dan agar tidak selalu mengonsumsi obat dengan bahan kimia yang memiliki efek samping serta mengonsumsi pisang ambon haruslah diimbangi dengan pola hidup yang sehat, aktivitas yang rutin. Kata Kunci: Hipertensi, Keperawatan Komprehensif, Pisang AmbonABSTRACT Data from the World Health Organization (WHO) in 2015 showed that around 1.13 billion people in the world have hypertension. The number of people with hypertension continues to increase every year, it is estimated that in 2025 there will be 1.5 billion people affected by hypertension, and it is estimated that every year 9.4 million people die from hypertension (Kemenkes RI, 2019). The purpose of giving the Ambon banana consumption technique is to determine the effectiveness before and after consuming Ambon banana in patients who have hypertension whether it has decreased or not. Thecase studydesign uses 2 subjects who are domiciled in Sukarame II Betung Barat Village, Bandar Lampung in 2021. Data analysis was carried out using descriptive analysis and nursing care. The results of the case study showed that after consuming Ambon bananas for 3 consecutive days in the morning and evening there was a decrease in blood pressure in patients with hypertension. Consuming Ambon bananas is recommended to be consumed by patients to make blood pressure normal and not always take drugs with chemicals that have side effects and consuming Ambon bananas must be balanced with a healthy lifestyle, routine activities. Keywords: Hypertension, Comprehensive Nursing, Banana Ambon
Peningkatan Pengetahuan Gizi Lansia Melalui Penyuluhan dan Pendampingan di Panti Sosial Lanjut Usia Mandalika Dinas Sosial Provinsi NTB Yusnah Haerani; Lalu Sulaiman; Sismulyanto Sismulyanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6164

Abstract

ABSTRAK Lansia merupakan salah satu golongan yang rentan mengalami masalah kesehatan. Salah satu penyebabnya adalah tidak terpenuhinya asupan gizi yang seimbang untuk menunjang aktivitas keseharian lansia. Kurangnya pengetahuan lansia terhadap pentingya pemenuhan gizi diusia senja menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan resiko lansia mengalami gangguan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia terhadap pentingnya pemenuhan gizi diusia tua. Lokasi kegiatan pengabdian masyarakat di Panti Sosial Lanjut Usia Mandalika. Mitra yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu dan Dinas sosial provinsi NTB. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui metode penyuluhan dan pendampingan. Jumlah peserta kegiatan sebanyak 25 orang lansia di panti social. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia terhadap pentingnya gizi di usia senja. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan lansia pengetahuan gizi lansia meningkat sehingga kualitas hidup lansia semakin membaik. Kata Kunci: Peningkatan Pengetahuan, Gizi Lansia, Panti Sosial ABSTRACT The elderly are one of the groups that are vulnerable to health problems. One of the causes is the lack of a balanced nutritional intake to support the daily activities of the elderly. The lack of knowledge of the elderly about the importance of fulfilling nutrition in old age is one of the factors that can increase the risk of the elderly experiencing health problems. This community service activity aims to increase the knowledge of the elderly about the importance of fulfilling nutrition in old age. The location of community service activities at the Mandalika Elderly Social Home. Partners involved in this community service activity are the University of Qamarul Huda Badaruddin Bagu and the Social Service of the province of NTB. Community service activities are carried out through counseling and mentoring methods. The number of participants in the activity was 25 elderly people in social institutions. The results of the activity indicate an increase in the knowledge of the elderly about the importance of nutrition in old age. Through this community service activity, it is hoped that the elderly's nutritional knowledge will increase so that their quality of life of the elderly will improve. Keywords : Increasing Knowledge, Nutrition For The Elderly, Social Institutions
Pemberdayaan Masyarakat Suku Kokoda dalam Memanfaatkan Ekstrak Daun Sirih dan Daun Pepaya Sebagai Larvasida Alami Pengendalian Vektor Malaria Yogik Setia Anggreini; Norma Norma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.5987

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia, sekitar 35 persen penduduknya tinggal di daerah berisiko terinfeksi malaria dan dilaporkan sebanyak 38 ribu orang meninggal per tahun karena malaria berat akibat Plasmodium falciparum. Pemukiman suku Kokoda Papua Barat  masih memiliki genangan air,    alih fungsi hutan mangrove menjadi daerah pemukiman dan sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi standar keseahatan sehingga berpotensi menjadi perindukan nyamuk anopheles.Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Untuk memandirikan masyarakat dalam pengendalian vector malaria dengan memanfaatkan teknologi tepat guna berupa ekstrak daun sirih sebagai larvasida alami dalam upaya eliminasi malaria di Kota Sorong. Metode pengabdian ini adalah dengan memberikan edukasi pada karang taruna tentang kesehatan lingkungan demi mewujudkan kemandirian masyarakat terhadap sanitasi dan dilnjutkan denga demonstrasi pembuatan larvasida alami dengan bahan ekstrak daun sirih dan evaluasi yang dilakukan berupa kuesioner pre dan post test guna mengetahui pemahaman dari sasaran. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menemukan nilai mean pengetahuan partisipan sebelum diberikan pengetahuan adalah 46,67 dan setelah diberikan edukasi mengalami peningkatan menjadi 75,00. Terdapat peningkatan pengetahuan dalam pemanfaatan ekstrak daun sirih sebagai larvasida alami sebagai pengendalian vector malaria bagi suku Kokoda, papua barat Kata Kunci: Malaria, Daun Sirih, Suku Kokoda, Larvasida  ABSTRACT In Indonesia, about 35 percent of the population lives in areas at risk of malaria infection and it is reported that 38 thousand people die per year due to severe malaria due to Plasmodium falciparum. The settlement of the Kokoda tribe in West Papua still has air, the conversion of the mangrove forest into a residential area and environmental sanitation that does not meet health standards so that it can become an anopheles mosquito breeding ground. The purpose of this community service is to make the community independent in controlling malaria vectors by using appropriate technology in the form of betel leaf extract as a natural larvicide in an effort to eliminate malaria in Sorong City. The method of this service is by educating youth groups about health to realize community independence in sanitation and followed by demonstrations of making natural larvicides with betel leaf extract ingredients and evaluations carried out in the form of pre and post test questionnaires to determine understanding of the target. The results of this community service found that the knowledge values of the participants before being given knowledge were 46.67 and after being given education, they increased to 75.00. There is an increase in knowledge in the use of betel leaf extract as a larvicide in nature as a malaria vector control for the Kokoda tribe, West Papua. Keywords: Malaria, Betel Leaf, Kokoda Tribe, Larvicide

Page 52 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue