cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Peningkatan Daya Saing Industri Rumah Tangga “Yam Chips” Keripik Ubi Di Kota Samarinda Faldi Faldi; Asslia Johar Latipah; Sigiet Haryo Pranoto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5855

Abstract

ABSTRAK Industri rumah tangga Keripik Ubi "Yam Chips" adalah usaha yang bergerak pada bidang makanan ringan dengan bahan baku ubi ungu. Produsen Yam Chips belum menggunakan desain kemasan yang cukup menarik. Untuk bersaing di pasar global, usaha Yam Chips harus mampu untuk dikenal oleh masyarakat luas tidak hanya melalui informasi kecil namun harus diperkenalkan dengan menggunakan informasi yang global. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah dapat membantu dalam meningkatkan daya saing penjualan Yam Chips keripik ubi. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan penyuluhan tentang strategi pemasaran, mendampingi pembuatan desain kemasan dan  Pembuatan iklan di media sosial.  Hasil pengabdian telah terlaksana secara daring dengan dilakukan selama 10 bulan, selama proses pelatihan para peserta diberikan posttest dan pretest untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta dan didapatkan rata-rata peserta mendapatkan nilai diatas 50 yang menujukkan keberhasilan dalam proses pelatihan, perubahan sistem pemasaran produk yang dimana pada rencana awal dilakukan secara separuh daring separuh offline, menjadi full secara daring. proses produksi dikurangi pada awal pandemi untuk menekan angka kerugian dan ditingkatkan setelah New Normal mulai diberlakukan. Kesimpulan walaupun sempat Kegiatan pengabdian dihadapkan dengan Pandemi Covid-19 yang membuat kegiatan produksi dari Yam Chips terhenti, akibat tidak bisa memasok bahan baku dan menurunnya pembeli akibat lockdown. Solusi yang dilakukan oleh Tim adalah melakukan seluruh kegiatan pengabdian secara daring.  Kata Kunci: Kripik, Media Sosial, Meningkatkan Daya Saing ABSTRACT Yam Chips Home Industry "Yam Chips" is a business that is engaged in the snack food field with purple sweet potato as raw material. Manufacturers of Yam Chips have not used a packaging design that is quite attractive. To compete in the global market, Yam Chips business must be able to be known by the wider community not only through small information but must be introduced using global information. The purpose of this service activity is to help increase the competitiveness of Yam Chips sales of sweet potato chips. The method used is by conducting counseling about marketing strategies, assisting in making packaging designs, and making advertisements on social media. The results of the service have been carried out online for 10 months, during the training process the participants were given a post-test and pretest to determine their level of understanding of the participants and it was found that the average participant got a score above 50 which shows success in the training process, changes in the product marketing system which in The initial plan was done partially online, half offline, becoming fully online. production processes were reduced at the beginning of the pandemic to reduce losses and increased after the New Normal came into effect. In conclusion, although service activities were faced with the Covid-19 Pandemic which made the production activities of Yam Chips stop, due to not being able to supply raw materials and the decline in buyers due to the lockdown. The solution carried out by the Team is to carry out all service activities online. Keywords: Chips, Social Media, Increased CompetitivenessIndustri rumah tangga Keripik Ubi "Yam Chips" adalah usaha yang bergerak padabidang makanan ringan dengan bahan baku ubi ungu. Produsen Yam Chips belum menggunakan desain kemasan yang baik. Penjualan produk hanya menggunakan kemasan plastik biasa yang aman untuk makanan, padahal kemasan yang menarik mampu untuk menarik minat pembeli. Untuk bersaing di pasar global, usaha Yam Chips harus mampu untuk dikenal oleh masyarakat luas tidak hanya melalui informasi kecil namun harus diperkenalkan dengan menggunakan informasi yang global. Pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan omset Yam Chips. Tahapan dalam pengabdian ini adalah melakukan penyuluhan tentang strategi pemasaran, mendampingi pembuatan desain kemasan, membuat iklan di media sosial dan melakukan monev selama tiga bulan setelah kemasan baru dan proses pengiklanan telah selesai dilakukan. Kegiatan pengabdian dihadapkan dengan Pandemi Covid-19 yang sempat membuat kegiatan produksi dari Yam Chips terhenti akibat tidak bisa memasok bahan baku dan menurunnya pembeli akibat lockdown. Tim pengabdian pun memiliki tugas baru yaitu tidak hanya mengajarkan cara pemasaran secara online, namun juga melakukan literasi teknologi guna mendukung kegiatan usaha Yam Chips. ABSTRAK Industri rumah tangga Keripik Ubi "Yam Chips" adalah usaha yang bergerak pada bidang makanan ringan dengan bahan baku ubi ungu. Produsen Yam Chips belum menggunakan desain kemasan yang cukup menarik. Untuk bersaing di pasar global, usaha Yam Chips harus mampu untuk dikenal oleh masyarakat luas tidak hanya melalui informasi kecil namun harus diperkenalkan dengan menggunakan informasi yang global. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah dapat membantu dalam meningkatkan daya saing penjualan Yam Chips keripik ubi. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan penyuluhan tentang strategi pemasaran, mendampingi pembuatan desain kemasan dan  Pembuatan iklan di media sosial.  Hasil pengabdian telah terlaksana secara daring dengan dilakukan selama 10 bulan, selama proses pelatihan para peserta diberikan posttest dan pretest untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta dan didapatkan rata-rata peserta mendapatkan nilai diatas 50 yang menujukkan keberhasilan dalam proses pelatihan, perubahan sistem pemasaran produk yang dimana pada rencana awal dilakukan secara separuh daring separuh offline, menjadi full secara daring. proses produksi dikurangi pada awal pandemi untuk menekan angka kerugian dan ditingkatkan setelah New Normal mulai diberlakukan. Kesimpulan walaupun sempat Kegiatan pengabdian dihadapkan dengan Pandemi Covid-19 yang membuat kegiatan produksi dari Yam Chips terhenti, akibat tidak bisa memasok bahan baku dan menurunnya pembeli akibat lockdown. Solusi yang dilakukan oleh Tim adalah melakukan seluruh kegiatan pengabdian secara daring.  Kata Kunci: Kripik, Media Sosial, Meningkatkan Daya Saing ABSTRACT Yam Chips Home Industry "Yam Chips" is a business that is engaged in snack food field with purple sweet potato as raw material. Manufacturers of Yam Chips have not used a packaging design that is quite attractive. To compete in the global market, Yam Chips business must be able to be known by the wider community not only through small information but must be introduced using global information. The purpose of this service activity is to help increase the competitiveness of Yam Chips sales of sweet potato chips. The method used is by conducting counseling about marketing strategies, assisting in making packaging designs and making advertisements on social media. The results of the service have been carried out online for 10 months, during the training process the participants were given a posttest and pretest to determine the level of understanding of the participants and it was found that the average participant got a score above 50 which shows success in the training process, changes in the product marketing system which in The initial plan was done partially online, half offline, becoming fully online. production processes were reduced at the beginning of the pandemic to reduce losses and increased after the New Normal came into effect. Conclusion, although service activities were faced with the Covid-19 Pandemic which made the production activities of Yam Chips stop, due to not being able to supply raw materials and the decline in buyers due to the lockdown. The solution carried out by the Team is to carry out all service activities online. Keywords: Chips, Social Media, Increased Competitiveness
Efektivitas Penggunaan Latihan Brandt Daroff Pada Pasien Vertigo Dengan Masalah Keperawatan Gangguan Keseimbangan Di Desa Sumber Agung Kecamatan Sragi Lampung Selatan Muji Laksono; Dewi Kusumaningsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.4775

Abstract

ABSTRAK Vertigo   mempunyai   tingkat   ketiga   sebagai   keluhan   terbanyak   setelah   nyeri   kepala (migrain) dan low back  pain.  Menurut Abdulbar Hamid Vertigo   mempunyai   tingkat   ketiga   sebagai   keluhan   terbanyak   setelah   nyeri   kepala (migrain) dan low back  pain.  Menurut Abdulbar Hamid dalam persentasinya di The 3rd  Updates in Neuromergencies Maret 2012, vertigo menjadi momok pada 50% orang tua berusia sekitar 70 tahun di Amerika.  Asal terjadinya  vertigo  dilakukan  adanya  gangguan  pada  sistem keseimbangan tubuh.   Bisa   berupa   trauma,   infeksi,   keganasan,   metabolik,   toksik,   vaskuler,   atau  autoimun. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa setelah dilakukan latihan brandt daroff menunjukkan adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah di berikan teknik brandt daroff teknik ini sangat berguna bagi pasien dengan masalah gangguan keseimbangan pada pasien dengan vertigo karena dapat membantu menurunkan tingkat gangguan keseimbangan tanpa harus banyak mengkonsumsi obat yang artinya teknik ini merupakan teknik aleternatif untuk masalah ganguan ketidakseimbangan. Latihan brandt daroff akan melatih sistem syaraf dan keseimbangan seseorang dan mampu menurunkan masalah vertigo yang di alami. Kata Kunci: Vertigo, Keperawatan Komprehensif, Gangguan Keseimbangan                                                               ABSTRACT Vertigo cases according to the prevalence of peripheral vertigo that occurs in the United States tend to occur in women (Sumarliyah, 2017). Whereas in Indonesia in 2019 the incidence of vertigo was very high, with around 50% of parents aged 75 years (Diza, 2020). The purpose of giving exercise is Brandt Daroff to determine the effectiveness before and after exercise Brandt Daroff in patients who have vertigo whether they experience a decrease or not. The case study design uses 2 subjects who are domiciled in Sumber Agung Village, Sragi Subdistrict, South Lampung in 2021. Data analysis was carried out using descriptive analysis and nursing care. Implementation carried out for 3 days of home visits for 30 minutes using exercise Brandt Daroff showed a difference between before and after being given the Brandt Daroff technique. This technique is very useful for patients with balance problems in patients with vertigo because it can help reduce the level of balance disorders without having to take a lot of drugs which means this technique is an alternative technique for the problem of imbalance disorders. exercise Daroff BRANDT trains the nervous system and can lower one's balance and vertigo problems are experienced because by doing exercises at least 3 times a day 3 days diving can accelerate blood circulation and lower balance disorders. Keywords: Vertigo, Comprehensive Nursing, Balance Disorders
Edukasi Kesehatan Mengenai Bahaya Merokok dan Minuman Keras pada Siswa SMP Taman Harapan 1 Bekasi Rini Handayani; Dwi Nurmawaty; Cut Alia Keumala Muda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.4997

Abstract

ABSTRAK Jumlah siswa yang merokok dan mengonsumsi alkohol di Indonesia cukup tinggi. Di SMP Taman Harapan 1 Bekasi diketahui bahwa 10,4% siswa merokok dan 2,6% pernah mengonsumsi alkohol. Perilaku ini sebagian  besar disebabkan karena diajak teman, agar terlihat keren dan kurang informasi mengenai hal tersebut. Tujuan  dilakukannya edukasi pada siswa untuk meningkatkan pengetahuan siswa  mengenai bahaya perilaku merokok dan mengonsumsi alkohol. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media power point. Hasil analisis diketahui terdapat peningkatan pengetahuan siswa mengenai bahaya merokok dan mengonsumsi alkohol sebesar 22,1%-58,5%. Diharapkan tidak ada siswa yang mencoba ataupun aktif dalam merokok ataupun mengonsumsi alkohol di masa mendatang. Kata Kunci: Merokok, Konsumsi Alkohol, Penyuluhan, Pengetahuan, Siswa  ABSTRACT The proportion of student which are smoking and alcohol consumption are high in Indonesia. In Taman Harapan 1 Bekasi Junior High School, there are 10.4% student which are smokers and 2.6% which are had alcohol consumption. The most caused this behavior are invited by friends, it make them feel cool, and having less knowledge about the danger of smoking and alcohol consumption. The aims of this education are to increase student knowledge of the danger of smoking and alcohol consumption. The activity was done with socialization using power point media. The analysis shows that student knowledge about the danger of smoking and alcohol consumption are increasing about 22.1%-58.5%. We hope that there is none of student wants to try smoking or be active smoker and consumption of alcohol in future. Keywords: Smoking, Alcohol Consumption, Socialization, Knowledge, Student
Peningkatan Pengetahuan Vaksinasi Covid-19 dan Pertahanan Pasca Vaksinasi Melalui Web Seminar Galih Dwi Febrianti; Duta Angela; Eden Leonita; Hamidah Kurniasari; Khuliyah Candraning Diyanah; Anisa Farhani; Dita Ameliana Handini; Yoevita Chilya Hania; Abima Setya Ramadhana; Melvin Ardian Wirabrata; Sephia Tiara Marviella
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5797

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan survei Penerimaan Vaksin COVID-19 di Indonesia, didapati 65% responden menerima vaksin, 27% ragu-ragu, dan 8% menolak. Alasan masyarakat menolak vaksin karena masih meragukan keamanannya (30%), tidak yakin bahwa vaksinasi akan efektif (22%), tidak percaya vaksin (13%), takut pada efek samping (12%), alasan agama (8%), dan alasan lainnya (15%). Padahal vaksin diperlukan untuk mencegah COVID-19 dan mengakhiri pandemi. Penolakan tersebut dikarenakan kurangnya tingkat pengetahuan serta pemahaman masyarakat terkait manfaat dan risiko dari vaksinasi. Maka dari itu kami kelompok 185 KKN-BBM UNAIR ke-64, mengadakan webinar kesehatan nasional secara daring guna memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai vaksinasi COVID-19 serta tindakan yang dilakukan setelah menerima vaksin COVID-19. Sebanyak 401 partisipan hadir dan aktif dalam sesi tanya jawab. Hasil post test didapatkan nilai rata rata 66,33 dari nilai maksimal seratus. Hal ini mengindikasikan bahwa para peserta webinar telah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai vaksin COVID-19 serta tindakan setelah menerima vaksin pada akhir webinar kami. Kata Kunci: Vaksin, Covid-19, Sehat, Sejahtera, Anti Vaksin  ABSTRACT Based on the COVID-19 Vaccine Acceptance survey in Indonesia, it was found that 65% of respondents received the vaccine, 27% were hesitant, and 8% refused. The reasons people refuse vaccines are because they still doubt their safety (30%), do not believe that vaccination will be effective (22%), do not believe in vaccines (13%), fear of side effects (12%), religious reasons (8%), and reasons others (15%). Even though vaccines are needed to prevent COVID-19 and end the pandemic. The refusal was due to the lack of knowledge and understanding of the community regarding the benefits and risks of vaccination. That's why we, the 64th UNAIR KKN-BBM group, held an online national health webinar to educate the public about COVID-19 vaccination and the actions taken after receiving the COVID-19 vaccine. A total of 401 participants were present and active in the question and answer session. The post test results obtained an average value of 66.33 from a maximum value of one hundred. This indicates that the webinar participants already have sufficient knowledge about the COVID-19 vaccine and the actions after receiving the vaccine in the end of our webinar. Keywords: Vaccine, Covid-19, Well Being, Good Health, Anti Vaccine
Edukasi Kesehatan tentang Deteksi Dini Kanker Serviks di Desa Cibadung, Gunung Sindur, Bogor Dora Samaria
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6318

Abstract

ABSTRAK Kanker serviks merupakan salah satu jenis penyakit yang memiliki risiko kematian tertinggi peringkat kedua setelah kanker payudara pada populasi wanita di Indonesia. Jenis kanker yang menyerang pada leher rahim ini dapat dicegah dengan melakukan deteksi dini secara teratur. Namun, data melaporkan bahwa cakupan skrining kanker serviks masih rendah karena kurangnya pengetahuan tentang deteksi dini kanker serviks dan kurangnya kesadaran untuk melakukan skrining pada wanita usia subur. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berupa edukasi kesehatan untuk mengatasi hal tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas edukasi kesehatan tentang deteksi dini kanker serviks di Desa Cibadung, Gunung Sindur, Bogor pada wanita usia subur. Kegiatan dilaksanakan secara daring di tengah situasi pandemi COVID-19. Pelaksanaan edukasi dengan moda daring diawali dan diakhir dengan pemberian kuesioner pengetahuan tentang kanker serviks dan skrining kanker serviks. Pada sesi inti, peserta diberikan materi edukasi dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab secara lisan. Kegiatan edukasi dihadiri oleh 40 orang wanita usia subur. Rerata skor pretest adalah 5.48, sedangkan rerata skor posttest yaitu 9.68. Terdapat delta mean peningkatan skor pengetahuan antara pretest dengan posttest sebesar 4.2 dengan p-value 0.00 (CI 95%). Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan skor pengetahuan secara statistik bermakna signifikan. Kegiatan edukasi ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini kanker pada wanita usia subur. Selanjutnya direkomendasikan pelaksanaa kegiatan edukasi secara teratur agar level  pengetahuan masyarakat semakin sehingga dapat menstimulasi peningkatan partisipasi wanita usia subur dalam melakukan deteksi dini kanker serviks. Kata kunci: Kanker Serviks, IVA, Pap Smear, Deteksi Dini, Skrining, Wanita Usia Subur  ABSTRACT Cervical cancer is a type of disease that has the second highest risk of death after breast cancer in the female population in Indonesia. This type of cancer that attacks the cervix can be prevented by doing early detection on a regular basis. However, the data report that the coverage of cervical cancer screening was still low due to lack of knowledge about early detection of cervical cancer and lack of awareness to screen women of childbearing age. Therefore, intervention in the form of health education is needed to overcome this problem. Purpose: This activity aims to identify the effectiveness of health education on early detection of cervical cancer in Cibadung Village, Gunung Sindur, Bogor for women of childbearing age. Activities carried out online in the midst of the Covid-19 pandemic situation. The implementation of online education begins and ends with the provision of knowledge questionnaires about cervical cancer and cervical cancer screening. In the core session, participants were given educational materials and followed by a discussion session. The educational activity was attended by 40 women of childbearing age. The mean pretest score was 5.48, while the average posttest score was 9.68. There was a delta mean increase in the knowledge score between the pretest and posttest of 4.2 with a p-value of 0.00 (95% CI). This revealed that the increase in knowledge scores was statistically significant. This educational activity can increase knowledge about early detection of cancer in women of childbearing age. Furthermore, it is recommended that educational activities can be carried out regularly so that the level of public knowledge will increase and it is hoped that there will be an increase in the participation of women of childbearing age in conducting early detection of cervical cancer. Keywords: Cervical Cancer, VIA, Pap Smear, Early Detection, Screening, Women Of Childbearing Age
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Pengelolaan Sampah Dalam Upaya Pencegahan Banjir Tiur Romatua Sitohang; Ganda Agustina Simbolon; Sulastry Pakpahan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.6749

Abstract

ABSTRAK Masalah sampah masih merupakan masalah yang rumit dikarenakan pemahaman masyarakat yang masih kurang terhadap dampak yang diakibatkan sampah, kurangnya biaya pemerintah untuk mengusahakan pembuangan sampah yang baik dan memenuhi syarat. Faktor lain penyebab persoalan sampah  semakin rumit yaitu taraf hidup masyarakat yang meningkat namun tidak diikuti dengan peningkatan pengetahuan tentang persampahan dan masih kurangnya peranan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah sebagai upaya pencegahan banjir. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan intervensi penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Hasil menunjukkan pre intervensi, 35 (70%)responden memiliki pengetahuan baik, 9 (18%) responden memiliki pengetahuan cukup, 6 (12%) responden memiliki pengetahuan kurang mengenai pengelolaan sampah. Post intervensi diperoleh 40 (80%) responden memiliki pengetahuanbaik, 7 (14%) responden memiliki pengetahuan cukup dan 3 (6%) responden memiliki pengetahuan kurang terhadap pengelolaan sampah. Kesimpulan : Intervensi penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah sebagai upaya pencegahan banjir. Kata kunci: Pengetahuan, Pengelolaan Sampah, Masyarakat  ABSTRACT The problem of garbage is still a complicated one because people's understanding of less the impact of garbage can can have, the lack of the cost of the government to afford a good and qualified garbage disposal. Another factor that causes the garbage problem is the increasing level of people's lives but not the increasing knowledge of garbage and the lack of community's role in keeping the garbage in place. The goal of devotion to this community is to increase public knowledge about waste management as a flood prevention effort. This method of devotion was conducted by providing outreach interventions to improve public knowledge about waste management. Results show pre intervention, 35 (70%) respondents have good knowledge, 9 (18%) respondents have enough knowledge, 6 (12%) respondents have less knowledge about waste management. Post interventilate 40 (80%) respondents have good knowledge, 7 (14%) respondents have enough knowledge and 3 (6%) respondents have less knowledge of waste management. Effective counseling interventions promote public knowledge of waste management as a flood prevention effort. Key words: Knowledge, Waste Management, Society 
Sosialisasi Sadari Sebagai Langkah Awal Pencegahan Kanker Payudara R.A. Helda Puspitasari; Ayu Dewi Nastiti; Erik Kusuma; Dwining Handayani; Evy Aristawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5724

Abstract

ABSTRAK Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Salah satu penyakit kanker yang lebih banyak terjadi pada wanita adalah kanker payudara yaitu tumor ganas yang tumbuh didalam jaringan payudara yang meliputi kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara. Menurut World Health Organization, di Indonesia angka kematian yang disebabkan oleh kanker payudara menempati urutan ke-10 setelah kanker paru, sedangkan berdasarkan Riset Kesehatan Dasar, prevalensi tumor/kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 330.000 orang. Tujuan dilakukannya pemberdayaan masyarakat pada petani perkebunan teh dalam rangka untuk pencegahan awal kanker payudara pada wanita. Pemberdayaan dilakukan dengan cara menyebarkan pengetahuan melalui praktek SADARI dalam rangka pencegahan awal penyakit kanker payudara. Berdasarkan hasil pra survey yang dilakukan sebelum kegiatan pelatihan ini, pengetahuan ibu tentang buku SADARI: rendah (75%), cukup (15%), tinggi (10%). Setelah edukasi didapatkan adanya peningkatan yang cukup signifikan dari pengetahuan ibu: rendah(10%), cukup 15%), baik ( 75%). Kata Kunci: Sadari, Pencegahan, Kanker Payudara ABSTRACT Cancer is one of the leading causes of death worldwide. One of the most common cancers in women is breast cancer, which is a malignant tumor that grows in the breast tissue, which includes the mammary glands, milk ducts, fatty tissue and connective tissue in the breast. According to the World Health Organization, in Indonesia the death rate caused by breast cancer ranks 10th after lung cancer, while based on Basic Health Research, the prevalence of tumor/cancer in Indonesia is 1.4 per 1000 population or about 330,000 people. The purpose of doing community empowerment on tea plantation farmers in order to prevent early breast cancer in women. Empowerment is done by spreading knowledge through the practice of BSE in the context of early prevention of breast cancer. Based on the results of the pre-survey conducted before this training activity, mothers' knowledge of BSE books: low (75%), sufficient (15%), high (10%). After education, it was found that there was a significant increase in maternal knowledge: low (10%), sufficient 15%), good (75%). Keywords: Awareness, Prevention, Breast Cancer
Peningkatan Pengetahuan Melalui Pendidikan Kesehatan "Sharing Tentang Minum Jus" Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Dan Kronis Nursiswati Nursiswati; Fitry Filianty; Hasniatisari Harun
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6250

Abstract

 ABSTRAK  Kurangnya konsumsi buah dan sayur merupakan resiko ke-10 tertinggi dari angka kematian di dunia. Konsumsi buah dan sayur dapat mengurangi risiko terkena penyakit tidak menular. Upaya dalam meningkatkan kesadaran konsumsi buah dan sayuran dapat dilakukan dengan peningkatan pengetahuan dan modifikasi mengkonsumsi sayur dan buah dengan cara diolah menjadi juice. Oleh sebab itu tujuan umum dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan Pendidikan Kesehatan tentang manfaat juice buah dan sayur dalam pencegahan penyakit tidak menular dan kronis. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah Pendidikan dalam bentuk penyuluhan kesehatan mengenai penyakit tidak menular, kandungan gizi buah dan sayur, manfaat mengkonsumsi buah dan sayur, serta memberikan tester juice. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 10 orang masyarakat umum, dan 7 orang mahasiswa. Hampir seluruh peserta mengatakan tidak pernah membuat juice sayur. Hasil evaluasi kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan terkait manfaat jus sayur. Peserta yang hadir memilih juice yang berwarna orange selain hijau pada awalnya, namun setelah mencoba peserta menyebutkan bahwa ternyata rasa juice berwarna hijaupun sangat enak. Diharapkan informasi yang telah disampaikan dalam bentuk pendidikan kesehatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam konsumsi buah dan sayur. Kata kunci: Jus Buah Dan Sayur, Pencegahan, Penyakit tidak menular, Penyakit Kronis  ABSTRACT Lack of consumption of fruits and vegetables is the cause of the 10th highest risk of death globally. Consumption of fruits and vegetables can reduce the risk of non-communicable diseases. Community can increase awareness of fruit and vegetable consumption by increasing knowledge and modifying the consumption of vegetables and fruit by processing them into juice. Therefore, the general goal of this community service activity is community empowerment in preventing non-communicable and chronic diseases through the production and consumption of healthy veggie juice. The topic of education program includes the importance of preventing non-communicable diseases, the nutritional components of fruits and vegetables, and the benefits of consuming fruits and vegetables. Following the education programs we provided some veggie juice testers. The number of participants who attended was ten people living in the community and seven students. Almost all participants said they never made vegetable juice. The results of the activity showed an increase in knowledge regarding the benefits of vegetable juices. Participants chose the yellow or orange color juices  other than green at first, but after trying it, they said that it taste was very good and tasty. It is hoped that the information that has been conveyed in the form of health education can increase public awareness in the consumption of fruits and vegetables. Keywords: Healthy Veggie Juice, Prevention, Non-communicable Diseases 
Edukasi dan Pendampingan Pembuatan Hand Sanitizer Berbasis Ekstrak Daun Sirih Piper Betle L. Iqbal Firdaus; Simon Sembiring; Pulung Karo Karo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.6103

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan bentuk pengemnagnag dalam memanfaatkan daun sirih sebagai hand sanitizer. Kegiatan ini bertempat si Desa Hajimena Kecamatan Natar Lampung Selatan dengan jumlah peserta 33 orang. Daun sirih banyak dijumpai di pekarangan rumah warga dan potensi sebagai antiseptik namun belum dimanfaatkan dengan baik dan budaya cuci tangan dengan baik dan benar sesuai anjuran WHO masih kurang. Permasalahan tersebut mendorong untuk membina masyarakat guna mengelola potensi daun sirih sebagai salah satu tanaman obat keluarga yang dapat dimanfaatkan potensinya untuk pencegahan penyebaran Covid-19 dan memberikan edukasi serta bimbingan teknis untuk membuat hand sanitizer dari ekstrak dauh sirih dikombinasikan dengan formula World Health Organization (WHO) dengan menerapkan teknik yang sederhana sehingga warga dapat mengolahnya secara mandiri, hasilnya masyarakat telah mampu membuat hand sanitizer sendiri, serta bisa mencuci tangah dengan baik dan benar, didukung dengan terjadi peningkatan pencapaian TIK sebelum kegiatan pengabdian adalah 37,67 %. Kemudian, setelah diadakan kegiatan pengabdian terjadi peningkatan pencapaian TIK menjadi 82,32 %. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pembuatan hand sanitizer berbasis ekstrak daun sirih. Kata kunci: Daun sirih, Hand Sanitizer, Covid-19, World Health Organization  ABSTRACT Pengabdian kepada Masyarakat activity is a form of development in utilizing betel leaf as a hand sanitizer. This activity took place in Hajimena Village, Natar District, South Lampung with 33 participants. Betel leaves are often found in people's yards and have potential as an antiseptic but have not been used properly and the culture of washing hands properly and correctly according to WHO recommendations is still lacking. These problems encourage the community to manage the potential of betel leaf as one of the family medicinal plants whose potential can be utilized to prevent the spread of Covid-19 and provide education and technical guidance to make hand sanitizers from betel leaf extract combined with the World Health Organization (WHO) formula. by applying a simple technique so that residents can process it independently, the result is that the community has been able to make their own hand sanitizer, and can wash their hands properly and correctly, supported by an increase in ICT achievement before service activities was 37.67%. Then, after the service activities were held, there was an increase in ICT achievement to 82.32%. This shows that there is an increase in public knowledge about the manufacture of hand sanitizers based on betel leaf extract.  Keywords: Betle Leaf, Hand Sanitizer, Covid-19, World Health Organization
Efektivitas Terapi Relaksasi Benson Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Desa Margorejo Lampung Selatan M. Arifki Zainaro; Dessy Hermawan; Joko Martono
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.4720

Abstract

ABSTRAK Hipertensi setidaknya membunuh 9,4 juta warga dunia setiap tahunnya, dan WHO juga memperkirakan jumlah penderita hipertensi akan terus meningkat sebanyak 29% pada tahun 2025 nanti (WHO, 2013). Data mengenai hipertensi yang didapatkan dari “hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Balitbangkes tahun 2018 menyatakan bahwa prevalensi hipertensi mencapai 34.1% di Indonesia. Tujuan pemberian terapi untuk mengetahui efektivitas sebelum dan setelah dilakukan relaksasi benson pada klien yang memiliki darah tinggi. Rancangan studi kasus (case study) menggunakan 2 subjek yang berdomisili di Margorejo Lampung Selatan Tahun 2021. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan asuhan keperawatan. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan relaksasi benson terjadi penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi grade II, yaitu sebelum dilakukan terapi relaksasi benson tekanan darah pasien 170/100 mmHg dan turun menjadi 165/90 mmHg setelah dilakukan terapi relaksasi benson. Terapi benson terus dilakukan dan diingatkan, meskipun terlihat sangat mudah namun para pasien yang termasuk lansia harus tetap dituntun dan juga diingatkan supaya bisa sedikit membantu mengontrol tekanan darah selain melalui obat-obatan. Kata Kunci: Efektivitas, Hipertensi, Relaksasi Benson ABSTRACTHypertension kills at least 9.4 million people in the world every year, and WHO also estimates that the number of people with hypertension will continue to increase by 29% by 2025 (WHO, 2013). Data on hypertension obtained from the "Health Research (Riskesdas) Balitbangkes 2018 states that the prevalence of hypertension reached 34.1% in Indonesia. The purpose of therapy is to determine the effectiveness before and after Benson relaxation in clients who have high blood pressure. The case study design uses 2 subjects who are domiciled in Margorejo, South Lampung in 2021. Data analysis is carried out using descriptive analysis and nursing care. The results of the case study showed that after the application of Benson relaxation there was a decrease in blood pressure in grade II hypertensive patients, namely before Benson relaxation therapy the patient's blood pressure was 170/100 mmHg and decreased to 165/90 mmHg after Benson relaxation therapy. Benson therapy continues to be carried out and reminded, although it looks very easy, patients including the elderly must still be guided and reminded so that they can help control blood pressure a little other than through drugs. Keywords: Effectiveness, Hypertension, Benson Relaxation

Page 56 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue