cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Sosialisasi Strategi Pemasaran Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Era Digitalisasi Asmawiyah Asnawiyah; Kapriani Kapriani; Nur Fatwa Basar; Nurjaya Nurjaya; Hariyanti Hariyanti; Nur Aisyah; Dewi Anggraeni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6780

Abstract

ABSTRAK Digital marketing merupakan salah satu strategi yang digunakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan mempermudah dalam mencari informasi produk. Meski demikian, para pelaku usaha, terutama yang mewakili usaha kecil dan menengah, masih mengandalkan metode pemasaran tradisional. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para pelaku UMKM di desa Timbuseng dalam pengelolaan pemasaran guna mendorong penjualan produk secara besar-besaran dan meningkatkan daya saing UMKM, serta penguasaan digital marketing dalam rangka menjaring calon konsumen melalui media sosial. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan pendekatan yang memadukan sosialisasi dengan gaya ceramah, mengidentifikasi masalah, serta diskusi tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini berimplikasi kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk lebih termotivasi dan semangat dalam berbisnis sehingga usaha yang mereka kelola dapat berkembang. Kata kunci: Strategi Pemasaran, UMKM, Digital Marketing  ABSTRACT Digital marketing is one of the strategies used by micro, small and medium enterprises (MSMEs) to meet consumer needs and make it easier to find product information. However, business actors, especially those representing small and medium enterprises, still use on traditional marketing methods. This activity aims to increase the knowledge and ability of MSME actors in Timbuseng village in marketing management to encourage massive product sales and increase MSMEs competitiveness, as well as mastery of digital marketing in order to attract potential consumers through social media. PKM activities are carried out with an approach that combines socialization with lecture style, problem identification, and question and answer discussions. The results of this activity have implications for micro, small and medium business actors to be more motivated and enthusiastic in doing business so that the businesses they manage can develop. Keyword: Marketing Strategy, MSMEs, Digital Marketing
Pendidikan Kesehatan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Putri pada Siswi Mts Persis Tarogong Garut Umar Sumarna; Udin Rosidin; Nina Sumarni; Rohmahalia M Noor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7467

Abstract

ABSTRAK Remaja di Indonesia saat ini sedang mengalami peningkatan kerentanan terhadap berbagai ancaman risiko kesehatan terutama yang berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi. Salah satu upayanya yang dilakukan oleh pemerintah adalah pendidikan kesehatan di sekolah-sekolah, karena langkah ini dianggap langkah utama yang cukup strategis dalam meningkatkan kesehatan reproduksi. Seperti kita bahwa komunitas remaja banyak terkumpul di sekolah-sekolah sebagai peserta didik. Dalam hal ini tim pengabdian lebih tertarik pada masalah kesehatan remaja putri, karena remaja putri memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi dibanding remaja putra. Akhirnya pada kesempatan ini remaja putri di MTs Persis Tarogong Garut yang dijadikan sasaran pengabdian. Hal ini dilakukan tim pengabdian dengan pertimbangan bahwa tingkat pengetahuan siswi MTs Persis Tarogong Garut tentang kesehatan reproduksi remaja putri masih rendah, yang dibuktikan pada saat survey lapangan melalui interview pada beberapa siswi yang ditemui. kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswi MTs Persis Tarogong Garut tentang kesehatan reproduksi remaja putri. Metode yang digunakan berupa pendidikan kesehatan dengan pendekatan berbasis luring dengan protokol kesehatan yang ketat. Setelah pendidikan kesehatan tentang reproduksi dilakukan, maka terjadi peningkatan pengetahuan yang cukup besar, yaitu dari rata-rata pengetahuan (Mean) sebesar 60,45 meningkat menjadi 80,13. Rendahnya tingkat pengetahuan siswi-siswi MTs Persis Tarogong Garut dapat ditingkatkan melalui pendidikan kesehatan dengan pendekatan berbasis luring. Kata Kunci: Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi, Tingkat Kerentanan  ABSTRACT Adolescents in Indonesia are currently experiencing an increasing vulnerability to various health risks, especially those related to sexual and reproductive health. One of the efforts made by the government is health education in schools, because this step is considered a major strategic step in improving reproductive health. Like us, the youth community is mostly gathered in schools as students. In this case the service team is more interested in the health problems of young women, because young women have a higher level of vulnerability than young men. Finally, on this occasion it was the young women at MTs Persis Tarogong Garut who were the targets of devotion. This was done by the service team with the consideration that the level of knowledge of MTs Persis Tarogong Garut students about adolescent girls' reproductive health was still low, which was proven during a field survey through interviews with several students they met.This dedication activity aims to increase the knowledge of students of MTs Persis Tarogong Garut about reproductive health of adolescent girls.The method used is in the form of health education with an offline-based approach with strict health protocols. After health education on reproduction was carried out, there was a considerable increase in knowledge, namely from the average knowledge (Mean) of 60.45 which increased to 80.13. The low level of knowledge of MTs Persis Tarogong Garut students can be improved through health education with an offline-based approach. Keywords: Adolescent Girls, Reproductive Health, Level of Vulnerability
Peran Kelompok Peer Group Cisarere (Cinta Sehat Reproduksi Remaja) dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMA Negeri 4 Metro Aprina Aprina; Titi Astuti; Al Murhan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.6369

Abstract

ABSTRAK Komposisi penduduk Kota Metro menurut kelompok umur menunjukkan bahwa penduduk yang berusia muda (0-14 tahun) sebesar 25,54% dari total jumlah penduduk. (Profil Kesehatan Metro, 2019). Hasil laporan yang diperoleh dari Unit kesehatan sekolah (UKS) dari 40 siswa terdapat 20% siswi dengan status gizi gemuk dan obesitas, 50% siswi dengan anemia, dan terdapat 30% siswi mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Kelompok peer group cisarere (cinta sehat reproduksi remaja) merupakan Salah satu cara remaja membentuk hubungan dengan orang-orang diluar keluarga yaitu dengan melakukan penyesuaian dengan kelompok teman sebaya (peer group). Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah  untuk melakukan pengabdian masyarakat melalui Peran kelompok peer group cisarere (cinta sehat reproduksi remaja) dalam upaya meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja Di SMAN 4 Metro. Metode dalam pengabdian masyarakat ini dilaksanakan secara input, proses, dan output, Pada tahapan input kegiatan ini mencakup beberapa Stackholder dan tim serta peserta yang terlibat, Pada tahap Proses melakukan sosialisasi program. Tahap output yaitu kegiatan monitoring dengan memantau setiap kegiatan sesuai rencana dan di laksanakan selama peroses pengabmas dengan memofikasi kegiatan sesuai tujuan, hasil kegiatan kelompok peer group cisarere diperolah hasil siswa saling bertukar informasi terkait kesehatan reproduksi dan cara mencegahnya, siswa dan kader remaja UKS/PMR terlihat antusias dan lebih kooperatif dalam kegiatan ini, Saran Diharapkan perlu dilakukan sosialisasi secara terus menerus mengenai kesehatan reproduksi pada remaja dengan membentuk kelompok peer group remaja untuk saling bertukar informasi, sehingga dengan harapan menurunkan angka pernikahan usia dini dan penyalahgunaan narkotika Kata Kunci: Cisarere, Remaja, Peer Group  ABSTRACT The composition of the population of Metro City by age group shows that the young population (0-14 years) is 25.54% of the total population. (Metro Health Profile, 2019). Results The report obtained from the school health unit (UKS) of 40 students contained 20% of students with overweight and obese nutritional status, 50% of students with anemia, and 30% of students who experienced irregular menstrual cycles. The Cisarere peer group (Adolescent reproductive healthy love) is one way for teenagers to form relationships with people outside the family, namely by making adjustments to their peer group. The purpose of this community service is to carry out community service through the role of the Cisarere Peer Group (Adolescent Reproductive Health Love )to Increase Adolescent Reproductive Health Knowledge at SMAN 4 Metro. This method in community service is carried out by input, process, and output, at the input stage this activity includes several stakeholders and the teams and participants involved, and at the process stage socializing the program. and the Output Stage, namely Monitoring activities by monitoring each activity according to the plan and carried out during the community service process by modifying activities according to objectives, the results of the Cisarere Peer Group activities obtained are the results of students exchanging information related to reproductive health and how to prevent it, students and cadres of UKS/PMR youth looks enthusiastic and more cooperative in this activity, Suggestion It is hoped that there needs to be continuous socialization regarding reproductive health in adolescents by forming adolescent peer groups to exchange information, so that in the hope of reducing the rate of early marriage and drug abuse. Keywords: Cisarere, Teen, Peer Group
Pemberian Aromaterapi Lavender pada Ibu Hamil Trimester I dengan Emesis Gravidarum Didesa Margorejo Lampung Selatan Wahid Tri Wahyudi; Riska Wandini; Eka Novitasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.7262

Abstract

ABSTRAK Kehamilan merupakan suatu hal yang sangat di dambakan oleh setiap pasangan suami istri. Namun kehamilan menyebabkan perubahan fisik dan psikis pada tubuh. Hal tersebut menimbulkan bermacam-macam keluhan salah satunya mual muntah. Mual muntah atau yang di sebut dengan Emesis Gravidarum adalah gejala yang wajar atau sering terdapat pada kehamilan trimester pertama. Hal ini terkadang terjadi pada saat bangun tidur di pagi hari, tetapi juga bisa pada saat siang atau malam hari. Tujuan melakukan penerapan aromaterapi lavender untuk ibu hamil trimester I Di Desa  Margorejo Kecamatan  Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022. Metode: Desain student oral case analysis (SOCA) menggunakan desain studi kasus dalam bentuk  penerapan dengan cara pendekatan sesuai metode deskriptif, metode ini bersifat mengumpulkan data terlebih dahulu, menganalisis data lalu menarik kesimpulan data. Subjek ini adalah 3 orang ibu hamil trimester I dengan emesis gravidarum di desa Margorejo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan tahun 2022. Hasil dari hasil pengkajian dan implementasi yang sudah dilakukan selama 7 hari, Ny P, Ny.R dan Ny T mengalami perubahan pada rasa mual muntahnya. Ny P sebelumnya 4 kali sehari menjadi rasa muntahnya menghilang tinggal rasa mualnya. Ny R sebelumnya 4 kali setelah menggunakan terapi menjadi 1 kali mual muntah. Sedangkan Ny T sebelumnya 4-5 kali mual muntah bisa menurun menjadi 1 kali sehari dalam seminggu.Kesimpulan: Berdasarkan hasil  uraian asuhan keperawatan pada Ny P, Ny R dan Ny T di desa margorejo, data ditemukan sesuai tinjauan teori dan perawat mengajarkan pemberian aromaterapi lavender sesuai SOP. Terapi di lakukan selama 7 hari dan pasien mengalami penurunan mual muntah. Kata kunci: Lavender Aromatherapy, Kehamilan, Emesis Gravidarum ABSTRACT  Pregnancy is something that is very coveted by everi married couple. However, pregnancy cause physical and psychological changes in the body. This causes various complaints, one of which is nausea and vomiting. Nausea and vimiting, also known as emesis gravidarum, is a common symptom in the first trimester of pregnancy. This sometimes happens when you wake up in the morning, but it can also happen during the day or at night. Objective To apply lavender aromatherapy for first trimester pregnant women in Margorejo Village, Jati Agung District, South Lampung Regency in 2022.Writing Method: Student oral case analysis (SOCA) design uses a case study design in the form of an application with an approach according to the descriptive method, this method is to collect data first, analyze the data and then draw data conclusuons. These subjects are 3 first trimester pregnant women with emesis gravidarum in Margorejo Village, Jati Agung District, South Lampung Regency in 2022. Results From the results of the assessment and implementation that had been carried out for 7 days. Mrs. P, Mrss. R and Mrs. T experienced changes in their nausea and vomiting. Mrs. P previously 4 times a day the feeling of vomiting disappeared, only the feeling of nausea. Mrs. R previously 4 times after using therapy to 1 time nausea and vomiting. While Mrs. T previously had 4-5 times of nausea and vomiting, it could decrease to once a day in a week. Conclusion:Based on the results of the description of nursing care for Mrs. P, Mrs. R anfd Mrs. T in the village of Mergorejo, the data was faound according to the theory review and the nurse teach the lavender aromatherapy according to the SOP. The administration of lavender aromatherapy was carried out for 7 days and the patient experienced a decrease in the nausea and vomiting. Keywords: Lavender Aromatherapy, Pregnancy, Emesis Gravidarum
Pelatihan Mitigasi Pra Bencana pada Organisasi Pemberdayaan Kesehatan Keluarga (Pkk) di Kecamatan Langsa Lama Emilda AS; Magfirah Magfirah; Asmanidar Asmanidar; Anda Syahputra; Silfia Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.8283

Abstract

ABSTRAK Peran Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam pemberdayaan wanita merupakan segala tindakan yang dilakukan oleh PKK dengan tujuan meningkatkan kemampuan dan potensi yang dimiliki perempuan, agar secara mandiri wanita mempunyai keterampilan dan keahlian dalam menghadapi masalah yang mereka hadapi secara mandiri melalui peningkatan kapasitas dan kualitas hidup. Upaya mengurangi risiko bencana yang sudah ada maupun mencegah terjadinya risiko baru dapat dilakukan dengan meningkatkan ketangguhan masyarakat. Masyarakat sebagai korban terdampak bencana memiliki risiko yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat risiko tersebut dapat dikurangi ataupun dicegah apabila ketangguhan telah terbentuk dalam diri masyarakat.Tujuan: kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan organisasi PKK dalam mitigasi bencana berbasis keluarga melalui pelatihan serta pendampingan. Metode: Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode pelatihan serta pendampingan yang dilanjutkan simulasi dengan sasaran anggota PKK yang ada di Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa, bulan Juni s/d Agustus 2022 dengan jumlah sasaran 32 orang. Hasil: adanya perbedaan nilai pengetahuan antara sebelum dan sesudah anggota PKK diberikan pelatihan serta pendampingan dengan kategori baik yaitu 40,6% menjadi 84,4%. Kesimpulan: Melalui kegiatan simulasi dalam pelatihan serta pendampingan pada organisasi PKK diharapkan para anggota PKK mengalami peningkatan pengetahuan serta dapat melakukan mitigasi bencana berbasis keluarga demi membentuk ketangguhan bagi masyarakat. Kata Kunci: Pelatihan, Mitigasi, Bencana, PKK  ABSTRACT The role of Family Welfare Empowerment (PKK) in empowering women is all actions taken by PKK with the aim of increasing the abilities and potentials of women, so that women independently have the skills and expertise to deal with the problems they face independently through capacity building and quality life. Efforts to reduce existing disaster risks and prevent new risks can be carried out by increasing community resilience. Communities as victims affected by disasters have risks that can be in the form of death, injury, illness, threatened life, loss of sense of security, displacement, damage or loss of property, and disruption of community activities. These risks can be reduced or prevented if resilience has been formed within the community. this service activity is to increase the knowledge and organizational capabilities of the PKK in family-based disaster mitigation through training and mentoring. Methods: Service activities are carried out by training and mentoring methods followed by simulation with the target of PKK members in Langsa Lama District, Langsa City, in June s /d August 2022 with a target number of 20 people. Results: there is a difference in the value of pre-test and post-test knowledge of the Youth Red Cross (PMR) with good categories, namely 55% to 85%. Conclusion: Through simulation activities in training and assistance to PKK organizations, it is hoped that PKK members will experience increased knowledge and be able to carry out family-based disaster mitigation in order to build resilience for the community. Keywords: Training, Mitigation, Disaster, PKK
Edukasi Vaksinasi COVID-19 dan Distribusi Masker Pada Anak Usia 12-17 Tahun Di Banjar Medahan, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar Ni Putu Riza Kurnia Indriana; Ni Wayan Sri Rahayuni; Komang Ayu Purnama Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6758

Abstract

ABSTRAK Kasus Covid-19 di Indonesia pada bulan Juni 2021 terus mengalami peningkatan. Terdapat 108 ribu kasus berada pada rentang usia 12-17 tahun. Pemerintah Indonesia mengintruksikan pemberian vaksinasi pada anak usia 12-17 tahun. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19 pada anak usia 12-17 tahun di Banjar Medahan, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Pengabdian kepada masyarakat di Banjar Medahan, Desa Medahan, Kecamatan, Blahbatuh, Gianyar dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahap pertama dilakukan penyuluhan mengenai edukasi vaksinasi Covid-19 dan distribusi masker pada anak usia 12-17 tahun dan juga pretest dan posttes. Tahap kedua dilakukan edukasi penggunaan masker yang benar dan distribusi masker. Tahap ketiga dilakukan pengukuran tanda vital dan evaluasi kegiatan. Edukasi vaksinasi Covid-19 dan distribusi masker dilakukan pada anak usia 12-17 tahun sejumlah 50 orang anak. Hasil pretest didapatkan sebanyak 6 orang (12%) memiliki pengetahuan sangat baik mengenai vaksinasi Covid-19, sebanyak 32 orang (64%) memiliki pengetahuan baik mengenai vaksinasi Covid-19 dan sebanyak 6 anak (24%) memiliki pengetahuan cukup mengenai vaksinasi Covid-19. Setelah dilakukan penyuluhan mengenai edukasi vaksinasi Covid-19, hasil posttesnya mengalami peningkatan yaitu sebanyak 43 orang (86 %) memiliki pengetahuan yang sangat baik mengenai edukasi Covid-19 dan sebanyak 7 orang (14%) memiliki pengetahuan baik mengenai edukasi Covid-19. Setelah dilakukan edukasi mengenai penggunaan masker, anak menjadi paham dan bisa mempraktekkan penggunaan masker yang benar. Hasil vital sign seluruh anak dalam batas normal. Terjadi peningkatan pengetahuan anak usia 12-17 tahun sebelum dan setelah diberikan edukasi vaksinasi Covid-19. Masker telah didistribusikan kepada 50 anak usia 12-17 tahun. Hasil tanda vital anak dalam batas normal. Kegiatan edukasi vaksinasi Covid 19 sangat bagus dilakukan. Untuk kedepannya kegiatan ini bisa dilanjutkan lagi agar capaian vaksinasi pada anak usia 12-17 tahun tercapai. Kata kunci: Edukasi, Vaksinasi, Covid-19     ABSTRACT Covid-19 cases in Indonesia in June 2021 continue to increase. There were 108,000 cases in the age range of 12-17 years. The Indonesian government has instructed the vaccination of children aged 12-17 years. Objective: to increase public understanding and awareness to carry out Covid-19 vaccinations for children 12-17 years old in Banjar Medahan, Medahan Village, Blahbatuh District, Gianyar. Community service in Banjar Medahan, Medahan Village, District, Blahbatuh, Gianyar was carried out through three stages, namely the first stage was counseling about vaccine-19 education and distribution of masks to children aged 12-17 years as well as pretest and posttest. The second stage is education on the correct use of masks and distribution of masks. The third stage is measuring vital signs and evaluating activities. Education on Covid-19 vaccination and distribution was carried out to 50 children aged 12-17 years. The results of the pre test showed that 6 people (12%) had very good knowledge about Covid-19 vaccination, 32 people (64%) had good knowledge about Covid-19 vaccination and 6 children (24%) had sufficient knowledge about Covid-19 vaccination. After counseling about Covid-19 vaccination education, the post-test results increased, namely 43 people (86%) had very good knowledge about Covid-19 education and 7 people (14%) had good knowledge about Covid-19 education. After being educated about the use of masks, children understand and can practice the correct use of masks. The vital signs of all children were within normal limits. There was an increase in the knowledge of children aged 12-17 years before and after being given Covid-19 vaccination education. Masks have been distributed to 50 children aged 12-17 years. The results of the child's vital signs were within normal limits. Covid 19 educational activities are very good to do. In the future, this activity can be continued so that the achievement of vaccination for children 12-17 years old is achieved. Keywords: Education, Vaccination, Covid-19
Penyuluhan tentang Pentingnya Tetap Mematuhi Protokol Kesehatan di Era New Normal di Gang Dame Pondok Merindu Timbangan Deli Medan Amplas Rispalina Ritonga; Romauli Siallagan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7588

Abstract

ABSTRAK COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Dalam penanggulan dan pencegahanya Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menerapkan protokol kesehatan yang harus ditaati oleh masyarakat. Namun, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan tersebut dirasa masih belum memuaskan. Tujuan dari kegiatan penyuluhan ini adalah agar masyarakat di Gang Dame Pondok Merindu dapat memahami pentingnya tetap menerapkan serta mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Gang Dame Pondok Merindu Medan Amplas. Kegiatan ini diawali dengan Tanya jawab seputar COVID-19 kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan tentang protokol kesehatan dimasa pandemi COVID-19. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan di era pandemi COVID-19. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah pemberian edukasi sebesar 63,2%. Harapan dari kegiatan ini tentunya agar mahasiswa, instansi, dan tenaga kesehatan tidak berhenti untuk terus mengedukasi masyarakat khususnya preventif atau pencegahan COVID-19. Sehingga pada akhirnya akan menurunkan angka kejadian COVID-19 di Indonesia. ABSTRACK COVID-19 is an infectious disease caused by a newly discovered type of coronavirus. In handling and preventing it, the Ministry of Health of the Republic of Indonesia applies health protocols that must be adhered to by the community. However, the level of community compliance with the health protocol is still not satisfactory. The purpose of this outreach activity is so that the community in Gang Dame Pondok Merindu can understand the importance of continuing to implement and comply with health protocols during this pandemic. This community service activity was carried out at Gang Dame Pondok Merindu Medan Amplas. This activity began with a question and answer session about COVID-19 then continued with counseling about health protocols during the COVID-19 pandemic. This activity is the first step to increase public knowledge and awareness to comply with health protocols in the era of the COVID-19 pandemic. The result of this activity is an increase in public knowledge before and after the provision of education by 63.2%. The hope of this activity is of course so that students, agencies, and health workers do not stop to continue educating the public, especially the prevention or prevention of COVID-19. So that in the end it will reduce the number of cases of COVID-19 in Indonesia Keywords: Counseling, Health Protocol, COVID-19  
Penyuluhan Pencegahan Demam Berdarah dan Pelatihan Pembuatan Abate Alami dari Tanaman Sereh di Desa Bendiljati Wetan Sumbergempol Heru Susanto; Novintan Elistya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6340

Abstract

ABSTRAK Peningkatan penderita DBD dipengaruhi faktor cuaca dan tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, diperkirakan tahun ini yaitu 2022 terjadi ledakan kasus. Khususnya pada desa Bendiljati Wetan berdasarkan pemaparan tenaga kesehatan dari sarana kesehatan atau Ponkesdes, kasus DBD pada daerah tersebut masih sangat tinggi hingga menyebabkan kematian pada warga desa Bendiljati Wetan. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatakan pengetahuan tentang demam berdarah dan pembuatan abate alami dari tanaman sereh masyarakat Desa Bendiljati Wetan Sumbergempol. Kegiatan berupa pelatihan pembuatan abate yang terbuat dari batang sereh dan penyuluhan terkait pencegahan dan pemberantasan nyamuk dan jentik nyamuk, khususnya penyebab demam berdarah. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan abate batang sereh dapat meningkatkan manfaat dari batang sereh dan juga meningkatkan pengetahuan masyarakat sebesar 80% tentang pencegahan penyakit DBD secara alami. Kata Kunci: Demam Berdarah, Sereh, Jentik Nyamuk.  ABSTRACT The increase in dengue fever sufferers is influenced by weather factors and the level of public awareness in maintaining environmental cleanliness, it is estimated that this year, namely 2022, there will be an explosion of cases. Especially in the village of Bendiljati Wetan, based on the exposure of health workers from health facilities or Ponkesdes, cases of DHF in the area are still very high, causing death to residents of Bendiljati Wetan village. The purpose of this service is to increase knowledge about dengue fever and the manufacture of natural abate from the lemongrass plant of the people of Bendiljati Wetan Sumbergempol Village. Activities in the form of training in making abate made from lemongrass stems and counseling related to the prevention and eradication of mosquitoes and mosquito larvae, especially the cause of dengue fever. Extension activities and training on making lemongrass stem abate can increase the benefits of lemongrass stems and also increase community knowledge by 80% about natural prevention of dengue disease.Keywords: Dengue Fever, Lemongrass, Mosquito Larvae
Pelatihan Pembuatan Sabun dari Minyak Jelantah Novi Ayu Kristiana Dewi; Marilin Kristina; Dwi Puastuti; Novita Andriyani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7127

Abstract

ABSTRAK Minyak jelantah adalah minyak goreng yang sudah dipakai atau dipanaskan secara berulang kali pada suhu tinggi sehingga menghasilkan lemak trans yang berbahaya bagi tubuh karena bisa minubulkan masalah Kesehatan. Selain berbahaya bagi tubuh, minyak jelantah juga dapat mencemari lingkungan sekitar apabila dibuang begitu saja. Tujuan dari peneitian ini adalah memberikan edukasi kepada warga tentang bahaya minyak jelantah bagi tubuh dan lingkungan serta memberikan pelatihan kepada warga tentang pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku pembeuatan sabun cuci. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisai yang disertai dengan diskusi tanya jawab yang kemudian dilanjutkan dengan pelatihan secara berkelomok. Kegiatan di lakukan di Pekon Bumi Ayu yang dihadiri oleh 24 ibu rumah tangga. Hasil dari kegiatan ini bahwa semua masyarakat Pekon Bumi Ayu mengetahui bahaya minyak jelantah bagi kesehatan tubuh sehingga tidak dikonsumsi, sebagian besar masyarakat tidak sadar bahwa minyak jelantah yang dibuang dapat mencemari lingkungan namun mereka tidak tahu cara mengolahnya. Setelah dilakukan sosialisai dan pelatihan, masyarakat menjadi tahu bahwa minyak jelantah dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan sabun sehingga diperoleh sabun padat yang dapat diaplikasikan untuk mencuci perkakas kotor. Kata Kunci: Pelatihan, Sabun, Minyak Jelanatah.  ABSTRACT Used cooking oil is cooking oil that has been used or heated repeatedly at high temperatures to produce trans fats which are harmful to the body because they can cause health problems. Besides being harmful to the body, used cooking oil can also pollute the surrounding environment if thrown away. This research aims to educate residents about the dangers of used cooking oil for the body and the environment and provide training to residents about the use of used cooking oil as a raw material for making laundry soap. The method used in this activity is socialization accompanied by a question and answer discussion followed by group training. The activity was carried out at Pekon Bumi Ayu, which 24 housewives attended. The result of this activity is that all the people of Pekon Bumi Ayu know the dangers of used cooking oil for their health so that it is not consumed; most people are unaware that cooking oil can pollute the environment, but they do not know how to process it. After conducting socialization and training, the community became aware that used cooking oil could be used as an ingredient for making soap so that solid soap could be applied to wash dirty utensils. Keywords: Training, Soap, Used Cooking Oil.
Edukasi Pengenalan dan Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak dan Remaja di Panti Asuhan Anak Yatim/ Fakir Miskin Ar-Rahman Pekanbaru Yeni Devita; Yureya Nita; Alfianur Alfianur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.7140

Abstract

ABSTRAK Kasus kekerasan seksual pada anak dan remaja saat ini marak terjadi. Kasus kekerasan seksual pada anak merupakan kasus seksual tertinggi dibandingkan kelompok usia lainnya. Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia tahun 2021 ada 3 kasus kekerasan tertinggi yang terjadi pada anak. Pada tahun 2020 kekerasan seksual pada anak sebanyak 419  kasus, dikuti dengan kekerasan fisik sebanyak 249 kasus dan kekerasan psikis sebanyak 119 kasus. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak dan remaja tentang kekerasan seksual. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi. Hasil Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada anak dan remaja Panti Asuhan Anak Yatim / Fakir Miskin Ar-Rahman Pekanbaru setelah pemberian edukasi terkait pengenalan dan pencegahan kekerasan seksual. Dibutuhkan berbagai upaya un tuk mencegah kekerasan seksual ini dari berbagai pihak yang terkait. Kata Kunci: Edukasi, Kekerasan Seksual, Anak, Remaja  ABSTRACT Cases of sexual violence against children and adolescents are currently rife. Cases of child sexual violence are the highest sexual cases compared to other age groups. According to the Indonesian Child Protection Commission in 2021 there were 3 highest cases of violence that occurred against children.  In2020, sexual violence against children was 419 cases, followed by physical violence in 249 cases and psychic violence in 119 cases.  This Community Service aims to increase the knowledge of children and adolescents about sexual violence.  This community service activity is carried out by the method of lectures and discussions.  There is an increase in knowledge in children and adolescents of  the Orphanage for Orphans / Poor People Ar-Rahman Pekanbaru after providing education related to the introduction and prevention of sexual violence.  Various efforts are needed to prevent this sexual violence from various parties involved. Keywords: Education, Sexual Violence, Child, Adolescent

Page 75 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue