cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pemanfaatan Olahan Limbah Bonggol Jagung sebagai Salah Satu Solusi Peningkatan Perekonomian di Desa Tambaksari Meilia Suherman; Nisrin Sumia Hidayanti; Liza Nuura Utami; Fazrul Rahman Firdaus; Muhammad Hanif Abdullah Rabbani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7971

Abstract

ABSTRAK Desa Tambaksari memiliki potensi tanaman jagung yang cukup banyak, namun banyaknya bonggol jagung yang dihasilkan hanya dibuang atau seringkali dibakar sebagai sampah. Bonggol jagung merupakan salah satu limbah yang dapat diolah menjadi berbagai macam olahan salah satunya yaitu tepung dari bonggol jagung. Bonggol jagung juga memiliki kandungan lignin pada bonggol jagung sebesar 23,3 %, hemiselulosa 31,8 % dan selulosa 44,9 %. Tepung dari bonggol jagung memiliki keunggulan, dari tepung biasanya yaitu rendah kalori serta tinggi serat dan protein yang dimana bisa meminimalisir penyakit Diabetes Melitus.  Tujuan pemberdayaan masyarakat Desa tambaksari ini untuk mengolah bonggol jagung yang merupakan limbah menjadi produk yang bernilai ekonomis bagi kehidupan masyarakat di Desa Tambaksari. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode penyuluhan mengenai inovasi pembuatan tepung dari bonggol jagung yang dilaksanakan di desa tambaksari dari tanggal 26 Agustus 2022. Hasil yang didapat pada saat penyuluhan, adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan limbah bonggol jagung sehingga dapat diolah menjadi suatu produk yang memiliki nilai kesehatan dan nilai ekonomi tinggi sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat di Desa Tambaksari. Dari hasil penyuluhan masyarakat mendapatkan peningkatan pemahaman tentang cara memanfaatkan limbah bonggol jagung dan membuatnya menjadi suatu produk, diantaranya brownies kering. Kata Kunci: Limbah, Jagung, Bonggol Jagung, Perekonomian, Pemanfaatan.  ABSTRACT Tambaksari Village has quite a lot of potential for corn plants, but the large number of corncobs produced is only thrown away or often burned as garbage. Corn cobs are one of the wastes that can be processed in various kinds of processing, one of which is flour from corn cobs. Corn cobs also contain lignin in corn cobs of 23.3%, hemicellulose 31.8%, and cellulose 44.9%. Flour from corn cobs has advantages, compared to flour which is usually low in calories and high in fiber and protein which can minimize Diabetes Mellitus. The purpose of empowering the Tambaksari Village community is to process corn cobs which are waste into products that have economic value for people's lives in Tambaksari Village. This community service was carried out using an extension method regarding the innovation of making flour from corn cobs which were carried out in Tambaksari village from August 26, 2022. The results obtained during the extension, there was an increase in public understanding about the utilization of corncob waste so that it can be processed into a product that has health value and high economic value so that it can increase economic value for the community in Tambaksari Village. From the results of public outreach, there is an increased understanding of how to utilize corncob waste and make it into a product, including dry brownies. Keywords: Waste, Corn, Corn Cob, Economy, Utilization.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Pentingnya Vaksinasi Covid-19 melalui Pengendalian Penyakit tidak Menular (Ptm) pada Lansia Gusgus Ghraha Ramdhanie; Sandra Pebrianti; Fanny Adistie
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6261

Abstract

ABSTRAK Cakupan vaksinasi dipengaruhi juga oleh tinngginya angka Penyakit Tidak Menular (PTM) pada masyarakat terutama pada kelompok lansia. Tak hanya berkaitan dengan interval penyuntikan, ada tahapan lain yang diberlakukan kepada lansia pada saat skrining vaksinasi. Tujuan: meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19 melalui pengendaian Penyakit Tidak Menular (PTM) untuk percepatan cakupan vaksinasi dan pencegahan penularan Covid-19. Penyuluhan kesehatan pada kelompok lanjut usia. Kegiatan   Penyuluhan   Kesehatan   bersama   dengan Kegiatan Skrining PTM dihadiri oleh 77 orang lansia. Para lansia memperoleh pengetahuan lebih terkait vaksnasi sebagai pencegahan penyebaran Covid-19 dan bagaimana mengendalikan penyakit tidak menular yang dialami, hal ini ditunjukkan dengan antusiasme para lansia dalam menjawab serta memberikan pertanyaan selama berjalannya penyuluhan. Kegiatan PKM telah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dengan cara mengendalikan penyakit tidak menular. Kata kunci: Covid-19, Penyakit Tidak Menular, Vaksinasi.  ABSTRACT Vaccination coverage is also influenced by the high rate of Non-Communicable Diseases (NCDs) in the community, especially in the elderly population. Not only related to the vaccination interval, there are other stages that are applied to the elderly at the time of vaccination screening. Increase public awareness of Covid-19 vaccination through control of Non-Communicable Diseases to accelerate vaccination coverage and prevent Covid-19 transmission. Health education in the elderly group. Health Counseling Activities together with PTM Screening Activities were attended by 77 elderly people. The elderly gained more knowledge related to vaccination as a prevention of the spread of Covid-19 and how to control non-communicable diseases they experienced, this was shown by the enthusiasm of the elderly in answering and asking questions during the counseling. PKM activities have increased public awareness about the importance of vaccination by controlling non-communicable diseases. Keywords : Covid-19, Non-Communicable Diseases, Vaccination.
Program Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Untuk Remaja Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 34 Jakarta Septa Meriana Lumbantoruan; Lisandra Maria Sidabutar; Deby Kristiani Uligraff
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7488

Abstract

ABSTRAK Kejadian henti nafas dan henti jantung di komunitas erat hubungannya dengan epidemiologi penyakit jantung. Prevalensi penyakit jantung di Indonesia adalah 15 dari 1000 orang dari data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2019 yang meningkatkan risiko kejadian henti jantung dan henti nafas yang dapat terjadi pada tempat-tempat yang tidak dapat diprediksi. Remaja sebagai anggota keluarga dan komunitas masyarakat harus memiliki kemampuan dasar dalam memberikan bantuan hidup dasar (BHD) pada yang membutuhkan agar dapat mengurangi komplikasi kematian akibat penyakit jantung.  Tujuan kegiatan pelatihan BHD yang dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 34 Jakarta adalah (1) memberikan edukasi kesehatan mengenai penyakit jantung kepada remaja, (2) mengedukasi peran remaja di kehidupan sehari-hari untuk mengurangi resiko penyakit jantung dari dini, dan (3) memberikan pelatihan bantuan hidup dasar kepada remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan dalam bentuk pelatihan BHD di SMAN 34 Jakarta. Kegiatan dimulai dengan sesi pemberian edukasi kesehatan dan dilanjutkan dengan demonstrasi cara memberikan BHD. Pelatihan BHD ini bermanfaat bagi komunitas, khususnya remaja. Tingkat pengetahuan peserta meningkat signifikan dengan membandingkan hasil pre-test dengan post-test (p<.000). Selain itu, peserta mampu memberikan BHD dengan baik setelah pelatihan diberikan. Edukasi mengenai penyakit jantung dan pelatihan BHD pada remaja adalah hal yang penting untuk mencegah penyakit jantung dan komplikasinya. Kata kunci: bantuan hidup dasar, remaja, kardiovaskuler ABSTRACT Cardiac arrest in the community is related to the prevalence of heart disease. The prevalence of heart disease in Indonesia is 15 out of 1000 people from Kementerian Kesehatan Republik Indonesia in 2019  which elevates the risk of cardiac arrest in unpredictable places. Adolescents as a member of family and community must be capable of performing basic life support (BLS) to reduce the mortality as result of heart disease. The purposes of this community service were to (1) deliver health education about heart disease to adolescents, (2) educate the adolescents about how to reduce the risk of heart disease, and (3) train the adolescents to perform basic life support. The community service of BLS training was conducted in senior high school (SMAN) 34 Jakarta. The trainer delivered theoretical knowledge about basic life support. After this session, the trainer and instructors demonstrated the skill of performing BLS. The adolescents (students) then asked to redemonstrate the skill until they could take on the BLS well. This BLS training was beneficial for the community especially in adolescents. The knowledge of the participants was significantly increasing in the post-test compared to pre-test (p<.000). Furthermore, the adolescents could perform the BLS well after the training. Heart disease education and BLS training are important in adolescence to prevent cardiovascular disease and its complications.  Keywords: basic life support, adolescents, cardiovascular
Edukasi Kesehatan Penatalaksanaan Hipertensi dan Diabetes Melitus Martina Pakpahan; Ni Gusti Ayu Eka; Peggy Sara Tahulending; Yohanes Gamayana Trimawang Aji; Yenny Yenny
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7315

Abstract

ABSTRAK Perkembangan penyakit saat ini di dunia termasuk Indonesia telah beralih dari penyakit menular kepada penyakit tidak menular (PTM) seperti Hipertensi, Diabetes Melitus dan Stroke yang terus meningkat dari tahun ke tahun baik di kota maupun di desa. Pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang penatalaksanaan Hipertensi dan Diabetes Melitus perlu terus dilakukan. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa webinar edukasi kesehatan, dengan tema ‘Mengenal Hipertensi dan Diabetes Melitus serta penatalaksanaannya, dilakukan pada 10 September 2020 menggunakan platform Zoom meeting dan Youtube chanel. Edukasi menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi teknik relaksasi nafas dalam. Kegiatan ini merupakan bagian dari Webinar series dengan tema besar “Promosi Kesehatan Holistik”. Webinar bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui upaya promotif, preventif dan kuratif terkait Hipertensi dan Diabetes Melitus. Kegiatan diikuti oleh 321 peserta, dengan mayoritas memiliki karakteristik; perempuan (75%), berdomisili di pulau Jawa (42%), berusia <25 tahun (63%), dan berpendidikan SMA (43%). Terkait status kesehatan diketahui sebanyak 33% peserta memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi atau diabetes melitus, 7% peserta terdiagnosa hipertensi, 3% peserta terdiagnosa DM, 21 % peserta overweight dan obesitas, 26% peserta mengonsumsi gula dan garam harían berlebih dan 69% peserta tidak rutin memeriksakan tekanan darah dan gula darah. Hasil tes menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 2,47point dari nilai Pre-test (mean = 10,46) terhadap nilai post-test (mean=12,93). Sikap mayoritas peserta yaitu sebanyak 303 (94%) peserta menyatakan bahwa pola hidup sehat penting sebagai pencegahan hipertensi dan diabetes melitus. Edukasi kesehatan terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap peserta dalam penatalaksanaan Hipertensi Dan Diabetes Melitus. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Edukasi Kesehatan, Hipertensi, Penyakit Tidak Menular, Perilaku sehat  ABSTRACT The current global disease trend, including in Indonesia, has shifted from infectious diseases to non-communicable diseases such as hypertension, diabetes mellitus, and stroke, which continue to rise year after year in both cities and villages. Health education to the public about the management of Hypertension and Diabetes Mellitus needs to be continued. Community Service Activities (PkM) in the form of health education, with the theme of health education on Hypertension and Diabetes management, were held on September 10, 2020, using the Zoom meeting platform and Youtube channel. Education through lecture methods, discussions, and demonstrations of deep breathing relaxation techniques. This activity is part of a Webinar series with the big theme “Holistic Health Promotion”. The webinar aims to increase public awareness through promotive, preventive, and curative efforts related to Hypertension and Diabetes Mellitus. The activity was attended by 321 participants, with the majority having the characteristics; female (75%), domiciled in Java (42%), aged <25 years (63%), and high school education (43%). Regarding health status, it was known that 33% of participants had a family history of hypertension or diabetes mellitus, 7% of participants were diagnosed with hypertension, 3% of participants were diagnosed with DM, 21% of participants were overweight and obese, 26% of participants consumed excess daily sugar and salt and 69% of participants did not regularly check-up blood pressure and blood sugar. The test results showed an increase in knowledge of 2.47 points from the pre-test value (mean = 10.46) to the post-test value (mean = 12.93). The attitude of the majority of participants, as many as 303 (94%) participants stated that a healthy lifestyle is important as an intervention for hypertension and diabetes mellitus. Health education is proven to increase the knowledge and attitudes of participants in the management of Hypertension and Diabetes Mellitus. Keywords: Diabetes Mellitus, Health Education, Hypertension, Non-Communicable Diseases, Healthy Behavior
Edukasi Pengetahuan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada Siswa Jurusan Asper SMKS Bunga Persada Kabupaten Cianjur Jawa Barat Shinta Arini Ayu; Ummi Malikal Balqis; Sri Hartati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6901

Abstract

ABSTRAK Penanganan Pra Hospital secara dini dan tepat pada pasien henti nafas dan jantung sangat penting, karena dapat menurunkan angka kematian dan morbiditas. Pada keadaan henti nafas dan henti jantung maka sirkulasi darah dan transportasi oksigen berhenti, sehingga dalam waktu singkat organ tubuh terutama organ vital akan mengalami kerusakan. Organ yang paling cepat mengalami kerusakan adalah otak, karena otak hanya mampu bertahan jika ada asupan glukosa dan oksigen. Jika dalam waktu 10 menit otak tidak mendapat asupan oksigen dan glukosa maka akan terjadi mati batang otak. Tujuan dari Edukasi Pengetahuan dan Pelatihan bantuan hidup dasar adalah meningkatkan pengetahuan dan dapat melakukan tindakan secara mandiri untuk pertolongan awal. Sasaran kegiatan ini adalah siswa/I SMKS Asper Bunga Persada Cianjur. Metode yang digunakan dalam Edukasi Pengetahuan dan Pelatihan bantuan hidup dasar ini adalah dengan melakukan presentasi materi dan simulasi Resusitasi Jantung Paru. Hasil dari kegiatan ini adalah siswa/I mampu mengetahui dasar-dasar pemberian bantuan hidup dasar dan mampu melaksanakan bantuan hidup dasar pada kasus henti nafas dan henti jantung di lingkungannya. Diharapkan dengan penyuluhan ini para siswa/I dapat sigap dan mampu memberikan bantuan hidup dasar agar dapat memperkecil angka kematian. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar (BHD), Resusitasi Jantung Paru (RJP), Pengetahuan, Edukasi, Henti Jantung  ABSTRACT Early and proper Pre-Hospital treatment of respiratory and cardiac arrest patients is very important, because it can reduce mortality and morbidity. In a state of respiratory arrest and cardiac arrest, blood circulation and oxygen transport stop, so that in a short time the body's organs, especially vital organs, will be damaged. The organ that is most rapidly damaged is the brain, because the brain is only able to survive if there is an intake of glucose and oxygen. If within 10 minutes the brain does not get oxygen and glucose intake, the brain stem will die. The purpose of knowledge education and basic life support training is to increase knowledge and be able to take action independently for initial assistance. The target of this activity is students of Private Vocational School Bunga Persada Cianjur Nursing Assistant Department. The method used in knowledge education and basic life support training is by presenting material and simulating cardiopulmonary resuscitation. The result of this activity is the students are able to know the basics of providing basic life support and are able to carry out basic life support in cases of respiratory arrest and cardiac arrest in their environment. Hopefully with this counseling the students can be quick and able to provide basic life support in order to reduce mortality.  Keywords: Basic Life Support (BHD), Cardiopulmonary Resuscitation (RJP), Knowledge, Education, Cardiac Arrest
Edukasi Pencegahan Covid-19 dan Stunting melalui Pemanfaatan Pekarangan sebagai Sumber Pangan dan Gizi Keluarga di Desa Bukit Rata Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang Berwi Fazri Pamudi; Nonong Hanis; Munira Munira; Dewita Dewita; Zuliani Zuliani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7871

Abstract

ABSTRAK  Angka Stunting di Indonesia sekitar 18,5% balita dalam kategori sangat pendek dan 17,1% balita dalam kategori pendek. Anak-anak yang kerdil biasanya tumbuh menjadi orang dewasa yang kerdil. Stunting dapat menyebabkan pertumbuhan gizi kurang, mengalami keterlambatan dalam pematangan atau pertumbuhan tulang dan tinggi badan. Begitu juga dengan Covid-19 masih banyak masyarakat yang kurang patuh perilaku pencegahan Covid-19 yang dikenal dengan istilah 5M pada setiap kesempatan keluar rumah masalah Covid-19 dan Stunting dan kurangnya masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk pemenuhan pangan dan gizi keluarga khususnya ibu dan anak. Maka dari itu perlu melakukan edukasi pencegahan Covid-19 dan stunting dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan dan gizi keluarga Di Desa Bukit Rata Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang. bentuk kegiatan pengabdian masyarakat adalah dengan metode penyuluhan dan Tanya dan jawab. Sedangkan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan dilakukan pendampingan tanam TOGA dan sayur-sayuran serta pembuatan kolam mini untuk memelihara ikan. setelah dilakukan posttest maka terjadi perubahan peningkatan pengetahuan sebesar 86 %, telah dilakukan penanaman TOGA dan pemeliharan ikan sebagai asupan gizi keluarga. adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi pencegahan Covid-19 dan stunting melalui pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga.  Kata Kunci: Covid-19, Sunting, Pemanfaatan Ekarangan, Masyarakat  ABSTRACT  Stunting rate in Indonesia is around 18.5% under five in the very short category and 17.1% under five in the short category. Dwarf children usually grow up to be stunted adults. Stunting can cause malnutrition, delays in maturation or bone growth and height. Likewise with Covid-19, there are still many people who do not comply with Covid-19 prevention behavior known as 5M at every opportunity to leave the house. The problem of Covid-19 and Stunting and the lack of people using their yards to fulfill food and family nutrition, especially mothers and child. Therefore, it is necessary to conduct education on preventing Covid-19 and stunting by utilizing the yard as a source of food and family nutrition in Bukit Rata Village, Young Vocational District, Aceh Tamiang Regency. The form of community service activities is the method of counseling and question and answer. Meanwhile, the use of the yard as a food source is carried out with assistance in planting TOGA and vegetables as well as making a mini pond to raise fish. Results: after the posttest, there was an increase in knowledge of 86%, TOGA planting and fish rearing were carried out as family nutritional intake. There was an increase in knowledge after being given education on preventing Covid-19 and stunting through the use of the yard as a source of food and family nutrition. Keywords: Covid-19, Edit, Utilization of Yard, Society.
Strategi Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Pentingnya Asi Eksklusif Melalui E-Book dalam Mencegah Kegawatan Status Gizi di Jetis Sukoharjo Ari Pebru Nurlaily; Dheny Rohmatika; Endang Zulaicha Susilaningsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6939

Abstract

ABSTRAK Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan dan minuman pertama dan utama bagi bayi sejak lahir hingga berusia dua tahun. Pemberian ASI secara eksklusif dilakukan sejak bayi lahir sampai dengan usia enam bulan tanpa tambahan makanan dan minuman lainnya, kecuali obat dan vitamin. Kandungan ASI sangat besar manfaatnya bagi bayi. Namun demikian, data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa capaian pemberian ASI ekslusif baru sekitar 44%. Rendahnya tingkat pemberian ASI ekslusif dapat mengakibatkan bayi mengalami status gizi kurang dan beresiko mengalami diare 14 kali lebih besar dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan ASI secara penuh. Pencegahan diperlukan sebagai upaya pencegahan yang salah satunya adalah dengan pemberian pendidikan kesehatan tentang pentingnya ASI eksklusif melalui e-book. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif dan tata cara menyimpan ASI yang benar sehingga diharapkan dapat menekan angka kejadian diare dan status gizi buruk di wilayah Kelurahan Jetis, Sukoharjo. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dengan menyajikan materi yang dikemas dalam e-book melalui aplikasi anyflip yang berisi tentang materi ASI eksklusif dan cara menyimpan ASI yang benar. Pengabdian masyarakat ini telah dilaksanakan selama enam bulan mulai dari tahap assesment sampai dengan evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu nifas tentang pentingnya ASI eksklusif sebesar 77,78%, yakni dari 22,22% (pengetahuan kurang) menjadi 100% (pengetahuan baik). Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan agar ibu hamil mempersiapkan sejak dini untuk memberikan ASI secara eksklusif setelah bayi lahir untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kata Kunci: ASI eksklusif, e-book, pengabdian masyarakat  ABSTRACT Breast milk is the first and primary food and drink for babies from birth until the age of two. Exclusive breastfeeding is given to the babies from birth to the age of six months without any other additional foods and drinks except medicines and vitamins. The content of breast milk is highly useful for babies. However, data from the Basic Health Research in 2018 showed that the achievement of exclusive breastfeeding is still 44%. The low level of exclusive breastfeeding practice may cause the babies to have poor nutritional status and a risk of experiencing diarrhea 14-times higher than those who are fully breastfed. Prevention was needed to reduce the incidence, one of which is by providing health education on the importance of exclusive breastfeeding through e-books. This community service aimed to increase maternal knowledge about the importance of exclusive breastfeeding and how to store breast milk properly so that it could hopefully reduce the incidence of diarrhea and poor nutritional status in the sub-district of Jetis, Sukoharjo. The method used in this community service was lectured by presenting materials about exclusive breastfeeding and how to store breast milk properly using the e-books through the anyflip application. This community service had been carried out for six months, starting from the assessment to the evaluation stages. The results showed an increase in the knowledge of the postpartum mothers about the importance of exclusive breastfeeding by 77,78%; the level of knowledge increased from 22,22% (less knowledge) to 100% (enough knowledge). Based on this result, it is expected that pregnant women prepare themselves early for exclusive breastfeeding after the baby is born to improve the level of health of the community. Keywords: Exclusive breastfeeding, e-book, community service
Pemeriksaan Ante Natal Care dan Penyuluhan Deteksi Dini Kehamilan Resiko Tinggi pada Ibu Hamil Didesa Kutalimbaru Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang Arihta Sembiring; Lusiana Gultom; Yusniar Siregar; Suswati Suswati; Zuraidah Zuraidah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7568

Abstract

ABSTRAK Kematian maternal atau kematian ibu menurut batasan dari The Tenth Revision of International Cassification of Diseases (ICD-10) adalah kematian wanita yang terjadi pada saat kehamilan atau dalam 42 hari setelah kehamilan, tidak tergantung dari lama dan lokasi kehamilan, disebabkan oleh apapun yang berhubungan dengan kehamilan, atau yang diperberat oleh kehamilan tersebut, atau penanganannya, akan tetapi bukan kematian yang disebabkan oleh kecelakaan atau kebetulan. Pelayanan pemeriksaan kehamilan dilakukan untuk mencegah dan mengatasi masalah kehamilan, untuk membantu masalah gizi, masalah sosial dan untuk memberikan pendidikan penyuluhan dalam masalah persalinan dan nifas, cara menjaga diri agar tetap sehat dalam masa hamil, membantu wanita hamil dan keluarganya untuk mempersiapkan kelahiran bayi dan juga penyuluhan tentang KB serta meningkatkan kesadaran mereka tentang kemungkinan adanya resti atau komplikasi dalam kehamilan dan persalinan. Cara mengenalinya harus sedini mungkin sehingga dapat dilakukan upaya penanggulangannya sedini mungkin. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah agar meningkatkan cakupan   K1-K4 di Desa Kutalimbaru Kecamatan Kutalimbaru serta meningkatkan pengetahuan ibu hamil  tentang tanda bahaya pada kehamilan  Trimester I, II , III dan pencegahan serta penanganannya. Metode yang digunakan diawali dengan pengukuran pengetahuan tentang tanda Bahaya Kehamilan Trimester I-III pada ibu hamil dan memberikan kuesioner tentang Tanda Bahaya Kehamilan Trimester I-III pada ibu hamil, selanjutnya dilakukan pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil, kemudian diberi kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda Bahaya Kehamilan Trimester I-III setelah dilakukan  penyuluhan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada 30 ibu hamil trimester I - III dilaksanakan di bulan Februari  sampai dengan  Juni 2022. Terdapat  ibu hamil yang memiliki faktor resiko tinggi kehamilan yaitu: usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun, ibu yang multi gravida (lebih dari 3)  dan anemia serta tinggi fundus uteri tidak sesuai dengan usia kehamilan serta terjadi peningkatan  pengetahuan  ibu hamil    setelah  diberikan  penyuluhan  Deteksi Dini resiko Kehamilan sebelumnya 60% responden memiliki pengetahuan yang kurang ,30% cukup setelah dilakukan pelatihan didapati hasil pengetahuan meningkat menjadi 87% baik dan 13 % cukup. Diperlukan  edukasi  ke ibu hamil lain  untuk  meningkatkan  pengetahuan tentang tentang tentang Deteksi dini dan Faktor Resiko kehamilan serta hiharapkan para ibu hamil yang telah mendapat pelatihan menjadi sumber informasi bagi ibu hamil lainnya Kata Kunci: Ante Natal Care, Deteksi Dini, Tanda Bahaya Kehamilan  ABSTRACT Maternal death or maternal death according to the limits of The Tenth Revision of International Cassification of Diseases (ICD-10) is a woman's death that occurs during pregnancy or within 42 days of pregnancy, regardless of the duration and location of pregnancy, caused by any cause. related to pregnancy, or aggravated by the pregnancy, or its management, but not death caused by accident or accident. Pregnancy check-up services are carried out to prevent and overcome pregnancy problems, to help with nutritional problems, social problems and to provide education and counseling in childbirth and postpartum issues, how to keep themselves healthy during pregnancy, help pregnant women and their families to prepare for the birth of a baby and also counseling about family planning and increasing their awareness about the possibility of restlessness or complications in pregnancy and childbirth. How to recognize it should be as early as possible so that efforts can be made to overcome it as early as possible. The purpose of this community service is to increase the coverage of K1-K4 in Kutalimbaru Village, Kutalimbaru District and increase the knowledge of pregnant women about the danger signs in pregnancy in Trimester I, II, III and their prevention and treatment. Research The method used begins with measuring knowledge about the danger signs of pregnancy in the first trimester of pregnancy and giving a questionnaire about the danger signs of pregnancy in trimester I-III for pregnant women, then a pregnancy check is carried out on pregnant women, then a questionnaire is given to determine the level of pregnancy. knowledge of pregnant women about the danger signs of pregnancy in trimester I-III after counseling. Community service activities were carried out on 30 pregnant women in the I - III trimesters carried out from February to June 2022. There were pregnant women who had high risk factors for pregnancy, namely: age less than 20 years and more than 35 years, mothers who were multi gravida ( more than 3) and anemia and uterine fundal height are not in accordance with gestational age and there is an increase in knowledge of pregnant women after being given counseling on Early Detection of the risk of previous pregnancy 60% of respondents have less knowledge .30% enough after the training it was found that the results of knowledge increased to 87% good and 13% enough. Education for other pregnant women is needed to increase knowledge about early detection and pregnancy risk factors and expect pregnant women who have received training to become a source of information for other pregnant women. Keywords : Ante Natal Care, Early Detection, Pregnancy Danger Signs
Terapi Relaksasi Napas dalam pada Pasien dengan Resiko Perilaku Kekerasan di Rs Jiwa Bandar Lampung Aryanti Wardiyah; Teguh Pribadi; Clara Santa Maria Yanti Tumanggor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7322

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa adalah kondisi seseorang dalam keadaan sehat secara kognitif, afektif,fisiologis,perilaku dan sosial sehingga mampu memenuhi tanggung jawab,berfungsi secara efektif di lingkungannya dan puas dengan perannya sebagai individu maupun dalam berhubungan secara interpersonal.Perilaku kekerasan merupakan salah satu contoh kesehatan jiwa yang sering terjadi di kehidupan masyarakat. Resiko Perilaku kekerasan adalah beresiko membahayakan secara fisik,emosi,dan seksual pada diri sendiri atau orang lain,yang menyebabkan rentang respon marah yang paling maladaptive adalah amuk pada perilaku kekerasan.Selain itu penyebab resiko perilaku kekerasan dapat terjadi karena faktor predisposisi dan faktor presipitasi. Pengobatan terapi untuk resiko perilaku kekerasan yaitu teknik relaksasi napas dalam. Tujuan setelah penyuluhan dan demonstrasi,diharapkan pemberian terapi relaksasi napas dalam untuk menurunkan perilaku kekerasan.Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan demonstrasi terapi relaksasi napas dalam.Terdapat penurunan relaksasi napas dalam setelah diberikan teknik relaksasi pada klien resiko perilaku kekerasan di ruang nuri Bandar Lampung.Dengan demikian, pemberian terapi relaksasi napas dalam sangat efektif dalam menurunkan perilaku kekerasan. Kata Kunci: Kesehatan Jiwa,Risiko Perilaku Kekerasan dan Relaksasi Nafas Dalam ABSTRACT Mental heal this  the condition  of a personina healthy statecognitively, affectively,physiologically,behaviorally and socially so that they areableto fulfilltheir responsibilities,function effectively in their environment and are satisfied  with  their roles  as  individuals  and  in  interpersonal relationships. Violent behavior isone example of mental health that often occursin people's lives.Risk of violent behavioris ther is kofharmphysically,emotionally,and sexually too nesel forothers,which causes the most maladaptive range of angry responses to be amok inviolent behavior.In addition,the cause of the risk of violent behavior canoccur due to predisposing factors and precipitation factors. Therapeutic treatment for the risk  of violent  behavior is deep breathing relaxation techniques.The goal after counseling and demonstration is toprovide deep breathing relaxation therapy toreduceviolent behavior.The activities  carried  out  in  the  form  of  counseling  using  leaflets  and Demonstrations of deep breathing relaxation therapy.There is a decreasein deep breathing relaxation after being given relaxation techniques to client sat risk  of violent  behavior in rung nuri Lampung City. Thus, giving deep breathing relaxation therapy is very effective in reducing violent behavior. Keywords: Mental Health, Risk of Violent Behavior, Relaxation Deep
Edukasi tentang Stunting dan Pemanfaatan Puding Daun Kelor dalam Mencegah Stunting Syiddatul Budury; Nunik Purwanti; Andikawati Fitriasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.6896

Abstract

ABSTRAK Anak yang kekurangan asupan gizi akan berdampak pada keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan otak, tulang, dan gangguan emosi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan pada ibu tentang stunting dan manfaat pemberian daun kelor pada anak. Kegiatan ini diikuti oleh 17 ibu yang memiliki anak balita di RW 16 Pepe Sidoarjo. Kegiatan dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama memberikan pengetahuan tentang stunting dan asupan gizi untuk anak, tahap kedua melakukan demonstrasi cara membuat puding daun kelor. Tingkat pengetahuan ibu tentang stunting dan gizi anak diukur dengan menggunakan kuesioner. Dari hasil pengukuran sebelum diberikan edukasi didapatkan 10 responden yang pengetahuan kurang dan setelah kegiatan terdapat 2 responden yang pengetahuannya cukup. Orang tua penting untuk mengetahui jenis asupan gizi yang baik untuk anak, makanan yang perlu diberikan tidak harus mahal karena banyak makanan di sekitar kita yang terbukti secara ilmiah mempunyai kandungan nutrisi yangbaik untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal.Kata Kunci: Anak, Kelor, StuntingABSTRACTChildren who lack nutritional intake will have an impact on delays in growth and development of the brain, bones, and emotional disorders. The purpose of this activity is to provide knowledge to mothers about stunting and the benefits of giving Moringa leaves to children. This activity was attended by 17 mothers with toddlers in RW 16 Pepe Sidoarjo. The activity was carried out in two stages, the first stage was to provide knowledge about stunting and nutritional intake for children, the second stage was to demonstrate how to make Moringa leaf pudding. Mother's level of knowledge about stunting and child nutrition was measured using a questionnaire. From the measurement results before being given education, it was found that 10 respondents had less knowledge and after the activity there were 2 respondents who had sufficient knowledge. It is important for parents to know the type of good nutritional intake for children, the food that needs to be given does not have to be expensive because there are many foods around us that are scientifically proven to have good nutritional content to help optimal growth and development of children.Keywords: Children, Kelor, Stunting

Page 76 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue