cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.biotika@unpad.ac.id
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA Unpad Jl. Raya Bandung Sumedang Km 21. Jatinangor
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Biotika: Jurnal Ilmiah Biologi
ISSN : 14124297     EISSN : 26214180     DOI : https://doi.org/10.24198/biotika
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi adalah Jurnal terbuka yang diterbitkan oleh Departemen Biologi Universitas Padjadjaran yang berdiri sejak tahun 2002. Artikel yang diterbitkan di Jurnal Biotika meliputi semua artikel penelitian asli (original article) yang relevan dengan bidang Biologi dan akan ditelaah secara tertutup oleh mitra bestari. Dalam era interdisipliner ini, Biotika berperan sebagai media komunikasi ilmiah untuk bidang Biologi dan aplikasi terapannya yang relevan, seperti mikrobiologi, genetika dan molekuler, biologi struktur, biologi fungsi, biologi lingkungan maupun biologi terapan. Biotika juga berperan dalam menerbitkan hasil penelitian yang berkualitas dari peneliti muda untuk dapat dijadikan informasi ilmiah bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian. Para kontributor Jurnal Biotika terbuka untuk peneliti dari bidang-bidang terkait, akademisi dan mahasiswa berbagai strata (S1, S2, dan S3). Jurnal BIOTIKA diterbitkan setiap 6 bulan sekali yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 257 Documents
KARAKTERISASI ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT ASAL TAPE HANJELI Haryani, Tri Saptari; Ismanto, Ismanto; Kurniawati, Ulan
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 21, No 2 (2023): BIOTIKA DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v21i2.45660

Abstract

Tape hanjeli merupakan makanan tradisional khas daerah Sukabumi, Jawa Barat, terbuat dari biji hanjeli (Coix lacryma jobi-L.) yang difermentasi menggunakan ragi. Penelitian bertujuan menguji karakterisasi probiotik isolat bakteri asam laktat asal tape hanjeli. Metode penelitian meliputi pembuatan tape hanjeli, isolasi dan identifikasi isolat bakteri asam laktat, serta karakterisasi Bakteri Asam laktat secara makroskopik dan mikroskopik. Isolasi bakteri asam laktat dilakukan dengan metode pengenceran pada media de Man Rogosa Sharpe Agar (MRS Agar). Diambil tiga pengenceran terakhir 10-5 , 10-6 dan 10-7 . Identifikasi dan karakterisasi bakteri asam laktat secara makroskopik meliputi ukuran, bentuk, warna, elevasi, margin dan opasitas koloni yang tumbuh. Identifikasi secara mikroskopik meliputi Uji Pewarnaan Gram, Uji Katalase, Uji Oksidase. Hasil penelitian diperoleh enam isolat bakteri asam laktat berbentuk batang; hasil uji pewarnaan Gram diperoleh Gram positif, pH pertumbuhan bakteri asam laktat berkisar antara 4.0 – 5.0; hasil uji katalase negatif dan uji oksidase negative. Kesimpulan menunjukkan bahwa bakteri asam laktat dari tape hanjeli diduga berasal dari genus Lactobacillus.
Pemanfaatan dan Pengetahuan Fitokimia Tradisional Tumbuhan Obat Masyarakat Kampung Cigumentong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat Rahmawati, Dita; Zahra, Erisa; Najibullah, Fadel Muhammad; Lengkey, Felice Olivia; Rachma, Nadhira Zaachrany; Butarbutar, Chelsea Lorinta; Septiami, Renata Widya; An Naqiyya, Hilwa Azha; Fadhilah, Alfiyah Nurul; Melati, Kharisma Putri; Irawan, Budi; Muhammad Zahdi, Farrel Radhysa
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 22, No 1 (2024): BIOTIKA JUNI 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v22i1.54683

Abstract

Kampung Cigumentong memiliki potensi yang besar dalam keragaman tumbuhannya, salah satunya tumbuhan obat karena bentang alam yang luas serta berada di tengah hutan kawasan konservasi. Tumbuhan obat di Kampung Cigumentong masih sering dijumpai di sekitar pekarangan, kebun, hutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan masyarakat mengenai jenis, pemanfaatan, pengolahan dan bagian yang dimanfaatkan untuk tumbuhan obat oleh masyarakat di Desa Cijambu sebagai bentuk pengobatan tradisional melalui pengetahuan fitokimia tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, eksplorasi, dan dokumentasi. Teknik yang dilakukan dalam pemilihan informan dalam wawancara semi-terstruktur adalah teknik snowball sampling dan purposive sampling dilakukan terhadap 5 KK. Analisis data kualitatif dilakukan dengan deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 68 jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kampung Cigumentong yang terbagi ke dalam 39 suku dan didominasi oleh suku Zingiberaceae dan Asteraceae. Bentuk pemanfaatan yang sering dilakukan oleh masyarakat Desa Cijambu adalah wedangan yang diolah dengan cara direbus dan bagian yang sering dimanfaatkan adalah daun. Fitokimia tradisional diketahui melalui cita rasa di lidah, aroma yang khas dan sensasi yang dirasakan pada tubuh.
KARAKTERISTIK LARVA Culex sp. DARI PERKEBUNAN KARET DI WILAYAH BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Muhamat, Muhamat; Mujahidin, Ahmad; Gunawan, Gunawan
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 22, No 1 (2024): BIOTIKA JUNI 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v22i1.53751

Abstract

Perkebunan karet di wilayah Banjarbaru menjadi habitat berbagai spesies nyamuk. Tahapan pradewasa dijumpai di wadah getah karet. Beberapa jenis larva nyamuk dapat hidup bersama dalam satu wadah getah yang salah satu larva dari genus Culex. Larva Culex dicirikan mempunyai sifon lebih panjang dari segmen ke 10 dan duri-duri pekten tidak sampai ujung sifon. Penelitian ini mengidentifikasi salah satu spesies dari genus Culex di perkebunan karet dengan menggunakan kunci identifikasi. Pengambilan sampel dengan metode jelajah mengikuti keberadaan wadah getah yang berisi air. Larva yang diambil adalah larva yang mempunyai sifon dengan perbandingan panjang: lebar adalah 11:1. Pengamatan karakteristik morfologi larva dilakukan pada bagian antenna, dorsomentum, pekten, sifon, dan segmen abdomen ke-10. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa bagian ujung antenna spesimen berbentuk tumpul dan terdapat 3 setae, sebanyk 18 gigi dorsomentum, barisan pekten tidak sampai ujung sifon dengan panjang. Segmen abdomen ke-10 tidak sampai tertutup saddle. Karakteristik spesimen ini mempunyai kesamaan dengan karakteristik larva Cx. phangngae endemik Thailand.
UKURAN DAN KOMPOSISI TUBUH MAHASISWA BIOLOGI TAHUN PERTAMA UNIVERSITAS PADJADJARAN Reza, Mu’amar Huzaifi Haqqi; Rohmatullayaly, Eneng Nunuz
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 22, No 2 (2024): BIOTIKA DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v22i2.54442

Abstract

Masa transisi dewasa awal dari Sekolah Menengah Atas (SMA) ke universitas dapat menimbulkan berbagai tantangan bagi mahasiswa tahun pertama. Mahasiswa akan mengalami pola aktivitas yang cenderung berbeda, sehingga diperlukan kondisi fisik yang baik agar pengetahuan, kemampuan serta keterampilan menjadi berkembang secara optimal serta dapat berprestasi. Oleh karena itu, perlu melakukan pengukuran antropometri Mahasiswa Biologi tahun pertama Universitas Padjadjaran untuk mendeskripsikan kondisi fisik baik berupa ukuran dan komposisi tubuh hingga status gizi sebagai upaya preventif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ukuran dan komposisi tubuh serta status gizi Mahasiswa Biologi tahun pertama Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan melakukan pengukuran antropometri berupa tinggi badan, berat badan, komposisi lemak tubuh dan otot skeletal. Selain itu, Indeks Massa Tubuh (IMT) digunakan sebagai indikator status gizi. Subjek merupakan Mahasiswa Biologi tahun pertama Universitas Padjadjaran, terdiri dari 74 perempuan dan 14 laki-laki (rentang usia 17-20 tahun). Hasil pengukuran menunjukkan tinggi dan berat badan Mahasiswa Biologi tahun pertama Universitas Padjadjaran melebihi standar Indonesia. Perempuan memiliki tinggi dan berat badan sebesar 155,5 ± 5,3 cm dan 53,4 ± 10 kg, sedangkan laki-laki sebesar 167,5 ± 6,5 cm dan 60 ± 11,6 kg. Lemak visceral cenderung normal pada perempuan (96%) maupun laki-laki (93%). Perempuan memiliki komposisi tubuh cenderung berlemak, sedangkan laki-laki cenderung berotot. Distribusi lemak subkutan dominan (normal hingga lebih) perempuan terdapat pada lengan dan kaki, sedangkan laki-laki cenderung bervariatif (rendah hingga normal) pada berbagai bagian tubuh. Distribusi otot skeletal laki-laki sangat tinggi pada lengan dan kaki, sedangkan perempuan hanya pada kaki. Berdasarkan nilai IMT, mayoritas status gizi mahasiswa yaitu kategori normal (perempuan 65% dan laki-laki 71%). Kondisi ini menunjukkan lebih dari setengah populasi Mahasiswa Biologi tahun pertama memiliki kondisi fisik yang baik dikedua jenis kelamin.
INVENTARISASI JENIS-JENIS HERPETOFAUNA (SUBORDO: SERPENTES) DI CAMP LEAKEY KAWASAN TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTING KALIMANTAN TENGAH Chandi, Sellanisa Salsabila; Erianto, Erianto; Azahra, Siva Devi
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 22, No 1 (2024): BIOTIKA JUNI 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v22i1.50345

Abstract

Taman Nasional Tanjung Puting telah dikenal sebagai kawasan konservasi orangutan. Selain Orangutan, banyak satwa endemik lainnya di kawasan Camp Leakey yang merupakan jalur tracking wisata hingga jalur feeding Orangutan Taman Nasional Tanjung Putting, yaitu potensi keanekaragaman hewan herpertofauna khususnya jenis ular yang menarik untuk diteliti. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis Herpetofauna (Subordo: Serpentes) yang ada di Camp Leakey Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah sebagai data acuan pertimbangan pengelola dalam kegiatan konservasi dan mengatur alur kunjungan di Camp Leakey Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang menjadi tempat rehabilitasi dan habitat dari Orangutan. Penelitian dilakukan pada Bulan Februari hingga Bulan Maret Tahun 2023 menggunakan Metode Visual Encounter Survey (VES) yang dikombinasikan dengan Metode Transek. Hasil penelitian Subordo Serpentes yang ditemukan berjumlah 13 individu dengan 5 spesies (Dendrelaphis caudolineatus, Psammodynastes pictus, Boiga irregularis, Boiga dendrophila, dan Homalopsis buccata) dari 3 famili (Colubridae, Lamprophiidae, dan Homalopsidae). Semua spesies terdeteksi memiliki status konservasi Least Concern menurut IUCN. Hasil ini mencerminkan pentingnya kawasan ini sebagai habitat penting Serpentes sehingga dapat menjadi dasar untuk menyusun strategi konservasi, mitigasi ancaman terhadap habitat, serta mengelola potensi interaksi antara pengunjung dengan serpentes.
Identifikasi Keberadaan Escherichia coli, Staphylococcus sp. dan Pseudomonas sp. pada Perairan Sekebitung-Fasilitas Jalatista Universitas Padjadjaran Fitriani, Weni; Azzahra, Rianti Nur; Bachariputri, Iqlima; Syaputri, Yolani
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 22, No 1 (2024): BIOTIKA JUNI 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v22i1.55052

Abstract

Kebersihan air minum merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga kesehatan masyarakat sekitar. Akses universal air bersih dan sanitasi tercantum dalam salah  satu poin tujuan pembangunan berkelanjutan pada sektor lingkungan hidup. Secara mikrobiologis, air layak minum harus mengandung 0 coliform per 100 mL air dan tidak mengandung bakteri  patogen lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri coliform serta bakteri Staphylococcus sp. dan Pseudomonas sp. pada Perairan Sekebitung dan sembilan titik Jalatista. Proses penelitian akan dilakukan dalam enam tahap, mencakup pengambilan sampel, pengukuran pH, isolasi bakteri coliform, isolasi bakteri Staphylococcus sp. dan Pseudomonas sp., perhitungan TPC, pewarnaan Gram, uji IMViC, uji Katalase, dan uji gula-gula. Hasil penelitian menunjukkan pH air pada ke Sembilan titik adalah 7. Jumlah koloni bakteri terbanyak berasal dari sampel Air Siap Minum (Jalatista) di FMIPA Unpad yang ditumbuhkan pada medium MSA, EMB, dan CETA, yaitu 4 x 104 CFU/mL, 3 x 104 CFU/mL dan 1,3 x 103 CFU/mL, berturut-turut. Jumlah koloni bakteri pada EMB Jalatista Rektorat Belakang dan MSA Rektorat Belakang masing-masing sebanyak 1x102 CFU/mL. Hal yang sama ditemukan pada jumlah koloni bakteri dari sampel air Sekebitung, Jalatista Gor Jati Unpad, dan Jalatista FH Unpad yaitu sebanyak 1 x 102CFU/mL. Hasil penelitian lainnya tidak menunjukkan adanya bakteri Escherichia coli, dan Staphylococcus sp. pada sampel air yang diuji. Melainkan, terdapat suspek bakteri Acinetor sp., Bacillus sp., Micrococcus sp., serta Enterobacter sp. yang berhasil terisolasi dan teridentifikasi dengan menggunakan uji IMViC, uji Katalase, dan uji gula-gula. 
ISOLASI, IDENTIFIKASI, DAN JUMLAH BAKTERI ENDOFIT ASAL JAMUR TIRAM COKELAT DAN SHIITAKE BERDASARKAN KANDUNGAN ASAM GLUTAMAT Oktaviani, Anti; Indrawati, Ida; Marzuki, Betty Mayawatie; Wulandari, Asri Peni
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 22, No 1 (2024): BIOTIKA JUNI 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v22i1.39515

Abstract

Jamur tiram cokelat dan shiitake merupakan jamur pangan yang mengandung berbagai vitamin, mineral, serta mengandung asam glutamat alami. Studi mengenai pengaruh asam glutamat terhadap keberadaan bakteri endofit yang berasal dari jamur tiram cokelat dan shiitake belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat bakteri endofit dan mengidentifikasi makroskopik dan mikroskopik, serta mengkaji kandungan asam glutamatnya. Perhitungan jumlah bakteri dilakukan dengan metode TPC, lalu diidentifikasi secara makroskopik dan mikroskopik, selanjutnya kandungan asam glutamat pada jamur tiram cokelat dan shiitake dianalisis menggunakan HPLC. Hasil isolasi bakteri menghasilkan enam isolat dengan kode IJTC dan IJS. Pengamatan mikroskopik menunjukkan isolat bakteri terdiri dari gram positif dan negatif dengan morfologi kokus dan basil. Total Plate Count dari isolat jamur tiram coklat dan jamur shiitake berturut-turut adalah 10,18 x 103 CFU/g dan 7,2 x 103 CFU/g. Analisis kandungan asam amino menunjukkan total asam glutamat tertinggi diperoleh pada jamur shiitake sebesar 58.297,31 mg/kg, sementara jamur tiram cokelat sebanyak 33.850,32 mg/kg. Berdasarkan total kandungan asam glutamat tidak mempengaruhi jumlah bakteri endofit. Selain itu, kandungan metabolit sekunder bakteri endofit jamur tiram cokelat dan shiitake belum diketahui aktivitas biologisnya sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memberikan potensi terhadap bioprospeksi edible mushroom.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI BAKTERI ENDOFIT JAMUR LINGZHI (Ganoderma lucidum) DAN MAITAKE (Grifola frondosa) TERHADAP BAKTERI PATOGEN PLAK GIGI Widya, Shafira Nurul; Indrawati, Ida; Wulandari, Asri Peni
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 21, No 2 (2023): BIOTIKA DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v21i2.36285

Abstract

Jamur maitake (Grifola frondosa) dan jamur lingzhi (Ganoderma lucidum) dilaporkan memiliki berbagai macam metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai agen pengobatan penyakit pada manusia. Studi mengenai aktivitas antibakteri jamur maitake dan lingzhi terhadap bakteri penyebab plak gigi belum pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri bakteri endofit yang diisolasi dari jamur maitake dan jamur lingzhi terhadap bakteri patogen plak gigi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu meliputi isolasi, identifikasi makroskopik dan mikroskopik, serta uji aktivitas antibakteri dengan metode Kirby-Bauer. Hasil Isolasi bakteri dari jamur maitake (M) dan lingzhi (L) didapatkan empat isolat, masing-masing: isolat M1, M2, L2 dan L3 yang merupakan bakteri Bacillus sp. Zona hambat yang dihasilkan pada uji aktivitas antibakteri dihasilkan zona hambat sebesar 11 mm pada isolat M1 dan M2, 13 mm pada isolat L2 dan 12 mm pada isolat L3. Isolat L2 berpotensi sebagai kandidat isolat unggulan yang dapat dikembangkan untuk aplikasi kesehatan khususnya karies gigi dan infeksi pada rongga mulut.
KERAGAMAN MAMMALIA DI PLTP KAMOJANG, JAWA BARAT, INDONESIA Megantara, Erri Noviar; Husodo, Teguh; Febrianto, Puput; Pujianto, Muhammad Pahla; Wulandari, Indri; Shanida, Sya Sya; Wibowo, Tri Setia
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 22, No 2 (2024): BIOTIKA DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v22i2.55153

Abstract

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan di kawasan hutan dapat berdampak pada keanekaragaman hayati dan habitatnya. Alih fungsi lahan dari hutan menjadi bangunan infrastruktur tentunya akan mempengaruhi kualitas habitat, salah satunya adalah habitat macan tutul Jawa sebagai satwa endemik Pulau Jawa dan predator puncak, pengendali populasi mangsa, serta terancam punah. Salah satu pembangunan infrastruktur, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, terletak di kawasan non-konservasi, Jawa Barat. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui keberadaan spesies mammalia di kawasan PLTP Kamojang sebagai kawasan non-konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman mammalia di kawasan PLTP Kamojang. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan mengkombinasikan berbagai metode, seperti wawancara, sign survey, observasi langsung, dan collapsible trap. Hasil studi menunjukkan dijumpainya 23 spesies pada tahun 2019 - 2021, dimana 20 spesies dijumpai pada tahun 2019, serta 17 spesies pada tahun 2020 dan 2021. Dari 23 spesies tersebut, dua spesies berstatus Critically Endangered dan tiga spesies berstatus Appendix I. Beberapa spesies selalu dijumpai selama tiga tahun studi, salah satunya adalah Nycticebus javanicus yang berstatus Critically Endangered dan Appendix I. Studi ini memberikan informasi terbaru mengenai keanekaragaman mammalia di Jawa Barat, khususnya di kawasan PLTP.
KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBUCHA MESOKARP MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Kurnia, Dhiffa Trisna; Ilma, Nur Malika; Pinasti, Vanya Aurel; Putri, Aulia Ramanda; Aji, Oktira Roka
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 22, No 2 (2024): BIOTIKA DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v22i2.59897

Abstract

Karakteristik kombucha terbagi menjadi karakteristik kimiawi dan biologi. Kombucha merupakan minuman fermentasi yang kaya akan kandungan antioksidan. Mentimun dipercaya bermanfaat sebagai sumber antioksidan yang dapat mencegah radikal bebas. Penelitian tentang aktivitas antioksidan kombucha dengan berbagai substrat sudah banyak dilakukan, tetapi penelitian tentang aktivitas antioksidan kombucha mesokarp mentimun (Cucumis sativus L.) belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik serta aktivitas antioksidan kombucha mesokarp mentimun pada hari ke-6 dan 12. Fermentasi dilakukan selama 6 dan 12 hari, kemudian masing-masing sampel diuji karakteristiknya, seperti pH, berat kering scoby (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast), kadar gula pereduksi, serta total asam. Aktivitas antioksidan kombucha mesokarp mentimun diuji melalui metode DPPH, kemudian dihitung nilai IC50 nya. Hasil menunjukkan pH dan kadar gula pereduksi mengalami penurunan, sedangkan berat kering scoby dan total asam mengalami peningkatan. Aktivitas antioksidan kombucha mesokarp mentimun menunjukkan nilai IC50 hari ke-6 sebesar 3,5 ppm dan hari ke-12 sebesar 4,4 ppm. Kombucha mesokarp mentimun memiliki antioksidan sangat kuat yang dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan alternatif.