cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
KARAKTERISTIK PENDAPATAN, PENDIDIKAN, POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS MEURAXA Fahmi, Rizal; Atika, Ratih Ayu; Wahab, Abdul
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i4.15226

Abstract

Stunting merupakan suatu keadaan dimana tinggi badan seorang anak lebih pendek dibandingkan dengan tinggi badan orang lain yang seusianya. Stunting dipengaruhi oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi secara berulang - ulang pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurut World Health Organization (WHO) stunting ditentukan dengan nilai Z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) yang kurang dari-2 standar deviasi (SD), Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan observasi analitik dan rancangan yang digunakannya adalah cross sectional. Sampel penilitian menggunakan purposive sampling. Pengambilan sampel menggunakan rumus Isaac dan Michael. Dalam penelitian ini karakteristik ibu dengan anak stunting adalah 67.0%. Berdasarkan tingkat pendidikan ibu anak stunting adalah 63.7%. Berdasarkan tingkat pendapatan orang tua anak stunting dengan pendapatan kurang dari Rp. 2.000.000,00 adalah 72,5%. Karakteristik pola asuh keluarga abaik dengan anak stunting adalah 60.4%. Kasus stunting diPuskesmas Meuraxa didapatkan bahwa jumlah anak yang mengalami stunting sebanyak 186 dari total 702 pada tahun 2023. Kasus stunting pada anak di Puskesmas Meuraxa lebih banyak pada Ibu dengan tingkat pendidikan sekolah menengah atas dengan presentasi 63.7% . Orang tua dengan tingkat pendapatan rendah lebih banyak pada pasien stunting di Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh dengan presentasi 72,5. Orang tua dengan pola asuh baik lebih banyak pada pasien stunting di Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh dengan presentasi 60,4 %.
PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP KINERJA KARYAWAN Sari, Chinta Yolanda; Bela Sinambela, Lina Sinta; Utami, Rindu; Ayustin, Silvia; Claresta, Alibta Wilona
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i10.12107

Abstract

Abstrak : Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan di Oma Tour & Travel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan sampel sebanyak 30 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penyebaran kuesioner. Data yang telah memenuhi teknik analisis tersebut diolah dengan menggunakan bantuan program SPSS 26. Dari hasil uji statistik dapat diketahui bahwa variabel independen Keselamatan dan Kesehatan Kerja berpengaruh terhadap variabel dependen Kinerja Karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi besarnya pengaruh variabel independen Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap variabel dependen Kinerja Karyawan adalah sebesar 0,576 atau 57,6% yang menunjukkan bahwa Kinerja Karyawan dapat dipengaruhi oleh variabel Keselamatan Kerja dan variabel Kesehatan Kerja. Sedangkan sisanya sebesar 42,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ada dalam penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Dimana apabila Keselamatan Kerja terjamin dan Kesehatan Kerja baik akan meningkatkan Kinerja Karyawan.
EFEK Curcuma longa DAN Garcinia mangostana TERHADAP EKSPRESI GEN PPARα HIPOKAMPUS TIKUS WISTAR DENGAN DIET TINGGI LEMAK Hadi, Harry Tribowo; Surawijaya, Ade Kurnia; Gani, Irna Permanasari; Jasaputra, Diana Krisanti; Gunadi, Julia Windi; Wijayanto, Karen Regina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i2.13291

Abstract

Abstrak: Efek Curcuma longa dan Garcinia mangostana Terhadap Ekspresi Gen PPARα Hipokampus Tikus Wistar dengan Diet Tinggi Lemak.  Berbagai masalah kesehatan seringkali berhubungan dengan diet tinggi lemak, tak terkecuali gangguan memori pada otak, khususnya hipokampus, misalnya penyakit Alzheimer. PPARα merupakan reseptor nuklear yang tersebar di berbagai organ tubuh salah satunya di hipokampus. PPARα berperan mengatur metabolisme dan transportasi lemak serta mengontrol plastisitas sinaptik yang meregulasi penyimpanan memori dan kemampuan belajar. Mengonsumsi herbal sebagai pengobatan tradisional, misalnya kunyit dan manggis telah menjadi kebiasaan turun temurun penduduk Indonesia. Kunyit (Curcuma longa) dan manggis (Garcinia mangostana) merupakan tanaman herbal khas Asia Tenggara yang secara umum digunakan sebagai antioksidan dan antikolesterol. Mengetahui pengaruh ekstrak etanol kunyit dan kulit manggis terhadap ekspresi gen PPARα di hipokampus. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif, kunyit, manggis, dan fenofibrat. Metode yang digunakan untuk pengujian ini dengan PCR konvensional dengan analisis data menggunakan uji One Way Anova. Ekstrak etanol kunyit dan kulit manggis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan ekspresi gen PPARα di hipokampus tikus wistar yang diberikan diet tinggi lemak. Oleh karena itu, penulis berasumsi bahwa diet tinggi lemak dan bahan herbal khususnya kurkumin (Curcuma longa L.) dan manggis (Garcinia mangostana L.) dapat mempengaruhi ekspresi gen PPARα pada hippocampus pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kontrol. Diet tinggi lemak mengubah ekspresi gen PPARα di hipokampus. Ekstrak etanol kunyit dan kulit manggis meningkatkan ekspresi gen PPARα di hipokampus.
Hubungan Sumber Air Bersih, Frekuensi Penggunaan Air, Dan Lama Penggunaan Air Dengan Keluhan Penyakit Kulit Di Lingkungan VI Kelurahan Belawan Bahari Nanda, Meutia; Nathasya, Diva Aulia; Munthe, Ni'matul Ulya; Hasibuan, Rafiqoh; Wulandari, Tri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i7.16061

Abstract

Penggunaan air bersih yang tidak efektif dapat berperan dalam menyebabkan masalah kesehatan masyarakat, termasuk keluhan penyakit kulit. Beberapa faktor yang memicu keluhan penyakit kulit meliputi sumber air bersih yang digunakan dan frekuensi serta lama penggunaan air oleh masyarakat sehari-hari. Penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui hubungan antara sumber air bersih, frekuensi penggunaan air, dan lama penggunaan air dengan keluhan penyakit kulit di Lingkungan VI, Kelurahan Belawan Bahari. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, dan jumlah populasi sebanyak 105 kepala keluarga sehingga sampel penelitian ini terdiri dari 51 orang yang ditanya secara acak. Data dikumpulkan melalui kuisioner, juga dilakukan pengamatan untuk mengumpulkan data yang relevan, dan pengujian data menggunakan spss dengan uji chi-square. Penelitian ini menunjukan hasil, terdapat hubungan antara sumber air bersih yang digunakan, frekuensi penggunaan air, dan lama penggunaan air dengan keluhan penyakit kulit, dengan nilai p-value masing-masing adalah 0,022, 0,008, dan 0,038. Dari data dan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sumber air bersih, frekuensi penggunaan air, dan lama penggunaan air memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keluhan penyakit kulit di Lingkungan VI, Kelurahan Belawan Bahari. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pemerintah dan instansi terkait meningkatkan akses terhadap air bersih yang aman. Selain itu, program penyuluhan tentang pentingnya kebersihan diri dan lingkungan juga perlu diselenggarakan untuk membantu mengurangi prevalensi penyakit kulit di daerah pedesaan yang bergantung pada sumber air bersih yang terbatas.
APPENDISITIS AKUT: LAPORAN KASUS Utami, Sri; Pamungkas, Kumbang Nirbhaya
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i1.13006

Abstract

Abstrak: Kasus Seorang Perempuan 48 Tahun dengan Appendisitis Akut. Apendisitis merupakan infeksi bakteria. Berbagai hal berperan sebagai faktor pencetusnya, namun sumbatan lumen apendiks merupakan faktor yang diajukan sebagai pencetus disamping hyperplasia jaringan limfoid, tumor apendiks, dan cacing askaris dapat menyebabkan sumbatan. Kejadian apendisitis di indonesia tahun 2009 sebesar 596.132 orang dengan persentase 3.36% dan meningkat pada tahun 2010 menjadi 621.435 orang dengan persentase 3.53%. Dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang memadai pasien ini didiagnosis apendisitis infiltrat. Kesimpulan dari presentasi kasus ini adalah manajemen apendisitis akut harus dilakukan tindakan operatif yaitu laparotomi secepatnya karena dapat menyebabkan komplikasi salah satunya yang paling sering adalah peritonitis generalisata.
Gambaran Penyimpanan Obat-Obat LASA (Look A like Sound A like) Di Apotek Kecamatan Pontianak Selatan Anggareni, Anggareni; Nurmainah, Nurmainah; Andrie, Mohamad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i6.15030

Abstract

Pengelolaan obat LASA (Look A like Sound A like) perlu dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan mencegah terjadinya medication error. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengkaji penyimpanan obat LASA di Apotek Kecamatan Pontianak Selatan berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek dan mengkaji pelayanan obat LASA di Apotek Kecamatan Pontianak Selatan. Metode penelitian yang digunakan yakni observasional melalui wawancara mendalam disertai pengamatan secara langsung. Sampel dalam penelitian ini ialah seluruh Apotek di Kecamatan Pontianak Selatan yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampel, pada periode Januari-Februari 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 10 apotek penyimpanan obat LASA di Apotek Kecamatan Pontianak Selatan tergolong cukup baik dengan persentase 71% berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek sedangkan pelayanan obat LASA tergolong baik dengan persentase 93%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa beberapa apotek belum melakukan penyimpanan obat LASA berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian dan sebagian besar apotek telah melakukan pelayanan obat LASA dengan baik.
PENGARUH PAPARAN PORNOGRAFI MELALUI GADGET TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA SMP X DI KOTA BANDAR LAMPUNG Nandang Raharja, Muhammad Yudhi; Reni Setiawati, Octa; Arya P, Sandhy; Maria P L, Sri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.12559

Abstract

Abstrak: Pengaruh Paparan Pornografi Melalui Gadget Terhadap Motivasi Belajar Pada Siswa SMP X di Kota Bandar Lampung. Pornografi dapat didefinisikan secara luas sebagai gambar atau video yang diproduksi secara profesional atau dibuat oleh konsumen yang dimaksudkan untuk membangkitkan gairah seksual seseorang. Terdapat dampak negative dari penggunaan media gadget bagi remaja di antaranya yaitu dapat mengganggu dalam dunia Pendidikan gadget banyak disalah gunakan bagi kelompok remaja yang masih dijenjang pendidikan tingkat SMP, SMA dan perkuliahan. untuk mengetahui apakah terdapat Pengaruh paparan media pornografi dengan motivasi belajar pada remaja di SMP Negeri 2 Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik pendekatan cross sectional, pada penelitian ini yang perlu diketahui yaitu Pengaruh paparan Pornografi Melalui Gadget terhadap Motivasi belajar pada remaja di Bandar Lampung. Analisis univariat Sebanyak 161 responden 57.1% dengan  Motivasi belajar Rendah dan pada kategori pornografi rendah didapatkan 27 responden 9.6%  dengan Motivasi belajar Rendah, lalu pada kategori Pornografi rendah didapatkan 68 responden 24.1% dengan motivasi belajar tinggi dan pada kategori pornografi tinggi didapatkan 26 responden 9.2% dengan motivasi belajar tinggi. didapatkan hasil korelasi sebesar P value 0.00<0.05 maka Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan/korelasi antara Paparan Pornografi melalui Gadget dengan Motivasi belajar pada siswa SMP X di kota Bandar Lampung, dan didapatkan OR 0.064 dapat disimpulkan bahwa peluang Pornografi mempengaruhi Motivasi belajar sebanyak 0.064 kali.
PERBANDINGAN KECEPATAN PENURUNAN DEMAM PASIEN TIPOID DEWASA DENGAN TERAPI CEFTRIAXON DAN LEVOFLOXACIN DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG Muttaqin, Agus Hario; Djamil, Adrian Rifal; Dalfian, Dalfian; Marlina, Dwi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i5.14013

Abstract

Demam   tifoid   merupakan   penyakit   infeksi   akut   yang   biasanya mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari satu minggu, gangguan pada pencernaan, dan gangguan kesadaran. Mengetahui perbandingan kecepatan penurunan demam pasien tipoid dewasa dengan terapi ceftriaxon dan levofloxacin di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi ekspeimen. Data diambil dengan menggunakan data rekam medik. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji T. Diketahui kecepatan penurunan demam pasien tipoid dewasa  diterapi ceftriaxon adalah rata-rta selama 7,93 hari Kecepatan penurunan demam tecepat adalah 5 hari dan kecepatan paling lama 10 hari, diketahui kecepatan penurunan demam pasien tipoid dewasa  diterapi cevofloxacin adalah rata-rta selama 12 hari Kecepatan penurunan demam tecepat adalah 11 hari dan kecepatan paling lama 13 hari, diketahui ada perbedaan signifikan kecepatan penurunan demam pasie tipoid dewasa  diterapi ceftriaxon dengan diterapi levofloxacin  di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin  Bandar Lampung dengan pa-value = 0,000 (p <0,05). Ada perbedaan signifikan kecepatan penurunan demam pasien tipoid dewasa diterapi ceftriaxon dengan diterapi levofloxacin di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung dengan pa-value = 0,000 (p <0,05).
Karakteristik Klinis Pasien Retinopati Diabetik : Literature Review Aisy S.Day, Siti Rahadatul; Yanti, Andi Kartini Eka; Darkutni, Diah Tantri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i8.15359

Abstract

Penyakit dengan sifat progresif yang menyerang pembuluh darah mikro retina sehingga bisa mengganggu penglihatan dan dapat menyebabkan hiperglikemia berkepanjangan. Berbagai faktor risiko antara lain jenis kelamin, umur dan klasifikasi retinopati diabetik. Metode penelitian ini dilakukan dengan literatur review melalui pengumpulan berbagai jurnal penelitian dan didapatkan 8 sampel literatur penelitian yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik klinis pasien retinopati diabetik mayoritas diderita perempuan dengan rentang umur 45-65 tahun, serta klasifikasi kelainan retinopati diabetik didapatkan hasil yang sama antara Ploriverative Diabetic Retinopathy dan Non Ploriverative Diabetic Retinopathy. Jenis kelamin dan umur adalah faktor risiko yang berkaitan dengan diabetik retinopati.
HUBUNGAN ANTARA JUMLAH FAKTOR RESIKO DAN LOKASI INFARK TERHADAP DERAJAT KEPARAHAN STROKE ISKEMIK DI RSPBA Listiandoko, Raden Edwin Savero; Sina, Muhamad Ibnu; Purwaningrum, Ratna; Fitriyani, Fitriyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i10.10410

Abstract

Abstrak: Hubungan Antara Jumlah Faktor Resiko dan Lokasi Infark Terhadap Derajat Keparahan Stroke Iskemik Di RSPBA. Stroke adalah penyakit tidak menular yang dapat menimbulkan kematian kedua dan penyebab disabilitas ketiga di dunia. Prevalensi penyakit stroke di provinsi Lampung pada tahun 2018 yang terdiagnosis pada penduduk dengan usia diatas 15 tahun adalah (8,3%). Angka ini didapat dikarenakan masyarakatnya yang kurang mengetahui faktor resiko dan menjalani pola hidup yang buruk seperti merokok, tidak berolahraga,makan makanan yang dapat memicu munculnya stroke. Untuk mengetahui hubungan antara jumlah faktor resiko dan lokasi infark terhadap derajat keparahan stroke iskemik di RSPBA. Penelitian menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional menggunakan uji korelasi gamma dan chi square. Data yang digunakan adalah data primer menggunakan teknik consecutive sampling, yang berjumlah 35 sampel. Diketahui adanya hubungan yang bermakna antara jumlah faktor resiko terhadap derajat keparahan stroke iskemik di RSPBA (p=0,008) dan dengan uji korelasi gamma diperoleh r= 0,645 yang memiliki nilai korelasi yang kuat. Dan diketahui adanya hubungan yang bermakna antara lokasi infark terhadap derajat keparahan stroke iskemik di RSPBA (p= 0,005). Terdapat hubungan antara jumlah faktor resiko terhadap derajat keparahan stroke iskemik di RSPBA (p=0,008) dan dengan uji korelasi gamma diperoleh r= 0,645. Dan dengan uji chi-square terdapat hubungan antara lokasi infark terhadap derajat keparahan stroke iskemik di RSPBA (p= 0,005).

Page 73 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue