cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
PENGARUH BOOMERANG RUN EXERCISE TERHADAP KELINCAHAN PEMAIN FUTSAL KOTA MALANG Bugis, Jihan Fatiha; Rahim, Anita Faradilla; Rosidah, Nikmatur
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i5.14794

Abstract

Kelincahan mempunyai peranan penting dalam peningkatan prestasi olaharaga (Prasetiyo & Rudiana, 2020). Apabila pemain memiliki kondisi fisik yang kurang baik akan memiliki dampak yang negatif pada keterampilan teknik dan taktiknya pemain. Ketika pemain menggunakan kelincahan yang baik akan mempengaruhi kinerja pemain secara maksmimal dan perfoma yang maksimal akan menghasilkan sebuah prestasi. Untuk mencapai kelincahan yang baik salah satunya dengan latihan, Boomerang run exerrcise merupakan jenis latihan yang dapat meningkatkan kelincahan. Boomerang run exercise meupakan suatu latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan, kecepatan, kelincahan dan keseimbangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh boomerang run exercise terhadap peningkatan kelincahan pemain futsal. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian pre Experiment two group pretest posttest design. Penelitian ini membandingkan keadaan sebelum diberi perlakuan (Pret test) dan setelah diberi perlakuan (posttest). Populasi dalam penelitian ini ialah pemain futsal kawatduri kota Malang dan pengambilan sampel pada penelitian dengan jumlah partisipan mencapai 30 orang, menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh berupa peningkatan kelincahan pemain futsal yang diukur dengan shuttle run test. Dan diolah menggunakan uji Paired T-Test. Penelitian ini mendapatkan hasil boomerang run exercise dengan signifikansi (P) sebesar 0,000 (p<0,05). Penelitian ini menyimpulkan adanya pengaruh boomerang run exercise terhadap peningkatan kelincahan pemain futsa Kota Malang.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL DAN ETIL ASETAT DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) DENGAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethalitfy Test) Ningsih, Ni Nyoman setia; Tutik, Tutik; Amalia, Putri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.11990

Abstract

Abstrak: Uji Toksisitas Ekstrak Etanol dan Etil Asetat Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) dengan Metode BSLT (Brine Shrimp Lethalitfy Test). Tumbuhan asam jawa banyak tumbuh di pekarangan rumah masyarakat dan diketahui daunnya bermanfaat untuk pengobatan konstipasi, dispepsia, dan infeksi saluran cerna. Daun asam jawa mengandung senyawa-senyawa yang dipercaya berkhasiat sebagai antioksidan seperti tanin dan flavonoid yang bertindak sebagai agen untuk mencegah sel kanker. Pemisahan senyawa tersebut dapat dipengaruhi oleh pelarut ekstraksi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai LC50 antara ekstrak etanol dan etil asetat daun asam jawa. Daun asam jawa ekstrak etanol dan etil asetat memiliki rendemen berturut-turut sebesar 31,105% dan 1,64%. Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) digunakan dalam skrining untuk menentukan sifat toksik suatu ekstrak secara in vivo. Hasil uji toksisitas ekstrak etanol dan etil asetat daun asam jawa terhadap Artemia salina L. dinyatakan dengan nilai LC50 berturut-turut sebesar 133,73 ppm dan 160,38 ppm. Ekstrak etanol dan etil asetat daun asam jawa pada penelitian ini dikategorikan ke dalam toksik sedang terhadap Artemia salina L. Semakin rendah nilai LC50 maka semakin tinggi tingkat ketoksikannya. Oleh karena itu, ekstrak etanol dikatakan lebih toksik dibandingkan dengan ekstrak etil asetat daun asam jawa terhadap larva Artemia salina L. Hasil uji independent sample t-test menghasilkan nilai sebesar 0,756, hal tersebut menandakan bahwa ekstrak etanol dan etil asetat daun asam jawa tidak berbeda signifikan karena (p-value) > 0,05.
PENATALAKSANAAN PEREMPUAN USIA 53 TAHUN DENGAN SINDROM METABOLIK MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA Pangestu, Arief Ristia; Ibrahim, Syachrony; Saftarina, Fitria; Febriawan, Rahmat
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i4.13555

Abstract

Indonesia menghadapi penyakit menular dan tidak menular (PTM). Salah satu PTM adalah Sindrom Metabolik (SM). Jumlah penderita SM tahun 2019 ± 12-37% dari total penduduk Asia di dunia, 21,66% di Indonesia, 20,59% di Lampung. Pendekatan keluarga membantu mengidentifikasi faktor klinis, individu, psikososial dalam keluarga sehingga penatalaksanaannya lebih global. Menerapkan pelayanan dokter keluarga berbasis evidence based medicine dengan menganalisis faktor risiko, permasalahan klinis, penatalaksanaan pasien menurut kerangka penyelesaian permasalahan pasien menggunakan patient centered dan family approach. Penelitian ini adalah laporan kasus. Data primer dari anamnesis, pemfis, pemeriksaan penunjang, kunjungan rumah. Penilaiannya dari hasil diagnosis holistik awal-akhir studi secarakualitatif dan kuantitatif. Pasien mengeluh pusing, lelah, nyeri leher-bahu selama 8 hari. Pasien mempunyai riwayat dislipidemia, hipertensi terkontrol, DM tipe 2 sejak tahun 2019. Pasien didiagnosis SM menurut anamnesis, pemfis, pemeriksaan penunjang. Pemahaman pasien tentang penyakit, kebiasaan pola makan buruk dan jarang olahraga. Setelah intervensi terjadi penurunan gejala klinis dan perubahan perilaku pasien dan keluarga. Diagnosis dan penatalaksanaan pasien dilakukan holistik dan komprehensif, patient center,  family appropried dengan pengobatan SM teratur menurut EBM dibutuhkan untuk mengendalikan tekanan darah, glukosa darah, kolesterol, penurunan berat badan yang lebih ideal, dan mengubah perilaku pasien menjadi lebih baik. mencegah komplikasi.
HUBUNGAN DURASI DUDUK DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABULYATAMA Safira, Heni; Emiralda, Emiralda; Atika, Ratih Ayu
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i11.10719

Abstract

Abstrak: Hubungan Durasi Duduk dengan Kejadian Low Back Pain (LBP) pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama. Duduk dengan durasi yang lama hingga berjam-jam dan selanjutnya menjadi kebiasaan, dapat menimbulkan dampak jangka panjang seperti nyeri punggung bawah (LBP) yang dapat menurunkan kualitas belajar pada mahasiswa kedokteran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi duduk dengan kejadian LBP pada mahasiswa. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan dokter angkatan 2019, Universitas Abulyatama, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Sampel pada penelitian ini berjumlah 94 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Mahasiswa yang sedang mengambil cuti atau yang tidak menjawab pertanyaan dengan lengkap, diekslusi dari penelitian. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji statistic Chi-square. Diketahui 36 responden (38,3%) duduk selama > 4 jam setiap harinya, dan 57 responden (60,6%) mengalami nyeri LBP kategori sedang. Hasil analisis dengan uji Chi-Square mendapatkan ρ-value = 0,036 (p<0,05). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara durasi duduk dengan kejadian LBP pada mahasiswa pendidikan dokter Universitas Abulyatama.
PENGARUH POLIMORFISME GEN RESEPTOR VITAMIN D BsmI rs1544410 PADA PSORIASIS Lufiana, Fardella
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i3.13435

Abstract

Abstrak: Pengaruh Polimorfisme Gen Reseptor Vitamin D BsmI rs1544410 Pada Psoriasis. Psoriasis merupakan penyakit multifactorial baik ekstrinsik maupun intrinsic. Salah satu factor yang berperan penting adalah factor genetic. Dasar genetika molekuler psoriasis bersifat komplek terbukti dari banyak gen yang berperan. Salah satu gen yang berperan adalah gen dari vitamin D dikarenakan terjadinya perbedaan respon pasien terhadap terapi Vitamin D. Gen Reseptor Vitamin D BsmI merupakan salah satu gen yang berada di intron 8 dan belum banyak diteliti pada kelompok psoriasis di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh polimorfisme gen RVD BsmI pada pasien psoriasis. Metode penelitian ini adalah case control terhadap 44 subyek kelompok psoriasis dan 44 subyek kelompok tidak psoriasis dengan usia >18 tahun. Dilakukan PCR-RFLP terhadap hasil isolasi DNA pada kedua kelompok. Analisis data dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil analisis didapat Varian GG (bb) lebih banyak terdapat dikedua kelompok (kasus:77,3%;kontrol:81,8%) dibandingkan varian GA (Bb). Pada penelitian ini tidak terdapat varian AA (BB). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara varian GG (bb) dan GA (Bb) dengan kejadian psoriasis (p=0,792).
Hubungan Riwayat Kejang Demam Dengan Kejadian Epilepsi Pada Anak Di Poli Anak RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda Yunus, M. Paturungi Parewansa; Muhyi, Annisa; Nusartha, Putu Yudhi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i8.14639

Abstract

Epilepsi adalah salah satu penyakit otak kronik yang ditandai dengan bangkitan yang berulang disebabkan oleh pelepasan muatan listrik yang abnormal pada neuro-neuron otak. Epilepsi menjadi salah satu penyakit yang berkontribusi signifikan terhadap disabilitas global terutama di kalangan anak-anak, dimana sekitar setengah dari penderita merupakan anak-anak. Hampir semua jenis epilepsi dapat didahului dengan kejang demam. Faktor risiko kejang demam terhadap terjadinya epilepsi adalah terdapat kelainan neurologis atau perkembangan yang jelas sebelum kejang, kejang demam kompleks, riwayat epilepsi pada orang tua atau suadara kandung, kejang demam sederhana yang berulang 4 episode atau lebih dalam satu tahun.  Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya penelitian mengenai faktor risiko epilepsi. Di samarinda sendiri masih belum banyak dilakukan penelitian mengenai faktor risiko epilepsi, oleh karena itulah peneliti tertarik untuk meneliti hubungan kejang demam dengan kejadian epilepsi pada anak di poli anak RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda Tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat kejang demam dengan kejadian epilepsi pada anak di poli anak RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda dengan desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain Case Control Study dan pendekatan retrospektif. Penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasikan paparan atau penyakit tertentu (pada kelompok kasus) dan mengidentifikasi kelompok tanpa paparan atau penyakit (kelompok kontrol) dengan teknik matching berdasarkan usia dan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sampel penelitian berdasarkan usia pasien kasus dan pasien kontrol terbanyak pada rentang usia 1-5 tahun. Berdasarkan jenis kelamin ditemukan jenis kelamin laki-laki terbanyak sebanyak 11 anak (55%). Pasien epilepsi (kasus) pada anak yang memiliki riwayat kejang demam terdapat 2 anak (10%) dan pasien bukan epilepsi (kontrol) pada anak yang tidak memiliki riwayat kejang demam sebanyak 18 anak (90%). Hasil analisis data menggunakan metode Chi-Square test didapatkan hubungan riwayat kejang demam dengan kejadian epilepsi pada anak memperlihatkan hubungan yang signifikan dengan p-value < 0,05 (OR = 6.00 ; CL 95% 1,082 s.d 33,274 ; p = 0,028).
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN GEJALA DISPEPSIA PADA MAHASISWI UNIVERSITAS TANJUNGPURA ANGKATAN 2018-2020 Ramadhina, Saffana Fadhilla; Tejoyuwono, Agustina Arundina Triharja; Handini, Mitra
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i10.6722

Abstract

Abstrak: Hubungan Antara Pola Makan Dengan Gejala Dispepsia Pada Mahasiswi Universitas Tanjungpura Angkatan 2018-2020. Dispepsia merupakan istilah yang umum dipakai untuk suatu sindrom atau kumpulan gejala/keluhan pada lambung. Faktor diet dan jenis kelamin terutama wanita telah menjadi beberapa faktor dominan dalam dispepsia. Mahasiswa berada pada usia yang produktif yang memiliki kesibukan padat dan pola makan tidak teratur yang akan berpengaruh pada sekresi asam lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan berupa frekuensi makan, konsumsi minuman iritatif, makanan berlemak dan pedas terhadap gejala dispepsia pada mahasiswi Universitas Tanjungpura Angkatan 2018-2020. Penelitian merupakan penelitian analitik dengan desain studi potong lintang. Sebanyak 452 mahasiswi dipilih secara simple random sampling yang kemudian mengisi kuesioner Nepean Dyspepsian Index dan kuesioner pola makan. Analisis dilakukan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil menunjukkan koefisien korelasi didapatkan yaitu 0,87 dengan arah negatif, nilai p bernilai 0.66 Tidak terdapat hubungan antara pola makan berupa frekuensi makan dan konsumsi minuman iritatif, makanan berlemak, dan makanan pedas dengan terjadinya gejala dispepsia pada mahasiswi Universitas Tanjungpura Angkatan 2018-2020.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGANYAR I KABUPATEN DEMAK Adhani, Jihan Putri; Lahdji, Aisyah; Faizin, Chamim
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i2.10600

Abstract

Abstrak: Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar I Kabupaten Demak. Nilai prevalensi balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar I kabupaten Demak tahun 2018 adalah 4,26% balita stunting. Pada tahun 2019 nilai prevalensi stunting yaitu 3,91%. Pada tahun 2020 prevalensi stunting 3,72%, dan pada tahun 2021 mengalami angka yang fluktuatif yaitu 3,77%. Penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar I Kabupaten Demak. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case control. Sampel kasus 45 balita stunting dan kontrol 45 balita tidak stunting. Pengambilan data menggunakan data primer, sekunder, wawancara dengan responden menggunakan kuesioner. Hubungan variabel bebas dan terikat serta faktor risikonya diketahui melalui uji chi square dan uji regresi logistik. Menganalisis faktor yang memiliki hubungan terhadap kejadian stunting adalah status gizi ibu saat hamil (P-value 0,000), pemberian ASI sampai dua tahun (P-value 0,000), Pendapatan (P-value 0,006), Pendidikan Ibu (P-value 0,000), Sanitasi lingkungan (P-value 0,003). Tidak terdapat hubungan antara Usia ibu saat hamil (p-value 1,000), Tinggi badan ibu (P-value 0,831), dan status imunisasi dengan kejadian stunting pada balita. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting adalah pemberian ASI sampai dua tahun P-value 0,000 OR 34, 472; (95% CI 4,485 – 184,062). Mayoritas di wilayah kerja Puskesmas Karanganyar I Kabupaten Demak balita stunting tidak mendapatkan ASI sampai usia dua tahun, faktor risiko yang paling berpengaruh diantara variabel lain yaitu pemberian ASI sampai dua tahun dengan faktor risiko 34,472 kali.
HUBUNGAN ANTARA DURASI SCREEN TIME DENGAN GANGGUAN BAHASA EKSPRESIF ANAK DI KLINIK TUMBUH KEMBANG ANAK PELANGI HATI Pinilih, Astri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i6.15638

Abstract

Gangguan bahasa ekspresif merupakan jenis keterlambatan bahasa yang sering didapatkan pada anak. Penggunaan screen time yang berlebihan sering dikaitkan dengan gangguan bahasa ekspresif pada anak.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara screen time dengan gangguan bahasa ekspresif pada anak. Desain penelitian cross sectional digunakan untuk mencari hubungan antara kedua variabel. Penelitian dilakukan di Klinik Tumbuh Kembang Anak Pelangi Hati Bandar Lampung. Data yang didapatkan di olah dengan bantuan software SPSS 24 for Windows dan dianalisi bivariat dengan uji Chi-Square. Penelitian ini memperoleh 170 subjek. Sebagian besar subjek jenis kelamin laki-laki (53,5%), berusia 3 sampai 4 tahun (45,9%), dengan durasi screen time lebih dari 2 jam (56,5%). Hasil analisis hubungan antara screen time terhadap gangguan bahasa ekspresif menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik (p=0,02). Terdapat hubungan antara durasi screen time dengan gangguan bahasa ekspresif pada anak. 
HUBUNGAN ANTARA PAPARAN ASAP ROKOK PADA KESEMBUHAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDATON BANDAR LAMPUNG Sitinjak, Fransisca Jaquline; Rafie, Rakhmi; Mandala, Zulhafis; Yuniar Sinaga, Fransisca Tarida
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i11.10099

Abstract

Abstrak: Hubungan Antara Paparan Asap Rokok Pada Kesembuhan Pasien Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Pengobatan tuberkulosis memerlukan kondisi tubuh dan paru paru yang optimal apabila seseorang dengan lingkungan terpapar asap rokok dapat mempengaruhi proses penyembuhan TB paru dan dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri yang akan mempersulit kesembuhan. Mengetahui hubungan antara paparan asap rokok pada kesembuhan pasien Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung Tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional dengan cara pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling. Didapatkan didapatkan usia responden terbanyak 15-64 tahun dengan 81 responden (77,1%), usia responden <15 tahun dengan 13 responden (12,4%), dan usia responden ≥65 tahun dengan 11 responden (10,5%). Jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki dengan 69 responden (65,7%) dan jenis kelamin perempuan dengan 36 responden (34,3%). Terpapar asap rokok dengan 89 responden (84,8%) tidak terpapar asap rokok dengan 16 responden (15,2%). Pasien tidak sembuh penyakit tuberkulosis paru dengan 54 responden (51,4%). Sembuh penyakit tuberculosis paru dengan 51 responden (48,6%). Terdapat hubungan antara paparan asap rokok dengan kesembuhan pasien tuberkulosis paru. Hasil statistik menunjukkan p-value = 0.003. Didapatkan hubungan antara paparan asap rokok pada kesembuhan pasien tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas Kedaton Bandar Lampung.

Page 75 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue