cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,353 Documents
Analisis Perbedaan Indeks Massa Tubuh (IMT) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2, Hipertensi Dan Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Hipertensi Di Klinik Ardhito Medika Bandar Lampung Mustofa, Festy Ladyani; Amanda, Adisa Tria; Widodo, Slamet
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.15834

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Berdasarkan data International Diabetes Federation tahun 2020 tentang penderita DM, penduduk Indonesia menempati urutan ke-7 pada tahun 2020 sebagai negara dengan jumlah penderita DM terbanyak, yaitu 10,7 juta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Indeks massa tubuh (IMT) pada pasien Hipertensi, Diabetes Melitus dan Diabetes melitus dengan Hipertensi. Terdapat perbedaan yang signifikan antara Indeks Massa tubuh pasien Hipertensi, Diabetes melitus dan Diabetes mellitus dengan hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Desain Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil Uji T-test didapatkan nilai P = 0,004 pada pasien Diabetes Mellitus dan P=0,002 pada pasien dengan diabetes melitus dengan hipertensi. Terdapat perbedaan yang signifikan antara Indeks Massa tubuh pasien Diabetes melitus dan Diabetes mellitus dengan hipertensi.
Hubungan Antara Lama Penderita Epilepsi Dan Jumlah Obat Anti Epilepsi Dengan Fungsi Kognitif Pasien Epilepsi Di RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung Haliza, Tazkiyah Sharadiva; Sina, Muhammad Ibnu; Wulandari, Mardheni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i11.16287

Abstract

Epilepsi merupakan kelainan otak yang ditandai dengan kecenderungan untuk menimbulkan bangkitan epileptik secara terus menerus dengan konsekuensi neurobiologis, kognitif, psikologis, dan sosial. Gangguan kognitif pada epilepsi dapat disebabkan oleh banyak faktor termasuk lamanya menderita epilepsi dan efek samping dari penggunaan Obat Anti Epilepsi (OAE). Berdasarkan penelitian sebelumnya, seorang penderita yang telah menderita epilepsi selama <6 tahun sebagian besar mendapatkan hasil Mini Mental State Examination (MMSE) yang normal, sedangkan penderita yang mengalami epilepsi selama >6 tahun lebih banyak yang mengalami gangguan fungsi kognitif.  Selain itu, penelitian tersebut menunjukkan lebih banyak penderita epilepsi yang mendapatkan monoterapi dibandingkan politerapi.
Jahe (Zingiber Officinale): Tinjauan Fitokimia, Farmakologi, Dan Toksikologi Ahnafani, Miyada Nur; Nasiroh, Nasiroh; Aulia, Nina; Lestari, Noor Laili Mega; Ngongo, Marselina; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i10.15945

Abstract

Tanaman obat yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional dan modern. Berdasarkan penelitian, Jahe mengandung senyawa seperti alkaloid, flavonoid, fenolik, triterpenoid, gingerol dan saponin yang berperan sebagai analgesik, antioksidan, antiinflamasi, dan antitumor. Dari segi farmakologi, jahe memiliki efek karminatif, stimulan pencernaan, vasodilator, ekspektoran, antibakteri, antipiretik antibakteri, antiinflamasi, analgesic, dan antioksidan. Toksikologi menunjukkan jahe umumnya aman, tetapi konsumsi berlebih bisa menyebabkan nyeri ulu hati dan iritasi lambung, serta reaksi alergi jika terhirup. Studi pada hewan dan manusia mengindikasikan jahe tidak meningkatkan risiko malformasi pada bayi selama kehamilan. Penelitian ini menegaskan manfaat kesehatan jahe dan pentingnya konsumsi dalam dosis tepat untuk menghindari toksisitas.
Gambaran Kasus Intoksikasi Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Saiful Anwar Malang Tahun 2021-2022 Abdullah, Taufiq; Prasetyadjati, Ari; Johan, Willy
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.16476

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang dengan populasi yang padat dan masuk dalam 5 besar negara dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia. Sampai saat ini belum ada basis data terkait kasus keracunan yang tercatat secara resmi di Indonesia. Sudah saatnya kasus keracuanan mendapatkan perhatian lebih terkait diagnosis dan penatalaksanannya. Menggunakan metode penelitian deskriptif, peneliti mengumpulkan 68 sampel pada tahun 2021-2022, yang semuanya adalah pasien dengan intoksikasi yang datang ke IGD RS Saiful Anwar Malang. Berdasarkan variabel jenis kelamin, terdapat 38 pasien laki-laki dan 28 pasien perempuan.. Pada variabel triase didapatkan 6 pasien kategori hijau, 46 pasien kategori kuning, dan 16 pasien kategori merah Pada variabel dokter penanggung jawab yang merawat pasien kasus terbanyak di disposisi pada bagian penyakit dalam 56 kasus, bagian bedah 4 kasus, bagian mata 4 kasus, bagian anak 2 kasus, dan bagian paru 2 kasus. Pada variabel penyebab keracunan, yang terbanyak yaitu alkohol sebanyak 26 kasus, obat obatan sebanyak 15 kasus, agen kaustik sebanyak 14 kasus, pestisida sebanyak 5 kasus, asfiksian sebanyak 4 kasus, hidrokarbon 2 kasus, dan NAPZA sebanyak 2 kasus. Variabel terakhir mengkategorikan status keluar dari IGD RSSA, rawat inap (MRS) 41 kasus, pulang ats permintaan sendiri (PAPS) 16 kasus, KRS (dipulangkan) 9 kasus, meninggal 1 kasus dan masuk ruang operasi 1 kasus. Kasus keracunan terbanyak di IGD RSSA pada periode penelitian ini adalah keracunan alkohol dengan proporsi P1 yang lebih besar dibandingkan dengan intoksikasi lainnya. Sebagian besar pasien dengan kasus keracunan memerlukan rawat inap untuk observasi dan penanganan lebih lanjut
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Indeks Massa Tubuh Terhadap Pasien Skizofrenia Di Rs. Jiwa Daerah Provinsi Lampung Mustofa, Festy Ladyani; Kurniawan, Agnes Novena; Sudiadyani, Ni Putu
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i11.16019

Abstract

Skizofrenia ditandai dengan gangguan pikiran, emosi, perilaku, dan dapat dipicu oleh faktor genetik, usia, jenis kelamin, pekerjaan, konflik keluarga, dan status ekonomi. Kesehatan gizi juga berperan penting dalam pengelolaan skizofrenia, karena masalah gizi dapat memperburuk kondisi dan kualitas hidup penderita. Masalah gizi menjadi penyebab penting dalam kesehatan penderita skizofrenia, dengan gizi kurang atau lebih dapat memperburuk kondisi fisik dan fungsional. Risiko berat badan berlebih dan peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada penderita skizofrenia berhubungan dengan penurunan kualitas hidup. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi indeks massa tubuh terhadap pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medik pasien RS. Jiwa Daerah Provinsi Lampung tahun 2023 berjumlah 160 sampel yang memenuhi kriteria. Penelitian ini dilaksanakan pada 26 April – 4 Mei 2024. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi dari karakteristik reponden di RS. Jiwa Daerah Provinsi Lampung tahun 2023 didominasi pasien skizofrenia terinci (56,3%%), IMT tidak normal (63,7%), berusia >25 tahun (60%), berjenis kelamin laki-laki (53.8%), tidak bekerja (51,3%), dan berpendidikan dasar (88,7%). Terdapat pengaruh IMT terhadap faktor risiko usia dengan peluang sebanyak 0.342 kali, jenis kelamin dengan peluang sebanyak 1.977 kali, dan pekerjaan dengan peluang sebanyak 4.364 kali. Sedangkan faktor pendidikan tidak memiliki pengaruh terhaadap IMT dengan nilai P=0.115.
Hubungan Waktu Dan Masa Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Pabrik Di PT. Z 2023 Darimi, Darimi; Is, Jun Musnadi; Siahaan, Perry Boy Chandra; Nursia N, Lili Eky; Rimonda, Rubi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i9.15846

Abstract

Akibat menurunnya produktivitas kerja, kelelahan kerja dapat merugikan baik bagi pekerja maupun organisasi karena cenderung meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Akumulasi kelelahan dalam jangka waktu lama menyebabkan kelelahan kronis. Mencari hubungan antara waktu kerja dan masa kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan pabrik di PT.Z menjadi tujuan penelitian ini. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui survei analitik dengan menerapkan pendekatan cross-sectional. populasi terdiri dari seluruh karyawan pabrik yang berjumlah 73 orang. Sampel sebanyak 73 responden diambil dari populasi memakai teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan di PT. Z pada bulan Desember 2023. Untuk analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat digunakan uji Chi-Square. Hasil uji statistik antara jam kerja dengan kelelahan kerja menunjukkan nilai p-value=0,031. Sedangkan hasil uji statistik antara masa kerja dengan kelelahan kerja menunjukkan nilai p-value=0,001. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa ada hubungan antara jam kerja dan masa kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan pabrik di PT.Z. Diharapkan kepada Perusahaan agar melakukan evaluasi kinerja secara berkala pada pekerja untuk mendeteksi indikasi kelelahan lebih dini agar tidak terjadi permasalahan pada keselamatan dan kesehatan kerja.
Hubungan Usia, Jenis Kelamin Dan Efikasi Diri Terhadap Kesiapan Belajar Mandiri Pada Mahasiswa Angkatan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Kholis, Muhammad Rafiq; Anggraini, Marissa; Rimawati, Veronica Ela; Farich, Achmad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i10.15074

Abstract

Seiring meningkatnya suatu jenjang pendidikan pelajar maka cara belajar dan proses pembelajarannya harus menyesuaikan diri atas hal tersebut. Belajar mandiri, juga dikenal sebagai Self-Directed Learning (SDL), adalah kesiapan atau kesediaan seseorang untuk belajar sendiri. Ini mencakup aspek sikap yang mengambil inisiatif untuk belajar sendiri, maupun tanpa bantuan orang lain. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan uji statistic menggunakan uji Chi-square. Hasil uji statistik menunjukan tidak terdapat hubungan antara usia terhadap kesiapan belajar mandiri mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2023 dengan nilai p = 0.928 atau > 0.05. Hasil uji statistik menunjukan terdapat hubungan antara jenis kelamin terhadap kesiapan belajar mandiri mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2023 yang mendapatkan nilai p = 0.025 atau < 0.05. Hasil uji statistik menunjukan terdapat hubungan antara efikasi diri terhadap kesiapan belajar mandiri mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2023 yang mendapatkan nilai p = 0.003 atau < 0.05.
Pola Sensitivitas Multi Drug Resistant Organisms (MDROs) Kelompok Extended Spectrum Beta Lactamases (ESBL) Di RSUD DR.H. Abdul Moeloek Pradana, Afanda Satya; Hidayat, Hidayat; Widodo, Slamet; Sjahriani, Tessa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i9.15136

Abstract

Multidrug Resistant Organisms (MDROs) adalah suatu kondisi bakteri yang kebal terhadap beberapa antibiotik atau bisa dikatakan sebagai bakteri resistensi terhadap paling tidak satu kelompok antibiotik dari tiga atau lebih antibiotik. Multidrug Resistant Organisms (MDROs) merupakan ancaman dunia dan terus meningkat seiring dengan adanya penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Salah satu dari bakteri MDROs yaitu bakteri penghasil extended spectrum beta laktamases (ESBL). Extended Spectrum Beta Laktamases (ESBL) merupakan enzim yang dapat menghidrolisis antibiotik golongan seperti cephalosporins generasi ketiga dan aztreonam, tetapi tidak aktif terhadap cephamycins dan carbapenem. Penelitian ini untuk mengetahui bakteri apa saja yang termasuk golongan MDROs penghasil extended spectrum beta laktamases (ESBL) yang ada di RSUD DR.H. Abdul Moeloek selama periode Januari-Maret 2023 dan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepekaan bakteri-bakteri tersebut terhadap antibiotik yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Sampel yang digunakan yaitu data rekam medik pasien yang melakukan kultur bakteri berbagai spesimen dan uji sensitivitas terhadap antibiotik pada periode Januari-Maret 2023 di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek. Hasil penelitian dari 481 sampel didapatkan bakteri penghasil enzim ESBL sebanyak 98 (20,37%) dengan Escherichia coli 43 (8,93%) dan Klebsiella pneumoniae 55 (11,43%) dengan pola sensitivitas Escherichia coli sensitif terhadap Meropenem (100%), Amikasin (100%), Ertapenem (97,67%), Tigecycline (97,67%), Piperacillin atau Tazobactam (90,69%) dan Klebsiella pneumoniae sensitif terhadap Ertapenem (90,90%), Amikasin (90,90%).
Kadar Ferritin Serum Pada Penderita Infeksi M. Tuberculosis Umizah, Larasti Putri; Yuliandari, Neta; Utami, Enny Tri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.18102

Abstract

M.Tuberculosis merupakan penyebab utama kematian dan kesakitan di negara-negara berkembang. Salah satu dari lima Negara dengan kasus tuberculosis paling banyak adalah Indonesia. Paru-paru merupakan organ yang rawan berhubungan dengan stress oksidatif yang diinduksi logam terkait dengan pertukaran udara dari luar tubuh dengan darah. Ferritin merupakan protein di dalam darah yang berperan penting dalam metabolisme zat besi sebagai pengikat zat besi. Ferritin juga merupakan depot zat besi di dalam tubuh. Indicator akurat dari total penyimpanan zat besi tubuh adalah kandungan ferritin dalam serum plasma, namun di lain sisi ferritin juga merupakan protein fase akut dan kadarnya akan meningkat pada kondisi peradangan dan infeksi seperti infeksi M.Tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar ferritin serum penderita M.Tuberculosis dibandingkan dengan control sehat. Deskriptif observational dan Crossectional merupakan rancangan dan pendekatan yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan 30 sampel penderita M.Tuberculosis. Rata-rata kadar feritin serum pada pasien yang terinfeksi M. tuberkulosis adalah 115,83 ng/mL, sedangkan rata-rata kadar feritin pada kontrol sehat adalah 113,73 ng/mL, menurut temuan pada penelitian ini kadar feritin serum pada pasien yang terinfeksi M. tuberkulosis tidak berbeda dengan kontrol sehat, menurut hasil uji statistik (p<0,05).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Infeksi HIV Dengan Perilaku Pencegahan HIV Pada Ibu Rumah Tangga Di Puskesmas Temindung Samarinda Damayanti, Putri; Toruan, Vera Madonna Lumban; Rahayu, Hanis Kusumawati
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i9.14631

Abstract

Latar Belakang: Human immunodeficiency virus (HIV) adalah infeksi yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) adalah stadium penyakit yang paling lanjut (WHO 2023). Pada tahun 2023 jumlah ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV mencapai 35% dari keseluruhan jumlah orang dengan HIV/AIDS. kasus HIV baru pada kelompok ibu rumah tangga bertambah sebesar 5.100 kasus setiap tahunnya. Penyebab tingginya penularan HIV pada ibu rumah tangga karena pengetahuan akan pencegahan dan dampak penyakit yang rendah serta memiliki pasangan dengan perilaku sex berisiko. Ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV berisiko tinggi untuk menularkan virus kepada anaknya yang bisa terjadi sejak dalam kandungan, saat proses kelahiran, atau saat menyusui (Kemenkes, 2023). Berdasarkan data dari Dinkes provinsi Kaltim 2023, terdapat sebanyak 6,7%kasus HIV dari 124.650 kasus di kaltim. Peningkatan jumlah kasus HIV di Kalimantan Timur sebagian besar terkait dengan upaya intensif untuk mendeteksi kasus yang sebelumnya tidak teridentifikasi, bukan karena peningkatan faktual dalam penularan HIV (Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, 2022). Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang infeksi HIV dengan perilaku pencegahan HIV pada ibu rumah tangga di Puskesmas Temindung Samarinda pada tahun 2023. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan ini adalah analitik korelasional dengan  rancangan cross sectional. Sampel minimal yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data primer sebanyak 94 Ibu rumah tangga yang mengunjungi Puskesmas Temindung. Hasil penelitian: Pada penelitian ini terdapat responden sebanyak 96 ibu rumah tangga. Dari 96 responden tersebut tingkat pengetahuan terbanyak terdapat pada kelompok tingkat pengetahuan yang cukup yaitu sebanyak 44 responden kemudian tingkat perilaku terbanyak responden tersebut masuk kedalam kategori perilaku pencegahan yang negatif terhadap HIV/AIDS yaitu terdapat 55 responden. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian tersebut terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan pada ibu rumah tangga di Puskesmas Temindung Samarinda.

Page 89 of 136 | Total Record : 1353


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue