cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,353 Documents
PERBANDINGAN KASUS MALARIA PRA PANDEMI COVID-19 DAN SAAT PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HANURA KABUPATEN PESAWARAN Putri, Devita Febriani; Febriyani, Arti; Yasir, Muhammad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.18958

Abstract

Abstrak: PERBANDINGAN KASUS MALARIA PRA PANDEMI COVID-19 DENGAN SAAT PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HANURA KABUPATEN PESAWARAN. Malaria adalah penyakit tular vektor yang disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium, dan ditularkan oleh nyamuk vektor malaria, terutama spesies Anopheles spp.  Tahun 2020, penyebaran COVID-19 di Indonesia semakin meningkat dan meluas hingga ke daerah endemis malaria, salah satunya Kabupaten Pesawaran, Lampung. Protokol kesehatan COVID-19 diduga menghambat program pemerintah untuk menekan kasus malaria. Perlu dilakukan penelitian efek penerapan protokol kesehatan COVID-19 terhadap kasus malaria dengan membandingkan kasus malaria di wilayah endemis tertinggi di Kabupaten Pesawaran yaitu wilayah kerja Puskesmas Hanura pra pandemi dan saat pandemi COVID-19. Penelitian bertujuan mengetahui perbandingan kasus malaria pra pandemi dan saat pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran tahun 2019-2020. Jenis penelitian deskriptif observasional dengan design crossectional menggunakan data sekunder berupa rekam medik malaria dan data iklim yaitu suhu suhu, kelembaban udara, dan curah hujan. Populasi penelitian berupa data sekunder kasus malaria tahun 2019 (pra pandemi COVID-19) dan tahun 2020 (saat pandemi COVID) di wilayah kerja Puskesmas Hanura. Data suhu, kelembaban, dan curah hujan didapatkan dari BMKG Stasiun Klimatologi Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung.Analisis menggunakan paired T-test dan Wilcoxon untuk melihat perbandingan kasus malaria, suhu, kelembaban udara, dan curah hujan  pra pandemi COVID-19 dan pada saat pandemi COVID-19. Kasus malaria pada pra pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Hanura berbeda signifikan (p=0,004) dibandingkan saat pandemi COVID-19. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada suhu (p=,0,52), kelembapan udara (p=0,172) dan curah hujan (p=0,977) pada pra pandemi COVID-19 dan saat pandemi COVID-19. Deteksi dini dan penatalaksanaan kasus malaria di wilayah kerja Puskesmas Hanura dapat dipertahankan dengan mengkombinasikan protokol COVID-19 oleh pemerintah, petugas kesehatan, maupun masyarakat agar kasus malaria tidak kembali meningkat. 
Kepatuhan Injeksi Insulin Terhadap Penurunan Kadar HbA1c Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung Anisa, Putri; Sjahriani, Tessa; Ladyani, Festy; Sahara, Nita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i11.17283

Abstract

Diabetes melitus adalah suatu penyakit gangguan metabolik glukosa yang mana tubuh tidak dapat atau kurang baik dalam mengontrol glukosa yang masuk dari makanan sehingga kadar gula darah tinggi. Pemeriksaan yang diharapkan dapat merepresentasikan status glikemik jangka panjang pada penderita diabetes melitus adalah dengan mengukur kadar HbA1c. Ketidakpatuhan pengobatan dapat berakibat penyakit tidak kunjung sembuh, semakin parah, maupun mengalami efek samping, dan biaya terapi menjadi tidak efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan injeksi insulin terhadap penurunan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung yang memenuhi kriteria penelitian sebanyak 81 orang. Data kepatuhan injeksi insulin diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan data penurunan kadar HbA1c diperoleh dari data rekam medik. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 55 orang (67.9%) yang memiliki tingkat kepatuhan injeksi insulin terdapat 50 orang (61.7%) mengalami penurunan kadar HbA1c dan 5 orang (6.2%) tidak mengalami penurunan kadar HbA1c. Sedangkan sebanyak 26 orang (32.1%) yang tidak patuh terhadap injeksi insulin, sebagian besar tidak mengalami penurunan kadar HbA1c. Didapatkan distribusi tentang usia, jenis kelamin, kepatuhan injeksi insulin dan penurunan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung tahun 2024.
Hubungan Antara Lama Menjalani Hemodialisis Dengan Kualitas Hidup Azzahra, Arsya; Anggraini, Merry Tiyas; Faizin, Chamim
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i10.15799

Abstract

Hemodialisis merupakan terapi penatalaksanaan penyakit ginjal kronik tahap lanjut. Hemodialisis dipilih untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Proses terapi hemodialisis adalah terapi berkelanjutan yang dapat mempengaruhi aspek kehidupan misalnya gangguan intensif dan penyakit terkait sosial. Pasien yang telah lama umumnya telah beradaptasi maka dari itu kualitas hidup cenderung lebih baik. Tujuan dari penelitian membuktikan hubungan antara lama menjalani hemodialisi dengan kualitas hidup. Penelitian termasuk penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional dan teknik yaitu total sampling dengan sampel yang telah memenuhi kriteria inklusi sebesar 71 responden. Instrumen penelitian yaitu kuisioner KDQOL-SF 36 serta menggunakan data rekam medik. Korelasi Rank Spearman dipilih guna analisis bivariat data yang terkumpul. Didapatkan Hasil 71 responden terkumpul dengan durasi lama menjalani hemodialisis 1 – 106 bulan. Serta kualitas hidup responden didapatkan hasil dengan rentang nilai skor 34-87. Uji bivariat korelasi Rank Spearman idapatkan hasil p-value < 0,05 yang artinya terdapat hubungan antara kedua variabel tersebut.
Analisis Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Lais Kabupaten Musi Banyuasin Rahayu, Rahayu; Gustina, Erma; Rahutami, Syntia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.16179

Abstract

Obat anti hipertensi berperan dalam menurunkan angka kejadian komplikasi yang diakibatkan tidak stabilnya tekanan darah. Keberhasilan dalam pengobatan pada penderita hipertensi dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya faktor kepatuhan penderita dalam minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis kepatuhan  minum obat hipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Lais Kabupaten Musi Banyuasin. Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dimana Populasi dalam penelitian ini adalah  pasien hipertensi yang datang berobat di Puskesmas Lais Kabupaten Musi Banyuasin pada tahun 2023. Metode dalam pengambilan sampel penelitian ini dengan teknik accidental sampling. Sampel penelitian yaitu pasien hipertensi yang datang berobat di Puskesmas Lais Kabupaten Musi Banyuasin masing-masing sebanyak 94 responden. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Mei tahun 2024. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data bivariat menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil uji Chi-Square didaptkan variabel yang berhubungan yaitu lama pengobatan ( p Value = 0,015), pengetahuan (p Value = 0,000), dukungan keluarga ( p Value = 0,000), akses pelayanan kesehatan ( p Value = 0,000) dan peran petugas kesehatan (p Value = 0,000). Dari hasi uji statsitik multivariate diperoleh faktor yang dominan yaitu akses ke pelayanan kesehatan ( p Value = 0,000) dengan nilai OR = 97,761. Dari penelitian ini hendaknya pihak Puskesmas melakukan penyuluhan tentang hipertensi dengan metode penyampaian yang lebih aplikatif seperti media web dan poster.
Hubungan Depresi Dengan Kejadian Insomnia Non Organik Pada Lanjut Usia Di Puskesmas Kemiling Bandar Lampung Rafie, Rakhmi; Mandala, Zulhafis; Ningsih, Sari; Wulandari, Yuke
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i11.16227

Abstract

Kebanyakan Lanjut Usia mengalami perasaan yang tidak berdaya dan kehilangan harapan hidup sehingga dapat memicu kejadian depresi. Gejala depresi dapat berupa gejala afektif (jiwa yang tertekan, kesedihan, menangis), gejala kognitif (ketidakberdayaan, keputusasaan, kehilangan minat dan kesenangan dalam beraktivitas) dan gejala somatik (tidak bersemangat, kehilangan nafsu makan, gangguan pola tidur, dan kelelahan). Gangguan pola tidur pada lansia akibat depresi dikatakan sebagai insomnia non organik, biasanya disebabkan oleh stres, perubahan hormon, dan kelainan-kelainan kronis. Penelitian ini menggunakan Analitik observasional dengan menggunakan pendekatan metode cross sectional menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kemiling Bandar Lampung. Data statistik uji Chi-Square. Hasil Penelitian ini didapatkan Distribusi frekuensi karakteristik responden diketahui didapatkan sampel terbanyak ialah berusia 60-70 tahun sebanyak 26 responden (59,1%). Pada jenis kelamin responden didapatkan paling banyak pada jenis kelamin perempuan sebesar 28 responden (63,6%). Sedangkan pada pekerjaan terbanyak ditemukan pada pekerjaan IRT sebesar 19 responden (43,2%), berdasarkan tingkat depresi didapatkan responden terbanyak ialah tingkatan tidak depresi sebesar 24 responden (54.5%), pada insomnia terbanyak ialah pada responden yang tidak insomnia yaitu berjumlah 29 responden (65,9%). Pada uji Chi Square didapatkan p-value=0,002 (nilai p≥0,05). Pada Odds Ratio didapatkan bahwa orang dengan depresi sekurang-kurangnya 2.004 kali lipat dapat mengalami insomnia, dan paling besar beresiko sebesar 39,443 kali lipat dapat mengalami insomnia.
Studi Kasus Penerapan Massage Effleurage Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III Mahmudah, Mahmudah; Sulistiawati, Yuni; Sari, Desi Kumala
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i10.16072

Abstract

Nyeri punggung merupakan keluhan yang paling banyak dijumpai dengan angka prevalensi mencapai 49%, 80-90% dari ibu hamil yang mengalami nyeri. Nyeri punggung bawah merupakan ketidaknyamanan yang terjadi dibawah costae dan diatas bagian inferior glueteal (tulang pinggang). Nyeri punggung bawah sangat sering terjadi dalam kehamilan, gejala nyeri biasanya terjadi lebih dari 7 bulan usia kehamilan dan nyeri biasanya terasa di punggung bagian bawah. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui efektifitas massage eflurage terhadap nyeri punggung bawah. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang diakukan pada 3 orang subjek yang diberikan massage eflurage. hasil penelitian studi kasus ini didapati nyeri punggungnya semakin berkurang, ibu yang tadi nya susah tidur (skala nyeri 7 atau nyeri berat) menjadi nyenyak tidur (skala nyeri 3 atau nyeri ringan).
Determinants Of Public Stigma Toward Epilepsy: A Quantitative Analysis Fonna, Darra Wahyuni; Maulanza, Hady; Fitri, Elfa Wirdani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.16947

Abstract

Epilepsy is one of the oldest neurological diseases in the world and ranks second after stroke. Epilepsy is a condition characterized by recurrent seizures due to intermittent brain dysfunction, caused by abnormal and excessive paroxysmal neuronal discharges. Epilepsy has long been widely recognized by society. However, the low level of public knowledge about this disease has led to social stigma, resulting in discrimination against people with epilepsy, which affects the quality of life for both patients and their families. This study aims to identify the factors influencing societal stigma towards epilepsy in Cot Mon Raya Village, Blang Bintang District. The research method used was observational analytics with a cross-sectional approach conducted in May 2024. The study involved 81 respondents selected using simple random sampling. Data were collected through interviews and questionnaires. The results showed that the majority of respondents were in the late elderly age group (56-65 years), most were employed, most had a high school level of education, and most had witnessed a seizure. The majority of respondents did not have relatives with epilepsy, and the average level of knowledge among respondents was good. As for the depiction of stigma towards epilepsy, most respondents had low levels of stigma. The conclusion of the study is that the factors related to societal stigma towards epilepsy are occupation, experience witnessing a seizure, and level of knowledge, while factors such as age, level of education, and having relatives with epilepsy were not related (p>0.05). Based on logistic regression analysis, the most dominant factor influencing societal stigma towards epilepsy is the level of knowledge.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Baby Blues Syndrome Pada Primipara Sabila, Wanda Febi; Rafie, Rakhmi; Triswanti, Nia; Budiarta, I Nengah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i11.15146

Abstract

Baby Blues Syndrome merupakan suatu gangguan psikologis yang dialami ibu pada masa postpartum yang ditandai beberapa gejala seperti perubahan mood, merasa terlalu emosional, mudah menangis, letih, serta bingung dan pikiran kacau. Terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya Baby Blues Syndrome antara lain faktor usia, status kehamilan, pekerjaan dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Baby Blues Syndrome pada Primipara di RSUD.DR.H. Bob Bazar, SKM. Penelitian ini menggunakan metode Crossectional. Subjek penelitian terdiri dari 38 responden dengan menggunakan kuisioner dan wawancara dengan responden. Hasil penelitian ini diperoleh variabel yang terdapat hubungan signifikan adalah variabel usia dengan p-value = 0,000, pekerjaan p-value = 0,000, dan dukungan suami p-value = 0,043, sedangkan variabel status kehamilan tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan p-value 0,078 terhadap kejadian Baby Blues Syndrome. Usia <20 tahun & >35 tahun, pekerjaan wanita karir dan dukungan suami secara emosional, pisikis dan finansial merupakan variabel yang memiliki hubungan dengan kejadian Baby Blues Syndrome.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Indeks Massa Tubuh Pada Pasien Depresi Di Rs. Jiwa Daerah Provinsi Lampung Tahun 2023 Mustofa, Festy Ladyani; Widayanti, Adia Putri Rahma Ayu; Fitriani, Dita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i9.15732

Abstract

Depresi adalah gangguan kesehatan jiwa bisa lebih parah dan berlangsung lebih lama bagi beberapa orang, ringan bagi beberapa orang dan hilang dengan cepat. Indeks massa tubuh adalah indeks sederhana berat badan terhadap tinggi badan yang umum digunakan untuk mengklasifikasikan kelebihan dan kekurangan berat badan. Adanya masalah pada intake asupan pasien depresi yang dapat memengaruhi berat badan atau IMT pasien. Salah satu gejala pada pasien depresi adalah perubahan nafsu makan. Sehingga pasien depresi akan mengalami masalah pada berat badan. Jika dapat diketahui dari awal, dapat menjadi intervensi pengobatan dan pencegahan penurunan IMT pada pasien depresi. Untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi IMT pada pasien depresi di RS. Jiwa daerah provinsi lampung. Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif analitik pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 104 menggunakan data sekunder. Uji statistic menggunakan uji –chisquare. Hasil uji –chisquare yaitu terdapat pengaruh IMT yang signifikan pada faktor usia (p = 0,048), jenis kelamin (p = 0,002), pekerjaan (p = 0,009), konflik keluarga (p = 0,020), dan status ekonomi (p = 0,032) pasien depresi. Adapun pengaruh IMT yang tidak signifikan pada faktor pendidikan (p = 0,140).
Perbandingan Berbagai Airway Clearance Therapy Yang Paling Efektif Dalam Pengeluaran Sputum Pada Pasien Pneumonia Prianti, Vreyza; Natasha, Messya; Sabrina, Michelle; Sari, Ratna Dewi Puspita; Utama, Winda Winda Trijayanthi; Daulay, Suryani Agustina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i10.15506

Abstract

Pneumonia adalah penyebab kematian terbesar di dunia, dengan 15 negara memiliki angka kematian yang paling tinggi diakibatkan pneumonia, termasuk Indonesia yang menempati posisi kedelapan dengan jumlah kematian mencapai 22.000 jiwa. Pneumonia bisa terjadi kepada anak-anak, orang dewasa, ataupun lansia dan kejadian pneumonia tersering berada di negara bagian Asia Selatan dan Afrika. Fisioterapi dada dan pernapasan bibir (pursed lip breathing) adalah dua teknik yang sering digunakan dalam fisioterapi respirasi untuk membantu pengeluaran sputum yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fisioterapi dada sama efektifnya dengan pernapasan bibir (pursed lip breathing) dalam pengeluaran sputum pada pasien pneumonia. Fisioterapi dada melibatkan serangkaian gerakan dan manipulasi pada dada dan area toraks yang dirancang untuk merangsang pengeluaran sputum, serta memberikan stimulasi fisik yang lebih aktif pada dada dan paru-paru. Pengawasan fisioterapis yang terlatih memungkinkan untuk penyesuaian yang tepat sesuai dengan kondisi pasien, yang dapat meningkatkan efektivitasnya. 

Page 90 of 136 | Total Record : 1353


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue