cover
Contact Name
I Gusti Agung Paramita
Contact Email
vidyawertta@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vidyawertta@unhi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
ISSN : 08527776     EISSN : 26557282     DOI : -
Core Subject : Education,
Vidya Wertta Journal published by the Religion and Culture Fakulty of the Indonesian Hindu University. Publish twice a year, on April and October. The focus and reach of issues raised in the Vidya Wertta Journal include religion, philosophy, religious and cultural law.
Arjuna Subject : -
Articles 166 Documents
RELASI PSIKOLOGI DAN AKTIVITAS RITUAL DALAM PENGUATAN SRADHA BHAKTI UMAT HINDU I GUSTI KETUT WIDANA; NI WAYAN SADRI; I GDE WIDYA SUKSMA; PUTU DIA ANTARA
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v5i2.3408

Abstract

Obsesi tertinggi umat Hindu adalah mencapai Moksa, saat mana Sang Atman meninggalkan materi ketubuhan untuk kembali “menyatu” pada Brahman, sumber asal muasal semua ciptaan. Disebut juga mencapai suka tanpawali duka, kebahagiaan kekal-abadi, tidak lagi mengalami reinkarnasi. Dalam ajaran Hindu, upaya ke arah itu hanya bisa dicapai dengan meningkatkan kualitas sradha bhakti hingga mencapai tingkatan samadhi. Jika kemudian ternyata mengalami kelahiran kembali (numadi), sejatinya hal itu dapat disebut sebagai “kejatuhan”, turun kembali ke dunia lantaran Sang Atman gagal melepaskan diri dari belenggu materi. “Kejatuhan” karena kelahiran kembali ke dunia materi inilah yang disebut sebagai samsara. Usaha mengelak dari samsara yang secara sakala identik dengan keadaan sengsara, antara lain dilakukan melalui aktivitas ritual yang secara psikologi dapat mensublimasi umat mencapai atau menikmati rasa suka/senang, tenang, tentram, bahkan bahagia. Artikel ini hendak mengungkap permasalahan tersebut melalui pendekatan psikologi dengan menggunakan kajian kualitatif deskriptif interpretatif.
INTERAKSI HUKUM DAERAH DAN HUKUM ADAT DALAM SISTEM PENGAMANAN TERPADU BERBASIS DESA ADAT (SIPANDU BERADAT) DI BALI Komang Indra Apsaridewi; Ni Luh Made Elida Rani; I Putu Sastra Wibawa
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v5i2.3409

Abstract

Keterlibatan masyarakat dioptimalkan pada proses deteksi dini terhadap suatu permasalahan yang terjadi di lapangan sehingga penanganan seanjutnya bisa tepat sasaran, dengan waktu yang cepat sebagai penting aktualisasi kearifan lokal di Indonesia yakni prinsip gotong-royong serta kepedulian dengan mengedepankan kepentingan umum dalam penyelesaian suatu permasalahan. Salah satu cara yang ditempuh oleh Pemerintah Provinsi Bali melalui kebijakan regulasinya, menghadirkan Peraturan Gubernur Provinsi Bali Nomor 26 Tahun 2020 tentang Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat. Peraturan Gubernur ini hadir untuk mengatur 1.493 Desa Adat di Bali dalam menerapkan sistem keamanan wilayah masing-masing berbasis desa adat dengan bersinergi dengan aparat Polisi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model interaksi hukum daerah dan hukum adat dalam sistem pengamanan terpadu berbasis desa adat di Bali. Metode penelitian termasuk penelitian hukum normatif menggunakan pendekatan doktrinal dan peraturan perundang-undangan. Penggalian data dilakukan dengan penggalian bahan hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaturan kewenangan Desa Adat dalam mengatur keamanan di wilayah desa adat masing-masing di Bali. Saat ini telah terdapat Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat di Bali yang disingkat dengan nama Sipandu Beradat. Terjadi interaksi antara sistem hukum negara dengan keterlibatan TNI dan Polri dalam Forum Sipandu Beradat, sistem hukum daerah, adanya instrumen Peraturan Gubernur terkait Sipandu Beradat termasuk keterlibatan aparat Pemerintah Daerah, serta sistem hukum adat di Bali yang melibatkan peran awig-awig, pararem terkait Sipandu Beradat, serta prajuru desa adat di Bali termasuk didalamnya peran pecalang Desa Adat.
IDENTIFIKASI NAMA TOKOH PEWAYANGAN DALAM IKON KRISNA OLEH-OLEH BALI YANG MASIH EKSIS DI TENGAH PANDEMI COVID 19 Gusti Ngurah Yoga Semadi; Putu Sabda Jayendra
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v5i2.3415

Abstract

Krisna Oleh-Oleh Bali sudah tidak asing lagi dikalangan wisatawan terutama wisatawan domestik, sehingga terkesan ada motto, kalau wisatawan berkunjung ke Bali belumlah lengkap jika belum mengunjungi Krisna Oleh-Oleh Bali. Krisna Oleh-Oleh Bali memiliki property yang tersebar di beberapa kabupaten, seperti Badung, Denpasar, Gianyar, dan Buleleng. Dalam perkembangannya Krisna Oleh-oleh Bali juga mengalami pasang surut terutama di saat suasana pandemi bulan Maret tahun 2020 lalu. Namun demikian pemilik Krisna Oleh-oleh Bali yakni Gusti Ngurah Anom yang dikenal dengan panggilan Ajik Cok sangat optimis bahwa pariwisata Bali pasti bangkit kembali dengan selalu berinovasi. Saat suasana masih pandemi ini Bali sebagai barometer pariwisata sudah mulai bangkit dengan kunjungan ke Krisna Oleh-Oleh Bali yang sudah mulai meningkat dan airport Ngurah Rai sudah mulai ramai dengan kedatangan khususnya wisatawan domestik. Melihat dari hal tersebut tujuan penelitian ini adalah (1) Faktor-faktor yang menjadikan ikon nama Krisna Oleh-oleh Bali, dan (2) strategi yang dilakukan oleh Krisna Oleh-Oleh Bali sehingga masih eksis dan bisa bertahan di masa Pandemi Covid-19. Identifikasi nama Krisna Oleh-Oleh Bali penting dilakukan mengingat bahwa nama Krisna diakui merupakan inspirasi dari tokoh pewayangan yang menjadikan motivasi owner dan juga seluruh karyawan Krisna Oleh-Oleh Bali dalam berinovasi, berkarya, dan sukses bertahan dalam masa pandemi Covid-19.
METODE BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 3 SANUR Ni Made Surawati; I Nyoman Winyana; Ni Putu Eka Sariani
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v5i2.3434

Abstract

Mengacu dengan fungsi guru sebagai tenaga pendidik yang akan menuntut dan membimbing siswa dalam mencapai tujuan pendidikan yang dalam halnya ini guru dituntut kreatif dalam memberikan suatu pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang dengan pesat. Bentuk kombinasi dari pembelajaran tatap muka dengan perkembangan teknologi informasi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu metode dalam pembelajaran yakni dengan menggunakan metode blended learning. Metode blended learning adalah sebuah metode pengajaran akibat dari keterbatasan waktu, tempat, dan situasi, sehingga pembelajaran ini akan meningkatkan interaksi pembelajaran antara guru dengan siswa. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data yang terkumpul kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi kepada guru untuk dapat menerapkan metode blended learning dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti pada siswa kelas v di SD Negeri 3 Sanur. Sekolah dasar patut mengembangkan pola Pendidikan yang menyenangkan dengan menggunakan metode pembelajaran blended learning agar pembelajaran lebih menyenangkan dan dapat menumbuhkan minat belajar siswa di masa pandemi covid-19.
DINAMIKA MASYARAKAT PERKOTAAN DAN LAKU KALANGAN WANAPRASTA PADA PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA WANA SERAYA DI DENPASAR I Wayan Subrata; I Nyoman Sudanta; I Gusti Bagus Wirawan; Anak Agung Anom Putra; I Ketut Wartayasa
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v5i2.3482

Abstract

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, membawa berbagai implikasi bagi kehidupan sosial-budaya masyarakat, termasuk masyarakat Denpasar. Misalnya, dengan ditemukannya berbagai peralatan modern dalam bidang kesehatan, telah membuat bertambah baiknya kesehatan masyarakat, sehingga dapat menambah umur lebih panjang. Akibatnya, jumlah penduduk lanjut usia (kalangan wanaprasta) dari tahun ke tahun terus meningkat. Sementara tradisi pelayanan kredit sosial lewat sistem resiprositas (saling matulungan, saling runguang, maselisi, dan lain-lain) dalam kehidupan masyarakat modern mulai tergusur, dan telah digantikan oleh sistem pasarisasi dalam bentuk sistem upah. Hal demikian berakibat banyak kalangan manula yang tidak mendapat pelayanan sosial, dari pihak keluarganya, termasuk dari anak kandungnya sendiri. Hal ini menarik dikaji. Penelitian ini tergolong ke dalam peneitian kualitatif dengan tiga teknik pengumpulan data, yakni teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan pendekatan antropologi agama, dengan paradigma interpretatif knowledge paradigm. Dengan harapan ditemukan sebuah proposisi atau konsep baru tentang formulasi yang dapat ditempuh oleh pihak keluarga dalam memperlakukan orang tuanya secara manusiawi, tanpa harus mengurangi kesibukan profesinya yang cenderung bersifat pragmatis.
BALI AGUNG: SEBUAH KARYA SENI AKULTURASI BUDAYA CINA DAN BALI Made Ayu Desiari; I Gde Made Indra Sadguna
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v5i2.3499

Abstract

Bali Agung merupakan salah satu pertunjukan yang lahir dari perkembangan pariwisata di Bali. Pertunjukan ini dipentaskan di Bali Safari and Marine Park (BSMP) dengan mengambil cerita tentang Kerajaan Bali pada abad-12, di era pemerintahan Raja Jaya Pangus, di mana terjadi kisah percintaan dengan Kang Cing Wie dan Dewi Danu. Tulisan ini merupakan hasil observasi terhadap pertunjukan Bali Agung yang dipentaskan di Bali Theatre BSMP. Tujuan utama tulisan ini adalah untuk membahas tentang kisah, bentuk, serta eksistensi pertunjukan Bali Agung. Hasil observasi ini menunjukan bahwa Bali Agung adalah sebuah pertunjukan teater kolosal yang menggabungkan beberapa budaya namun tetap dibingkai dengan cerita Bali Kuno. Selain itu, eksistensi pertunjukan ini dapat dipertahankan hingga saat ini juga disebabkan oleh strategi pemasaran yang dilakukan oleh pihak manajemen.
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA SISWA-SISWI KELAS V SD PELITA BANGSA Ni Made Surawati; Ni Nyoman Sri Winarti; I Putu Hanyran Ray
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v5i2.3507

Abstract

Dewasa ini dunia pendidikan di Indonesia bahkan di dunia mengalami suatu transformasi yang kompleks, hal ini disebabkan pandemi Covid-19. Pemerintah menganjurkan agar pembelajaran dilaksanakan di rumah masing-masing dengan menggunakan sistem Daring (dalam jaringan) memanfaatkan teknologi dan media pembelajaran yang berkembang saat ini. Penelitian ini berupaya membahas perihal penerapan media audio visual dalam pembelajaran agama di Sekolah Dasar Pelita Bangsa, Denpasar. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi dokumen, dan studi kepustakaan. Data yang terkumpul kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi kepada guru dan orang tua siswa untuk dapat menerapkan media audio visual dalam pembelajaran daring pada siswa-siswi kelas V SD Pelita bangsa. Guru menjelaskan materi melalui media audio visual dengan menggunakan aplikasi zoom meeting, kemudian guru menayangkan materi pelajaran berupa video, gambar, dan rekaman suara. Sekolah dasar patut mengembangkan pola pendidikan yang menyenangkan dengan menggunakan media pembelajaran audio visual agar pembelajaran lebih menyenangkan dan menumbuhkan minat belajar siswa.
KAJIAN YURIDIS DALAM PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU USAHA PERDAGANGAN SMARTPHONE ILLEGAL I Wayan Antara; I Dewa Nyoman Gde Nurcana; Ida Bagus Wirya Dharma
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v5i2.3519

Abstract

Kemajuan teknologi telah memberikan dampak positif dan dampak negatif terhadap perkembangan manusia dan peradabannya. Telepon cerdas (smartphone) adalah telepon genggam yang memiliki sistem operasi untuk masyarakat luas, fungsinya tidak hanya untuk SMS dan telepon saja tetapi pengguna dapat dengan bebas menambahkan aplikasi, menambah fungsi-fungsi atau mengubah sesuai keinginan pengguna. Tentu saja, hal ini telah menciptakan suatu persaingan yang tinggi bagi para distributor smartphone, sehingga beberapa pengusaha distributor banyak yang tidak mampu bersaing secara “sehat”, melakukan pendistribusian smartphone secara “ilegal”, seperti mendistribusikan dalam jumlah partai besar dengan cara menghindari pajak. Salah satu cara ini, dapat memberikan manfaat bagi distributor. Pemerintah telah memberikan larangan serta batasan terhadap barang-barang tertentu yang menimbulkan penyelundupan smartphone tersebut, karena smartphone tersebut dianggap melanggar lisensi atau Hak Kekayaan Intelektual suatu perusahaan yang memiliki merk tersebut sehingga hal tersebut menjadikan dasar hukum pemerintah untuk melarang smartphone ilegal tersebut masuk kedalam wilayah Indonesia. Ironisnya, banyak konsumen Indonesia tidak memiliki kesadaran hukum yang baik sehingga lebih memilih untuk membeli smartphone ilegal dengan harga murah tersebut dibandingkan harus membeli produk smartphone legal yang kualitasnya sudah terjamin.
BENTUK DAN MAKNA PADMASANA ANGLAYANG PURA KENTEL GUMI DI KECAMATAN BANJARANGKAN, KABUPATEN KLUNGKUNG Desak Nyoman Seniwati; I Gusti Ayu Ngurah; Ida Bagus Ngurah
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agama Hindu pada dasarnya memiliki konsep Panca Sradha yaitu lima keyakinan, salah satunya ialah percaya dengan adanya Brahman (Tuhan). Dalam teologi Hindu dikenal Tuhan dan segala manifestasinya. Umat Hindu memiliki simbol-simbol suci Tuhan yang kini banyak dijumpai di Bali berupa Pelinggih-Pelinggih yang menjadi stana Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan). Satu dari banyaknya jenis Pelinggih adalah Padmasana yang juga memiliki jenis-jenis tertentu, salah satunya adalah Padmasana Anglayang. Studi ini berupaya menjelaskan makna filosofi Padmasana Anglayang dan bentukbentuknya. Lokasi studi yakni di Pura Agung Kentel Gumi Desa Tusan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Berdasarkan hasil analisis dapat dijelaskan bahwa Padmasana Anglayang di Pura Agung Kentel Gumi Desa Tusan, memiliki 3 bagian. Bagian pertama adalah tepas (dasar) yang memiliki simbol bedawangnala, naga basuki, dan naga anantabhoga. Bagian kedua adalah batur (badan) terdapat pepalihan 7 dan hiasan Dewa Wisnu yang mengendarai Garuda diletakkan di bagian tengah belakang, sedangkan Angsa diletakkan di bagian atas belakang dan di bawah patung garuda terdapat simbol Boma. Fungsi Padmasana Anglayang di Pura Agung Kentel Gumi Desa Tusan, adalah mampu menghantarkan doa atau keinginan para pemujanya langsung kepada Tuhan. Makna Padmasana Anglayang di Pura Agung Kentel Gumi, Desa Tusan, Banjarangkan, Kabupaten Kungkung adalah bahwa umat berusaha mempersatukan pemujaan kepada unsur kehidupan guna mendapatkan kesejahteraan atau anugerah agar dapat menjalankan kehidupannya dengan bahagia, sehingga bisa bersatu kembali dengan Ida Sang Hyang Widhi.
JEBAKAN NIHILISME CENDEKIAWAN BALI: REVIEW BUKU INTELIGENSIA MANUSIA BALI KARYA JIWA ATMAJA I Gde Jayakumara; I Gusti Agung Paramita
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini merupakan review terhadap buku berjudul Intelegensia Manusia Bali karya Jiwa Atmaja. Buku ini dianggap penting dan menarik karena penulis memotret situasi pada era tertentu dalam dunia kecendekiawanan di Bali, terutama gaya berpikir kelas menengah terdidik Bali dalam merespon modernitas. Berdasarkan review terhadap buku tersebut, tampak ada paradoks, di satu sisi kelas menengah terdidik Bali bersikap afirmatif terhadap konstruksi identitas yang ditawarkan, namun di sisi lain bersikap afirmatif pula terhadap jebakan nihilisme yang terdapat di dalamnya.

Page 11 of 17 | Total Record : 166